• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1. 1 Tingkat Konsumsi BBM. Sumber: Kementrian ESDM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1. 1 Tingkat Konsumsi BBM. Sumber: Kementrian ESDM"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Era globalisasi saat ini, banyak sekali kemajuan dan perubahan yang terjadi dengan kemajuan teknologi, perubahaan pola pikir masyarakat dan perubahan gaya hidup. Selain hal tersebut, jumlah populasi penduduk di suatu negara semakin meningkat. Dengan pertumbuhan populasi penduduk dan perekonomian di suatu negara, maka kebutuhan energi akan meningkat khususnya pada energi BBM (Bahan Bakar Minyak), dikarenakan BBM dapat membantu menggerakkan roda perekonomian suatu negara seperti sektor transportasi, sektor industri, serta sektor pemerintahan.

Gambar 1. 1 Tingkat Konsumsi BBM Sumber: Kementrian ESDM

Dari gambar di atas dapat dilihat dimana pada tahun 2009 sampai pada tahun 2014 total konsumsi bahan bakar minyak selalu meningkat, hal tersebut di sebabkan karena pertumbuhan populasi manusia yang meningkat sehingga juga mempengaruhi tingkat kebutuhan hidup yg melambung tinggi.

Di Indonesia, perusahaan yang mengelola minyak dan gas bumi adalah PT Pertamina, yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. PT Pertamina (Persero) mempertahankan posisi dalam jajaran

(2)

perusahaan terbesar dunia, Fortune Global 500 2014. Prestasi ini seiring dengan meningkatkannya kinerja ditengah persaingan yang semakin ketat yang tercermin pada perolehan pendapatan dan laba bersih 2013 yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya (www.pertamina.com).

PT Pertamina mempunyai komitmen untuk berorientasi pada kepentingan pelanggan agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahrteraan bangsa Indonesia. Adapun beberapa hal yang harus dipertahankan atau ditingkatkan di PT Pertamina adalah menjaga ketersediaan sumber daya manusianya.

Sebuah perusahaan dalam fungsi operasionalnya, tidak lepas dari berbagai kegiatan manajemen sumber daya manusia, karena sebuah manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Anwar Prabu 2013:2).

Sumber daya manusia dapat mempengaruhi efisiensi dan efektifitas perusahaan. Hal tersebut yang membuat perusahaan sadar betul akan nilai investasi karyawan sebagai suatu sumber daya manusia (SDM). Saat ini, mengumpulkan tenaga kerja yang berkinerja baik semakin sulit didapatkan, terlebih lagi dalam mempertahankan yang sudah ada.

PT Pertamina (Persero) mendirikan anak perusahaan sebagai entitas pengelolaan kegiatan usaha di sektor hulu, meliputi eksplorasi dan eksplotasi minyak, gas dan panas bumi pengelolaan transportasi migas dan jasa pemboran di sektor hulu. PT Pertamina EP sebagai anak perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif yang sangat sulit ditiru, yang hanya akan diperoleh dari karyawan yang produktif, inovatif, kreatif selalu bersemangat dan loyal.

PT Pertamina EP berkomitmen dalam memiliki sumber daya yang berkualitas dan memiliki kinerja yang tinggi pada setiap karyawannya, karena untuk mengelola sebuah bahan bakar minyak, dan gas bumi dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif, efisien dan upaya pencapaian visi menjadi perusahaan minyak dan gas bumi (migas) berstandar dunia (world class universal).

Bagi PT Pertamina EP, keberadaan pekerja merupakan aset perusahaan.

Untuk itu perusahaan terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada,

(3)

sekaligus membangun hubungan ketenagakerjaan yang baik dengan para pekerja dan diperlukan kinerja karyawan yang berkualitas. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh penulis, diperoleh dan juga dapat dilihat pada tabel berikut ini data kinerja karyawan PT Pertamina EP dalam tahun:

Gambar 1. 2 Data Kinerja Karyawan Sumber: PT Pertamina EP Jakarta

Dari gambar 1.2 dapat diketahui bahwa pada tahun tahun 2012 - 2014, terdapat sedikit penurunan kinerja, di data tersebut di lihat dan di ukur yang menunjukkan terjadinya penurunan pada tingkat disiplin karyawan, hal tersebut dapat mempengaruhi pencapaian target, pencapaian target yang tidak sesuai dengan perencanaan perusahaan. Maka penurunan pada tingkat pencapaian target terjadi seperti pada gambar grafik di atas.

Pegawai selalu mengupayakan, untuk bekerja semaksimal mungkin agar berusaha mencapai tujuan organisasi. Engagement pada pegawai akan muncul ketika pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi. Hal ini berhubungan dengan jurnal Retnoningtyas (2014), terkait dengan peningkatan kinerja pegawai perlu dengan keterlibatan atau engagement pegawainya karena apabila tingkat engagement pegawai tinggi, maka kinerja yang akan dihasilkan juga akan semakin tinggi.

Dalam mengatasi hambatan akan kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas, bisa menggunakan berbagai macam cara, salah satunya adalah memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi karyawan, dan dengan memberikan penghargaan. Menurut Henry Simamora (2004:514).reward adalah

(4)

insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat meningkatkan produktivitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang kompetitif.

Pemberian penghargaan yang dilakukan di kantor PT Pertamina terbilang baik namun, konsistensi akan keberadaan hal tersebut belum bertahan dengan baik.

Pemberian penghargaan yang tidak dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya.

Dari hasil wawancara kepada staf fungsi human resource development, reward diberikan hanya pada saat mendapat dinas ke daerah cakupan, dan terakhir yang baru diberikan oleh perusahaan yaitu berupa ibadah umroh yang diberikan hanya kepada satu orang yang berprestasi, sedangkan pegawai yang memiliki kinerja baik di dalam kantor terkadang diabaikan. Hal ini tentu saja menimbulkan kecemburuan dan berakibat pada penurunan kinerja pegawai disana dan dapat mengurangi job satisfaction. Berikut data kepuasan kinerja tahun 2014 yang telah diukur oleh PT Pertamina EP :

Gambar :1.3 Employee Opinion Survey Gambar 1. 3 Employee Opinion Survey

Sumber : PT. Pertamina EP Jakarta

Dari gambar 1.3 dapat dilihat dalam pengukuran kepuasan kerja di PT Pertamina EP pada tahun 2014 terjadi ketidakseimbangan antara ekspektasi karyawan dengan kondisi yang dirasakan, terlihat tidak terpenuhi pada setiap bagian- bagian yang menjadi faktor utama kepuasan kerja karyawan, karena kepuasan kerja

(5)

merupakan pintu gerbang bagi keberhasilan suatu organisasi. Adapun pada bagian rekrutment, penghargaan dan pembelajaran yang sangat menonjol perbandingan antara ekspektasi karyawan dengan kondisi yang dirasakan begitu tinggi dengan nilai angka 0,59% sampai 0,6%. Hal ini sangat mempengaruhi penurunan kinerja karena karyawan merasa tidak mendapatkan timbal balik yang setimpal atau sepadan dengan apa yang sudah diberikan untuk perusahaan.

Karyawan yang menunjukkan tingkat lebih tinggi pada kepuasan cenderung lebih berupaya dalam pekerjaan mereka yang kemudian dapat menyebabkan kinerja pekerjaan yang lebih baik, Pushpa Kumari (2008). Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Menurut Anwar Prabu (2011:67) mendefinisikan kinerja karyawan yaitu suatu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Beberapa masalah penting yang menjadi aktivitas MSDM yaitu keterkaitan karyawan atau semangat kerja yang tinggi, serta pemberian penghargaan dan mengetahui kepuasan kerja karyawan untuk menstimulasi dan memotivasi tenaga kerja agar lebih bersemangat dan produktif. Poin-poin tersebut akan dibahas dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusinya dalam meningkatkan kinerja karyawan (manpower).

Maka penelitian ini akan dilakukan untuk menganalisis seberapa jauh kondisi keterkaitan karyawan (semangat kerja karyawan), penghargaan dan kepuasan kerja sehingga penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memberikan masukan atau informasi mengenai permasalahan kinerja karyawan dalam perusahaan. Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis ingin menganalisa employee engagement, reward dan job satisfaction terhadap kinerja karyawan melalui skripsi dalam judul “ANALISIS PENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT, PENGHARGAAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT PERTAMINA EP JAKARTA”

1.2 Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang penelitian diatas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

(6)

1. Bagaimana pengaruh parsial antara employee engagement terhadap kinerja karyawan?

2. Bagaimana pengaruh parsial antara penghargaan terhadap kinerja karyawan?

3. Bagaimana pengaruh parsial antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan?

4. Bagaimana pengaruh simultan antara employee engagement dan penghargaan terhadap kinerja karyawan?

5. Bagaimana pengaruh simultan antara employee engagement dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan?

6. Bagaimana pengaruh simultan antara penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan?

7. Bagaimana pengaruh simultan antara employee engagement, penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari peneliti sebagai berikut:

1. Untuk menganalisa pengaruh parsial dari employee engagement terhadap kinerja karyawan.

2. Untuk menganalisa pengaruh parsial dari penghargaan terhadap kinerja karyawan.

3. Untuk menganalisa pengaruh parsial dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

4. Untuk menganalisa pengaruh simultan dari employee engagement dan penghargaan terhadap kinerja karyawan.

5. Untuk menganalisa pengaruh simultan dari employee engagement dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

6. Untuk menganalisa pengaruh simultan dari penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

7. Untuk menganlisa pengaruh simultan dari employee engagement, penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

(7)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bagi Perusahaan

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh parsial employee engagement terhadap kinerja karyawan.

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh parsial penghargaan terhadap kinerja karyawan.

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh parsial kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh simultan employee engagement dan penghargaan terhadap kinerja karyawan

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh simultan employee engagement dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh simultan penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

• Untuk menginformasikan seberapa pentingnya pengaruh simultan employee engagement, penghargaan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

Bagi Pembaca

• Sebagai sumber informasi yang dapat digunakan baik pihak-pihak terkait dengan topik sejenis.

• Sebagai bahan referensi yang digunakan untuk penelitian selanjutnya Bagi Penulis

• Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Economi School of International Business and Management Bina Nusantara University.

• Sebagai sarana untuk menerapkan pengetahuan teoritis yang diperoleh dibangku kuliah.

(8)

1.5 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian mengacu kepada topik Manajemen Sumber Daya Manusia, yang dapat dilihat secara spesifik dari "ANALISIS PENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT, PENGHARGAAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT PERTAMINA EP JAKARTA"

dengan objek penelitian yaitu karyawan di PT Pertamina EP Jakarta. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda untuk penganalisaan data, dimana data didapatkan melalui penyebaran kuisioner, dan karyawan PT Pertamina EP menjadi unit analisis dalam penelitian ini.

1.6 State of the art

Tabel 1.1 State of the art No. Judul, Nama

Peneliti &

Tahun

Metode Hasil Adaptasi

1. Employee Job Satisfaction and Job

Performance: A Case Study in a Franchised Retail-Chain Organization.

Wong Yvonne, Rabeatul Husna Abdull Rahman and Choi Sang Long. 2014.

Kuantitatif Penelitian ini telah berhasil mencapai tiga tujuan

penelitian dan memberikan kontribusi untuk pemahaman tentang pentingnya pekerjaan, kinerja,

kepuasan kerja antara

karyawan. Jelas bahwa kedua variabel

(kepuasan kerja

Keterkaitan jurnal ini dengan penulis yaitu penulis memutuskan untuk memasukan landasan teori Job

Satisfaction

(9)

dan prestasi kerja)

berkorelasi satu sama lain, dimana dimensi rekan kerja, sifat pekerjaan dan pengawasan merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan kepuasan kerja antara

karyawan.

2. The Colossus Of Rewards and Motivation On Employees Performance In Kogi State University, Anyigba. Audu Joel Samson.

2015.

Kuantitatif Ditemukan bahwa ada hubungan langsung antara karyawan reward,

motivasi dan produktivitas.

Dengan kata lain sebagai variabel

tersebut meningkatkan profil

produktivitas juga meningkat.

Temuan ini adalah sesuai

Keterkaitan jurnal ini dengan penulis yaitu penulis memutuskan untuk memasukan dimensi Reward.

(10)

dengan Paarsch dan Shearer (2000) yang mengamati bahwa reward dan motivasi karyawan secara signifikan mempengaruhi kinerja mereka dan berbagai alat yang bervariasi digunakan untuk

menghargai dan mendorong karyawan mulai dari gaji dan upah, bonus, promosi,

pelatihan dan pengembangan

dll .

Penelitian ini juga

mengungkapkan bahwa sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling

(11)

penting dari setiap

organisasi dan sebagian besar memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi masyarakat apapun.

3. Analisis Pengaruh Remunerasi dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Pegawai

Lembaga Sandi Negara. Dwi Indah

Retnoningtyas.

2014.

Kuantitatif Terdapat

pengaruh yang positif dan signifikan antara employee engagement terhadap kinerja pegawai

Lembaga Sandi Negara, Hal ini dapat diartikan bahwa jika employee engagement meningkat, maka akan diikuti

pula oleh peningkatan kinerja pegawai.

Sebagai landasan Teori Employee Engagement

4. Impact of Job Satisfication

Kuantitatif Hasil dari pengukuran

Keterkaitan jurnal ini

(12)

Dimensions on Job

Performance in A Small and Medium

Enterprise in Ibadan, South Western, Nigeria.

Oyebamiji Florence Funmilola, Kareem Thompson Sola, dan Ayeni Gabriel Olusola. 2013.

tersebut

kepuasan kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

dengan penulis yaitu penulis memutuskan untuk memasukan indikator Job Satisfaction, sebagai alat ukur untuk dijadikan pernyataan kuesioner.

5. Penilaian Kinerja,

Reward, dan Punishment Terhadap Kinerja

Karyawan Pada PT. Pertamina (PERSERO) Cabang Pemasaran Suluttenggo.

Kevin Tangkuman

Kuantitatif Terdapat

pengaruh positif dan signifikan Reward terhadap Kinerja

Karyawan pada PT. Pertamina (Persero)

Manado. Dengan demikian kinerja

karyawan akan terus

mengalami

Keterkaitan jurnal ini dengan penulis yaitu penulis memutuskan untuk memasukan landasan teori Reward

(13)

Bernhard Tewal Irvan Trang 2015.

perbaikan jika ada peningkatan terhadap reward dari perusahaan.

Sumber: Penulis, 2015

(14)

Gambar

Gambar 1. 1 Tingkat Konsumsi BBM Sumber: Kementrian ESDM
Gambar 1. 2 Data Kinerja Karyawan  Sumber: PT Pertamina EP Jakarta
Gambar :1.3 Employee Opinion Survey  Gambar 1. 3 Employee Opinion Survey
Tabel 1.1  State of the art  No.   Judul,  Nama

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya hasil penelitian Farida EstyPurwasih (2014), menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan model NHT dan STAD terhadap hasil

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari sender ke receiver baik oleh individu ke individu lainnya atau organisasi dan dari organisasi ke organisasi

Dari penegrtian diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil pengeolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi suatu proses belajar mengajar di fakultas kedokteran juga harus mejadi perhatian bagi mahasiswa dan dosen untuk mencapai

Berdasarkan hasil observasi, perilaku berbahaya yang sering dilakukan oleh pekerja bagian produksi di Jatindo Ukir adalah melakukan pekerjaan tanpa menggunakan APD

Pada periode empat paper ini kami juga membahas topik mengenai salah satu metodologi penelitian yang penting tapi masih jarang digunakan di dunia

Karena kita memakai transformasi logaritma pada data, kita dapat menyimpulkan bahwa di pasar-pasar Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, suatu peubah persentase di pasar

dalam penelitian ini, lembar observasi digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas siswa dalam kelas II MI MA’ARIF AT-TAQWA Lamongan dalam kegiatan proses belajar mengajar