SILABUS
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam (MSI) – Kode Mata Kuliah : KD 108 – Bobot 2 sks
Program Strata Satu (S-1) - Semua Jurusan – Semua Program Studi – STAIN Tulungagung - Semester : Satu 2013-2014 M [I-TBI (A,C), I-TMT (A-B-C-D), I-PAI (E)] Dosen : Drs. H. Ali Rohmad, M.Ag – NIP. 196111101990011001 – email : [email protected]
PENILAIAN KOMPETENSI
DASAR
HASIL BELAJAR INDIKATOR HASIL
BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN PENGALAMAN BELAJAR JENIS PENILAIAN BENTUK PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR Mahasiswa lebih memahami aspek-aspek metode riset yang berasaskan al-Qur’an dan al-Sunnah nabi saw , dan lebih
mengapresiasi suatu aktivitas penelitian untuk memperoleh kebenaran yang memperluas wawasan juga memperkokoh karakter Islamiyah dalam dinamika kehidupan yang makin sarat dengan persoalan. Mahasiswa dapat : 1. Memahami secara kompre-hensif aspek-aspek MSI. 2.
Mengembang-kan sikap kritis, obyektif,respon-sif, konstruktif, inovatif terha-dap berbagai aspek MSI. 3. Mengembang-kan ketrampilan mengobservasi berbagai produk atas suatu aktivitas penelitian. 4. Mengkomuni-kasikan hasil observasi dalam berbagai forum ilmiah. 5. Memperkokoh karakter Islamiyah. Mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek-aspek MSI. 2. Memperlihatkan sikap kritis, obyektif, responsif, konstruktif, inovatif terhadap aspek-aspek MSI. 3. Memperlihatkan hasil observasi berbagai produk atas aktivitas suatu penelitian. 4. Menampakkan
kemauan yang makin kuat melibatkan diri dalam berbagai forum ilmiah untuk
mengkomunikasikan hasil observasi. 5. Memiliki wawasan
keislaman yang makin komprehensif lagi kokoh.
6. Memiliki semangat yang makin kuat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah swt.
1. Kebutuhan manusia pada agama.
2. Agama : makna, unsur, klasifikasi.
3. Islam : makna, sumber, ajaran.
4. Tujuan dan tugas hidup manusia. 5. Islam dan kebudayaan,
hubungan Islam dengan kebudayaan. 6. MSI : makna, posisi, urgensi, masa depan, tujuan, sasaran. 7. MSI : paradigma,
pendekatan, metode. 8. Metodologi studi:
al-Qur’an,al-Hadits, ‘aqidah, Hukum Islam, tasawuf, dakwah, tarbiyah, perbandingan agama, dan lain-lain. 9. Karakteristik hasil
penelitian keislaman.
1. Mendengarkan ceramah dosen dalam acara tatap muka di ruang kuliah. 2. Dialogt antara
dosen-mahasiswa, dan antar mahasiswa dalam acara tatap muka di ruang kuliah.
3. Menelaah bahan rujukan, membuat resume isi dan resume pendapat ke dalam buku tulis atau file. 4. Memanfaatkan
berbagai sumber belajar untuk meningkatkan proses dan hasil belajar mengenai berbagai aspek MSI.
1. Frekwensi kehadiran dalam acara tatap muka di ruang kuliah. 2. Kreatifitas dalam acara tatap muka di ruang kuliah : tanya jawab, dialog, debat, diskusi, presentasi. 3. Realisasi tugas. 4. Ujian. 1. Observasi kehadiran mahasiswa dalam acara tatap muka di ruang kuliah. 2. Observasi kreatifitas mahasiswa dalam acara tatap muka di ruang kuliah. 3. Observasi realisasi tugas. 4. Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. 1. Minimal 100 menit kali 12 tatap muka. 2. Maksimal 100 menit kali 16 kali tatap muka. 1. Perpustakaan. 2. Internet. 3. Koran, majalah/ jurnal ilmiah. 4. Pakar MSI. 5. Institusi keislaman. 6. Institusi penyelenggara penelitian keislaman.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
IAIN Tulungagung – Program Strata Satu (S-1) – Semua Jurusan – Semua Program Studi Mata Kuliah Metodologi Studi Islam (MSI) – Kode Mata Kuliah : KD 108 – Bobot 2 sks
Semester I- TBI (A,C), TMT (A-B-C-D), PAI (E) Dosen : Drs. H. Ali Rohmad, M.Ag – NIP. 196111101990011001
KE TEMA PERKULIAHAN TUJUAN PELAKU
01 a. Recek bacaan dan tulisan al-Qur’an. b. Niat hadir di STAIN-TA.
c. Silabus dan SAP.
Untuk memperkokoh kerja sama dan persaingan secara positif antara dosen dengan mahasiswa dan antar mahasiswa demi interaksi-edukatif.
Dosen Mahasiswa
02 a. Manusia dan kebutuhannya. b. Agama : definisi, unsur, klasifikasi. c. Islam : definisi, nama, sumber, ajaran.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
03 a. Tujuan dan tugas hidup manusia menurut Islam.
b. Kebudayaan : definisi, unsur, macam, hubungan Islam dengan kebudayaan.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
04 a. MSI : definisi, posisi, urgensi, tujuan, sasaran, masa depan.
b. MSI : paradigma, pendekatan, metode.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
05 Metodologi Studi Al-Qur’an. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
06 Metodologi Studi Al-Hadits Nabi saw. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
07 Metodologi Studi ’Aqidah dan filsafat Islamiy.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
08 Metodologi Studi Fiqh. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
09 Metodologi Studi Tashawwuf Islamiy. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
10 Metodologi Studi Dakwah Islamiy. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
11 Metodologi Studi Pendidikan Islamiy. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
12 Metodologi Studi Perbandingan Agama. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
13 Metodologi Studi Sejarah Islam. Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
14 Posisi Metodologi Research ala Renaisance dalam Metodologi Studi Islam.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
15 Karakteristik hasil aplikasi Metodologi Studi Islam.
Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif multi-disipliner.
Dosen Mahasiswa
16 Muhasabah Perjalanan Perkuliahan Satu Semester.
Untuk mendapatkan kritik dan saran dari mahasiswa demi perbaikan perkuliahan yad.
Dosen Mahasiswa
Catatan :
A. Deskripsi : Metodologi Studi Islam (MSI) merupakan bagian dari jajaran Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MKKD) yang relatif signifikan bagi pengembangan wawasan mahasiswa mengenai konsep metode penelitian yang berasaskan al-Qur’an dan al-Sunnah nabi saw untuk mencari kebenaran di era globalisasi yang semakin sarat persoalan dalam konteks
memperkokoh “pandangan hidup Islamiy” sebagai kunci utama penciptaan dinamika sistem kehidupan yang berkeadaban.
B. Tujuan : mahasiswa menguasai secara lebih komprehensif mengenai aspek-aspek metode penelitian yang berasaskan al-Qur’an dan al-Sunnah nabi saw.
C. Kode etik dosen dan kode etik mahasiswa menjadi perekat kerja-sama antara dosen dengan mahasiswa dan antar mahasiswa, sekaligus menjadi peroket persaingan antar mereka. D. Perkuliahan MSI semester I (pertama) :
NO KELAS HARI JAM WIB RUANG
01 TMT C SENIN 1 07.00 – 08.40 T-09 : lab lt-2 02 TBI A SENIN 2 08.40 – 10.20 T-09 : lab lt-2 03 TBI C SELASA 1 07.20 – 08.40 T-17 : sta lt-1 04 TMT D SELASA 2 08.40 – 10.20 T-19 : sta lt-2 05 TMT B RABU 1 07.00 – 08.40 T-05 : gl lt-2 06 PAI E RABU 2 08.40 – 10.20 T-02 : gl lt-1 07 TMT A RABU 3 10.20 – 12.00 T-17 : sta lt-1
E. Aktivitas mahasiswa perminggu dihitung berdasarkan 1 sks = 50 menit kegiatan terjadwal bersama dosen, 60 menit tugas terstruktur, 60 menit tugas mandiri.
F. Pembelajaran dapat memanfaatkan metode ceramah, dialog, pemberian tugas, dan ujian. G. Identitas diri setiap mahasiswa harap dihafal : program studi, kelas, nomor urut dalam daftar
hadir, NIM. Setiap realisasi dialog, diskusi, tugas, dan ujian wajib disertai identitas diri. H. Contoh rujukan terkait dengan tema-tema perkuliahan :
1. Rujukan pokok :
b.
Adeng Muchtar Ghazali, Ilmu Studi Agama, 1st ed, CV. Pustaka Setia, Bandung, 2005.c. A. Hanafi, Theology Islam (Ilmu Kalam), 3
rded, Bulan Bintang, Jakarta,1979.
d. Ahmad Hanafi, Pengantar Filsafat Islam, 3
rded, Bulan Bintang, Jakarta, 1982.
e.
Ahmad Norman Permata, ed : Metodologi Studi Agama, 1st ed, Pustaka Pelajar,Yogyakarta, 2000.
f.
Faisal Ismail, Agama dan Kebudayaan, 1st ed, PT. Alma’arif, Bandung, 1982.g.
H.M. Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, 2nd ed, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998.h.
M. Amin Abdullah, Studi Agama : Normativitas atau Historisitas, 2nd ed, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1996.i.
M. Amin Abdullah, et.al, Islamic Studies dalam Paradigma Integrasi Interkoneksi (Sebuah Antologi), 1st ed, SUKA Press, Yogyakarta, 2007.j.
Moh. Nurhakim, Metodologi Studi Islam, 2nd ed, UMM Press, Malang, 2005.k.
M. Sirozi, et.al, Arah Baru Studi Islam di Indonesia Teori dan Metodologi, 1st ed, Ar-Ruzz Media, 2008.l.
Muhaimin, et.al, Dimensi-Dimensi Studi Islam, 1st ed, Karya Abditama, Surabaya, 1994.m.
Ngainum Naim, Pengantar Studi Islam, 1st ed, Teras, Yogyakarta, 2009.n.
Taufik Abdullah dan M. Rusli Karim, Metodologi Penelitian Agama SebuahPengantar, 1st ed, PT. Tiara Wacana, Yogyakarta, 1989. 2. Rujukan pendamping :
a. Abu Bakar Muhammad, Membangun Manusia Seutuhnya Menurut Qur’an, Al-Ikhlas, Surabaya, n.d.
b. Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecersasan Emosi dan Spiritual Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, 7th ed, Arga, Jakarta, 2002.
c. Fazlur Rahman, Tema Pokok Al-Qur’an, 1st ed, Pustaka Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, 1983.
d. H. Hamzah Ya’kub, Filsafat Ketuhanan, 2nd ed, PT. Alma’arif, Bandung, 1984.
e. A. Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam, 2nd ed, Mizan, Bandung, 1993. f. Imam Munawir, Asas-Asas Kepeminpinan dalam Islam, Usaha Nasional, Surabaya, n.d. g. Abdurrahman Mas’ud, Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik (Humanisme
Religius sebagai Paradigma Pendidikan Islam), Gama Media, Yogjakarta, 2002. h. Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam dan
Ummatnya, 3 rd ed, CV. Rajawali, Jakarta, 1991.
i. Endang Saifuddin Anshari, Agama dan Kebudayaan, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1980. j. M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam
Kehidupan Masyarakat, 6th ed, Mizan, Bandung, 1994.
k. Malik B. Badri, Psikolog Islam di Lobang Buaya, U.P. Karyono, Yogyakarta, n.d. l. Masjfuk Zuhdi, Ijtihad dan Problematikanya dalam Memasuki Abad XV Hijriyah, 1st
ed, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1981.
m. Mudlor Achmad, Manusia dan Kebenaran Masalah Pokok Filsafat, Usaha Nasional, Surabaya, n.d.
n. Mudlor Achmad, Etika dalam Islam, Al-Ikhlas, Surabaya, n.d.
o. Muhammad an-Naquib al-Attas, Dilema Kaum Muslimin, 1st ed, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1986.
p. Syahminan Zaini, Mengenal Manusia Lewat Al-Qur’an, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1984.
q. Syahminan Zaini, Penyakit Rohani dan Pengobatannya, Al-Ikhlas, Surabaya, n.d.
r. Syahminan Zaini, Metode Berkarya Menurut Al-Qur’an, 1
sted, Kalam Mulia,
Jakarta, 1987.
s. Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, 12
thed, Pustaka
al-Kautsar, Jakarta, 2006.
t. Ainur Rofiq al-Amin, Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbuttahrir di
Indonesia, 1
sted, LkiS, Yogyakarta, 2012.
3. E-Books, dapat dicopy pada dosen melalui perwakilan mahasiswa untuk masing-masing kelas.
I. Tugas Terstruktur
a. Wajib : pembuatan pertanyaan
Tugas individual : mahasiswa membaca rujukan ilmiah terkait dengan masing-masing tema perkuliahan (sebelum dibahas di kelas), dan menyusun suatu pertanyaan analitis untuk disampaikan dalam forum diskusi kelas; agar dijawab oleh sesama mahasiswa dan atau oleh dosen. Pertanyaan dan jawaban yang dianggap memenuhi syarat ilmiah mendapatkan penilaian.
b. Sunnah : presentasi/publikasi karya ilmiah
Secara individual, mahasiswa yang telah mempresentasikan hasil karya ilmiahnya dalam forum ilmiah, atau telah mempublikasikan hasil karya ilmiahnya melalui media ilmiah, disilakan menunjukkan bukti dan data pendukung kepada dosen untuk mendapatkan penilaian.
c. Mubah : pembuatan resume
Secara individual, mahasiswa membaca rujukan ilmiah terkait dengan masing-masing tema perkuliahan, kemudian membuat resume isi dan resume pendapat dalam dalam buku tulis , atau file Word dengan model seperti di bawah ini.
Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, 5th ed, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2000. HAL RINGKASAN
1 Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. 5 ... Islam sebagai agama yang memiliki banyak dimensi, yaitu mulai dari
dimensi keimanan, akal pikiran, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, sejarah, perdamaian, sampai pada kehidupan rumah tangga, dan masih banyak lagi. Untuk memahami berbagai dimensi ajaran Islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan yang digali dari berbagai disiplin ilmu.
dst ...
J. Ujian Tengah Semester (UTS).
Anda secara mandiri diharap menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara berurutan. Jawaban bersifat analitis berdasarkan data rujukan ilmiah model catatan kaki, sehingga “teks kutipan” tidak bercampur-baur dengan “teks anda” sebagai latihan mencegah diri sendiri dari tindakan plagiasi.
Hasil UTS disajikan melalui “tulisan tangan” anda sendiri pada kertas folio bergaris, kemudian dibendel dan dikumpulkan paling lambat dalam perkuliahan yang ke 06. Foto copy data rujukan ilmiah terlampir dengan memuat identitas penulis, judul, penerbit, kota asal penerbit, tahun diterbitkan, diberi stabilo warna kuning muda pada bagian teks yang dikutip dan di sebelah kanan luar diberi nomor sesuai nomor catatan kaki.
Di Indonesia terdapat banyak organisasi ekstra kampus, semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
01. Apa yang anda ketahui mengenai HMI ?. 02. Identifikasikan karakteristik HMI !. 03. Apa yang anda ketahui mengenai PMII ?. 04. Identifikasikan karakteristik PMII !.
05. Di mana letak persamaan HMI dengan PMII ?. 06. Di mana letak perbedaan HMI dengan PMII ?.
07. Buatkan kesimpulan dalam satu kalimat berdasarkan jawaban anda atas soal nomor 05 dan 06 !.
08. Buatkan saran kepada mahasiswa Indonesia dalam satu kalimat berdasarkan jawaban anda atas soal nomor 07 !.
09. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu cenderung mengacu pada paradigma kualitatif atau kuantitatif; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
10. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu cenderung mengacu pada pendekatan normativitas atau historisitas; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
11. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu cenderung mengacu pada pendekatan naqliy, atau ’aqliy, atau kasyfiy (epistemologi : bayāniy, atau burhāniy, atau ’irfāniy), tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
12. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu cenderung menggunakan sumber data insani atau noninsani; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
13. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu berdasarkan data yang diperoleh dengan metode pengumpulan data yang cenderung melalui observasi, atau wawancara, atau dokumentasi; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
14. Jawaban anda atas soal nomor 01 s/d 08, itu menggunakan teknik analisis data yang mana saja : deduksi, induksi, komparasi, ... ; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !. 15. Jawaban anda atas soal nomor 07, itu termasuk dalam kategori hipotesis, atau tesis, atau
antitesis, atau sintesis; tunjukkan yang membuktikan ke arah sana !.
16. Jawaban anda atas soal nomor 08, itu apakah termasuk benar-benar aplicable (dapat
diterapkan) lagi urgen (penting) bagi mahasiswa Indonesia; tunjukkan implikasi positif jika saran anda direspon secara positif, sertakan resiko negatif jika ternyata saran anda tidak direspon secara positif !.
K. Ujian Akhir Semester (UAS).
Anda disilakan membaca buku hasil karya Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam Sejarah, terjemahan H. Mahbub Djunaidi, PT. Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 1982; atau dalam file zip-chm dari http://www.mediaisnet.org
Kemudian anda secara mandiri diharap menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara berurutan. Jawaban bersifat analitis berdasarkan data rujukan dari buku tersebut dengan model catatan kaki, sehingga “teks kutipan” tidak bercampur-baur dengan “teks anda” sebagai latihan mencegah diri sendiri dari tindakan plagiasi.
Hasil UAS disajikan melalui “tulisan tangan” anda sendiri pada kertas folio bergaris, kemudian dibendel dan dikumpulkan paling lambat dalam perkuliahan yang ke 11. Foto copy data rujukan dari buku tersebut atau print-out terlampir, diberi stabilo warna kuning muda pada bagian teks yang dikutip dan di sebelah kanan luar diberi nomor sesuai nomor catatan kaki.
01. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : apa yang menjadi keahlian dari Michael H. Hart.
02. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : mengapa buku tersebut ditulis.
03. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : apa tujuan penulisan buku tersebut.
04. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : apa yang dimaksud dengan ”tokoh paling berpengaruh”.
05. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : apa tolok ukur yang dipakai penulis buku tersebut dalam menetapkan seratus tokoh.
06. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : apa kesulitan yang dihadapi oleh penulis buku ketika menyusun nomor urut seratus tokoh, dan bagaimana kebijakan yang ditempuhnya.
07. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : nabi Muhammad saw diposisikan dalam urutan nomor ke berapa.
08. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : bagaimana nabi Muhammad saw diposisikan dalam urutan nomor itu.
09. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : mengapa nabi Muhammad saw ditempatkan dalam urutan nomor itu.
10. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : bagaimana implikasi penempatan nabi Muhammad saw dalam urutan nomor itu terhadap pandangan para pakar, dan bagaimana Michael H. Hart mensikapinya.
11. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : benarkah bahwa keseratus tokoh tersebut memperoleh pendidikan yang baik, tanpa perkecualian.
12. Berdasarkan data rujukan dari buku tersebut, tuliskan hanya dalam satu kalimat saja : di mana manfaat bagi masa depan anda selaku mahasiswa-mahasiswi calon sarjana pendidikan Islam.
L. Bila diperlukan, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen di kampus, via hp, atau email.
Tulungagung, 29 Agustus 2013 Dosen,