• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA."

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

No. Daftar/FPEB/077/ UN.40.7.D1/LT/2014

SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Oleh :

Aditya Anwar Himawan

( 0901697 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)

Oleh

Aditya Anwar Himawan 0901697

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh

gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Aditya Anwar Himawan

Universitas Pendidikan Indonesia

Januari 2014

Hak cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian, dengan dicetak

(3)

ii ADITYA ANWAR H

SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)

Bandung, Januari 2014

disetujui dan disahkan oleh pembimbing :

Pembimbing

Prof. Dr. H. Disman, MS NIP. 195902091984121001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

UPI Bandung

(4)

iii PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “SIKAP

KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)”beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya sendiri dan saya tidak melakukan

penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika

keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan.

Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/ sanksi yang dijatuhkan

kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika

keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Bandung, Januari 2014

Yang membuat pernyataan,

Aditya Anwar Himawan

(5)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu SIKAP KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

(Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)

Aditya Anwar Himawan 0901697

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi sikap kewirausahaan mahasiswa Fakultas Pendidikan Eonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia yang ditinjau dari sikap percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, keberanian mengambil resiko, kepemimpinan, keorisinilan, dan sikap berorientasi kemasa depan.

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan survei.Pengolahan data menggunakan statistika deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah sikap kewirausahaan mahasiswa dan subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia. Penentuan sampel responden dengan menggunakan teknik pengambilanproportionate stratified random sampling.

Hasil penelitian membuktikan bahwa sikap kewirausahaan mahasiswa tergolong cukup baik. indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sikap percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, keberanian mengambi resiko, kepemimpinan, keorisinilan, dan sikap berorientasi kemasa depan.

(6)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

THE ATTITUDE OF STUDENT’S ENTERPRENEURSHIP (The Descriptive Study toward Faculty of Economic and Business

Education’s Students in Indonesia University of Education)

Aditya Anwar Himawan 0901697

ABSTRACT

This study has a purpose to find out the descriptive attitude of student’s

entrepreneurship at Faculty of Economic and Business Education in Indonesia University of Education that is reviewed from the confidence attitude, the orientation on task and result, the courage to take a risk, the leadership, and the orientation attitude to the future.

The approach that was done in this study is quantitative. The kind of this study is the descriptive study with using survey. The data processing used a descriptive statistic. The object in this study is students entrepreneurship’s attitude and the subject of this study is Faculty of Economic and Business students in Indonesia University of Education. The determination of sample respondents used the recruitments technique of proportionate stratified random sampling.

The result of this study proved the attitude of students’ entrepreneurship was

good. The indicators that was used in this study is the confidence attitude, the orientation toward task and result, the courage to take a risk, the originality, and the orientation attitude to the future.

Key words : Attitude, Entrepreneurship Attitude, Students’ Entrepreneurship

(7)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

PERNYATAAN ... Error! Bookmark not defined.

KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.

UCAPAN TERIMAKASIH ... Error! Bookmark not defined.

ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.

ABSTRACT ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR GAMBAR ... Error! Bookmark not defined.

BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.

1.1 Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.

1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

1.4 Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

1.4.1 Manfaat Teoritis ... Error! Bookmark not defined.

1.4.2 Manfaat Praktis ... Error! Bookmark not defined.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... Error!

Bookmark not defined.

2.1 Kajian Pustaka ... Error! Bookmark not defined.

2.1.1 Konsep Kewirausahaan ... Error! Bookmark not defined.

2.1.2 Sikap Kewirausahaan ... Error! Bookmark not defined.

2.2 Penilitian Terdahulu ... Error! Bookmark not defined.

2.3 Kerangka Pemikiran... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODE PENELITIAN... Error! Bookmark not defined.

3.1 Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.2 Metode Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.3 Populasi dan Sample Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.3.1 Populasi ... Error! Bookmark not defined.

(8)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3.4 Operasional Variable ... 31

3.5 Sumber dan Jenis Data ... Error! Bookmark not defined.

3.6 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.7 Teknik Pengumpulan Data ... Error! Bookmark not defined.

3.8 Teknik Analisis Data... Error! Bookmark not defined.

3.8.1 Uji Validitas dan Reliabilitas... Error! Bookmark not defined.

3.8.2 Ukuran Pemusatan Data dalam Statistik Deskriptif (Descriptive Statistic) ... 40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not

defined.

4.1 Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... Error! Bookmark not

defined.

4.1.2 Gambaran Umum Responden ... Error! Bookmark not defined.

4.1.3 Pembahasan Deskripsi Sikap Kewirausahaan Mahasiswa ... Error!

Bookmark not defined.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 8Error! Bookmark not defined.

5.1 Kesimpulan ... 8Error! Bookmark not defined.

5.2 Saran ... Error! Bookmark not defined.

(9)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kewirausahaan mempunyai kaitan yang sangat erat dengan pertumbuhan

ekonomi nasional. Kewirausahaan mampu membuat suatu negara maju dan

makmur karena kewirausahaan sebagai pencipta kesempatan kerja baru,

penghasilan baru, inovasi baru, serta unggul dalam kualitas untuk mengorganisir

sumberdaya yang diperlukan dalam menciptakan nilai tambah. Nilai tambah

tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru,

menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang

dan jasa baru yang lebih efisien dan secara keseluruhan disebut sebagai sumber

pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Kirzner (1973:25)

berpendapat bahwa wirausaha merupakan perilaku kompetitif yang mendorong

pasar, bukan hanya menciptakan pasar baru, tetapi menciptakan inovasi baru ke

dalam pasar, sekaligus sebagai kontribusi nyata dari wirausaha sebagai penentu

pertumbuhan ekonomi.

Kewirausahaan juga memiliki peranan penting untuk menjadikan

masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat

dapat mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan menyediakan produk yang

bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan

masyarakat lebih kreatif dalam melakukan usahanya, mereka bisa menciptakan

barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri

sehingga tidak perlu mengimpor dari luar negeri.

Namun dalam kenyataannya di Negara Indonesia, wirausaha kurang

diminati, hal ini didukung oleh laporan dari Kementerian Tenaga Kerja dan

Transmigrasi mencatat jumlah penduduk yang berwirausaha saat ini baru

mencapai angka 0,18 persen dari jumlah 238 juta penduduk Indonesia. Idealnya,

agar Indonesia bisa berdaya saing tinggi dibutuhkan paling sedikit 2 persen dari

238 juta orang penduduk Indonesia atau sekitar 4,76 juta orang wirausaha baru

(10)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kondisi kewirausahaan Indonesia saat ini memang tidak sebaik dengan

negara tetangga seperti Singapura & Malaysia. Sebut saja Amerika Serikat dengan

populasi wirausaha 11,5% dari total jumlah penduduknya, singapura 4,2%, korea

selatan 4 %, malaysia 2,1 %. Iklim wirausaha masih menghadapi kendala ditiga

sektor utama. Pertama sistem logistik nasional yang masih berbiaya tinggi. Kedua

masalah infrastruktur-infrastruktur penunjang baik dari kelistrikan, minimnya

pelabuhan, atau terbatasnya akses jalan raya. Ketiga adalah birokrasi yang masih

rumit dan panjang walau saat ini dibanyak daerah birokrasi mulai satu atap, tapi

masih belum sanggup memutus rantai panjang birokrasi (www.kompasiana.com).

Rendahnya minat berwirausaha mahasiswa di Indonesia juga dikatakan oleh

Staf Ahli Menteri Koperasi dan UMKM Bidang Penerapan Nilai Dasar Koperasi

bahwa dari 4,8 juta mahasiswa, hanya 7,4 persen mahasiswa yang meminati

wirausaha. Rendahnya minat wirausaha mahasiswa tersebut diketahui dari data di

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencatat bahwa 83,18 persen

lulusan perguruan tinggi lebih berminat menjadi pekerja atau karyawan

(www.lensaindonesia.com).

Kondisi secara makro yang dijelaskan oleh data diatas tidak jauh berbeda

dengan hasil pra penelitian yang dilakukan penulis mengenai rendahnya sikap

kewirausahaan mahasiswa. Pra penelitian yang dilakukan pada mahasiswa

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, berikut data yang penulis dapat dari pra

penelitian tersebut.

(11)

3

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari data yang disampaikan pada gambar 1 diatas dapat diketahui bahwa

sikap kewirausahaan mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis bisa

dikatakan masih kurang baik. Yakni mahasiswa yang memiliki keorisinilan

berwirausaha 65%, berani mengambil resiko 60%, dan optimisme 30%,

mempunyai jiwa kepemimpinan 40%.

Sedangkan dalam sikap kewirausahaan itu sangat penting dimiliki oleh

seorang wirausahawan. Kewirausahaan adalah menerapkan kreatifitas dan inovasi

untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan peluang yang dihadapi

sehari-hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreatifitas, inovasi dan

keberanian dalam menghadapi resiko, kreatifitas adalah kemampuan untuk

mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam

melihat persoalan dan peluang untuk meningkatkan usahanya. Wirausaha akan

berhasil apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau melakukan

sesuatu yang lama dengan cara yang baru Zimmerer dalam Winarno (2011:11).

Menurut hasil penelitian Charles Schriber dalam Buchari Alma (2009:18)

keberhasilan seseorang yang ditentukan oleh pendidikan formal hanya 15% dan

selebihnya 85% ditentukan oleh sikap kewirausahaan. Oleh sebab itu untuk

menjadi seorang wirausaha, sikap mental berani tetapi dengan perhitungan yang

matang sangat membantu keberhasilan kewirausahaan.

Geoffrey G. Meredith (2005:5)mengemukakan indikator sikap

kewirausahaan yaitu : (1) Percaya diri (2) Berorientasi pada tugas dan hasil (3)

Keberanian mengambil resiko (4) Kepemimpinan (5) Keorisinilan (6) Berorientasi

ke masa depan.

Universitas Pendidikan Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi

terkemuka di Indonesia sudah seharusnya menciptakan lulusan sarjana yang

memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang wirausaha, khususnya Fakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis yang diharapkan mampu menciptakan pendidik

serta para ekonom yang dapat meningkatkan perekonomian negara.

Sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi diharapkan mampu

mempersiapkan masa depan yang lebih baik dengan mengembangkan intelektual

(12)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pendidikan tinggi juga berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang

memiliki keinginan yang tinggi dalam menanamkan jiwa dan sikap

kewirausahaan dalam mengatasi masalah perekonomian negara dengan cara

menciptakan lapangan kerja.

Dari uraian diatas penulis ingin meneliti tentang bagaimana sikap

kewirausahaan mahasiswa, yang kemudian dirumuskan dalam judul : “SIKAP

KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia)”

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

Dari uraian yang terdapat pada latar belakang masalah diketahui adanya

masalah dalam sikap kewirausahaan pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan

Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam penelitian ini maka peneliti membatasi ruang lingkup permasalahan.

Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap percaya diri

mahasiswa?

2. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap berorientasi

pada tugas dan hasil?

3. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap keberanian

mengambil resiko?

4. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap

kepemimpinan?

5. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sifat keorisinilan?

6. Bagaimana gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari hal berorientasi

kemasa depan?

1.3 Tujuan Penelitian

Mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah

(13)

5

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap percaya

diri mahasiswa.

2. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap

berorientasi pada tugas dan hasil.

3. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap

keberanian mengambil resiko.

4. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sikap

kepemimpinan.

5. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari sifat

keorisinilan.

6. Untuk mengetahui gambaran sikap kewirausahaan ditinjau dari hal

berorientasikemasa depan.

1.4 Manfaat Penelitian

Selain mempunyai tujuan, dilakukannya penelitian karena mempunyai

manfaat atau kegunaan.Kegunaan yang diharapkan daripenelitian ada dua, yaitu

kegunaan teoritis dan kegunaan praktis sebagai berikut :

1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam

memperluas wawasan dan pengetahuan, dalam hal ini yaitu pengetahuan

kewirausahaan khususnya sikap kewirausahaan.

1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan mempunyai kegunaan bagi beberapa pihak

seperti di bawah ini :

a. Bagi masyarakat luas

Sebagai salah satu sumber informasi tentang faktor-faktor yang

mempengaruhi sikap kewirausahaan.

(14)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Para dosen dapat mengetahui pentingnya pengetahuan kewirausahaan

baik teori, pelatihan, dan kegiatan kewirausahaan lainnya bagi mahasiswa agar

dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga dapat

menciptakan lapangan kerja.

c. Bagi mahasiswa

Sebagai salah satu referensi untuk memperluas pengetahuan maupun

pembanding dalam penelitian atau penulisan karya ilmiah, khususnya

(15)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

Objek variabel yang digunakan dalam penelitian ini sikap kewirausahaan

mahasiswa. Objek sasaran dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan

Ekonomi dan Bisnis UPI yang telah mengontrak mata kuliah kewirausahaan.

3.2 Metode Penelitian

Menurut Sugiyono (2012:2) metode penelitian pada dasarnya merupakan

cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara

ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu

didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk

akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang

dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat

mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses

yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang

bersifat logis.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

kuantitatif. Menurut Somantri (2005:58), metode kuantitatif berakar pada

paradigma tradisional,positivistik, eksperimental atau empiricist. Metode ini

berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton, dan

John Locke.“Gaya” penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif

melalui konsep yang diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada

(16)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gaya penelitian kuantitatif yang diuraikan oleh Neuman dalam (Somantri,

2005:59)melatarbelakangi penentuan pendekatan penelitian ini, antara lain: (a)

mengukur fakta-fakta objektif, (b) fokus pada variabel-variabel, (c) reliabilitas

adalah kunci, (d) bebas nilai, (e) bebas dari konteks, (f) banyak kasus dan subjek,

(g) analisis statistik, (h) peneliti terpisah.

Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian survei

Singarimbun (2008:3).Jenis penelitian survei dibatasi pada penelitian yang

datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi

Singarimbun (2008:3).

Mengenai kegunaan jenis penelitian survei, Singarimbun (2008:5)

mengemukakan bahwa hasil survei dapat digunakan untuk mengadakan prediksi

mengenai fenomena sosial tertentu.

Dalam penelitian ini, penelitian survei digunakan dengan maksud deskriptif

Singarimbun (2008:4).Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran

cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misalnya, perceraian, pengangguran,

keadaan gizi, preferensi terhadap politik tertentu, dll.Peneliti mengembangkan

konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa

Singarimbun(2008:4).

Moh Nazir (1999:54–55) mengemukakan bahwa Penelitian dikelompokkan

dalam lima kelompok umum, yaitu:

a. Metode sejarah b. Metode deskriptif c. Metode eksperimental d. Metode grounded research e. Metode penelitian tindakan

Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status

sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau

suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

memuat perencanaan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta

dan sifat–sifat populasi atau daerah tertentu. Suryabrata (1997:18).

(17)

27

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki, dengan

menggambarkan/melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang,

berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Metode deskristif

memusatkan perhatiannya pada penemuan fakta-fakta (fact finding) sebagaimana

keadaan sebenarnya”.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis.

Metode penelitian deskriptif analisis merupakan metode penelitian yang berusaha

menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Metode

ini digunakan untuk mendeskripsikan sikap kewirausahaan mahasiswa Fakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia.

3.3 Populasi dan Sample Penelitian 3.3.1 Populasi

Populasi merupakan sekelompok objek yang dapat dijadikan sumber

penelitian. Suharsimi Arikunto (2010:173)menyatakan populasi adalah

“keseluruhan subjek penelitian”. Menurut Sugiyono (2008:80) “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulan”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI yang telah lulus mengontrak mata

kuliah kewirausahaan pada angkatan 2011.

Tabel 3. 1

Populasi Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Angkatan 2011

(18)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan Tabel 3.1 yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah 550

mahasiswa.

3.3.2 Sample Penelitian

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan ini yaitu dengan menggunakan teknik

sampel random/acak. Dalam teknik ini, peneliti “mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap samaSuharsimi

Arikunto(2010:174).

Menurut Sugiyono (2012:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Sedangkan menurut Mohammad Ali

(2011:84) sampel ialah bagian yang mewakili populasi yang diambil dengan

menggunakan teknik-teknik tertentu.Dalam penelitian ini, tidak semua populasi

diteliti Pengertian mewakili atau refresentatif menunjukkan, bahwa semua ciri

yang dimiliki oleh populasi terdapat atau tercermin dalam sampel.

Teknik Sampling adalah suatu teknik atau cara dalam mengambil sampel

yang representative dari populasi. Yang dimaksud disini, teknik sampling

merupakan cara atau metode yang digunakan untuk menentukan siapa dan jumlah

orang yang akan dijadikan sumber informasi. Persoalan terpenting dalam

pengumpulan data adalah bagaimana dapat dipastikan sample yang ditetapkan

adalah representativ Bugin (2001:77). Oleh karena itu, peneliti harus tepat dalam

(19)

29

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menurut Sugiyono (2009:218) cara pengambilan sampel atau teknik

sampling secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara proporsional

(proportionate stratified random sampling).Menurut Sugiyono (2008:82), teknik

ini digunakan apabila bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak

homogen dan berstrata proporsional.

Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian

ini adalah menggunakan rumusYamane dalam (Riduwan, 2007:65) sebagai

berikut:

d = level signifikansi yang diinginkan

Teknik

Sampling

Probability sampling Non Probabilty Sampling

1.Simple random

(20)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan rumus tersebut, didapat sampel mahasiswa FPEB UPI angkatan

2011 sebagai berikut:

Jadi, menurut hasil perhitungan diatas sample dibulatkan menjadi 100

responden.

3.3.2.1Sampel Angkatan

Berdasarkan perhitungan diperoleh jumlah sampel minimal sebanyak 100

mahasiswa.Penentuan jumlah masing-masing sampel untuk angkatan dihitung

secara random dan proporsional, dengan menggunakan rumus:

n

N = Jumlah populasi seluruhnya. Ni = Jumlah populasi menurut stratum. Ni = Jumlah sampel menurut stratum.

Tabel 3. 2

Sampel Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI

(21)

31

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Pendidika Ekonomi 89

Sumber : Kasi Akademik dan Kemahasiswaan FPEB UPI

3.4 Operasional Variable

Menurut Sugiyono (2008:60) variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk

apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh

informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulanya.

Dalam penelitian ini prferensi merupakan variabel terikat (Y). Menurut

Sugiyono (2009:59), variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel

yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.

Definisi operasional variable menunjuk pada dua hal yang penting dalam

hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran.

Indikator empiris menunjuk pada apa yang diamati dari variabel yang

bersangkutan, dan pengukuran menunjuk pada kualitas yang diamati

Gulo(2004:111).

Tabel 3.3

Operasional Variable

Variable Dimensi Indikator Skala

Sikap

1. Memiliki sikap disiplin diri serta tanggap dalam bekerja.

Ordinal 2. Dapat berfikir secara kritis

(22)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu respon individu

4. Kepemimpinan 1. Memiliki Keteladanan yang

baik

Ordinal 2. Berjiwa Pemimpin

3. Terbuka terhadap kritik dan saran

5. Keorisinilan 1. Memiliki Kemampuan

dalam menemukan gagasan 2. Tidak cepat puas dengan

keberhasilan

3. Selalu mencari peluang

3.5 Sumber dan Jenis Data

Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data

primer dan data sekunder.

Data primer dikemukakan oleh Sugiyono (2008:137)adalah sumber data

yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer diperoleh

dari mahasiswa FPEB UPI.

Data sekunder dikemukakan oleh Sugiyono (2008:137)adalah sumber data

yang diperoleh dengan cara membaca, memelajari dan memahami melalui media

lain yang bersumber dari literature, buku-buku.

3.6 Instrumen Penelitian

Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket/

(23)

33

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kuesioner menurut Arikunto (2010:194)merupakan sejumlah pertanyaan

tertulis yang digunakan untuk memeroleh informasi dari responden dalam arti

laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.

Peneliti menggunakan bentuk kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup

merupakan kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden

tinggal memilihArikunto (2010:195).Dalam hal ini, responden diminta menjawab

pertanyaan dengan memilih dari sejumlah alternatif yang diberikan (multiple

choice questionnaire). Kuesioner penelitian ini disebut pula sebagai kuesioner

langsung karena responden menjawab tentang dirinya.

Alasan peneliti memilih instrument berupa angket/ kuesioner mengacu pada

keuntungan kuesioner yang diuraikan Arikunto (2010:195),yaitu: (a) tidak

memerlukan hadirnya peneliti, (b) dapat dibagikan secara serentak kepada banyak

responden, (c) dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya

masing-masing dan menurut waktu senggang responden, (d) dapat dibuat anonym

sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab, (e) dapat dibuat

terstandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang

benar-benar sama.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2008:401), pengumpulan data dapat dilakukan dalam

berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara.Neuman (dalam Silalahi,

2006:268), teknik atau metode pengumpulan data terbagi menjadi dua yaitu

metode pengumpulan data kuantitatif dan metode pengumpulan data kualitatif.

Berdasarkan pernyataan Neuman diatas, ada dua macam teknik

pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yakni pengumpulan

data primer dan pengumpulan data sekunder.

Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui metode survei dengan

menggunakan instrumen angket/kuesioner. Menurut Sugiyono (2008:199), angket

atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

(24)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam menggunakan angket/ kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk

mengumpulkan data, peneliti mengacu pada persyaratan Arikunto (2010:268)agar

kuesioner dapat menjadi metode pengumpul data yang baik, yaitu: (a)

merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner, (b) mengidentifikasi

variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner, (c) menjabarkan setiap variabel

menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal, (d) menentukan jenis data

yang akan dikumpulkan sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.

Penyebaran angket/ kuesioner dilaksanakan di enam prodiFakultas

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia mulai tanggal

15 Januari sampai dengan tanggal 18 Januari 2014.

Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui berbagai dokumen

yang tersedia, seperti artikel-artikel dalam surat kabar ataupun majalah yang

populer, buku, artikel-artikel dari jurnal ilmiah, buletin statistik, laporan-laporan,

arsip organisasi, publikasi pemerintah, informasi dari organisasi, analisis yang

dibuat oleh para ahli, hasil survei terdahulu, catatan-catatan publik mengenai

peristiwa-peristiwa resmi serta catatan-catatan perpustakaan.

Salah satu membuat struktur kuesioner tertutup ialah menggunakan skala

jawaban. Hal tersebut dilaksanakan setelah angket disebar dan data sudah

terkumpul. Dalam metode penelitian ini, peneliti menggunakan skala

likert.Menurut Sugiyono (2008:132), skala likert digunakan untuk mengukur

sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

sosial.

Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi

indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk

menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau

pertanyaan.Jawaban setiap item istrumen yang menggunakan skala likert

mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa

kata-kata seperti tabel 3.5.

Tabel 3. 4

Skor Atas Jawaban Kuesioner

(25)

35

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1 Sangat setuju 5

2 Setuju 4

3 Ragu-ragu 3

4 Tidak setuju 2

5 Sangat tidak setuju 1

(Sumber: Sugiyono, 2008:133)

3.8 Teknik Analisis Data

Telah diuraikan sebelumnya, bahwa dalam penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif sehingga analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara

kuantitatif dan menggunakan alat statistik (dasar-dasar statistik).

Menurut (Siregar, 2010:2), pengelompokan statistika berdasarkan cara

pengolahan datanya dibedakan menjadi dua, yaitu statistika deskriptif (descriptive

statistics)dan statistika inferensial(inferential statistics).

Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan statistika deskriptif

(descriptive statistics).Statistik deskriptif (descriptive statistics) adalah statistik

yang berkenaan dengan bagaimana cara mendeskripsikan, menggambarkan,

menjabarkan, atau menguraikan data sehingga mudah dipahami (Siregar, 2010:2).

Berikut ini merupakan teknik-teknik yang dilakukan untuk menganalisis

data:

3.8.1 Uji Validitas dan Reliabilitas

Agar hasil penelitian tidak diragukan, diperlukan standar ukuran yang

menunjukkan ketepatan suatu instrument.Oleh karena itu, dilakukan 2 (dua)

macam tes, yaitu tes validitas dan tes reliabilitas.

3.8.1.1Uji Validitas

Menurut Riduwan (2008:216), validitas adalah suatu ukuran yang

menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Alat ukur yang

kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

Uji validitas dimaksudkan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen yang valid berarti alat

(26)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur

Sugiyono(2008:172).

Tes validitas instrumen dilakukan dengan teknik analisis item instrumen,

yaitu dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan

jumlah skor untuk masing-masing variabel. Dalam uji validitas ini digunakan

teknik korelasi product moment dengan rumus :

 

r = koefisien validitas item yang dicari

X = skor yang diperoleh dari subjek dalam tiap item

Y = skor total item instrumen

∑X = jumlah skor dalam distribusi X

∑Y = jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2

= jumlah kuadrat pada masing-masing skor X

∑Y = jumlah kuadrat pada masing-masing skor Y N = jumlah responden

Kriteria keputusannya menurut Riduwan (2010: 217) adalah sebagai

berikut :

 Jika rhitung > rtabel dikatakan valid.

 Jika rhitung < rtabel dikatakan tidak valid.

Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks

(27)

37

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dengan menggunakan taraf signifikan α = 0,05 koefisien korelasi yang

diperoleh dari hasil perhitungan diperbandingkan dengan nilai dari tabel korelasi

nilai r dengan derajat kebebasan (n-2), dimana n menyatakan jumlah baris atau

banyaknya responden.

Jika r hitung r0,05 Instrumen valid

Sebaliknya jika r hitung r 0,05 Instrumen tidak valid

3.8.1.2Hasil Uji Validitas

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:211), validitas adalah suatu ukuran yang

menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu

instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. sebaliknya,

instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

Pengujian ini dilakukan dengan menentukan item valid atau tidak valid

menggunakan tingkat signifikansi koefisien korelasi dimana item dikatakan valid

jika rhitung> rtabel. Uji validitas instrumen dalam penelitian adalah variabel Perilaku

Kewirausahaan ditunujkan oleh Tabel 3.6berikut ini:

Tabel 3. 5

Uji Validitas Sikap Kewirausahaan

(28)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

15 0,60 0,163 Valid Tinggi

16 0,65 0,163 Valid Tinggi

17 0,52 0,163 Valid Cukup Tinggi

18 0,50 0,163 Valid Cukup Tinggi

19 0,63 0,163 Valid Tinggi

Sumber : Lampiran

Dari Tabel 3.6 menunjukan bahwa seluruh hasil rhitung> rtabel untuk α = 0,05

maka dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pertanyaan untuk variabel ini

dinyatakan valid. Jadi seluruh data dalam penelitian ini layak untuk diikutsertakan

dalam analisis.

3.8.1.3Uji Reliabilitas

Setelah dilakukan pengujian validitas, maka langkah selanjutnya adalah

melakukan pengujian reliabilitas. Suharsimi Arikunto (2010:221) menyatakan

bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena

instrumen tersebut telah baik. Reabilitas menunjuk pada tingkat keteramdalan

sesuatu. Reliabel artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Sugiyono

(2007:354)menyatakan bahwa pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan

secara eksternal mapun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan

dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal

reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang

ada dengan teknik tertentu.

Tes Reliabilitas bertujuan untuk mengenal apakah alat pengumpul data

tersebut menunjukkan tingkat ketepatan, kaekuratan, kestabilan atau konsistensi

dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu walaupun

dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Pengujian Reliabilitas pada penelitian ini

menggunakan rumus Spearman-Brown dengan teknik belah dua ganjil-genap.

Adapun langkah-langkah yang digunakan adalah :

1. Mengelompokkan skor butir bernomor ganjil sebagai belah pertama dan

(29)

39

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Mengkorelasikan skor belahan pertama dengan skor belahan kedua, dan akan

diperoleh harga rxy dengan menggunakan rumus korelasi product moment

dengan angka kasar yang dikemukakan oleh Pearson, yaitu :

∑ ∑ ∑

{ ∑ ∑ } { ∑ ∑ }

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi N = Jumlah Responden

∑X = Jumlah skor X

∑Y = Jumlah skor Y

∑XY = Jumlah skor X dan skor Y

3. Menghitung indeks reliabilitas dengan menggunakan rumus Spearman-Brown,

yaitu :

Keterangan :

r11 = Reliabilitas instrumen

r1/21/2 = rxy yang disebut sebagai indeks korelasi antara dua belahan

instrumen.

Kriteria keputusannya adalah sebagai berikut :

 Jika r11> rtabel dikatakan reliabel.

 Jika r11< rtabel dikatakan tidak reliabel.

3.8.1.4Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah suatu pengujian yang menunjukan pada suatu

pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan

sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Seperti halnya

pada perhitungan validitas data, perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini juga

mengunakan bantuan Microsoft Excel 2007. Adapun hasil pengujian reliabilitas

(30)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3. 6

Uji Reliabilitas Variabel

Jumlah

Varian item Total Varian Reabilitas r tabel Ket.

10,39 168,45 0,99 0,163 Reliabel

Sumber : Lampiran

Pada Tabel 3.7menunjukkan bahwa instrumen penelitian pada variabel

penelitian memiliki angka reliabilitas. Dengan kata lain semua item

masing-masing variabel dalam penelitian ini merupakan instrumen yang dapat dipercaya.

3.8.2 Ukuran Pemusatan Data dalam Statistik Deskriptif (Descriptive Statistic)

Ukuran pemusatan data adalah suatu nilai data dari serangkaian data yang

dapat mewakili data tersebut (Siregar, 2010:20).

a. Central Tendency

1) Mean

Rata-rata hitung (mean) adalah jumlah nilai dalam kelompok data

dibagi dengan banyaknya nilai. Rumus untuk mean sampel adalah:

= ∑ X/ n

(Kazmier, 2004:19).

2) Median

Median dari sebuah kelompok adalah nilai yang berada di tengah dari

kelompok tersebut ketika semua anggota kelompok disusun secara menaik

ataupun menurun berdasarkan nilainya.Untuk sebuah kelompok dengan

jumlah anggota genap, mediannya adalah nilai tengah antara dua nilai yang

berdampingan dengan nilai tengahnya. Jika nilai-nilainya didalam kelompok

berjumlah sangat banyak, rumus berikut berguna untuk menghitung median

dalam sebuah kelompok yang sudah diurutkan, yaitu:

(31)

41

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3) Mode/ Modus

Modus (mode) adalah nilai yang paling sering dijumpai dalam

sekelompok nilai.Distribusi seperti ini disebut unimodal.Pada sekelompok

kecil data yang tidak mengandung nilai yang berulang, tidak ada modus.Jika

dua nilai yang berdampingan mempunyai frekuensi yang relatif besar,

distribusi tersebut disebut sebagai bimodal.Distribusi ukuran dengan beberapa

modus disebut sebagai multimodal (Kazmier, 2004:19).

b. Dispersion

1) Standar Deviasi

Standar deviasi adalah akar kuadrat variansi. Ciri-ciri utama standar

deviasi adalah: a) memiliki satuan yang sama seperti data aslinya, b) memiliki

akar kuadrat dari jarak kuadrat rata-rata terhadap nilai rata-rata, c) nilainya

pasti positif, d) merupakan ukuran disperse yang paling sering dilaporkan

(Lind,Marchal& Wathen, 2007:110).

Rumus standar deviasi adalah:

(Lind, Marchal, & Wathen, 2007:110).

2) Minimun

Minimum adalah nilai terendah dari suatu data (Kurniawan, 2010:15).

3) Maksimum

(32)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai sikap

kewirausahaan mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas

Pendidikan Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Sikap kewirausahaan dalam hal percaya diri diketahui sebesar 50,0%

memiliki sikap kewirausahaan yang bersifat percaya diri termasuk kedalam

kategori sangat tinggi, sebesar 30,0% memiliki sikap kewirausahaan yang

memiliki sifat percaya diri termasuk kedalam kategori tinggi, sebesar 15,0%

memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat percaya diri termasuk

kedalam kategori sedang, kemudian sebesar 5% memiliki sikap

kewirausahaan yang bersifat percaya diri termasuk kedalam kategori rendah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sikap kewirausahaan dalam hal percaya diri

mahasiswa termasuk kedalam kategori tinggi.

2. Sikap kewirausahaan dalam hal berorientasi pada tugas dan hasil dapat

diketahui sebesar 6,0% atau 6 responden memiliki sikap kewirausahaan yang

bersifat berorientasi pada tugas dan hasil termasuk kedalam kategori sangat

tinggi, sebesar 74,0% atau 74 responden memiliki sikap kewirausahaan yang

bersifat berorientasi pada tugas dan hasil termasuk kedalam kategori tinggi.

Sebesar 14,0% atau 14 responden memiliki sikap kewirausahaan dalam hal

berorientasi pada tugas dan hasil termasuk kedalam kategori sedang, sisanya

6,0% atau 6 responden termasuk dalam kategori rendah. Jadi, dapat

disimpulkan bahwa sikap kewirausahaan mahasiswa dalam hal berorientasi

pada tugas dan hasil para mahasiswa termasuk kedalam kategori tinggi.

3. Sikap kewirausahaan dalam hal keberanian mengambil resiko sebesar 31,0%

atau 31 responden memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat

keberanian mengambil resiko termasuk kedalam kategori sangat tinggi, dan

sebesar 39,0% atau 39 responden memiliki sikap kewirausahaan yang

memiliki sifat keberanian mengambil resiko termasuk kedalam kategori

tinggi, sebanyak 20,0% atau 20 responden memiliki sikap kewirausahaan

(33)

89

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sedang. Sisanya 10,0% atau 10 responden memiliki sikap kewirausahaan

yang memiliki sifat keberanian mengambil resiko termasuk kedalam ketegori

rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sikap kewirausahaan dalam hal

keberanian mengambil resiko para mahasiswa termasuk kedalam kategori

tinggi.

4. Sikap kewirausahaan dalam hal kepemimpinan sebesar 90,0% atau 90

responden memiliki sikap kewirausahaan yang bersifat kepemimpinan

termasuk kedalam kategori sangat tinggi, dan sebesar 9,0% atau 9 responden

memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat kepemimpinan termasuk

kedalam kategori tinggi, sebesar 1,0% atau 1 responden memiliki sikap

kewirausahaan yang bersifat kepemimpinan termasuk kedalam kategori

sedang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sikap kepemimpinan mahasiswa

termasuk kedalam kategori sangat tinggi.

5. Sikap kewirausahaan dalam hal keorisinilan sebesar 18,0% atau 18 responden

memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat keorisinilan termasuk

kedalam kategori sangat tinggi, sebesar 50,0% atau 50 responden memiliki

sikap kewirausahaan yang memiliki sifat keorisinilan termasuk kedalam

kategori tinggi,sebesar30,0% atau 30 responden memiliki sikap

kewirausahaan yang memiliki sifat keorisinilan termasuk kedalam kategori

sedang, dan sisanya sebesar2,0% atau 2 responden memiliki sikap

kewirausahaan yang memiliki sifat keorisinilan termasuk kedalam kategori

rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sikap kewirausahaan dalam hal

keorisinilan para mahasiswa termasuk kedalam kategori tinggi.

6. Sikap kewirausahaan dalam hal berorientasi kemasa depan sebesar 77,0%

atau 7 responden memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat

berorientasi kemasa depan termasuk kedalam kategori sangat tinggi, sebesar

10,0% atau 10 responden memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat

berorientasi kemasa depantermasuk kedalam kategori tinggi, sebanyak 13,0%

atau 13 responden memiliki sikap kewirausahaan yang memiliki sifat

(34)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

disimpulkan bahwa sikap kewirausahaan dalam hal berorientasi kemasa

depan para mahasiswa termasuk kedalam kategori tinggi.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan mengenai sikap

kewirausahaan mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas

Pendidikan Indonesia, maka penulis disini mencoba memberikan saran baik

kepada para mahasiswa maupun kepada penelitian selanjutnya, yaitu:

1. Bagi mahasiswa yang menjalankan kegiatan kewirausahaanya diharapkan

memiliki sikap kewiraushaaan yang baik, karena hal itu merupakan salah satu

modal dalam melakukan kegiatan kewirausahaan dan merupakan faktor

penting dalam menentukan keberhasilan usaha. Mahasiswa harus mempunyai

sebuah visi itu terbagi menjadi 3, yaitu visi jangka pendek, visi jangka

menengah dan visi jangka panjang. Visi jangka panjang inilah yang akan

membawa kegiatan wirausaha menjadi berkembang dan besar. Seorang

mahasiswa harus memiliki arahan yang jelas untuk kegiatan wirausaha ke

depannya. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung dan

mengembangkan usahanya.

2. Mahasiswa dapat meningkatkan sikap kewiraushaaan dengan cara mengikuti

seminar, pelatihan, dan mengikuti organisasi mahasiswa sehingga dapat

diharapkan mahasiswa memiliki sikap kewirausahaan yang baik, dan dapat

optimal dalam melakukan kegiatan kewirausahaan.

3. Bagi peniliti selanjutnya dapat mengganti objek penelitiannya kepada seluruh

mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yangmengikuti Program

(35)

Aditya Anwar Himawan, 2014

Sikap Kewirausahaan Mahasiswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Buku

Suryana, (2006). Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, Edisi Ketiga, Penerbit Salemba, Jakarta

J. Minardi. (2003). Entrepreneur dan Enterpreneurship. Jakarta; Prenada Media

Buchari Alma. (2009). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung; Alfabeta

Ajzen, Icek. 1975. Attitudes, Personality and Behavior Second Edition. New York. Open University Pers.

Ajzen, I. (1991). “The theory of planned behavior”, Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50, 179-211.

Meredith G, Geoffrey et al., (2005). Kewirausahaan Teori dan Praktek. (Penerjemah: Andre Asparsayogi). Jakarta; Pustaka Binaman Pressindo

Frinces, Z. Heflin. (2011). Be An Entrepreneur (Jadilah Seorang Wirausaha):

Kajian Strategis Pengembangan Kewirausahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Astamoen, M.P. (2005). ENTREPRENEURSHIPDalam Perspektif Kondisi

Bangsa Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Winarno, (2011). Pengembangan sikap entrepreneurship dan Inntrepereneurship Jakarta : PT Indeks

Kasmir. 2012. Kewirausahaan. Raja Grafindo : Jakarta

Drucker,Peter. (1994) Inovasi dan Kewirausahaan. Jakarta : Erlangga

Riyanti, B.P.D. (2003). Kewirausahaan dari sudut pandang psikologi

kepribadian. Jakarta: Grasindo.

Alex Sobur. (2003). Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia

Bimo Walgito. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : CV Andi Offset

(36)

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Damodar,Gujarati. (1978). Ekonometrika Dasar.Jakarta :Erlangga.

Riduwan. (2004). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta

Rohmana, Yana. (2010). Ekonometrika Teori dan Aplikasi dengan Eviews.Bandung: Laboratorium Pendidikan Ekonomi dan Koperasi FPEB

UPI.

Sudjana.(2002). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Widarjono, Agus. (2007). Ekonometrika Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan

Bisnis. Yogyakarta: EKONISIA FE UII.

Jurnal

Banjo G. Roxas, Rhowenna Cayoca-Panizales dan Rowenna Mae de Jesus. (2008). Entrepreneurial Knowledge and its Effects on Entrepreneurial

Intentions: Development of a Conceptual Framework. De La Salle

University, Philippines. Asia-Pacific Social Science Review VOL.8 NO.2 (2008), pp. 61-77. 2008.

Surachman, E (2011). Menumbuhkan Sikap Kewirausahaan : Survei tiga faktor pendorong dikecamatan plered Purwakarta. Jurnal Sosialita vol.9 No.1 Juni 2011, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negri Jakarta.

Hamidi Daniel Yar, Wennberg Karl dan Berglund Henrik Creativity in

Entrepreneurship Education Journal of Small Business and Enterprise

Development. Vol. 15 No. 2, 2008 pp. 304-320.

Begam Mumtaz Bt Abdul Kadir, Pn Munirah Bt Salim, and Pn Halimahton Bt Kamarudin. Factors Affecting Entrepreneurial Intentions Among Mara

Professional College Students .Kolej Profesional MARA Bandar Melaka.

Pp 19-39.

Pambudi Rahardjo. (2010). Hubungan Karakteristik Individu Dengan Keputusan

(37)

93

Sinarasri Andwiani dan Hanum Ayu N. (2012). Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa(Studi Kasus pada Mahasiswa UNIMUS di Semarang) Seminar Hasil-Hasil Penelitian – LPPM UNIMUS 2012 ISBN : 978-602-18809-0-6, pp 342-352.

Soenartono Soepomo. (2011). Persepsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi terhadap Program Kewirausahaan pada Perguruan Tinggi. Jurnal Manajmen dan Kewirausahaan. 13, (1), 1-7

Tur Nastiti, Nurul Indarti., & Rokhima Rostiani. (2010). Minat Berwirausaha Mahasiswa Indonesia dan China. Jurnal Manajmen & Bisnis. 9, 188-200

W. Mukharomah. (2008). Sikap pengusaha dalam Alih Generasi Wirausaha di Kota Surakarta. Benefit Jurnal Manajmen dan Bisnis. 12 (2), 103-108

Yayat, Suharyat. (2009). Hubungan antara Sikap, Minat, dan Perilaku Manusia. REGION. 1, (2), 1-8

Gambar

Gambar 1. 1
gambaran sikap
Tabel 3. 1
Gambar 3. 1 Bermacam-macam teknik sampling
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kewirausahaan, sikap kewirausahaan dan kesiapan instrumen terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa KSEI di

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan sikap mahasiswa terhadap perilaku menyontek ditinjau dari fakultas; (2) perbedaan sikap mahasiswa

PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA)..

PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA)!.

PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA).

PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA)..

penelitian Harris (2008) yang menunjukkan bahwa sikap kewirausahaan mahasiswa yang berlatar belakang bisnis lebih tinggi dari mahasiswa yang berlatar belakang non

Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Sikap, Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Terhadap Minat Berwirausaha Studi Kasus Pada Mahasiswa Aktif Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia