• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi deskriptif : penilaian remaja putri terhadap Celebrity Endorsers dalam iklan kosmetik - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Studi deskriptif : penilaian remaja putri terhadap Celebrity Endorsers dalam iklan kosmetik - USD Repository"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

i

STUDI DESKRIPTIF :

PENILAIAN REMAJA PUTRI TERHADAPCELEBRITY ENDORSERS

DALAM IKLAN KOSMETIK

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh :

Fabiana Adi Kusumaningrum NIM : 089114120

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN MOTTO

Tuhan kita itu mencintai proyek..

Maka, jadilah manusia yang memiliki proyek..

Agar kita selalu dicintai oleh Dia dan selalu diberi kemudahan kala

kita megerjakan proyek itu...

In some episode of

(5)

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

Tulisan ini penulis persembahkan untuk :

Bapak & Mama,

inilah jawaban dari penantian, doa, dan harapan kalian

Hastin, Antok, Hasto & Ata,

kalianlah pendukung dan penghiburku

Bryan Adi,

terimakasi telah menjadipartneryang sangat baik dan memberi cinta tanpa harus memanjakan

Teman-teman,

(6)

vi

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah

disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 30 Agustus 2012

Penulis,

(7)

vii

STUDI DESKRIPTIF :

PENILAIAN REMAJA PUTRI TERHADAPCELEBRITY ENDORSERS

DALAM IKLAN KOSMETIK

Fabiana Adi Kusumaningrum

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanapenilaian remaja putri terhadap celebrity endorsers dalam iklan kosmetik. Iklan kosmetik pada televisi banyak yang menggunakan selebritis sebagai bintang iklan guna menarik perhatian dan pada akhirnya mampu membujuk khalayak untuk membeli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan alat ukur yang dibuat berdasarkan Model VisCAP yang dikembangkan J. R. Rossiter dan L. Percy. Data dianalisis menggunakan tehnik SPSS for Windows 15.00. Penelitian ini melibatkan 106 remaja putri yang berusia 16-18 tahun. Skala penilaian celebrity endorser memiliki reliabilitas yang baik, yaitu 0,943 Hasil tersebut menunjukkan bahwa remaja putri secara keseluruhan memiliki penilaian yang rendah terhadap celebrity endorser. Hasil analisis deskriptif total nilai meanempiris 132,63 atau lebih rendah darimeanteoritis sebesar 140. Pada tiap karakter mean teoritik yang digunakan adalah 2.5 dan mean empiris yang diperoleh dari mean visibility 2.36, expertise 2.30, objectivity 2.35, likability2.43,similarity2,34,danpower2,41. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada karakter expertise, objectivity, visibility, similarity, dan power. Sedangkan, karakter yang memiliki perbedaan tidak signifikan adalah karakterlikability.

(8)

viii

DESCRIPTION STUDY:

THE VALUATION OF ADOLESCENT FEMALE ABOUT CELEBRITY ENDORSER IN COSMETIC ADVERTISEMENT

Fabiana Adi Kusumaningrum

ABSTRACT

This research aimed to know the valuation of adolescent female about celebrity endorser in cosmetic advertisement. Many of the cosmetic advertisements in television used celebrity as the presenter to get attention and finally can persuade the audience to buy. The method used in this research was quantitative descriptive and the instrument of measuring which made by VisCAP Models based on J. R. Rossiter and L. Percy theory. And then, the data was collected from scale, and was analyzed by using SPSS for Windows 15.00 technique. The subject of this research was 106 teenage girls aged 16-18 years old.. The value of reliability of the valuation about celebrity endorser scale was 0,943. The result of the data analyzed showed that overall adolescent female had low valuation about celebrity endorser in cosmetic advertisement. The result of descriptive analyzed obtained mean empiric 132,63 or less then mean theoretical 140. In each character, mean theoretical used was 2.5 and the mean empiric obtained from visibility is 2.36, expertise was 2.30, objectivity was2.35, likability was 2.43, similarity was 2.34, and power was 2,41. The results of the t-test showed a significant difference in the character of expertise, objectivity, visibility, similarity, and power. Meanwhile, the characters have no significant difference is the character likability.

(9)

ix

HALAMAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

NAMA : FABIANA ADI KUSUMANINGRUM

NIM : 089114120

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada

Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

Studi Deskriptif : Penilaian Remaja Putri Terhadap Celebrity Endorsers

dalam Iklan Kosmetik

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan

Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain

untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai

penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal: 30 Agustus 2012

Yang menyatakan,

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan rahmat-Nya yang

begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi

ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas

Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan skripsi ini mengalami banyak

kendala dan mendapat banyak bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, peneliti

ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Ibu Dr. Ch. Siwi Handayani selaku Dekan dan Bp. Siswa Widyatmoko, S.Psi.

selaku Wakil Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang

memberikan dukungan berupa perizinan penelitian sehingga skripsi ini pada

akhirnya dapat selesai.

2. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Si. selaku dosen pembimbing skripsi yang

telah membimbing penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini

sesuai target.

3. Ibu Sylvia Carolina M.Y.M., M.Si. selaku dosen pembimbing akademik yang

telah mendampingi penulis selama masa perkuliahan.

4. Ibu Dr. Tjipto Susana, M. Si. selaku dosen mata kuliah Seminar yang telah

membimbing penulis mengerjakan setengah bagian dari skripsi ini.

5. Staff Fakultas Psikologi : Mas Gandung, Mbak Nanik, Pak Gi, Mas Doni dan

(11)

xi

6. Bu Martini, selaku guru SMK N 7 Surakarta, yang telah membantu penulis

dalam mengumpulkan data penelitian.

7. Bapak dan mama yang telah mendampingi penulis melalui doa dan pertanyaan

“piye dek?” dan akhirnya sekarang telah selesai, ini adalah waktu tercepat yang bisa penulis usahakan. Terima kasih pula atas bantuan materiil selama

ini, sehingga penulis tidak mengalami kekurangan yang berarti.

8. Mas Antok, Mbak Denok dan Mas Hasto. Kalian adalah motivasi penulis

selama ini yang mendorong penulis untuk bisa segera lulus seperti kalian dan

dapat menemukan babak hidup yang baru, yaitu bekerja.

9. Gabriel Calista Anthea. Heii……kamu adalah bunga kecil yang menjadi

hiburan dikala penulis mengalami jenuh dan penat.

10.Partner of my heart and my life, Bryan Adi Priyambodo yang selalu bersedia

mendengarkan keluh kesah dan kebingungan penulis. Terima kasih atas segala

bantuan dan doa yang dapat membuat penulis mampu kembali berdiri sendiri

dengan kakinya ditengah kesendiriannya. Terima kasih pula atas dukungannya

yang dapat membuat penulis mampu berjuang meski jauh darimu. Kamu

adalah motivasi terbesar saya untuk keluar dari status mahasiswa.

11. Bapak, ibu, Dek Angga, dan Dek Dhanar yang telah memberi warna baru di

kehidupan penulis selama berada di Yogyakarta. Terimakasih pula atas doa

dan semangat kalian kepada penulis.

12. My Friends, Anna, Mya, Arisa, Prita dan Mas Lukas yang sudah membantu

(12)

xii

buku. Kalian adalah tempat penulis mencurahkan hati, mencari bantuan,

bertukar pikiran, dan mencari kegembiraan. I hope we can always to be

“friends”.

13. Mbak Dini dan Amadea Larissa yang telah membantu dalam menyusun

abstrak.

14. Teman-teman Psikologi 2008 yang sudah menjadi bagian hidup penulis dan

kebersamaan kalian adalah pengalaman yang menyenangkan.

15. Teman-teman kos Wisma Lestari yang dapat menjaga situasi kos sehingga

penulis dapat mengerjakan dengan tenang sampai selesai.

16. Terima kasih kepada segenap keluarga besar Hadisiwoyo dan kerabat keluarga

penulis yang selalu mendoakan dan menanyakan kapan saya akan selesai

kuliah. Dengan doa dan pertanyaan kalian penulis menjadi bersemangat dalam

menyelesaikan skripsi ini.

17. MIO AD 2150 GK yang telah mendampingi penulis kemanapun penulis pergi.

Kamu selalu bersedia membantu dengan kekuatanmu melewati rute

Solo-Jogja, membawa skala, membawa peralatan penelitian dan terima kasih kamu

tidak pernah rewel.

18. Laptop eMACHINES dan printer CANON yang sudah menjadi teman setia

penulis dan menjadi teman bekerja siang dan malam, tak tau bagaimana

(13)

xiii

19. Semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun tidak

langsung, baik kakak angkatan atau teman seangkatan atau pun adek angkatan,

yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Semoga Tuhan Yesus dan Para Kudus akan membalas kebaikan anda

sekalian dengan berkat dan rahmatnya yang tiada tara.

Yogyakarta, 30 Agustus 2012

(14)

xiv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT... viii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II. LANDASAN TEORI ... .. 7

A. Iklan... 7

(15)

xv

2. Sifat Iklan ... 7

3. Tujuan Iklan ... 8

B. Celebrity Endorsers... 9

1. PengertianCelebrity Endorsers ... 9

2. Model VisCAP untuk Karakter Presenter ... 9

C. Kosmetik ... 12

1. Pengertian Kosmetik ... 12

2. Penggolongan Kosmetik ... 12

3. Manfaat Kosmetik... 13

D. Remaja Putri... 14

1. Pengertian Remaja . ... .. 14

2. Karakteristik Perkembangan Remaja Putri ... . 15

3. Remaja Putri sebagai Konsumen.. ... 17

E. Penilaian Remaja Putri TerhadapCelebrity Endorsersdalam Iklan Kosmetik………... 17

F. Pertanyaan Penelitian………... 19

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN………... 20

A. Jenis Penelitian ... 20

B. Identifikasi Variabel Penelitian... 20

C. Definisi OperasionalCelebrity Endorsers………... 20

D. Subjek Penelitian... 21

E. Metode Pengumpulan Data .……….. 21

(16)

xvi

1. Validitas……… 23

2. Reliabilitas ... 23

G. Seleksi Aitem ... 23

H. Analisis Data ... 25

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………. 26

A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian... 26

B. Data Demografis Subjek Penelitian ... 26

C. Deskripsi Data Penelitian ... 27

1. Uji Normalitas... 27

2. Analisis Diskriptif ... 29

D. Pembahasan... 31

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 38

A. Kesimpulan ... 38

B. Saran ... 38

1. Bagi Penelitian Selanjutnya ... 38

2. Bagi Produsen dan Perusahaan Kosmetik ... 39

DAFTAR PUSTAKA... 40

(17)

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity Endorsers

Sebelum Uji Coba………. 22

Tabel 2.Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity Endorsers Setelah Uji Coba………. 24

Tabel 3. Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity Endorsers Pada Penelitian……… 25

Tabel 4. Daftar Usia dan Jumlah Subjek………. 27

Tabel 5. Uji Normalitas Total……… 28

Tabel 6. Uji Normalitas Tiap Karakter VisCAP……….. 28

Tabel 7. Hasil Analisis Deskriptif Total……… 29

Tabel 8. Hasil Analisis Deskriptif Tiap Karakter………... 29

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Skala Penelitian……… 43

Lampiran 2. Uji Normalitas……… 51

Lampiran 3. Reliabilitas Skala

Celebrity Endorsers

Uji Coba………. 52 Lampiran 4. Reliabilitas Skala

Celebrity Endorsers

Penelitian……… 54

Lampiran 5.Hasil Analisis Deskriptif………..………. 56

Lampiran 6. Hasil Uji-t Tiap Karakter………. 57

(19)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan

perusahaan dalam mempromosikan produknya (Tjiptono, 1997). Iklan digunakan

untuk memberikan informasi mengenai seluk beluk produk yang diproduksi. Hal

tersebut sesuai dengan salah satu tujuan iklan yaitu tujuan informatif. Pada tujuan

informatif, iklan digunakan untuk memberitahukan tentang produk baru,

pengusulan kegunaan, perubahan harga, cara kerja, pelayanan yang tersedia,

mengurangi kecemasan, dan membangun citra produk (Suyanto, 2004). Iklan

merupakan salah satu sarana komunikasi dalam perdagangan yang mana proses

komunikasi tersebut disusun sedemikian rupa agar pesan dari produsen dapat

sampai pada konsumen dengan baik. Manipulasi yang dilakukan juga bertujuan

agar sebuah iklan tersebut dapat menjadi iklan yang baik yang mengacu pada segi

daya tarik, yaitu daya tarik pesan dan daya tarik fisik atau tampilan (Bovee, 1982).

Iklan sendiri dapat disiarkan melalui satu atau banyak media (Stanton,

1986). Televisi dipandang sebagai media yang banyak disukai kalangan pengiklan

karena akibat yang ditimbulkannya: sangat mudah dilihat melalui kemampuannya

mendemonstrasikan sesuatu, dan menceritakan sesuatu, sebab televisi

menggunakan dengan bantuan suara, warna, gerakan dan musik (Farbey dalam

(20)

merupakan barang yang umum dan hampir setiap keluarga memiliki televisi.

Pemasangan iklan pada televisi banyak digunakan karena dirasa mampu

menjangkau banyak konsumen.

Salah satu penyampaian informasi dalam iklan dari produsen produk bisa

melalui presenter (Rossiter & Percy, 1997). Presenter sendiri adalah orang atau

karakter yang dimasukkan dalam iklan untuk menjelaskan keuntungan sebuah

produk. Presenter dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bintang iklan yang

diperankan selebritis (celebrity endorsers) dan bintang iklan dari orang biasa

(bukan selebritis). Banyak iklan saat ini menggunakan selebritis sebagai celebrity

endorsers atau sarana untuk membujuk konsumen membeli produk yang mereka

tawarkan. Shimp (1997) mendefinisikan celebrity endorsers sebagai seorang

pribadi baik itu aktor, artis maupun atlit yang dikenal masyarakat dan menjadi

pujaan, karena prestasinya di suatu bidang dan digunakan dalam penyampaian

pesan iklan. Maraknya penggunaan selebriti dapat dikarenakan selebritis sendiri

dirasa memiliki kredibilitas yang tinggi dalam penyampaian pesan produk

(Schiffman & Kanuk, 2007). Penggunaan selebritis sebagai presenter dalam iklan

mencapai 5%, sedangkan 30 % adalah orang yang bukan selebriti, dan selebihnya

adalah figur animasi (Rossiter & Percy, 1997).

Coulson (dalam Kasali, 1992) menyatakan bahwa presenter yang menarik

(memiliki daya tarik secara fisik) dapat menambah kepercayaan akan produk yang

pada akhirnya mampu “memaksa” khalayak untuk membeli. Beberapa studi mengenai penampilan fisik menyatakan bahwa presenter yang menarik lebih

(21)

konsumen (Schiffman dan Kanuk, 2007). Hal tersebut dikarenakan presenter

dapat mempengaruhi persepsi konsumen mengenai daya tarik fisik dan persepsi

mengenai diri mereka sendiri. Selebritis digunakan menjadi model iklan yang

biasanya dipilih karena memiliki daya tarik fisik seperti kecantikan dan berbadan

langsing serta memenuhi persyaratan sebagai bagian dari iklan yang baik yang

mengacu pada daya tarik fisik (Pratiwi, Harianti & Dwijanti, 1999).

Pemilihan celebrity endorsers harus benar-benar tepat agar pesan dapat

disampaikan dengan baik. Rossiter & Percy (1997) mengenalkan Model VisCAP

untuk karakter presenter sebagai patokan kriteria dalam menentukan presenter

yang akan digunakan dalam iklan. Model VisCAP untuk karakter presenter

meliputi karakter Visibility, Credibility (Expertise & Objectivity), Attraction

(Likability & Similarity) dan Power. Model VisCAP untuk karakter presenter

adalah beberapa karakter yang digunakan untuk memilih presenter yang sesuai

untuk mewakili produk. Karakter tersebut juga sebaiknya digunakan dalam

menentukan celebrity endorsers. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan

celebrity endorsers yang cocok untuk mewakili produk dan mendukung

penyampaian informasi.

Penggunaan celebrity endorsers salah satunya dapat ditemui pada iklan

kosmetik atau produk kecantikan. Beberapa celebrity endorsers yang digunakan

dalam iklan kosmetik diantaranya adalah Cindy Crawford dalam Revlon, dan

Elizabeth Taylor dalam White Diamons Perfume (Rossiter & Percy, 1997).

Kecantikan dari celebrity endorsers digunakan sebagai daya tarik dan sebagai

(22)

dimaksudkan untuk menambah daya tarik fisik (Wasitaatmadja, 1997),

menyertakan selebritis yang kebanyakan juga memiliki fisik yang menarik pula.

Penggunaan presenter atau celebrity endorsers memiliki beberapa tujuan,

diantaranya: untuk menciptakan kesadaran produk, menjelaskan keuntungan

produk dan meningkatkan intensitas pembelian (Rossiter & Percy, 1997). Saat ini

banyak iklan kosmetik menggunakancelebrity endorsersdalam iklan, hal tersebut

dapat dikarenakan iklan televisi yang menggunakan selebriti itu lebih menarik (Al

Zoubi & Bataineh, 2011). Beberapa hasil penelitian pun menyebutkan apabila

celebrity endorsers dapat berpengaruh pada keputusan membeli apabila antara

celebrity endorsers dan produk dinilai memiliki kesesuaian. Maka dari itu,

sekiranya diperlukan penilaian dari konsumen mengenai penggunaan celebrity

endorsers tersebut. Penilaian sendiri adalah proses memberikan atau menentukan

nilai pada objek tertentu berdasar suatu kriteria tertentu (Sudjana, 2006). Penilaian

pada celebrity endorsers tersebut dapat mempengaruhi sikap terhadap produk

yang diiklankan. Penggunaan selebritis yang sudah dikenal baik, sesuai dengan

produk dan data dipercaya, akan menarik perhatian pada iklan dan kemudian

ketertarikan pada produk.

Penilaian tersebut dapat diperoleh dari konsumen yang satunya adalah

remaja putri. Remaja putri dapat dikatakan sebagai salah satu bagian dari

konsumen (Kotler, 1994). Remaja putri pun tidak luput dari sasaran promosi

produk-produk yang diiklankan di televisi terlebih produk-produk kosmetik.

Berdasarkan data AGB Nielsen, 11 persen dari total penonton televisi adalah

(23)

(Remaja Punya Tontonan : Olahraga, Musik dan Film, 2008). Remaja putri pun

memungkinkan membeli beberapa produk yang pernah mereka lihat di iklan

televisi, termasuk produk kosmetik. Remaja putri yang merupakan bagian dari

wanita yang biasanya membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang dapat

menunjang penampilan mereka seperti sepatu, pakaian, kosmetik dan asesoris

(Reynold, Scott & Warshaw dalam Lina & Rosyid, 1997). Selain itu, secara

umum wanita merupakan pengguna utama berbagai produk pewarna rambut dan

kosmetik (Schiffman dan Kanuk, 2007). Remaja putri juga memiliki karakteristik

kognitif yang sedang berkembang pemikirannya. Mereka memiliki kemampuan

pemikiran yang lebih logis dan mampu menguji pemikiran diri sendiri (Kuhn

dalam Santrock, 2002). Hal tersebut juga dapat membuat remaja putri mampu

memberi penilaian terhadap celebrity endorserspada iklan kosmetik yang pernah

mereka lihat. Apabila iklan dan produk mampu dinilai menarik oleh remaja putri,

mereka mungkin untuk tertarik membeli produk yang diiklankan.

Agrawat dan Dubey (2012) menyebutkan bahwa karakter yang dinilai

paling penting dari celebrity endorser dalam iklan adalah karakter

trustworthiness. Dalam beberapa teori membahasakan trustworthiness sama

seperti objectivity dalam Model VisCAP untuk karakter presenter (Rossiter &

Percy, 1997). Namun hal tersebut berlaku untuk seluruh iklan yang ada dan tidak

spesifik pada iklan tertentu. Maka pada penelitian ini peneliti ingin melihat

bagaimana penilaian terhadapcelebrity endorsersterkhusus dalam iklan kosmetik

dengan menggunakan Model VisCAP. Hal ini memungkinkan adanya penilaian

(24)

pada iklan. Maka peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana

penilaian remaja putri terhadapcelebrity endorsersdalam iklan kosmetik.

B. Rumusan Masalah

Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah:

bagaimanakan penilaian remaja putri terhadap celebrity endorsers dalam iklan

kosmetik?

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana penilaian remaja putri terhadap celebrity

endorsersdalam iklan kosmetik.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat menambah kajian dalam bidang Psikologi

Konsumen terutama dalam hal Komunikasi dan Perilaku Konsumen.

Penelitian ini melihat penilaian remaja putri terhadap celebrity endorsers

dengan mengembangkan Model Karakter VisCAP untuk Karakter Presenter

yang dikemukakan oleh J. R. Rossiter dan L. Percy.

2. Manfaat Praktis

Bagi produsen kosmetik, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan

terkait dengan penggunaan celebrity endorsers dalam kegiatan promosi dan

(25)

7 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Iklan

1. Pengertian Iklan

Menurut Tjiptono (1997) iklan adalah bentuk komunikasi tidak

langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan dan keuntungan

suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa

menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan

pembelian.

Iklan adalah penyajian pesan yang non personal, tidak tertuju pada

seseorang saja, disuarakan (secara oral), atau visual dan dibiayai secara

terbuka untuk suatu produk, jasa atau ide yang disiarkan melalui satu atau

lebih media dan dibiayai untuk diketahui secara umum (Stanton, 1986).

2. Sifat Iklan

Secara garis besar, iklan memiliki sifat sebagai berikut (Tjiptono, 1997):

a.Public Presentation

Iklan memungkinkan orang menerima pesan yang sama tentang

produk yang diiklankan.

b. Pervasiveness

Pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk memantapkan

(26)

c. Amplified expressiveness

Iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan produknya melaui

gambar dan suara untuk menggugah dam mempengaruhi perasaan

khalayak.

d. Impersonality

Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memperhatikan dan

menanggapinya karena merupakan komunikasi yang menology(satu

arah).

3. Tujuan Iklan

Stanton (1986) mengatakan tujuan iklan pada dasarnya adalah menjual

sesuatu produk, jasa atau ide. Tujuan iklan yang sebenarnya adalah

komunikasi yang efektif, yakin efek akhirnya adalah mengubah sikap dan

perilaku penerima pesan.Menurut Suyanto (2004), tujuan periklanan yaitu:

a. Informatif. Memberitahukan kepada pasar tentang produk baru,

pengusulan kegunaan, perubahan harga, cara kerja, pelayanan yang

tersedia, mengurangi kecemasan, dan membangun citra produk.

b. Persuasif. Mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk dam

membujuk pembeli untuk segera membeli.

c. Pengingat. Mengingatkan konsumen pada produk yang sudah mapan dan

(27)

d. Penambah nilai. Menambah nilai merek pada persepsi konsumen dengan

melakukan inovasi, perbaikan kualitas, dan penguatan persepsi

konsumen.

e. Bantuan aktifitas lain. Membantu memfasilitasi usaha dalam prosen

komunikasi, misalnya iklan yang membantu penukaran lotre.

B. Celebrity Endorsers

1. PengertianCelebrity Endorsers

Shimp (1997) mendefinisikan celebrity endorsers sebagai seorang

pribadi baik itu aktor, artis maupun atlit yang dikenal masyarakat dan menjadi

pujaan, karena prestasinya di suatu bidang dan digunakan dalam

menyampaikan pesan iklan yang dimaksudkan untuk menarik perhatian

sehingga mempengaruhi konsumen sasaran. Celebrity endorsers dapat

dikatakan sebagai salah satu contoh dari presenter dalam iklan. Presenter

(Rossiter & Percy, 1997) adalah orang atau karakter yang dimasukkan dalam

iklan untuk menjelaskan keuntungan sebuah produk.

2. Model VisCAP untuk Karakter Presenter

Rossiter & Percy (1997) mengenalkan model VisCAP untuk karakter

presenter sebagai karakter patokan dalam menentukan presenter yang cocok

untuk digunakan dalam iklan. Dalam pemilihan celebrity endorsers dalam

(28)

endorsers juga merupakan bagian dari presenter. Model VisCAP untuk

karakter presenter tersebut antara lain :

a. Visibility

Visibility adalah karakter dalam presenter yang menunjukkan

bahwa ia adalah seorang yang dikenal baik atau dapat dengan mudah

dikenali oleh publik. Dalam kriteria ini, pastilah selebritis yang paling

banyak dikenali, sedangkan untuk orang yang bukan selebritis atau

karakter lain, akan mendapatvisibilitysecara perlahan dari iklan tersebut.

b. Credibility(kredibilitas)

1) Expertise

Expertise atau keahlian dapat diartikan sebagai seberapa paham

presenter atau presenter, dalam hal ini adalah selebritis, terhadap

produk yang diiklankan. Keahlian ini juga dapat digunakan untuk

mencegah informasi yang berlebihan dan membantu proses operasi

produk.

2) Objectivity

Objectivity diartikan sebagai karakter mengenai reputasi

presenter untuk kejujuran dan ketulusan. Objectivity akan lebih

mudah ditemukan pada karakter presenter yang bukan selebritis dan

cukup mudah diatur oleh produsen. Objectivity adalah sebagian

fungsi dari gerakan mata, isyarat wajah, dan suara serta isyarat

(29)

c. Attraction(daya tarik)

1) Likability

Likabity merupakan tampilan fisik yang menarik dan

kepribadian yang relevan dengan produk yang diiklankan. Hal

tersebut dikarenakan presenter menunjukkan sebagai stimulus positif

yang berkontribusi kepada pelukisan motivasi.

2) Similarity

Similarityingin menunjukkan adanya kesamaan antara presenter

dengan target pengguna. Kesamaan tersebut memperlihatkan bila

presenter juga merupakan sebagai pengguna produk atau jasa yang

sebanding. Presenter harus benar-benar merepresentasikan diri ideal

dari target konsumen. Target konsumen juga harus diidentifikasi

berdasarkan emosinya, sehingga produser juga bisa menunjukkan

karakter yang memiliki gaya hidup yang sama dengan target.

d. Power( kekuatan )

Power dapat diartikan sebagai kemampuan memerintah dalam

meningkatkan intensitas pembelian produk, walaupun bukan

perilaku melalui ajakan untuk bertindak pada konsumen. Apabila

dorongan untuk bertindak didasarkan pada ketakutan, maka karakter

(30)

C. Kosmetik

1. Pengertian Kosmetik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Reality, 2008), kosmetik

adalah obat kecantikan. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

22/Menkes/Per/X/76 tanggal 6 September 1976 (Wasitaatmadja, 1997)

menyatakan bahwa kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk

digosok, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada,

dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia

dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau

mengubah rupa, dan tidak termasuk dalam golongan obat.

Kosmetika berarti bahan atau zat yang digunakan pada tempat yang

berhubungan dengan bagian luar dari tubuh manusia, kulit luar, sistem

rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar atau gigi yang semata-mata dapat

untuk membersihkannya, mewangikannya, merubah pemunculannya dan atau

mengilangkan bau badan dan atau melindunginya atau menjaganya dalam

kondisi baik (Elsner-Maibach, 2000).

2. Penggolongan Kosmetik

Brauer EW dan Principales of Cosmetics for The Dermatologi (dalam

(31)

a. Toiletries

Terdiri dari: sabun, shampoo, pengkilap rambut, kondisioner

rambut, pewarna, pengeriting, pelurus rambut, deodorant, antiperspitant

dan tabir surya.

b. Skin care

Terdiri dari: pencukur, pembersih, astrigen, toner,pelembab, masker,

krim malam, dan bahan untuk mandi.

c. Make up

Terdiri dari:foundation, powder, eye make up,lipstik,blush on

d. Fragrance

Terdiri dari: perfurmes, colognes, toilet waters, body silk, bath

powders, after shave agents.

3. Manfaat Kosmetik

Berikut ini terdapat beberapa manfaat dari kosmetika (Wasitaatmadja,

1997):

a. Pemeliharaan dan perawatan kulit

Pemeliharaan merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya

kelainan-kelainan, sedangkan perawatan sendiri merupakan usaha

mempertahankan keadaan yang sekarang baik agar tidak berubah

menjadi buruk. Pemeliharaan dan perawatan terdiri atas pembersih,

(32)

b. Rias atau dekoratif

Kosmetika rias bermanfaat untuk memperbaiki penampilan

seseorang agar terlihat lebih baik.

c. Wangi-wangian (parfum)

Parfum diperlukan untuk menambah penampilan dan menutupi

bau badan yang kurang sedap untuk orang lain.

d. Kosmetik medis

Untuk menambahkan kegunaan dari kosmetika maka dibuatlah

berbagai kosmetik yang mengandung zat yang dapat bekerja lebih kuat

dan biasa digunakan sebagai obat, misalnya : sulfur, merkuri, hormon,

dll.

D. Remaja Putri

1. Pengertian Remaja

Kata remaja/adolescence diambil dari bahasa Latin adolescere yang

berarti ‘tumbuh’ atau ‘tumbuh menjadi dewasa’. Masa remaja adalah salah satu

fase perkembangan hidup manusia. Menurut Papalia (2009), masa remaja

merupakan periode panjang perjalanan dari masa kanak-kanak menuju

kedewasaan. Masa peralihan ini dimulai pada usia sekitar 10 atau 11, atau

(33)

2. Karakteristik Perkembangan Remaja Putri

a. Perkembangan Kognitif

Pada sisi kognitif, remaja yang sedang berkembang

pemikirannya, memiliki kemampuan pemikiran yang lebih abstrak, lebih

logis, idealis dan mampu menguji pemikiran diri sendiri (Kuhn dalam

Santrock, 2002). Remaja putri mengalami pertumbuhan intelektual yang

sangat intensif dan membuat minat remaja putri terhadap dunia luar

menjadi besar. Minat tersebut kemudian membangunkan fungsi psikis,

rasa ingin tahu, dan dorongan mencari ilmu pengetahuan serta

pengalaman baru (Kartono, 2006). Pengambilan keputusan pada masa

remaja memiliki peningkatan daripada masa anak-anak. Oleh karena itu

remaja memerlukan lebih banyak peluang untuk mempraktekkan dan

mendiskusikan pengambilan keputusan yang realistis. Banyak keputusan

remaja di dunia nyata dianggap salah, maka salah satu stategi

meningkatkan pengambilan keputusan remaja dengan mengembangkan

lebih banyak peluang bagi remaja untuk terlibat dalam permainan peran

dan pemecahan masalah kelompok (Beth-Marom, dkk dalam Santrock,

2002). Peningkatan tersebut didukung pula dengan kemampuan

penalaran deduktif hipotesis, dimana remaja mampu mengembangkan

hipotesis dan dugaan terbaik (Piaget dalam Santrock, 2002).

b. Perkembangan Fisik

Salah satu ciri pada masa remaja adalah masa pubertas (puberty).

(34)

tubuh dan seksual. Secara psikologis, menurut Wright (dalam Santrock,

2002) remaja disibukkan dengan tubuh mereka dan mengembangkan

citra individual mengenai gambaran tubuh diri mereka. Kesibukan

mengenai gambaran diri memang kuat pada masa remaja, tapi akan lebih

kuat ketika memasuki fase pubertas. Remaja juga memiliki kemampuan

untuk menyusun diri idealnya. Menurut Kartono (2006), remaja putri

mengalami pertumbuhan fisik yang pesat. Pertumbuhan tersebut meliputi

berat badan dan tinggi badan yang meningkat serta diimbangi pula

dengan aktivitas.

c. Perkembangan Sosio-Emosi

Perkembangan remaja dalam mencari identitas diri dipengaruhi

oleh cara dia untuk belajar dari lingkungan disekitarnya. Modeling dan

imitating adalah dua metode belajar sosial yang sering kali dilakukan

oleh remaja untuk mencari jati dirinya. Remaja yang merasa dirinya

selalu benar, terkadang melakukanmodeling maupunimitating dari figur

yang tidak tepat. Remaja putri juga memiliki peningkatan aktifitas yang

di dorong dengan adanya keinginan remaja putri untuk menunjukkan dan

merealisasikan siapa dirinya, keinginan untuk menjadi dewasa dan

terlepas dari masa kanak-kanak, serta aadanya dorongan untuk

(35)

3. Remaja Putri sebagai Konsumen

Remaja putri dapat dikatakan sebagai salah satu bagian pasar

konsumen dari produk-produk yang ditawarkan melalui iklan televisi,

termasuk produk kosmetik (Kotler, 1994). Remaja yang merupakan bagian

dari segmentasi pasar yang dikategorikan berdasarkan usia dan jenis kelamin

(Schiffman & Kanuk, 2007). Usia kronologis pada konsumen dapat

mempengaruhi motivasi dan kebutuhan dalam diri subjek. Remaja putri yang

merupakan bagian dari wanita, merupakan pengguna utama berbagai produk

pewarna rambut dan kosmetik.

E. Penilaian Remaja Putri TerhadapCelebrity Endorsersdalam Iklan Kosmetik

Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada

informasi tentang keunggulan dan keuntungan suatu produk dan salah satu bentuk

promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan

produknya (Tjiptono, 1997). Salah satu manipulasi dalam iklan adalah dengan

menyertakan perenter dalam iklan. Presenter sendiri adalah orang atau karakter

yang dimasukkan dalam iklan untuk menjelaskan keuntungan sebuah produk.

Presenter yang melibatkan selebritis disebut celebrity endorsers. Penggunaan

celebrity endorsers banyak digunakan dalam iklan karena selebritis sendiri

memiliki kredibilitas yang tinggi dalam penyampaian pesan produk (Schiffman &

Kanuk, 2007). Selebritis digunakan menjadi model iklan yang biasanya dipilih

(36)

memenuhi persyaratan sebagai bagian dari iklan yang baik yang mengacu pada

daya tarik fisik (Pratiwi, Harianti & Dwijanti, 1999).

Pemilihan selebritis yang akan digunakan sebagai celebrity endorsers

dalam sebuah iklan seharusnya memenuhi beberapa karakter seperti dalam Model

VisCAP untuk karakter presenter (Rossiter & Percy, 1997). Karakter tersebut

meliputi Visibility, Credibility (Expertise & Objectivity), Attraction (Likability &

Similarity), danPower. Penilaian celebrity endorsers meliputi seberapa terkenal

selebritis yang digunakan (visibility), keahlian celebrity endorsers mengenai

produk (credibility), seberapa jujur selebriti (objectivity), kemenarikan tampilan

fisik (likability), kesamaan selebriti dengan konsumen (similarity) dan

kemampuan selebriti dalam mengajak konsumen menggunakan produk terebut

(power). Karakter celebrity endorsers tersebut dapat membantu dalam

pembentukan kesadaran produk, penyampaian pesan dan membuat sebuah iklan

menarik dihadapan konsumen. Celebrity endorsers yang digunakan haruslah

dinilai sesuai dengan produk yang mereka iklankan.

Penilaian tersebut dapat diperoleh dari konsumen sasaran produk tersebut

yang satunya adalah remaja putri. Remaja putri dapat dikatakan sebagai salah satu

bagian dari pasar konsumen dan memiliki kemampuan pemikiran yang lebih

logis, kiranya mampu membuat penilaian mengenai celebrity endorsers dalam

iklan kosmetik. Penilaian pada celebrity endorsers tersebut dapat mempengaruhi

sikap terhadap produk yang diiklankan. Hal tersebut sama seperti ketika

(37)

Bila konsumen menemukan produk yang dinilai baik, maka produk tersebut yang

dapat dipilih konsumen (Schiffman & Kanuk, 2007).

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik suatu dinamika yang

digambarkan melalui skema dibawah ini:

F. Pertanyaan Penelitian

Bagaimanakan penilaian remaja putri terhadap celebrity endorsers

(38)

20 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut

Azwar (2009), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk

menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah

untuk disimpulkan dan dipahami. Penelitian ini akan mendiskripsikan penilaian

remaja putri terhadapcelebrity endorsersdalam iklan kosmetik.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

Pada penelitian ini, variabel yang diteliti adalah variabel tunggal, yaitu

penilaiancelebrity endorsers.

C. Definisi OperasionalCelebrity Endorsers

Shimp (1997) mendefinisikan celebrity endorsers sebagai seorang pribadi

baik itu aktor, artis maupun atlit yang dikenal masyarakat dan menjadi pujaan,

karena prestasinya di suatu bidang dan digunakan dalam menyampaikan pesan

iklan yang dimaksudkan untuk menarik perhatian sehingga mempengaruhi

konsumen sasaran. Penilaian terhadap celebrity endorsers sendiri diungkap oleh

enam karakter yang dijelaskan dalam Model VisCAP untuk Karakter Presenter

(39)

Attraction (Likability & Similarity), dan Power. Setiap skor yang didapat

pada tiap karakter menunjukkan penilaian konsumen, dalam hal ini remaja, terhadap

celebrity endorsersdalam iklan kosmetik.

D. Subjek Penelitian

Pada penelitian ini peneliti menggunakan subjek remaja putri usia 16-18

tahun. Hal ini dikarenakan remaja putri merupakan bagian dari pasar konsumen

(Kotler, 1994). Remaja putri pada rentan usia tersebut dirasa sudah

menggunakan produk kosmetik dan cukup sering memonton televisi. Tehnik

yang dipakai dalam pengambilan sampel penelitian ini adalahpurposive sampling.

Metode sampling ini digunakan dengan cara mencari sampel yang representatif

dan diduga sebagai anggota sampelnya (Kerlinger, 2006).

E. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan skala metode Likert dan dibuat dengan

empat lajur, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat

tidak setuju (STT). Modifikasi ini dilakukan untuk menghidari jawaban ragu-ragu

atau netral. Penilaian skala pada penelitian ini berkisar dari nilai 1 sampai 4.

Untuk pernyataanfavourable, jawaban sangat setuju (SS)diberi nilai 4, setuju (S)

diberi nilai 3, tidak setuju (TS)diberi nilai 2, dan sangat tidak setuju (STT)diberi

(40)

(S) diberi nilai 2 , tidak setuju (TS) diberi nilai 3, dan sangat tidak setuju (STT)

diberi nilai 4.

Skala ini didasarkan atas enam karakter, yaitu visibility, credibility

(expertise & objectivity), attraction (likability & similarity) dan power. Keenam

karakter tersebut maka disusun 60 butir item dengan setiap karakter terdiri dari 20

butir pernyataan favourable (pernyataan yang mendukung objek untuk diukur)

danunfavourable(pernyataan yang tidak mendukung objek penelitian). Tiap butir

pernyataan akan disusun dengan skala Likert dengan empat lajur, yaitu sangat

setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Persamaan jumlah aitem di

setiap karakternya ini dikarenakan dari keenam karakter peneliti tidak menemukan

adanya salah satu karakter yang menonjol dalam buku acuan.

Tabel 1. Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity Endorsers

Sebelum Uji Coba

Karakter Jumlah item Jumlah

Favourable Unfavourable

Visibility 3,23,28,48,50 5,13,19,36,37 10

Credibility (Expertise) 1,14,20,29,40 9,11,24,32,53 10

Credibility (Objectivity) 2,12,21,30,46 4,7,43,51,60 10

Attraction (Likability) 10,22,31,42,49 16,25,38, 54,58 10

Attraction (Similarity) 6,26,27,33,44 15,18,34,52,56 10

Power 8,17,41,47,59 35,39,45,55,57 10

(41)

F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

Azwar (2007) menyatakan bahwa validitas memiliki kegunaan untuk

mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam

melakukan fungsi ukurnya.

Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi

(content validity). Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat

pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat pengujian

professional judgement. Validitas ini bertujuan untuk melihat sejauh mana

aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan ini objek atau ciri-ciri

atribut yang hendak diukur. Dalam penelitian ini, professional judgement

dilakukan oleh dosen pembimbing.

2. Reliabilitas

Reliabilitas mengacu pada sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat

dipercaya (Azwar, 2007). Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas akan

diuji dengan pendekatan konsistensi internal melalui prosedur Alpha

Cronbach. Reliabilitas skala penilaiancelebrity endorsersadalah 0,943.

G. Seleksi Aitem

Aitem yang telah disusun dalam bentuk skala kemudian diuji cobakan

(42)

penelitian sebenarnya. Dari hasil uji coba, kemudian diperoleh aitem yang

memiliki kualitas yang kurang baik dan harus dihilangkan.

Dalam pemilihan aitem berdasarkan koefisiensi korelasi aitem total,

penelitian ini menggunakan batasan r ≥ 0,30. Semua aitem yang mencapai

koefisiensi korelasi minimal 0,30 daya pembedaanya dianggap memuaskan.

Namun pada penelitian ini, peneliti menggunakan batasan r ≥ 0,25. Hal tersebut

dikarenakan, setelah melakukan uji coba jumlah aitem yang lolos ternyata masih

tidak mencukupi jumlah yang diharapkan (Azwar, 2007).

Hasil uji coba skala ini terdapat 56 dari 60 aitem yang lolos seleksi dengan

korelasi aitem total r antara ,101 sampai ,593. Beberapa aiem yang gugur

diantaranya aitem nomor 22, 28, 42, dan 44. Berikut adalah tabel distribusi aitem

setelah uji coba:

Tabel 2. Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity EndorsersSetelah Uji Coba

Karakter Jumlah item Jumlah

Favourable Unfavourable

Visibility 3,23,28*,48,50 5,13,19,36,37 10

Credibility (Expertise) 1,14,20,29,40 9,11,24,32,53 10

Credibility(Objectivity) 2,12,21,30,46 4,7,43,51,60 10

Attraction (Likability) 10,22*,31,42*,49 16,25,38, 54,58 10

Attraction (Similarity) 6,26,27,33,44* 15,18,34,52,56 10

Power 8,17,41,47,59 35,39,45,55,57 10

Jumlah 60

(43)

Tabel 3. Penyebaran Aitem Skala PenilaianCelebrity EndorsersPada Penelitian

Karakter Jumlah item Jumlah

Favourable Unfavourable

Visibility 3,22,44,46 5,13,19,34,35 9

Credibility (Expertise) 1,14,20,27,38 9,11,23,30,49 10

Credibility (Objectivity) 2,12,21,28,42 4,7,40,47,56 10

Attraction (Likability) 10,29,45 16,24,36,50,54 8

Attraction (Similarity) 6,25,26,31 15,18,32,48,52 9

Power 8,17,39,43,53 33,37,41,51,55 10

Jumlah 56

H. Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakans analisis deskriptif kuantitatif

untuk melihat bagaimanakan penilaian remaja putri terhadap celebrity endorsers

dalam iklan kosmetik. Analisis dari penelitian ini memberikan deskripsi mengenai

subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok

subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis (Azwar,

2009). Pengolahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan SPSS 15.00

for Windows. Peneliti juga melakukan uji beda terhadap nilai mean teoretik dan

nilai meanempiris total, sertamean teoretik dan nilaimeanempiris tiap karakter

model VisCAP. Peneliti juga melakukan uji-t guna melihat perbedaan mean

(44)

26

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

Uji coba penelitian dilakukan untuk melihat validitas dan reliabilitas alat

ukur yang akan dilakukan dalam penelitian. Uji coba dilakukan pada tanggal 1-3

Mei 2012 di Yogyakarta. Pada uji coba ini, peneliti menggunakan subjek remaja

putri dengan usia 16-18 tahun. Jumlah subjek uji coba alat ukur ini berjumlah 50

remaja putri. Seluruh subjek diberi dua jenis skala, yaitu: skala mengenai

penilaian celebrity endorsers Peneliti membagikan 50 eksemplar skala dan

semuanya terisi dengan baik. Hal tersebut nampak dari tidak adanya kolom

jawaban yang kosong dan identitas terisi lengkap.

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 22-23 Mei 2012, di Sekolah

Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan

menyebarkan sebuah skala kepada 112 siswi. Namun, skala yang kembali dengan

baik dan dapat diteliti sebanyak 106 eksemplar. Hal tersebut dikarenakan 6

eksemplar tidak terisi sampai selesai.

B. Data Demografis Subjek Penelitian

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas 12

dengan rentan usia 16-18 tahun yang berjumlah 106 siswi. Jumlah tersebut

didapat dari empat kelas dari dua jurusan PK (Perawatan Sosial) dan PH

(45)

apabila ke dua jurusan ini terkadang menuntut anak didiknya ntuk berpenampilan

menarik ada saat-saat tertentu.

Tabel 4. Daftar Usia dan Jumlah Subjek

C. Deskripsi Data Penelitian 1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan analisis One Sample

Kolmogorov-Smirnov Testdalam programSPSS 15.00 for Windows. Pengambilan keputusan

uji normalitas didasarkan pada besaran probabilitas (p). Jika p > 0,05 dapat

diartikan apabila sebaran data normal, sehingga bila p < 0,05 maka sebaran

data dinyatakan tidak normal. Hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat

dilihat dalam tabel berikut :

Usia Jumlah

16 32

17 64

18 10

(46)

Tabel 5. Uji Normalitas Total

a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

Hasil uji normalitas menghasilkan probabilitas (p) skala penilaian

celebrity endorserssebesar 0,663 (p > 0,05).

Tabel 6. Uji Normalitas Tiap Karakter VisCAP

Karakter Kolmogorov-Smirnov(a)

Berdasarkan hasil perhitungan Uji Normalitas tiap karakter

VisCAP, menunjukkan apabila sebaran data setiap karakter adalah normal

(47)

2. Analisis Deskriptif

Analisis diskriptif digunakan untuk melihatmeanteoritis secara manual

dan mean empiris data penelitian dengan menggunakan SPSS 15.00 for

Windows.

Tabel 7. Hasil Analisis Deskriptif Total

MeanTeoritis MeanEmpiris

Celebrity endorsers 140 132.63

Pada hasil perhitungan analisis deskriptif, skala penilaian celebrity

endorsers mendapat nilai meanteoritis sebesar 140 dan lebih besar dari mean

empiris yaitu 132,63. Hasil ini menunjukkan apabila penilaian celebrity

endorsersdalam iklan kosmetik adalah rendah pada subjek penelitian.

Tabel 8. Hasil Analisis Deskriptif Tiap Karakter

Karakter N Min Max Mean SD Variance

Teoritis Empiris

Visibility 106 1.22 3.44 2.5 2.36 0,41 0,170

Expertise 106 1.20 3.30 2.5 2.30 0,42 0,183

Objectivity 106 1.40 3.30 2.5 2.35 0,37 0,142

Likability 106 1.38 3.63 2.5 2.43 0.39 0,155

Similarity 106 1.56 3.44 2.5 2.34 0,38 0,149

(48)

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa keseluruhan mean empiris

setiap karakter VisCAP mendapatkan nilai lebih rendah daripada mean

teoretik. Peneliti melakukan Uji-t guna melihat nilai signifikansi perbedaan

antara mean teoretik dengan mean empiris pada tiap karakter VisCAP. Hasil

Uji-t dapat dilihat pada tabel

Tabel 9. Uji-t Mean Teoritis dan Mean Empiris

Karakter

Test Value = 2.5

t df Sig.

(2-tailed)

Mean Difference

Visibility -3.298 105 .001 -.13211

Expertise -4.672 105 .000 -.19434

Objectivity -3.863 105 .000 -.14151

Likability -1.786 105 .077 -.06840

Similarity -4.143 105 .000 -.15514

Power -2.342 105 .021 -.08774

Hasil uji-t data penelitian dengan nilai Sig.(2-tailed) > 0,05,

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada karakter expertise,

objectivity,visibility, similarity,danpower. Sedangkan, karakter yang memiliki

(49)

D. Pembahasan

Penelitian ini ingin melihat penilaian remaja putri terhadap celebrity

endorsers dalam iklan kosmetik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa

secara keseluruhan subjek pada penelitian ini memiliki penilaian yang rendah

pada celebrity endorsers dalam iklan kosmetik. Hal tersebut dapat dilihat dari

hasil mean empirik penilaian celebrity endorsers secara umum lebih rendah

daripada mean teoretik. Hasil perhitungan analisis deskriptif total, mean teoretik

menunjukkan hasil nilai sebesar 140, sedangkan mean empirik sebesar 132,63.

Penilaian ini juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya ketertarikan subjek penelitian

pada iklan kosmetik yang menggunakancelebrity endorsers.

Penilaian padacelebrity endorsersyang rendah dapat mempengaruhi sikap

konsumen terhadap produk yang diiklankan. Hal tersebut nampak ketika peneliti

menanyakan mengenai merek kosmetik yang digunakan oleh subjek penelitian.

Produk kosmetik yang paling banyak digunakan subjek penelitian (35 orang)

adalah merek Pond’s, disusul oleh merek Citra (30 orang). Produk Pond’s sendiri

tidak menggunakan atau menonjolkan celebrity endorsers dalam iklan mereka.

Maka, dapat dikatakan apabila penilaian subjek yang rendah terhadap celebrity

endorsers dikarenakan subjek sendiri menggunakan produk yang dalam

promosinya tidak menyertakancelebrity endorsers.

Hasil analisis deskriptif data penelitian dari tiap karakter Model VisCAP

menunjukkan mean empiris keenam karakter memiliki nilai yang lebih rendah

dari mean teoretik. Hasil uji-t data penelitian menunjukkan adanya perbedaan

(50)

power. Sedangkan, karakter yang memiliki perbedaan tidak signifikan adalah

karakterlikability.

Pada penelitian ini, dari keenam karakter Model VisCAP untuk Karakter

Presenter, karakter likability mendapatkan nilai tertinggi dari subjek penelitian.

Likability merupakan bagaian dari karakter attraction yang mengacu pada

tampilan fisik yang menarik dan kepribadian yang relevan daricelebrity endorsers

untuk menjelaskan produk. Karakter fisik yang menarik memang sudah dimiliki

oleh kebanyakan celebrity endorsers. Selebritis yang digunakan menjadi model

iklan memiliki daya tarik fisik seperti kecantikan dan berbadan langsing

memenuhi persyaratan sebagai bagian dari iklan yang baik yang mengacu pada

daya tarik fisik (Pratiwi, Harianti & Dwijanti, 1999). Produk kosmetik sendiri

memiliki tujuan untuk menambah daya tarik (Wasitaatmadja, 1997), maka sudah

sepantasnya apabila iklan kosmetik juga menyertakan celebrity endorsers yang

memiliki tampilan fisik yang menarik fisik. Dengan kata lain, subjek penelitian

setuju apabilacelebrity endorsersyang digunakan dalam iklan kosmetik memiliki

tampilan fisik yang menarik.

Karakter kedua yang dinilai tinggi oleh subjek penelitian dari enam

karakter lainnya adalah karakter power. Karakter power adalah kemampuan

celebrity endorsers dalam meningkatkan intensitas pembelian produk, walaupun

bukan perilaku melalui melalui ajakan untuk bertindak pada konsumen. Apabila

dorongan untuk bertindak didasarkan pada ketakutan, maka karakter power akan

sangat cocok. Hal tersebut relevan untuk mempromosikan produk yang

(51)

produk yang berhubungan dengan zat-zat (farmasi). Iklan kosmetik terkadang

juga ‘menakut-nakuti’ konsumen dengan masalah kulit seperti kerutan, jerawat,

bintik hitam dan masalah kulit lainnya yang dapat mengganggu penampilan.

Kehadirancelebrity endorsers dalam iklan kosmetik dirasa memiliki karakteristik

power yang dinilai cukup tinggi. Dengan kata lain, celebrity endorsers mampu

menciptakan pemikiran konsumen untuk memperhatikan penampilan mereka.

Celebrity endorsers dirasa mampu menarik dan mengajak subjek untuk guna

menghilangkan masalah pada kulit subjek penelitian dengan menggunakan produk

yang mereka iklankan.

Karakter visibility merupakan karakter yang dinilai cukup tinggi setelah

karakterlikability danpower.Visibilityadalah karakter dalam celebrity endorsers

yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang dikenal baik atau dapat dengan

mudah dikenali oleh publik. Kurangnya penilaian subjek terhadap celebrity

endorsers dapat dikarenakan kebiasaan subjek penelitian yang tidak lama dalam

menonton televisi. Subjek mengaku menonton televisi kurang dari 3 jam setiap

harinya. Hal tersebut membuat subjek belum tentu mampu melihat dan mengenali

seluruhcelebrity endorsers yang digunakan dalam iklan kosmetik meskipun iklan

tersebut sudah menggunakan selebritis yang terkenal.

Karakter berikutnya adalah karakter objectivity atau sama dengan

trustworthiness. Karakter ini adalah karakter keempat yang dinilai tinggi oleh

subjek peneliti dibandingkan karakter lain dalam Model VisCAP untuk Karakter

Presenter.Objectivityadalah karakter mengenai reputasicelebrity endorsersuntuk

(52)

menunjukkan apabila subjek penelitian merasa apabilacelebrity endorsers kurang

jujur dalam membintangi sebuah iklan. Hal tersebut membuat tingkat kepercayaan

subjek penelitian pada celebrity endorsers dalam iklan kosmetik berkurang.

Subjek penelitian ini adalah remaja putri yang memiliki kemampuan berpikir

dengan logis dan mampu untuk mengembangkan kemampuan deduktif hipotesis

atau dugaan terbaik (Piaget dalam Santrock, 2002). Hal tersebut sedikit banyak

dapat mempengaruhi penilaian terhadap celebrity endorsers dalam iklan. Subjek

mungkin merasa apabila celebrity endorsers tidak benar-benar menggunakan

produk yang mereka iklankan. Maka dari itu, subjek tidak akan mudah percaya

apabila mereka menggunakan produk tersebut, ia akan menjadi cantik atau

memiliki kulit halus dan putih seperticelebrity endorsersdalam iklan.

Karaktercelebrity endorsers yang mendapatkan nilai cukup rendah adalah

karakter similarity. Similarity adalah karakter yang menunjukkan adanya

kesamaan antara celebrity endorsersdengan target pengguna. Kesamaan tersebut

memperlihatkan bila celebrity endorsers juga merupakan sebagai pengguna

produk atau jasa yang sebanding. Target konsumen juga harus diidentifikasi

berdasarkan emosinya, sehingga produser juga bisa menunjukkan karakter yang

memiliki gaya hidup yang sama dengan target. Dalam iklan alat olah raga,

pakaian dan produk kecantikan, karakter ini mampu membuat konsumen

seolah-olah mengalami sendiri dalam mencapai gambaran celebrity endorsers, sehingga

mampu meningkatkan gambaran diri mereka (Rossiter & Percy, 1997). Subjek

yang sebelumnya sudah memiliki kepercayaan yang cukup rendah terhadap

(53)

menilai apabila celebrity endorsers dalam iklan kosmetik tidak memiliki

kesamaan (usia, kulit, dan kepribadian) seperti mereka. Maka dari itu, subjek

penelitian tidak mampu dalam mencapai gambaran celebrity endorsers dan tidak

mampu meningkatkan gambaran diri mereka

Penilaian subjek yang terendah dari enam karakter Model VisCAP ini

adalah karakter expertise. Karakter expertise dapat diartikan sebagai seberapa

paham celebrity endorsers atau presenter terhadap produk yang diiklankan.

Keahlian ini juga dapat digunakan untuk mencegah informasi yang berlebihan dan

membantu proses operasi produk. Pembuat iklan harus memastikan keahlian

celebrity endorsersakan dapat segera dirasa oleh konsumen. Dalam penelitian ini,

subjek mungkin menilai celebrity endorsers kurang mengerti dan dirasa kurang

paham dengan produk kosmetik yang diiklankan. Dengan kata lain, celebrity

endorsersyang dilibatkan pada iklan kosmetik kurang ahli dalam bidang kosmetik

meskipun mereka punya penampilan yang menarik.

Menurut Agrawat dan Dubey (2012) karakter atau atribut yang dinilai

penting dari celebrity endorsers dalam iklan adalah trustworthiness atau sama

dengan objectivity. Namun, subjek memberikan nilai pada karakter objectivity

dengan nilai yang cukup rendah. Hal tersebut dapat dikarenakan subjek penelitian

merasa celebrity endorsers kurang jujur dan tulus dalam iklan. Subjek penelitian

ini memberikan nilai tertinggi pada karakter likabilitydibandingkan lima karakter

lain menurut karakter Model VisCAP untuk Karakter Presenter. Selain itu,

karakter likability merupakan karakter yang mudah dinilai karena fisik dari

(54)

penggunaan celebrity endorsers dalam iklan kosmetik pastilah menggunakan

selebritis yang memiliki tampilan yang menarik seperti kulit halus dan putih

sesuai dengan manfaat dari produk kosmetik itu sendiri. Maka dapat dikatakan

apabila celebrity endorsers yang ada pada iklan kosmetik sudah memiliki

tampilan fisik yang menarik menurut subjek penelitian. Hal tersebut sesuai dengan

tujuan produk kosmetik sendiri, dimana tujuannya dalah menambah daya tarik.

Schiffman dan Kanuk (2007) juga menyebutkan apabila penggunaan

celebrity endorsers dapat meningkatkan kredibilitas isi pesan iklan. Namun, hal

tersebut tidak ditemukan dalam hasil penelitian ini. Karakter mengenai

kredibilitas (expertise & objectivity) tidak mendapatkan nilai yang tinggi dari

subjek penelitian. Maka dapat dikatakan subjek penelitian menilai apabila

celebrity endorserskurang memiliki karakter kredibilitas (expertise & objectivity)

yang baik. Celebrity endorsers dapat dinilai kurang memiliki tingkat pemahaman

tentang produk dan kurang jujur dalam mempromosikan produk, hal tersebut

membuat kredibilitas isi pesan pun kurang tersampaikan karena celebrity

endorserskurang memiliki karakter kredibilitas.

Pada penelitian ini terdapat beberapa kekurangan. Kebanyakan subjek

penelitian ini bertempat tinggal di daerah terpencil atau jauh dari pusat kota.

Mereka kebanyakan tinggal di wilayah desa Boyolali yang mana signal televisi

kurang baik di tempat tinggal mereka. Hal tersebut membuat subjek kurang

tertarik untuk melihat televisi karena tidak semua saluran televisi dapat terlihat

jelas dari rumah mereka. Banyak subjek pula mengaku mereka melihat televisi

(55)

sekirannya dapat mempengaruhi penilaian subjek terhadap celebrity endorsers.

Subjek mungkin menjadi kurang mengenal celebrity endorsers yang ada di iklan

(56)

38

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh karakter celebrity

endorsers yang berdasarkan Model VisCAP untuk Karakter Presenter,

menunjukkan apabila subjek memiliki penilaian yang rendah terhadap celebrity

endorsers. Subjek penelitian memiliki penilaian yang rendah untuk semua

karakter dalam Model VisCAP. Berdasarkan hasil penelitian ini pula, subjek

penelitian memberikan penilaian tertinggi pada karakter likability. Setelah itu,

diikuti dengan karakter power. visibility, objectivity, dan similarity. Sedangkan

penilaian terendah yang diberikan oleh subjek penelitian adalah karakter

expertise.

B. Saran

1. Bagi Penelitian Selanjutnya

Mengingat pada penelitian ini terdapat kekurangan terutama dari sisi

demografis dan gaya hidup subjek penelitian, maka peneliti selanjutnya harus

memilah subjek yang akan digunakan dalam penelitian. Peneliti selanjutnya

sebaiknya menggunakan subjek yang tinggal diperkotaan dan memiliki waktu

(57)

2. Bagi Produsen dan Perusahaan Kosmetik

Berdasarkan hasil penelitian ini, produsen dan perusahaan kosmetik

diharapkan mendapat lebih menunjukkan kualitas celebrity endorsers

(58)

40

DAFTAR PUSTAKA

Agrawal, P. & Dubey, S.K. (Maret, 2012). Celebrities : The Laking Pin Between Brands & Their Costumer. International Journal Of Management & Business Studies.2 (1).56-60.

Al Zoubi, M. O. & Bataineh, M. T. (2011). The Effek of Using Celebrities in

Advertising on The Buying Decision “Emperical Study on Students in Jarash Private University”. American Journal of Scientific Research. 59-70.

Azwar, S. (2007).Reliabilitas dan Validitas.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2009).Metode Penelitian.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2010).Penyusunan Skala Psikologi.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Bovee, C. L. & Arens. W. F. (1982). Contemporary Advertising. Iilinois : Homewood Irvin Inc.

Elsner, P. & Mainbach, H. I. (2000).Cosmeticeuticals. Drugs vs. Cosmetics. New York: Marcel Dekker.Inc.

Jefkins, F. (1997).Periklanan. Alih bahasa : Haris Munandar. Jakarta: Erlangga.

Kartono, K. (2006).Psikologi Wanita 1. Bandung : Mandar Maju.

Kasali, R. (1992).Manajemem Periklanan : Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta : PT Temprint.

Kerlinger, F. N. (2006). Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Kotler, P. (1994). Manageman Pemasaran (Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalin). Jilid I, (Drs. Jaka Wasana, MSM). Jakarta : Erlangga.

Lina & Rosyid, H. F. (1997). Perilaku Konsumtif BerdasarLocus Of Control Pada Remaja Putri.Psikologika,4(2), 5-13.

(59)

Pramesti, G. (2007). Aplikasi SPSS 15.00 dalam Model Linier Statistika. Jakarta : PT Alex Media Kompuntindo.

Pratiwi, D. A., Hariyanto, V. H, & Dwijanti, J. E. (2001). Perbedaan Perhatian Konsumen Terhadap Model Iklan Perempuan dan Model Iklan Laki-Laki. Anima, 16 (4), 380-393.

Rossiter, J. R. and Percy L. (1997). Advertising & Promotion Manageman. New York : Mc Graw-Hill.

Salim, P. & Salim Y. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta : Modern English Press.

Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development : Perkembangan Masa Hidup (Jilid 2).Jakarta : Erlangga.

Schiffman, L & Kanuk, L. L., (2007). Perilaku Konsumen. Edisi ketujuh (terjemahan)., Jakarta: Indeks.

Shimp, T. A. (1997). Advertising, Promotion, and Supplemental aspect of Intergrated Marketing Communications.Florida : The Dryden Press.

Stanton, W. (1986). Prinsip Pemasaran. Alih bahasa : Sadu Sundaru. Jakarta Erlangga.

Sudjana, N. (2006).Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Supratiknya, A. (2007). Kiat Merujuk Sumber Acuan dalam Penulisan Karya Ilmiah.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suryabrata, S. (2008).Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Suyanto, M. (2004). Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan. Yogyakarta : Andi.

Reality, T. (2008).Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya : Reality Publisher.

Tjiptono, F. (1997).Strategi Pemasaran.Yogyakarta: Andi Offset.

Wasitaatmaja, M. S. (1997).Penuntun Ilmu Medik. Jakarta: Universitas Indonesia.

Gambar

Tabel 2. Penyebaran Aitem Skala Penilaian Celebrity Endorsers
gambar dan suara untuk menggugah dam mempengaruhi perasaan
Tabel 1. Penyebaran Aitem Skala Penilaian Celebrity Endorsers
Tabel 2. Penyebaran Aitem Skala Penilaian Celebrity Endorsers Setelah
+6

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa perbedaan antara remaja putri dan ibu rumah tangga dalam aktivitas yang dilakukan, pemilihan kriteria media iklan

pacaran para remaja yang menjurus pada hubungan seksual atau seks bebas.Khususnya remaja putri saat ini telah banyak mengalami perubahan dalam hal pergaulan serta gaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan estetika foto dalam iklan dimajalah Femina yang digunakan oleh Kosmetik Revlon pada tahun 2000 hingga 2014.. Masalah

Bagaimana coping strategy pada remaja putri yang mengalami kehamilan di luar perkawinan terkait dengan bentuk stress yang mereka alami tersebut.. Tujuan penelitian Tujuan

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ komunikasi interpersonal antara orangtua dengan remaja putri dalam

Dengan demikian penelitian ini ingin mengetahui bagaimana Penggunaan Maudy Koesnaedi sebagai Celebrity Endorser dalam iklan televisi L’Oreal Fall Repair 3x

Fenomena yang merisaukan banyak pihak,pada sekarang ini adalah gaya pacaran para remaja yang menjurus pada hubungan seksual atau seks bebas.Khususnya remaja

Berdasarkan grafik tersebut menunjukkan bahwa remaja putri dalam penelitian ini lebih banyak mengalami pengeluaran darah tidak terlalu banyak yaitu 105 (65.22%),