• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SHIFT AND SHARE UNTUK TENAGA KERJA KOTA BANDUNG DAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN Disusun Oleh : Nama : M.Rinaldy NIM :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SHIFT AND SHARE UNTUK TENAGA KERJA KOTA BANDUNG DAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN Disusun Oleh : Nama : M.Rinaldy NIM :"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Disusun Oleh : Nama : M.Rinaldy

NIM : 10611006

TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

2013

(2)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai jumlah penduduk kurang lebih 222 juta jiwa, dan kepadatan penduduk di wilayah Negara Indonesia tidaklah sama. Pulau Jawa merupakan daerah yang jumlah penduduknya paling padat, dan Kota Bandung termasuk salah satunya. Kota Bandung termasuk 5 kota besar di Indonesia yang padat penduduknya, oleh karena itu banyak menimbulkan permasalahan seperti banyaknya angka pengangguran. Salah satu faktor dari banyaknya pengangguran adalah karena kurang lapangan pekerjaan. Yang membuat tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja yang setiap tahun terus bertambah dan mengakibatkan jumlah pengangguran semakin tinggi.

Kecendrungan penduduk angkatan kerja perdesaan urbanisasi ke perkotaan karena mereka beranggapan peluang lapangan kerja di kota dan usaha lebih terbuka di bandingkan di perdesaan, oleh karena itu menganalisis untuk lapangan kerja Kota Bandung di harapkan dapat mengetahui dan memproyeksi tenaga kerja di kota Bandung,sertra membandingkan Kota Bandung dengan Provinsi Jawa Barat.

.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan paper ini untuk menganalisis perbedaan laju pertumbuhan berbagai sektor di Kota Bandung dengan Provinsi Jawa Barat menggunakan metode shift and share.

(3)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan atau akan melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (UU No 25 tahun 1997 pasal 1 ayat 2)

2.2 Pengertian Analisis Shift and Share

Analisis Shift and Share adalah menganalisis perubahan kegiatan ekonomi, misalnya produksi dan kesempatan kerja pada periode waktu tertentu kurang dari 1 tahun. Dan hasil analisis untuk mengetahui bagaimana perkembangan suatu sektor di suatu daerah atau wilayah di bandingkan secara relatif dengan sektor lainnya, apakah pertumbuhannya cepat atau lambat.

a. Diferensial Shiftadalah penyimpangan antara pertumbuhan sektor i di wilayah

analisis terhadap pertumbuhan sektor i secara nasional Rumus : Dr,i,t = {Er,i,t–(EN,i,t/EN,i,t-n)xEr,i,t-n}

Keterangan :

D =Differential Shift

r = Regional (wilayah analisis) i = Sektor

t = Tahun t-n = Tahun awal

E = Employment (lapangan kerja) N = Nasional atau wilayah nasional

(4)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM b. Proposional Shift adalah melihat pengaruh sektor i secara nasional terhadap

pertumbuhan lapangan kerja sektor i pada wilayah yang di analisis

Rumus : Pr,i,t={(EN,i,t/EN,i,t-n)-(EN,t/EN,t-n)}x Er,i,t-n

Keterengan :

P = Proposional Shift

r = Ragional (wilayah analisis) i = Sektor

t = Tahun t-n = Tahun awal

E = Employment (lapangan kerja) N = Nasional atau wilayah nasional

c. Nasional Share adalah bila penambahan lapangan kerja regional sektor i sama dengan proporsi penambahan lapangan kerja nasional rata-rata

Rumus : Nsi,t= Er,i,t-n[(EN,t)/(EN,t-n)]-Er,i,t-n

Keterengan :

r = Ragional (wilayah analisis) i = Sektor

t = Tahun t-n = Tahun awal

E = Employment (lapangan kerja) N = Nasional atau wilayah nasional

(5)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum Wilayah Studi

3.1.1 Gambaran Umum Provinsi Jawa barat

Provinsi Jawa barat, secara geografis, terletak pada posisi 5o50’ - 7o50’ Lintang Selatan dan 104 o48’-108 o48’ Bujur Timur, dengan batas wilayah yaitu :

Sebelah Utara Laut Jawa dan Provinsi DKI Jakarta Sebelah Barat Provinsi Jawa Tengah

Sebelah Timur Samudra Indonesia Sebelah Selatan Provinsi Banten Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat memiliki luas 37116,54 km2 dan secara administrative terbagi ke dalam 26 Kabupaten atau Kota. Jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 adalah 43.021.826 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 91290.32. BPS Kota Bandung

3.1.2 Gambaran Umum Kota Bandung

Kota Bandung terletak di antara 107º 36’ Bujur Timur dan 6 º 55’

Lintang Selatan. Iklim asli kota Bandung di pengaruhi oleh iklim pengunungan di sekitarnya, namun pada beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan suhu yang disebabkan antara lain polusi

(6)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM Kota Bandung secara administratif berbatasan dengan daerah kabupaten atau kota lainya yaitu :

Sebelah Utara Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat

Sebelah Barat Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi Sebelah Timur Kabupaten Bandung

Sebelah Selatan Kabupaten Bandung Sumber : BPS Kota Bandung

Berdasarkan posisi tersebut, maka Kota Bandung berada pada lokasi yang cukup strategis, di lihat dari segi komunikasi dan perekonomian.

Hal tersebut disebabkan karena dekat dengan jakarta, di mana jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia dan pusat perekonomian, dan kota Bandung terletak pada pertemuan poros jalan utama di pulau Jawa. Dan Kota Bandung terdiri dari 30 Kecamatan dan 151 kelurahan, mempunyai luas wilayah 16.729,65 Ha.

Maka Dari itulah banyak orang yang ingin ke Kota Bandung untuk mencari lapangan pekerjaan, mungkin mereka beranggapan bahwa di Jakarta terlalu padat dan peluang mendapatkan kerja lebih sedikit dari dari pada di Kota Bandung.

3.2 Tenaga Kerja Jawa Barat

Tebel 3.2.1 Jumlah Tenaga Kerja per-sektor Jawa Barat tahun 2006& 2010

Sektor Jawa Barat

2006 2010

Pertanian 4.072.068 3.964.243

(7)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM

Industri 2.682.766 3.389.287

Perdagangan 3.952.332 4.206.889

Jasa-jasa 2.101.775 2.657.172

Lainnya 2.632.698 2.724.853

Jumlah 15.441.639 16.942.444

Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat

3.3 Tenaga kerjaKota Bandung tahun 2006& 2010

Tebel 3.3.1 Jumlah Tenaga Kerja per-sektor Kota Bandung tahun 2006& 2010

Sektor Kota Bandung

2006 2010

Pertanian 8.031 18.889

Industri 224.138 386.730

Perdagangan 295.118 646.616

Jasa-jasa 177.893 566.570

Lainnya 140.933 363.244

Jumlah 846.113 1.124.079

Sumber : BPS Kota Bandung

(8)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM 3.4 Hasil Proyeksi Menggunakan Metode shift and share

Analisis perubahan tenaga kerja Kota Bandung dengan metode shift and share.

Tabel 3.4.1 Data Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung Tahun 2006 – 2010 dan Proyeksi Tahun 2015

Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung

(9)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM Tabel 3.4.1Perhitungan Diferensial Shift

Tabel 3.4.2 Proyeksi Proposional Shift

(10)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM Tabel 3.4.3 Proyeksi Nasional Share

Tabel 3.4.4 Proyeksi Tahun 2015

(11)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM BAB IV

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang digunakan, hasilnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

 Berdasarkan proyeksi tenaga kerja Jawa Barat Tahun 2015 di ketahui bahwa sektor perdagangan tetap mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap tenaga kerja, yaitu sebesar 314 milyar, selanjutnya sektor industri sebesar 282 milyar, jasa- jasa sebesar 224 milyar, sektor lainnya 145 milyar, sedangkan sektor pertanian merupakan penyumbang tenaga kerja terendah dengan nilai 7 milyar.

 Bila dilihat dari Proporsional Shift menunjukan bahwa total laju pertumbuhan persektor adalah negatif nilai tersebut menunjukan bahwa Kota Bandung memiliki lebih banyak sektor yang pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor di tingkat Provinsi Jawa Barat. Sektor yang lambat pertumbuhannya yaitu adalah sektor pertanian dengan nilai Proporsional Shift sebesar -993,203, sektor lainnya dengan nilai - 8.764,350 , dan sektor perdagangan. Hasil ini berarti ke tiga sektor tersebut mengalami pertumbuhannya lambat, di sebabkan karna lahan berkurangnya lahan pertanian di Kota Bandung. Lahan-lahan pertanian telah berubah fungsi sebagai perumahan, ruko, aoulet, dan restoran.

Sedangkan di sektor jasa dan industri nilainya positif yang artinya pertumbuhannya cepat. Pengaruh Differensial Shift di Kota Bandung tahun 2006-2010 menunjukan nilai negatif, yang berarti sektor-sektor Kota Bandung tidak kompetitif dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat

(12)

P e r e n c a n a a n w i l a y a h & k o t a UNIKOM DAFTAR PUSTAKA

Buku :

BPS.2006-2011. Bandung dalam angka menuruttenaga kerja Kota Bandung.

Bandung: Badan Pusat Statistik Kota Bandung.

BPS.2006-2011. Jawa Barat dalam angka menurut tenaga kerja Provinsi Jawa Barat.Bandung: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat.

Internet :

A Fikriyah, 2013. Analisis Shift and Share untuk sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. http://anisfikry.blogspot.com/2013/05/analisis-shift-share-untuk- sebagai.html. Diakses pukul 15:30 pada tanggal 27 November 2013

E Wati, 2011. Simpulan dan saran analisis shift and share.

http://repository.unila.ac.id/364/1/0511021056-kesimpulan.pdf. Diakses pukul 16:20

pada tanggal 20 Desember 2013

M Iqba, 2011. Analisis LQ dan Shift and Share menggunakan Microsoft excel. http://reeands.blogspot.com/2011/03/analisis-lq-dan-shift-share- menggunakan.html. Diakses pukul 11:00 pada tanggal 8 Desember 2013

S Anto, 2013. Analisis Shift and Share.

http://planningkobar.blogspot.com/2013/03/analisis-shift-share.html. Diakses pukul 20:00 pada tanggal 14 Desember 2013

Gambar

Tabel 3.4.1 Data Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung Tahun  2006 – 2010 dan Proyeksi Tahun 2015
Tabel 3.4.2 Proyeksi Proposional Shift
Tabel 3.4.4 Proyeksi Tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa pada tahun 2000 ketika Terdakwa bertugas di Sampit isteri Terdakwa (Saksi Dina Pamean) pernah meminta cerai kepada Terdakwa dengan cara membuat surat pernyataan

Solusi yang dapat ditawarkan yaitu dengan merancang aplikasi Mitra Futsal Kuy berbasis android yang bisa digunakan oleh penyedia lapangan futsal untuk melakukan

Sebagaimana disebutkan oleh Ruslan (2001), bahwa komunikasi merupakan basis untuk melakukan kerja sama, interaksi dan mempunyai pengaruh di dalam manajemen

• Setelah memasang selang rem ke unit rem, menambah oli mineral asli Shimano dan mengeluarkan gelembung udara, tekan lagi tuas beberapa kali untuk memeriksa apakah rem

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perempuan dan laki-laki dalam kegiatan penyadapan pinus, mengetahui peran perempuan dan laki-laki dalam

Dari hasil penelitian tersebut nampak bahwa dari segi produk sudah mendukung pelaksanaan kegiatan Ekapaysma Instructor Academy dalam rangka pengembangan diri dan

Perubahan Kedua, disahkan 18 Agustus 2000 Setelah mempelajari, menelaah, dan mempertimbangkan dengan saksama dan sungguh-sungguh hal-hal yang bersifat mendasar yang dihadapi

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik simpulan bahwa implementasi pembelajaran sejarah yang menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI)