• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang berkerjasama secara kekeluargaan dalam menjalankan usahanya, untuk mempertinggi kesejahteraan anggotanya. Dalam menjalankan tugasnya koperasi dituntut untuk meningkatkan kualitas kerja dan kuantitas pelayanan kerjanya agar dapat bersaing dengan koperasi lain untuk mencapai tujuan perusahaan.

Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, menuntut setiap organisasi dan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar sanggup bertahan dan terus berkembang. Untuk mendukung perubahan organisasi tersebut, maka diperlukan adanya perubahan individu. Proses menyelaraskan perubahan organisasi dengan perubahan individu ini tidaklah mudah. Sama halnya dengan Koperasi, dalam dunia usaha Koperasi harus mampu bersaing dan meningkatkan kinerja karyawannya walaupun perubahan dalam suatu organisasi terus berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Mowdy, Porter & Steer dalam Munandar (2004:75), komitmen organisasi adalah sifat hubungan seorang individu dengan organisasi. Komitmen organisasi diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja karyawan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan memperlihatkan kinerja yang optimal.

Komitmen organisasi karyawan menjadi hal yang penting bagi sebuah perusahaan dalam menciptakan kelangsungan hidup sebuah organisasi apapun bentuk

(2)

2 organisasinya. Komitmen menunjukkan hasrat karyawan sebuah perusahaan untuk tetap tinggal dan bekerja serta mengabdikan diri bagi perusahaan.

Kinerja perusahaan dikatakan baik apabila pendapatan meningkat dari tahun ketahun,bertambahnya anggota, bertambahnya asset bertambahnya volume, bertambauhnya modal hal tersebut mempunyai indikasi bahwa semakin tinggi komitmen semakin baik pula kinerja perusahaan. Dari faktor external kinerja perusahaan dikatakan baik bila perusahaan biasa berkerjasama denga perusahaan lain.

Kinerja dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara keluaran (output) yang dicapai dengan masukan (input) yang diberikan. Menurut Mangkunegara (2000:67), kinerja adalah hasil kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas nya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Semakin baik kinerja karyawan semakin baik juga dampak terhadap perusahaan.

Agar tujuan perusahaan dapat tercapai diperlukan adanya adanya komitmen organisasi yang tinggi. Organisasi yang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berkomitmen tinggi organisasi akan membawa koperasi menjadi koperasi yang maju.

Berkembang atau tidaknya perusahaan dipengaruhi oleh komitmen organisasi dan manajemen yang baik pada suatu perusahaan. Semakin tinggi komitmen organisasi perusahaan maka semakin besar peluang perusahaan tersebut untuk berkembang dan maju. Sehingga dapat bersaing dengan badan usaha lain

Permasalahan karyawan yang muncul pada koperasi mempunyai komitmen yang rendah dapat membawa dampak negatif pada perusahaan seperti menurunnya produktivitas, kualitas kerja, kepuasan, tidak mematuhi peraturan, absensi yang berlebihan, sebaliknya adanya komitmen organisasi yang tinggi akan memberikan

(3)

3 pengaruh positif, yaitu menimbulkan kinerja yang baik dan keinginan untuk tetap bekerja di perusahaan. Adanya Komitmen organisasi yang tinggi, karyawan akan melibatkan diri untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab. Membangun komitmen organisasi menjadi lebih bermanfaat, karena dapat menjadikan perusahaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk bekerja.

Pada penelitian ini fenomena yang ada di Koperasi Unit Desa Karya Bhakti Ngancar dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 1.1

Tabel Absensi Karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri Tahn Jumlah

Karyawan

A CT I SKT CH Terlambat

<15 menit’

>15 menit’

2014 40 15 20 7 6 - 34 24

2015 40 18 15 10 8 1 39 26

Sumber : Data Rekapilasi keterangan tidak masuk Karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri.

Dari tabel 1.1 bisa dilihat tingkat absensi yang tertera diatas mennjkan semakin menurunya semangat kerja karyawan dan menunjukan bahwa komitmen karyawan yang ditunjukan juga semakin menurun. Keterangan dari tabel berikut adalah Alpha(A) dimana karyawan tidak masuk kerja tanpa ada alasan atau sebab yang jelas.Ijin (I) diberikan kepada semua karyawan yang tidak dapat masuk kerja dan itu mengalami peningkatan ijin kerja dari 7 ijin ke 10 pada karyawan KUD Kharya Bhakti Ngancar Kediri. Sakit (SKT) diberikan kepada karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri yang sakit parah atau karyawan yang tidak dapat masuk kerja.

(4)

4 Kemudian Cuti (CT), semua karyawan mempunyai hak untuk cuti , biasanya setiap karyawan memiliki hak cuti 1 kali setiap bekerja selama 12 hari akan tetapi apabila cuti tersebut tidak diambil maka akan hangus dan karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar pengambilan cuti mengalami penurunan dari 20 pada tahun 2014 dan 15 pada 2015. Dan yang selanjutnya yaitu Cuti Hamil (CH), cuti hamil ini diperuntukan untuk wanita yang sedang hamil yang akan melahirkan, kebijakan tersebut demi tercapainya tujuan perusahaan tanpa adanya masalah pada karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri. Kemudian keterlambatan karyawan lebih dari 15 menit dan kurang dari 15 menit mengalami peningkatan yaitu lebih banyak yang terlambat.

Dengan demikian tingkat absensi yang semakin buruk,maka hal tersebut menunjukan bahwa karyawan kurang bersedia menerima komitmen yang diberikan organisasi.

Karena lomitmen organisasi harus ada dalam setiap organisasi. Tanpa adanya komitmen organisasi KUD Karya Bhakti ngancar Kediri tidak akan dapat mencapai tujuanya secara optimal. Sehingga pihak KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri harus selalu memperhatikan karyawanya untuk dapat dating tepat waktu, sehimgga kerjaan tidak tertunda. Karena ketidak hadiran seorang karyawan akan sangat berpengaruh pada kinerja karyawan lain, sehingga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri secara optimal.

Dari tabel 1.1juga bisa dilihat bahwa absensi dan jumlah karyawan KUD Karya Bhakti mengalami penurunan dari tahun 2014 – 2015. Dengan data tersebut dapat dilihat bahwa tingkat absensi karyawan cukup rendah. Dengan rendahnya tingkat absensi berdampak pada rendahnya komitmen organisasi pada karyawan.

Karena ketidak hadiran karyawan berpengaruh terhadap kinerja,sehingga mempengaruhi tujuan koprasi secara optimal.

(5)

5 Fenomena kinerja dapat dilihat dari keterlambatan karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri yang mengalami penurunan dari tahun 2014 ke tahun 2015.

Dan dapat dilihat bahwa komitmen karyawan KUD karya Bhakti Ngancar masih rendah, dengan rendahnya komitmen pada karyawan mempengaruhi kinerja pada karyawan.

Perusahaan harus mempunyai komitmen pada organisasi karena komitmen pada organisasi ini sangatlah penting pada suatu unit kerja yang akan berpengaruh pada perilaku kerja dan dapat berpengaruhi peningkatan kinerja individu serta kinerja itu sendiri yang pada akirnya akan berpengaruh secara menyeluruh pada kinerja organisasi. Seseorang yang mempunyai komitmen organisasi maka pada diri mereka akan tumbuh dorongan untuk menanamkan visi,misi dan tujuan perusahaan dengan baik untuk membangun kesetiaan atau loyalitas. Kemudian pada setiap karyawan harus mempunyai komitmen karyawan sendiri karena komitmen karyawan adalah sebagai dasar yang dapat mempengaruhi kinerja pada karyawan KUD Karya Bhakti Ngancar Kediri.

KUD Karya Bhakti adalah lembaga yang bergerak dibidang usaha seperti unit susu/sapi perah, unit makanan ternak, unit simpan pinjam, unit angkutan dan unit kridit usaha tani. Jumblah karyawan yang dimiliki 1 manajer 4 pengawas 7 pengurus dan 28 karyawan tetap. Jadi KUD Karya Bhakti memiliki 40 karyawan dan ada lagi 10 karyawan tak tetap.

Koperasi unit desa (KUD) Ngancar Kediri juga menerapkan loyalitas antara karyawan dengan pimpinannya, Tanpa adanya loyalitas dan kebersamaan, maka sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkan sikap loyal dan kebersamaan dengan baik. Hal yang sangat penting di dalam sebuah organisasi adalah Loyalitas

(6)

6 dan Kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinannya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh sebuah organisasi.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, terdapat keterkaitan antara komitmen organisasi dengan kinerja karyawan disuatu organisasi. Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan tersebut sebagai topik penulisan dengan judul

”PENGARUH KOMITMEN TEHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) KARYA BHAKTI NGANCAR KEDIRI”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kinerja karyawan pada Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti ?

2. Bagaimana komitmen karyawan pada KoperasiUnit Desa (KUD) Karya Bhakti?

3. Apakah terdapat pengaruh antara komitmenterhadap kinerja karyawan pada Unit Desa (KUD) Karya Bhakti?

C. Batasan Masalah

Untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas maka penelitian ini berfokus membahas komitmen organisasi dan kinerja karyawan pada KUD Karya Bhakti Ngancar.

Komitmen organisasi di tinjau dari teori Mowdy, Porter & Steer dalam Munandar (2014;75) yaitu komitmen organisasi adalah sifat hubungan seseorang individu dengan organisasinya. Sedangkan kinerja karyawan ditinjau dari teori Agus Dharga (2003;355) yaitu faktor yang mempengaruhi pengukuran kinerja yaitu kualitas,kwantitas dan ketepatan waktu.Dan adapun objek yang diteliti dari 40 karyawan adalah 32 karyawan di Koperasi Unit Desa karya Bhakti Ngancar Kediri yang kerja lebih dari dua tahun di koprasi tersebut.

(7)

7 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian :

a. Untuk mendeskripsikan kinerja karyawan pada Koprasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti

b. Untuk mendeskripsikan komitmen karyawan pada KoprasiUnit Desa (KUD) Karya Bhakti

c. Untuk mengetahui pengaruh komitmenterhadap kinerja karyawan pada Koprasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti

2. Manfaat Penelitian :

a. Bagi Perusahaan

Penelitian ini memberi kontribusi bagi perusahaan untuk mempertahankan komitmen organisasi dan kinerja karyawan.

b. Bagi Peneliti

Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik bagi penulis untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan memperluas ilmu dalam bidang manajemen sumber daya manusia khususnya dalam masalah komitmen organisasi dan kinerja.

c. Bagi pihak lain

Penelitian ini sebagai referensi yang dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan serta perbandingan dalam melakukan penelitian pada bidang yang sama dimasa yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Starch analysis included starch content, moisture content, amylose content, amylopectin content, ash content, protein content, fat content, Fourier transform infra

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang mempunyai pengetahuan kurang baik tentang Needle Stick Injury , seluruhnya diketahui mempunyai perilaku pencegahan

3) Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa. 4) Belajar yang bermakna dalam masyarakat

Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah. menggunakan analisis regresi linier

melakukan pembetulan surat pemberitahuan atas jems pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) untuk masa pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak, sampai dengan akhir

The number of monthly visitors arriving in Grenada from countries with confirmed DENV-3 activity was compared with the number of dengue cases detected on the island during the

Telah dilakukan penelitian mengenai efek pemberian fraksi etil asetat ekstrak etanol pada daun salam { Syzygium polyanthum (Wight) Walp.} pada penurunan nafsu

Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengetahui emosi diri sendiri dan orang lain, untuk membedakan emosi-emosi yang berbeda dan memaknainya dengan benar dan