27 BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi dan waktu penelitian “Framing Lingkungan Hidup dalam Media Sosial Organisasi Lingkungan (Studi Komparasi pada Akun Instagram
@kementerianlhk dan @greenpeaceid periode Juli-Agustus 2021)” adalah sebagai berikut:
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat atau objek untuk diadakan suatu penelitian. Lokasi penelitian yang diambil peneliti dalam penelitian ini adalah media sosial Instagram @kementerianlhk dan @greenpeaceid.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini dilakukan selama dua bulan, yakni pada bulan Juli hingga Agustus 2021.
B. Jenis Penelitian
Penelitian mengenai wacana isu lingkungan hidup dalam media sosial Instagram @greenpeace.id dan @kementerianlhk merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti ingin menggambarkan atau melukiskan fakta-fakta atau keadaan ataupun gejala yang tampak pada objek penelitian.
Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Penelitian deskriptif kualitatif berusaha mendeskripsikan seluruh gejala atau keadaan yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan (Hadari & Martini, 1996).
Bogdan dan Taylor dalam (Moleong, 2007) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dari isu yang terjadi.
Lebih lanjut Moleong mengemukakan bahwa penelitian deskriptif menekankan
28 pada data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka yang disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif.
Metode deskriptif juga mempelajari tentang norma atau standar sehingga penelitian ini disebut sebagai survei normatif. Dalam metode deskriptif dapat meneliti masalah normatif dan membuat perbandingan antarisu. Dalam metode deskriptif, peneliti dapat membandingkan isu tertentu sehingga dapat menjadi studi komparatif. Metode deskriptif juga menyelidiki suatu isu atau faktor dan menilai hubungan suatu faktor dengan faktor lain
C. Data dan Sumber Data
Dalam mengolah data penelitian ini, terdapat beberapa jenis data yang digunakan oleh peneliti:
1. Data Primer
Menurut Arikunto (2013), data primer adalah data yang dikumpulkan melalui pihak pertama, biasanya didapat melalui wawancara, jejak, dan lain-lain. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari kegiatan analisis isi postingan Instagram akun @kementerianlhk dan @greenpeaceid.
2. Data Sekunder
Selain menggunakan data primer, dalam mengumpulkan data penelitian ini, peneliti juga menggunakan jenis data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui pihak lain atau tidak diperoleh secara langsung dari subjek penelitian. Data sekunder yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari dokumen resmi dari media terkait.
29 D. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling adalah pengambilan sampel penelitian. Menurut Sugiyono (2015) terdapat dua teknik sampling yang dapat digunakan, yaitu:
1) Probability Sampling
Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan sampling area (cluster).
2) Non-Probability Sampling
Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, dan snowball.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015).
Maksud dari pertimbangan tertentu yaitu pengambilan sampel yang dilakukan pada sumber-sumber data relevan dengan tujuan penelitian. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam memahami objek yang diteliti.
Sampel penelitian ini yaitu postingan feed tentang isu lingkungan pada akun Instagram @kementerianlhk dan @greenpeaceid dengan periode upload antara bulan Juli hingga Agustus 2021. Total dari postingan feed yang diteliti yaitu sebanyak 79, dengan rincian 45 dari akun @kementerianlhk dan 34 lainnya dari
@greenpeaceid.
30 E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut:
1. Analisis Isi
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kualitatif. Analisis isi adalah pengumpulan data penelitian dengan cara membahas secara mendalam isi dari suatu informasi tertulis yang ada pada sebuah media. Teknik pengumpulan data ini berusaha mengupas suatu teks secara objektif untuk mendapatkan suatu gambaran dari suatu isi komunikasi sehingga mencerminkan isi dari suatu komunikasi tersebut.
Menurut Eriyanto (2011), analisis isi adalah suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik inferensi dari isi. Analisis isi dilakukan untuk mengidentifikasi secara sistematis isi komunikasi yang tampak (manifes) dan dilakukan secara objektif, valid, reliabel, dan dapat direplikasi. Pengertian lain tentang analisis isi adalah suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau suatu alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih (Bugin, 2003).
Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan analisis isi terhadap akun Instagram @kemeterianlhk dan @greenpeaceid periode Juli – Agustus 2021. Peneliti akan mengeksplorasi dan mendeskripsikan hasil temuan seobjektif mungkin sehingga bisa mencerminkan isi pesan yang ingin dikomunikasikan oleh komukator.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi telaah terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Tujuan studi pustaka adalah untuk
31 menunjang dan sebagai dasar penelitian yang dilakukan. Penggunaan studi pustaka dalam pengumpulan data biasanya tidak membutuhkan peneliti untuk datang ke lapangan secara langsung.
Teknik pengumpulan data ini menggunakan berbagai media cetak, noncetak, maupun media daring. Untuk mempermudah mendapatkan data yang dibutuhkan, data yang diperoleh dengan cara membaca kemudian dikumpulkan dan diolah sesuai dengan metode penelitian.
Selain itu, data yang diperoleh dari media daring dikumpulkan dan diklasifikasikan berdasar topik.
F. Validitas Data
Setiap penelitian memerlukan uji keabsahan data. Dalam penelitian kualitatif, uji keabsahan data dapat diperoleh dari uji validitas data. Validitas dalam penelitian kualitatif didasarkan pada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti, partisipasi, atau pembaca secara umum.
Menurut Sugiyono (2015), terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi penelitian dengan hasil yang dicapai. Sedangkan validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel tersebut diambil.
Dalam penelitian ini, uji validitas yang digunakan adalah teknik triangulasi.
Triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan melakukan pengecekan atau perbandingan terhadap data yang diperoleh dengan sumber atau kriteria yang lain di luar data itu untuk meningkatkan keabsahan data (Moleong L.
, 2014). Di dalam penelitian, terdapat empat jenis teknik triangulasi. Keempat teknik triangulasi tersebut adalah sebagai berikut.
32 1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan apa yang dikatakan oleh subjek dengan dikatakan informan. Hal ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dapat dipercaya karena tidak hanya diperoleh dari satu sumber saja yaitu subyek penelitian, tetapi data juga diperoleh dari beberapa sumber lain.
2. Triangulasi Metode
Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan data hasil pengamatan data hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. Dalam hal ini, peneliti berusaha mengecek kembali data yang diperoleh melalui wawancara.
3. Triangulasi Teori
Hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau thesis statement. Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan. Selain itu, triangulasi teori dapat meningkatkan kedalaman pemahaman asalkan peneliti mampu menggali pengetahuan teoritik secara mendalam atas hasil analisis data yang telah diperoleh.
4. Triangulasi Peneliti
Menguji validitas hasil penelitian juga bisa dilakukan dengan menggunakan triangulasi peneliti. Triangulasi peneliti adalah menguji validitas data atau simpulan penelitian dengan beberapa peneliti lain.
Untuk menguji validitas dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua jenis metode triangulasi. Metode triangulasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah triangulasi metode dan triangulasi teori.
33 G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah teknik yang digunakan untuk menyusun dan mengategorikan data untuk mengetahui maksud ataupun pola suatu hal. Analisis ini dilakukan dengan berdasarkan fakta atau informasi yang didapatkan di lapangan.
Menurut Firman (2018), analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses pelacakan serta pengaturan secara sistematis catatan lapangan yang telah diperoleh dari wawancara, observasi, serta bahan lain agar peneliti dapat melaporkan hasil penelitian.
Menurut Miles & Huberman (1992), analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berikut adalah penjelasan ketiga alur tersebut:
1. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proyek penelitian kualitatif berlangsung. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.
2. Penyajian Data
Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Pada tahap ini dilakukan penggabungan informasi yang disusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah dimengerti sehingga dapat memudahkan peneliti untuk melihat dan mengolah data penelitian.
3. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi
Kesimpulan atau verifikasi adalah tahapan terakhir dalam proses analisa data. Pada bagian ini, peneliti mengutarakan kesimpulan dari
34 data-data yang telah diperoleh. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan, atau perbedaan. Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan membandingkan kesesuaian pernyataan dari subjek penelitian dengan makna yang terkandung pada konsep-konsep dasar penelitian yang akan dijalankan.
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis framing. Analisis framing dapat digambarkan untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media (Eriyanto, 2002).
Tujuan dari penggunaan metode analisis framing ini adalah agar dapat menggali pembingkaian media yang berkaitan dengan konstruksi isu lingkungan hidup di media sosial Instagram organisasi lingkungan.
Dalam ranah studi komunikasi, analisis ini mengedepankan pendekatan atau perspektif multidisipliner guna melakukan analisis terhadap isu atau aktivitas komunikasi. Analisis jenis ini digunakan untuk membedah cara-cara atau ideologi media saat mengkonstruksi realita yang ada. Hal yang dicermati dalam analisis framing adalah strategi seleksi, penonjolan, dan tautan fakta ke dalam suatu wacana agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk mengiring interpretasi khalayak sesuai dengan perspektifnya.
Metode analisis framing sendiri memiliki beberapa model analisis.
Penelitian ini menggunakan model William A. Gamson dan Andre Modigliani.
Model analisis ini beranggapan bahwa frame merupakan suatu cara bercerita atau gugusan ide yang tersusun sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna dari peristiwa yang berkaitan dengan sebuah wacana. Gamson dan Modigliani menyebut cara pandang tersebut sebagai suatu kemasan (package) atau rangkaian ide yang menunjukkan isu apa yang dibicarakan dan peristiwa mana yang relevan (Kriyantono, 2006).
35 Model ini menggunakan dua dimensi struktural media, yakni core frame dan condensing symbol. Dimensi core frame adalah dimensi yang berisi pusat-pusat elemen ide yang membantu komunikator untuk menunjukkan substansi isu yang tengah dibicarakan. Sedangkan struktur kedua atau dimensi condensing symbol mengandung dua substruktur, yaitu framing devices dan reasoning devices (Sobur, 2001). Framing devices terdiri dari beberapa elemen, yakni methapors, exemplars, catchphrases, depictions, dan, visual images. Sedangkan reasoning devices terdiri dari roots, appeal to principle, dan consequences.
Menurut Eriyanto (2002), operasional perangkat framing dalam model Gamson dan Modigliani dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 3.1 Operasional perangkat framing dalam model Gamson dan Modigliani
Framing Devices Reasoning Devices
Methapors
Perumpamaan atau pengandaian secara tidak langsung
Roots
Analisis kausal suatu frame
Exemplars
Mengemas makna tertentu agar memiliki bobot makna lebih sehingga dapat dijadikan rujukan
Appeal to principle
Premis dasar atau klaim moral
Catchprases
Frasa atau kalimat menarik, kontras, menonjol dalam suatu wacana. Bagian ini umumnya berupa jargon ataupun slogan.
Consequences
Efek atau konsekuensi yang didapat dari frame.
Depictions
Penggambaran atau pelukisan suatu isu yang bersifat konotatif. Depictions umumnya berupa kosakata atau leksikon untuk melabeli sesuatu
36 sehingga dapat mmemunculkan citra
tertentu terhadap suatu hal.
Visual Images
Gambar, grafik, citra, foto, dan lain sebagainya yang mendukung frame secara keseluruhan.