1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat ini terjadi perkembangan dan perubahan zaman yang cepat menyebabkan persaingan antar industri semakin kuat. Kebutuhan manusia sebagai konsumen pun harus disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi saat ini.
Terdapat berbagai bidang industri yang berjalan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin beragam. Menurut Purchasing Manager Index (PMI, 2015), menunjukkan indeks manufaktur Indonesia berada di level 48,5 pada bulan Januari, atau meningkat dari level 47,6 pada bulan sebelumnya. Angka berada di bawah level 50 merupakan level tidak aman, namun terdapat tren perbaikkan menuju level aman, yang menunjukkan industri bisa berjalan dengan stabil. Industri manufaktur merupakan industri yang keberadaan dan perkembangannya sangat dibutuhkan oleh manusia.
Industri manufaktur plastik merupakan industri yang sangat dibutuhkan manusia.
Hal ini menyebabkan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri ini karena memiliki potensi pasar yang bagus baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Direktur Jendral Basis Industri Manufaktur Kementrian Perindustrian, potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar, saat ini, konsumsi nasional per kapita baru 10 kilogram (kg), relatif lebih rendah dibandingkan negara Asean lainnya, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang mencapai 40 kg. Permintaan plastik terbesar berupa kemasan didorong oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman. Indonesia memiliki 892 perusahaan industri kemasan plastik yang tersebar di beberapa wilayah. Dikutip dalam http://www.kemenperin.go.id/artikel/4706/Pengembangan-Industri-Plastik-Didorong.
Industri manufaktur plastik dapat menjadi bagian yang penting dalam hidup manusia mengingat industri ini dapat menghasilkan berbagai kemasan plastik yang dapat di gunakan untuk mendukung kebutuhan saat ini yang sudah di pengaruhi oleh perkembangan zaman. Seperti kemasan makanan dan minuman yang berasal dari plastik yang di butuhkan untuk perusahaan penghasil makanan dan minuman instan yang banyak di butuhkan oleh manusia saat ini.
Dalam industri manufaktur, kegiatan operasionalisasi perusahaan merupakan bagian yang sangat penting dan rawan karena bagian tersebut sangat mempengaruhi pendapatan yang diterima perusahaan dan mengatur proses kinerja dan kegiatan perusahaan. Dalam perusahaan yang bergerak di industri manufaktur kegiatan produksi merupakan bagian utama dalam perusahaan, apabila proses produksi berjalan dengan lancar maka perusahaan dapat melakukan penjualan dan memperoleh pendapatan dan tujuan perusahaan akan tercapai, namun apabila proses produksi tidak dapat berjalan dengan lancar maka perusahaan tidak dapat melakukan penjualan dan tidak dapat memperoleh pendapatan yang optimal dan perusahaan tidak dapat mencapai tujuan. Untuk mencapai kelancaran dalam proses produksi di perlukan ketersediaan bahan baku yang akan diolah dalam proses produksi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dalam proses produksi seringkali terjadi masalah yang dihadapi perusahaan berupa kurang optimalnya pengendalian persediaan bahan baku perusahaan, dimana perusahaan sering menghadapi keadaan dimana kelebihan persediaan yang secara tidak langsung meningkatkan biaya persediaan dan kekurangan persediaan yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Diperlukan pengendalian persediaan untuk menghitung hal-hal yang mempengaruhi persediaan perusahaan, seperti permintaan konsumen, jumlah pemesanan optimal, jumlah pemesanan yang harus dipesan dalam periode tertentu.
Kesalahan dalam melakukan pengendalian persediaan dapat menyebabkan perusahaan harus mempengaruhi keuntungan perusahaan, hal ini terjadi karena apabila perusahaan terlalu banyak memesan bahan baku atau kelebihan bahan baku, akan mempengaruhi besarnya jumlah biaya persediaan yang di perlukan perusahaan.
Biaya persediaan di pengaruhi oleh banyaknya jumlah barang yang di simpan oleh perusahaan dalam bentuk bahan baku ataupun barang yang telah melewati tahap produksi. Besarnya biaya persediaan mengikuti jumlah persediaan yang ada, semakin banyak jumlah persediaan semakin besar biaya persediaan yang harus dikeluarkan, sebaliknya apabila jumlah persediaan terlalu sedikit dapat mempengaruhi pendapatan perusahaaan, yang di sebabkan oleh perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen karena kekurangan bahan baku.
Kesalahan dalam melakukan pengendalian persediaan tersebut dapat terjadi karena perusahaan tidak memiliki model yang tepat untuk melakukan peramalan atau perkiraan persediaan ataupun permintaan yang tepat (forecasting) dan sistem yang
dapat menghitung jumlah pemesanan yang optimal (Economic Order Quantity).
Sistem tersebut dapat membantu perusahaan untuk mengetahui jumlah pesanan optimal yang di butuhkan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan agar tidak mengalami kelebihan atau kekurangan persediaan, hal ini akan sangat mempengaruhi keuntungan yang diperoleh perusahaan.
PT. Cosmo Makmur Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan kemasan plastik, dengan spesialisasi dalam membuat kemasan plastik untuk makanan dan minuman dan lainnya. Saat ini perusahaan banyak memenuhi kebutuhan plastic packaging untuk industri makanan dan makanan ringan, botol galon, home industry, dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu perusahaan harus setiap saat dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan melakukan produksi secara terus menerus ketika terdapat permintaan. Karena apabila perusahaan tidak mampu memenuhi pesanan pelanggan atau terlambat memenuhi permintaan yang diakibatkan oleh kurangnya persediaan barang dikhawatirkan akan menurunkan minat pelanggan untuk tetap memesan kepada perusahaan.
Dalam proses memproduksi, PT. Cosmo Makmur Indonesia memerlukan perancangan persediaan yang tepat untuk menjalankan proses produksi yang efektif dan efisien. Perusahaan perlu melakukan peramalan mengenai permintaan dan persediaan agar tidak terjadi kekurangan bahan baku yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi.
Tabel 1.1 Perbedaan persediaan dengan permintaan produk Bulan Mei 2014 – April 2015 (dalam kilogram)
Bulan Persediaan Permintaan Perbedaan
Mei (2014) 217.921 159.841 58.080
Juni 239.761 180.507 59.254
Juli 270.760 158.440 112.320
Agustus 237.660 134.565 103.095
September 201.847 150.749 51.098
Oktober 226.123 149.701 76.422
November 224.551 147.756 76.795
Desember 221.634 133.398 88.236
Januari (2015) 200.097 146.143 53.954
Februari 219.214 147.506 71.708
Maret 221.259 199.448 21.811
April 299.172 120.742 178.430
Sumber : Data PT. Cosmo Makmur Indonesia (2015)
Keterangan : Tabel seperti yang tertera pada halaman sebelumnya
Perusahaan memproduksi kemasan plastik dengan tidak mengetahui berapa jumlah yang perlu di produksi untuk memenuhi persediaan di periode berikutnya.
Perusahaan sering kali mengalami kekurangan bahan baku dan juga terkadang mengalami kelebihan persediaan barang. Hal tersebut dapat terjadi karena perusahaan tidak tahu berapa perkiraan jumlah yang perlu di pesan dari pemasok.
Apabila mengalami kekurangan persediaan, perusahaan akan mengalami keterlambatan dalam memproduksi barang, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan dengan tepat waktu. Sebaliknya apabila perusahaan mengalami kelebihan bahan baku, maka biaya persediaan akan bertambah sehingga perusahaan tidak dapat memaksimalkan keuntungan dengan optimal. Perusahaan juga perlu menetapkan kapan harus melakukan pemesanan kembali dan menetapkan persediaan pengaman agar tidak menganggu proses produksi. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan sangat membutuhkan model yang tepat untuk perencanaan dan pengendalian bahan baku untuk memproduksi kemasan plastik.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi perusahaan, penulis ingin mengusulkan suatu metode peramalan dan metode untuk mengetahui jumlah pemesanan persediaan yang ekonomis pada PT. Cosmo Makmur Indonesia. Berdasarkan uraian diatas, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Perencanaan Persediaan barang menggunakan Metode Forecasting dan EOQ Pada PT. Cosmo Makmur Indonesia.”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, adapun identifikasi masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1. Metode peramalan manakah yang paling tepat untuk digunakan dalam meramalkan permintaan barang pada periode berikutnya pada PT.Cosmo Makmur Indonesia?
2. Bagaimanakah cara menentukan jumlah pemesanan ekonomis (EOQ) dan titik pemesanan kembali (ROP) agar tidak mengalami kelebihan jumlah persediaan atau kekurangan jumlah persediaan pada PT.Cosmo Makmur Indonesia?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui metode peramalan yang paling tepat untuk digunakan dalam meramalkan permintaan barang pada periode berikutnya pada PT.Cosmo Makmur Indonesia.
2. Untuk menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ) dan titik pemesanan kembali (ROP) agar tidak terjadi kelebihan jumlah persediaan atau kekurangan jumlah persediaan pada PT.Cosmo Makmur Indonesia.
1.4 Ruang Lingkup
Penelitian ini akan berfokus mengamati hal-hal yang berkaitan dengan sistem operasional PT.Cosmo Makmur Indonesia. Ruang lingkup dan batasan penelitian akan di jabarkan sebagai berikut:
1. Tingkat penjualan PT.Cosmo Makmur Indonesia.
2. Jumlah persediaan dan aktivitas yang mengatur persediaan PT.Cosmo Makmur Indonesia.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi Perusahaan:
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak perusahaan dalam meramalkan permintaan barang ada periode berikutnya dan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan
persediaan barang, diharapkan dapat bermafaat bagi perusahaan untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh kelebihan persediaan atau kekurangan persediaan, sehingga dapat menjaga kelancaran dalam proses produksi perusahaan.
2. Bagi Peneliti:
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dan memahami mengenai peramalan dan persediaan yang baik, dan juga dapat menerapkan apa yang telah dipelajari dan diterima selama masa perkuliahan ke dalam dunia kerja.
3. Bagi Pembaca:
Secara umum, sebagai sumber informasi untuk mendapat tambahan pengetahuan dan masukan yang berguna. Dan secara khusus, sebagai sumber informasi mengenai peramalan dan persediaan.
1.6 State Of The Art
Tabel 1.2 State of The Art Metode
Penelitian
Nama Peneliti
Jurnal Hasil Penelitian
Forecasting dan Inventory
Haryadi Sarjono dan Sevenpri Candra
Forecasting For Inventory Control (2012)
Berdasarkan hasil penelitian
didapatkan hasil metode terbaik untuk menentukan jumlah permintaan adalah
menggunakan metode linear regression yang memiliki nilai MAD dan MSE terkecil dari keenam metode forecasting.
Forecasting Agata Mesjasz-Lech
Forecasting of demand for direct production materials as the element of supply logistics of thermal power plants (ISSN 1734-459X2011 vol.7)
Hasil penelitian berfokus pada pentingnya permalan dalan menentukan
kuantitas persediaan bahan baku
Economic Order Quantity (EOQ)
Sakon
Wongmongkolrit, Bordin
Rassameethes (2011)
Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer
Science 2011 Vol II WCECS 2011, October 19 - 21, 2011, San Francisco, USA The Modification of EOQ Model under the Spare Parts Discrete Demand:
A Case Study of Slow Moving Items
Hasil perhitungan pada produk Auxiliary contact 1no+1nc
menunjukkan, optimal lot size = 3,698 unit, actual lot size = 4 unit, actual purchasing = 12 unit, dan safety stock = 9 unit.
Hasil perhitungan pada produk Battery (for
PLC)menunjukkan, optimal lot size = 0,667 unit, actual lot size = 1 unit, actual purchasing = 8 unit, safety stock
= 16 unit. ROP dilakukan apabila
persediaan mendekati safety stock.