1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan Islam ialah suatu proses perubahan dan pembentukan kepribadian muslim agar sesuai dengan petunjuk dan tuntunan Islam. Pada dasarnya pendidikan Islam mempunyai tujuan untuk mencetak generasi religius yang seutuhnya agar menjadi Insan kamil, serta meningkatkan seluruh potensi seseorang agar mempunyai berkepribadian baik1. Pendidikan Islam merupakan sebuah usaha yang secara sadar mengarahkan dan menuntun tumbuh kembangnya kemampuan dasar (fitrah) yang dimiliki melalui ajaran Islam agar menjadi seorang muslim yang bertakwa.2 Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk membangun karakter seseorang yang penuh dengan nilai-nilai islami.
Berdasarkan penjelasan di atas, hal tersebut berkaitan dengan pendidikan karakter yang dinyatakan oleh Lickona bahwa terdapat tiga unsur pokok yang termuat dalam terminologi pendidikan karakter yakni mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (desiring the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). 3 Pendidikan karakter bisa juga disebut sebagai usaha secara sadar dalam mengembangkan serta memperbaiki perilaku seseorang ke arah yang lebih baik, sehingga bisa hidup serta bergabung dalam kehidupan bermasyarakat yang nantinya tidak dapat dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif nantinya.4
1 Robiatul Awwaliyah and Hasan Baharun, ‘Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional’, Jurnal Ilmiah Didaktika, 19.1 (2018), 34–49.
2 S Priatmoko, ‘Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam Di Era 4.0’, Ta’lim : Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1.2 (2018), 1–19.
3 Dahrun Sajadi, ‘Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam’, Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 2.2 (2019), 16–34.
4 Harri Jumarto Suriadi, Firman Firman, and Riska Ahmad, ‘Analisis Problema Pembelajaran Daring Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik’, Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3.1 (2021), 165–73
Orangtua memiliki peran sebagai teladan sikap dan perilaku menjadi titik pentingnya untuk penanaman karakter yang Islami kepada anaknya. Ada pepatah mengatakan lisanu al-hal afshahu min lisanil maqal.(bahasa perbuatan lebih fasih daripada bahasa ucapan), berarti menjelaskan bahwa pendidikan agama lebih mengedepankan sikap, tingkah laku, serta tindakan dibandingkan pengajaran verbal. Nilai-nilai akhlak yang dapat membentuk karakter dan dapat ditanamkan kepada anak, beberapa diantaranya rendah hati, dapat dipercaya, adil, berbaik sangka, persaudaraan, lapang dada, tepat janji dan silaturahmi.5 Tema konten tersebut memiliki korelasi dengan tema konten dakwah kreatif masa kini.
Dakwah bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan yang mengupayakan seseorang agar dapat melakukan perubahan pada diri manusia yakni pikiran (fikrah), perasaan (syu’ur), dan tingkah laku (suluk) yang dilakukan secara konsisten kemudian membawa mereka ke jalan Allah (Islam) dan terbentuklah pribadi yang Islami. Kegiatan-kegiatan utama dakwah yang dimaksud diantaranya mengkomunikasikan prinsip Islam dalam karya tulis, memberikan teladan yang baik, menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan dengan lisan.
Umumnya dakwah ialah seruan untuk berbuat lebih baik. Progresivitas yang menjadi sebuah ide dalam dakwah. Kegiatan yang dilakukan dengan konsisten (terus-menerus) menuju kepada kebaikan untuk mencapai tujuan dakwah tersebut. Dalam praktiknya dakwah adalah kegiatan guna mentransformasikan nilai-nilai agama yang berperan langsung dalam pembentukan persepsi umat tentang nilai kehidupan.6
Dakwah merupakan ajakan, mengajak, menyeru seseorang ke jalan Allah SWT. Dakwah merupakan aktivitas yang dilakukan melalui lisan maupun
5 Nurcholish Madjid, Masyarakat Religius. Jakarta: Paramadina, tahun 1997. Hal 137
6 Rini Fitria and Rafinita Aditia, “Urgensi Komunikasi Dakwah Di Era Revolusi Industri 4.0,” Dawuh:
Islamic Communication Journal 1, no. 1 (2020) hal 3.
tulisan. Pada dasarnya dakwah ialah kegiatan umat Islam dalam menyiarkan dan menyebarkan Islam. Mengingat bahwa dakwah penting dalam umat Islam, maka dakwah harus dilakukan dengan baik tepat sasaran. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana seorang da’i dalam menyampaikan dakwah kepada mad’u. Proses dakwah dapat menimbulkan suatu dinamika antara da’i dan mad’u. Pemilihan sarana dan metode dalam berdakwah menjadi dinamika yang umumnya sering terjadi dalam prosesnya dakwah.7
Di era teknologi yang semakin berkembang dakwah bisa dimodifikasi dengan berbagai cara yang menarik. Dengan adanya media sosial kegiatan dakwah bisa dilakukan selain di tempat ibadah, sehingga jika masyarakat yang sibuk dan tidak sempat menonton televisi, maka media sosial lain juga menjadi alternatif dan sarana agar tetap bisa mendapatkan informasi dakwah seperti misalnya melalui internet. Media sosial dan pengguna media dalam menyebarkanluaskan dakwah dapat dilihat oleh anak muda dalam menggunakan media sosial. Begitu pula da’i meyakini bahwa media sosial memiliki jangkauan yang luas untuk menyebarkan konten kreatif yang telah dibuat.8
Aktivitas dakwah umat Islam telah mengalami evolusi dalam ruang publik.
Perkembangan teknologi dan media ikut mempengaruhi kegiatan dakwah.
Dakwah menjadi ajang sebuah spiritual dalam bentuk kekinian yang kreatif.
Media dakwah yang menjadi unsur keanekaragaman dalam kegiatan dakwah.
Dalam disiplin ilmu komunikasi,,media dipahami sebagai saluran (channel) yang digunakan oleh para pelaku dakwah.(sender))baik individu maupun komunal untuk menghantarkan pesan (message) kepada masyarakat (receiver)..Apabila dilihat dalam memperoleh informasi religius dan dakwah semakin mudah untuk diakses. Kehidupan masyarakat yang global, tentu aktivitas dakwah bisa ditemui
7 Noviana Rahmawati, “Retorika Dakwah Ustadz Hanan Attaki Dalam Media Youtube Tentang ‘Iman’
Pada Channel One Minute Booster” (2020) hal 3
8 Muh Hidayat, “Berdakwah Di Media Sosial” (2020) hal 3.
dalam ruang-ruang virtual. Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi bisa dioptimalkan dalam kegiatan dakwah. Dakwah dan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Penyampaian dakwah harus dilakukan secara optimal, termasuk memanfaatkan sosial media, agar dapat diterima lebih luas dan cepat. Dalam meningkatkan optimalisasi dakwah, efektivitas baik sisi biaya, waktu dan proses perlu diperhatikan dengan baik.9
Media konten kreatif ialah wadah penyampaian ceramah dan pemikiran seputar Islam yang biasanya dipakai oleh para da’i yang bertujuan untuk mengajak serta menyampaikan kebaikan pada masyarakat muslim umumnya.
Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan media dakwah kreatif di Indonesia yang merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Sebelumnya, dengan adanya dakwah kreatif ini, para dai harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam membuat konten kreatif seperti editing, designing, layouting dan berkolaborasi dengan influencer dan public figure. Hal ini menjadi sebuah dasar bagi komunikator untuk mengembangkan konten kreatif yang dikemas dan disajikan agar menarik dalam penyampaiannya.10
Seorang influencer yang memiliki pengaruh besar bagi pengguna media sosial saat ini yang dimana seorang influencer menyampaikan sebuah kebaikan tanpa memaksa seseorang untuk berubah, dan tetap memberikan dampak positif bagi penikmat media sosial tersebut. Menurut Prof Andi, pendakwah memiliki tugas mengajak agar orang berbuat kebaikan sesuai perintah Allah SWT maka dari itu tugas pendakwah sebagai influencer dengan tujuan seperti di atas memiliki nilai positif bagi pendakwah kekinian saat ini.11
