• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Mereview Proposal PHK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Metode Mereview Proposal PHK"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Mereview Proposal PHK

DPT Dikti - Rekruitmen Pereview Baru PHK-PKPD

Hotel Ambhara, Jakarta 7-8 Juni 2010

disiapkan oleh Junaedhi Muhidong dan Djoko Luknanto

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 1

(2)

Tujuan Review

Secara Umum: membangun kepercayaan antara:

Penulis proposal dengan Pereview

Perguruan Tinggi dengan DPT Dikti

Masyarakat PT dengan Pemerintah

Membangun kredibilitas

Secara Khusus

Melakukan telaah kelayakan pengusul dari evaluasi proposal dan kampus

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 2

(3)

Persiapan Review

Pemahaman Umum:

Konsep: Plan-Do-Check-Act (PDCA)

Manajemen perguruan tinggi

KPPTJP (HELTS) 2003-2010

Karakteristika PHK:

Berorientasi kepada output/outcome (bukan investasi)

Pemahaman Khusus

Panduan Penyusunan Proposal

Tujuan Program (indikator kinerja utama)

Kriteria Seleksi

Komponen Biaya yang Diijinkan

TOR Review

Cara penilaian

Proses penilaian dan rekonsiliasi

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 3

(4)

Gambaran Besar Perencanaan Institusi

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti

4

Situasi Sekarang

Situasi mendatang

Kualitas

Waktu

1

2

3

(5)

Rencana Program Pengembangan

Tema Terpilih Unit Terpilih

Konsep Penyusunan Proposal PHK

Situasi Sekarang langkah maju Situasi Mendatang

Posisi

(Data) Analisis Situasi Kesimpulan

Evaluasi Diri

Visi Misi

Tujuan Institusi

Renstra Institusi

Program Pengembangan

langkah strategis

6/5/2010

5 Komisi PHK DPT Dikti

2 1

3

(6)

Benang merah proposal PHK

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti

6

Dalam setiap proposal PHK Dikti 3 komponen pokok:

1. Visi, misi, dan tujuan institusi yang dijabarkan secara lebih rinci kedalam tujuan PHK.

2. Evaluasi Diri.

3. Penyusunan dan Pelaksanaan Program Pengembangan.

Tentukan Tujuan Laksanakan

Rencana Evaluasi

Diri

Cari Strategi

Susun Rencana

2 3 1

(7)

Perbedaan Aktivitas dan Investasi 1

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 7

Menaikkan  Efisiensi

Perpendekan  waktu skripsi Indikator Kinerja

• Awal 4 semester

• Tengah 2,5 semester

• Final 1,5 semester

Mekanisme & Rancangan

• Pemberdayaan penelitian  dosen

• Perbaikan pembimbingan  TA

• Perbaikan pembelajaran  MK pendukung

Sumberdaya dibutuhkan

• Alat‐alat laboratorium

• Hibah penelitian

• Workshops

• Modul pembelajaran Investasi 

dibutuhkan Investasi  dibutuhkan

BUKAN  INDIKATOR INI BARU 

INDIKATOR!!

YA INI INVESTASI!

(8)

Perbedaan Aktivitas dan Investasi 2

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 8

Menaikkan  Efisiensi

Peningkatan  Peningkatan 

mutu 

implementasi  KBK

Indikator Kinerja

• Meningkatkan  lulusan UKDI

• Awal 26%,  Tengah  35%

Akhir 50%

Mekanisme & Rancangan

• Pengembangan modul  pembelajaran

• Capacity building staff

• Perbaikan proses  pembelajaran Sumberdaya dibutuhkan

• Workshops

• Degree/ND Training

• Hibah pengajaran Investasi 

dibutuhkan Investasi  dibutuhkan

BUKAN  INDIKATOR INI BARU 

INDIKATOR!!

YA INI INVESTASI!

(9)

Program vs Aktivitas

Aktivitas (yang merupakan satuan terkecil dari program) terdiri dari:

Latar belakang, Rasional, Tujuan, Mekanisme dan Rancangan, Indikator kinerja,

Sumberdaya dan dana yang dibutuhkan, Jadwal Pelaksanaan, Keberlanjutan, Unit Pengusul, Penanggungjawab.

Kumpulan dari aktivitas biasa kita sebut program.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 9

(10)

Variasi Proposal PHK

Satu tahap penilaian proposal:

Satu Proposal Lengkap harus mencakup ke 3 komponen utama: Tujuan Institusi, Evaluasi Diri, dan Rencana Program Pengembangan

Dua tahap penilaian proposal:

Proposal Awal: Tujuan Institusi, Evaluasi Diri, dan Rencana Awal Program Pengembangan

Proposal Lengkap: Tujuan Institusi/Program, Ringkasan Evaluasi Diri, dan Rencana Rinci Program Pengembangan

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 10

(11)

Pendahuluan Review: Evaluasi

Evaluasi kualitatif didasarkan kepada penilaian dan keahlian dari pereview.

Evaluasi didasarkan kepada otonomi masing- masing pereview.

Harus dihindari evaluasi secara mekanis berdasarkan nilai kuantitatif.

Nilai kuantitatif memang dibutuhkan, namun hanya pada akhir dari proses evaluasi.

Hindari menggunakan: menu-menu standar, hafalan-hafalan.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 11

(12)

Pendahuluan Review: Panduan

Acuan utama yang tersedia bagi calon

pengusul dan pereview hanyalah Panduan Penyusunan Proposal.

Semua informasi tentang PHK harus tersedia bagi setiap calon pengusul.

Informasi yang tersedia secara umum tidak boleh bertentangan dengan Panduan

Penyusunan Proposal.

Namun demikian: tiada gading yang tak retak, tiada panduan yang sempurna.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 12

(13)

Pendahuluan Review: Risiko

Apakah saya, sebagai pereview, akan meloloskan proposal untuk

mendapatkan dana publik sebesar X milyar rupiah?

Jika dana tersebut ternyata tidak

diimplementasikan secara tepat, saya sebagai pereview secara moral ikut bertanggungjawab kepada publik.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 13

(14)

Tahapan Review

Persiapan

◦ Pemahaman terhadap acuan-acuan:

manajemen PT, HELTS, Panduan, TOR Review.

Proses Review

◦ Penilaian Proposal yang mungkin terdiri dari beberapa tahapan.

◦ Evaluasi Kampus.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 14

(15)

Tips Mereview: Umum

Baca Panduan Penulisan Proposal dan TOR Review dengan teliti dan pahami

isinya secara komprehensif

Luangkan waktu yang cukup untuk

membaca proposal, satu proposal mungkin akan membutuhkan waktu minimal satu

hari untuk dapat dipahami dengan baik.

Mind setting untuk memastikan skema dari proposal (PHKI: Tema A, B, C, dan D atau HPEQ) untuk menjiwai proposal

secara keseluruhan.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 15

(16)

Tips Mereview: Umum

Pahami konteks PT yang sedang direview (Akademi, Sekolah Tinggi, Politeknik, PT Seni, Institut, Universitas)

Skimming atau browsing untuk melihat overall proposal sebelum membaca

proposal secara lengkap

Hati-hati membaca proposal agar setiap informasi (implisit & explisit) dalam

proposal dapat diekstrak dengan baik.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 16

(17)

Tips Mereview: Umum

Membuat catatan (pointers) aspek-aspek penting yang akan dikomentari (kekuatan dan kelemahannya)

Tidak menerjemahkan kriteria seleksi secara kaku.

Tidak boleh mensubkontrakkan proses review, hal ini melanggar kode etik

pereview.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 17

(18)

Tips Mereview: LED

Pada saat membaca Laporan

Evaluasi Diri (LED), perhatikan hal-hal berikut:

◦ Keterlibatan pihak-pihak terkait, biasanya dijelaskan pada bagian depan dari LED atau pada Surat Tugas.

◦ Pernyataan-pernyataan yang

berbasis fakta/data vs pernyataan simbolis.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 18

(19)

Tips Mereview: LED

Pada saat membaca Laporan Evaluasi Diri (LED), perhatikan hal-hal berikut:

Supporting data:

Kelengkapan

Cakupan

Akurasi

Relevansi (Lampiran data yg tidak relevan)

Raw data vs processed data

Data period (time series & kekinian)

Konsistensi antara tabel

Konsistensi data pada lampiran dengan uraian pada tubuh laporan

Keabsahan metode pengukuran

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 19

(20)

Tips Mereview: LED

Kedalaman analisis

Kaitan antar data/informasi

Comprehensiveness/ketercakupan

Cara menarik kesimpulan permasalahan dan akar penyebabnya. Apakah kesimpulan diambil tanpa argumentasi yang jelas?

Inovasi:

Penyajian LED yg inovatif sehingga memudahkan dalam membaca (misal: inovasi penyajian data

seperti grafik, penyajian tabel, metode analisis dll)

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 20

(21)

Tips Mereview: LED

Ringkasan LED

Keterkaitan fakta (masalah & akar penyebabnya) pada ringkasan dengan fakta yang diungkap pada hal-hal sebelumnya (catatan: sering dijumpai inkonsistensi)

Rancangan Awal Program Pengembangan

Kaitan (relevansi) rancangan program dengan permasalahan dan akar penyebabnya

Kualitas dari rancangan program (see attribute of a good rancangan program)

Perhatikan relevansi LED dan Program Pengembangan dengan tema proposal (PHKI Tema A, B, C, dan D atau HPEQ)

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 21

(22)

Berbagai Tingkat Kualitas LED

Pengusul gagal memotret dirinya.

Pengusul berhasil memotret dirinya, apapun "wajah"-nya.

Pengusul berhasil men-diagnosis

"penyakit"-nya, tidak sekedar gejalanya.

Pengusul berhasil menemukan resep yang tepat untuk penyembuhannya, dalam hal ini usulan aktivitas.

Pengusul rajin dan setia minum obatnya.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 22

(23)

Yang perlu diperhatikan saat  mereview LED

Penyakit yang "parah" belum tentu

mengakibatkan kematian, atau dalam hal ini "track records yang jelek seyogyanya tidak serta merta menyebabkan LED

dinilai jelek".

Adanya benang merah antara “diagnosa”

dengan “obat”, dalam hal ini antara LED dengan usulan awal program/aktivitas  LED yang bagus.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 23

(24)

Tips Mereview: Program Pengembangan (Mutu dan Relevansi Program)

Perhatikan apakah rancangan progam berikut aktivitas yg diajukan sama

dengan rancangan yang ada pada akhir LED.

Perhatikan keterkaitan rancangan program dengan RENSTRA institusi

Perhatikan relevansi rancangan

program dengan pencapaian tujuan proyek dari skema hibah (Tema A, B, C, dan D atau HPEQ)

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 24

(25)

Tips Mereview: Program Pengembangan (Mutu dan Relevansi Program)

Perhatikan apakah Latar Belakang dari Aktivitas yang diusulkan sejalan dengan masalah yang diungkapkan pada LED.

Kualitas dan relevansi tujuan (SPIRO)

Ketepatan serta kejelasan mekanisme dan rancangan Aktivitas

Catatan: perhatikan keberadaan sub- aktivitas yg sesungguhnya investasi

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 25

(26)

Tips Mereview: Program Pengembangan (Mutu dan Relevansi Program)

Tingkat ketepatan dan kehematan

investasi yang dibutuhkan yang dapat dilihat dari relevansi sumberdaya yg diajukan dengan mekanisme dan

rancangan Aktivitas, eligibilitas menurut panduan, volume dan nilai manfaat dilihat dari target indikator yg ingin dicapai

Nilai manfaat dari dana yang diusulkan

dengan populasi penerima manfaat (misal:

jumlah mahasiswa yg akan diperbaiki masa skripsinya hanya sekitar 20 orang, tetapi membutuhkan dana 2 M pertahun).

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 26

(27)

Tips Mereview: Program Pengembangan (Kelayakan Implementasi Program)

Perhatikan kualitas indikator kinerja yg akan digunakan utk mengukur

kesuksesan usulan program

Catatan: sering dijumpai indikator input/investasi.

Perhatikan ketersedian sumberdaya pendukung keterlaksanaan usulan

Aktivitas (SDM, fasilitas, dana dll. pada LED)

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 27

(28)

Tips Mereview: Program Pengembangan (Kelayakan Implementasi Program)

Kejelasan strategi keberlanjutan dari good practices yang dihasilkan dari

pelaksanaan Aktivitas juga perlu disimak dengan baik.

Perhatikan kejelasan ketatakelolaan internal (termasuk organisasi

pelaksanaan dan mekanisme pelibatan unit-unit terkait) pelaksanaan seluruh Aktivitas yg diusulkan.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 28

(29)

Tingkatan Program Pengembangan

Tidak ada "benang merah" antara usulan aktivitas dengan masalah yang ditemukan pada LED.

Ada "benang merah" tetapi uraian pada rasional tidak dapat meyakinkan bahwa

satu atau lebih usulan aktivitas merupakan

"obat pilihan" untuk memecahkan atau

mengatasi masalah [umumnya bersifat sangat generik]

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 29

(30)

Tingkatan Program Pengembangan

Ada benang merah dan usulan aktivitas

merupakan "obat pilihan" bagi suatu atau lebih masalah tetapi tidak tepat

keterkaitannya dengan topik strategis atau tema hibah yang dipilih.

Ada benang merah, usulan aktivitas

merupakan "obat pilihan" bagi suatu atau lebih masalah dan sangat terkait dengan topik strategis atau tema hibah yang

dipilih.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 30

(31)

Tingkatan Program Pengembangan

Ada benang merah,relevan dengan

penyelesaian masalah dan topik terkait, tetapi mekanisme dan rancangannya kurang detail sehingga langkah-langkah pelaksanaan Aktivitas kurang jelas.

Ada benang merah, relevan dengan

penyelesaian masalah dan topik terkait, dan mekanisme dan rancangannya cukup detail sehingga pelaksanaan Aktivitas

tergambarkan dengan baik.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 31

(32)

Tingkatan Program Pengembangan

Judul aktivitas dan sub-aktivitas dalam mekanisme dan rancangan berbau

investasi.

Judul aktivitas memenuhi syarat sebagai aktivitas, tetapi sub-aktivitas dalam

mekanisme dan rancangan berbau investasi.

Judul aktivitas dan sub-aktivitas dalam mekanisme dan rancangan benar-benar memenuhi kriteria aktivitas.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 32

(33)

Tips Mereview:

Kepemimpinan dan Komitmen Institusi

Kesungguhan dalam menulis proposal yg direfleksikan dari kualitas keseluruhan

proposal (data, keterlibatan semua pihak, kualitas analisis, penampilan proposal dll.) hanya akan terjadi jika prosesnya dipimpin dengan baik.

Perhatikan pada LED apakah pada institusi terkait terdapat good practices dalam

manajemen khususnya dalam pengelolaan akademik dan sumberdaya.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 33

(34)

Tips Mereview:

Kepemimpinan dan Komitmen Institusi

Usaha-usaha peningkatan kualitas secara berkelanjutan juga dapat di- sense pada LED (keberadaan dan

efektifitas sistem penjamin mutu atau QA, Tim Monev Internal)

Pemilihan task force yang memiliki kapasitas yg baik (lihat SK task force dan CV (rekam jejak) task force) juga mengindikasikan kepemimpinan yang baik.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 34

(35)

Tips Mereview:

Kepemimpinan dan Komitmen Institusi

Proses penentuan program studi atau unit kerja yang akan

dilibatkan dalam usulan proposal juga merefleksikan kualitas

kepemimpinan dan komitmen institusi.

Perhatikan juga usaha-usaha

dalam membangun citra institusi (lihat LED, RENSTRA)

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 35

(36)

Tips Mereview:

Kepemimpinan dan Komitmen Institusi

Keberadaan pola pengelolaan institusi

yang mendorong perbaikan akuntabilitas dan transparansi (mis: sistem keuangan yang berbasis IT, proses penganggaran yg melibatkan semua pihak terkait, proses pengambilan kebijakan yang transparan, sistem merit dll.)

Kualitas RENSTRA institusi dan ketaatan dalam menjadikannya sebagai rujukan

perencanaan.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 36

(37)

Tips Mereview:

Kepemimpinan dan Komitmen Institusi

Relevansi penganggaran institusi

dengan fokus-fokus pengembangan pada RENSTRA

Kaitan usulan-usulan program dengan RENSTRA

Rekam jejak pelaksanaan hibah

sebelumnya, termasuk kemampuan menjaga keberlanjutan good practices.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 37

(38)

Tips Pembuatan Komentar

Siapkan komentar rinci berdasarkan catatan-catatan kecil yang telah dibuat sebelumnya.

Nilai hanya merupakan representasi komentar rinci di atas.

Harus tidak ada kontradiksi antara komentar dengan nilai.

Baca komentar rinci sekali lagi sebelum dikirim ke DPT.

Jika mereview beberapa proposal hindari copy-paste antar komentar dari proposal yang berbeda.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 38

(39)

Proses Rekonsiliasi

Aktif dalam proses rekonsiliasi, tidak usah menunggu, boleh memulai walaupun

bukan koordinator rekonsiliasi.

Santai dan tidak bermusuhan kepada sesama tim.

Gunakan argumentasi berdasarkan data/fakta.

Rekonsiliasi bukan proses ‘dagang nilai’

Gunakan proses rekonsiliasi sebagai wahana untuk pembelajaran.

6/5/2010 Komisi PHK DPT Dikti 39

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, metode adsorpsi dengan menggunakan thermosensitive gel khususnya yang mengandungzwitterionic betaine menjadi alternatif terbaik dalam mengatasi

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas Sekolah Menengah Pertama Negeri dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis yang mempunyai tugas

perbuatan pidana atau tindak pidana senantiasa merupakan suatu perbuatan yang tidak sesuai atau melanggar suatu aturan hukum atau perbuatan yang dilarang oleh

• Setiap layanan di luar cakupan jaringan selular PSTN / ISDN dan 2G yang sudah ada • Dengan kecepatan data yang melebihi kecepatan suara terkait normal (56 kbit / s untuk

Tidaklah seperti itu tetapi Islam mendorong dan menganjurkan umatnya untuk selalu berusaha dalam mencari harta menganjurkan umatnya untuk selalu berusaha dalam

Guna mempermudah penyajian data dalam penelitian dengan judul TINDAKAN APATIS MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM SUNAN AMPEL SURABAYA TERHADAP KEBERSIHAN maka penulis akan

Uraian diatas menyebutkan bahwa anak usia sekolah dasar merupakan masa kanak-kanak akhir yang menjadi pondasi dasar dalam menanamkan nilai-nilai pokok kehidupan,

faktor yang dapat mempengaruhi kualitas audit yang diproksikan dengan.