• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. ANALISA DATA. Gambar 3.1. Tapak Luar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. ANALISA DATA. Gambar 3.1. Tapak Luar"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

40

Universitas Kristen Petra

3.1. Analisis Tapak 3.1.1. Analisis Tapak Luar

Gambar 3.1. Tapak Luar

Secara spesifik batas-batas wilayah yang berbatasan dengan tapak perancangan ini adalah sebagai berikut:

• Arah Utara : Jalan Pakis Tirtosari.

• Arah Selatan : Jalan Mayjen Sungkono.

• Arah Timur : Universitas 45.

• Arah Barat : Jalan Bintang Diponggo.

Perancangan Interior House of Airsoft Gun ini terletak di area Surabaya Barat, tepatnya di Jalan Mayjen Sungkono. Lokasi existing cukup strategis, karena berada di jalan utama Mayjen Sungkono. Berada di area Surabaya Barat menjadi salah satu keunggulan tersendiri, karena saat ini area Surabaya Barat merupakan area yang sedang berkembang dan sangat padat penduduknya. Hal ini dapat menjadi sarana promosi airsoft gun bagi masyarakat sekitarnya. Dilihat dari aksesbilitasnya, area ini mudah untuk dicapai karena terletak di jalan raya.

(2)

Universitas Kristen Petra

Karena lokasi bangunan ini terletak di jalan raya maka masalah yang terbesar adalah terganggu dari keramaian. Tapi hal ini dapat diatasi dengan menggunakan dinding kedap suara dan untuk area yang membutuhkan ketenangan, tidak didekatkan dengan jalan raya. Keramaian dapat di serap oleh pohon-pohon atau bahan lemah dan disebarkan kepermukaan dengan banyak.

(Sumber: Mosley Hc. B, Office Incommercial Space, 1998)

3.1.2. Analisis Tapak Dalam

Gambar 3.2. Tapak Dalam

Bangunan ini menghadap ke Selatan, sehingga pada waktu pagi tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Untuk masalah penghawaan, karena terletak di pusat keramaian sehingga banyak terjangkau polusi udara, maka di atasi dengan pada bagian tertentu ruangan menggunakan penghawaan buatan/ AC sehingga udara dari luar tidak dapat masuk ke dalam ruangan.

(3)

Universitas Kristen Petra

3.2. Analisis Aktivitas Pengguna 3.2.1. Pola Aktivitas Pengunjung

MASUK

MENCARI INFORMASI AWAL

MELIHAT-LIHAT / BERMAIN

BERJALAN-JALAN

MENGAMATI

MEMBELI SOUVENIR

KELUAR

3.2.2. Pola Aktivitas Pegawai

MASUK

ADMINISTRASI

MELAYANI PENGUNJUNG MEMBERI INFORMASI

MEMBERI PANDUAN

KELUAR

3.3 Analisis Kapasitas, Kebutuhan, dan Karakteristik Ruang 3.3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang

Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang

RUANG AKTIVITAS SIFAT RUANG

KAPASI-

TAS PERABOT BESARAN

RUANG LUAS TOTAL

LOBBY o BERORIENTASI o MENCARI

INFORMASI o BERSANTAI

PUBLIK 20 ORANG

3 SET SOFA L. sofa =6m² 3set = 18m² 2m²/orang=

40 m²

58

RESEPSIONIS o MEMBELI TIKET o MENCARI

INFORMASI

PUBLIK 4 ORANG MEJA RESEPSIONIS,

MEJA KOMPUTER,

KURSI PETUGAS

1 RESEPTIONIS

= (22/7.1,12) +0,7+1,1=5,6

22

(4)

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang (sambungan)

RUANG AKTIVITAS SIFAT RUANG

KAPASI-

TAS PERABOT BESARAN

RUANG LUAS TOTAL

AREA PAMER

o MENGAMATI OBYEK o MELAKUKAN

DOKUMENTASI o BERTANYA

PADA PETUGAS

PUBLIK 80 ORANG

15 DISPLAY KECIL, 10 DISPLAY SEDANG, 3 DISPALAY BESAR

L. display kecil ( 60x 120) cm=7200 cm²

15 display=

10,8 m² L.penganatan=

(60x 120)=

7200 cm²=

0.72m² L.Dispaly sedang= (60x 120)cm=7200c m²=0.72 m² 10 display =

7.2 m² L.pengamatan=

(90x120) cm=10800cm²

=1.08m² L.display besar=

54m² 3 display = 162

2m²/ orang 80 orang=

160m²

341.8

SOUVENIR SHOP

o MELIHAT- LIHAT o MEMBELI

SOUVENIR

SEMI PUBLIK

15 ORANG

5 DISPLAY, 1 MEJA KASIR, 2 KURSI STAFF

L.DISPLAY=

(60X120) CM=7200cm²=

0.72 m² 5 display= 3.6

L.meja kasir=

(50x90) cm = 4500 cm²=0.45

L.kursi = ( 40x40)cm

=1600cm²=0.16 2 kursi =0.32

15 orang= 30

34.37

(5)

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang (sambungan)

RUANG AKTIVITAS SIFAT RUANG

KAPASI-

TAS PERABOT BESARAN

RUANG LUAS TOTAL

CAFE o BERSANTAI o MAKAN +

MINUM

SEMI PUBLIK

20 ORANG

SET MEJA MAKAN

L.meja makan/set = (150x250)cm=

37500cm²=

3.75m² 5 set meja

makan=

18.75 m² L. dapur = 25%

dr luas ruang = 25% x 19 m² =

4.75 m² 2m²/ orang 20 orang = 40

63.5

RUANG KONTROL

PANEL

o MENJAGA/

MENGONTROL KEADAAN GLOBAL

SERVICE 2 ORANG STAFF

2 MEJA KERJA, 2

KURSI KERJA, 1 KABINET

L.meja kerja = (152 x 60)cm = 9120 cm² =

0.91 m² L.cabinet =(

50x100)cm = 5000 cm² =

0.5m² L.kursi kerja=

( 40x40) cm

=1600 cm²

=0.16m² 2 kursi kerja =

0.32 m² 2 orang = 4 m²

6.64

RUANG LOKER

o MENYIMPAN BARANG o GANTI BAJU o MEMPERSIAP-

KAN DIRI

SEMI PUBLIK

20 ORANG

BANGKU DUDUK, LEMARI LOKER

Luas ruang

loker

=20 x 0.30

= 6 m²

6

(6)

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang (sambungan)

RUANG AKTIVITAS SIFAT RUANG

KAPASI-

TAS PERABOT BESARAN

RUANG LUAS TOTAL

TOILET o BUANG AIR BESAR o BUANG AIR

KECIL

SERVICE 10 ORANG

10 WC 2 URINOIR

L. WC =

(2x1)m²

= 2m² 10 WC = 20 m²

L. urinoir = 2 urinoir = 3.2

10 orang = 20

43.2

Ruang Medis o TIDUR o BEROBAT

PRIVATE 5 ORANG 2 TEMPAT TIDUR 2 LEMARI

TEMPAT TIDUR

= (2X3) m²

= 6 m² 5 orang = 10 m²

2 Lemari = 1.5

17.5

Total kebutuhan besaran ruang : 593.01 m2 Sirkulasi 30% : 177.903 m2

Total : 770.913 m2

3.3.2. Analisis Fungsi, Sifat dan Karakteristik Ruang

Tabel 3.2. Analisis Fungsi, Sifat dan Karakteristik Ruang

Ruang / Area Pencahayaan Penghawaan

Area Fungsi Sifat Alami Buatan Alami Buatan Akustik

Hall/ lobby Orientasi skala mikro, mencari informasi awal

Publik Jendela kaca yang

menghadap eksiterior

Neon sign dan down light 6” 25 W

- AC sentral (chilled water system)

Middle

Loket Membeli tiket Publik - Neon sign dan down ligh 6” 25 W

- AC sentral Middle

(7)

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.2. Analisis Fungsi, Sifat dan Karakteristik Ruang (sambungan)

Ruang / Area Pencahayaan Penghawaan

Area Fungsi Sifat Alami Buatan Alami Buatan Akustik

Area pamer Pengenalan dan pemahaman obyek koleksi

Publik - Spot ligh 50 W down light 6” 25 W metal halite 100 W

- AC sentral Middle

Ruang Medis

Tempat perawatan orang yang sakit

Private TL 40 W AC sentral Low

Merchadise store

Menjual barang, pernik yang

berhubungan dengan obyek koleksi

Publik - Sifat light 50 W down

light 6”, 25 W

- AC sentral Middle

Cafetaria Tempat bersantai, melepas lelah, menunggu.

Publik - Spot light 50 W neon sign

- AC sentral Middle

Kontrol panel

Pengawasan dan

pengendalian museum secara global

Private - Down light

4”, 25 W

- AC sentral Middle

3.3.3. Analisis Sistem Karakteristik Ruang a. Sistem Penghawaan

Dengan menggunakan AC sentral pada keseluruhan ruang, dimana mesin pengkondisi udara berada pada ruang terpusat (ducting). AC sentrak dengan chilled water system digunakan pada keseluruhan bangunan, hal tersebut dikarenakan ruang yang digunakan cukup besar dan juga mempertimbangkan instalasi listrik agar tidak mudah bocor.

(8)

Universitas Kristen Petra

b. Sistem Pencahayaan

Menggunakan pencahayaan alami dan buatan, namun lebih banyak dalam penggunaan pencahayaan buatan karena pada museum terdapat beberapa area tertentu yang membutuhkan pemberian efek cahaya khusus yang dapat menciptakan suatu atmosfer tertentu. Masing-masing sumber cahaya memiliki kelebihan tersendiri dalam aplikasinya. Pencahayaan alami dengan cahaya matahari langsung dapat memberikan efek psikologis yang baik, serta penglihatan terhadap obyek secara wajar dan riil. Namun, intensitas cahaya matahari tidak stabil karena tergantung dari cuaca dan musim.

Sedangkan dengan pencahayaan buatan, lebih mudah diatur intensitasnya, dapat membangkitkan imajinasi, mengalihkan perhatian, manipulasi bentuk dan suasana.

c. Sistem Akustik

Perencanaan sitem akustik, meliputi:

• Background musik, berfungsi sebagai penguat suasana dan atmosfer ruang. Prosesnya:

CD player → amplifier → loudspeaker

• Pengumuman/pemberitahuan umum, digunakan bila memerlukan panggilan bagi pengunjung, menyampaikan informasi, promosi, dll.

Prosesnya:

Sumber bunyi → transducer/mikrofon → amplifier → loudspeaker.

d. Sistem Keamanan

Berujuan untuk memberi suasana yang nyaman dan aman bagi pengguna. Beberapa system keamanan yang digunakan adalah:

• Baggage X-ray, berfungsi untuk mengetahui benda-benda yang dilarang untuk dibawa masuk ke dalam bangunan.

• Explosive Detector, berfungsi sebagai alat pendeteksi bahan peledak.

• Security.

(9)

Universitas Kristen Petra

e. Sistem Proteksi Kebakaran

Sistem proteksi kebakaran yang digunakan adalah komunikasi darurat, petunjuk arah keluar, dan bukaan darurat/penyelamat. Klasifikasinya adalah sumber daya listrik darurat, hydran ( tiap jarak maksimal 20m ), sprinkler, smoke detector, PAR yang digunakan pada daerah yang tidak terjangkau sprinkler dan hydran.

3.4. Analisis Hubungan antar Ruang

Analisa hubungan antar ruang menggunakan sistem bubble diagram dimana ruang-ruang/area dihubungkan dengan garis-garis dengan ketebalan berbeda yang menunjukkan jarak kedekatan antar ruang.

(10)

Universitas Kristen Petra

Gambar 3.3. Pola Hubungan antar Ruang Keterangan:

Dekat Sedang Jauh

Kontrol Panel

Game Zone

Loket

Cafetaria Cafetaria

Merchandi se store Area

pamer

Lobby

Entrance Hall

(11)

Universitas Kristen Petra

3.5. Zoning, Grouping, dan Sirkulasi Ruang 3.5.1. Alternatif 1

Gambar 3.4. Alternatif 1

Kelebihan :

• Area publik dekat dengan main entrance, sehingga mudah diakses oleh pengunjung.

• Area semi publik masih dapat diakses (dilihat) dari area publik.

• Kekurangan :

• Area privat terlihat dari area publik.

• Area publik terlalu dekat dengan area privat.

(12)

Universitas Kristen Petra

3.5.2. Alternatif 2

Gambar 3.5. Alternatif 2

Kelebihan :

• Area publik dekat dengan main entrance, sehingga mudah diakses oleh pengunjung.

• Area semi publik masih dekat dengan area publik.

Kekurangan :

• Area privat terlalu dekat dengan main entrance, sehingga area privat menjadi bising.

(13)

Universitas Kristen Petra

3.5.3. Alternatif 3

Gambar 3.6. Alternatif 3

Kelebihan :

• Area publik dekat mudah dicapai karena dekat dengan main entrance, sehingga mudah diakses oleh pengunjung.

• Area semi publik dekat dengan area publik.

• Area privat jauh dari area publik, sehingga tidak dapat dilhat oleh umum.

• Area privat jauh dari main entrance, sehingga tidak bising.

Dari ketiga alternatif tersebut, zoning dan grouping yang terpilih adalah alternatif 3. Dengan pertimbangan area publik paling dekat dengan main entrance, area semi publik terletak pada bagian tengah area perancangan yang merupakan sub bagian dari area publik, serta area privat letaknya tersembunyi dan jauh dari kebisingan.

Gambar

Gambar 3.1. Tapak Luar
Gambar 3.2. Tapak Dalam
Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang
Tabel 3.1. Program Kebutuhan dan Besaran Ruang (sambungan)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari pembahasan yang penulis lakukan di bab IV dapat disimpulkan beberapa hal yang terkait dengan permasalahan penelitian ini, yaitu: (1) Pembelajaran kemah iran berbicara

Sementara, pakan dengan kandungan protein berbeda tidak memberikan perbedaan nyata pada kelangsungan hidup ikan gabus yang dipelihara, meskipun kelangsungan hidup tertinggi

Suatu relasi biner dinamakan sebagai suatu relasi pengurutan tak lengkap atau relasi pengurutan parsial ( partial ordering relation ) jika ia bersifat refleksif, anti simetris, dan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak goreng yang difortifikasi PS meningkatkan kualitas profil lipida yang dibuktikan dengan penurunan yang nyata kadar kolesterol

Hal ini menjadi salah satu tolak ukur efektif tidakya penghimpunan dana tersebut, meskipun terjadi peningkatan pada penghimpunan dana zakat namun kenyataanya

Hasil dari penerapan metode Fuzzy Inference System terbukti dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan untuk menentukan jumlah pembelian produk agar persediaan sesuai

peneliti yaitu TAN (residen) serta HT (Staf Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM, divisi Obstetri Ginekologi) secara independen tanpa melihat diagnosis

Show room(ruang pamer), receptionis penerima work dan fasilitas penunjangtermasuk ke dalam area publik ditempatkan pada urutan kedua dari depan setelah area ^l^^ Area semi