9 Athik Hidayatul Ummah, “Dakwah Digital dan Generasi Milenial,” Tasâmuh 18 (2020): hal 58.
10 Dikutip dari Humas UMY tanggal 15 Oktober 2020, Dakwah Media Kreatif untuk menangkan Perhatian Masyarakat. Diakses tanggal 20 Maret 2021 dari https://www.umy.ac.id/media-dakwah- kreatif-untuk-menangkan-perhatian-masyarakat.html
11 Ibid
Di Indonesia banyak sekali komunitas dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang dakwah diantaranya komunitas Shift Pemuda Hijrah. Shift merupakan salah satu komunitas keagamaan yang bertujuan mengajak anak muda khususnya kota Bandung untuk mempelajari Islam dengan cara yang menyenangkan, menyesuaikan diri dengan minat serta kebutuhan generasi milenial saat ini. Shift dapat terbilang masih baru, karena dibentuk pada Maret 2015. Sasaran utama komunitas Shift ialah generasi milenial (anak muda) yang memiliki semangat tinggi dalam memperoleh jati diri serta keseimbangan dalam beribadah. Tujuan didirikan Komunitas Shift Pemuda Hijrah yakni mengajak kembali anak muda kepada ajaran agama Islam yang otentik tanpa mengesampingkan kebiasaan anak muda misalnya nongkrong. Maka dari itu komunitas ini memiliki tagline yang dikenal #BanyakMainBanyakManfaat yang dibuat agar para anak muda tertarik dalam kegiatan keagamaan yang diadakan komunitas shift pemuda hijrah.
Komunitas Shift Pemuda Hijrah diketahui oleh penulis melalui media sosial. Awal mula didirikan komunitas ini pada tahun 2015. Pendiri komunitas Shift Pemuda Hijrah bernama Ustadz Hanan Attaki. Shift Pemuda Hijrah terbentuk atas dasar ingin mengajak kembali para pemuda yang memiliki latar belakang beraneka ragam. Beberapa diantaranya para pemuda yang berasal dari komunitas motor, skateboard, dan anak punk yang pada akhirnya tergabung dalam pengurus Shift Pemuda Hijrah. Shift Pemuda Hijrah dalam mensyiarkan dakwahnya berfokus pada media sosial berupa Facebook (142 K Fans), Instagram (1,9 M Followers), Youtube (488,000 Subscriber) dan Twitter (57,5 K Followers).
Fenomena baru yang terjadi dengan adanya komunitas Shift Pemuda Hijrah bagi pemuda millenial ialah agenda yang diberikan bervariasi, yaitu Kajian Rutin, Nongkrong Bareng UHA, Ngabuburide, Sharing Night, Ladies Day, Sekolah Rimba, dan Teras Tahfizh. Kegiatan keagamaan dari Shift Pemuda
Hijrah yang paling dinantikan ialah kajian rutin yang di isi langsung oleh Ustadz Hanan Attaki. Selain isi kajiannya yang ringan, bisa lebih mudah difahami dan penuh makna. Gaya andalan dari ustadz Hanan Attaki yang terkesan lembut, dan menasehati bukan menggurui. Kajian rutin yang disajikan oleh Shift dikemas semenarik mungkin dan dapat dinikmati melalui Smartphone. Konten kreatif yang diberikan komunitas ini sangat bermanfaat karena kajian tersebut dapat diputar berkali kali. Maka dari itu komunitas Shift disini pada esensinya hadir untuk memberikan terobosan bagi anak muda dalam mencari ilmu agar nyaman dan menyenangkan.
Menurut data dari Hootsuite (We Are Social) menyebutkan pada tahun 2020 ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Ada kenaikan 17% (25 juta pengguna internet) dari tahun sebelumnya apabila dilihat berdasarkan populasi Indonesia sebanyak 272,1 juta jiwa, 64% telah mengakses ke dunia maya.
Persentase pengguna internet pada usiaa16 hingga 64 tahun yang mempunyai perangkat lunak, diantaranya: mobile phone.(96%), non-smartphone mobile phone (21%), komputer atau-laptop (66%), table (23%), konsol game-(16%), dan virtual.reality device (5,1%). Ada 160 juta pengguna aktif media sosial dan mempunyai ponsel sebanyak 338,2 juta pada masyarakat Indonesia saat ini. Pada tahun 2019 pengguna media sosial yang aktif memiliki peningkatan sebanyak 10 juta orang. Media sosial yang dapat diakses dan digunakan dimana saja diberbagai situs berupa konten melalui tatap muka maupun kelompok, sehingga dapat menyebarkan informasi mengenai dakwah Islam menggunakan internet.
Bisa dalam berbentuk gambar, teks, audio, maupun video yang dibentuk dan disesuaikan agar dapat dipahami oleh para pengguna media sosial lainnya.
Adapun media sosial yang paling banyak 'ditongkrongi' dari paling teratas adalah YouTube,.WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We.Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, Sina Weibo. Media sosial yang melayani diberbagai situs berupa konten yang dapat
digunakan dimana saja melalui tatap muka maupun kelompok, sehingga dalam menyebarkan informasi mengenai dakwah dapat dilakukan menggunakan internet.12
Maraknya perkembangan sosial menjadi salah satu alasan penulis ingin mencari tahu bagaimana peran media sosial dalam menyiarkan dakwah dan seperti apa pola konten kreatif yang dipakai sehingga penulis mengambil judul
“Konten Kreatif berbasis Pendidikan Islam di Youtube Channel Shift Pemuda Hijrah”
B. Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah penelitian berdasarkan latar belakang di atas:
1. Bagaimana konten kreatif berbasis pendidikan Islam di Youtube Shift Channel Pemuda Hijrah?
2. Bagaimana respon masyarakat terhadap konten kreatif berbasis pendidikan Islam di Youtube Channel Shift Pemuda Hijrah?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Untuk mendeskripsikan bagaimana konten kreatif berbasis pendidikan Islam di Youtube Channel Shift Pemuda Hijrah.
2. Untuk menjelaskan bagaimana respon masyarakat terhadap konten kreatif berbasis pendidikan Islam di Youtube Channel Shift Pemuda Hijrah.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat atau kontribusi penelitian adalah sebagai berikut:
12 Andi Dwi, Hootsuite (We are Social): Indonesia Digital Report 2020. Diakses tanggal 23 Maret 2021 dari https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2020/
1. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya pengetahuan tentang konten kreatif yang digunakan dalam komunitas Shift Pemuda Hijrah.
2. Manfaat praktis
a. Dapat memberikan pengetahuan bagi peneliti dan para pembaca umumnya tentang konten kreatif berbasis pendidikan Islam
b. Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian serupa.
E. Definisi Istilah
1. Konten Kreatif
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik.
Penyampaian konten dapat dilakukan melalui berbagai medium baik secara langsung maupun tidak langsung seperti internet, televisi, CD audio, bahkan sekarang sudah melalui telepon genggam (handphone).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyatakan bahwa kreatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan, bersifat daya cipta, pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi.
Konten kreatif adalah sajian informasi yang memiliki daya cipta, disajikan secara orisinil dalam bentuk visual yang unik agar memungkinkan pemirsa untuk mendengar informasi yang disajikan.
Konten kreatif dapat diunggah ke Internet dalam bentuk artikel, video, audio, atau multimedia.
Hal menarik lainnya adalah konten yang disajikan berbeda. Topik yang diberikan adalah tentang pendidikan Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian (akhlak). Batasan dalam pembahasan konten
kreatif adalah sebuah program kegiatan berupa konten video dengan tema- tema kreatif yang bervariatif serta informatif, dan diminati banyak orang khususnya kalangan anak muda.
2. Pendidikan Islam
Soejoeti berpendapat bahwa, pertama pendidikan Islam adalah jenis pendidikan yang pendirian dan penyelenggaraannya didorong oleh keinginan dan semangat cita-cita untuk mewujudkan nilai-nilai Islam, nama lembaga Islam dan kegiatan yang diselenggarakannya. Itu tercermin dalam keduanya. Kedua, pendidikan Islam adalah salah satu bentuk perhatian dan pengajaran ajaran Islam sebagai ilmu dari program penelitian lain. Dan ketiga, pendidikan Islam adalah salah satu jenis pendidikan yang mencakup dua pengertian di atas.13
Pendidikan Islam merupakan proses usaha, prestasi, dan pembelajaran oleh mereka yang ingin mengubah perilaku dan kepribadiannya dari yang sebelumnya buruk menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih mulia di mata Allah SWT. Batasan dalam pembahasan pendidikan Islam adalah pendidikan Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian agar seseorang dapat memiliki kepribadian (akhlak) yang lebih baik.
3. Shift Pemuda Hijrah
Shift Pemuda Hijrah merupakan sebuah komunitas hijrah bagi kalangan anak muda yang ingin mencapai ketakwaan dan kemuliaan menurut syari’at Islam. Shift Pemuda Hijrah ini dikenal dengan konten kreatif yang dimiliki sehingga kalangan anak muda menikmati konten- konten yang disajikan melalui media sosial maupun kajian secara langsung. Komunitas Shift ini termasuk komunitas dakwah yang terbilang
13 Dian Permana and Hisam Ahyani, ‘Implementasi Pendidikan Islam Dan Pendidikan Multikultural Pada Peserta Didik’, Dian Permana, Hisam Ahyani Jurnal Tawadhu, 4.1 (2020), 997.
masih baru yang didirikan di Bandung oleh Ustadz Hanan Attaki. Jumlah anggota resmi Shift saat ini ada 250 orang.14
4. Youtube
Media sosial yang paling populer di kalangan anak muda adalah Youtube. Youtube adalah situs jejaring sosial yang menyediakan fasilitas audio dan visual kepada penggunanya. Hal ini dikarenakan visualisasi bergerak yang dihadirkan oleh Youtube. Youtube dapat dikatakan sebagai situs web yang memberikan fasilitas bagi penggunanya untuk dapat menikmati dan membagikan video yang dapat diunggah ke berbagai pihak.
Contohnya antara lain video kajian dakwah, film sejarah Islam, film pendidikan, dan berbagai kegiatan lainnya.15 Konten yang disajikan berupa video dakwah yang berbasiskan pendidikan Islam. Materi dari konten tersebut dibawakan oleh Ustadz Hanan Attaki dan Ustadz Guest Star seperti Ustadz Imam Nuryanto, Ustadz Nur Ihsan, Kang Hari Firmansyah.
Apabila dilihat dari visi misi Shift sasarannya yaitu anak muda. Maka dari konten tersebut bisa dinikmati oleh siapa aja terkhusus pada anak muda yang masih dalam tahap proses berhijrah. Batasan dalam pembahasan ini adalah media sosial yang berfokus pada Youtube.
14 Paelani Setia and Rika Dilawati, ‘Tren Baru Islam Melalui Gerakan Hijrah: Studi Kasus Shift Pemuda Hijrah’, Khazanah Theologia, 3.3 (2021), 131–46
15 Gede Lingga Anata Kusuma Putra, ‘Pemanfaatan Animasi Promosi Dalam Media Youtube’, Prosiding Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur(SENADA), 2 (2019), 259–65.