• Tidak ada hasil yang ditemukan

S SEJ 0901594 Chapter1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S SEJ 0901594 Chapter1"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai

pada masa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. Di Jakarta pada tahun

1945 terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja pimpinan Markoem Djojo

Hadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar Dewantoro, sedang di Ternate pada

bulan Oktober 1945 Arnold Monoutu dan dr. Hassa Missouri menerbitkan

majalah mingguan Menara Merdeka yang memuat berita-berita yang disiarkan

radio republik Indonesia. Di Kediri terbit majalah berbahasa Jawa Djojobojo,

pimpinan Tadjib Ermadi. Para angota ikatan Pelajar Indonesia di Blitar

menerbitkan majalah berbahasa Jawa, Obor (Suluh

(http//www.kompasiana.com//bujanggamanik//maulana 2009//05 Maret 2016).

Awal orde baru , banyak majalah yang terbit dan cukup beragam jenisnya,

diantaranya di Jakarta terbit majalah Selecta pimpinan Sjamsudin Lubis, majalah

Sastra Horison pimpinan Mochtar Lubis, Panji Masyarakat dan majalah Kiblat.

Hal ini terjadi sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang

semakin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang semakin maju.

Kategorisasi majalah yang terbit pada masa orde baru, yakni : a) Majalah Berita

:Tempo, Gatra, Sinar, Tiras, b) Majalah Keluarga :Ayahbunda, Famili, c) Majalah

Wanita : Femina, Kartini, Sarinah, d) Majalah Pria : Matra, e) Majalah Remaja

Wanita : Gadis, Kawanku, f) Majalah Remaja Pria : Hai, g) Majalah Anak-anak :

Bobo, Ganesha, Aku anak sholeh, h) Majalah ilmiah popular : Prisma, I) Majalah

Umum : Intisari, Warnasari, j) Majalah Hukum : Forum Keadilan, k) Majalah

Pertanian : Trubus, l) Majalah Humor : Humor, m) Majalah Olahraga : Sportif,

Raket, n) Majalah Berbahasa Daerah : Mangle, (Sunda, Bandung), Djaka Lodang

(2)

2 Tahun 2001 komunitas budayawan Sunda yang di prakarsai Yayasan

Budaya Rancage mengadakan Konferensi Budaya Sunda (KIBS) pertama di

Gedung Merdeka, Bandung.Para pemerhati dan peneliti budaya Sunda dari

Konferensi Internasional Bahasa Sunda.Berbagai materi sidang kemudian

direkomendasikan untuk ditulis ke dalam sebuah agenda.Agenda tersebut

mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Sunda,

sejarah, arkeologi, filologi, agama, filsafat hidup, ekonomi, sosial dan politik.

Agenda KIBS harus disebarluaskan, agar diketahui oleh masyarakat umum

diperlukan media untuk menyampaikan dan mewadahi berbagai aspirasi

kasundaan. Salah satu agenda yang tercetus dalam rekomendasi KIBS I tersebut

adalah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda, tugas

agen-agen sosialisasi seperti budayawan dan ulama, keluarga, lembaga pendidikan,dan

media massa harus senantiasa dioptimalkan (company profilemajalahCupumanik).

Bertolak dari rekomendasi tersebut, juga disertai harapan untuk ikut

memberdayakan dan melestarikan nilai-nilai budaya Sunda, maka pada bulan

Agustus tahun 2003 beberapa budayawan Sunda di Bandung yang tergabung

dalam Klub Baca Girimukti menerbitkan majalah Sunda Cupumanik. Majalah

Cupumanik ditujukan untuk masyarakat suku Sunda yang memiliki perhatian

khusus pada budaya Sunda.Majalah tersebut terbit sebagai tugas sosial media

Sunda untuk menginformasikan beragam peristiwa kasundaan pada masyarakat.

Namun, selain berdiri sebagai salah satu agen sosialisasi budaya Sunda, majalah

ini berdiri atas dasar semakin banyaknya jenis media cetak khususnya majalah

yang semakin

tersegmentasi(Ajip-Rosidi.com/yayasan-kebudayaan-rancage/profil-majalah-cupumanik/15 November 2015).

Menurut Khasali (1995) dalam Yanuar (2009:17), bahwa media cetak

adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual, media ini

terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna

dan halaman putih.Salah satu media cetak adalah majalah.Majalah merupakan

penerbitan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subjek yang

(3)

kategori yang terdiri dari opini, agama.ekonomi, keuangan, dakwah Islam, gaya

hidup, permainan video, remaja, anak, kawasan, kesehatan, khusus, computer,

handphone, dan bahasa daerah.

Majalah menspesialisasikan produknya untuk menjangkau konsumen

tertentu. Pembacanya lebih sedikit dari surat kabar, namun majalah memiliki

pasar yang jauh tersegmentasi. Majalah umumnya menyajikan berita yang dengan

menceritakan berbagai kejadian yang bersifat menghibur dan mendidik.Majalah

mematok harga jual yang tinggi karena biaya produksi yang tinggi pula. Harga

yang lebih tinggi dibandingkan surat kabar terasa wajar, karena bentuk, tampilan

dan kualitas kertas dari majalah lebih baik dari surat kabar

(Wikipedia.org/majalah,2015).

Fungsi majalah sendiri untuk penerbit sebagai media belajar organisasi,

komunikasi, promosi, penyalur bakat dalam bidang tulisan. Sedangkan untuk

pembaca majalah sebagai sumber informasi, media komunikasi, penyalur aspirasi

setiap orang dan sebagai penghibur (Effendy, 2008:54).

Majalah Cupumanik didirikan dan dikelola oleh budayawan Sunda di kota

Bandung, yang telah bertahun-tahun berkecimpung dalam aktivitas kegiatan

budaya Sunda. Hal ini menjadikan majalah Cupumanik secara content menjadi

tahu benar apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat Sunda di Indonesia,

khususnya di Jawa Barat. Majalah Cupumanik mengambil segmentasi

berdasarkan budaya disebabkan budaya adalah tema yang tidak akan pernah ada

habisnya untuk dikupas. Budaya merupakan tema yang menarik dengan segala

persoalan sejarah, penerapan dalam kehidupan, permasalahan, serta

perkembangannya

(Ajip-Rosidi.com/yayasan-kebudayaan-rancage/profil-cupumanik/15 November2015).

Adapun beberapa alasan penting mengapa penulis tertarik untuk mengkaji

perkembangan media cetak di kota Bandung. Pertama, majalah sejenis

Cupumanik merupakan media lokal kasundaan yang tidak banyak,sebab bahasa

Sunda hanya ada di kawasan yang mayoritas penduduknya adalah suku Sunda.

(4)

4 memberikan informasi. Kedua, penulis ingin mengetahui bagaimana media cetak

lokal majalah sejenis Cupumanik hanya dapat bertahan dalam kurun waktu hanya

satu dekade saja.

Penelitian ini difokuskan pada tahun 2003-2013 untuk melihat dinamika

perkembangan yang terjadi pada majalah kasundaan ini.Tahun 2003 merupakan

angka tahun terbentuk dan awal diterbitkannya Majalah Cupumanik. Penelitian ini

penulis batasi hingga tahun 2013 dimana Majalah Cupumanik ini penerbitannya

sempat terhenti.

Hal tersebut dalam sebuah penelitian tidak hanya sebatas menggambarkan

kurun waktu di atas, namun penulis akan berusaha mengamati dan menganalisis

serta menuliskan beberapa hal atau catatan penting yang berkaitan dengan

perkembangan Majalah Cupumanik sejak lahir serta perkembangannya dari masa

ke masa. Selaras dengan ilmu sejarah, bahwa waktu demi waktu merupakan suatu

hal yang saling berkaitan dan menentukan dalam suatu peristiwa fenomena seperti

halnya dalam perkembangan Majalah Cupumanik.

Berdasarkan alasan di atas, maka eksistensi Majalah Cupumanik harus

dipertahankan hal ini tidak terlepas dari dasar kemunculan Majalah Cupumanik

untuk menyebarluaskan nilai-nilai budaya Sunda kepada masyarakat.Agar lebih

mengenal keberadaanya di masyarakat yang akhirnya dapat menumbuhkan

kesadaran betapa pentingnya sebuah media cetak lokal yang mengandung

nilai-nilai budaya bagi masyarakat. Dengan alasan tersebut penulis mencoba mengkaji

lebih dalam mengenai Majalah Cupumanik yang berada dikota Bandung, dengan

judulPeranan Majalah Cupumanik dalam Mengembangkan Bahasa Sunda Di

Kota Bandung tahun 2003-2013.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, yang menjadi pokok

permasalahan ini adalah “Bagaimana Peranan Majalah Cupumanik dalam

(5)

mengarahkan dalam pembahasan maka penulis mengidentifikasikan permasalahan

tersebut kedalam beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimana latar belakang lahirnya Majalah Cupumanik?

2. Bagaimana keberadaan Majalah Cupumanik tahun 2003-2013 di Kota

Bandung?

3. Bagaimana peranan Majalah Cupumanik sebagai media kasundaan tahun

2003-2013 di Kota Bandung?

4. Faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat perkembangan Majalah

Cupumanik di Kota Bandung?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok pemikiran di atas, terdapat tujuan yang hendak dicapai

oleh penulis secara umum dan khusus. Secara umum penelitian dilakukan untuk

menambah khazanah penulisan karya ilmiah sejarah, terutama sejarah media cetak

lokal . Sedangkan tujuan khusus dari penulisan ini adalah sebagai berikut:

1. Memaparkan sejarah lahirnya Majalah Cupumanik.

2. Mendeskripsikan keberadaan Majalah Cupumanik di Kota Bandung tahun

2003-2013.

3. Mendeskripsikan peranan Majalah Cupumanik sebagai media kasundaaan

di Kota Bandung.

4. Mengungkapkan faktor-faktor apa saja yang menghambat perkembangan

Majalah Cupumanik di Kota Bandung.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu

pengetahuan dan bermanfaat untuk berbagai pihak, baik penulis, khalayak umum

(6)

6

1. Memperkaya khazanah penulisan sejarah dalam rangka mengembangkan

wawasan yang berkaitan dengan pers atau media cetak lokal .

2. Sumbangan informasi atau dokumentasi, khususnya media cetak lokal

kasundaan yang berkembang di Kota Bandung.

3. Referensi untuk umum dan siapa saja yang sedang mempelajari sejarah

agar dapat memupuk kesejarahan dan kedaerahan.

E. Struktur Organisasi Skripsi

Adapun Struktur Organisasi Skripsi ini tersusun sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan berisi latar belakang masalah yang menguraikan

hal-hal umum yang menjadikan lahir, keberadaan, peranan dan faktor penghambat

Majalah Cupumanik di Kota Bandung layak untuk dijadikan sebuah penelitian.

Untuk memperinci dan membatasi permasalah agar tidak melebar maka

dicantumkan perumusan dan pembatasan masalah sehingga permasalah dapat

dikaji dalam penulisan skripsi. Pada bagian akhir dari bab ini akan dimuat tentang

metode penelitian, struktur organisasi skripsi yang akan menjadi kerangka

penulisan skripsi.

Pada Bab II Kajian Pustaka ini akan dipaparkan mengenai konsep-konsep

yang relevan yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian. Selain itu, di sini

akan dijelaskan pula tentang penelitian-penelitian atau kajian-kajian yang

sebelumnya berhubungan dengan topik yang diteliti dalam penelitian penulis.

Bab III Metode Penelitian adalah bab yang berisikan mengenai

kegiatan-kegiatan dan cara-cara yang dilakukan dalam penelitian skripsi. Metode yang

digunakan tentu adalah metode penelitian sejarah, di mana langkah-langkahnya

terbagi menjadi heuristik atau pengumpulan sumber, kritik terhadap sumber yang

telah dikumpulkan, interpretasi sumber, hingga ke tahap penulisan atau

historiografi. Dari setiap langkah yang ditempuh nantinya akan dipaparkan lebih

(7)

Bab IV Pembahasan berisikan deskripsi mengenai Peranan Majalah

Cupumanik. Penulisan ini disesuaikan dengan pertanyaan penelitian yang

sebelumnya telah diajukan dalam rumusan dan batasan masalah, yakni tentang

latar belakang lahirnya Majalah Cupumanik, keberadaan Majalah Cupumanik,

peranan Majalah Cupumanik sebagai media kasundaan di kota Bandung serta

faktor-faktor penghambat perkembangan Majalah Cupumanik di Kota Bandung.

Dalam Bab V Simpulan dan Rekomendasi ini akan dipaparkan beberapa

simpulan dan rekomendasi sebagai jawaban pertanyaan yang diajukan serta

sebagai inti dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan menguraikan hasil-hasil

temuan penulis tentang permasalahan yang dikaji pada penulisan skripsi ini.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Green Marketing terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan treatment Naavagreen Natural Skin Care Cabang

Sebenarnya, kalau dipelajari lebih lanjut tentang standar sistem manajemen mutu, ternyata terdapat beberapa standar yang merupakan kelanjutan dari standar ISO 9001:2008

penanganan manure (manure management) pada semua jenis ternak (sapi perah, sapi potong, kerbau, domba, kambing, babi, itik, ayam ras, ayam kampung, ayam petelur)

PESERTA KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI TENGAH. LOKASI TES: RUANG CAT UPT

Field observation conducted during three years (2013–2015) in the area of Indonesia Univer- sity (which includes Depok and Jakarta), Cibinong Science Center and Bogor

Bagi calon penyedia jasa konstruksi yang keberatan atas Pengumuman ini, diberikan masa. sanggah sesuai dengan jadwal Sistem Pelelangan Secara Elektronik (SPSE) dan

Pada Tahun yang sama, Zhu Yuan Zhang menobatkan dirinya menjadi Kaisar dengan Gelar Kaisar Ming Tai Zu [ 明太祖 ] dan menyebutkan Dinasti yang baru didirikannya tersebut menjadi

Untuk variabel akuntabilitas adalah pertanggungjawaban atas sumber daya keuangan partai politik kepada publik, yang dalam penelitian ini diukur dengan tingkat