ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN
PT PANIN LIFE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
TAHUN BUKU YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2003 DAN 2002
LAPORAN NOMOR 454-EK/03-200 4 TANGGAL 25 MARET 2004
Halaman DAFTAR ISI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Neraca Konsolidasi
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Laporan Arus Kas Konsolidasi
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi
INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASI A. Posisi Keuangan Induk Perusahaan
B. Informasi Tambahan Lainnya Induk Perusahaan C. Daftar-daftar:
I. Informasi Neraca Tersendiri Induk Perusahaan
II. Informasi Laporan Laba Rugi Tersendiri Induk Perusahaan
III. Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Tersendiri Induk Perusahaan IV. Informasi Laporan Arus Kas Tersendiri Induk Perusahaan
V. Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Tersendiri Induk Perusahaan VI. Analisis Kekayaan 31 Desember 2003 Tersendiri Induk Perusahaan VII. Analisis Kekayaan 31 Desember 2002 Tersendiri Induk Perusahaan
i ii
1 3 4 5 6
42 43
44 46 47 48 49 50 51
AKTIVA Investasi
Pihak ketiga
Deposito berjangka 20,437 74,342
Surat berharga 248,879 176,670
Pinjaman polis 13,702 9,726
Investasi lain 123 123
Jumlah 283,141 260,861
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Deposito berjangka 38,190 1,867
Surat berharga 306,872 118,159
Investasi dalam bentuk saham 1,160,956 1,042,556
Jumlah 1,506,018 1,162,582
Jumlah Investasi 1,789,159 1,423,443
Kas dan bank
Kas 34 32
Bank
Pihak ketiga 8,798 4,856
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 5,106 9,798
Jumlah Kas dan bank 13,938 14,686
Piutang premi 2,531 4,506
Piutang reasuransi 313 466
Piutang hasil investasi 1,007 661
Piutang lain-lain dari pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 1,701 1,826
Biaya dibayar di muka 1,186 1,181
Aktiva pajak tangguhan 13,424 1,818
Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 10.752 juta tahun 2003 dan Rp 9.907 juta
tahun 2002 4,582 5,025
Biaya akuisisi ditangguhkan 7,992 13,630
Aktiva lain-lain 1,009 1,936
JUMLAH AKTIVA 1,836,842 1,469,178
*) Disajikan dengan metode ekuitas
2003 2002 KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Kewajiban kepada pemegang polis
Kewajiban manfaat polis masa depan 528,310 382,780
Estimasi kewajiban klaim 3,188 1,690
Hutang klaim 8,013 8,930
Premi yang belum merupakan pendapatan 1,493 1,606
Jumlah Kewajiban Kepada Pemegang Polis 541,004 395,006
Titipan premi 401 241
Hutang reasuransi 396 376
Hutang lain-lain 196 253
Biaya yang masih harus dibayar 1,368 106
Hutang pajak 429 379
Hutang dividen 9 9
Jumlah Kewajiban 543,803 396,370
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 125 per saham tahun 2003 dan Rp 500 per saham tahun 2002 Modal dasar - 23.160.000.000 saham tahun 2003
dan 5.790.000.000 saham tahun 2002
Modal ditempatkan dan disetor - 11.976.943.640 saham
tahun 2003 dan 2.994.156.035 saham tahun 2002 1,497,118 1,497,078
Tambahan modal disetor - bersih 104,646 104,646
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (703,619) (703,619) Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan (304) (3,443)
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 593 593
Selisih penilaian nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual 62,113 - Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 1,592 1,192
Tidak ditentukan penggunaannya 330,900 176,361
Jumlah Ekuitas 1,293,039 1,072,808
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1,836,842 1,469,178
*) Disajikan dengan metode ekuitas
PENDAPATAN Pendapatan premi
Premi bruto 492,602 289,225
Premi reasuransi (8,530) (7,936)
Penurunan premi yang belum merupakan pendapatan 113 2,065
Jumlah pendapatan premi 484,185 283,354
Hasil investasi 200,089 42,322
Pendapatan lain 5,630 5,229
Jumlah Pendapatan 689,904 330,905
BEBAN
Klaim dan manfaat 338,166 171,864
Klaim reasuransi (5,501) (2,477)
Kenaikan kewajiban manfaat polis masa depan dan
estimasi kewajiban klaim 147,028 64,563
Biaya akuisisi 26,816 31,679
Beban usaha
Pemasaran 3,031 3,100
Umum dan administrasi 28,049 23,437
Jumlah Beban 537,589 292,166
LABA SEBELUM PAJAK 152,315 38,739
PENGHASILAN PAJAK 11,606 1,113
LABA BERSIH 163,921 39,852
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh)
Dasar 13.69 3.33
Dilusian 12.04 3.33
*) Disajikan dengan metode ekuitas
Selisih Selisih Selisih nilai transaksi penilaian Tambahan transaksi perubahan Selisih nilai wajar
modal restrukturisasi ekuitas penilaian efek yang
Modal disetor - entitas anak kembali tersedia Ditentukan Tidak ditentukan Jumlah disetor bersih sepengendali perusahaan aktiva tetap untuk dijual penggunaannya penggunaannya ekuitas
Saldo per 1 Januari 2002 1,497,078 104,646 (703,619) (6,613) 593 - 1,155 136,546 1,029,786
Selisih perubahan ekuitas anak
perusahaan - - - 3,170 - - - - 3,170
Laba bersih tahun berjalan - - - 39,852 39,852
Cadangan umum - - - 37 (37) -
Saldo per 31 Desember 2002 1,497,078 104,646 (703,619) (3,443) 593 - 1,192 176,361 1,072,808
Pelaksanaan waran 40 - - - 40
Selisih perubahan ekuitas anak
perusahaan - - - 3,139 - - - - 3,139
Selisih penilaian nilai wajar efek
yang tersedia untuk dijual - - - 62,113 - - 62,113
Laba bersih tahun berjalan - - - 163,921 163,921
Cadangan umum - - - 400 (400) -
Dividen tunai - - - (8,982) (8,982)
Saldo per 31 Desember 2003 1,497,118 104,646 (703,619) (304) 593 62,113 1,592 330,900 1,293,039
*) Disajikan dengan metode ekuitas
Saldo laba
47
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan premi 481,455 277,451
Penerimaan klaim reasuransi 5,654 2,074
Penerimaan lain-lain 5,189 5,151
Pembayaran klaim dan manfaat (285,385) (140,464)
Pembayaran premi reasuransi (8,510) (8,209)
Pembayaran biaya akuisisi (21,178) (22,429)
Pembayaran beban usaha (27,500) (23,734)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 149,725 89,840
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan hasil investasi 69,052 37,215
Pencairan deposito berjangka 59,250 356,303
Hasil penjualan surat berharga 352,137 337,177
Hasil penjualan investasi dalam bentuk saham - 33,568
Penerimaan pinjaman polis 1,282 1,096
Hasil penjualan aktiva tetap 476 118
Penempatan deposito berjangka (42,621) (273,385)
Penempatan surat berharga (536,859) (467,550)
Penempatan investasi dalam bentuk saham - (101,893)
Pemberian pinjaman polis (43,381) (7,020)
Perolehan aktiva tetap (867) (1,034)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (141,531) (85,405)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan modal disetor dari konversi waran 40 -
Pembayaran dividen tunai (8,982) -
Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (8,942) -
(PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK (748) 4,435
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 14,686 10,251
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 13,938 14,686
*) Disajikan dengan metode ekuitas
2003 2002 KEKAYAAN YANG DIPERKENANKAN
Investasi
Deposito berjangka 57,917 76,209
Saham 324,959 107,288
Obligasi 118,616 63,382
Reksa dana 78,002 71,926
Investasi dalam bentuk saham 18,167 137,108
Pinjaman polis 13,702 9,723
Jumlah investasi 611,363 465,636
Kas dan bank 13,433 14,686
Piutang premi, berumur kurang dari 90 hari 2,512 4,455
Piutang reasuransi, berumur kurang dari 90 hari 313 466
Piutang hasil investasi, berumur kurang dari 90 hari 754 297
Bangunan, tanah dan bangunan untuk dipakai sendiri 2,688 3,088
Perangkat keras komputer 779 1,072
Jumlah 631,842 489,700
JUMLAH KEWAJIBAN
Kewajiban manfaat polis masa depan 338,131 330,547
Estimasi kewajiban klaim 3,188 1,690
Hutang klaim 8,014 8,930
Premi yang belum merupakan pendapatan 1,493 1,606
Titipan premi 401 241
Hutang reasuransi 396 376
Hutang lain-lain 196 253
Biaya yang masih harus dibayar 1,368 106
Hutang pajak 429 379
Hutang dividen 9 9
Jumlah 353,625 344,137
JUMLAH TINGKAT SOLVABILITAS 278,217 145,563
BATAS TINGKAT SOLVABILITAS MINIMUM 82,319 104,278
KELEBIHAN BATAS TINGKAT SOLVABILITAS 195,898 41,285
RASIO PENCAPAIAN SOLVABILITAS 338% 140%
*) Disajikan dengan metode ekuitas Catatan:
Tidak termasuk kekayaan dan kewajiban dari produk asuransi jiwa yang resiko investasinya sepenuhnya ditanggung oleh pemegang polis (produk unit link).
Kekayaan Yang
Belum Tidak
Dibukukan Dibukukan Diperkenankan Diperkenankan
Investasi
Deposito berjangka 57,917 - - 57,917
Surat berharga
Saham 170,169 1,612,665 1,457,875 324,959
Obligasi 118,616 - - 118,616
Reksa dana 78,002 - - 78,002
Investasi dalam bentuk saham 1,167,257 (1,149,089) - 18,168
Pinjaman polis 13,701 - - 13,701
Investasi lainnya 123 - 123 -
Jumlah investasi 1,605,785 463,576 1,457,998 611,363
Kas dan bank 13,433 - - 13,433
Piutang premi 2,531 - 19 2,512
Piutang reasuransi 313 - - 313
Piutang hasil investasi 1,007 - 253 754
Bangunan, tanah dan
bangunan untuk dipakai sendiri 2,688 - - 2,688
Perangkat keras komputer 779 - - 779
Aktiva lainnya 26,428 - 26,428 -
Jumlah Kekayaan 1,652,964 463,576 1,484,698 631,842
*) Disajikan dengan metode ekuitas Catatan:
- -
Investasi yang tidak mempunyai harga pasar dan nilai wajarnya tidak tersedia, dinyatakan sebesar jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan.
Tidak termasuk kekayaan dari produk asuransi jiwa yang resiko investasinya sepenuhnya ditanggung oleh pemegang polis (produk unit link).
Kekayaan Yang
Belum Tidak
Dibukukan Dibukukan Diperkenankan Diperkenankan
Investasi
Deposito berjangka 76,209 - - 76,209
Surat berharga
Saham 107,288 - - 107,288
Obligasi 63,382 - - 63,382
Reksa dana 71,926 - - 71,926
Investasi dalam bentuk saham 1,042,556 - 905,448 137,108
Pinjaman polis 9,726 - 3 9,723
Investasi lainnya 123 - 123 -
Jumlah investasi 1,371,210 - 905,574 465,636
Kas dan bank 14,686 - - 14,686
Piutang premi 4,506 - 51 4,455
Piutang reasuransi 466 - - 466
Piutang hasil investasi 661 - 364 297
Bangunan, tanah dan
bangunan untuk dipakai sendiri 3,088 - - 3,088
Perangkat keras komputer 1,072 - - 1,072
Aktiva lainnya 21,256 - 21,256 -
Jumlah Kekayaan 1,416,945 - 927,245 489,700
*) Disajikan dengan metode ekuitas Catatan:
- -
Investasi yang tidak mempunyai harga pasar dan nilai wajarnya tidak tersedia, dinyatakan sebesar jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan.
Tidak termasuk kekayaan dari produk asuransi jiwa yang resiko investasinya sepenuhnya ditanggung oleh pemegang polis (produk unit link).
A. POSISI KEUANGAN INDUK PERUSAHAAN 1. BANK PIHAK KETIGA
2003 2002
Bank Swasta
Bank Central Asia
Rupiah 3,485 1,519
US Dollar 763 577
Bank International Indonesia - US Dollar 2,334 1,011
Bank Lippo 2,033 1,565
Bank Danamon 132 144
Bank Permata 16 39
Bank Danpac 34 1
Deutsche Bank AG 1 -
Jumlah 8,798 4,856
2. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
2003 2002
Sewa 619 766
Persekot biaya 554 404
Asuransi 13 11
Jumlah 1,186 1,181
3. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2003 2002
Profesi 700 50
Estimasi beban manfaat karyawan 529 -
Pensiun pegawai 128 45
Jamsostek 11 11
Jumlah 1,368 106
4. HUTANG DIVIDEN
Merupakan dividen yang masih harus dibayar kepada pemegang saham.
42
B. INFORMASI TAMBAHAN LAINNYA INDUK PERUSAHAAN
1. PERHITUNGAN BATAS SOLVABILITAS DAN ANALISIS KEKAYAAN
2. RASIO KEUANGAN
2003 2002
% %
Rasio perubahan ekuitas 21 4
Rasio laba bersih terhadap pendapatan operasi 24 12
Rasio laba bersih terhadap beban umum dan administrasi 584 170
Rasio beban akuisisi terhadap premi bruto 5 11
Rasio investasi terhadap kewajiban kepada pemegang polis 331 360
Rasio hasil investasi 12 3
Rasio kekayaan diperkenankan terhadap total aktiva 34 33
Rasio perubahan premi 70 90
Rasio premi bruto lanjutan periode berjalan terhadap premi bruto periode lalu (premi bruto tahun pertama +
premi bruto lanjutan) 40 73
Rasio perubahan pendapatan operasi 110 96
Rasio perubahan kewajiban kepada pemegang polis 37 20
3. IMBALAN JASA DIREKSI DAN KOMISARIS
Perhitungan batas solvabilitas dan analisis kekayaan Perusahaan disajikan dalam Daftar V, VI dan VII.
Penghasilan Direksi dan Komisaris untuk tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp 1.856 juta dan Rp 1.538 juta.
43
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan premi 481,456 277,451
Penerimaan klaim reasuransi 3,282 1,709
Penerimaan lain-lain 5,196 5,162
Pembayaran klaim dan manfaat (285,385) (140,483) Pembayaran premi reasuransi (5,969) (5,807) Pembayaran biaya akuisisi (21,270) (22,501)
Pembayaran beban usaha (27,562) (23,797)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 149,748 91,734 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan hasil investasi 69,648 37,868 Pencairan deposito berjangka 63,775 365,328 Hasil penjualan surat berharga 360,450 337,177 Hasil penjualan investasi dalam bentuk saham - 33,568 Penerimaan pinjaman polis 1,282 1,096 Hasil penjualan aktiva tetap 476 118 Penempatan deposito berjangka (47,546) (279,410)
Penempatan surat berharga (545,527) (473,230)
Penempatan investasi dalam bentuk saham - (101,893) Pemberian pinjaman polis (43,381) (7,020) Perolehan aktiva tetap (867) (1,034) Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (141,690) (87,432) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan modal disetor dari konversi waran 40 -
Pembayaran dividen tunai (8,982) -
Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (8,942) - (PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK (884) 4,302
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 14,851 10,549
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 13,967 14,851
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
1. U M U M
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Panin Life Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 192 tanggal 19 Juli 1974 dari Ridwan Suselo, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/83/6 tanggal 4 April 1975 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 30 tanggal 15 April 1975, Tambahan No. 203.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 14 tanggal 28 Juni 2002 dari Veronica Lily Dharma, S.H. notaris di Jakarta, mengenai perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 500 menjadi Rp 125 dan perubahan susunan komisaris untuk disesuaikan dengan peraturan mengenai komisaris independen. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. C- 14431HT.01.04.TH.2002 tanggal 2 Agustus 2002 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 1 Oktober 2002 Tambahan No. 825.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri dan usaha anuitas.
Perusahaan mendapatkan izin usaha sebagai perusahaan asuransi jiwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-1405/Djm/III.5/10/1974 tanggal 24 Oktober 1974 yang telah diperpanjang terakhir dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-089/KM.11/1986 tanggal 21 Agustus 1986.
Perusahaan berkantor pusat di Jakarta dan memiliki 22 kantor pemasaran yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976.
Pada tahun 1995, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP -164/KM.17/1995 tanggal 23 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pengesahan untuk mengelola Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) Pan Indonesia.
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris : Mu’min Ali Gunawan Wakil Presiden Komisaris : S uwirjo Josowidjojo
Komisaris : Antony Japari (Komisaris Independen)
Dewan Direksi :
Presiden Direktur : Fadjar Gunawan Wakil Presiden Direktur : Kurniawati Sadeli Wakil Presiden Direktur : Tri Djoko Santoso Direktur : Adrianto Hadrian
Jumlah karyawan Perusahaan sebanyak 375 orang dan 384 orang masing-masing pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002.
b. Anak Perusahaan
Perusahaan memiliki secara langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan, sebagai berikut:
Tahun
Anak Perusahaan Domisili Jenis Usaha 2003 2002 Operasi
PT Panin Banholdco Jakarta Perdagangan 99,9991% 99,9991% 1998
dan Jasa
PT Anugrah Life Insurance Jakarta Asuransi Jiwa 99,99996% 99,99996% 1991 Persentase Pemilikan
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 30 April 1983, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. SI-016/PM/E/1983 untuk melakukan penawaran umum atas 1.020.000 saham Perusahaan kepada masyarakat.
Penawaran Umum Perdana dan Terbatas yang telah dilakukan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut :
Harga Penawaran Per Saham
Rp 1983 Penawaran Umum Perdana 1.020.000 2.950 1989 Penawaran Umum Terbatas I 793.664 6.300
1998 Penawaran Umum Terbatas II 147.998.456 500
1999 Penawaran Umum Terbatas III 236.797.530 500
1999 Penawaran Umum Terbatas IV 887.990.736 500
1999 Penawaran Umum Terbatas V 1.545.370.857 500
Tahun Keterangan Jumlah Saham
Sampai tanggal 31 Desember 2003 seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 11.976.943.640 lembar saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan akuntansi yang dianut Perusahaan adalah sesuai dengan standar khusus untuk asuransi jiwa pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36, Pedoman Akuntansi Asuransi Indonesia (PAKASI), peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk asuransi jiwa dan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan serta prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Ikhtisar kebijakan akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut : a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp).
Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing- masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan mengacu pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan pemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.
Sampai saat ini, anak perusahaan, PT Panin Banholdco, belum memulai kegiatan komersialnya dan laporan keuangan PT Panin Banholdco telah disajikan sesuai dengan PSAK No. 6 tentang Akuntansi dan Pelaporan bagi Perusahaan dalam Tahap Pengembangan.
c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing digunakan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
d. Transaksi Hubungan Istimewa
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
1) perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);
2) perusahaan asosiasi;
3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);
4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang- orang tersebut; dan
5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.
Semua transaksi dengan pihak -pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi.
e. Investasi
Deposito berjangka
Deposito berjangka terdiri dari deposito wajib dan deposito biasa yang dinyatakan sebesar nilai nominal.
Surat berharga
Investasi efek yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual disajikan sebesar nilai wajarnya.
Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar efek yang diperdagangkan disajikan dalam laporan laba rugi periode berjalan. Sedangkan keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi.
Investasi dalam efek hutang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan sebesar biaya perolehannya yang disesuaikan dengan amortisasi premi dan atau diskonto yang belum diamortisasi. Jika ada kemungkinan Perusahaan tidak dapat memperoleh kembali seluruh jumlah biaya perolehan yang seharusnya diterima sehubungan dengan persyaratan perjanjian efek hutang, maka penurunan yang bersifat permanen dianggap telah terjadi. Jika penurunan nilai wajar dinilai sebagai penurunan permanen, biaya perolehan efek individual harus diturunkan hingga sebesar nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut harus diakui dalam laporan laba rugi sebagai rugi yang telah direalisasi.
Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus, sedangkan biaya perolehan efek ekuitas ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
Investasi dalam reksa dana dicatat sebesar nilai aktiva bersih dan selisih antara nilai aktiva bersih dengan biaya perolehan dilaporkan dalam laporan laba rugi periode berjalan.
Investasi dalam bentuk saham
Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%, baik langsung maupun tidak langsung, dinyatakan sebesar biaya perolehan, ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).
Saham yang diperoleh dalam rangka restrukturisasi entitas sepengendali dicatat sebesar nilai buku investasi dari perusahaan yang mengalihkan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku tersebut dibukukan dalam akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, yang disajikan sebagai unsur ekuitas.
Perubahan nilai investasi pada anak perusahaan akibat adanya perubahan ekuitas anak perusahaan yang bukan berasal dari transaksi antara Perusahaan dan anak perusahaan dibukukan dalam akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, yang disajikan sebagai unsur ekuitas.
Investasi lainnya
Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
Investasi dalam bentuk pinjaman polis dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi dengan bunga diterima dimuka.
f. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
Perusahaan tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang premi sehubungan dengan kebijakan Perusahaan untuk tidak mengakui piutang premi yang telah melewati masa dispensasi pembayaran premi (lapse).
g. Biaya Dibayar Di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus .
h. Aktiva Tetap
Aktiva tetap, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tertentu telah dinilai kembali berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas.
Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double-declining balance method) kecuali bangunan yang disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method). Tarif penyusutan aktiva tetap adalah sebagai berikut:
Jenis Aktiva Tetap Tarif Penyusutan
Bangunan 5%
Kendaraan bermotor 50% - 25%
Mesin kantor 50% - 25%
Perabot kantor 50%
Inventaris kantor 50%
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Anak perusahaan, PT Anugrah Life Insurance, menggunakan metode penyusutan garis lurus (straight-line method) selama 4 tahun, untuk aktiva tetap yang dimiliki yaitu inventaris kantor.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisas i. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan.
i. Biaya Akuisisi Ditangguhkan
Sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2000, biaya-biaya yang berhubungan dengan penutupan polis, meliputi komisi, insentif, diskon premi dan pemeriksaan kesehatan calon tertanggung, ditangguhkan dan dialokasikan berdasarkan perhitungan aktuaria karena kewajiban manfaat polis masa depan ditentukan dengan metode tingkat premi murni (net level premium method). Sejak tahun 2001, biaya akuisisi yang berhubungan dengan kontrak asuransi baru langsung diakui sebagai beban tahun berjalan karena kewajiban manfaat polis masa depan ditentukan dengan metode Zillmer Quota 30 permil, sedangkan saldo biaya akuisisi ditangguhkan tetap dialokasikan berdasarkan perhitungan aktuaria.
j. Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Kewajiban manfaat polis masa depan adalah nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayar kepada pemegang polis atau ahli warisnya dikurangi dengan nilai sekarang estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi. Kewajiban manfaat polis masa depan dinyatakan pada neraca berdasarkan perhitungan aktuaria. Kenaikan (penurunan) kewajiban manfaat polis masa depan diakui sebagai beban (pendapatan) pada tahun berjalan.
k. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Tambahan modal disetor - bersih merupakan penjumlahan dari :
1) Agio saham yang merupakan selisih antara harga jual saham dengan nilai nominalnya.
2) Biaya emisi efek ekuitas yang berkaitan dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan. Biaya ini mencakup fee dan komisi yang dibayarkan kepada penjamin emisi, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, dan biaya pencetakan dokumen pernyataan pendaftaran, biaya pencatatan efek ekuitas di bursa efek, serta biaya promosi.
l. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan premi
Premi kontrak jangka pendek diakui sebagai pendapatan dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan.
Premi kontrak jangka panjang diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo.
Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan bagian premi yang telah dilunasi namun belum merupakan pendapatan karena masa pertanggungan masih berjalan pada akhir periode atas penutupan asuransi berjangka dan asuransi manfaat tambahan. Premi yang belum merupakan
pendapatan dihitung secara individual dari tiap pertanggungan yang besarnya ditetapkan secara proporsional dengan jumlah proteksi yang diberikan selama periode pertanggungan atau periode resiko.
Premi reasuransi adalah bagian dari premi bruto yang menjadi hak reasuradur berdasarkan perjanjian (kontrak) reasuransi. Premi reasuransi diakui selama periode reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh.
Hasil investasi
Penghasilan investasi dari bunga deposito berjangka, obligasi dan pinjaman polis diakui atas dasar proporsi waktu. Pendapatan dividen diakui pada saat surat pemberitahuan pembagian dividen diterima. Keuntungan (kerugian) atas pelepasan surat berharga diakui pada saat terjadinya transaksi. Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing yang berkaitan dengan investasi disajikan sebagai bagian dari hasil investasi.
Pendapatan lain
Pendapatan lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Klaim dan manfaat
Klaim dan manfaat asuransi meliputi klaim-klaim yang telah disetujui (settled claims), klaim dalam proses penyelesaian (outstanding claims) dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan (claims incurred but not yet reported). Klaim dan manfaat tersebut diakui sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Bagian klaim yang diperoleh dari reasuradur diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan pengakuan beban klaim.
Jumlah klaim dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, dinyatakan sebesar jumlah taksiran (estimasi) berdasarkan perhitungan teknis asuransi oleh aktuaris. Perubahan dalam jumlah estimasi kewajiban klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah atau pengurang beban dalam laporan laba rugi pada tahun terjadinya perubahan.
Reasuransi
Perusahaan dan anak perusahaan mereasuransikan sebagian resiko atas pertanggungan yang telah diaksep kepada perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar diakui sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh.
Beban usaha dan beban lain
Beban pemasaran, beban umum dan administrasi, dan beban lain diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
m. Program Pensiun dan Manfaat Karyawan Lainnya 1) Program Pensiun
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk sebagian besar karyawan tetapnya.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.
Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah Projected Benefit Cost Method - Entry Age Normal.
2) Manfaat Karyawan Lainnya
Perusahaan juga mengakui manfaat karyawan, sesuai Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, berupa kewajiban diestimasi atas uang pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian. Akrual atas kewajiban ini ditentukan berdasarkan selisih (full offset) antara penilaian aktuaria pada akhir tahun yang menggunakan metode Projected Unit Credit Actuarial Cost dengan perhitungan Simplified Method yang dilakukan oleh Perusahaan, dan disajikan dalam beban Karyawan dan Manajemen.
n. Pajak Penghasilan
Perusahaan dan anak perusahaan menghitung pajak penghasilan berdasarkan PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Mulai tahun 2001 Perusahaan dan anak perusahaan menghitung Pajak Penghasilan berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan, yaitu :
Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 50 juta 10%
Diatas Rp 50 juta sampai dengan Rp 100 juta 15%
Diatas Rp 100 juta 30%
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan tidak diakui atas dasar perbedaan temporer yang timbul dari goodwill (goodwill negatif) atau pada saat pengakuan awal aktiva dan kewajiban dari suatu transaksi yang bukan penggabungan usaha dan tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba fiskal.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.
o. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
p. Informasi Segmen
Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut pengelompokan (segmen) geografis.
Segmen geografis adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan mempunyai usaha di suatu atau sekelompok daerah dalam suatu wilayah geografis tertentu.
3. KONTRAK REASURANSI
Sehubungan dengan manajemen resiko atas polis-polis asuransi yang jumlah pertanggungannya melebihi retensi sendiri (own retention), Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan kontrak reasuransi jiwa dengan perusahaan reasuransi lokal maupun internasional. Untuk perus ahaan reasuransi lokal yaitu PT (Persero) Reasuransi Internasional Indonesia, PT Maskapai Reasuransi Indonesia dan PT Tugu Reasuransi. Untuk perusahaan reasuransi internasional yaitu Münchener Rückversicherungs - Gesellschaft, Swiss Reinsurance Company dan Citicorp Life Insurance Ltd.
4. DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN PANIN LIFE
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP -164/KM.17/1995 tanggal 23 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pengesahan untuk mengelola Dana Pensiun Lembaga Keuangan Panin Life (DPLKPL). Maksud dan tujuan dari DPLKPL adalah menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan baik karyawan maupun pekerja mandiri. Dalam menjalankan operasinya, beban DPLKPL ditanggung oleh Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan membebankan DPLKPL sejumlah biaya administrasi yang dicatat sebagai pendapatan lain.
5. INVESTASI
2003 2002 Pihak ketiga
a. Deposito berjangka Deposito wajib
Rupiah
Bank BII 3.200 -
Bank Victoria 2.050 2.050
US Dollar
Bank Mandiri 15.237 16.092
Jumlah 20.487 18.142
Deposito biasa Rupiah
Bank Mega 1.350 250
Bank Danpac 250 250
Bank Victoria - 56.250
Jumlah 1.600 56.750
Jumlah deposito berjangka 22.087 74.892
b. Surat berharga
Tanggal
Jatuh tempo 2003 2002
Efek hutang (obligasi) yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo Biaya perolehan - setelah dikurangi atau
ditambah dengan amortisasi premi atau diskonto
Rupiah
PT Astra International III 30/06/2005 9.167 29.820 PT Barito Pacific Timber 10/01/2007 4.625 5.000 PT Pakuwon Jati II 17/12/2012 2.000 2.000 PT Ciputra Development 18/07/2003 - 933
Jumlah Rupiah 15.792 37.753
US Dollar
PT Astra Overseas Finance BV 20/06/2006 24.967 29.150
Jumlah 40.759 66.903
Kerugian akibat penurunan permanen
nilai wajar efek hutang (3.148) (3.521) Jumlah efek hutang - bersih 37.611 63.382 Efek ekuitas (saham) yang dimaksudkan
untuk diperdagangkan
PT Ciputra Surya Tbk 537 1.324
PT Maskapai Reasuransi Indonesia 52 52
Jumlah 589 1.376
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
akibat kenaikan (penurunan) harga pasar 699 (857) Jumlah efek ekuitas - bersih 1.288 519 Reksa dana
Rupiah
MeesPierson Finas Investa Lestari 22.008 10.166 MeesPierson Finas Investa X-Tra 9.471 6.907
Schroder Dana Mantap 7.055 41.582
Schroder Dana Prestasi 4.200 1.368
Nikko Uang Likuid 550 9.218
Jumlah rupiah 43.284 69.241
Dollar
Danareksa Melati Dollar 170.645 45.950
Jumlah reksa dana 213.929 115.191
Jumlah surat berharga 252.828 179.092
2003 2002 c. Pinjaman polis
Rupiah 10.452 5.266
US Dollar 3.250 4.460
Jumlah 13.702 9.726
d. Investasi lain
PT Damai Indah Padang Golf 122 122
PT Menara Proteksi Indonesia 20 20
Dewan Asuransi Indonesia 1 1
Jumlah 143 143
Jumlah pihak ketiga 288.760 263.853
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai aktiva bersih reksa dana adalah Rp 9.746 juta pada tahun 2003 dan Rp 3.309 juta pada tahun 2002 (Catatan 24).
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
2003 2002
a. Deposito berjangka PT Bank Pan Indonesia Tbk
Rupiah 6.900 700
US Dollar 31.290 1.867
Jumlah 38.190 2.567
b. Surat berharga Tanggal
Jatuh Tempo Efek hutang (obligasi) yang dimaksudkan
untuk dimiliki hingga jatuh tempo Biaya perolehan - setelah dikurangi atau
ditambah dengan amortisasi premi atau diskonto
Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 18/06/2013 76.005 -
PT Clipan Finance Indonesia 19/11/2008 5.000 -
Jumlah efek hutang - bersih 81.005 -
Efek ekuitas (saham) yang tersedia untuk dijual
PT Bank Pan Indonesia Tbk 592.567.000 saham 106.769 106.769
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan
harga pasar 62.113 -
Jumlah efek ekuitas - bersih 168.882 106.769
Reksa dana
Reksa Panin 59.260 14.790
Jumlah surat berharga 309.147 121.559
c. Investasi dalam bentuk saham Metode ekuitas
PT Bank Pan Indonesia Tbk
5.688.376.160 saham (38,20%) 1.151.782 1.037.164
PT Epanin Dotcom
6.000.000 saham (30%) 3.949 3.755
Jumlah 1.155.731 1.040.919
Jumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa 1.503.068 1.165.045
Jumlah Investasi 1.791.828 1.428.898
Pada tahun 2002 tidak terdapat keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar saham yang tersedia untuk dijual karena harga pasar pada akhir tahun dan harga perolehan adalah sama.
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai aktiva bersih reksa dana adalah Rp 140 juta pada tahun 2003 dan Rp 76 juta pada tahun 2002 (Catatan 24).
Perubahan nilai investasi dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:
2003 2002
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Saldo awal tahun 1.037.164 931.292
Bagian laba bersih perusahaan asosiasi 159.885 37.571
Dividen yang diterima (45.267) -
Tambahan investasi - 68.301
Jumlah 1.151.782 1.037.164
PT Epanin Dotcom
Saldo awal tahun 3.755 3.492 Bagian laba bersih perusahaan asosiasi 194 263 Jumlah 3.949 3.755
Total akhir tahun 1.155.731 1.040.919
Suku bunga per tahun Deposito wajib
Rupiah 6,75% - 14,00% 13% - 17,88%
US Dollar 1,00% - 2,75% 2,75% - 5,33%
Deposito biasa
Rupiah 6,40% - 14,30% 13% - 17,88%
US Dollar 1,00% - 2,25% 2% - 5,33%
Obligasi 9,69% - 15,50% 14,25% - 19,13%
Pinjaman Polis
Rupiah 13% - 16% 16% - 18%
US Dollar 5,00% - 5,50% 5,25% - 7,50%
2003 2002
Deposito wajib merupakan dana jam inan dalam bentuk deposito berjangka atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia qq Perusahaan. Menurut Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 1992 pasal 7 ayat 1 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 424/KMK.06/2003 pasal 36 ayat 1 huruf b, jumlah dana jaminan tersebut adalah sekurang-kurangnya 20% dari modal disetor yang dipersyaratkan ditambah 5% dari cadangan premi (kewajiban manfaat polis masa depan), termasuk cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan.
Deposito biasa merupakan penempatan dalam deposito berjangka yang mempunyai jangka waktu satu sampai dengan dua belas bulan. Penempatan deposito berjangka pada bank yang mempunyai
hubungan istimewa dilakukan dengan tingkat bunga, syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila ditempatkan pada bank pihak ketiga.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 424/KMK.06/2003, Perusahaan diwajibkan melakukan investasi pada jenis-jenis investasi yang diperkenankan sekurang- kurangnya sebesar cadangan teknis (terdiri dari kewajiban manfaat polis masa depan, estimasi kewajiban klaim dan premi yang belum merupakan pendapatan) dan hutang klaim retensi sendiri. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 investasi yang diperkenankan masing-masing sebesar Rp 611.363 juta dan Rp 465.636 juta.
6. KAS DAN BANK
2003 2002
Kas 36 34
Bank
Pihak ketiga
Rupiah 5.701 3.268
US Dollar 3.097 1.588
Jumlah pihak ketiga 8.798 4.856
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Bank Pan Indonesia Tbk
Rupiah 3.775 9.274
US Dollar 1.358 687
Jumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa 5.133 9.961
Jumlah 13.967 14.851
7. PIUTANG PREMI
2003 2002
Pihak ketiga
Asuransi perorangan 2.100 3.350
Asuransi kumpulan 26 486
Jumlah pihak ketiga 2.126 3.836
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Asuransi kumpulan
PT Bank Pan Indonesia Tbk 405 670
Jumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa 405 670
Jumlah 2.531 4.506
Piutang premi berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2003 2002
Rupiah 1.837 3.051
US Dollar 694 1.455
Jumlah 2.531 4.506
8. PIUTANG REASURANSI
2003 2002
Citicorp Life Insurance Ltd. 84 100
Swiss Reinsurance Company 58 66
Münchener Rückversicherungs-Gesellschaft 5 -
PT (Persero) Reasuransi Internasional Indonesia - 279
Jumlah 147 445
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang reasuransi dapat ditagih sehingga Perusahaan tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu.
9. PIUTANG HASIL INVESTASI
2003 2002
Pihak ketiga
Bunga pinjaman polis 352 480
Bunga obligasi 20 -
Bunga deposito berjangka 14 113
Jumlah pihak ketiga 386 593
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Bunga obligasi 349 -
Hasil reksa dana 269 96
Bunga deposito berjangka 9 2 Jumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa 627 98
Jumlah 1.013 691
10. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini sebagian besar merupakan pinjaman pegawai dengan tingkat bunga berkisar antara 0% - 6%
per tahun yang akan dibayarkan kembali melalui pemotongan gaji.
11. AKTIVA TETAP
1 Januari 31 Desember
2003 Penambahan Pengurangan 2003
Biaya perolehan
Tanah 1.093 - - 1.093
Bangunan 4.035 106 - 4.141 Kendaraan bermotor 2.315 526 464 2.377 Mesin kantor 4.031 177 - 4.208 Perabot kantor 1.596 57 2 1.651 Inventaris kantor 1.895 1 - 1.896 Jumlah 14.965 867 466 15.366 Akumulasi penyusutan
Bangunan 2.040 506 - 2.546 Kendaraan bermotor 1.908 93 430 1.571 Mesin kantor 2.905 478 - 3.383 Perabot kantor 1.422 110 1 1.531 Inventaris kantor 1.663 90 - 1.753 Jumlah 9.938 1.277 431 10.784
Jumlah Tercatat 5.027 4.582
1 Januari 31 Desember
2002 Penambahan Pengurangan 2002
Biaya perolehan
Tanah 1.093 - - 1.093
Bangunan 3.702 333 - 4.035 Kendaraan bermotor 2.335 107 127 2.315 Mesin kantor 3.577 459 5 4.031 Perabot kantor 1.486 129 19 1.596 Inventaris kantor 1.889 6 - 1.895 Jumlah 14.082 1.034 151 14.965 Akumulasi penyusutan
Bangunan 1.838 202 - 2.040 Kendaraan bermotor 1.854 145 91 1.908 Mesin kantor 2.404 506 5 2.905 Perabot kantor 1.299 137 14 1.422 Inventaris kantor 1.546 117 - 1.663 Jumlah 8.941 1.107 110 9.938
Jumlah Tercatat 5.141 5.027
Perusahaan melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya yang diperoleh sampai dengan tanggal 12 September 1986 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45 tanggal 2 Oktober 1989 dan telah memperoleh persetujuan dari kantor pajak dalam Surat Keputusan No. KEP-25A/WPJ.05/KP.03/1989.
Selisih penilaian kembali aktiva tetap sebesar Rp 593 juta dicatat sebagai bagian dari ekuitas.
Beban penyusutan adalah Rp 1.277 juta dan Rp 1.107 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2003 dan 2002.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 15 tahun sampai dengan 25 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2000 dan 2024. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Panin Insurance Tbk, pemegang saham mayoritas Perusahaan, dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 4.433 juta dan Rp 6.588 juta. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.
12. BIAYA AKUISISI DITANGGUHKAN
2003 2002
Saldo awal tahun - bersih 13.630 22.880
Amortisasi biaya akuisisi ditangguhkan (5.638) (9.250)
Jumlah - bersih 7.992 13.630
Biaya akuisisi terdiri dari:
2003 2002
Komisi 14.437 14.893
Diskon premi 3.264 2.548
Insentif 3.241 4.818
Pemeriksaan kesehatan calon tertanggung 328 242
Jumlah 21.270 22.501
Amortisasi biaya akuisisi ditangguhkan 5.638 9.250
Jumlah 26.908 31.751
13. AKTIVA LAIN-LAIN
2003 2002
Biaya renovasi ditangguhkan 762 1.438
Alat tulis kantor dan cetakan 132 139
Suvenir 38 43
Uang muka perbaikan gedung 37 199
Hak guna bangunan ditangguhkan 25 20 Biaya pengembangan sistem ditangguhkan 15 97
Jumlah 1.009 1.936
14. KEWAJIBAN KEPADA PEMEGANG POLIS a. Kewajiban manfaat polis masa depan
Kewajiban manfaat polis masa depan merupakan jumlah dana yang harus disediakan oleh penanggung untuk membayar manfaat dari klaim yang jatuh tempo di masa yang akan datang
kepada pihak sebagaimana dinyatakan dalam polis, yang ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan asumsi sebagai berikut:
Metode perhitungan : Metode prospektif
Tabel mortalita : C.S.O 1941, C.S.O 1958 dan C.S.O 1980 Tingkat bunga : Polis Rupiah = 6% - 9%
Polis US Dollar = 4% - 6%
Polis Swiss Franc = 6%
Umur : Menurut umur sebenarnya
Masa pertanggungan : Menurut masa pertanggungan yang sebenarnya Sistem perhitungan cadangan : Polis yang diproduksi sebelum tahun 1996
Menggunakan Zillmer Quota 40 permil Polis yang diproduksi mulai tahun 1996
Menggunakan Net Level Premium (Cadangan INA) Polis yang diproduksi mulai tahun 2001
Menggunakan Zillmer Quota 30 permil
Kewajiban manfaat polis masa depan menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut:
2003 2002 Perorangan
Unit link 194.270 53.509
Dwiguna kombinasi 173.513 145.654
Seumur hidup 111.176 69.810
Dwiguna 37.173 103.170
Anuitas 417 295
Jumlah 516.549 372.438
Kumpulan
Kematian 11.703 10.079
Dwiguna 2.117 2.322
Dwiguna kombinasi 87 69
Jumlah 13.907 12.470
Jumlah 530.456 384.908
Perubahan kewajiban manfaat polis masa depan adalah sebagai berikut:
2003 2002
Saldo awal tahun 384.908 317.450
Kenaikan kewajiban manfaat polis masa depan 145.548 67.458
Saldo akhir tahun 530.456 384.908
b. Estimasi kewajiban klaim
Estimasi kewajiban klaim merupakan kewajiban yang disisihkan untuk memenuhi kewajiban klaim yang terjadi dan yang masih dalam proses penyelesaian atas polis -polis asuransi yang masih berlaku (policies in force) selama periode akuntansi. Kewajiban ini meliputi baik klaim yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan dan dihitung sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Perubahan estimasi kewajiban klaim adalah sebagai berikut:
2003 2002
Saldo awal tahun 1.690 2.579
Kenaikan (penurunan) estimasi kewajiban klaim 1.498 (889)
Saldo akhir tahun 3.188 1.690
c. Hutang klaim
Akun ini merupakan hutang kepada pemegang polis (participants) sehubungan dengan klaim manfaat, klaim meninggal, klaim tahapan dan klaim habis kontrak yang telah disetujui pembayarannya.
Hutang klaim menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut:
2003 2002
Dwiguna kombinasi 6.139 6.742
Anuitas 800 527
Dwiguna 720 721
Seumur hidup 354 940
Jumlah 8.013 8.930
d. Premi yang belum merupakan pendapatan
Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan bagian yang belum merupakan pendapatan dari premi yang sudah dibayar atas polis asuransi kontrak jangka pendek. Perhitungannya dilakukan setiap akhir tahun atas setiap polis secara proporsional.
Premi yang belum merupakan pendapatan menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut:
2003 2002
Perorangan
Kesehatan 651 573
Kematian 181 173
Kecelakaan diri 134 130
Unit link 14 18
Jumlah 980 894
Kumpulan
Kematian 473 483
Kesehatan 34 223
Kecelakaan diri 6 6
Jumlah 513 712
Jumlah 1.493 1.606
Perubahan premi yang belum merupakan pendapatan adalah sebagai berikut:
2003 2002
Saldo awal tahun 1.606 3.671
Penurunan premi yang belum merupakan pendapatan (113) (2.065)
Saldo akhir tahun 1.493 1.606
Perhitungan kewajiban manfaat polis masa depan dan premi yang belum merupakan pendapatan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 dilakukan oleh aktuaris Perusahaan.
15. TITIPAN PREMI
Titipan premi merupakan hutang kepada pemegang polis sehubungan dengan prem i diterima di muka.
Rincian titipan premi menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut:
2003 2002
Seumur hidup 171 185
Kematian 146 3
Dwiguna kombinasi 77 46
Dwiguna 6 6
Kecelakaan 1 1
Jumlah 401 241
16. HUTANG REASURANSI
2003 2002
PT (Persero) Reasuransi Internasional Indonesia 292 194 PT Maskapai Reasuransi Indonesia 30 94 Münchener Rückversicherungs-Gesellschaft 27 24
PT Tugu Reasuransi 2 1
Jumlah 351 313
17. HUTANG LAIN -LAIN
Akun ini sebagian besar merupakan titipan pembayaran klaim yang akan dikompensasikan dengan premi dan insentif yang diberikan kepada penagih dan lain-lain.
18. PERPAJAKAN
2003 2002
Hutang pajak Pajak penghasilan
Pasal 21 429 335
Pasal 23 - 43
Pajak Pertambahan Nilai - 1
Jumlah 429 379
19. MODAL SAHAM
Jumlah Persentase Jumlah
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor
PT Panin Insurance Tbk 11.088.421.904 92,58% 1.386.053 Crystal Chain Holding Limited 246.295.968 2,06% 30.787
DPK Panin Bank 139.334.800 1,16% 17.417
Omnicourt Group Limited - BVI 127.704.000 1,07% 15.963 PT Panin Investment Ent. 107.476.652 0,90% 13.435 Reksadana Panin Dana Optima 100.810.000 0,84% 12.601 PT Famlee Invesco 42.600.000 0,36% 5.325 PT Panin Geninholdco 13.354.500 0,11% 1.669 PT Panca Overseas Finance Tbk 12.000.000 0,10% 1.500 PT Panin Agung Inti Insurance Agency 3.300.120 0,03% 413 PT Panin Sekuritas 385.000 0,00% 48
Dana Pensiun Asuransi Panin 1.060 0,00% -
Masyarakat lainnya 95.259.636 0,79% 11.907
Jumlah 11.976.943.640 100,00% 1.497.118
2003
Jumlah Persentase Jumlah
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor
PT Panin Insurance Tbk 2.769.685.976 92,50% 1.384.843
Crystal Chain Holdings Limited 61.573.992 2,05% 30.787
DPK Panin Bank 34.833.700 1,16% 17.417
Omnicourt Group Limited - BVI 31.926.000 1,07% 15.963 PT Panin Investment Ent. 26.869.163 0,90% 13.435 Reksadana Panin Dana Optima 25.202.500 0,84% 12.601
PT Famlee Invesco 10.650.000 0,36% 5.325
PT Panin Geninholdco 5.255.000 0,18% 2.627 PT Panin Overseas Finance 3.000.000 0,10% 1.500 PT Panin Agung Inti Insurance Agency 1.785.405 0,06% 893 Dana Pensiun Asuransi Panin 1.385.890 0,05% 693 PT Panin Sekuritas 297.800 0,01% 149
Masyarakat lainnya 21.690.609 0,72% 10.845
Jumlah 2.994.156.035 100,00% 1.497.078
2002
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perus ahaan sebagaimana tercantum dalam akta notaris Veronica Lily Dharma, S.H., No. 14 tanggal 28 Juni 2002, para pemegang saham menyetujui untuk melaksanakan perubahan nilai nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 125 per saham.
Perubahan jumlah saham beredar untuk tahun 2003 adalah sebagai berikut :
Jumlah Saham
Saldo 1 Januari 2003 2.994.156.035
Pemecahan nilai nominal saham 8.982.468.105
Pelaksanaan waran menjadi saham
Waran Seri II 12.000
Waran Seri III 307.500
Saldo 31 Desember 2003 11.976.943.640
Pada tanggal 31 Desember 2003 jumlah waran yang belum dilaksanakan adalah 1.642.344.036 waran yang terdiri dari Waran Seri II sejumlah 612.404.296 waran dan Waran Seri III sejumlah 1.029.939.740 waran. Waran Seri II diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas IV dengan periode pelaksanaan sejak tanggal 25 April 2000 sampai dengan 2 November 2004 dan harga pelaksanaan sebesar Rp 125 per saham. Waran seri III diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas V dengan periode pelaksanaan sejak tanggal 20 Juni 2000 sampai dengan 28 Desember 2004 dan harga pelaksanaan sebesar Rp 125 per saham. Apabila seluruh waran dilaksanakan, maka setiap pemegang saham Perusahaan terdilusi sebesar 12,06%.
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
Akun ini terdiri dari agio saham dan biaya emisi efek ekuitas, dengan rincian sebagai berikut:
Agio saham
Jumlah
saham Agio per saham Jumlah
(lembar) (dalam Rupiah penuh) Penjualan saham:
Tahun 1983 1.020.000 1.950 1.989
Tahun 1989 793.664 5.300 4.206
Saham bonus tahun 1990 186.143 2.750 512
Swap share pada tahun 1991 15.520.000 10.000 155.200
Kapitalisasi agio saham tahun 1992 55.499.421 (55.499)
Sub jumlah 106.408
Biaya emisi efek ekuitas
Biaya Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham
- PUT II tahun 1998 (435)
- PUT III tahun 1999 (332)
- PUT IV tahun 1999 (551)
- PUT V tahun 1999 (444)
Sub jumlah (1.762)
Saldo per 31 Desember 2003 dan 2002 104.646
21. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI
Akun ini merupakan selisih antara harga perolehan peningkatan investasi dalam bentuk saham pada PT Bank Pan Indonesia Tbk dengan nilai buku yang sebelumnya dicatat oleh PT Panin Insurance Tbk dengan rincian sebagai berikut:
2003 2002
Harga perolehan 1.214.310 1.214.310
Nilai buku investasi pada PT Bank Pan Indonesia Tbk
yang sebelumnya dicatat oleh PT Panin Insurance Tbk 510.691 510.691 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 703.619 703.619
22. SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN
Akun ini merupakan perubahan ekuitas anak perusahaan yang timbul akibat penerapan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 46 Akuntansi Pajak Penghasilan pada anak perusahaan, PT Anugrah Life Insurance, pada tahun 2001.
23. PENDAPATAN PREMI BRUTO
Akun ini merupakan premi yang diperoleh dari tertanggung atau pemegang polis baik kontrak jangka pendek maupun kontrak jangka panjang.
Pendapatan premi bruto adalah sebagai berikut:
2003 2002
Premi asuransi perorangan
Pertama 364.786 167.269
Lanjutan 107.449 103.874
Premi asuransi kumpulan 20.367 18.082
Jumlah 492.602 289.225
Pendapatan premi bruto berdasarkan jenis as uransi adalah sebagai berikut:
2003 2002
Perorangan
Dwiguna kombinasi 203.100 46.960
Unit link 182.046 48.943
Seumur hidup 71.714 70.923
Dwiguna 14.642 103.546
Kematian 317 240
Kesehatan 291 416
Kecelakaan diri 107 91
Anuitas 18 24
Sub jumlah 472.235 271.143
Kumpulan
Kematian 17.990 15.613
Kesehatan 1.164 2.022
Dwiguna kombinasi 657 14
Dwiguna 373 378
Kecelakaan diri 183 55
Sub jumlah 20.367 18.082
Jumlah 492.602 289.225
Pendapatan premi bruto yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp 9.968 juta dan Rp 6.807 juta (Catatan 34).
24. HASIL INVESTASI
2003 2002
Bagian laba bersih perusahaan asosiasi 160.079 37.834
Hasil reksa dana 13.073 4.144
Bunga obligasi 11.485 10.297
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai aktiva
bersih reksa dana 9.886 3.385
Deviden 4.953 8
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan
harga pasar saham 2.357 37
Bunga pinjaman polis 2.328 1.167
Bunga deposito berjangka 764 12.631
Administrasi pinjaman polis 7 8
Kerugian pelepasan surat berharga - bersih (168) (9.287)
Administrasi pencatatan saham (305) (326)
Kerugian kurs mata uang asing - bersih (4.224) (17.334)
Penghapusan obligasi - (1.166)
Lainnya 22 1.078
Jumlah 200.257 42.476
Hasil investasi yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp 181.210 juta dan Rp 43.922 juta (Catatan 34).
25. PENDAPATAN LAIN
2003 2002
Keuntungan kurs mata uang asing 2.113 2.924
Komisi reasuransi 1.038 1.690
Jasa giro 888 364
Keuntungan penjualan aktiva tetap 442 77
Lainnya 1.156 184
Jumlah 5.637 5.239
Pendapatan lain yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp 742 juta dan Rp 242 juta (Catatan 34).
26. BEBAN KLAIM DAN MANFAAT
2003 2002
Klaim nilai tunai 225.443 29.887
Klaim polis bebas premi 38.589 1.800
Klaim habis kontrak 37.973 107.456
Klaim tahapan 28.151 26.122
Klaim meninggal 6.631 5.284
Lainnya 1.379 1.334
Jumlah 338.166 171.883
27. BEBAN PEMASARAN
2003 2002
Cetakan 1.059 417
Promosi dan hadiah 831 1.480
Gaji dan bonus 460 641
Administrasi pemasaran 284 337
Pendidikan dan latihan 229 63 Perjalanan dinas dan transportasi 94 61
Iklan 40 64
Pensiun dan ASTEK 34 37
Jumlah 3.031 3.100
28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2003 2002
Karyawan dan manajemen 14.860 12.236
Administrasi kantor 5.889 4.434
Sewa kantor 2.134 2.156
Umum 1.974 1.454
Penyusutan 1.277 1.107
Perbaikan dan reparasi 1.142 1.371
Pendidikan dan latihan 841 744
Jumlah 28.117 23.502
Beban sewa kantor dan asuransi yang dibayar kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tahun 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp 1.661 juta dan Rp 1.623 juta (Catatan 34).
29. PAJAK PENGHASILAN
Penghasilan (beban) pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari:
2003 2002
Pajak kini - -
Pajak tangguhan 11.603 1.041
Jumlah 11.603 1.041
Beban pajak tangguhan anak perusahaan 3 72 Penghasilan pajak tangguhan Perusahaan 11.606 1.113
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan rugi menurut pajak adalah sebagai berikut:
2003 2002
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi 152.318 38.811 Laba sebelum pajak anak perusahaan 453 693
Laba sebelum pajak Perusahaan 151.865 38.118
Perbedaan temporer :
Biaya akuisisi ditangguhkan 5.638 9.250
Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal :
Beban usaha 1.729 1.836
Kerugian pelepasan surat berharga 180 9.287
Penyusutan 137 37
Hasil investasi lainnya (22) -
Keuntungan penjualan aktiva tetap (442) (77) Keuntungan yang belum direalisasi akibat
kenaikan harga pasar surat berharga (2.357) (37)
Deviden (4.749) (8)
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai
aktiva bersih reksa dana (9.852) (3.243)
Hasil reksa dana (12.765) (3.930)
Penghasilan bunga (13.067) (23.462)
Bagian laba bersih perusahaan asosiasi (160.079) (37.834)
Rugi penghapusan obligasi - 1.166
Jumlah (201.287) (56.265)
Rugi menurut pajak sebelum kompensasi kerugian (43.784) (8.897) Kompensasi kerugian
2002 (8.897) -
2001 - (10.734)
Rugi menurut pajak (52.681) (19.631)
Perusahaan mengalami rugi menurut pajak sehingga beban pajak kini adalah nihil.
Rugi menurut pajak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2002 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Dibebankan Dibebankan
1 Januari ke laporan 31 Desember ke laporan 31 Desember
2002 laba rugi 2002 laba rugi 2003
Aktiva pajak tangguhan:
Rugi fiskal
2003 - - - 13.151 13.151
2002 - 2.687 2.687 - 2.687
2001 3.234 - 3.234 (3.233) 1
2000 4.425 (4.421) 4 - 4
1999 8 - 8 - 8
1998 7 - 7 (7) -
Kewajiban pajak tangguhan:
Biaya akuisisi ditangguhkan (6.847) 2.775 (4.072) 1.692 (2.380)
Jumlah 827 1.041 1.868 11.603 13.471
Pada tahun 2001, Perusahaan dan anak perusahaan mengalami kerugian fiskal sebesar Rp 10.812 juta yang dapat dikompensasikan dengan laba fiskal pada masa lima tahun mendatang. Pada tahun 2003, manajemen memperkirakan bahwa kerugian fiskal tersebut tidak dapat direalisasikan sehingga tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan pada tanggal neraca.
Pada tahun 1998, anak perusahaan, PT Panin Banholdco, mengalami kerugian fiskal sebesar Rp 23 juta yang dapat dikompensasikan dengan laba fiskal pada masa lima tahun mendatang. Pada tahun 2003, manajemen memperkirakan bahwa kerugian fiskal tersebut tidak dapat direalisasikan sehingga tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan pada tanggal neraca.
Pada tahun 2000, Perusahaan dan anak perusahaan mengalami kerugian fiskal sebesar Rp 14.738 juta yang dapat dikompensasikan dengan laba fiskal pada masa lima tahun mendatang. Pada tahun 2002, manajemen memperkirakan bahwa kerugian fiskal tersebut tidak dapat direalisasikan sehingga tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan pada tanggal neraca.
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
2003 2002 Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi
(laba akuntansi) 152.318 38.811
Laba sebelum pajak anak perusahaan (453) (693)
Laba sebelum pajak Perusahaan 151.865 38.118
Tarif pajak yang berlaku :
10 % x Rp 50 juta (5) (5)
15 % x Rp 50 juta (8) (8)
30 % x Rp 151.765 juta tahun 2003 dan Rp 38.018 juta tahun 2002 (45.530) (11.405)
Jumlah (45.543) (11.418)
Ditambah penghasilan (beban) yang tidak dapat dikurangkan menurut fiskal:
Beban usaha (537) (568)
Kerugian pelepasan surat berharga (54) (2.786)
Penyusutan (41) (11)
Hasil investasi lainnya 7 -
Keuntungan penjualan aktiva tetap 133 23
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan
harga pasar surat berharga 707 11
Deviden 1.425 3
Keuntungan yang belum direalisasi akibat kenaikan nilai
aktiva bersih reksa dana 2.956 973
Hasil reksa dana 3.829 1.179
Penghasilan bunga 3.920 7.039
Bagian laba bersih perusahaan asosiasi 48.024 11.350
Rugi penghapusan obligasi - (350)
Jumlah 60.369 16.863
Rugi fiskal yang tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan (3.220) (4.332)
Jumlah Penghasilan pajak Perusahaan 11.606 1.113
30. LABA PER SAHAM Laba Bersih
Laba bersih yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah Rp 163.921 juta pada tahun 2003 dan Rp 39.852 juta pada tahun 2002.