• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN BRANDING LOGO FADILLAH FOOD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN BRANDING LOGO FADILLAH FOOD"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN BRANDING LOGO

“FADILLAH FOOD”

[email protected] 1, [email protected] 2

Fadillah Food.

Kata Kunci : Perancangan Branding, Logo, Cemilan, Fadillah Food

ABSTRACT

Food is everyone's main need that must be met. In the premier human needs. Food is divided into two types, namely heavy food and snacks. Snacks, snacks or snacks is a term for food that is not a main menu or as a distraction between large meals that are eaten only to be enjoyed. Fadillah Food is a home-made snack that was founded by Tri's mother. Fadillah Food provides a variety of healthy and affordable Home made snacks that are already widely known by the public. But there are still many problems faced by Fadillah Food, such as visual identity that is not too well known by consumers, making consumers choose competing products that are first on the market. Based on this, Fadillah Food needs to make a logo design as a visual identity to emphasize its corporate image. At the same time, Fadillah Food must also have a promotional media that suits its image. So that later is expected to strengthen the image of Fadillah Food's products

Keywords : Branding Design, Logo, Finger Fadillah Food

I. PENDAHULUAN

Logo merupakan lambang atau simbol yang mewakili suatu perusahaan maupun organisasi. Sebuah logo bisa berupa nama, lambang, atau elemen grafis lain yang

ABSTRAK

Makanan merupakan kebutuhan utama setiap orang yang harus dipenuhi. Dalam kebutuhan premier manusia. Makanan terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu makanan berat dan makanan ringan. Makanan ringan, Cemilan atau snack adalah istilah bagi makanan yang bukan merupakan menu utama atau sebagai selingan antara makan besar yang dimakan hanya untuk dinikmati rasanya. Fadillah Food adalah cemilan buatan rumah yang di dirikan oleh ibu Tri. Fadillah Food menyediakan berbagai cemilan Home made yang sehat dan harga terjangkau yang sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat. Namun masih banyak permasalahan yang hadapi oleh Fadillah Food, diantaranya seperti identitas visual yang belum terlalu dikenal oleh konsumennya, membuat konsumen memilih produk pesaing yang terlebih dahulu ada di pasaran. Berdasarkan hal tersebut, Fadillah Food perlu membuat sebuah perancangan logo sebagai identitas visual untuk menegaskan citra perusahaannya. Bersamaan dengan itu, Fadillah Food juga harus memiliki media promosi yang sesuai dengan citranya. Sehingga nantinya diharapkan akan menguatkan citra produk

Titin Setiawati, Isnaini Hamid Damanik , Triadi Sya'dian

Prodi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Potensi Utama Medan

(2)

ditampilkan secara visual. Sebuah logo diciptakan sebagai identitas agar unik dan mudah dibedakan dengan perusahaan lain. Logo bisa diibaratkan dengan wajahnya suatu perusahaan atau organisasi. Setiap orang bisa dengan mudahnya dikenali antara satu dengan yang lain hanya dengan melihat wajah. Begitu juga halnya dengan logo. Logo merupakan sebuah visi penyampaian citra positif melalui sebuah tampilan sederhana dalam. Fadillah Food adalah cemilan buatan rumah yang di dirikan oleh ibu Tri. Fadillah Food menyediakan berbagai cemilan Home made yang sehat dan harga terjangkau yang sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat. Namun masih banyak permasalahan yang hadapi oleh Fadillah Food, diantaranya seperti identitas visual yang belum terlalu dikenal olehkonsumennya.

Perkembangan zaman yang semakin pesat membuat kita harus bisa membuat hobi menjadikan mata pencarian. Akan tetapi hal tersebut tidak cukup kalau hanya dengan menjadikannya sebuah mata pencarian, harus ada sebuah ciri khas dari usahaa yang ingin kita kembangkan supaya masyarakat mengetahui dan mengenal produk apa yang kita buat, yaitu dengan membuatkan sebuah logo pada usaha kita.

II. STUDI LITERATUR

Desain adalah rencana didalam sebuah pembuatan objek, komponen, struktur, serta sistem. Selanjutnya, kata “desain” bisa dipergunakan sebagai kata benda maupun kata kerja.

Didalam arti yang sangat luas, desain adalah sebuah rancangan serta konsep yang dimulai dari membuat sebuah data yang akan dirancang, mengidentifikasi sebuah masalah, dan bisa merumuskannya kedalam sebuah desain. Sehingga desain akan terlahir menjadi hal yang sangat penting, serta akan menjadi jawaban disebuah masalah dengan menggunkan metode yang sudah dianggap konsisten, yang diawali dengan sebuah riset, brainstorming, membuat sketsa, digital dan membuat sebuah pemikiran desain yang sebelumnya ada.

Menurut Agus Sachari (2005:7) bahwa desain adalah sebuah ilustrasi dari apa yang kita lihat setelah itu kita menuangkannya kedalam sebuah desain melalui penglihatan kita.

Desain merupakan suatu bentuk kebutuhan kepada badani dan rohani manusia yang dijabarkan terhadap berbagai bidang pengalaman, skill, serta pengetahuannya yang mencerminkan perhatian terhadap apresiasi serta adaptasi terhadap sekelilingnya, terutama dalam keterkaitan dengan bentuk, komposisi, arti, nilai, serta berbagai tujuan benda buatan manusia (Archer, 1976).

Logo merupakan singkatan dari logotype. Istilah logo baru muncul tahun 1937 dan kini istilah logo lebih populer daripada logotype. Logo bisa menggunakan sebuah elemen apa saja, berupa tulisan, logogram, gambar, ilustrasi, dan lain-lain. Banyak juga yang mengatakan logo adalah sebuah elemen gambar/ simbol pada identitas visual. (Rustan, 2009:13).

Logo bisa diibaratkan dengan wajahnya suatu perusahaan atau organisasi. Setiap orang bisa dengan mudahnya dikenali antara satu dengan yang lain hanya dengan melihat wajah. Begitu juga halnya dengan logo. Logo merupakan sebuah visi penyampaian citra positif melalui sebuah tampilan sederhana dalam bentuk simbol.

III. PEMBAHASAN

(3)

III.1. Metode Perancangan

Untuk memperoleh hasil perancangan Logo yang komunikatif dan efektif, dan mampu mencapai tujuan, maka diperlukan sebuah metode yang baik untuk mewujudkannya.

Metode Perancangan Logo “Fadillah Food” ini dikelompokkan menjadi tiga tahap, yaitu :

a. Tahap Observasi dan Identifikasi Data

Tahap ini meliputi pengumpulan data tentang seluruh aspek yang berkaitan dengan

“Fadillah Food”, khususnya masalah produk apa saja yang di jual di Fadillah Food. Hal ini meliputi nama makanan, bahan-bahan untuk membuat produk, proses pembuatan, harga, cara dan model kemasan dan cara pemasarannya.

b. Tahap Analisis (pembahasan)

Pada tahap ini data-data yang telah didapat, di analisa kembali dengan menggunakan metode analisis 5W+1H.Hal ini bertujuan agar media yang dirancang dapat berkomunikasi dengan baik kepada audience.

c. Tahap pembuatan karya (art work)

Tahap ini merupakan tahap akhir apabila semua data dan ide serta konsep dirasa sudah layak untuk dirancang menjadi sebuah karya.

III.2. Ruang Lingkup Perancangan

Agar pembahsan dalam perancangan tidak meluas dan agar tidak mengurangi tujua yang ingin di capai, maka perlu adanya pembatas ruang lingkup di dalam perancangan logo Fadillah Foof. Ruang lingkup perancangan di batasi pada pencarian data seputar Fadillah Food, visi dan misi, dan bertanya kepada pembeli dan pelanggan Fadillah Food berada di kota Medan.

Target utama dalam perancangan ini adalah para pekerja, dimana di dalam para pekerja tersebut target audience yang akan di tuju adalah sebagai berikut:

a. Demografis

Usia : ~ Tahun

Terdiri dari : Anak-anak, Remaja, Dewasa, Orang tua Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan

b.Geografis

Lokasi sasaran yang di tuju dala perancangan ini adalah kota Medan.

c. Pisikografi

Secara target perancangan ini akan di letakkan di rumah produksi itu sendiri, kemudian akan di sebar memalui pembagian brosur dan pembuatan planknamadipinggirjalan

III.3. Metode Pengumpulan Data a. Data verbal

1) Wawancara

Melakukan wawancara dengan bertanya kepada beberapa sumber, dengan melakukan wawancara yang terstruktur, data yang di peroleh berkaitan dengan

(4)

informasi seputar Fadillah Food, wawancara dilakukan dengan karyawan Fadillah Food, dan tidak lupa pula bertanya kepada pembeli dan pelanggan setia Fadillah Food.

2) Observasi

Observasi yang di lakukan adalah dengan terjun langsung kelapangan mengunjungi Fadillah Food yang ada pada jalan Brayan Bengkel No. By4

b. Data Visual 1) Dokumentasi

Mencari sumber informasi berupa foto, dokumen dan data tentang Fadillah Food.

Gambar 1 Pastel

Fadillah Food(Sumber. Fadillah Food. 2020)

Gambar 2 Piterbalen Fadillah Food (Sumber. Fadillah Food. 2020)

(5)

Gambar 3 Pizza Mini Fadillah Food (Sumber. Fadillah Food. 2020)

Gambar 4 Donat Fadillah Food (Sumber. Fadillah Food. 2020)

c. Analisis Data

Analisis masalah menggunakan 5W 1H

 What : Perancangan Logo Fadillah Food

 Where : Medan, Jalan Brayan Bengkel No. By4

 When : Saat ini

 Who : Pemilik, karyawan dan pelanggan Fadillah Food.

 Why : Belum adanya Logo Fadillah Food.

(6)

 How : Dalam hal ini perancang akan membuat logo kemudian akan di aplikasikan ke dalam beberapa benda seperti

pakaian kotak, bungkus plastik, kantong plastik dan lain-lain.

III.4. VISUALISASI a. Sketsa

Gambar 5 Sketsa Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

Gambar 6 Sketsa Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

(7)

Gambar 7 Sketsa Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

b. Digital Desain

Gambar 8

Digital Desain Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

(8)

Gambar 8 Final Logo Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

c. Media Implementasi

Gambar 9

Apron (Identitas Karyawan) (Sumber. Isnaini. 2020)

(9)

Gambar 10 Packaging Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

Gambar 11. Stempel Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

(10)

Gambar 12. Plang Fadillah Food (Sumber. Isnaini. 2020)

IV. PENUTUP

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa perancangan branding Logo adalah suatu upaya untuk mengenalkan produk kepada masyarakat agar brand yang kita miliki bisa dengan mudah di ingat oleh masyarakat, dan diharapkan dengan adanya logo yang sudah dibuat akan mempengaruhi sebuah informasi dan bisa membuat masyarakat

semakin kenal terhadap usaha yang kita miliki.

Adapun saran – saran yang bisa diberikan adalah diharapkan agar perancangan logo tersebut tidak berhenti begitu saja, dan diharapkan terus mempromosikan usaha nya dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Alexander,C. (1963). Pengertian Desain. Cammbridge. MA: Harvard University Press.

[2] Sachari, Agus. 2007. Pengertian Desain. Jakarta: Erlangga

[3] Rijanto, B. 2010. Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lingkungan Industri [4] Konstruksi. Edisi Pertama. Penerbit Mitra Wacana Media. Jakarta.

[5] Surianto, Rustan. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama [6] Sachari, Agus. 2005. Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Jakarta: Erlangga

(11)

[7] Bennet, Silalahi N.B. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. PT. Binaman Pressindo Seri Manajemen. Jakarta. 1995.

Gambar

Gambar  2 Piterbalen Fadillah Food  (Sumber. Fadillah Food. 2020)
Gambar  4 Donat  Fadillah Food  (Sumber. Fadillah Food. 2020)
Gambar 5  Sketsa Fadillah Food   (Sumber. Isnaini. 2020)
Gambar 7  Sketsa Fadillah Food                         (Sumber. Isnaini. 2020)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian menunjukkan bahwa Sistem pakar penyakit akibat gigitan nyamuk disertai animasinya ini memberi kemudahan dalam proses identifikasi penyakit akibat

Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, maka menghasilkan sebuah perancangan destination branding desa wisata Dompyong sebagai upaya meningkatkan

Oleh sebab itu, perancangan konsep branding ditujukan untuk menciptakan produk Speak Up dan memperkenalkan Speak Up di masyarakat sehingga dapat membentuk brand

Dari sisi ini, garmen yang merupakan salah satu butir dari fashion atau pakaian menjadi medium atau saluran yang dipergunakan seseorang untuk “menyatakan” sesuatu pada orang

Kewajiban menunjukkan Surat kelengkapan bermotor saat pemeriksaan di jalan merupakan salah satu komponen yang penting karena memilki korelasi dengan pencegahan tindak

Kegiatan pencegahan diare dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan diare kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja Puskesmas Pondok Pucung yang dilaksanakan

Kebudayaan merupakan pengaruh eksternal yang paling penting terhadap perilaku konsumen dan sebagai penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar untuk mendapatkan

Pada tahun ini, INTEL mengambil tema “ Membuat Produk Teknologi Sederhana dan Inovatif yang Menunjang Indonesia di era MEA” Salah satu inti dari ilmu teknik industri adalah men- capai