• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

Resume Public Expose Tahun 2013 The Ritz Carlton Pacific Place

Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 27 November 2013

Dipaparkan oleh

M. Wahid Sutopo : Direktur Perencanaan, Investasi dan Manajemen Risiko Nusantara Suyono : Head of Investor Relations

Ridha Ababil : Head of Corporate Communication

Moderator

Gusrinaldi Akhyar : Kepala Divisi Custodian Central Services (PT KSEI)

Dihadiri oleh : 185 peserta yang terdiri dari analis, investor dan wartawan

Berikut adalah rangkuman tanya (T) dan jawab (J) dalam acara Public Expose (Acara Press Conference &

Presentasi Perseroan):

Press Conference

T: Mengenai Open Access dan berita merger antara PGN dengan PERTAGAS, dan untuk tahun depan apakah akan mempengaruhi kinerja operasional dan keuangan?

J: Kalau kita lihat di Permen No. 19 tahun 2009, itu ada beberapa jenis pipa. Ada yang namanya pipa open access, ada yang namanya pipa dedicated hilir, dan ada juga pipa untuk kebutuhan sendiri. Bagian itu dari 6.000 km pipa, itu kita punya sekitar 2.100 km pipa yang Open Access. Jadi boleh dibilang kalau masalah Open Acces, kita juaranya. Di Indonesia ini, tidak ada yang Open Accessnya melebihi PGN dengan 2.100 km. Memang, dari awal itu dibuat untuk Open Access.

Selebihnya, yang kita punya adalah pipa dedicated hilir. Jadi memang sesuai untuk peruntukkannya seperti yang diatur dalam permen No. 19. Karena itu kalau dilihat, sebetulnya sudah ada penjelasan dari Pemerintah, dari Pak Wakil Menteri ESDM bahwa sebetulnya PGN sudah mengikuti ketentuan yang ada.

(2)

Adapun, untuk perkembangan selanjutnya, saat ini kita sedang dimintai masukan-masukan bagaimana kita bisa menyempurnakan regulasi – regulasi yang ada, sedang dikerjakan sekarang oleh tim kami.

Jadi kalau ditanya, saya bilang ini seperti rumah. Rumah itu kan ada kamar tamunya, ada halamannya, ada kamar tidurnya, ada kamar makannya, ada kamar mandinya. Open Access itu mirip seperti halaman dan kamar tamu. Itu sudah disediakan untuk pengangkut gas milik pihak ketiga, seperti yang sudah kita lakukan dan halamannya luas dan kamar tamunya juga luas. Bahkan sebelum peraturannya ada, kita sudah siapkan. Jadi sebetulnya ini bukan hal yang baru untuk PGN.

T : Lalu hubungannya dengan PERTAGAS? Seperti diberitakan akan saling mengakusisi.

J : Jadi sesuai dengan namanya, PGN, Perusahaan Gas Negara. Jadi, ya mesti memang PGN ini secara tupoksinya, tugas pokok dan fungsinya adalah menjadi perpanjangan proxy dari Negara dalam melaksanakan kegiatan di bidang Gas Bumi, khususnya di bidang transmisi dan distribusi. Jadi kita sejak beberapa tahun yang lalu kita sudah buatkan konsepnya, bahwa kita juga siap mengambil alih kalau ada Perusahaan lain seperti PERTAGAS. Supaya kegiatan itu bisa kita lakukan secara lebih terkonsolidasi dan terorganisasi. Itu sudah kita sampaikan konsepnya di sekitar akhir tahun 2011 awal 2012. Jadi, kita tinggal menunggu bagaimana akan diputuskan oleh para pemegang saham.

T : Bagaimana dengan pelaksanaannya ?

J : Kalau pelaksanaannya ada prosesnya, ada tata kelolanya yang dalam perusahaan itu ketentuan dalam anggaran dasar, ada ketentuan Undang-undang Perseroan Terbatas maupun di pasar modal. Nanti kita ikuti aja.

T : Untuk investasi beyond pipeline, berapa total investasinya? Apakah ada rencana lain untuk akusisi di sektor hulu?

J : Secara konseptual, itu pengembangan ke depan PGN, yaitu visinya akan menjadi perusahaan Energi kelas dunia di bidang pemanfaatan gas bumi. Itu ada di beberapa area, pertama di bidang pengembangan resources atau sumber daya. Lalu sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang MIGAS, kita lakukan melalui anak usaha, karena tidak bisa langsung. Kita mempunyai anak perusahaan yang namanya PT. Saka Energi. Itu sudah cukup signifikan yang kita investasikan disitu untuk mengembangkan kegiatan PT. Saka di bidang resources baik sebagai participanting interest maupun kedepannya sebagai operator.

Yang kedua, adalah di bidang Infrastruktur. Infrastruktur ini kita punya konsep intermoda. Jadi, kita bukan seperti bis ya, tapi sekali lagi maksudnya kita punya pendekatan baik menggunakan jaringan pipa maupun juga yang beyond pipeline. Ada gas alam cair, compressed natural gas dan juga beberapa hal baru, yang mungkin pada waktunya nanti akan kita sampaikan, yang merupakan terobosan. Karena kita ingin mempercepat penetrasi gas bumi ini, juga bisa terlihat bagaimana itu dikerjakan di tempat-tempat lain dan kita akan terapkan di sini.

Pada intinya, kita tidak akan terbatas pada kegiatan gas pipa saja, karena itu sudah ada anak perusahaan

(3)

punya PT.PGN LNG untuk gas yang di Lampung. Kita juga ada kerjasama dengan Pertamina, di PT.

Nusantara Regas untuk Termilan LNG di Teluk Jakarta. Di samping itu PT. Gagas Energi yangmerupakan perusahaan di bidang compressed natural gas. Kedepannya ada juga beberapa yang terkait dengan micro LNG. Untuk compressed natural gas, contoh terobosan yang sudah kita buat yaitu mobile refueling unit. Mungkin awal tahun depan kita juga sudah punya tempat pengisian yang sifatnya permanen di lokasi yang kita miliki sendiri.

Kedepannya kita akan menggunakan beberapa moda, tidak cuma satu saja. Demikian pula untuk mendukung kegiatan ini, kita perkuat dari sisi sistem IT-nya, kita punya PT. PGAS Telekomunikasi Nusantara yang merupakan satu dari sedikit perusahaan yang punya jaringan serat optik, yang menghubungkan dari Jakarta sampai ke Singapura melewati Sumatra dan Batam. Ini kelebihannya adalah, jaringannya diletakkan di Right of Way, jadi relatif aman dari gangguan. Itu maksudnya dari konsep beyond pipeline, kita akan mengembangkan jaringan secara terintegrasi dalam mencapai visi kita sebagai world class company di bidang gas bumi.

T : Ada 2 hal yang ingin ditanyakan. Dengan adanya kebijakan para pemegang saham, maka PGN akan mengakuisisi PERTAGAS. Kemudian, PGN sendiri akan diakuisisi oleh Pertamina.

Dari PGN sendiri apakah ada perhitungannya? Dan bagaimana apabila PGN diakuisisi Pertamina mengingat PGN adalah perusahaan Tbk? Sejauh ini bagaimana dengan rencana tersebut karena Pak Dahlan mengatakan 2014 go or no go.

Yang kedua, tentang indeks saham rupiah yang menurun akhir-akhir ini, apakah berdampak pada PGN baik saham ataupun kinerjanya?.

J : Kalau sesuai ketentuan yang ada, baik di anggaran dasar maupun di pasar modal, keputusan para pemegang saham itu akan disampaikan dalam RUPS. Jadi, kalaupun ada keputusan dari pemegang saham, akan melalui mekanisme yang sudah diatur dalam rapat umum pemegang saham dan disitu dikatakan kalau ada yang sifatnya terkait dengan pengambilalihan, penggabungan, itu akan memerlukan beberapa persyaratan termasuk juga jumlah quorum-nya juga tertentu, kemudian harus dihadiri oleh pemegang saham tertentu juga.

Sejauh ini kami tidak menerima pemberitahuan apa-apa dari pemegang saham. Seperti biasa, kalau memang ada pemberitahuan tentunya akan ada proses yang disampaikan secara terbuka kepada investor maupun publik.

Yang disampaikan adalah konsep yang memang sudah kami pelajari, kami kembangkan dan itu kami sudah sampaikan juga kepada pihak-pihak yang terkait bahwa kita siap mendapatkan mandat untuk mengembangkan jaringan maupun pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Itu bukan sekedar hanya konsep dan sudah dibuktikan bahwa tahun 1998 kita sudah mengembangkan jaringan mandiri secara independen tanpa membebani APBN dengan skema yang kita upayakan sendiri, baik melalui IPO kemudian pinjaman dan investor strategis untuk mengembangkan jaringan seperti yang ada sekarang ini. Ke depan, kita juga siap untuk melakukan itu.

(4)

Adapun yang terkait dengan PERTAGAS misalnya, kita bisa melihat kalau memang ada keinginan kita siap untuk mengintegrasikan PERTAGAS sebagai bagian dari PGN. Itu konsepnya sudah pernah kita pelajari, kira-kira 2 tahun yang lalu, sudah kita sampaikan bagaimana konsep kita untuk mendapatkan hasil yang optimal secara nasional. Kira-kira itu yang bisa saya sampaikan. Selebihnya dari itu, saya tidak bisa berkomentar, karena kita juga belum mendapatkan pemberitahuan apapun.

Yang sekarang kita sudah kita lakukan dan kita siapkan kajian itu dimana kita bisa kembangkan jaringan kita sendiri, bila perlu kita bisa mengkonsolidasikan misalnya ada badan usaha lain seperti PERTAGAS, untuk kita kembangkan juga.

Karena sebagai visi untuk menjadi world class company, kita tidak hanya terfokus pada sesama badan usaha yang ada di sini. Kita juga melihat potensi, untuk mengambil alih bekerjasama dengan badan usaha yang lebih berskala regional maupun global.

Jadi misalnya kemarin ini anak perusahaan kami PT. SAKA Energi mengambil alih participating interest di beberapa lapangan, itu dari badan usaha di luar yang mereka ambil participating interestnya. Itu menunjukkan komitmen bahwa kita mempunyai komitmen untuk mengembangkan participating interest ini bahkan juga dengan melakukan kerjasama ataupun akuisisi badan usaha yang berada di tempat lain.

J : Dampak indeks serta nilai tukar uang itu sebenarnya di kami dampaknya sangat minimal, karena memang harga beli kami dan harga jual kami dalam US dollar. Penghasilan kami sebesar lebih dari 80 persen adalah dalam bentuk USD. Memang saham kami dicatatkan dalam mata uang rupiah, jadi memang ada kendalanya di situ tapi sebenarnya kalau kita lihat secara fundamental, efek dari rupiah melemah sebenarnya kalau kita hitung balik ke rupiah sebenarnya menguntungkan kami. Memang pembukuan kami dalam US dollar. Jadi kalau kita lihat di situ, harga saham juga sebenarnya merefleksikan nilai dolar kami.

T : PGN sudah punya 3 blok gas. untuk tahun depan berapakah penambahan supply gas dari tiga blok gas tersebut? Dan berapa perkiraan suplai gas untuk tahun ini? Lalu tahun depan apakah akan banyak aksi korporasi lagi? Untuk aksi korporasi tersebut kedepannya kira-kira akan membutuhkan investasi berapa banyak ditambah dengan rencana PERTAGAS? Bagaimana dengan kesiapan dananya? Berapa perkiraan sales volume dan transmisi tahun depan dengan beroperasinya FSRU?

J : Seperti kita ketahui, ada ketentuan dalam undang-undang migas mengenai pemisahan usaha hulu dan hilir, jadi kita mengikuti itu. Jadi kegiatan kita di partisipasi hulu itu dikerjakan oleh anak usaha kita yaitu PT. SAKA Energi secara independen. Kita tidak terlibat secara detail pada kegiatan mereka. Mereka yang melakukan kajian, mereka yangmelakukan aktifitas dan juga mengeksekusi daripada kegiatan itu.

Ini juga sesuai dengan semangat yang ada di Undang-undang migas, kita tidak ikut campur dalam hal-hal yang detail. Demikian pula mengenai alokasi gas bumi, itu juga ada mekanisme sendiri, karena itu memang kewenangan yang ada di Pemerintah yang sebetulnya ada di tangan Menteri ESDM, kemudian

(5)

berdasarkan masukan atau usulan dari SKK Migas. Itu yang sekarang berlaku dan kita menghormati mekanisme itu yang berlaku.

Adapun mengenai rencana ke depan, kita akan terus mengikuti opportunity yang ada yang memang dibutuhkan. Karena sesuai dengan komitmen kita, terutama kalau ini ada rekan-rekan operator dari luar yang berminat untuk melepaskan participating interest mereka di Indonesia. Kita punya spesifik interest untuk itu supaya kita bisa terus mempertahankan dan juga mengembangkan produksi migas ini terutama di Indonesia walaupun kita tidak menutup kemungkinan di tempat lain.

Untuk investasi, sekarang kita sedang bahas dengan dewan komisaris. Pembahasannya belum selesai, jadi belum tahu nanti berapa yang akan disetujui.

Dua hal, jadi pertama tadi tergantung daripada persetujuan, yang kedua seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, ada dua hal. kalau itu sifatnya capex yang sifatnya pengembangan jaringan, bisa tentukan sendiri, tinggal tergantung dari masalah seperti penyelesaian dan perizinan. Tapi kalau sifatnya penyertaan atau akuisisi itu tergantung dari dua belah pihak, apakah kita bisa sampaikan.

Kalau tahun ini capex-nya itu sampai akhir tahun, itu akan mencapai antara USD 200-250 juta. Tahun depan kurang lebih akan sama. Tapi nanti kita akan lihat karena ada beberapa prospek pengembangan baru yang masih akan kita bicarakan, yang belum kita dapatkan keputusan sampai sekarang.

Suplai gas kami sebenarnya ada 2, satu dari LNG dan satu lagi dari hulu. Kalau dari hulu kita tergantung juga dari Kementerian dan dari SKK Migas mengenai alokasi. Tapi kalau dari LNG, kami sudah mendapatkan kurang lebih 18 kargo sampai 2021. Itu akan kita pakai di FSRU di Jawa Barat dan FSRU di Lampung.

Public Expose

T : Dari slide nomor 16. Di slide nomor 16 disebutkan ada transmisi dan distribusi. Berapa target maksimal pada akhir tahun ini? Kemudian, pada 2014 berapa juga target maksimal penjualan?

Kemudian yang pertanyaan kedua ada di slide 22, mengenai perkembangan terkini sampai dengan Agustus. PGN baru menyelesaikan 90 persen pembangunan untuk pipa cikande-bitung. Kira-kira untuk yang 10 persennya kapan terselesaikan dan kapan mulai beroperasi? Terakhir, mengenai isu terkini antara PGAS dengan Pertagas itu kira-kira akan seperti apa? Kalau dari kita, lebih baik PGAS yang mengakusisi Pertagas. Mungkin ada pertimbangan lain?

T: Bagaimanakah impact open access kepada sistim distribusi? Lalu bagaimanakah dengan outlook volume di tahun 2014 dan 2015 terutama untuk distribusi?

T :. Sekarang kita tahu bahwa Pemda DKI sedang getol-getolnya melakukan penyediaan bis Trans Jakarta. Tetapi infrastrukturnya untuk melakukan pengisian gas sangat kurang, jadi mungkin Kementerian BUMN, dalam hal ini juga PGN bekerjasama dengan Pemda DKI. Karena kalau terlalu padat

(6)

mobil pribadi akan menyesakkan Jakarta. Sedangkan kalau menggunakan Transjakarta akan memudahkan kita. Saya seorang pengguna bus.

J : Saya kira sangat menarik apa yang disampaikan. Saya akan jawab beberapa pertanyaan, nanti ada beberapa yang akan dijawab oleh Pak Nusky.

Yang pertama, mengenai kerjasama dengan Pemda DKI untuk penyediaan gas, itu sudah berjalan. Kalau kita main ke Monas, di seberang Balai Kota kita tempatkan satu Mobile Refuelling Unit. Ini merupakan suatu terobosan yang kita lakukan. Karena selama ini kadang-kadang pengembangan infrastruktur itu terhambat oleh ketersediaan lahan maupun juga penyelesaian penyambungan pipa Gas.

Dengan pengalaman itu, sejak awal tahun ini kita mengembangkan sistim pengisian yang bergerak. Jadi, bisa kita pindah-pindahkan. Kemudian kita mulai sekarang atas izin dan arahan dari Gubernur DKI, kita letakkan di Monas. Dan rupanya sangat bermanfaat untuk para pengemudi bajaj. Jadi, kalau selama ini bajaj itu terkenal sebagai alat transportasi yang berisik dan berpolusi karena menggunakan bahan bakar yang tidak tepat, tidak bersih.

Sekarang kalau kita lihat bajaj yang berwarna biru, itu pakai gas. Suaranya lebih halus dan bersih, Pak.

Gak pakai apa namanya, gak pakai asap gitu. Saya sudah lihat beberapa. Ini ada sejumlah besar bajaj sekarang yang sudah beroperasi di wilayah itu, semua mereka harus pergi ke jalan Pemuda yang jauh sehingga akan menghabiskan bensin. Nah sekarang itu kita bisa dekatkan. Ini akan kita teruskan.

Kita bersyukur ada pandangan yang visioner dari Pemda, baik untuk yang berupa mobile maupun yang berupa pengisian tetap. Saat ini ada beberapa di Jakarta. yang dioperasikan oleh pihak lain itu semuanya kami yang menyediakan gasnya. Tapi mulai tahun depan akan ada juga beberapa yang akan kami operasikan sendiri di wilayah yang sudah kita dapatkan lahannya.

Namun mohon dukungannya karena sebetulnya itu sudah ada Inpres-nya untuk penyediaan ini, namun sayangnya Inpres itu menugaskan Pihak lain, bukan PGN. Itu tahun lalu dan memang kurang berjalan. Ini yang sedang kami berusaha rubah, supaya kami juga mendapatkan penugasan itu sehingga bisa lebih cepat dan memperlancar upaya kami. Namun jangan khawatir karena walaupun tidak ada penugasan, tetap kami kerjakan secara sukarela. Ini juga merupakan bagian dari lingkup anak usaha yang namanya PT. Gagas Energi untuk penyediaan infrastruktur maupun komoditi gas untuk kebutuhan transportasi.

Yang kedua, mengenai Open Access. kalau dilihat dalam perda 19, ada 3 terminologi, ada yang namanya Open Access, ada yang namanya Dedicated Hilir dan yang ketiga adalah pipa untuk penggunaan sendiri.

Jadi, sebagai Badan Usaha, PGN mempunyai 2 kriteria, yaitu pipa open access dan pipa dedicated yang kita bangun untuk keperluan-keperluan kita sendiri. Saat ini kita sebetulnya punya sekitar 6.000 pipa totalnya. Itu yang 2.100 sejak awal sudah menjadi pipa open access. Itu adalah yang terpanjang di Indonesia. Tidak ada dari Perusahaan lain yang mempunyai pipa open access sepanjang PGN.

Jadi kita itu juaranya open access. Dan itu sudah dikonfirmasi oleh Pemerintah. Jadi, kalau kita lihat ada penjelasan dari Bapak Wamen ESDM bahwa PGN sebetulnya sudah memenuhi ketentuan yang berlaku di permen 19 mengenai Open Access. Jadi ibaratnya kalau kita punya rumah, kita punya kamar tamunya,

(7)

ada halamannya, ada ruang makan, ada ruang tidur. Open Access ini ibaratnya halaman dan ruang tamu.

Lalu sudah kita bangun besar ruang tamunya, besar halamannya. Kalau yang lainnya yang namanya kamar makan, kamar tidur, itu memang sudah termasuk Open Access. Itu masuk kriteria dedicated hilir.

Kita juga bersyukur bahwa Pemerintah juga meminta masukan-masukan dari kita. Saat ini ada tim yang bekerja dengan tim dari ESDM dan tim Migas untuk menyempurnakan policy terkait tata kelola gas bumi. Kita sudah memenuhi ketentuan yang diminta, bahkan kita dulu melakukan usaha itu bahkan dengan peraturan yang mengaturnya. Selanjutnya, nanti akan kita bicarakan bagaimana kita bisa melaksanakan pengaturan.

Yang ketiga, menyebutkan issue terkini, sesuai dengan namanya, PGN adalah Perusahaan Gas Negara.

Ini memang PGN merupakan proxy daripada negara pada kegiatan transmisi distribusi gas bumi.

Memang beberapa tahun ini ada badan usaha lain yang juga melakukan kegiatan dibidang itu karena memanfaatkan warisan pipa. Jadi ada beberapa pipa yang dibangun dengan skema hulu. Artinya pipa itu dibayar dengan cost recovery oleh negara dan sejak tahun 2009 diubah statusnya menjadi pipa hilir. Itu yang digunakan sebagai sarana usaha oleh badan usaha lain.

Kalau memang pada pemikiran, terus terang sejak akhir 2011 yang lalu kami sudah memberikan masukan kepada Pemerintah bahwa sebaiknya ini kita konsolidasi saja dibawah PGN. Karena menurut kami dan juga berdasarkan pengalaman yang ada, kita sudah mengoperasikan bisnis ini lebih lama. Kalau resminya, PGN itu berdiri tahun 1965 tapi sebetulknya PGN merupakan kelanjutan dari sebuah usaha di jaman Belanda yang berdiri pada tahun 1869. Jadi, sudah sangat panjang sejarahnya dan panjang juga pengalamannya. Kami siap untuk melaksanakan konsolidasi kegiatan dengan usaha milik negara di bidang gas bumi ini. Sekarang tinggal bagaimana keputusan Pemerintah sebagai Pemegang Saham.

