ANALISIS YURIDIS TERHADAP BEBAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
TESIS
DISUSUN DALAM RANGKA MEMENUHI PERSYARATAN PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM
Oleh :
ROBERT SINAGA, S.H. NIM : 11010111400137
Pembimbing :
Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, S.H., M.H.
PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO
HALAMAN PENGESAHAN
ANALISIS YURIDIS TERHADAP BEBAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
Disusun Oleh :
ROBERT SINAGA, S.H. NIM : 11010111400137
Disusun Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program Magister Ilmu Hukum
Pembimbing : Magister Ilmu Hukum
HALAMAN PENGESAHAN
ANALISIS YURIDIS TERHADAP BEBAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
Disusun Oleh :
ROBERT SINAGA, S.H. NIM : 11010111400137
Dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal 31 Desember 2013
Tesis ini telah diterima
Sebagai Persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Ilmu Hukum
Pembimbing, Mengetahui,
Magister Ilmu Hukum Ketua Program
KATA PENGA NTAR memakluminya. Keterbatasan pengetahuan dan kurang pengalaman adalah salah satu faktor utama dalam konteks ini.
Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis sangat mengaharapkan pendapat, saran dan kritik dari berbagai pihak. Hal mana penulis rasa amat penting sekali artinya demi kemajuan masa mendatang.
Dengan selesainya penyusunan tesis ini, penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.
2. Ibu Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum, Selaku Ketua Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang.
4. Bapak Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, S.H., M.H., Selaku Dosen Pembimbing dalam penyusunan tesis.
5. Bapak Drs. Melson Sinaga, MMA dan Ibu Juliana br. Purba Selaku Orang Tua Tercinta Penulis.
6. Adik - adikku (Desi Glori N. Sinaga, SH; Marjan Haposanda Sinaga; Andika Prasetia Sinaga dan Oktavia Fitriani Sinaga) yang memberikan semangat bagi penulis untuk menyelesaikan tesis ini.
7. Kepada seluruh Orang tua, kakak/Abang serta adik – adik di Gereja Kristen Protestan Simalungun Semarang (GKPS - Semarang) atas saran dan motivasinya bagi penulis untuk menyelesaikan tesis ini, dan
8. Semua rekan-rekan Pascasarjana Magister Ilmu Hukum UNDIP dan rekan-rekan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) yang telah memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis dalam penyelesaian penulisan tesis ini.
Semoga segala bantuan, bimbingan dan saran-saran yang telah diberikan kepada penulis mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan semoga apa yang penulis lakukan dengan penyusunan tesis ini bisa bermanfaat seperti apa yang penulis harapkan.
Semarang, 31 Desember 2013 Penulis,
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH
Dengan ini saya, ROBERT SINAGA, S.H., menyatakan bahwa Karya Ilmiah / Tesis ini adalah asli hasil karya saya sendiri dan Karya Ilmiah ini belum pernah diajukan sebagai pemenuhan persyaratan untuk memperoleh gelar kesarjanaan Strata Satu (S1) maupun Magister (S2) dari Universitas Diponegoro maupun Perguruan Tinggi lain.
Semua informasi yang dimuat dalam karya ilmiah ini yang berasal dari penulis lain baik yang dipublikasikan atau tidak, telah diberikan penghargaan dengan mengutip nama sumber penulis secara benar dan semua ini dari karya Ilmiah/Tesis ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya sebagai penulis.
Semarang, 31 Desember 2013 Penulis
MOTTO :
Dalam Kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dan memberi kelegaan. (Mazmur 118: 5)
Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada ku. (Filipi 4: 13)
Jangan selalu katakan apa yang kau ketahui, tetapi ketahui apa yang kau katakan. (Claudius, Kaisar Romawi)
Kupersembahkan karya ini kepada:
Kedua orang tua ku
ABSTRAK
Korupsi yang terjadi di indonesia belakangan ini sudah bersifat sistemik dan endemik sehingga tidak saja merugikan keuangan negara dan perekonomian negara, tetapi juga telah melanggar hak ekonomi dan hak sosial masyarakat secara luas. Kebijakan legislasi dalam penanganan korupsi diperlukan guna memberantas tindak pidana korupsi.
UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kaitannya dengan beban pembuktian terbalik dalam penanganan perkara korupsi dilakukan terhadap suap menerima gratifikasi dan harta benda yang belum didakwakan.
Penulisan hukum ini disusun berdasarkan metode penulisan menggunakan pendekatan yuridis normatis, yaitu hukum dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma – dogma. Jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan studi dokumenter.
Ketentuan pembalikan beban pembuktian dalam UU No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terdapat dalam Pasal 17 dan Pasal 18; UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi , terdapat dalam Pasal 37; dan dalam Ketentuan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terdapat dalam ketentuan Pasal 12B, Pasal 37, Pasal 37A dan Pasal 38B.
Kata Kunci : Kebijakan, Tindak Pidana Korupsi, Beban Pembuktian Terbalik.
Corruption in Indonesia lately been systemic and endemic so that not only harm the state's finances and economy of the country, but also has violated the economic and social rights of the community at large. Policy in the handling of corruption legislation needed to combat corruption.
Law No. 20 of 2001 concerning Amendment to Law No. 31 Year 1999 on Eradication of Corruption , the burden of proof associated with the handling of corruption cases made against gratuities and kickbacks received a property that has not been indicted.
Writing this law is based on the method of writing using normative juridical approach , the law conceived as norms , rules , principles or dogma - dogma . The data used in this study is secondary data obtained from the study of literature and documentary studies .
Reversal of the burden of proof provisions in Law No. 3 Year 1971 on Eradication of Corruption , contained in Article 17 and Article 18 ; Law No. 31 Year 1999 on Eradication of Corruption , contained in Article 37 ; and the provisions of Law No. 20 of 2001 concerning Amendment to Law No. 31 of 1999 on Corruption Eradication contained in the provisions of Article 12B , Section 37 , Article 37A and Article 38B.
Keywords : Policy , Corruption , Burden of Proof Reversed.
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... vi
MOTTO ... vii A. Tinjauan Tentang Tindak Pidana Korupsi 1. Pengertian Korupsi ……… 26
2. Subjek Delik Korupsi ………. 27
3. Asas – Asas Hukum Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi . 29
1. Arti Penting Pembuktian dan Hukum Pembuktian ……… 40 2. Teori – Teori Pembuktian ……….. 47 3. Alat Bukti dan Kekuatan Pembuktian ……….. 49 BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Kebijakan Hukum Pidana yang Mengatur Tentang Beban Pembuktian Terbalik dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi
1. Sejarah Beban Pembuktian Terbalik ………. 58 2. Pengaturan Sistem Pembuktian Terbalik ……….. 65 3. Sistem Beban Pembuktian Terbalik pada Tindak Pidana Korupsi Suap
Menerima Gratifikasi ……….. 80 4. Sistem Beban Pembuktian Terbalik pada Harta Benda Terdakwa Yang
Belum Didakwakan ………. 84 B. Sistem Beban Pembuktian Terbalik Dalam Penanganan Tindak Pidana
Korupsi Pada Masa Yang Akan Datang ……… 89 BAB IV : PENUTUP
A. Kesimpulan ………. 95
B. Saran ……… 96