• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

(1)43328.pdf. TUGAS AKHIR PROGRAM MAGISTER (TAPM). HUBUNGAN ANTARA GA YA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS II KECAMATAN CIKANDE KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN. .... ~\ UNIVERSITAS TERBUKA. TAPM diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Magister Pendidikan Dasar. Disusun Oleh: KARNITA NIM. 500636624. PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA 2017. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(2) 43328.pdf. ABSTRACT. The correlation between Principal's Leadership and Pedagogic competence, with Teacher's job Performance. KARN IT A [email protected] Graduate Studies Program Indonesia Open University. This research is a correlational research with two independent variables which are principal 's leadership and pedagogic competence, while teacher 'sjob performance as dependent variable. The research was conducted in Serang elementary school in 2017. The sample was 40 principal 's randomly taken using proportional random sampling from 90 teacher's. Technique of analyzing data was using inferential statistics, correlation analyzis, simple regression, and multiple regression, with level of significant at a.=(J.05. The research resulted in three conclutions : I) there is a highly significant positive correlation between principal 's leadership and teacher's performance , with correlation coefficient r1.y = 0,534, a=0.05. and regression equation Y ~ 34,79+0,73X1; 2) there is a highly significant positive correlation between pedagogic competence and teacher's performance with correlation coefficient r2.v =0,502, a.=0.05. and regression equation Y=73,04+ l,34X2 ; 3) there is a highly sign?ficant positive correlation between principal 's leadership and pedagogic competence with teacher's performance with correlation coefficient r 12.y ~c 0,593, a.=0.05. and regression eqution Y= 52,62 + 0,25Xrd,15X2. Based on the results of this research, Teacher's peljormance can be improved by improving Principal 's Leadership in : I) mobilizes employee, 2) distributes work equaly 3) guides and guidance. Teacher's performance can he improved by pedagogic competence in : ]}works professionally 2) spirit works, and best of job, and) confe.~:sion appreciation.. Keyword. : Principal's Leadership and Pedagogic competence, and Teaclter's job Performance. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(3) 43328.pdf. ABSTRAK Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Hanten.. KARN ITA [email protected]. Program Pascasarjana Universitas Terbuka Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang terdiri dari dua variable bebas yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan Kompetensi Pedagogik, serta variabel terikatnya adalah kinerja guru. Penelitian ini bertujuan tmtuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik dengan kinerja guru SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD Gugus II di Kecamatan Cikande Kabupaten Serang pada tahun 2017. Jumlah sampel sebanyak 40 orang guru yang diambil secara proporsional random sampling dari populasi terjangkau sebanyak 90. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik korelasi dan regresi sederhana serta korelasi dan regresi ganda. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikasi 0,05. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan: 1) terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah (Xi) dengan kinerja guru (Y) dengan koefisien korelasi ry.I = 0, 534, dan persamaan regresi Y = 34,79+ 0,73 X 1; 2) terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kompetensi pedagogik (X2) dengan kinerja guru (Y) koefisien korelasi rv. 2 =0,502 dan persamaan regresi Y=73,04+ l ,34X2; 3) terdapat hubungan posltif yang sangat signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersamasama dengan kinerja guru koefisien korelasi ry. 12 = 0,593 dan persamaan regresi Y= 52,62+ 0,25 X 1 + 1,15X2. Berdasarkan temuan penelitian ini kinerja guru ditingkatkan melalui adanya peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dilakukan dengan cara: 1) kepala sekolah menggerakkan komponen sekolah, mendistribusikan pekerjaan secara merata, memberikan pembimbingan dan pengarahan, 2) Mensosialisasikan tugas-tugas pekerjaan 3 ). Menciptakan iklim kerja yang nyaman. Kinerja guru ditingkatkan melalui adanya peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik dilakukan dengan: I) bekerja secara profesional, bekerja keras, pantang menyerah, 2) mengedepankan hasil kerja yang terbaik dan 3) berusaha mendapatkan pengakuan penghargaan yang tinggi.. Kata kunci. : Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Pedagogik, dan Kinerja Guru SD. 11. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(4) 43328.pdf. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER PENDIDIKAN DASAR. PERNYATAAN. TAPM yang berjudul "Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten" adalah hasil karya sendiri, dan seluruh sumber yang diikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Apabila di kemudian hari temyata ditemukan adanya penjiplakan (plagiat), maka saya bersedia menerima sanksi akademik.. Serang, Juli 2017 Yang Menyatakan. (KARNITA) NIM. 500636624. Ill. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(5) 43328.pdf. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR. LEMBAR LAYAK UJI. Yang bertanda tangan di bawah ini, Saya selaku pembimbing TAPM dari mahasiswa: Nama/NIM Judul TAPM. KARNITA/500636624 Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa T APM dari mahasiswa yang bersangkutan sudah selesai .. . % sehingga dinyatakan sudah layak uji dalam Ujian Sidang Tugas Akhir Program Magister (T APM). Demikian keterangan ini dibuat untuk menjadikan periksa.. Serang,. Juli 2017. Pembimbing II,. Maman Fat rrohman, Ph.D NIP. 19820 25 200604 1 001. amad Yunus, S.S., M.A. 51110 198903 1 001. iv. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(6) 43328.pdf. PERSETUJUAN TAPM. Judul TAPM. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penyusun TAPM NIM Program Studi Hari/Tanggal. KARNITA 500636624 Magister Pendidikan Dasar Sabtu, 29 Juli 2017. Menyetujui:. Pembimbing II,. at urrohman, Ph.D NIP. 19820 25 200604 1 001. ad Yunus, S.S., M.A. 1110 198903 1 001 Penguj i Ahli. Prof Dr. Yufiarti, M.Psi. NIP. 19640217 198610 2 001. Mengetahui, Direktur. Ketua Bidang Ilmu Program Pascasarjana Pendas. ~~--. Dr. Liestyodono Bawono Irianto, M.Si. NIP. 19560414 198609 1 001. NIP. 19581215 198601 1 009. v Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(7) 43328.pdf. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN DASAR PENGESAHAN Nama NIM Program Studi Judul TAPM. KARNITA 500636624 Magister Pendidikan Dasar Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten. Telah dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Tugas Akhir Program Magister (TAPM) Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Terbuka pada: Hari/Tanggal : Sabtu/29 Juli 2017 W a kt u : 16.30 - 18.00 WIB Dan telah dinyatakan LULUS. PANITIA PENGUJI TAPM Ketua Komisi Penguji Dra. Hartinawati, M.Pd.. ...... ~~············. ··········~············. Penguji Ahli Prof Dr. Yufiarti, M.Psi.. Pembimbing I Maman Fathurrohman, Ph.D.. Pembimbing II Dr. Mohamad Yunus, S.S, M.A. Vl. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. u0.

(8) 43328.pdf. RIWAYAT HlDlJP. Nama. : KARNITA. NIM. : 500636624. Program Studi. : Magister Pendidikan Dasar. Tempat I Tanggal Lahir. : Serang, 8 Juni 1985. Riwayat Pendidikan. : Lulus SD di SON Cikande 2 pada tahun 1997 Lulus SMP di SMPN l Cikande pada tahun 2000 Lulus SMA di SMAN 1 Serang pada tahun 2003 Lulus 02 PGSD di UT Serang pada tahun 2008 Lulus S 1 PGSD di UT Serang pada tahun 2011. Riwayat Pekerjaan. : Tahun 2009 s/d 2011 sebagai guru kelas di SD Negeri Badak Tahun 2011 s/d 2015 sebagai guru kelas di SD Negeri Cikande 1 Tahun 2016 s/d sekarang sebagai guru kelas di SD Negeri Cikande Permai. Alamat. : Kp. Kedung Sampan RT/RW 001/008 Desa Parigi Kecamatan Cikande Kab. Serang Provinsi Banten. No HP. : 08138558959/087772650956. Serang, Juli 2017. KARNITA NIM. 500636624. vii. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(9) 43328.pdf. KAT A PEN GANT AR. Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan petunjuk, kekuatan, kesehatan, dan kelancaran kepada penulis temtama dalam penyusunan tesis ini hingga selesai. Tesis ini mempakan Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yang disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Magister Pendidikan Dasar pada Program Pascasarjana Universitas Terbuka. Banyak pihak yang telah membantu proses penyusunan tesis ini. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tulus, temtama kepada: 1.. Bapak Prof Drs. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D.selaku Rektor Universitas Terbuka. 2.. Bapak Dr. Liestyodono Bawono Irianto, M.Si., selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Terbuka. 3.. lbu Dra. Hartinawati, M.Pd. selaku Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Serang. 4.. Bapak Maman Faturohman, S.Si., S.E., Ph.D sebagai Pembimbing I. 5.. Bapak Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. sebagai pembimbing II. 6.. Bapak dan Ibu Tutor TTM dan Online yang telah memberikan bekal ilmu kepada penulis selama belajar di PPs Magister Pendidikan Dasar UT. 7.. Rekan-rekan yang telah membantu memberikan motivasi dan semangat kepada penulis selama proses perkuliahan. Akhirnya, dengan segala kekurangan, penulis dengan senang hati. menerima saran dan kritik yang konstmktif bagi penyempurnaan tesis ini.. Serang, Juli 2017 Penulis. Vlll. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(10) 43328.pdf. DAFTAR JSI Abstrak................................................................................................................. i Lembar Pernyataan Bebas Plagiasi...................................................................... m Lembar Layak Uji ................................................................................................ 1v Lembar Persetujuan ............................................................................................ v Lembar Pengesahan ... .. .. . .. .. .. .... .... .. .. .. .. .. . .. ... .. .. .. ... .. .. .. .. ..... ... .... .. .. . .. .. .. .... .. .. .... .. . v1 Riwayat Hidup .. .. . .. ... ... .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. . .. .. . .. ..... . vii Kata Pengantar ..................................................................................................... viii Daftar Isi......... .. .. ... . .. .. .. .. .. ... ... ... .. ... ... .. .. ... .. .. .. .. .. .. .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. . .. .. .. .. .. ... 1x Daftar Garnbar .. .. .. ... .. ... .. .. .. ... . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .... .. .. ... .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .... .. .. ..... .. xi Daftar Tabel..... .. .. .. ... .. .... .. .. .. .. ... .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. ... .. .. ... ... .. .. .. .... .. .. .. .. .. ... ... .. . xii Daftar Lampiran ................................................................................................... xiii BABI. BAB II. BAB III. PENDAHULUAN A Latar Belakang Masai ah ..... .. .. ... .... ....... ......... ........ ........ .. ........... B. Perumusan Masalah .. .. ... .. . .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. C. Tujuan Penelitian ........................................................................ D. Kegunaan Penelitian .................................................................... TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori ................................................................................. I. Kinerja Guru SD .. .. ... .. .. .. .. . .. .. .... .. .. .. ... ... .. .. .. .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 2. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah ................................. 3. Kompetensi Pedagogik .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. . B. Penelitian Terdahulu .................................................................... C. Kerangka Berpikir ...................................................................... I. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru............................................................. 2. Hubungan antara Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru .................................................................................... 3. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. . D. Hipotesis Penelitian .................................................................. E. Operasionalisasi V ariabel Penelitian .. ... ... ... .. .. .. ...... .. ... .... .. .. ..... 1 7 7 8. 10 10 14 28 33 35 36 37 38 40 40. METODE PENELITIAN. A Desain Penelitian ........................................................................ 43 B. Populasi dan Sampel .. .. .. .. ... . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... ... .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. C. Instrumen Penelitian .. ... ... . .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . D. Prosedur Pengumpulan Data........................................................ E. Metode Analisis Data .. .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... 44 46 49 50. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Deskripsi Objek Penelitian............................................. ... .. .. .. .. .. 56 B. Hasil Penelitian .. .... .. .. .. .. .... .. .... .. ... . .... .... .. .. .. .. ... .. .. .. ... .. .. ... .. .. . .. .. 57 I. Pengujian Instrumen Penelitian .. .. .. .. ... .. .. .. .. .. .... .... .... .. .. ........ 65. IX. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(11) 43328.pdf. 2. Pengujian Persyaratan Analisis .. .. ........... .............. ... .............. 65 C. Pembahasan ..... .... ........ . .... . ........... ................ ... ..... ...... ........ .. .... 77 1. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja guru SD .... ... ... .......... ...... ..... .. ...................... .. ... ... ... . 77 2. Hubungan antara Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja guru SD ........................................................................................ 85 3. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan kepala sekolah dan Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja gtll1l SD .... .. ....... .... 89 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ....... .... ........ ........................ ........ .... .... ........ ............ 93 B. Saran .......................................................................................... 94 DAFT AR PUST AKA.......................................................................................... 95 DAFT ARLAMPIRAN ......................................................................................... 99. x. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(12) 43328.pdf. DAFTAR GAMBAR. Garn bar 3.1 Konstelasi Masalah ...................................................................... Gambar 4.1 Data Kinerja Guru........................................................................ Gambar 4.2 Histogram Data Kinerja Guru...................................................... Gambar 4.3 Kurva Skala Empirik Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. .. ... Gambar 4.4 Kurva Skala Empirik Histogram Kompetensi Pedagogik............ Gambar 4.5 Model Hubungan Regresi antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (Xi) dengan Kinerja Guru (Y) .......................................... Gambar 4.6 Model Hubungan Regresi antara Kompetensi Pedagogik (X 2 ) dengan Kinerja Guru (Y) ... ... ... ... .... ... ... ......... ....... ..... ...... ..... ...... .. ... Xl. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 44 58 59 61 63 71 74.

(13) 43328.pdf. DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4. Komposisi Guru SD di Gugus II Kecamatan Cikande ................... Komposisi Rancangan Sampel ....................................................... Kisi-kisi Instrumen Variabel Kinerja Guru..................................... Kisi-kisi Instrumen Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah............................................................................................ Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Variabel Kompetensi Pedagogik..................... Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru.................................................. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah........... Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kompetensi Pedagogik.................................. Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas..................................................... .................. Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas .. .... ........ ... ..... .. ...... .. .. .... .. Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Pengujian Homogenitas .. ..... ... .. ...... ... ..... .. .. ... ... Tabel 4.7 Hasil Uji Linearitas dan Signifikasi ................................................ Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Perhitungan Korelasi dan Uji t.......................... Tabel 4.9 Uji Linearitas dan Uji Signifikasi .................................................. Tabel 4.10 Rangkuman Hasil Perhitungan Korelasi dan Uji t ......................... Tabel 4.11 Uji Linearitas dan Uji Signifikasi Persamaan Regresi.................... Tabel 4.12 Rangkuman Hasil Analisis Korelasi dan Uji Signifikasi Hipotesis Ketiga............................................................................................... XU. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 44 46 48 48 48 58 60 62 65 66 68 69 71 72 74 75 76.

(14) 43328.pdf. DAFTAR LAMPlRAN Instnunen Kinerja Gunt ................................................................................ 99 Instntmen Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah ....................................... 102 Instnunen Kompetensi Pedagogik .............................................................. 105 Uji Validitas dan Reliabilitas ...................................................................... 112 Skor Penilalian Per Variabel.. ..................................................................... 125. xiii. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(15) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(16) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(17) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(18) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(19) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(20) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(21) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(22) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(23) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(24) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(25) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(26) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(27) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(28) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(29) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(30) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(31) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(32) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(33) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(34) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(35) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(36) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(37) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(38) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(39) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(40) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(41) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(42) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(43) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(44) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(45) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(46) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(47) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(48) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(49) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(50) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(51) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(52) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(53) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(54) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(55) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(56) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(57) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(58) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(59) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(60) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(61) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(62) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(63) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(64) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(65) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(66) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(67) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(68) 43328.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(69) 43328.pdf. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Sekolah Dasar (SD) yang ada di Gugus II Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kecamatan Cikande Merupakan salah satu kecamatan dari dua puluh Kecamatan yang ada di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kecamatan Cikande merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Serang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang. Kecamatan Cikande memiliki tiga puluh empat Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di enam gugus. Namun Penelitian hanya dilakukan di Gugus II. Gugus II terdiri dari lima Sekolah Dasar (SD) baik Swasta maupun Negeri. Adapun sekolah-sekolah yang ada di Gugus II UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande Kabupaten Serang adalah: 1. SD Negeri Cikande Permai. 2. SD Negeri Cimasuk 3. SD Negeri Situterate 4. SD Negeri Baluk 5. SDIT Syifa Fikriya. 56. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(70) 43328.pdf 57. B.. Hasil Penelitian Data yang digunakan dasar deskripsi hasil penelitian adalah skor Kinerja. Guru (Y), skor Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 1), dan skor Kompetensi Pedagogik (X2) . Setiap variabel dideskripsikan dengan teknik statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk: distribusi frekuensi, rata-rata, simpangan baku, median modus, skor maksimum dan minimum dengan dilengkapi grafik histogram. Data hasil penelitian yang dideskripsikan meliputi: 1.. Kinerja Guru. 2.. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. 3.. Kompetensi Pedagogik .. 1. Kinerja Guru (Y) Berdasarkan data primer yang diiperoleh, skor sistem. instrument. Kinerja Guru untuk pemyataan positif 1-5 sedangkan untuk pemyataan negatif dari 5-1. Rentang skor empirik diperoleh skor terendah 73 dan tertinggi 125 dan rentang (range) skor 52, rata-rata (mean) sebesar 102,20 dan simpangan baku. (standard deviation) sebesar 11,34. Distribusi frekuensi data variabel Kinerja Guru dapat dilihat pada tabel 4.1 (frekuensi) dan histogram pada gambar 4.1. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(71) 43328.pdf 58. Tabel. 4.1 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru (Y) Interval. frekuensi absolut. Frekuensi relatif %. 73 - 80 81 - 88 89 - 96 97 - 104 105 - 112 113 - 120 121 - 128. 2 3 10 12 6 4 3 40. 5 7,5 25. Jumlah. 30. 15 10. 7,5 100. Tabel 4.1, menunjukkan bahwa hasil olahan data yang berhubungan dengan rataan skor (mean), nilai tengah (median) dan skor yang paling sering muncul (modus), dapat dijelaskan bahwa rataan skor, nilai tengah dan modus yang diperoleh berada pada kelas interval 97 - I 04. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa kisaran nilai mean, median, dan modus berada pada satu kelas interval, dengan demikian dikatakan bahwa sebaran skor kinerja guru berada pada sebaran normal. Data kinerja guru disusun secara gratis dan disajikan dalam bentuk histogram pada gambar 4.1.. Gambar 4.1 Data Kinerja Guru. y 12 10 8. 6 4 2 0. I 72,5. x 80,5. Skor. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 88,5. 96,5. 104,5. Kinerja Guru (Y). 112,5. 120,5. 128,5.

(72) 43328.pdf 59. 0. 30. 60 73. 90 ;. 120 125. 150. 180. 210. I. Median= (JO+ 150) / 2 = 100 Skala Empirik: 73 - 125. Skala Teoritis: 30 - 150. Gambar 4.2 Histogram Data dan kurva skala empirik Kinerja Guru (Y). Secara teoritis jumlah pernyataan yang digunakan dalam penelitian variable kinerja guru sejumlah 30. Hal ini menunjukan bahwa nilai secara teoritis nilai terendah 30 dan tertinggi 150 dengan median sebesar 90. Secara Empirik nilai terendah 73 dan tertinggi 125. Hal ini menunjukan bahwa perolehan hasil penelitian menunjukan bahwa rentang rentang antara 73 - 125 dipadukan dengan nilai teoritis yang mempunyai rentang 30 - 150 dengan median 90 menunjukan bahwa posisi sebaran nilai hasil responden berada disekitar median, hal ini menunjukan bahwa dari hasil penilaian responden variable kinerja guru tergolong sedang. Memperhatikan histogram Kinerja Guru dapat dijelaskan bahwa 13 orang atau 32,5 % berada dibawah rata-rata, 12 orang atau 30 % pada skor rata-rata dan 17 orang atau 37,5 % di atas skor rata-rata. Berdasarkan hasil perolehan data di lapangan menunjukkan bahwa responden memberikan jawaban yang positif terhadap kinerja guru.. 2. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan data primer peroleh skor sistem. instrument tes Gaya. Kepemimpinan Kepala Sekolah 1-5, sehingga diperoleh hasil perhitungan. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(73) 43328.pdf 60. sebaran skor empirik tertinggi 115 dan terendah 79. Distribusi skor setelah diolah menghasilkan rata-rata (mean) sebesar 93,92 dan simpangan baku (standar devition) sebesar 8,9.. Distribusi frekuensi data variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah dapat dilihat pada tabel 4.2 (frekuensi) dan histogram pada gambar 4.3.. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 1). Interval. frekuensi absolut. Frekuensi relatif %. 79 - 84. 3 5 7 11 8 4 2 40. 10,0 32,5 22,5 17,5 12,5 2,5 2,5 100. 85 - 90 91 - 96 97 - 102 103 - 108 109 - ll4 115 - 120 Jumlah. Tabel 4.2, menunjukkan bahwa hasil olahan data yang berhubungan dengan rataan skor (mean) sebesar 93,92 nilai tengah (median) sebesar 91,88 dan skor yang paling sering muncul (modus ) sebesar 88,65 , dapat dijelaskan bahwa rataan skor, nilai tengah dan modus yang diperoleh berada pada kelas interval 85-90. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa kisaran nilai mean, median, dan modus berada pada satu kelas interval, dengan demikian dikatakan bahwa sebaran skor Kepemimpinan Kepala Sekolah. berada pada sebaran. normal.. Untuk lebih memperjelas penyajian, maka data Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. disusun secara gratis dan disajikan dalam bentuk histogram pada. gambar4.3.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(74) 43328.pdf 61. Gambar4.3 Kurva Skala Empirik Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. I. (\ 60. 30 35. 0. 79 90 ; 115 120. 150. 210. 175 180. Median= (35+ 175) / 2 = 105 Skala Empirik: 79- 115. Skala Teoritis : 35 - 175. 13. 10. 8 6 4. 2 0. rv. I 78.5. 84.5. 90.5. 96.5. 102,5. 108,5. 114,5. 120,5. x. ~. Skor Komunikasi interpersonal ( X1). Secara teoritis jumlah pemyataan yang digunakan dalam penelitian variable Kepemimpinan kepala sekolah sejumlah 35. Hal ini menunjukan bahwa nilai secara teoritis nilai terendah 35 dan tertinggi 175 dengan median sebesar 105. Secara Empirik nilai terendah 79 dan tertinggi 115. Hal ini menunjukan bahwa perolehan hasil penelitian menunjukan bahwa rentang rentang antara 79 - 115 dipadukan dengan nilai teoritis yang mempunyai rentang 35 - 175 dengan median 105 menunjukan bahwa posisi sebaran nilai hasil responden lebih. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(75) 6243328.pdf. dominan berada disekitar median, hal ini menunjukan bahwa dari hasil penilaian responden variable kepemimpinan kepala sekolah tergolong sedang. Memperhatikan histogram Kepemimpinan Kepala Sekolah dapat dijelaskan bahwa 15 orang atau 25% berada dibawah rata-rata, 11 orang atau 27 ,5% pada skor rata-rata dan 15 orang atau 35 % di atas skor rata-rata. Berdasarkan hasil perolehan data di lapangan menunjukkan bahwa responden memberikan jawaban yang positif terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah.. 3. Kompetensi Pedagogik (X2) Berdasarkan data primer peroleh skor system instrument tes Kompetensi Pedagogis 1-0, sehingga diperoleh hasil perhitunganseb aran skor. empirik. tertinggi 30 dan terendah 12. Distribusi skor setelah diolah menghasilkan ratarata. sebesar 22,20 dan simpangan baku (standar devition) sebesar 4,40.. Distribusi frekuensi data variabel Kompetensi Pedagogik dapat dilihat pada tabel 4.3 distribusi frekuensi dan histogram pada gambar 4.4.. Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Kompetensi Pedagogik (X2). Interval. frekuensi absolut. Frekuensi relatif %. 12 - 14. I. 15 - 17 18 - 20 21 - 23 24 -26 27 - 29 30 - 32 Jumlah. 5 9 10 8 5 2 40. 2.50 12.50 22.50 25.00 20.00 12.50 5.00 100. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(76) 43328.pdf 63. Tabel 4.3, menunjukkan bahwa hasil olahan data yang berhubungan dengan rataan skor (mean) sebesar 22,20, nilai tengah ( median) sebesar 22 dan skor yang paling sering muncul (modus ) sebesar 23 ,5 , dapat dijelaskan bahwa rataan skor, nilai tengah dan modus yang diperoleh berada pada kelas interval 21 - 23. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa kisaran nilai mean, median, dan modus berada pada satu kelas interval, dengan demikian dikatakan bahwa sebaran skor Kompetensi Pedagogik berada pada sebaran normal. untuk lebih memperjelas penyajian, maka data Kompetensi Pedagogik disusun secara grafis dan disajikan dalam bentuk histogram pada gambar 4.4. Gambar4.4. kurva skala empirik Histogram Data Kompetensi Pedagogik (X2). 5. 0. 10 12. 15. i I. 20. 25. 30. 34 35. Median= 34 / 2 = 17,S. Skala Empirik : 12 - 30. Skala Teoritis : 0 - 34. 10. 10 9. ·v; s:: <U. 8. ~. 6. ~ <U. 8. 5 4. 2. 0. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 5. 40.

(77) 6443328.pdf. Secara teoritis jumlah pemyataan yang digunakan dalarn penelitian variabel Kemarnpuan Pedagogik sejumlah 34. Hal ini menunjukan bahwa nilai secara teoritis nilai terendah 0 dan tertinggi 34 dengan median sebesar 17,5. Secara Empirik nilai terendah 12 dan tertinggi 30. Hal ini menunjukan bahwa perolehan hasil penelitian menunjukan bahwa rentang rentang antara 12 - 30 dipadukan dengan nilai teoritis yang mempunyai rentang 0 - 34 dengan median 17,5 menunjukan bahwa posisi sebaran nilai hasil responden lebih dominan berada disekitar median, hal ini menunjukan bahwa dari hasil penilaian responden variabel pedagogik tergolong tinggi mengikuti skala teoritis. Memperhatikan histogram Kompetensi Pedagogis dapat dijelaskan bahwa 14 orang atau 35% berada dibawah rata-rata, 11 orang atau 27,5% pada skor rata-rata dan 15 orang atau 37,5 % di atas skor rata-rata. Dari sebaran skor tersebut juga dapat dikategorikan kepala sekolah mempunyai Kompetensi Pedagogik cukup tinggi. Rata-rata skor empiris 104,5 relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata skor teoritis sebesar 15 (30 butir pemyataan). Hal ini didukung oleh sebaran data empiris (12-30) yang cenderung mendekati sebaran terotis. Sebaran data variabel Kompetensi Pedagogik (X2) cenderung menyebar normal (garnbar 4.4).. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(78) 6543328.pdf. 1.. Pengujian Instrumen Penelitian a.. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mendapatkan (mengukur) apakah suatu kuesioner dan butir soal itu valid, artinya instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Hasil perhitungan uji validitas dari masing-masing variabel kinerja guru, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik terlampir.. b.. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu kuesioner dan butir soal tes cukup baik untuk dipergunakan sebagai alat pengumpulan data yang dapat dipercaya. Hasil perhitungan uji reliabilitas. dari. .. .. masmg-masmg. variabel. kinerja. guru,. gaya. kepemimpinan kepala sekolah, dan kompetensi pedagogik dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Kompetensi Pedagogik Kinerja Guru SD. ftabel. fhitune:. 0,361 0,361 0,361. 0,969 0,802 0,978. Reliabilitas Reliabel Reliabel Reliabel. 2. Pengujian Persyaratan Analisis Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu lakukan pengujian persyaratan analisis dalam homogenitas.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. bentuk pengujian normalitas dan pengujian.

(79) 43328.pdf 66. a. Pengujian Normalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk membuktikan apakah sampel berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Pemeriksaan distribusi data populasi dilakukan melalui sampel penelitian. Untuk menguji normalitas yang digunakan adalah uji normalitas Liliefors. Dengan menggunakan metode Lilifors a = 0,05 untuk N = 40 diperoleh nilai kritis. ltabel =. 0,885 I '140 = 0, 1401. Persyaratan uji normalitas terpenuhi. apabila harga Lilliefors hitung (Lo) lebih besar dari nilai kritis. ltabe1. 0,1401.. Pengujian ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan akan kecocokan penggunaan teknik analisis regresi terhadap data penelitian. Perhitungan lengkapnya dapat dilihat pada lampiran sedangkan ringkasan hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.5. Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Normalitas No. Galat baku Taksiran. 1 2. Y-Y1 Y-Y2. Loma.ks. Lt. 0,1111 0,1401 0,0341 0,1401 Persyaratan normal Lo<Lt. Tabel 4.6, rangkuman hasil. Keterangan Normal Normal. pengujian normalitas terhadap data galat. taksiran 1 (Y- Y1) dan data galat taksiran 2(Y -Y2) dengan menggunakan metode lilliefors. diperoleh harga Lilliefors hitung (Lo) data galat taksiran 1 (Y-Y 1). maksimum sebesar 0, 1111 sedangkan untuk harga Lilliefors hitung (Lo) data galat 2 (Y- Y2). maksimum sebesar. 0,0341. Dari daftar kritis L. untuk uji. Lilliefors dengan N = 40 dengan taraf nyata a = 0,05 diperoleh L tabel (Lt) = 0,140.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(80) 6743328.pdf. Perbandingan antara Lhitung dengan L tabel diperoleh bahwa L. hitlll1g. (Lo). < L tabeJ, hal ini menunjukan bahwa persyaratan hipotesis nol yang diajukan dapat. diterima, yaitu data populasi data galat taksiran 1 (Y- Y1) dan data galat taksiran 2 (Y- Y2) berasal dari populasi berdistribusi normal .. b. Pengujian Homogenitas Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varians sampel bersifat hornogen atau tidak. Perhitungan pengujian homogenitas dilakukan dengan menggunakan metode Bartlet's seperti terlihat pada larnpiran, untuk varians Y berdasarkan X 1 menghasilkan. x2 hitung = 211, 14 dan. dari tabel Chi. kuadrat didapat untuk dk = 210 pada taraf signifikan (a) adalah 0,05 diperoleh tahel. hitung. sebesar 31,41 karena perbandingan kedua harga yang diperoleh bahwa <. x2. x2. x2 tabel mengakibatkan hipotesis nol ditolak yang berarti bahwa varians. populasi bersifat homogen. Sedangkan untuk varians Y berdasarkan data. x2 rnenghasilkan x2 hitung =. 241,97 dan dari Tabel Chi kuadrat didapat untuk derajat kebebasan dk taraf signifikan (a) adalah 0,05 diperoleh. x2. =. 16 pada. tabel sebesar 261,296. karena. perbandingan kedua harga yang diperoleh menunjukkan bahwa. x2 hitung. <. x2. tabel mengakibatkan hipotesis nol ditolak yang berarti bahwa varians populasi bersifat homogen. Hasil pengujian hornogenitas tersebut di atas dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(81) 6843328.pdf. Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Pengujian Homogenitas No 1 2. Pengelompokan. Y atas Xi Y atas X2. Pengujian Homogenitas 2 irutung X tabel rU=o os1 21,14 311,41 24,97 216,296. Keterangan. !;. '. Homo gen Homogen. Syarat x\itung < xL tabel. !. I. ! I. i I. Berdasarkan basil pengujian normalitas dan homogenitas di atas dapat dinyatakan bahwa persyaratan untuk melakukan pengujian hipotesis penelitian dengan teknik. uji korelasi dan regresi linear telah dipenuhi. Selanjutnya. dilakukan pengujian hipotesis penelitian.. c. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis ini dimaksudkan untuk menguji tiga hipotesis yang telah dirumuskan yaitu: 1. Terdapat hubungan yang positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah. dengan kinerja f:,'UIU. 2. Terdapat hubungan yang positif antara kompetensi pedagogik dengan kinerja guru. 3. Terdapat hubungan yang positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersama-sama dengan kinerja guru. Untuk menguji ketiga hipotesis digunakan metode statistik melalui pengujian korelasi dan regresi.. Pengujian Korelasi menggunakan regresi. sederhana dan regresi ganda, yang dilakukan dengan menggunakan program microso.ft exe/I.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(82) 43328.pdf 69. 1.. Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 1) dengan Kinerja Guru (Y) a. Uji Regresi Hubungan antara variabel Gaya Kepemimpinan Kepala sekolah (X 1). dengan Kinerja. guru (Y) terlebih dahulu dilakukan dengan teknik statistik. analisis regresi, untuk menguji apakah hubungannya bersifat linear. Jika sifat hubungannya tidak linier, maka teknik analisis regresi dan korelasi uji Pearson tidak dapat dilakukan. Hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan Kinerja Guru dinyatakan dengan persamaan regresi. Y =a+ b Xi,. dengan menggunakan. metoda perhitungan statistik pada Lampiran diperoleh persamaan regresi. Y. =34,79+ 0,73X1 Hasil analisis linear sederhana terhadap data penelitian tersebut menghasilkan arah regresi sebesar 0, 73X1 dan konstanta sebesar 34, 79. Persamaan. Y =34,79+ 0,73 X 1yang diperoleh perlu diuji dengan metode. ANAYA, apakah sesuai dengan data-data perhitungannya. Untuk itu perlu diuji kekeliruan dan ukuran tuna cocok. Hasil perhitungan kelinearitas persamaan regresi digunakan tabel 4. 7 analisis varians sebagai berikut :. Tabel 4.7 Uji Linearitas dan Uji Signifikasi Persamaan Regresi: Sumber Varian Total reg a reg b/a residu Tuna cocok kekeliruan. dk. RJK. KT. F tabcl. F hitung : J. 40 I 1 38. =0,05. Kesimpulan. r: =0,01. 423173 4l17998,02S. 417998. 1391,60. 1391,60. 1810,37. 47,64. 16. 722,37. 45,15. 22. 1088,00. 49,45. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. Y=34,79+ 0,73 X1. 18,19**. 4110. 7,35. Sangat Signifikan. 1,36"5. 213. 2,94. Linier.

(83) 43328.pdf 70. Catatan: o,oi). ** =. Regresi sangat signifikan (Fhitung = 18,19> Ftabel = 7,35 taraf -,. ns = Regresi berbentuk linear (Fhitung = 1,36 < Ftabel = 2, 13 taraf JK Jumlah Kuadrat RJK = Rata-rata jumlah Kuadrat = Derajat Kebebasan dk = Kuadrat Tengah KT Fh = Nilai F hitung = Nilai F tabel F1. =. =. o,os ). Untuk menguji signifikansi regresi hubungan antara haya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru SD dilakukan dengan uji F. Persyaratan hipotesis teruji apabila. Fhitung. regresi diperoleh. >. Ftabel. Ftabel.. dengan dkus pada a = 0,05 sebesar 4,10 dan a = 0,01. sebesar 7,35 sementara itu >. Ftabeb. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian signifikasi. Fhitung. diperoleh harga 18,19. Dengan demikian Fhitung. hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kompetensi guru dengan. kepuasan kerja guru disimpulkan sangat signifikan. Pengujian persamaan regresi tinier menggunakan dengan uji F. Persamaan regresi dikatakan. linier apabila. Fhitung. yang terdapat pada tabel 11 diperoleh. <. Ftabel .. Fhitung. Berdasarkan hasil perhitungan. =1,36, sedangkan. pembilang 16 dk penyebut = 22 dan a = 0,05), persamaan regresi. Ftabet. 2,13 (dk. Y=34, 79+ 0, 73. X1 adalah linier. Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah (X 1) dengan kinerja guru (Y) dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan korelasi Product Moment. Pearson, maka dapat disimpulkan bahwa pesamaan regresi tersebut linier dan signifikan. Persamaan regresi linier variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru dapat dilihat pada Gambar 4.5. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(84) 43328.pdf 71. 140. E. 120. "" !I. .... 100. -. 80. C.D. ";::"'. .I. 60 40 20 0 20. 0. 40. 60. 80. 100. 120. Kepemimpinan kepala Sekolah (X1). Gambar 4.5. Model hubungan regresi antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dengan Kinerja Guru (Y). b. Uji Korelasi.. Untuk melihat apakah terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) dengan kinerja guru (Y) ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar = 0,534 dan koefisien determinasi (r)2 sebesar 0,285. Hasil pengujian keberartian koefisien korelasi t hitung 3,92 lebih besar dari t tabel untuk a= 0,01 = 2,423 dan a= 0,05 =1,68. Berdasarkan hasil uji hipotesis ke satu disimpulkan Ho ditolak, artinya H 1 menyatakan hubungan positif antara X1 (gaya kepemimpinan kepala sekolah) dengan Y (kinerja guru). Rangkuman hasil perhitungan korelasi dan uji keberartian korelasi tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Perhitungan Korelasi dan Uji t Variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah (X 1) dengan Variabel kinerja guru (Y). Korelasi X1Y. Koefisien Korelasi (r). Koefisien Determinan (r2). thitung. 0,534. 0,285. 3,92. Signifikasi ttabel. Syarat signifikasi : thitung > ttabel. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. a =0,05. a=0,01. 1,68. 2,423. Kesimpulan Hipotesis Ho ditolak Hl diterima.

(85) 43328.pdf 72. 2. Hubungan antara Kompetensi Pedagogik. (X2). dengan. Kinerja Guru. SD(Y). a.. Uji Regresi Hubungan kompetensi pedagogik dengan kinerja guru dinyatakan dengan. persamaan regresi. Y=. a+ b X2, dengan menggunakan metoda perhitungan. statistik diperoleh persamaan regresi. Y=. 731,04. +. 1,34X2.. Hasil analisis linear. sederhana terhadap data penelitian tersebut menghasilkan arah regresi sebesar 1,34X2 dan. konstanta sebesar 73,04.. Persamaan. Y=. 731,04. +. 1,34 X 2. yang diperoleh perlu diuji dengan. metode ANA VA, apakah sesuai dengan data-data perhitungannya. Untuk itu perlu diuji kekeliruan dan ukuran tuna cocok. Hasil perhitungan linearitas persamaan regresi digunakan tabel 4.9 analisis varians sebagai berikut:. Tabel 4.9. Uji Linearitas dan Uji Signifikasi Persamaan Regresi Su Varian. dk. JK. Total reg a reg b Residu. 40 1 1 38. 423173 417998,03 1047,60 3154,37. 417998,0 1047,6 83,0. 15 23. 1255,37 1899,00. 83,7 82,6. Tuna cocok Kekeliruan. Catatan:. ** =. KT. :Y =. 73,04. F tabel. F hitung. +. 1,34 X2. Kesimpulan. a =0.05. a. 12,62**. 4,10. 7,35. Sangat Signifikan. 1,0 I 05. 2,10. 2,89. Linier. Regresi sangat signifikan (Fhitung = 12,26> Ftabel = 7,35 taraf =0,01) ns = Regresi berbentuk linear (Fhitung = 1,01 < F1abel = 2,10 taraf =0,05) JK = Jumlah Kuadrat Rata-rata jumlah Kuadrat RJK = = Derajat Kebebasan dk KT Kuadrat Tengah. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(86) 7343328.pdf. =. Nilai F bitung Nilai F tabel. Untuk menguji. signifikansi regresi bubungan antara kompetensi. pedagogis dengan kinerja guru dilakukan dengan uji F. Persyaratan bipotesis teruji apabila. Fhitung. regresi diperoleb. >. Ftabet. Ftabel.. dengan dkus pada a = 0,05 sebesar 4,10 dan a = 0,01. sebesar 7,35 sementara itu >. Ftabeh. Berdasarkan basil perbitungan pengujian signifikasi. Fhitung. diperoleb barga 12,62. Dengan demikian. Fhitung. bal ini menunjukkan bahwa bubungan antara kompetensi guru dengan. kinerja gurundisimpulkan sangat signifikan. Sedangkan untuk menguji persamaan regresi linier atau tidak, maka dilakukan uji linieritas dengan uji F. Persamaan regresi dikatakan linier apabila Fhitung. <. Ftabet •. diperoleb. Fhitung. 23 dan a. =. Berdasarkan basil perbitungan yang terdapat pada tabel 4.12 = 1,01, sedangkan. Ftabet. 0,05), persamaan regresi. Y. =2,10 (dk pembilang 15 dk penyebut = = 73,04 + 1,34 X2 adalah linier. Hubungan. kompetensi pedagogis (X2) dengan kinerja guru (Y) dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan korelasi Product Moment Pearson, maka dapat disimpulkan bahwa pesamaan regresi tersebut linier dan signifikan. bubungan kompetensi pedagogis dengan Gambar4.6.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. kinerja. Model regresi linier. guru dapat dilibat pada.

(87) 7443328.pdf. 140 120 100 80. E. 60. .== "'.. 40. 1--- 1 - - .. 20. ";:::'. "= ~ "'. ·-. --4-----1--. --;---. ~. 0 10. 0. 20. 40. 30. Kornpetensl Pedagogls (X2). Gambar4.6 Model hubungan regresi antara Kompetensi Pedagogik (X2) dengan Kinerja Guru (Y). b. Uji Korelasi.. Untuk melihat apakah terdapat bubungan positif antara Kompetensi Pedagogis (X2 ) dengan. Kinerja Guru (Y) ditnjukkan oleb koefisien korelasi. sebesar = 0,502 dan koefisien detenninasi (r)2 sebesar 0,252. Hasil pengujian keberartian koefisien korelasi t hitunoe 3,.58 lebib besar dari t tabel untuk a= 0,01 = 2,42 dan a= 0,05 =1,68. Berdasarkan basil uji bipotesis ke satu disimpulkan Ho ditolak, artinya H 1 menyatakan. bubungan positif antara X2 (Kompetensi. Pedagogik) dengan Y (kinerja guru) Rangkuman basil perbitungan korelasi dan uji keberartian korelasi tersebut dapat dilibat pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Rangkuman Hasil Perhitungan Korelasi dan Uji t V ariabel Kompetensi Pedagogik (X2 ) dengan Variabel Kinerja Guru (Y). Korelasi. X2Y ". Koefisien Korelasi (r) 0,502. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ L _ _ _ _ _ ------~~------. Signifikasi thitung. a= 0.05. 3,58. 1,68. ---··-·---------- .. ------·--·-- -------. Syarat signifikasi : t11itung > t1abel. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. --·--. a= 0,01. 2,42 -----. Kesimpulan. Hipotesis Ho ditolak HI diterima.

(88) 7543328.pdf. 3. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan Kompetensi Pedagogik (X 2) secara besama-sama dengan Kinerja Guru a. Uji Regresi Hubungan dan besarnya smnbangan variabel Gaya Kepemimpinan (X 1) dan Kompetensi Pedagogik (X2 ) secara bersama-sama. Kepala Sekolah dengan. Kinerja Guru (Y) dapat diketahui dengan mempergunakan analisis. regresi berganda, sedangkan regresi berganda ini dipergunakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah hubungan itu berarti atau tidak. Hubungan variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah pedagogik secara bersama-sama dengan. kinerja guru. dan kompetensi. dinyatakan dengan. persamaan regresi Y = a + b X 1 + x X 2, dengan menggunakan metode. f =52,62+ 0,25. perhitungan statistik diperoleh persamaan regresi :. X 1 + l ,15X2 .. Hasil analisis linear sederhana terhadap data penelitian tersebut menghasilkan arah regresi sebesar 0,25 X 1 dan l,15X2 dan konstanta sebesar 52,62. : Y = 52,62+ 0,25 X 1 + 1, l 5X2 yang diperoleh perlu diuji. Persamaan. dengan metode ANA VA (dapat dilihat lebih rinci pada Lampiran ) . Hasil perhitungan kelinearitas persamaan regresi digunakan pada tabel 4. 11 analisis varians sebagai berikut : Tabel 4.11 Uji Linearitas dan Uji Signifikasi Persamaan Regresi: Y = 52,62+ 0,25 X 1 + Ll5X2 . (Uji signifikasi regresi ganda X 1 dan X 2> dengan Y. Somber Varians. JK. dk. RJK. F hitung i. Ftabel. i a=0,05 I. I. Regresi (Reg) Residual(S) Total(R). 2. l. 1596,86 : 4002,78 :. 39. 5599,64. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 1. Kesimpulan. 5,25. Sangat Signifikan. 798,43. i. 37. a=0,01. I,. 148,25. 5.39**. 3,26. i.

(89) 7643328.pdf. Keterangan : **= regresi signifikan ( F hitung: 5,39> Ftabel : 3,26 taraf o.=0,01) dk. = derajat kebebasan. RJK. = Rata-rata jumlah kuadrat.. JK. =. Jumlah kuadrat. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian signifikasi regresi ganda diperoleh Ftabel dengan dk2.37 pada a = 0,01 diperoleh 5,25 dan a = 0,05 diperoleh 3,26 sementara ih1 Fhitung diperoleh harga 5,39. Dengan demikian Fhirwig > F1abe1 sehingga persamaan regresi pada taraf kepercayaan 95% dan 99% dapat disimpukan sangat signifikan dan dapat dikatakan regresi linear dapat diterima, maka hubungan variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah (X 1) dan kompetensi pedagogik (X2) secara bersama-sama dengan kinerja guru (Y) dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan korelasi. Hasil analisis korelasi ganda menghasilkan koefisien korelasi (r) sebesar. =. 0,706 dan koefisien determinasi sebesar 49,8% Selanjutnya dari basil pengujian keberartian koefisien korelasi diperoleh F hitung sebesar 18,3 yang lebih besar dari F tabel sebesar 2,88. Rangkuman hasil analisis korelasi dan uji keberartian koefisien korelasi dapat diperlihatkan pada tabel berikut. Tabel 4.12 Rangkuman Hasil Analisis Korelasi dan Uji Signifikasi Hipotesis ketiga -----·----· ----- --· -·--. ..--------··---~--------. !. Korelasi. Koefisien Korelasi (r). F hitung. F tabel. 0,706. 18,3. 2,88. Ry.12. Syarat signifikasi : t hitung > t tabel. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. ··-·. Signifikasi Kesimpulan. Signifikan. -. __ ,.. ___.

(90) 7743328.pdf. Dari hasil pengujian keberartian koefisien korelasi ganda pada tabel 4.11 di atas, disimpulkan F11itlUlg > FtabeI ( 18,3 > 2,88. ) yang berarti signifikan.. Berdasarkan hasil uji hipotesis ketiga, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, yang artinya H 1 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersama-sama dengan kinerja guru diterima.. C.. Pem bahasan. 1.. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. dengan. Kinerja Guru. Hubungan fungsional antara Kepemimpinan Kepala Sekolah (variabel X 1) dengan Kinei:_ja Guru (Variabel Y) dapat ditunjukkan dengan persamaan. Y=. 34,79+ 0,73 Xi. dan koefisien. korelasi ry1. =. 0,534 dengan koefisien. determinasi = 0,285. Berdasarkan hubungan fungsional. tersebut. dapat dinyatakan. babwa. kinerja guru merupakan hasil dari bekerjanya gaya kepemimpinan kepala sekolah. Persamaan regresi tersebut juga mengandung makna bal1wa semakin baik atau semakin tingginya gaya kepemimpinan kepala sekolah tersebut maka semakin tinggi. kinerja guru di sekolah tersebut.. apabila. semakin rendah. cenderungan. tunm). Hal yang sebaliknya akan terjadi. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. mempunyai kinerja yang tidak bagus sehingga akan. semakin rendah (Nilai Y turun) Kinerja Guru di sekolah tersebut.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. (nilai X1.

(91) 43328.pdf 78. tinggi. kinerja guru di sekolah tersebut.. apabila. semakin rendah. cenderungan. turun). Hal yang sebaliknya akan terjadi. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. (nilai X1. mempunyai kinerja yang tidak bagus sehingga akan. semakin rendah (Nilai Y turun) Kinerja Guru di sekolah tersebut. Memperhatikan nilai koefisien korelasi maka dapat dinyatakan. bahwa. hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru mempunyai hubungan yang sangat kuat. koefisien determinasi. r2 y. I. =. Hal ini ditunjukkan. adanya nilai. 0,285 yang berarti terdapat hubungan antara gaya. kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 28,5%. sedangkan sisanya 71,5% oleh variabel-variabel lain. Memperhatikan persentase gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki persentase yang cukup besar menentukan kinerja guru dibandingkan dari sekian banyak faktor-faktor yang menentukan kinerja guru. Analisis hubungan pada kedua variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya skor instrumen. yang dijawab oleh responden guru rata rata memberikan. penilaian yang cukup tinggi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah. Guru memandang sangat penting gaya kepemimpinan kepala sekolah, sehingga seorang guru merasakan mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik jika guru tersebut memiliki seorang pemimpin yang baik pula. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arizal (2014) tentang pengaruh gaya kepemimpinan kepala UPTD Pendidikan dan sarana prasarana terhadap kinerja pegawai UPTD Kecamatan Muko-Muko Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Hasil penelitiannya diketahui bahwa gaya kepemimpinan. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(92) 43328.pdf 79. berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Gaya kepemimpinan yang sesuai diterapkan pada Dinas Pendidikan Kecamatan Muko-Muko Kabupaten Bungo Provinsi Jambi adalah demokrasi, konsultatif, dan instruktif. Pentingnya. gaya kepemimpinan kepala sekolah. dalam menentukan. kinerja guru dapat dilihat dari indikator penelitian ini yaitu: indikator variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah, sebagai berikut:. 1) transparan dalam. pengambilan kebijakan, 2) memimpin secara demokrasi, 3) memotivasi guru dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, 4) menciptakan. hubungan kerja yang. harmonis dengan guru dan terhadap instansi lain, 5) memiliki komitmen kuat menciptakan masyarakat pembelajar. Priansa dan Somad (2014) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan cara seorang kepala sekolah dalam menggerakkan memberdayakan dan mengarahkan melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan tujuan. mempengaruhi,. bawahannya agar dapat yang diinginkan. Melalui. kepemimpinannya seorang kepala sekolah menuangkan segenap potensinya untuk. menggerakkan. orang-orang. disekelilingnya. untuk. mau. berbuat. menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya secara bertanggung jawab. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan teori kepemimpinan menurut pendapat Purwanto (2002) diantaranya seorang pemimpin akan dilihat dan dijadikan. panutan. bawahannya. kepribadian yang baik, memiliki. sehingga. pemimpin. dituntut. memiliki:. kemampuan mengubah padangan dan sikap bawahan,. kemampuan seni dan teknik kepemimpinan dan kemampuan. memberdayakan. menyatukan. lengkapnya sebagai berikut :. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. orang-orang. bergerak.. Penjelasan. secara.

(93) 43328.pdf 80. (1) Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian (personality). seseorang yang mendatangkan keinginan kepada kelompok orang-orang untuk mencontohnya atau mengikutinya atau memancarkan suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang-orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. (2) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab dari pada kegiatankegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap (mental/fisik) dari pada kelompok orang-orang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal. (3) Kepemimpinan adalah pula suatu seni (art), kesanggupan (ability) atau teknik (technique) untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam. organs1sas1. formal ataupun. apa yang. informal mengikuti atau mentaati segala. dikehendakinya, membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya. (4) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu sarana, instrumen atau alat untuk membuat sekelompok orang-orang mau bekerja sama dan berdaya upaya mentaati segala peraturan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini, kepemimpinan dipandang sebagai dinamika suatu organisasi yang membuat orang-orang bergerak, bergiat, berdaya upaya secara. kesatuan. organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Nawawi (2000) kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan menggerakan, memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar tersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(94) 43328.pdf 81. Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan usaha kepala sekolah dalam. mempengaruhi,. mendorong,. membimbing,. mengarahkan,. dan. menggerakan guru, staf, siswa, orang tua siswa, dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja sama/berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Faktor selanjutnya yang dapat meningkatkan kinerja guru hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat dilihat dari hasil instrumen tentang transparan dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah yang melibatkan guru melalui para wakil-wakilnya yang ditunjuk dianggap oleh guru bahwa kepala sekolah telah transparan dalam setiap pengambilan keputusan yang dihasilkan. Apapun hasil dari keputusan sudah mencerminkan. masukan. dewan. guru,. sehingga. guru. merasa. dihargai. keberadaannya. Hal tersebut juga sesuai indikator gaya kepemimpinan yang berikutnya yaitu. memimpin. secara demokrasi seperti yang diinginkan oleh. guru.. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah membuat para guru bersemangat, bekerja dengan penuh tanggung jawab. Hasil akhir dari semua ini adalah kinerja guru yang meningkat. Hal yang lain yang dari penelitian ini menunjukkan perhatian yang cukup kuat dilihat dari rata-rata skor misalnya dalam hal: setiap kegiatan rapat dipimpin oleh kepala sekolah, namun keputusan diserahkan kepada guru dan staff, dan kepala sekolah membicarakan masalah sekolah untuk dipecahkan secara bersama-sama. Memperhatikan histogram Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dapat dijelaskan bahwa 17 orang atau 32,5% berada dibawah rata-rata, 9 orang atau. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(95) 43328.pdf 82. 22,5% pada skor rata-rata dan 14 orang atau 35 % di atas skor rata-rata. Berdasarkan hasil perolehan data tersebut. menunjukkan bahwa responden. memberikan jawaban yang positif terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah. Artinya keinginan sekolahnya dipimpin oleh seorang kepala sekolah dengan memiliki sifat -sifat kepemimpinan yang sesuai dengan indikator telah diuraikan melalui instrument-instrumen penelitian. Analisis hubungan kedua variabel tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi dan determinasi, sehingga. dapat disimpulkan bahwa gaya. kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan dengan. kinerja guru.. Sehingga dari analisis diperoleh suatau kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan Kinerja Guru SD di gugus II UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande. Kabupaten. Serang. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah dasar di gugus II UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande. Kabupaten Serang. antara lain:. 1. Gaya kepemimpinan demokratis, diterapkan di SDN Cikande Permai dan SDIT Syifa Fikriya 2. Gaya kepemimpinan Laissez Faire, diterapkan di SDN Situterate 3. Gaya konsultatif, diterapkan di SDN Baluk 4. Gaya kepemimpinan partisipatif, diterapkan di SDN Cimasuk. Sugiono (2010) gaya demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(96) 43328.pdf 83. Kepemimpinan gaya demokratis memiliki karakteristik antara lain: 1.. Gaya kepemimpinan demokratis memandang manusia sebagai makhluk yang mulia dan derajatnya sama.. 2.. Pemimpin yang demokratis cenderung mementing kepentingan organisasi atau kepentingan golongan dibandingkan kepentingan dirinya.. 3.. Sangat mengutamakan kerjasama dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. 4.. Menerima saran, pendapat, dan kritik bawahannya untuk pengembangan dan kemajuan organisasi.. 5.. Berusaha mengembangkan bawahan menjadi pegawai yang lebih berhasil dari sebelumnya.. 6.. Pemimpin yang demokratik selalu berusaha untuk mengembangkan kapasitasnya menjadi pemimpin yang lebih baik untuk kemajuan organisasi. Penerapan. gaya. kepemimpinan. demokratis. dapat. mendatangkan. keuntungan antara lain berupa keputusan serta tindakan yang lebih objektif, tumbuhnya rasa ikut memiliki serta terbinanya moral yang tinggi. Sedangkan kelemahan gaya kepemimpina ini adalah keputusan serta tindakan kadang-kadang lamban, rasa tanggung jawab kurang, keputusan yang dibuat terkadang bukan merupakan keputusan terbaik. Siagian (2010) menyatakan bahwa seorang pemimpin yang laissez faire pada umumnya memandang organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi dan cenderung memilih peranan. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(97) 43328.pdf 84. yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya tanpa banyak mencampuri. Karakteristik utama pemimpin yang laissez faire adalah: 1. Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif, 2. Pengambilan keputusan diserahkan kepada para petugas operasional kecuali hal-hal yang menuntut keterlibatan secara langsung, 3. Status quo organisasional tidak terganggu,. 4. Penumbuhan dan pengembanagan kemampuan berfikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada para anggota, 5. Sepanjang para anggota menunjukkan prestasi dan perilaku kerja yang. memadai, intervensi pimpinan berada pada tingkat minimum. Mulyasa (2005) menyatakan bahwa kepemimpinan situasional yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1.. Gaya konsultatif (menjual) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. Gaya ini disebut menjual, karena pimpinan selalu memberitahu petunjuk yang banyak. Dalam tingkat kematangan anak buah seperti ini, diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki.. 2.. Gaya partisipatif (peran serta) Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada pada taraf kematangan moderat sampai tinggi. Mereka mempunyai kemampuan, tetapi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(98) 43328.pdf 85. kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Gaya ini disebut peran serta, karena pemimpin dan anak buah bersama-sama berperan di dalam proses pengambilan keputusan. Dalam kematangan ini, upaya tugas tidak diperlukan, namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dalam membuka komunikasi dua arah.. 2.. Hubungan antara Kompetensi Pedagogik dengan Kinerja Guru Hubungan fungsional antara Kompetensi Pedagogik (variabel X2) dengan. Kinerja Guru (Variabel Y) dapat ditunjukkan dengan persamaan Y= 73,04+ 1,34X2. dan koefisien. korelasi ry. 2. =. 0,502 dengan koefisien determinasi. r2 y.2=0,252 Berdasarkan hubungan fungsional. tersebut. dapat dinyatakan. bahwa. Kinerja Guru merupakan basil dari bekerjanya variabel Kompetensi Pedagogis guru. Persamaan regresi tersebut juga mengandung makna bahwa semakin baik atau semakin tingginya Kompetensi Pedagogik tersebut maka semakin baik Kinerja Guru di sekolah tersebut. yang sebaliknya akan terjadi Pedagogik Pedagogik. (nilai x cenderung yang bagus. apabila. semakin rendah. Kompetensi. turun) guru tidak mempunyai Kompetensi. sehingga maka akan semakin rendah (nilai Y turun). Kinerja Guru di sekolah tersebut. Memperhatikan nilai koefisien korelasi maka dapat dinyatakan. bahwa. hubungan antara Kompetensi Pedagogik dengan kinerja guru mempunyai hubungan yang sangat kuat.. hal ini ditunjukkan adanya nilai koefisien. determinasi r2y. 2 = 0,252 yang berarti 25,2% kinerja guru dapat dijelaskan oleh. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(99) 43328.pdf 86. adanya variasi-variasi yang ada. dalam kompetensi pedagogik. Sedangkan. sisanya 74,8% oleh variabel-variabel lain. Memperhatikan persentase kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru, menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik memiliki persentase yang cukup besar menentukan kinerja guru dibandingkan dari sekian banyak faktor-faktor yang menentukan kinerja guru Analisis hubungan pada kedua variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya skor instrumen yang dijawab oleh responden guru rata rata memperoleh hasil penilaian yang cukup tinggi dalam hal. kompetensi pedagogik. memiliki kompetensi pedagogik terbukti. guru. Guru. memahami kegiatan-kegiatan yang. berkaitan dengan proses preencanaan pelaksanaan, evaluasi kegiatan belajar mengajar. Guru mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya sehingga disimpulkan seorang guru akan menghasilkan kerja. yang tinggi jika telah. memiliki kompetensi pedagogis yang tinggi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Muhammad Amin, Aunurrahman, dan M. Thamrin (2013) tentang hubungan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian dengan. kinerja guru SD Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik sangat dibutuhkan dalam rangka meningkat kinerja guru. Mulyasa (2011) mengatakan kompetensi pedagogik sangat penting karena menjadi penentu bagi keberhasilan proses belajar yang langsung menyentuh kemampuan pembelajaran meliputi pengelolaan peserta didik, perencanaan, perancangan pelaksanaan, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik terhadap potensi yang dimilikinya 1) menguasai karakteristik peserta didik 2). Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(100) 8743328.pdf. menguasai teori belajar 3) mengembangkan kurikulum 4) menyelenggarakan pembelajaran 5) memanfaatkan teknologi informasi 6) mengembangkan potensi peserta didik 7) berkomunikasi secara efektif 8) melaksanakan penilaian 9) memanfaatkan basil penilaian untuk kepentingan pembelajaran 10) melakukan reflektif. Pentingnya. kompetensi pedagogik oleb guru SD di gugus II UPTD. Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande Kabupaten Serang dapat dilibat dari indikator penelitian ini yaitu:. aspek a) Kemampuan menyusun rencana. pembelajaran; b) Kemampuan menciptakan suasana yang nyaman dan aman dalam proses pembelajaran; c) Kemampuan menggunakan media dan sumber d) Mampu mengadakan penilaian prestasi belajar siswa; serta e) Mampu dan mau menindaklanjuti basil penilaian. Kompetensi pedagogik tercermin dalam kemampuan guru. dalam. beberapa bal bubungannya dengan peserta didik. Berdasarkan kompetensi harus memiliki kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi. pemahaman. tentang. psikologi. perkembangan. anak. sedangkan. pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Kualitas sekolah akan dipengaruhi oleh siswa, guru, orang tua siswa,. pengusaha dan siapa saja yang tertarik kepada kegiatan pendidikan tersebut, dan mereka harus dilibatkan dalam pembahasan pendidikan di lembaga. Mereka harus diberi pengertian dan ditumbuh kembangkan kesadarannya terbadap semua aspek. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(101) 43328.pdf 88. pendidikan mulai dari tujuan, peran output yang dibarapkan, tetapi unsur-unsur lain seperti: sarana, pengelola, kurikulum, juga perlu mendapatkan perbatian dari unsur manusia tersebut di atas. Proses belajar akan terjadi apabila adanya perubahan perilaku manusia, jika tidak adanya perubaban perilaku maka tidak bisa dikatakan sebagai belajar, dan perubahan tersebut bisa baik dan juga bisa buruk. Perubahan ada yang bersifat relatif permanen dan ada juga yang bersifat sementara, perubahan yang bersifat sementara berarti menunjukkan adanya kegagalan dalam proses belajar. Dari basil belajar tersebut akan mengbasilkan kualitas pembelajaran yang berbeda atau bervariasi, variasi tersebut karena faktor: guru, latar belakang psokologis guru, sesuai dengan kelompok yang menjadi subjek didik, kurikulum yang disajikan (materi, metode, pengelolaan siswa, strategi, dan lain-lain), sarana dan prasarana yang digunakan. Guru dituntut memiliki kemampuan mengelola dalam kelas sebagai tanggung jawabnya terbadap siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Keterkaitan kedua variabel tersebut. seorang guru yang memiliki. kompetensi pedagogik secara baik dilibat dari kemampuan dalam merencanakan, menyusun administrasi pembelajaran sampai dengan melaksanakan tindak lanjut basil penilaian. Temyata guru tersebut dilibat berdasarkan pekerjaan juga mengbasilkan. kinerja yang tinggi bal ini ditandai dengan tindakannya yang. konstruktif, percaya diri dan mempunyai tanggung jawab. yang tinggi. Dari. pemaparan tersebut maka dalam penelitian ini dapat diduga terdapat bubungan positif antara kompetensi pedagogik dengan kinerja guru.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(102) 43328.pdf 89. Analisis hubungan nilai koefisien korelasi dan detenninasi dari kedua variabel dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik memiliki hubungan signifikan dengan kinerja guru. Sehingga dari analisis penelitian diperoleh suatu kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif antara kompetensi pedagogik dengan kinerja guru Sekolah Dasar di gugus II Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikande Kabupaten Serang.. 3.. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. dan. Kompetensi Pedagogik secara bersama-sama dengan Kinerja Guru SD. Beberapa hal yang menjelaskan. hubungan secara bersama-sama antara. variabel bebas dengan terikat juga menujukkan hubungan yang positif. Hal ini mengandung makna bahwa gaya kepemimpinan dan kompetensi pedagogik adalah dua aspek yang saling mendukung dalam menghasilkan kinerja guru. Penelitian menghasilkan persamaan regresi Hal. m1. mengandung makna. dilaksanakan semakin. Y=. 52,62+ 0,25 X1 + 1,15X2.. bahwa semakin baik kedua variabel tersebut. tinggi. Hubungan antara variabel bebas. tingkat. Kinerja Guru di sekolah tersebut.. dengan variabel terikat juga dapat dilihat. dengan koefeisien korelasi. Dalam penelitian ini koefeisien korelasi ganda X 1 dan X2 dengan Y adalah ry1.2 = 0,706. Nilai yang diperoleh untuk korelasi ganda tersebut menunjukkan hubungan bahwa kepemimpinan dan kompetensi pedagogis secara bersama-sama dengan kinerja guru adalah sangat kuat. Tingkat kekuatan tersebut dapat dilihat sampai sejauh mana persentase kedua variabel bebas. tersebut. menentukan. kinerja di sekolahnya. Hasil. penelitian ini menunjukkan bahwa koefeisien determinasi korelasi ganda antara. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(103) 43328.pdf 90. variabel X dengan variabel Y adalah r\12= 0,372. Nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa 37,2 % kinerja guru dapat dijelaskan oleh variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersamasama. Pada. bagian. terdahulu. kepemimpinan kepala sekolah. telah. dijelaskan. dengan. tentang. hubungan. gaya. kinerja guru dan hubungan antara. kompetensi pedagogik dengan kinerja guru. Berikut ini akan diuraikan tentang hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersama-sama dengan kinerja guru. Nurlaila (2010) menyatakan bahwa performance atau kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Fahrni (2011) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisai tersebut bersifat. profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu. Marwansyah (2012) menyatakan bahwa kinerja atau unjuk kerja adalah pencapaian atau prestasi seseorang berkenaan dengan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Priansa (2011) menyatakan bahwa kinerja merupakan. performance atau unjuk kerja. Sujana (2001) mengatakan bahwa kinerja guru yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik antara lain: (a) menguasai bahan, (b) mengelola program belajar mengajar, (c) mengelola kelas, (d) menggunakan media/ sumber belajar. mengajar, (e) menguasai landasan kependidikan, (f) mengelola interaksi belajar mengajar, (g) menilai prestasi belajar mengajar, (h) mengenal fungsi dan layanan bimbingan serta penyuluhan, (1) mengenal dan menyelenggarakan administrsi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(104) 43328.pdf 91. sekolah, G) memahami dan menafsirkan basil penelitian guna keperluan pengajaran. Kompetensi Pedagogik tidak terlepas dari keinginan mendapatkan basil kerja yang baik selama bekerja di sekolahnya. Seorang guru akan merasa giat bekerja pantang menyerah, mau belajar, bekerja sama, menerima kritik dan berpikir kreatif untuk mendapatkan mendapatkan basil yang baik secara lahir maupun batinnya.. selanjutnya kompetensi pedagogik tinggi yang ditampilkan. oleb masing-masing guru akan memperoleb basil kerja yang tinggi pula. Pengertian kinerja guru adalah basil kegiatan yang dilakukan oleb seorang guru dengan menggunakan kekuatannya dan mewujudkan segenap potensi yang ada padanya sesuai dengan standar yang ditentukan, dan pengertian kompetensi pedagogik merupakan kepemilikan seperangkat kecakapan personal dan kecakapan sosial, yang berpusat pada kemampuan non kognitif dan subjektif seseorang. Sedangkan pengertian. kompetensi pedagogik dalam penelitian ini. adalab kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, kegiatan pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik, dan penilaian atau evaluasi. Keterkaitan secara sendiri-sendiri dalam penelitian ini diduga terdapat bubungan positif antara variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, bal serupa bubungan kompetensi pedagogik dengan kinerja guru. Selanjutnya secara gabungan kedua variabel bebas dapat diuraikan sebagai berikut ini. Seorang guru memiliki peniliaan yang baik tentang gaya. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

Gambar

Tabel  4.1,  menunjukkan  bahwa  hasil  olahan  data  yang  berhubungan  dengan rataan skor (mean),  nilai tengah (median)  dan skor yang paling sering  muncul  (modus),  dapat dijelaskan bahwa rataan skor, nilai tengah dan modus  yang diperoleh  berada pa
Gambar 4.2  Histogram Data dan kurva skala empirik Kinerja Guru (Y)
Tabel  4.3,  menunjukkan  bahwa  hasil  olahan  data  yang  berhubungan  dengan  rataan skor  (mean)  sebesar 22,20,  nilai  tengah  (  median)  sebesar 22  dan  skor yang  paling  sering  muncul  (modus  )  sebesar 23 ,5  ,  dapat  dijelaskan  bahwa  rata
Tabel 4.4  Hasil Uji Reliabilitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Surat Penetapan Penyedian Barang dan Jasa Nomor: 19/PPBJ/02.12/DPKP/VI/2014, Tanggal 23 Juni 2014, Dengan ini Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pertanian

Minimal tulangan pokok kolom menggunakan diameter 12 mm Yang perlu diperhatikan dalam penulangan kolom antara lain :. Penyambungan kolom diatas balok/sloof Seperempat tinggi

Sewaktu terbang, tungging dan bagian sisi atas ekor putih, ada garis pada sayap serta bercak ketiak hitam pada pangkal sayap bawah yang putih.. Iris coklat, paruh

Berdasarkan hasil penelitian ini, sebagian besar responden (89%) menyatakan bahwa produk hasil pengembangan media pembelajaran meyimak bahasa Perancis tingkat dasar dalam

Perbandingan antara kelompok gel ekstrak daun sukun 6,25%; gel ekstrak daun sukun 12,5% dan kontrol positif didapatkan nilai p&gt;0,05 yang berarti bahwa tidak terdapat

Demikian pula dengan hasil penelitian (Leary, 1983) yang menyatakan bahwa wanita memiliki skor yang lebih tinggi dalam pengukuran ketakuatan dalam situasi sosial dibanding

Minyak atsiri formula campuran mimba dan seraiwangi konsentrasi 0,50% dapat digunakan sebagai alternatif fungisida kimia untuk menekan kejadian penyakit budok pada

067 = Latihan menebak kata kerja tidak beraturan 068 = Belajar bahasa Inggris melalui video. 069 = Reading Comprehension (Latihan) 070 = Reading Comprehension (Latihan) 071 =