Semuanya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan tata kelola yang berlaku baik di dalam PGN sendiri dalam anggaran dasar maupun yang berlaku dalam ketentuan di pasar modal.

J : Tahun 2013 ini, kami sebenarnya telah memasukkan beberapa asumsi volume yang akan tercapai.

Namun, beberapa hal diluar kendali kami yang membuat volume tersebut tidak dapat tercapai. Satu, karena tidak adanya pasokan baru yang diberikan di tahun ini. Oleh karena itu volume di tahun 2014 akan tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Tahun 2013 kami melihat ada beberapa pasokan yang turun tapi ada juga beberapa pasokan yang jumlahnya meningkat. Disini kita melihat dari pertamina volumenya lebih rendah daripada yang kita antisipasi, tetapi dari Conoco Phillips lebih tinggi daripada yang kita antisipasi sebelumnya. Jadi sebenarnya ada offset.

Di tahun 2013, semester pertama volume kita kurang lebih 820 mmscfd. Triwulan ketiga hanya 770, tetapi kita mengharapkan di kuartal ke empat ini volumenya akan tercover sehingga secara keseluruhan dalam setahun ini volume kita akan sekitar 820-810 mmscfd, seperti pada level di kuartal pertama.

Untuk tahun 2014, karena adanya perubahan-perubahan dari segi supply dan ketidakpastian dari supply baru itu sendiri, kami sekarang sedang mengkaji RKAP kami. Jadi kita masih belum bisa menginformasikan berapa volume persis yang akan kita capai di 2014. Akan kita usahakan secepat

(8)

mungkin sebelum akhir tahun ini dapat memberikan guidance berapa besar volume yang akan kita capai.

Tapi kalau kita lihat dari segi volume yang diproduksi oleh conocophillips dan yang lainnya, kami rasa tidak akan lebih rendah dari tahun 2013, mudah-mudahan lebih tinggi. Nanti kita lihat bagaimana kedepannya.

J : Mengenai pipa Cikande-Bitung, mengenai statusnya dan bagaimana penyelesaiannya, pipa cikande bitung itu merupakan bagian dari pipa SSWJ. Jadi pada saat kita membuat perencanaan pipa SSWJ, Itu sebetulnya ada 3 ruas, dari Grissik ke Bojonegara, kemudian dari Grissik ke Muara Bekasi. Kemudian pipa cikande-bitung ini yang menghubungkan kedua titik itu. Sehingga, kalau kita lihat didalam skemanya, garis yang merah itu adalah membentuk segitiga. Jadi, dari kedua jalur itu akan dihubungkan dari Bojonegara sampai ke muara Bekasi.

Jadi merupakan bagian dari rencana jaringan pipa SSWJ yang sudah kita ajukan kepada Pemerintah di tahun 2007. Saat ini sudah hampir selesai, hanya kurang 30 meter. Hanya kita sedang menuntaskan izin dari Pemerintahan untuk bisa menyambungkan yang 30 meter ini. Adapun mengenai pengoperasiannya, secara parsial sudah bisa dioperasikan. Namun, kami sungguh berharap bahwa ini bisa kita tuntaskan.

Kita sudah melihat adanya tanda-tanda baik untuk dapat dituntaskan. Sehingga jaringan segitiga pipa itu antara SSWJ 1, 2 dan ring line itu bisa memperkuat jaringan kita di wilayah Jawa bagian barat.

*******

Referensi

Dokumen terkait

Harus memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yangditetapkan oleh Menteri dalam melakukan pekerjaan kefarmasian dalam produksi sediaan farmasi, termasuk di

Penelitian ini bertujuan untuk mencoba menemukan dan membahas permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya yaitu mengenai peran satuan polisi pamong praja

Tidak satu pun larangan dalam bagian ini pada Kode Perilaku atau kebijakan kita yang dimaksudkan untuk membatasi atau mengganggu hak Anda untuk terlibat dalam kegiatan yang

gan dari algor tma Lowest C -First mencari nilai heuristic ritma yang men yang terdapat p gnakan kedua Pencarian akan Algo etia Racana ndung 40132, e dapat guna alam , dan

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan adalah suatu emosi positif seperti perasaan puas, senang, tampil sehat fisik maupun mental di

Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, Peraturan Gubemur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Bantuan Keuangan dan Tata Cara Bagi

Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB Dokumen ini adalah milik Program Studi [NamaProdi] ITB. Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui