• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah suatu perilaku yang mana seseorang dituntut dengan kesadaran dalam mempraktikkan perilaku hidup bersih baik dari diri seseorang tersebut maupun dari keluarga untuk berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan di lingkungan masyarakat. Perilaku hidup bersih dan sehat memiliki 5 tatanan paradigma yang harus diikuti dan salah satunya di instusi pendidikan (sekolah)dan rumah. PHBS harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak usia balita hingga dewasa agar perilaku tersebut bisa terbawa hingga usia dewasa.

Usia sekolah dasar masih tergolong muda, sehingga mereka membutuhkan orang disekitar lingkungan mereka seperti , orang tua, guru dan teman untuk mengajarkan perilaku yang baik dan sehat (Rapyak 2020). Anak usia sekolah dengan rentan usia 6-12 tahun dengan pendidikan sekolah dasar (SD) rentan akan terjangkit berbagai penyakit dan salah satunya dijaman sekarang yang sangat berbahaya adalah penyakit covid-19, sehingga anak usia sekolah sangat perlu dan penting di lindungi demi keberlangsungan generasi mendatang.

Pandemi Covid-19 saat ini menyebar di berbagai negara dan terjangkit pada manusia melalui tangan atau sentuhan, hirupan debu atau melalui hidung dan melalui selaput mata. Masuknya virus corona di Indonesia membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, dari bidang kesehatan, ekonomi, sosial, keagamaan maupun dunia pendidikan. Pelaksanaan PHBS sangat tepat dilakukan pada masa pandemi saat ini terlebih menerapkan pada anak. Menurut (Anhusadar, 2021) Beberapa hal yang dapat ibu ajarkan kepada anak seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengajarkan cara mencuci tangan dengan sabun, meningkatkan imunitas, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga yang teratur, melakukan aktivitas dibawah sinar matahari ≤ 10 menit, memakai masker, menggunakan alas kaki jika keluar rumah, mencuci pakaian setelah berpergian keluar rumah, selalu membiasakan membersihkan mainan, menutup mulut saat batuk dan bersih, membuang sampah pada tempatnya, mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (Kemenkes 2016).

Saat ini sangat penting bagi seorang ibu ataupun orang tua mendapatkan pendidikan kesehatan terutama mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

(2)

yang mana menjadi salah satu cara bagi seorang ibu dalam mengajarkan anak agar mengindari terjangkit virus corona atau covid-19, dan sebagai orang tua bisa membantu membentengi baik dari diri kita sendiri maupun diri anak-anak kita agar tidak ada yang terjangkit virus corona ini. Pendidikan kesehatan pada anak dapat dilakukan oleh Ibu karena ibu memiliki kedekatan tersendiri dan setiap saat dapat berinteraksi dengan anak. Ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang PHBS mampu menjaga kesehatan anak tetap optimal yang bertujuan untuk mendukung proses tumbuh kembang anak . selain itu ibu atau orang tua dituntut untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi covid-19 saat ini agar anak dalam kondisi yang sehat dan terhindar dari virus covid-19 (Anhusadar, 2021).

Pendidikan kesehatan sering dilakukan dengan berbagai media edukasi yang digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rimba Mawan, Agni , Indriwati, Sri Endah 2017) dengan judul “ Pengembangan Video Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Bermuatan Nilai Karakter Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Menanggulangi Penyakit Diare Pada Tahun 2017” dimana dalam penelitian tersebut melakukan penyuluhan pendidikan kesehatan PHBS dalam bentuk video untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menanggulangi diare dan menghasilakan peningkatan pengetahuan pada responden.

Penelitian juga pernah dilakukan oleh (Rehusisma, Indriwati, and Suarsini 2017) dengan judul “pengembangan media pembelajran booklet dan video sebagai penguat karakter hidup bersih dan sehat” dan didaptkan hasil penelitian dengan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada masyarakat, beberapa media edukasi yang sering digunakan adalah dalam bentuk video dan booklet yang disampaikan berisi mengenai tata cara berperilaku hidup bersih dan sehat seperti bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar, cara menjaga pola makan yang sehat dan mengkonsumsi jajanan yang sehat, cara menjaga lingkungan yang bersih dan terhindar dari jentik nyamuk, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jambang dengan bersih, dan melakukan olahraga yang teratur.

Menurut penelitian (Damaiyanti, 2014) tingkat pengetahuan ibu yang rendah terhadap penerapan PHBS sebesar 62,2% dan menyebabkan anak tidak menerapkan PHBS di lingkungan sebanyak 55,6%. Selain itu Kurangnya pengetahuan ibu di

(3)

daerah kabupaten nunukan khususnya nunukan timur mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat lah tinggi. Hal ini di karenakan tingkat pengetahuan ibu yang kurang dan kurangnya edukasi pada ibu atau orang tua mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat dalam pencegahan covid-19. Selain itu studi pendahuluan yang di lakukan oleh peneliti dengan melakukan wawancara kepada 20 ibu dan 13 ibu mengatakan tidak mengetahui mengenai PHBS dan sebagiannya mengatakan bahwa selama masa pandemi covid-19 ini ibu tidak pernah mendapatkan edukasi, penyuluhan atau pemberian promkes dalam bentuk apapun mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam pencegahan covid-19.

