1
KOMPARASI KENYAMANAN VIEW-VISUAL DARI RUMAH SUSUN PASAR RUMPUT
COMPARISON OF VIEW-VISUAL COMFORT FROM FLATS PASAR RUMPUT
Aisha Michaella1, Enny S. Sardiyarso2, Julindiani Iskandar3,
1,2,3) Jurusan Arsitektur - FTSP, Universitas Trisakti, Indonesia [email protected]
ABSTRAK
Rumah susun adalah bangunan bertingkat yang difungsikan sebagai hunian bagi manusia juga sebagai tempat beraktifitas bagi manusia. Rumah susun dituntut untuk dapat menunjang segala kebutuhan manusia sebagai penggunanya. Untuk itu maka rumah susun harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan fisiologi terhadap manusia sebagai penggunanya. Kenyamanan fisiologi berkaitan dengan kenyamanan yang dirasakan oleh panca indra. Salah satu unsur kenyamanan fisiologi adalah kenyamanan view-visual. Kenyamanan view-visual berkaitan dengan penglihatan. dIni terkait dengan view atau pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah yang berada disekitar pengamat. Pendapat arsitek dan pembimbing yang lebih disebut dengan etik dan bisa berbeda dengan pendapat dengan pengguna atau emik. Salah satu cara untuk menentukan aspek kenyamanan view-visual menurut pengguna adalah dengan melakukan penelitian terhadap pengamat yang dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian komparatif atas beberapa pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah dari sisi utara, selatan, timur dan barat pada rumah susun. Responden penelitian adalah 10 orang penghuni bantaran kali ciliwung yang dipumpuni akan mendiami rumah susun Pasar Rumput. Dari data yang didapat ditemukannya perbedaan pendapat antara etik dan emik. Menurut etik pemandangan terbaik berada di sisi utara-selatan, sedangkan menurut emik pemandangan terbaik berada di sisi timur-barat.
Kata kunci : Rumah susun, kenyamanan view-visual, komparasi
ABSTRACT
Flats are multi-storey buildings that function as a shelter for humans as well as a place of activity for humans. Flats are required to be able to support all human needs as users. For this reason, flats must have factors that create physiological comfort for humans as their users. Physiological comfort is related to the comfort felt by the five senses. One element of physiological comfort is view-visual comfort. View-visual comfort is related to vision. This is related to the view or view of artificial and n atural landscape that surrounds the observer. The opinions of architects and mentors are called ethics and can differ from those of users or emics. One way to determine the comfort aspect of view-isual according to the user is by conducting research on observers who can use quantitative research methods by using comparative research on several views of artificial and natural landscape from the north, south, east and west of the flats. Respondents of the study were 10 people of Ciliwung riverbanks who were inhabited will inhabit the Pasar Rumput flats. From the data obtained the discovery of differences of opinion between ethics and emics. According to the ethics the best views are on the north-south side, while according to emik the best views are on the east-west side.
Keywords : Flats, view-visual comfort, comparison
2 A. PENDAHULUAN
Rumah susun difungsikan sebagai tempat berlindung, tempat untuk tinggal dan penunjang aktifitas manusia sebagai penghuninya. Rumah susun harus mampu menciptakan kondisi yang nyaman dari segi fisik maupun psikis manusia sebagai penghuninya. Permasalahannya apabila desain bangunan kurang mementingkan aspek kenyamanan pada bangunan yaitu kenyamanan fisiologi maka tidak terciptanya kondisi yang nyaman. Sehingga penghuni akan merasa terganggu dalam menjalankan aktifitasnya.
Kenyamanan fisiologi terbagi menjadi 5 aspek yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, termal, aksesibilitas. Kenyamanan penglihatan atau kenyamanan visual berkaitan erat dengan penglihatan dan juga berkaitan dengan penilaian yang baik terhadap kondisi lingkungan disekitar atau view calon pengguna rumah susun sebagai sasaran penulis itu berada.
Sehingga dibutuhkan identifikasi ruang sekitar bangunan. Bangunan yang dimaksud adalah bangunan rumah susun Pasar rumput yang akan direncanakan oleh penulis. Salah satu cara untuk menentukan aspek kenyamanan view- visual adalah dengan melakukan penelitian terhadap pengamat yang dapat mewakili metode komparasi. Dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Kondisi pemandangan pada rumah susun yang akan dijadikan objek studi kasus adalah: a) view arah utara yaitu jalan Sultan Agung, Halte busway Pasar Rumput, dan kali Ciliwung, b) view arah selatan yaitu ruko, rumah tinggal, dan campuran c) view arah timur yaitu ruko dan gedung perkantoran, dan c) view arah barat ruko dan gedung perkantoran.
B. STUDI PUSTAKA
Rumah susun adalah bangunan gedung yang bertingkat dibangun pada suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dari dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan
satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah Bersama(Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun, 2011)
Fungsi utama sebuah bangunan atau ruang adalah untuk memenuhi kenyamanan fisik maupun psikis bagi pengguna bangunan atau ruang. Kenyamanan fisik terdiri dari kenyamanan ruang, kenyamanan penglihatan, kenyamanan pendengaran, dan kenyamanan termal (carera adela, 2016).
Kenyamanan suatu bangunan dapat dikategorikan dalam kenyamanan visual atau penglihatan, akustik atau kenyamanan suara dan kenyamanan termal atau suhu. Akan tetapi kenyamanan bersifat subjektif, tingkat kenyamanan setiap individu berbeda tergantung dengan kondisi fisik dan kondisi tempat tinggal atau lingkungan. Manusia diberikan kemampuan untuk beradapatasi terhadap lingkungan alami, namun tetap memilki keterbatasan sehingga tetap memerlukan alat bantu berupa pakaian, dan lingkungan binaan atau bangunan. Sehingga bentuk adaptasi manusia diberbagai tempat berbeda-beda bergantung dengan keadaan lingkungan.(Nelza, 2010)
Kenyamanan penglihatan atau kenyamanan visual adalah kenyamanan dalam mengakses semua informasi visual dan sangat terkait dengan indera penglihatan (Widyananto, 2008).
Kenyamanan visual pada bangunan berkaitan dengan view. View dalam arsitektur merupakan arah pandang atau pemandangan yang dapat dilihat dari tapak menuju ke luar tapak. View berupa pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah yang berada disekitar pengamat.(Arizal, 2013)
Studi Komparasi menurut Poerwadarminto dalam kamus umum Bahasa Indonesia, studi berasal dari bahasa inggris yaitu To Study yang memiliki arti ingin mendapatkan atau mempelajari. Mempelajari berarti ingin
3 mendapatkan suatu yang khusus dengan
didorong oleh rasa ingin tahu terhadap suatu yang belum pernah dipelajari. Sedangkan komparasi berasal dari bahasa inggris yaitu to compare yang memiliki arti membandingkan paling tidak ada dua masalah ada dua faktor kesamaan serta dengan faktor perbedaan.(Devinta, 2012)
Dalam buku yang berjudul “pengantar pengetahuan ilmiah” komparasi adalah penyelidikan deskriptif yang berusaha mencari pemecahan dengan cara analisis tentang hubungan sebab akibat yakni memilih faktor- faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselediki dan membandingkan satu faktor dengan faktor lain.(Sari, 2009)
Menurut Nazir tahun 2005 studi penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar mengenai sebab-akibat, dengan menganalisis beberapa faktor terkait dengan penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.(Wie, 2015)
studi komparatif studi ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu.(Arina, 2015)
C. METODE
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah metode yang melibatkan pengambilan data secara statistik sehingga dapat dilakukan perhitungan dan intrepretasi yang dapat disajikan dalam bentuk grafik, diagram, tabel dan pengujian hipotesis.
Berdasarkan metode kuantitatif untuk menghasilkan kondisi nyaman akan view diperlukannya penelitian komparatif.
Dengan membandingkan kondisi pemandangan atau view di sekitar tapak atau rumah susun yang akan di rencanakan.
Data yang dibutuhkan terbagi menjadi 2 yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan penggunaan kuisioner.
Kuisioner yang dibutuhkan yang nantinya akan dibagikan kepada emik yaitu 10 orang penghuni bantaran kali ciliwung yang dipumpuni akan mendiami rumah susun Pasar Rumput.
Teknik pengambilan data agar mendapatkan data primer dapat dilakukan dengan cara membagikan kuisioner yang didalamnya terdapat gambar pemandangan atau view dari 4 arah berbeda di sekitar tapak. 4 gambaran bentang pemandangan pada tapak yang akan di rancang.
Sisi Utara:
Gambar 1. Bentangan view sisi utara Sumber : dokumentasi pribadi
Bentangan view sisi utara terdapat kali ciliwung, pemukiman liar di sekitar bantaran kali ciliwung, dan bangunan tingkat tinggi dan sedang
Sisi Selatan:
Gambar 2. Bentangan view sisi Selatan Sumber : dokumentasi pribadi
Bentangan view sisi Selatan terdapat pemukiman kumuh, ruko, dan bangunan tingkat tinggi
4 Sisi Timur:
Gambar 3. Bentangan view sisi Timur Sumber : dokumentasi pribadi
Bentangan view sisi Timur terdapat ruko, pemukiman kumuh dan bangunan tingkat sedang.
Sisi Barat:
Gambar 4. Bentangan view sisi Barat Sumber : dokumentasi pribadi
Bentangan view sisi Barat terdapat ruko dan bangunan tingkat tinggi.
Selanjutnya keempat bentangan view akan dikomparasi dan dinilai tingkat kenyamanan view-visualnya. Dengan membuat tabel komparasi yang nantinya akan dibagikan kepada emik yaitu 10 orang penghuni bantaran kali ciliwung yang dipumpuni akan mendiami rumah susun Pasar Rumput. Di dalam tabel tersebut terdapat parameter penilaian beserta alasannya.
Tabel 1. Komparasi bentangan view Bentangan
pemandangan /view
Penilaian dan Alasan
keterangan
Utara: 1 2 3 4 5 1: sangat buruk 2: buruk 3: netral 4: baik 5: sangat Alasan:
baik Selatan: 1 2 3 4 5 1: sangat
buruk 2: buruk 3: netral 4: baik 5: sangat baik Alasan:
Timur: 1 2 3 4 5 1: sangat buruk 2: buruk 3: netral 4: baik 5: sangat baik Alasan:
Barat: 1 2 3 4 5 1: sangat buruk 2: buruk 3: netral 4: baik 5: sangat baik Alasan:
Sumber: pribadi
D. HASIL STUDI/PEMBAHASAN
Menurut data yang di dapat dari emik atau informan berikut hasil penilaian pada bentang view dalam bentuk tabel.
Tabel 2. Rekapitulasi komparasi bentangan view
Responden Informan (Calon Penghuni)
Gambar 1 2 3
Utara 2 3 2
Kalinya kotor dan hitam
Bisa melihat kali ciliwung
Kurang banyak pemand angan
Selatan 2 3 4
Bangun an ting- gi dan rumah saling menemp el
Dapat melihat aktifitas warga
Lengkap macam banguna nnya
5
Timur 3 4 4
Cukup teratur
Ramai banyak yang berjuala n
Dapat melihat aktifitas warga
Barat 4 2 2
Teratur dan bersih
Terlalu banyak gedung tinggi
Tidak menarik
Responden Informan (Calon Penghuni)
Gambar 4 5 6
Utara 3 2 2
Bisa melihat kali ciliwung
Tidak menarik
Kalinya kotor dan keruh
Selatan 4 3 2
Ramai bisa lihat aktifitas warga sekitar
Bisa lihat gedung walau jauh
Sesak dan ruwet.
Terlalu padat
Timur 4 5 3
Ramai bisa lihat aktifitas warga
Sangat bagus terlihat asri
Cukup enak dilihat
Barat 3 4 4
Bisa lihat matahari terbena m
Bisa melihat gedung dan rapi
Bisa melihat pemand angan
Responde n
Informan (Calon Penghuni)
Gambar 7 8 9
Utara 4 4 3
Bisa melihat
Bisa mengena
Kalinya masih
kali ng masa lalu
kotor
Selatan 3 3 2
Ramai dan tidak teratur
Terasa hangat hanya, terlalu padat
Terlalu padat
Timur 3 5 4
Bisa melihat aktifitas warga
bagus dan terasa hangat
Lingkun gan yang enak dilihat
Barat 4 4 3
Terlihat rapi
Rapi Gedung- gedungn ya
Bisa melihat macet
Responden Informan (Calon Penghuni)
Total penilaian
Gambar 10
Utara 2 27
Kumuh, tidak enak dilihat
Selatan 3 29
Terlalu padat sehingga sumpek
Timur 5 44
Terlihat asri dan ramai
Barat 3 33
Bisa lihat gedung tinggi
Sumber: pribadi
Berdasarkan tabel di atas jika diurutkan bentangan view terbaik adalah:
a) Timur dengan rata-rata penilaian 4,4 dengan kesimpulan alasan yaitu dapat melihat aktifitas warga sehingga merasa hangat.
6 b) Barat dengan rata-rata penilaian 3,3
dengan kesimpulan alasan yaitu dapat melihat melihat matahari terbenam dengan pemandangan gedung tinggi.
c) Selatan dengan rata-rata penilaian 2,9 dengan kesimpulan alasan yaitu bangunan rumah dan bangunan tinggi terlalu berhimpitan sehingga terlihat padat dan sesak.
d) Utara dengan rata-rata penilaian 2,7 dengan kesimpulan alasan yaitu dapat melihat kali ciliwung hanya saja kondisi kali yang kotor sehingga membuat kurang nyaman untuk dilihat
Sedangkan menurut etik atau penulis dengan bantuan dosen bentangan view terbaik berada pada utara dan selatan dengan mempertimbangkan arah angin yaitu utara dan selatan dan mempertimbangkan matahari.
Sehingga mendapat terbagi menjadi 2 bagian yaitu pendapat dari penulis dan bantuan dosen atau etik dan emik. Menurut etik dengan bantuan pembimbing arah bentangan view yang baik mengarah pada utara dan selatan dengan alasan menghindari teriknya matahari. menurut emik arah view yang terbaik adalah timur dan barat karena di timur dapat melihat aktifitas warga sepanjang hari dan dibagian barat terdapat gedung-gedung tinggi dan dapat melihat matahari terbenam.
E. KESIMPULAN
Dari hasil data yang di dapat dari pengisian kuisioner yang dibagikan kepada emik bentangan view terbaik berada di sisi Timur- Barat sehingga berbeda pendapat dengan etik yaitu Utara-Selatan.
Dari sisi emik bahwa penentu sisi bentangan view lebih banyak ditentukan oleh kepadatan dan kerenggangan. Sehingga bentang alamiah lebih dipilih daripada bentang buatan.
Dalam kasus arsitektur penilaian etik sebagai penentu dan melebihi keingininan emik.
Sebab itu perlu adanya penelitian terlebih dahulu sebelum menentukan konsep. Peneliti melibatkan calon penghuni bangunan.
F. UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terutama membantu dalam proses menyelesaikan penulisan ini.
REFERENSI
Arina, S. F. (2015). Studi Perbandingan.
Arizal, T. (2013). PENGERTIAN VIEW ARSITEKTUR (SUDUT PANDANG DALAM ARSITEKTUR).
carera adela, eddy prianto. (2016). Karakter Kenyamanan Thermal Pada Bangunan Ibadah Dikawasan Kota Lama, Semarang.
Efac, 2(June), 110–114.
Devinta, N. R. (2012). STUDI KOMPARASI
PEMBELAJARAN INKUIRI
TERBIMBING.
Nelza, I. M. (2010). Kenyamanan Manusia Dalam Bangunan.
Sari, A. W. (2009). Studi Komparasi Antara Metode Diskusi dengan Metode Role Playing Ditinjau dari Kreatifitas Pada Pembelajaran Pkn Kelas VII SMPN Surakarta. 1–29.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun.
(2011). 111–127.
Widyananto, E. (2008). KEYAMANAN VISUAL.
Wie, S. (2015). Penelitian Deskriptif, penelitian komparatif, penelitian kausal. Retrieved from
http://penelitiandeskriptifkomparatifkausal .blogspot.co.id/2015/03/metodologi- penelitian-deskriptif.html