7 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Sintesa Penelitian
No Nama Peneliti
(tahun)
Judul Jurnal Penelitian
Tujuan Penelitian Hasil Penelitian
1. Ratih Pratiwi Anwar (2019)
The Effect of Korean Wave on Young Generation and Creative Industry in Indonesia
Mengetahui dampak dari Gelombang Korea pada industri lokal kreatif
Menunjukkan bahwa anak muda Indonesia memiliki pemahaman yang komprehensif tentang faktor- faktor yang berkontribusi terhadap globalisasi
Gelombang Korea 2. Young
Seaon Park (2014)
Trade Cultural Goods : A Case of The Korean Wave in Asia
Mengetahui pengaruh perkembangan ekonomi dan kedekatan budaya sebagai penentu umum
perdagangan barang budaya dalam model pemilihan preferensi dinamis.
Menunjukkan bahwa
perkembangan ekonomi relative negara pengekspor dan ukuran pasar negara pengimpor merupakan penentu penting perdagangan budaya.
3. Fandy Zenas Tjoe dan
Kyung- Tae Kim (2016)
The Effect of Korean Wave on Consumer’s Purchase Intentions of Korean Cosmetic Products in Indonesia
Mengetahui pengaruh
Gelombang Korea terhadap niat beli konsumen produk Korea di
Indonesia untuk membeli produk
Menemukan Gelombang Korea, Etnosentrisme dan Country of Origin Image berpengaruh signifikan.
Korea dan daya belinya.
4. Norasmah Othman (2012)
Impact of
Globalization on Trends in
Entrepreneurship Education in Higher Education Institutions
Mengetahui tren perubahan dan tuntutan pendidikan kewirausahaan yang semakin meningkat akibat dampak
globalisasi.
Adanya kenaikan permintaan pada pendidikan
kewirausahaan dan ketrampilan
kewirausahaan.
5. Patrick A.
Messerlin (2013)
The K-Pop Wave : An Economic Analysis
Menunjukkan oeran kunci dari perusahaan hiburan Korea dalam Gelombang K-Pop.
Adnya fitur yang berpengaruh signifikan dari pasar Korea yang telah berkontribusi pda kesuksesan K- Pop.
6. Ida Ri’aeni (2019)
Pengaruh Budaya Korea (K-Pop) Terhadap Remaja di Kota Cirebon
Mengetahui dan memahami fenomena
meluasnya budaya Korea akibat globalisasi.
Beberapa remaja yang sejatinya menganggap budaya local atau nasional lebih disukai atau lebih mereka kenal.
7. Ratna Permata Sari (2019)
Perilaku Konsumsi dan Produksi Budaya Penggemar Pada Komunitas Army BTS Jogja
Mengatahui dan memahami bagaimana
perilaku konsumsi dan produksi fans ARMY BTS.
Para fans ARMY BTS memproduksi kembali dengan diskruktif mereka sendiri.
8. Siti Luthfatul Milla (2019)
Hubungan Antara Celebrity Worship Dengan Perilaku Konsumtif Remaja Penggemar
Boyband BTS
Mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif remaja penggemar BTS.
Adanya HUbungan positif antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif.
Tabel 2.1. Sintesa Penelitian
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang Gelombang Korea (Korean Wave) dan Creative Business. Landasan teori yang ada hubungannya dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut :
Penelitian pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Anwar, 2014) Ratih Pratiwi Anwar, Universitas Gadjah Mada dengan judul “The Effect of Korean Wave on Young Generation and Creative Industry in Indonesia” tahun
2019. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak dari Gelombang Korea (Korean Wave) pada industri lokal kreatif pada anak muda Indonesia. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa anak muda di Indonesia memiliki pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap globalisasi Gelombang Korea (Korean Wave), yaitu dalam penyampaian Gelombang Korea (Korean Wave) serta peran pemerintah Korea. Selain itu tertera bahwa popularitas Gelombang Korea (Korean Wave) di Indonesia telah menginspirasi para pekerja industri kreatif Indonesia untuk membuat karya yang lebih baik, khususnya menggunakan budaya popular Korea sebagai referensinya.
Penelitian kedua yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Park, 2014) Young Seaon Park, Chulalongkorn University dengan judul “Trade in Cultural Goods : A Case of The Korean Wave in Asia” tahun 2014. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perkembangan ekonomi dan kedekatan budaya sebagai penentu umum perdagangan barang budaya dalam model pemilihan preferensi dinamis. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi
relatif negara pengekspor dan ukuran pasar negara pengimpor merupakan penentu penting perdagangan budaya dan menunjukkan bahwa ukuran ekonomi relative dan kedekatan budaya mempengaruhi perdagangan internasional barang budaya. Dalam penulisan ini menganalisis faktor-faktor penentu popularitas mendadak produk budaya Korea di pasar luar negeri dan implikasinya.
Penelitian ketiga yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Tjoe & Kim, 2016) Fandy Zenas Tjoe dan Kyung-Tae Kim, Kangwon National University dengan judul “The Effect of Korean Wave on Consumer’s purchase Intention of Korean Cosmetic Products in Indonesia” tahun 2016. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Gelombang Korea (Korean Wave) terhadap niat beli konsumen produk Korea di Indonesia dan mengkaji apakah citra Korea dapat mempengaruhi niat konsumen Indonesia untuk membeli produk Korea. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian menemukan Gelombang Korea (Korean Wave), ‘Etnosentrisme’, dan ‘Country-of-Origin Image’ berpengaruh secara signifikan. Dalam penulisan ini memberikan informasi yang berguna bagi praktisi bisnis dan pemerintah untuk mengembangkan dan mempertahankan penggunaan Gelombang Korea (Korean Wave) di bidang bisnis dan pemasaran.
Penelitian keempat yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Ri’aeni, 2019) Ida Ri’aeni, Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan judul “Pengaruh Budaya Korea (K-POP) Terhadap Remaja di Kota Cirebon”
tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memahami fenomena meluasnya budaya Korea (K-POP) akibat globalisasi dan cara menghadapinya melalui pemahaman-pemahaman dan mendapat wawasan tentang pengaruh budaya Korea (K-POP) terhadap para penggemarnya. Hasil dari penelitian ini yaitu beberapa remaja yang sejatinya menganggap budaya lokal atau nasional lebih disukai atau lebih mereka kenal, namun mereka pun tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan sebagai penggemar budaya pop yang berasal dari Korea. Mereka beranggapan mengikuti perkembangan tersebut adalah sejalan dengan modernitas yang sedang marak.
Penelitian kelima yaitu penelitian yang dilakukan (Ramadhani, 2019) oleh Ratna Permata Sari, Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dengan judul “Perilaku Konsumsi dan Produksi Budaya Penggemar pada Komunitas Army BTS Jogja” tahun 2019. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumsi dan produksi fans army BTS dalam fandom BTS Jogja serta mendapat pandangan baru mengenai bagaimana perilaku konsumsi dan produksi fans army BTS yang berada di Yogyakarta.
Hasil dari penelitian ini yaitu para fans Army memproduksi kembali dengan diskursif mereka sendiri. Karena, pada dasarnya seorang penggemar itu adalah orang yang terobsesi dengan idolnya. Maka dari itu hasil dari produksi mereka disebarkan lagi kepada sesama penggemar dan lagi-lagi dikonsumsi kembali oleh sesama penggemar.
Penelitian keenam yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Millah, 2019) Siti Luthfathul Milla, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya , dengan judul “Hubungan Antara Celebrity Worship Dengan Perilaku Konsumtif Remaja Penggemar Boyband BTS”
tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif remaja penggemar boyband BTS yang berdomisili Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara celebrity wroship dengan perilaku konsumtif remaja penggemar boyband BTS.
Semakin tinggi celebrity worship maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif.
Penelitian ketujuh yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Othman et al., 2012) Norasmah Othman, Universiti Kebangsaan Malaysia, dengan judul
“Impact of Globalization on Trends in Entrepreneurship Education in Higher Education Institutions” tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tren perubahan dan tuntutan Pendidikan kewirausahaan yang semakin meningkat akibat dampak globalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kenaikan permintaan pada Pendidikan kewirausahaan dan keterampilan kewirausahaan, lalu juga menujukkan bahwa globalisasi telah mempengaruhi permintaan Pendidikan kewirausahaan.
Penelitian kesembilan yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Messerlin
& Shin, 2013) Patrick A. Messerlin, dengan judul “The K-pop Wave : An
Economic Analysis” tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
ditemukan tentang tujuan penelitian ini yaitu untuk menunjukkan peran kunci dari perusahaan hiburan Korea dalam gelombang K-pop dan penelitian ini berfokus pada fitur paling signifikan dari pasar Korea yang telah berkontribusi pada kesuksesan K-pop di dunia.
C. Landasan Teori 1. Globalisasi
Globalisasi diambil dari kata global yang artinya dunia memiliki keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk-bentuk interaksi lainnya yang menghasilkan batasan suatu negara jadi menyempit (Nurhaidah & Musa, 2015: 1-2). Globalisasi menyebabkan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya seperti budaya yang berkembang disuatu wilayah tertentu dengan mudah menjadi budaya global berkat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini berkaitan dengan adanya globalisasi budaya yang dimana dapat dikatakan sebagai suatu gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu dari suatu negara ke seluruh dunia sehingga budaya tersebut menjadi budaya dunia. Sehingga jika dikaitkan dengan penelitian ini yaitu adanya penyebaran budaya yang sudah mendunia.
Penyebaran budaya Korea (Korean Wave) ini mengharuskan masyarakat merubah pola perilaku konsumsi yang cenderung mengikuti gaya hidup orang luar khususnya Korea Selatan.
2. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan maupun dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok- kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya (Soerjono Soekanto, 2006:
61). Interaksi sosial yang dimaksud disini yaitu adanya social network pada sebuah komunitas.
3. Perilaku Ekonomi
Pengertian perilaku ekonomi adalah respon atau reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya sebagai persoalan yang berhubungan dengan daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya guna mencapai kemakmuran (Aji Fendi, 2009: 8). Perilaku ekonomi yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu perilaku konsumtif yang terjadi di masyarakat. Adapun pengertian dari perilaku konsumtif yaitu terjadinya kecenderungan manusia dengan melakukan konsumsi yang tidak terbatas, dimana mereka lebih mementingkan keinginannya daripada kebutuhan. Tidak adanya kontrol diri dan gaya hidup dapat dijadikan faktor yang berpengaruh dalam terjadinya perilaku konsumtif pada masyarakat atau khususnya sedang terjadi pada kalangan remaja.
D. Kerangka Pikir
Gambar 2.1. Kerangka Pikir
Kerangka pikir ini merupakan penjelasan mengenai masalah yang menjadi objek dalam penelitian ini. Kerangka piker ini dibuat untuk memberikan gambaran yang akan dilakukan yaitu mengenai peran gelombang Korea (Korean Wave) terhadap Creative Business masyarakat di Provinsi Jawa Timur.
Gelombang Korea (Korean Wave) memiliki peranan penting terhadap creative business yang sedang ramai diperbincangkan dan bermunculan khususnya di Provinsi Jawa Timur. Hasil dari hal tersebut yaitu diperoleh hal yang terjadi sebelum Korean Wave ini boaming dan sesudah boaming. Dengan adanya peran dari gelombang Korea (Korean Wave) ini dapat membuka berbagai macam lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya remaja perempuan yang awalnya adalah penggemar Korea dan sekarang ini dapat mendirikan sebuah creative business dengan inspirasi dari passion atau hal
yang mereka gemari. Sehingga hal tersebut meningkatkan kreatifitas mereka masing-masing dan dapat membantu perekonomian negara ini tentunya. Oleh karena itu dengan keberadaan gelombang Korea (Korean Wave) ini diharapkan dapat membentuk industri kreatif dengan jumlah yang banyak dan dapat memperbaiki perekonomian masyarakat Indonesia sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran.