METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian di lapangan futsal sumber yang bertempat di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Sedangkan untuk waktu pengambilan dari pada data dilakukan pada bulan oktober 2020.
B. Desain Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Analisis Faktor Konfirmatori (Emzir, 2008:48) karena didahului oleh pendugaan awal mengenai struktur hubungan faktor antropometri, biomotor, dan psikomotor tehadap keterampilan shooting olahraga futsal. Penelitian ini menggunakan skala interval atau rasio. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dengan teknik interdependenttechnique (teknik independen) yaitu untuk menguji hubungan sekumpulan variabel.
Analisi faktor adalah salah satu metode statistik multi variat yang mencoba menerangkan hubungan antara sejumlah perubahan-perubahan yang saling independen antara satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau lebih kumpulan perubahan yang lebih sedikit dari jumlah perubahan awal.
Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor-faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan sekelompok dari orang-orang, kejadian ataupun benda yang memiliki karakter dan kemudian dijadikan dalam
commit to user
objek dalam penelitian. Sugiyono (2007;90) mendefinisikan tentang populasi sebagai suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang mempunyai karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.
Jadi populasi tidak harus orang, tetapi bisa juga objek dan benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek yang akan diteliti Sugiyono (2018;130). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet PRA PORPROV 2021 futsal Kota Surakarta. Atlet- atlet ini merupakan pilihan dari AFK Kota Surakarta yang melalui proses pelatihan dan dilakukan seleksi yang diadakan oleh AFK Kota Surakarta kemudian juga telah melakukan latihan untuk mempersiapkan diri dalam PRA PORPROV Jawa Tengah 2021.
2. Sampel
Dalam sampel penelitian merupakan seluruh atlet PRA PORPROV 2021 futsal untuk diteliti dan hasil dari penelitiannya digunakan untuk mencari latihan apa yang tepat untuk digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas shooting yang baik untuk olahraga futsal. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik pengambilan sampel atau sampling (Suryani dan Hendryadi, 2015;192).
commit to user
D. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini peneliti menggunakkan teknik sampel jenuh yaitu teknik sampel dimana semua anggota dari populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil atau kurang dari 30 orang atau dengan maksud penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kecenderungan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota dari populasi dijadikan sampel (Ucu Cahyana, 2015:62).
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes dan pengukuran. Tes dan Pengukuran adalah suatu alat atau cara untuk mengumpulkan sebuah data atau keterangan tentang apa yang ingin dicapai.
Jenis tes dalam penelitan ini adalah sebagai berikut:
1. Tes Panjang Tungkai menggunakan pengukuran dikutip tes dan pengukuran, Ismaryati, ( 2008: 100)
Tujuan : Mengukur panjang tungkai atlet Perlengkapan : - Meteran
- Blangko/kertas - Pensil/bolpoint
Pelaksanaan : - Testi berdiri tegak di atas lantai yang rata
-Testor meraba bagian tulang yang terluar disebelah lateral pada paha (pada trochanter mayor), dan bila paha di ayunkan anterior maupun ke posterior nampak trochanter mayor bergerak. commit to user
-Testor meletakkan meteran pas pada titik trochanter mayor, lalu tarik meteran sampai bagian kaki yang terbawah. Instruman yang digunakan untuk mengukur adalah meteran baja yang dihitung dengan satuan cm.
Penilaian : Pencatatan hasil pengukuran panjang tungkai.
Gambar 1.7 Pengukuran Panjang Tungkai
2. Tes Koordinasi mata kaki dengan menggunakan Soccer Wall Volley test dikutip tes dan pengukuran, ismaryati, (2008 :54)
Tujuan :Mengukur koordinasi mata-kaki, koordinasi seluruh tubuh dan kelincahan.
Perlengkapan : Lapangan, yang terdiri atas :
- Daerah sasaran dibuat dengan garis di dinding yang rata dengan ukuran panjang 2,5 m dan tinggi dari lantai 1,5 m.
- Daerah tendangan dibuat di depan daerah sasaran berbentuk segi empat dengan ukuran 4 m dan 4,5m.
- Daerah tendangan berjarak 2 m dari dinding daerah sasaran.
commit to user
Pelaksanaan : - Tester berdiri di daerah tendangan, dan siap untuk menendang bola.
- Dengan diberi aba-aba “ya” tester mulai menendang bola dengan sebanyak-banyaknya,boleh menggunakan kaki manapun saat menendang.
Sebelum menendang kembali bola harus diblok atau dikontrol dengan kaki yang lainnya.
- Setiap akanmenendang bola harus diawali dengan sikap menendang yang benar.
- Tester melakukan 3 kali pengulangan, masing- masing 20 detik.
-Tidak diperbolehkan menghentikan atau mengkontrol bola menggunakan tangan.
- Sebelum melakukan tes, tester diperbolehkan mencoba terlebih dahulu sampai merasa terbiasa.
Penilaian :Tiaptendangan yang mengenai sasaran memperoleh satu nilai.
Untuk memperoleh satu nilai : - Bola harus mengenai sasaran.
- Bola harus dikontrol atau diblok dahulu sebelum ditendang kembali.
- Pada waktu menendang atau mengontrol bola, tester tidak boleh keluar dari daerah tendangan.
Gambar 1.8 Pengukuran Koordinasi Mata-Kaki commit to user
3. Tes Keseimbangan menggunakan Stork Stand dikutip tes dan pengukuran (Ismaryati, 2008)
Tujuan : Untuk mengukur keseimbangan statis
Perlengkapan : Lantai yang datar dan tidak dekat dengan tembok, stopwatch
Pelaksanaan : Tester berdiri satu kaki (dengan kaki yang dominan), kaki lainnya ditempatkan di sebelah dalam (atas) lutut pada kaki yang bertumpu dan tangan di pinggang. Sikap dan posisi ini dilakukan selama mungkin
Penilaian : Kesempatan dilakukan tiga kali, waktu terlama dari tiga kesempatan. Dicatat dalam detik merupakan skor tester.
Gambar 1.10 Pengukuran Keseimbangan
4. Keterampilan Shooting : Massey Futsal Shooting Test (MFST) Tujuan : Untuk mengetahui keterampilan shooting atlet
futsal Pra Porprov futsal kota surakarta Perlengkapan : - lantai yang rata berukuran 20m x16,5 m.
- bangku duduk atau papan
- plester atau lacban untuk batas kotak, tanda letak bola dan tanda petunjuk jalur pergerakan testee. commit to user
- gawang futsal dengan ukuran 3 m dan tinggi 2 m - bola futsal
- cone - stapwatch - Sasaran angka
Pelaksanaan : - Bola Futsal awalnya ditempatkan pada lingkaran bertanda yang terletak ditengah zona tembak.
Pemain posisi awal adalah berdiri menghadap jauh dari gawang, dalam jarak 11 m dari bola. Saat di panggil, pemain tersebut passing ke tengah lalu bola di kontrol petugas tes, kemudian pemain berlari ke bola, kemudian bola dipassing atau dipantulkan ke bangku, selanjutnya pemain melakukan shooting ke gawang.
- Tes ini dilakukan 10 kali (5 tembakan menggunakan kaki kiri dan 5 tembakan menggunakan kaki kanan)
- waktu maksimal 6 detik saat melakukan rangkaian tes ketrampilan shooting
Penilaian : - skor adalah total nilai berapa bola yang masuk mengenai sasaran.
commit to user
Gambar 3.6 reptresentasi skematis dari Massey Futsal Shooting Test (MFST) Sumber : naser naser dan ajmol ali.(2016).
F. Instrumen Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:150) berpendapat bahwa instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen penelitian yaitu tes. Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Pada peneletian kali ini akan dilakukan tes untuk mengetahui faktor dominan antropometri, biomotor, dan psikomotor terhadap keterampilan shooting pada pemain futsal Pra Porprov 2021 kota surakarta.
Tes yang disusun untuk mengukur faktor antropometri adalah meliputi : tes panjang tungkai. Pada biomotor dilakukan pengukuran dengan tes koordinasi mata-kaki, Dan pengukuran pada faktor psikomotor adalah dengan tes keseimbangan . Ketiga faktor tersebut akan dilakukan pula tes penyusunan untuk mengukur keterampilan.
G. Teknik Analisis Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan dengan tes dan pengukuran dari ranah antropometri, biomotor dan psikomotor.
Kemudian data tersebut diolah dengan teknik analisis data regresi berganda. Adapun langkah-langkah dalam melakukan analisis faktor dalam penelitian ini digunakan dengan menggunakan program SPSS versi 22, untuk menganalisis faktor dominan dari ranah antropometri, biomotor dan psikomotor terhadap tendangan shooting olahraga futsal.
commit to user
Data yang terkumpul selanjutnya diverifikasi dan ditabulasi untuk kemudian diolah secara kuantitatif dengan:
1) Uji Validitas dan Reliabilitas (a) Uji Validitas
Validitas mengacu pada aspek ketepatan dan kecermatan hasil pengukuran. Dalam konteks Teori Skor-murni Klasik, Azwar (2012) menjelaskan bahwa caliditas dapat dinyatakan sebagai sejauh mana besaran skor-tampak X mendekati besaran skor-murni T.
Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah setiap butir-butir indikator dalam pengujian valid atau tidak. Uji ini pada SPSS 22 dapat dilihat pada kolom corrected ite-total correlation yang merupakan nilai r hitung untuk masing-masing dari indikator. Uji validitas dapat digunakan rumus sebagai berikut
Gambar 3.7 Rumus Uji Validitas Sumber : (Yusup, 2018) Keterangan :
rxy = koefisien korelasi n = jumlah responden
xi = skor setiap item pada instrumen yi = skor setiap item pada kriteria
commit to user
Pedoman suatu model dapat dikatakan valid apabila r hitung lebih besar atau sama dengan nilai r tabel. Untuk mencari r tabel adalah dengan mencarinya dalam tabel (terlampir) dimana sebelumnya harus mengetahui terlebih dahulu nilai dari kebesarannya. Derajat kebesaran dalam penelitian ini adalah df = n-k. Dengan ketentuan n (jumlah sampel) 10 dan k (variabel independen) 8 sehingga besaran df adalah 10-8 = 2 dengan alpha 0.05 (ɑ=5%). Sedangkan untuk mengetahui nilainya r hitung peneliti menggunakan alat bantu SPSS 22.
(b) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan tes yang merujuk pada derajat konsistensi, stabilitas, daya prediksi dan akurasi. Uji ini dilakukan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran suatu variabel.
Reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu tes dapat dikatakan reliabel atau handal apabila hasil dari tes berupa angka yang konsisten. Bila hasil pengukuran dilakukan berulang kali dan mendapatkan nilai yang hampir sama maka pengukuran tersebut dianggap memiliki tingkat reliabilitas yang baik (Suryani dan Hendryadi; 2015, 134). Uji reliabilitas dapat dirumuskan sebagai berikut
commit to user
Gambar 3.8 Sumber : (Yusup, 2018) Keterangan :
rxy = koefisien korelasi product moment n = jumlah responden
xi = skor setiap item pada percobaan pertama yi = skot setiap item pada percobaan selanjutnya
2) Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah pengujian yang dilakukan pada variabel penelitian dengan model regrasi, apakah dalam variabel dan model regresinya terjadi kesalahan penyakit atau tidak. Berikut ini macam- macam uji asumsi klasik:
(a) Uji Normalitas
Kenormalan dari variabel pengganggu dapat diamati dengan melakukan uji Jarque-Berra LM (gujarati, 2000;11). Seperti yang diketahui diasumsikan bahwa variabel pengganggu memiliki distribusi normal, sehinggga uji t dan uji F dapat dilakukan. Namun apabila asumsi normalitas tidak dapat terpenuhi maka inferensi tidak dapat dilakukan uji statistik t dan F, dan hanya dapat dilakukan dengan konteks asumsi asimtotik. Meskipun sebenarnya ada Central Limit Theorem (wanacot-canacot, 2001;21), namun kenormalan harus tetap diuji keabsahannya menngunakan uji t dan F. commit to user
(b) Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dalam asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Korelasi yang dimaksud disini adalah hubungan yang linier atau hubungan yang kuat antara satu variabel bebas dengan variabel bebas lainnya di suatu model regresi.
Kemiripan antar variabel independen akan mengakibatkan korelasi yang sangat kuat.
Selain itu deteksi uji multikolinearitas memiliki tujuan dalam menghindari kebiasaan dalam proses dari pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh daripada uji parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Jika output VIF yang dihasilkan antara 1-10 maka tidak terjadi multikolinieritas (Ghozali, 2005).
(c) Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan dan residual antara satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
3) Uji Ketepatan Model (a) Uji F
commit to user
Uji F dilakukan peneliti untuk mengetahui daripada pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara simultan atau bersama-sama dengan menggunakan F hitung. Dalam hal ini, untuk apakah variabel dari antropometri, biomotor dan psikomotor yang dominan terhadap tendangan shooting olahraga futsal.
(b) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) intinya untuk mengukur seberapa jauh kemampuan dari model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pada uji ini memiliki output hasil nilai dari korelasi berganda (R), koefisien determinasi (R2), koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Square).
Korelasi berganda atau R menunjukkan korelasi antara dua variabel bebas terhadap variabel bebas terhadap variabel dependen.
Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, jika nilai mendekati 0 hubungan semakin lemah dan jika nilai mendekat 1 maka hubungan makin kuat.
R Square (R2) menunjukkan koefisien determinasi yang berupa angka dan akan diubah menjadi bentuk dalam persen yang artinya persentasi sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Priyatno, 2008;114).
4) Analisis Regresi Berganda commit to user
Analisis regresi berganda ini bertujuan untuk mengerahui pengaruh suatu variabel tendangan shooting dihubungkan dengan antropometri, biomotor dan psikomotor.
Y = ɑ + βX1 + βX2 + βX3 + e Keterangan :
Y = tendangan shooting ɑ = konstanta
X1 = antropometri X2 = biomotor X3 = psikomotor
β = koefisien regresi yaitu besarnya perubahan yang terjadi pada Y jika satu unit perubahan pada variabel bebas (variabel X).
e = kesalahan prediksi 5) Uji t
Uji t digunakan untuk mengukur sejauh mana pengaruh satu variabel independen secara individual (persial) dalam menerangkan variabel dependen. Dalam kasus ini untuk mengetahui secara persial variabel antropometri, biomotor dan psikomotor yang dominan terhadap tendangan shooting. Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan perbandingan nilai t hitung masing-masing koefisien regresi dengan nilai dari t tabel dengan dominan yang digunakan. Uji ini dilakukan dengan syarat:
commit to user
(a) Bila t hitung < t tabel, artinya bahwa tidak ada pengaruh secara persial (individu) dari semua variabel bebas terhadap variabel terikat.
(b) Bila t hitung > t tabel, artinya variabel bebas secara individu mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat.
Dalam pengujian ini dapat menggunakan pengamatan dari nila signifikan t pada tingkat ɑ yang digunakan (penelitian ini menggunakan tingkat ɑ sebesar 5%). Analisis ini didasarkan pada perbandingan antara nilai signifikasi t dengan nilai signifikasi 0,05 dengan syarat sebagai berikut:
(a) Jika signifikasi t < 0,05, maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
(b) Jika signifikasi t > 0,05, maka tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
H. Prosedur Penelitian
Proses pelaksanaan penelitian sebagai berikut : 1. Tahap Awal
Koordinasi Ketua AFK surakarta dan pelatih futsal kota surakarta dan perijinan.
2. Tahap Kedua
Pada tahap ini peneliti berkoordinasi kepada pemain futsal Pra Porprov 2021 Kota surakarta.
3. Tahap Ketiga
Pelaksanaan penelitian, sebelum melakukan penelitian yang harus dipersiapkan yaitu menyiapkan sarana dan prasarana, antara lain :
commit to user
a. Mengambil data panjang tungkai dengan alat meteran adalah alat untuk mengukur panjang tungkai satuan pengukuran menggunakan centimeter (cm)
1). Membuat pos untuk mengukur panjang tungkai 2). Menyiapkan alat pengukuran berupa meteran 3). Mengukur setiap atlet satu per satu.
b. Mengambil data koordinasi mata kaki dengan menggunakan tes bernama Soccer Wall Volley test.
1) Membuat post item tes untuk mengukur koordinasi mata kaki
2) Menyiapkan alat berupa sasaran dan bola sepak 3) Mengukur setiap atlet satu persatu
c. Mengambil data keseimbangan dengan menggunakan tes bernama Berdiri Burung Bangau / Stork Stand
1). Membuat post item tes untuk mengukur keseimbangan 2). Menyiapkan alat berupa lantai dan stopwatch
3). Mengukur setiap atlet satu persatu
d. Mengambil data ketrampilan shooting dengan menggunakan alat test Massey Futsal Shooting Test (MFST) dari naser naser dan ajmol ali.(2016).
1) Membuat post item ketrampilan shooting untuk mengukur ketrampilan shooting
2) Menilai setiap atlet satu persatu.
commit to user
commit to user