1 1.1 Latar Belakang Penelitian
Paradigma industri manufaktur global saat ini memandang proses produksi sebagai kesatuan antara proses pra produksi, produksi dan pasca produksi secara global hingga mengedepankan aspek sumber daya manusia yang unggul dan terampil dibidangnya, ketersediaan sumber daya manusia memaknai pembangunan ekonomi dalam dunia industri secara global dan berkelanjutan dalam menghasilkan transformasi struktural untuk menunjang lini bisnis yang awalnya bersifat industri rumah tangga menjadi berbasis sistem pabrikan. Adapun sektor dominan yang berperan dalam kontribusi bisnis positif di Indonesia adalah sektor industri dibidang otomotif, salah satunya yaitu industri sepeda motor yang saat ini dikuasai oleh produk honda yang di miliki PT Astra Honda Motor. PT AHM merupakan market leader distirbusi dan produksi sepeda motor di Indonesia yang bekerja sama antara Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT Astra International Tbk, Indonesia, yaitu dengan kepemilkan saham masing-masing 50%. Saat ini PT AHM telah memiliki 5 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat.
Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, pabrik ke 3 berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 4 dan ke 5 berlokasi di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah Karawang.
Keberhasilan yang diraih oleh PT AHM ditunjang pula dengan sumberdaya yang profesional, saat ini karyawan AHM berjumlah sekitar 16.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa. Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat memberika kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. Dalam menunjang lini bisnisnya, PT AHM juga memiliki penjualan after sales market unit yaitu spare part motor yang berlokasi di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah Karawang. AHM Part Center
merupakan distributor spare part resmi Honda Genuine part (HGP) dan Honda Genuine Apparel dengan jaringan bengkel resmi honda (AHASS) diseluruh
Indonesia.
Dalam mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. PT AHM menanamkan value one heart kepada para karyawannya. Adapun One Heart Value, yaitu focus on costumer, respect other, team work, innovation, integrity.
Hal ini untuk menciptakan SDM yang profesional sebagai kebutuhan strategis perusahaan. Terlepas dari sistem managemen yang telah terstruktur dengan baik, pada kenyatannya dilapangan masih terdapat kendala terkait sumber daya manusia, salah satunya yang terjadi divisi parts center. Berdasarkan hasil wawancara pra survey yang dilakukan kepada beberapa karyawan part center di departemen logistic, sales dan warehouse di temukan beberapa masalah terkait SDM, yaitu terdapat karyawan yang seringkali datang terlambat ke kantor.
Mayoritas domisili karyawan banyak di Jakarta dan jarak tempuh ke kantor Karawang cukup jauh dengan kondisi perjalanan yang sering macet mengakibatkan seringkali karyawan merasa kelelahan secara fisik saat jam bekerja dan pekerjaan menjadi tidak optimal. Terdapat karyawan yang merasa beban kerjanya terlalu berat namun harus diselesaikan secepat mungkin sesuai target, karyawan mengerjakan mengerjakan pekerjaan diluar jobsdesk yang diberikan sehingga pekerjaan utamanya tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Hal ini mengakibatkan karyawan harus bekerja diluar jam kantor namun tidak dapat terhitung lembur, bahkan ada beberapa karyawan yang membawa pekerjannya ke rumah sehingga berkurangnya jam istirahat dan tidak dapat meluangkan waktu untuk keluarga.
Selain permasalahan-permasalahan SDM yang telah disebutkan berdasarkan Pra survey wawancara yang dilakukan kepada beberapa orang karyawan, di temukan pula terdapat karyawan yang merasa bosan terhadap pekerjaannya saat ini karena ritme kerja yang berulang-ulang setiap harinya sama sehingga karyawan cenderung menunda pekerjaannya, mereka merasa tidak puas dengan pekerjaan saat ini karena tidak adanya jenjang karir yang jelas walaupun secara pendapatan cenderung tidak ada masalah.
Menurut Robbin (2992;304) Stres kerja merupakan suatu keadaan atau kondisi ketegangan yang dikaitkan dengan suatu peluang, kendala, Stres kerja merupakan tanggapan seseorang terhadap kondisi yang dirasakan baik secara fisik maupun psikologis yang berlebihan karena suatu tuntutan pekerjaan secara internal maupun eksternal. Menurut Rivai & Jauvani (2011) stress kerja sebagai suatu istipah paying yang merangkumi tekanan, beban, konflik, ketegangan, panik, perasaan gemuruh, anxiety, kemurungan dan hilang daya. Stress Kerja dapat mempengaruhi ketidakpuasan dalam bekerja dan menurunkan kinerja. Stres kerja dapat memiliki dampak positif maupun negatif, stres yang positif seperti motivsi kepribadian, rangsangan untuk bekerja lebih keraas, dan meningkatkan inspirasi hidup lebih baik dengan cara mengubah persepsi karyawan dan pekerjannya sehingga dapat berkarir dengan baik dan semangat.
Menurut Tarwaka (2011:106) beban kerja adalah suatu kondisi dari pekerjaan dengan uraian tugasnya harus diselesaikan pada batas waktu tertentu. Beban kerja sebagai suatu konsep yang timbul akibat adanya keterbatasan kapasitas dalam memroses informasi. Apabila keterbatasan yang dimiliki individu tersebut menghambat/menghalangi tercapainya hasil kerja pada tingkat yang diharapkan, berarti telah terjadi kesenjangan antara tingkat kemampuan yang diharapkan dan tingkat kapasitas yang dimiliki. Saat menghadapi suatu tugas, individu diharapkan dapat menyelesaikan tugas tersebut pada suatu tingkat tertentu. Kesenjangan ini menyebabkan timbulnya kegagalan dalam kinerja (performance failures). Hal inilah yang mendasari pentingnya pemahaman dan pengukuran yang lebih dalam mengenai beban kerja (Cain, 2007). Menurut Mathis dan Jackson (2011:121), kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang positif yang merupakan hasil dari evaluasi pengalaman kerja seseorang. Sedangkan menurut Gibson et.al (2009:152), menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap para pekerja mengenai pekerjaannya yang dihasilkan dari persepsi mereka terhadap pekerjaannya berdasarkan faktor-faktor yang terdapat dalam lingkungan kerja seperti gaya penyelia, kebijakan dan prosedur, afiliasi kelompok kerja, kondisi kerja, dan manfaat lainnya bagi pekerja.
Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Made surya Putra (2017) dan Tim menyatakan hasil bahwa stres berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasional.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Bagus Setiawan Sutowo (2016), Beban kerja berpengaruh terhadapi kepuasan kerja dengan stres kerja sebagai variabeli mediasi dan Beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, dalam penelitian ini penulis tertarik melakukan penelitian terkait Pengaruh Stress Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Parts Division PT Astra Honda Motor.
Besar harapan penulis agar penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak terkait.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari beberapa uraian yang dikemukakan pada latar belakang, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :
1. Terdapat karyawan yang mengerjakan pekerjaan diluar jobdesknya sehingga pekerjaan utamanya tidak dapat diselesaikan sesuai target 2. Terdapat karyawan yang masih sering datang terlambat kekantor
3. Karyawan merasa bosan terhadap pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga cenderung menunda-nunda pekerjaan padahal beban kerja cukup banyak.
4. Karyawan merasa jenuh dengan pekerjaan saat ini karena tidak adanya jenjang karir yang jelas.
5. Beban kerja yang banyak membuatkaryawan bekerja diluar jam kantor namun tidak dapat terhitung lembur, bahkan ada beberapa karyawan yang membawa pekerjannya ke rumah sehingga berkurangnya jam istirahat.
6. Karyawan seringkali merasa kelelahan karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal dan beban kerja yang berat.
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang umumnya disusun dalam kalimat tanya, pertanyaan tersebut akan menjadi arah kemana sebenarnya penelitian ini akan dibawa dan apa saja yang ingi dikaji oleh peneliti. Berdasarkan latar belakang yang telah ada, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana tingkat stres kerja karyawan PT AHM di Parts Division ? 2. Bagaimana beban kerja karyawan PT AHM di Parts Division ? 3. Bagaimana kepuasan kerja karyawan PT AHM di Parts Division ? 4. Bagaimana pengaruh tingkat stres kerja terhadap kepuasan kerja
karyawan PT AHM di Parts Division ?
5. Bagaimana pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawab PT AHM di Parts Division ?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui stres kerja karyawan PT AHM di Parts Division 2. Untuk mengetahui beban kerja karyawan PT AHM di Parts Division 3. Untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja karyawan PT AHM di
Parts Division
4. Untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT AHM di Parts Division
5. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT AHM di Parts Division
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah adalah ruang lingkup masalah atau membatasi ruang lingkup masalah yang terlalu luas sehingga penelitian lebih bisa fokus dilakukan .Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya terkait di Divisi AHM Spare Part dengam membahas variabel stress kerja dan beban kerja terhadapa kepuasan kerja karyawan
1.6 Manfat Penelitian
Data penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain : 1.6.1 Bagi perusahaan
Dapat digunakan untuk mengukur stres kerja dan beban kerja karyawan yang ada perusahaan terkait kinerjanya selama bekerja diperusahaan 1.6.2 Bagi Peneliti
Memperluas wawasan dan pengetahuan serta sebagai dasar implementasi teori – teori yang telah diperoleh selama proses perkuliahan untuk menganalisis terkait stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai 1.6.3 Bagi Peneliti selanjutnya
Hasil penelitan diharapkan dapat mendukung peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian sejenis.
1.6.4 Bagi Jurusan Manajemen Widyatama
1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
2. Sebagai bahan pustaka untuk menambah pengetahuan bagi yang memerlukan.
3. Sebagai masukan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum pendidikan yang telah dijalankan dapat diterapkan dalam praktek yang sebenarnya.
1.7 Sistematika Skripsi
Dalam pembuatan Skripsi, perlu diperhatikan dalam penyusunnannya. Oleh karena itu, Sistematika Skripsi yang baik dan benar sangat diperlukan.
Secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga baigan, yaitu awal, isi, dan akhir. Cukup sederhana, berikut adalah sistematika skripsi :
1. Bagian awal skripsi terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, abstraksi, kata pengantar, daftar isi,
daftar gambar, daftar tabel, daftar grafik, daftar diagram dan daftar lampiran.
2. Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu : - BAB I :
Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, rumusan masalah, batasan masalah, dan sistematika skripsi.
- BAB II :
Landasan teori, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
- BAB III :
Metode Penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, unit analisis, populasi dan teknik sampling, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, operasional variabel, dan metode analisis.
- BAB IV :
Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.
- BAB B V :
Kesimpulan dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3. Bagian akhir skripsi :
Terdiri dari daftar pustaka dan lampirkan.