PERDAGANGAN ANTARA
NEGARA – NEGARA
DENGAN PERBEDAAN
PREFERENSI YANG RADIKAL
By :
Eli Fatul Laili (1408101010) Indah A. Rosidah
Pendahuluan
Dua negara memiliki teknologi yang sama dan preferensi yang sejenis namun berbeda dalam faktor rasio sumber daya atau faktor produksi yang dimiliki.
Keseimbangan rasio harga komoditas perdagangan bersifat non-negative.
Lanjutan
Model yang berbeda dengan model standar
Preferensi negara perdagangan berbeda secara radikal,
dimana perbedaan preferensi bias berdasarkan pada perbedaan iklim dan keyakinan agama.
Negara memiliki teknologi yang sama dan setiap negara
boleh membuang yang buruk dengan mengorbankan beberapa yang baik (dengan cara ekspor).
tidak ada faktor pendukung yang relative dalam pola
Model tersebut merupakan modifikasi dari model ricardian.
Masing - masing dari model tersebut dan model Heckscher – Ohlin menggunakan keunggulan komparatif dan berfokus pada satu faktor dari beberapa faktor penentu pola perdagangan yaitu kesenjangan internasional dalam preferensi.
Preferensi sejenis
Keseimbangan harga Autarki positif
Keseimbangan rasio harga perdagangan bebas positif
Berbeda dengan prinsip Torrens – Ricardo mengenai keunggulan komparatif.
Meski terdapat kelipatan dalam keseimbangan
perdagangan bebas, dengan tambahan rasio harga perdagangan bebas yang negative maka tidak akan dibatasi oleh keseimmbangan rasio harga Autarki.
Keseimbangan Autarki
Terdapat dua negara yaitu negara asal dan luar negeri,
dimana setiap negara memiliki dua komoditas yaitu komoditas 1 dan 2.
Faktor produksi utama adalah tenaga kerja.
Satu pekerja menghasilkan satu unit komoditas 1 dan a unit
komoditas 2.
Tenaga kerja di negara asal di simbolkan dengan huruf L and
luar negeri L*.
Komoditas 1 baik komoditas 2 buruk.
Untuk membuang satu unit komoditas I,bij > 0 dari komoditas j
Setiap negara memilih metode penjualan untuk preferensinya. Tempat produksi relevan disimbolkan AB pada gambar 3.1(a)
dimana slope AB adalah maximum {b12, 1/b21} dan panjang
OA adalah proporsional ke L.
Dan luar negeri pada gambar 3.1(b) dimana slope A*B* adalah
minimum {b12, 1/b21} dan panjang O*A* proporsional ke L*.
Pada gambar 3.1 // merupakan kurva indiferen scitovsky
negara asal dan /*/* luar negeri.
Titik E dan E* menunjukkan keseimbangan Autarki.
Keseimbangan rasio harga negative di indikasikan (-) slope
dari AB dan A*B.
Gambar 3.1 (a)
Keseimbangan
Perdagangan Bebas
Diperoleh dua kurva negara asal dan kurva penawaran luar negeri. Ditunjukkan pada gambar 3.2 dan 3.3 dimana pada gambar 3.3 berputar 180° dan berada atau menumpuk keatas pada gambar 3.2 dan akan dihasilkan gambar 3.4. keseimbangan ditandai dengan huruf E.
Masing – masing negara mengimpor komoditas yang di inginkan, menunjukkan hubungan keseimbangan perdagangan yang positif.
ketika preferensi atau pilihannya bersifat sejenis, masih terdapat kemungkinan multiple equilibria Bagaimanapun equilibria tambahan selalu muncul dalam kuadran pertama dan atau kuadran ketiga, seperti pada gambar 3.5 dimana pada kuadran tersebut, satu negara mengekspor kedua komoditas. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan rasio harga dunia adalah negative.
Terlepas dari keseimbangan dunia, setiap negara mendapat laba/keuntungan dari perdagangan dan tidak ada yang dirugikan.
Digambarkan pada gambar 3.4. terdapat keseimbangan harga positif. Di dalam kasus yang di gambarkan pada gambar 3.5 keseimbangan pada kuadran 2 dikarakteristikkan dengan rasio harga yang posistif dan stabil secara lokal. keseimbangan kuadran 1 dan 3, di karaktersitikan dengan rasio harga yang negative dan pertukanran warlasian ekuilibrium (keseimbangan warlasian) stabilitas dan instabilitasi yang Dimulai dengan stabilitas pada E1.
Namun tidak dapat menggunakan pendekatan marshallian karena ketika kedua komoditas dieskpor oleh Negara yang sama, tidak akan ada satu saja penawaran harga yang terkait dengan keseimbangan.