Profil Growth Hormone Sapi Bali Betina Pada Tiga Tipe Lahan Pemeliharaan Di Provinsi Bali.
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang karakteristik genetik gen GH yang direstriksi dengan enzim Hae III serta polimorfismenya dari bibit sapi bali di Nusa
Persentase pemotongan sapi betina produktif ditinjau dari waktu erupsi gigi seperti yang tercantum pada Tabel 2, menunjukan jumlah pemotongan sapi betina dengan
Hal ini ditunjukkan bahwa jarak kelahiran juga lebih pendek pada STS, sehingga pemeliharan di bawah STS, ternak akan memperoleh kualitas pakan yang lebih baik
[r]
Ucapan terima kasih yang tulus juga penulis sampaikan kepada para dosen yang telah membimbing penulis dalam mengikuti pendidikan Program Magister pada Program
Commented [A44]: (Reviewer 3) Hasil “uji t” pada Tabel 2 menunjukkan bahwa semua peubah morfometrik (PB, TP, LD, DaD, LeD, LK, dan TPi) sapi Bali di Kecamatan Pamenang tidak berbeda
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa polimorfisme gen GH ditemukan pada populasi sapi Limura dengan frekuensi alel L lebih besar dibandingkan alel V.. Populasi
Hal ini ditunjukkan bahwa jarak kelahiran juga lebih pendek pada STS, sehingga pemeliharan di bawah STS, ternak akan memperoleh kualitas pakan yang lebih baik