Selain itu ibu juga mengatakan tidak memahami mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik dalam indikator lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah dan baru mendengar mengenai PHBS tersebut.

Pemberian edukasi bisa dilakukan dengan beberapa media baik media dengan metode langsung/lisan ataupun metode tidak langsung dan diantaranya ada media cetak (leaflet, Flipchart, power poin, booklet, buku panduan), media elektronik (media video, video animasi, media audiovisual, radio dan televisi), namun pada media-media yang telah disebut di atas terdapat beberapa media yang mudah untuk diaplikasikan kepada masyarakat dan ada pula yang sulit untuk diaplikasikan kepada masyarakat dan berikut beberapa metode atau media yang sulit untuk diaplikasikan kepada masyarakat awam seperti (1) media buku panduan yang di jelaskan secara lisan, (2) audiovisual yang didengarkan dengan rekaman, (3) radio dan televisi yang disaksikan, (4) power poin yang di sampaikan.

Pemilihan media video animasi dan booklet merupakan langkah yang dilakukan oleh peneliti dengan tujuan agar pemahaman materi mudah untuk tersampaikan pada ibu atau responden. Hal ini dibuktikan dengan manfaat dari video animasi adalah sebagai media pengajaran yang di tayangkan dan ditangkap memalui panca indra terutama mata dan telinga dalam menangkap informasi yang disampaikan dan memuat materi-materi mengenai pendidikan kesehatan serta ditampilkan dengan daya tarik sehingga para penontonnya bisa menangkap hal yang bisa diambil dan di terapkan.

Selain manfaat dari video animasi peneliti juga memaparkan manfaat dari media booklet yaitu (1) Menjadikan sebagai media komunikasi yang membantu sasaran pendidikan baik Paud,TK hingga SMA maupun masyarakat awam dalam belajar dengan cepat dan mudah, (2) Membuat masyarakat atau individu yang

(4)

membacanya tertarik dan ingin lebih mengetahui serta menguasai pesan-pesan yang terkandung di dalam booklet dan bisa mengamalkan kepada individu lainnya, (3) Lebih mempermudah dalam mencari informasi serta mudah memahami setiap informasi yang disampaikan (mulyadi,2018).

Dari permasalahan diatas, peneliti hendak mengidentifikasi lebih dalam terkait perbedaan dan efektifitas edukasi kesehatan dengan menggunakan 2 (dua) metode pendidikan kesehatan menggunakan video animasi dan booklet yang dapat langsung diterapkan oleh ibu dengan rentan usia 20-45 tahun dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pencegahan covid-19 pada anak dengan rentan usia 6-12 tahun melalui studi langsung. Dan pada penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa pemberian edukasi dengan media video dan booklet membuat peningkatan pengetahuan.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah ada perbedaan pengetahuan ibu dengan pemberian media edukasi PHBS dengan video animasi dan booklet dalam pencegahan covid-19 pada anak?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 TujuanUmum

Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu dengan pemberian edukasi PHBS dengan media video animasi dan booklet dalam pencegahan covid-19 pada anak.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang PHBS untuk pencegahan covid-19 pada anak dengan media video animasi.

2. Mengidentifikasi perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang PHBS untuk pencegahan covid-19 pada anak dengan media video animasi.

3. Menganalisis perbedaan pengetahuan antara ibu dengan hasil post-test pendidikan kesehatan tentang PHBS untuk pencegahan covid-19 pada anak dengan media video animasi dibandingkan dengan media booklet

1.4 Manfaat Penelitian

(5)

1.4.1 Manfaat Teoritis

Pada penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan yang dimiliki peneliti mengenai pemberian pendidikan PHBS dengan media video dan booklet dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pencegahan covid-19 pada anak. Dengan demikian peneliti bisa memberikan alternatif lain untuk mengatasi peningkatan pengetahuan ibu tentang pendidikan PHBS.

1.4.2 Manfaat Praktis

Dengan adanya temuan perbedaan video dan booklet sebagai media edukasi PHBS dengan media video dan booklet dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pencegahan covid-19 ini dapat melihat efektifitas dari 2 metode ini sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif atau di sarankan dan di rekomendasi sebagai media edukasi untuk peningkatan mutu kesehatan di masa pandemi covid-19 agar mengurangi penularan virus corona di indonesia .melalui media booklet dan video.

1.4.3 Manfaat untuk masyarakat

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan keuntungan kepada masyarakat indonesia dalam mengurangi penyebaran virus corona dimasa pandemi dan meningkatkan mutu kesehatan anak dengan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan penuranan virus dengan menerapkan PHBS pada anak-anak.

Dengan demikian penelitian ini dan sebelumnya dapat diterapkan di lingkungan masyarakat agar mengurangi penyebaran virus corona.

1.4.4 Manfaat keperawatan

Dengan penelitian ini diharapakan sebagai penambahan ilmu atau teori-teori keperawatan untuk para mahasiswa tentang peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan covid- 19 dengan memberikan pendidikan PHBS dimasa pandemi ini dengan metode yang sesuai dengan usia anak. Selain itu diharapkan kepada perawat dan tenaga kesehatan lainnya dapat menerapkan dan mempromosikan pendidikan PHBS untuk seluruh ibu-ibu yang memiliki anak agar dapat mengurangi penyebaran virus corona dimasa pandemi sekrang ini.

1.5 Keaslian Penelitian

1. Penelitian Lutfin andyana,dkk (2017) judul “Pengembangan Media Pembelajaran Booklet Dan Video Sebagai Penguat Karakter Hidup Bersih

(6)

Dan Sehat” oleh lutfin andyana, dkk untuk mengembangakan media pembelajaran booklet dan video karakter vidup bersih dan sehat dengan model ADDIE. Dan didapatkan hasil dari 2 kategori uji coba. Uji coba kelompok kecil berjumlah 8-20 orang dan uji coba kelompok besar berjumlah 21 orang dan didapatkan hasil uji kempok dengan arti adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada masyarakat (Rehusisma, Indriwati, and Suarsini 2017).

2. Penelitian Destanul Aulia,dkk (2018) judul “ Media promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dikawasan Danau toba” oleh destanul aulia, sri fajar, dkk, dimana penelitian ini menggunakan media video dan buku panduan PHBS (booklet serta benner PHBS. Dan didapatkan hasil dari 809 rumah tangga dari 4 sopo belajar yang didirikan dan didaptkan hasil 209 rumah tangga yang melakukan PHBS setelah diberikan perlakuan dan memberikan peningkatan dalam kapasitas pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (Aulia et al. 2018).

3. Penelitian Hemi johan (2018) judul “ Pengaruh penyuluhan media audio vidual terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas III di SDN 027 samarindah” oleh hemi johan, dian puspita, reni, dan siti noorbaya. Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian media audio visual dengan materi perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa dengan hasil di dapatkan dari 56 responden dengan 28 responden eksperimen dan 28 responden kontrol.

Mendapatkan hasil kelompok eksperimen lebih berpengaruh dalam penelitian ini dan menjadi alternatif dalam megajar perilaku cuci tangan menggunakan sabun (Johan, Reni, and Noorbaya 2018).

4. Penelitian norhasanah (2017) judul “ Pengaruh penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) terhadap pengetahuan , sikap dan tindakan PHBS keluarga di desa lok buntar kecamatan sungai tabuk kabupaten banjar kalimantan selatan” oleh norhasanah, rosita, yuliana salma, siska emella untuk menganalisis pengaruh penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menggunakna desain penelitian one group pre test dan post test, dengan uji xilcoxon signed ranks test dan paired t test menunjukkan hasil penelitian terdapat pengaruh penyuluhan antara penyuluh tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga. Hasil menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah konseling.

Sebelum penyuluhan pengetahuan responden dalam kategori naik sebanyak 7 responden dengan 23% dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 22 responden dengan 73,4 % , tentang sikap sebelum penyuluhan kategori baik

(7)

sebanyak 1 reponden dengan 3,3 %, meningkat setelah penyuluhan menjadi 11 responden dengan 37%. Dan tentang tindakan sebelumnya responden tidak mendapatkan penyuluhan dan setelah penyuluhan menjadi baik dengan 9 responden dengan 30% dalam kategori baik atau mendapatkan penyuluhan (Norhasanah, Rosita 2017).

Referensi

Dokumen terkait

Ketiga, penggunaan bahasa indonesia sesuaikan dengan pedoman EYD yang baik agar semua orang baik anak-anak yang belum mengerti, orang tua yang bermain media sosial

MATA Bisa menyebabkan iritasi mata pada orang yang rentan.. Efek spesifik

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Hubungan antara masa kerja dengan fungsi pendengaran pekerja yang didapatkan dari penelitian ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa masa kerja mempengaruhi fungsi

Tumbuhan paku yang ditemukan dalam penelitian termasuk paku tanah atau epifit. Akar rimpang tegak, berdaun rapat. Tangkai daun 10-50 cm, kuat, tertutup oleh sisik coklat

• Percepatan pembangunan yang berorientasi dan berwawasan kependudukan merupakan sarat mutlak yang harus dilakukan, khususnya berbagai perbaikan di bidang pendidikan

D penulis berusaha untuk menerapkan teori keperawatan pada kasus gagal ginjal kronik dengan anemia yaitu diperoleh data bahwa klien mengatakan berat badannya meningkat 2 kg,

Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa variabel sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian