Digital Radiologi
Digital Radiologi
11. Pengertian. Pengertian
Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggantikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digital digunakan menggantikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor ata
digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor ata u laser printer.u laser printer. 2.
2.Komponen Digital RadiographyKomponen Digital Radiography
ebuah sistem digital radiographi terdiri dari ! komponen utama, yaitu X-ray source, ebuah sistem digital radiographi terdiri dari ! komponen utama, yaitu X-ray source, detektor, "
detektor, "nalog-Digital #onverter, #omputer, dan $utput nalog-Digital #onverter, #omputer, dan $utput Device.Device. A. X-ray Source
A. X-ray Source
umber yang digunakan untuk menghasilkan X-ray pada D% sa
umber yang digunakan untuk menghasilkan X-ray pada D% sa ma dengan sumber X-rayma dengan sumber X-ray pada #oventional %adiography
pada #oventional %adiography. $leh karena itu, untu. $leh karena itu, untuk merubah radiografi konvensionalk merubah radiografi konvensional men&adi D% tidak perlu
men&adi D% tidak perlu mengganti pesawat X-ray.mengganti pesawat X-ray. B. Image Receptor
B. Image Receptor
Detektor berfungsi sebagai 'mage %eceptor yang menggantikan keberadaan kaset dan film. Detektor berfungsi sebagai 'mage %eceptor yang menggantikan keberadaan kaset dan film. "da dua tipe alat penangkap gambar digital, yaitu (lat )anel Detectors *()Ds+ dan igh "da dua tipe alat penangkap gambar digital, yaitu (lat )anel Detectors *()Ds+ dan igh Density ine can olid tate Detectors.
Density ine can olid tate Detectors. 1) Flat Panel Detector !FPD)
1) Flat Panel Detector !FPD)
()Ds adalah &enis detektor yang dirangkai men&adi sebuah panel tipis. erdasarkan ()Ds adalah &enis detektor yang dirangkai men&adi sebuah panel tipis. erdasarkan bahannya, ()Ds dibedakan men
bahannya, ()Ds dibedakan men&adi dua, yaitu&adi dua, yaitu a. Amorphous Silicon
a. Amorphous Silicon
"morphous ilicon *a-i+ tergolong teknologi penangkap gambar tidak langsung karena "morphous ilicon *a-i+ tergolong teknologi penangkap gambar tidak langsung karena sinar-X diubah men&adi cahaya. Dengan detektor-detektor a-i, sebuah sintilator pada lapisan sinar-X diubah men&adi cahaya. Dengan detektor-detektor a-i, sebuah sintilator pada lapisan terluar detektor *yang terbuat dari #esium 'odida atau /adolinium $ksisulfat+, mengubah terluar detektor *yang terbuat dari #esium 'odida atau /adolinium $ksisulfat+, mengubah sinar-X men&adi cahaya. #ahaya kemudian diteruskan melalui lapisan photoiodida a-i sinar-X men&adi cahaya. #ahaya kemudian diteruskan melalui lapisan photoiodida a-i dimana cahaya tersebut dikonversi men&adi sebuah sinyal keluaran digital. inyal digital dimana cahaya tersebut dikonversi men&adi sebuah sinyal keluaran digital. inyal digital kemudian dibaca oleh film
kemudian dibaca oleh film transistor tipis *0(0s+ atau oleh #harged #ouple Device transistor tipis *0(0s+ atau oleh #harged #ouple Device *##Ds*##Ds+.+. Data gambar dikirim ke dalam sebuah computer untuk ditampilkan. Detektor a-i adalah tipe Data gambar dikirim ke dalam sebuah computer untuk ditampilkan. Detektor a-i adalah tipe ()D yang paling banyak di&ual di industri digital imaging saat ini.
()D yang paling banyak di&ual di industri digital imaging saat ini. b. Amorphous Selenium (a-Se)
b. Amorphous Selenium (a-Se)
"morphous elenium *a-e+ dikenal sebagai detektor langsung karena tidak ada konversi "morphous elenium *a-e+ dikenal sebagai detektor langsung karena tidak ada konversi energi sinar-X men&adi cahaya. apisan terluar dari flat panel adalah elektroda bias tegangan energi sinar-X men&adi cahaya. apisan terluar dari flat panel adalah elektroda bias tegangan tinggi. lektrode bias mempercepat energi yang ditangkap dari penyinaran sinar X mealui tinggi. lektrode bias mempercepat energi yang ditangkap dari penyinaran sinar X mealui lapisan selenium. (oton-foton sinar-X mengalir melalui lapisan selenium menciptakan lapisan selenium. (oton-foton sinar-X mengalir melalui lapisan selenium menciptakan pasangan lubang electron. ubang-luban
pasangan lubang electron. ubang-lubang elektron tersebut tersimpan dalam seleniumg elektron tersebut tersimpan dalam selenium berdasarkan pengisian tegangan bias. )ola *lubang-lubang+ y
berdasarkan pengisian tegangan bias. )ola *lubang-lubang+ yang terbentuk pada lapisanang terbentuk pada lapisan selenium dibaca oleh rangakaian 0(0 atau lektrometer )robes untuk diinterpretasikan selenium dibaca oleh rangakaian 0(0 atau lektrometer )robes untuk diinterpretasikan men&adi citra.
") #igh Denity $ine Scan Solid
") #igh Denity $ine Scan Solid State de%iceState de%ice
0ipe penangkapan gambar yang kedua pada D% adalah igh
0ipe penangkapan gambar yang kedua pada D% adalah igh Density ine can olid tateDensity ine can olid tate device. "lat ini terdiri dari
device. "lat ini terdiri dari )hotostimulable arium (luoro romide yang dipadukan dengan)hotostimulable arium (luoro romide yang dipadukan dengan uropium *a(lr3u+ tatu (osfor #esium romida *#sr+.
uropium *a(lr3u+ tatu (osfor #esium romida *#sr+.
Detektor fosofor merekam energi sinar-X selama penyinaran dan dipindai *scan+ oleh sebuah Detektor fosofor merekam energi sinar-X selama penyinaran dan dipindai *scan+ oleh sebuah dioda laser linear untuk mengeluarkan energi yang tersimpan yang kemudian dibaca oleh dioda laser linear untuk mengeluarkan energi yang tersimpan yang kemudian dibaca oleh sebuah penangkap gambar digital #harge #oupled Devices
sebuah penangkap gambar digital #harge #oupled Devices *##Ds*##Ds+. 'mage data +. 'mage data kemudiankemudian ditransfer oleh %adiografer untuk ditampilkan dan dikirim menu&u work stasion milik
ditransfer oleh %adiografer untuk ditampilkan dan dikirim menu&u work stasion milik radiolog.
radiolog.
&. Analog to Digital &on%erter &. Analog to Digital &on%erter
4omponen ini berfungsi untuk merubah data analog yang dikeluarkan detektor men&adi data 4omponen ini berfungsi untuk merubah data analog yang dikeluarkan detektor men&adi data digital yang dapat diinterpretas
digital yang dapat diinterpretasikan oleh komputer.ikan oleh komputer. D. Komputer
D. Komputer
4omponen ini berfungsi untuk mengolah data, manipulasi i
4omponen ini berfungsi untuk mengolah data, manipulasi i mage, menyimpan data-datamage, menyimpan data-data *image+, dan menghubungkannya dengan output device atau work s
*image+, dan menghubungkannya dengan output device atau work s tation.tation. '. (utput De%ice
'. (utput De%ice ebuah sistem digital
ebuah sistem digital radiografi memiliki monitor untuk menampilkan gambar. 5elauiradiografi memiliki monitor untuk menampilkan gambar. 5elaui monitor ini, radiografer dapat menentukan layak atau tidaknya gambar untuk diteruskan monitor ini, radiografer dapat menentukan layak atau tidaknya gambar untuk diteruskan kepada work station radiolog.
kepada work station radiolog.
elain monitor, output device dapat berupa laser printer apabila ingin diperoleh data dalam elain monitor, output device dapat berupa laser printer apabila ingin diperoleh data dalam bentuk fisik *radiograf+. 5edia yang digunakan un
bentuk fisik *radiograf+. 5edia yang digunakan untuk mencetak gambar berupa film khusustuk mencetak gambar berupa film khusus *dry view+ yang tidak memerlukan
*dry view+ yang tidak memerlukan proses kimiawi untuk mengasilkan gambar.proses kimiawi untuk mengasilkan gambar.
/ambar yang dihasilkan dapat langsung dikirimkan dalam bentuk digital kepada radiolog di /ambar yang dihasilkan dapat langsung dikirimkan dalam bentuk digital kepada radiolog di ruang baca melaui åan work station. Dengan cara ini, dimungkinkan pembacaan foto ruang baca melaui åan work station. Dengan cara ini, dimungkinkan pembacaan foto melaui teler
melaui teleradiologyadiology..
)esawat Digital %adiography )esawat Digital %adiography
2. )rinsip 4er&a
)rinsip ker&a Digital %adiography *D%+ atau *DX+ pada intinya menangkap sinar-X tanpa menggunakan film. ebagai ganti film sinar X, digunakan sebuah penangkap gambar digital untuk merekam gambar sinar X dan mengubahnya men&adi file digital yang dapat
ditampilkan atau dicetak untuk dibaca dan disimpan sebagai bagian rekam medis pasien.
kema )rinsip 4er&a D%
!. 4elebihan dan 4ekurangan Digital %adiography 4elebihan yang dimiliki digital radiography antara lain3
a. #epat dan efisien karena tidak membutuhkan kamar gelap untuk pencetakan gambar. b. asil lebih akurat.
c. istem sinar-X *pesawat+ dapat tetap digunakan dengan dilakukan modifikasi. d. 0idak membutuhkan ahli komputer karena perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur image mudah digunakan.
e. "ngka penolakan film dapat ditekan.
f. Dapat digunakan untuk radiografi mobile X-%ay unit dengan detektor digital *flat digital+.
4ekurangan digital radiography antara lain 3
a. Dibutuhkan dana yang besar untuk mengganti fasilitas radiografi konvensional men&adi digital.
b. 4esalahan faktor eksposi yang terlalu parah tidak dapat diperbaiki.
c. 6alaupun diklaim dapat mengurangi dosis yang diterima pasien, digital radiografi &ustru lebih sering meningkatkan dosis pasien, karena
- $ver eksposure tidak akan terdeteksi *dapat dikurangi dengan mudah dalam proses komputer+. ehingga radiografer cenderung menambah faktor eksposi.
- )engulangan pemeriksaan *sebelum dicetak+ tidak akan menambah ¨ah film yang digunakan, sehingga menurunkan tingkat kehati-hatian radiografer.
DII*A$ RADI(RAFI
Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggatikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor ata u laser printer.
1. 4omponen Digital %adiography
ebuah sistem digital radiographi terdiri dari ! komponen utama, yaitu X-ray source, detektor, "nalog-Digital #onverter, #omputer, dan $utput Device.
a. X-ray ource
umber yang digunakan untuk menghasilkan X-ray pada D% sama dengan sumber X-ray pada #oventional %adiography. $leh karena itu, untuk merubah radiografi konvensional
men&adi D% tidak perlu mengganti pesawat X-ray. b. 'mage %eceptor
Detektor berfungsi sebagai 'mage %eceptor yang menggantikan keberadaan kaset dan film. "da dua tipe alat penangkap gambar digital, yaitu (lat )anel Detectors *()Ds+ dan igh Density ine can olid tate Detectors.
1+ (lat )anel Detectors *()Ds+
()Ds adalah &enis detektor yang dirangkai men&adi sebuah panel tipis. erdasarkan bahannya, ()Ds dibedakan men&adi dua, yaitu
a+ "morphous ilicon
"morphous ilicon *a-i+ tergolong teknologi penangkap gambar tidak langsung karena sinar-X diubah men&adi cahaya. Dengan detektor-detektor a-i, sebuah sintilator pada lapisan terluar detektor *yang terbuat dari #esium 'odida atau /adolinium $ksisulfat+, mengubah sinar-X men&adi cahaya. #ahaya kemudian diteruskan melalui lapisan photoiodida a-i dimana cahaya tersebut dikonversi men&adi sebuah sinyal keluaran digital. inyal digital kemudian dibaca oleh film transistor tipis *0(0s+ atau oleh #harged #ouple Device *##Ds+. Data gambar dikirim ke dalam sebuah computer untuk ditampilkan. Detektor a-i adalah tipe ()D yang paling banyak di&ual di industri digital imaging saat ini.
b+ "morphous elenium *a-e+
"morphous elenium *a-e+ dikenal sebagai detektor langsung karena tidak ada konversi energi sinar-X men&adi cahaya. apisan terluar dari flat panel adalah elektroda bias tegangan tinggi. lektrode bias mempercepat energi yang ditangkap dari penyinaran sinar X mealui lapisan selenium. (oton-foton sinar-X mengalir melalui lapisan selenium menciptakan pasangan lubang electron. ubang-lubang elektron tersebut tersimpan dalam selenium berdasarkan pengisian tegangan bias. )ola *lubang-lubang+ yang terbentuk pada lapisan selenium dibaca oleh rangakaian 0(0 atau lektrometer )robes untuk diinterpretasikan men&adi citra.
2+ igh Density ine can olid tate device
0ipe penangkapan gambar yang kedua pada D% adalah igh Density ine can olid tate device. "lat ini terdiri dari )hotostimulable arium (luoro romide yang dipadukan dengan uropium *a(lr3u+ tatu (osfor #esium romida *#sr+.
Detektor fosofor merekam energi sinar-X selama penyinaran dan dipindai *scan+ oleh sebuah dioda laser linear untuk mengeluarkan energi yang tersimpan yang kemudian dibaca oleh sebuah penangkap gambar digital #harge #oupled Devices *##Ds+. 'mage data kemudian ditransfer oleh %adiografer untuk ditampilkan dan dikirim menu&u work stasion milik radiolog.
c. "nalog to Digital #onverter
4omponen ini berfungsi untuk merubah data analog yang dikeluarkan detektor men&adi data digital yang dapat diinterpretasikan oleh komputer.
d. 4omputer
4omponen ini berfungsi untuk mengolah data, manipulasi image, menyimpan data-data *image+, dan menghubungkannya dengan output device atau work s tation.
e. $utput Device
ebuah sistem digital radiografi memiliki monitor untuk menampilkan gambar. 5elaui monitor ini, radiografer dapat menentukan layak atau tidaknya gambar untuk diteruskan kepada work station radiolog.
elain monitor, output device dapat berupa laser printer apabila ingin diperoleh data dalam bentuk fisik *radiograf+. 5edia yang digunakan untuk mencetak gambar berupa film khusus
*dry view+ yang tidak memerlukan proses kimiawi untuk mengasilkan gambar.
/ambar yang dihasilkan dapat langsung dikirimkan dalam bentuk digital kepada radiolog di ruang baca melaui åan work station. Dengan cara ini, dimungkinkan pembacaan foto melaui teleradiology.
)esawat Digital %adiography 2. )rinsip 4er&a
)rinsip ker&a Digital %adiography *D%+ atau *DX+ pada intinya menangkap sinar-X tanpa menggunakan film. ebagai ganti film sinar X, digunakan sebuah penangkap gambar digital untuk merekam gambar sinar X dan mengubahnya men&adi file digital yang dapat ditampilkan atau dicetak untuk dibaca dan disimpan sebagai bagian rekam medis pasien.
#omputed radiography adalah proses merubah system analog pada konvensional radiografi men&adi digital radiografi * ambang upriyono 277831+. )ada sistem #omputed %adiography data analog dikonversi ke dalam data digital pada saat tahap pembangkitan energi yang terperangkap di dalam 'maging )late dengan menggunaklan laser, selan&utnya data digital berupa sinyal-sinyal ditangkap oleh )hoto 5ultiplier 0ube *)50 + kemudian cahaya tersebut digandakan dan diperkuat intensitasnya setelah itu di ubah men&adi sinyal elektrik yang akan di konversi kedalam data digital oleh "nalog Digital #onverter *"D#+. )ada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabung antara film radiografi dan screen, akan tetapi pada 4omputer radiografi menggunakan imaging plate. 6alaupun imaging plate secara fisik terlihat sama dengan screen konvensional tetapi memiliki fungsi yang sangat &auh berbeda, karena pada imaging plate berfungsi untuk menyimpan enersi sinar 9 kedalam photo stimulable phosphor dan menyampaikan informasi gambar itu ke dalam bentuk data digital.
Komponen-+omponen yang terdapat pada &omputed Radiography antara lain , Kaet
4aset pada #omputed %adiography terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari almunium, kaset ini berfungsi sebagaii pelindung dari 'maging )late.
Imaging Plate
merupakan komponen utama pada sistem #% yang berfungsi menyimpan energi sinar 9, imaging plate terbuat dari bahan )hotostimulabel phosphor. Dengan menggunakan 'maging )late memungkinkan proses gambar pada sistem komputer radiografi untuk melakukan berbagai modifikasi.
)roses yang ter&adi pada 'maging )late di mulai pada saat terkena penyinaran sinar-9 , 'maging )late akan menangkap energi dari sinar 9 kemudian disimpan oleh bahan phosphor yang akan dirubah men&adi data digital dengan aser canner di dalam 'mage %eader. etelah 'maging )late melalui proses scanning, gambaran akan di tampilkan pada monitor komputer, sementara 'maging )late masuk ke bagian data penghapusan *erasure+ untuk dibersihkan sehingga dapat digunakan kembali untuk pasien yang lainnya.
Proe pementu+an gamar yang teradi pada imaging plate melalui eerapa tahapan ,
1). '/poure
'maging )late diletakkan didalam kaset, setelah itu kita lakukan eksposi dengan menggunakan sinar 9. inar 9 yang menembus obyek akan mengalami stemulasi sehingga enegsi dari sinar 9 tersebur ditangkap oleh imaging plate dalam bentuk data digital.
"). Stimulate
ayangan tersebut kemudian distimulasi dengan )hoto timulable )hosphor *))+ yang fungsinya untuk mengubah bayangan laten pada ') men&adi cahaya ta mpak.
0). Read !pemacaan)
Dengan menggunakan )hoto 5ultiplier, cahaya tampak tersebut di tangkap dan digandakan serta diperkuat intensitasnya kemudian diubah men&adi sinyal elektrik. kemudian sinyal-sinyal ini direkonstruksikan men&adi sebuah gambaran yang dapat dilihat oleh layar monitor. ). 'raure !penghapuan)
etelah proses pembacaan seselai, data gambar pada imaging plate secara otomatis akan dihapus oleh 'ntense ight sehingga imaging plate dapat digunakan kembali.
Sebuah Perbandingan Teknologi
,Fungsi
,Dosis
Pasien
,dan Kualitas Gambar
ABSTRAK bidang penitraan medis telah ukup berdampak dalam beberapa
tahun terakhir oleh munuln!a modalitas penitraan digital, termasuk omputed radiograf "CR# dan digital radiograf "DR#, $uga dikenal sebagai radiograf digital langsung% Sistem digital sering membiarkan untuk perampingan alur ker$a dan &eksibilitas !ang lebih besar dalam pilihan kepega'aian, !ang dapat membantu meringankan bia!a substansial !ang terkait dengan mendapatkan peralatan digital% Ketika membandingkan CR dan DR, setiap $enis sistem mena'arkan
keuntungan relati(, namun DR mungkin merupakan pilihan !ang lebih baik untuk beberapa (asilitas dengan $umlah pasien !ang lebih besar karena lebih mudah digunakan dan penghapusan penanganan kaset dengan DR% Ketika
mempertimbangkan beralih ke CR atau DR, (asilitas harus mengantisipasi kebutuhan untuk pelatihan sta( luas karena para pro(esional penitraan medis memerlukan pengetahuan khusus dalam sistem ini untuk membuat pen!esuaian reguler untuk akuisisi dan pengolahan itra !ang membatasi dosis radiasi sambil men$aga kualitas gambar% )lasan ini membahas kesamaan !ang penting dan perbedaan antara CR dan DR teknologi dan men$elaskan praktek*praktek teknis !ang dapat membantu memaksimalkan kekuatan dan keamanan diagnostik modalitas%
Pendahuluan
Penggunaan teknologi digital dalam penitraan medis diagnostik berkembang pesat% Sensus !ang dilakukan pada tahun +- men$adi +. oleh Di/isi
0n(ormasi 1edis 012, 0n melaporkan bah'a dari 34. rumah sakit !ang disur/ei, -.5 telah diinstal digital dihitung radiograf "CR# sistem dan 65 telah diinstal langsung digital radiograf "DR# s!stems%7 Sebagai man(aat teknologi digital terus berkembang, hal ini men$adi semakin penting bagi para pro(esional penitraan medis untuk memahami perbedaan dan persamaan antara CR dan DR, sebagai kesamaan istilah sa$a dapat membingungkan% CR biasan!a mengau pada kaset berbasis teknologi !ang menggunakan mekanisme sanning 8
pembaa untuk mengekstrak in(ormasi dari kaset terkena% Sementara itu, DR, kadang*kadang disebut sebagai assetteless, biasan!a mengau pada teknologi di mana data gambar laten !ang ditrans(er langsung dari detektor panel datar ke monitor re/ie' tanpa kebutuhan pembaa% Beberapa teknologi DR baru hari ini, bagaimanapun, memungkinkan untuk pelat DR untuk digunakan dengan ponsel 9*ra! unit atau dalam nampan Buk! menggunakan teknologi remote nirkabel untuk mentrans(er data gambar% Kesamaan antara CR dan DR teknologi
terutama dalam (ormat digital dari gambar !ang dihasilkan% Kedua (ormat CR dan DR gambar !ang kompatibel untuk pen!impanan dalam gambar digital pengarsipan sistem komputer "PACS# dan munuln!a gambar digital dapat dimanipulasi% Perbedaan !ang $auh lebih ban!ak dan melibatkan operasi dan pengambilan gambar, alur ker$a dan bia!a, teknik dan dosis, dan kualitas
gambar% )lasan ini membahas keuntungan relati( dari CR dan DR dan keterbatasan !ang luar biasa dari modalitas digital%
:perasi dan Gambar Tangkap Perbedaan !ang paling mendasar antara CR dan berbaring DR radiograf dalam pengoperasian sistem dan proses dengan mana gambar !ang ditangkap% Perbedaan keseluruhan antara CR dan DR dalam hal langkah*langkah !ang diperlukan untuk men!elesaikan studi penitraan dan kualitas gambar !ang diringkas dalam Tabel%
0abel3 %ingkasan membandingkan sifat #% dan modalitas D%
#% D%
angkah yang diperlukan -5enyiapkan ruangan -4aset
-)osisi pasien -)osisi tabung -9posure -)roses kaset
-4ualitas gambar ascess
-5enyiapkan ruangan -)osisi pasien
-)osisi tabung -9posure
-/br lsg dikirim ke viewing -4ualitas gambar ascess
)roses pencitraan - 'maging )late diletakkan didalam kaset, setelah itu kita lakukan eksposi dengan menggunakan sinar 9. inar 9 yang menembus obyek akan mengalami stemulasi sehingga energi dari sinar 9 tersebut ditangkap oleh imaging plate dalam bentuk data digital.
- ayangan tersebut kemudian distimulasi dengan )hoto timulable )hosphor *))+ yang fungsinya untuk mengubah bayangan laten pada ') men&adi cahaya
tampak.
- Dengan menggunakan )hoto 5ultiplier, cahaya tampak tersebut di tangkap dan digandakan serta diperkuat intensitasnya
- angsung menggunakan 'maging plate *kaset tidak diperlukan+,
-uas area, detektor panel dengan mechanisme
pembacaan terintegrasi 0(0, terpadu )) mechanisme pemindaian berlapis. atau
lensa optik yang digunakan untuk mener$emahkan itra analog ke citra digital.
kemudian diubah men&adi sinyal elektrik. kemudian sinyal-sinyal ini direkonstruksikan men&adi sebuah gambaran yang dapat dilihat oleh layar monitor.
4ualitas /ambar -Digital yang ada sekarang untuk meningkatkan interpretasi citra dan kekuatan diagnostik
-)otensi noise yang lebih rendah dan lebih rendah paparan radiasi dengan penyesuaian sistem yang
sesuai
-Digital yang ada sekarang untuk meningkatkan interpretasi citra dan kekuatan diagnostik
-)otensi noise yang lebih rendah dan lebih rendah paparan radiasi dengan penyesuaian sistem yang
sesuai
-4ualitas gambar yang lebih baik dengan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan #%
4euntungan 5anipulasi terbatas dan posisi dari reseptor gambar
untuk cross-tabel proyeksi *berguna dalam trauma, beberapa sistem D% dapat melakukan cross-tabel prosedur lateral dan
dekubitus+
-%elatif lebih cepat alur ker&a karena penghapusan kaset -)endek perputaran waktu untuk melihat gambar -5embebaskan waktu staf
4erugian -ambat alur ker&a, lebih kompleks
-4emungkinan cedera gerakan berulang akibat &angka pan&ang penanganan
kaset
Digital 'maging3
etup Diperlukan Data 'maging dan )asien etiap studi pencitraan dimulai dengan konsultasi pasien singkat dan persiapan untuk memastikan bahwa pemeriksaan ber&alan lancar.
)ersiapan ruang yang tepat &uga diperlukan dalam setiap modalitas pencitraan. Dalam lingkungan digital, )"# yang kemungkinan besar digunakan untuk mengelola data
pencitraan dan merampingkan mentransfer informasi antara departemen terkait. 5isalnya, di bawah arahan dari )"#, informasi radiologi system *%'+ mengumpulkan informasi pasien
dari sistem informasi rumah sakit pusat. Dalam modalitas digital, pengguna dapat
mengkonfirmasi bahwa prosedur pencitraan yang direncanakan telah memang diperintahkan untuk pasien melalui %'. :uga, sistem digital memungkinkan teknologi untuk melacak
informasi spesifik tentang prosedur pencitraan, posisi pasien, dan orientasi untuk memastikan bahwa gambar secara akurat diproses.
angkah-langkah ;mum dalam Digital 'maging emua teknologi yang akrab dengan langkah-langkah rutin diperlukan dalam menyelesaikan studi pencitraan. etelah teknolog telah mengka&i data pasien dan menegaskan bahwa semua informasi yang diperlukan tersedia, pasien dibawa ke ruang pencitraan. Di #% pencitraan, teknolog kemudian beban kaset, posisi pasien, posisi tabung, melakukan pemaparan, mengangkut kaset, proses kaset, melakukan
kontrol kualitas singkat *<#+ review gambar, dan kemudian kembali ke pasien untuk menyelesaikan &an&i. 4euntungan dari #% saat melakukan radiografi non-rutin atau trauma merupakan tun&angan manipulasi tak terbatas dan posisi dari reseptor gambar untuk cross-tabel proyeksi dan orang-orang yang membutuhkan teknik-teknik kreatif karena kondisi pasien. ementara itu, sebagian besar pencitraan D% menghilangkan langkah-langkah yang
membutuhkan manipulasi kaset, dan gambar dikirim langsung ke stasiun tin&auan biasanya terletak di dekat panel kontrol X-ray. )osisi beberapa detektor D% dapat dimanipulasi untuk memungkinkan untuk cross-tabel prosedur lateral dan dekubitus.
#% 'mage #apture Dalam #% digital imaging, fosfor photostimulable *))+ plate dalam kaset pencitraan terkena selama penelitian. 0ergantung pada kebutuhan spesifik dari fasilitas, vendor menawarkan sistem dengan pelat fosfor yang baik fleksibel dan memungkinkan untuk pemrosesan gambar lebih cepat atau kaku dan memastikan daya tahan lebih besar dari waktu
ke waktu. /ambar laten ditangkap di piring sebagai elektron dalam fosfor sangat antusias bila terkena radiasi. Dengan waktu, ini gambar laten pada akhirnya menurunkan akibat pendar spontan. ebagai contoh, sebuah gambar khas dapat diperkirakan akan kehilangan sekitar 2=> dari energi yang tersimpan dalam waktu ? &am dari paparan awal.
Setelah pemaparan, kaset ditempatkan dalam pembaa untuk menangkap dan menganalisa data gambar% ;aser ekstrak in(ormasi dari piring sebagai sin!al listrik analog, dan sebuah kon/erter analog*ke*digital mener$emahkan sin!al ini ke kode biner digital% Teknologi mungkin perlu membuat atatan dari arah
pemindaian laser sehingga bah'a sumber arte(ak atau mal(ungsi dapat ditemukan, $ika perlu, selama proses <C% =ika (asilitas biasan!a mengalami /olume rendah dari pasien, pembaa tunggal, biasan!a terletak di atau dekat ruang penitraan, sudah ukup% >amun, (asilitas !ang lebih besar dengan /olume pasien !ang lebih besar seringkali mendapat man(aat dari seorang pembaa multiassette berlokasi% Setelah gambar analog dikon/ersi men$adi gambar digital, gambar digital !ang dihasilkan dikirim ke stasiun re/ie' dan kemudian ke PACS untuk diproses%
Sebelum studi penitraan berikutn!a, gambar laten dihapus dari PSP melalui paparan sinar neon dalam pembaa dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam kaset% ;angkah ini diperlukan karena proses pengambilan gambar di CR relati( tidak efsien, dan sekitar -5 dari elektron !ang bersemangat selama paparan radiasi a'al tidak dilepaskan selama proses pembaaan laser%
DR 0mage Capture
Tidak seperti CR penitraan, DR sistem menggunakan built*in image piring dan tidak ada kaset !ang diperlukan% ?al ini menghilangkan langkah manual !ang diperlukan dalam memanipulasi kaset dan 'aktu !ang dibutuhkan untuk PSP membaa*out dan pengolahan% Berbagai konfgurasi pengambilan gambar !ang digunakan dalam sistem DR% Konfgurasi ini dapat terdiri dari baik besar daerah, datar*datar detektor terintegrasi dengan flm tipis "TFT# mekanisme pembaaan transistor, atau terintegrasi pelat PSP pemindaian mekanisme% Atau, sistem DR dapat rumah lensa optik !ang segera mener$emahkan gambar analog ke gambar digital dengan perangkat harge*oupled "CCD# atau logam oksida
komplementer semikonduktor "C1:S# sensor gambar% Fasilitas harus menatat bah'a sementara CCD unit dapat dila!ani $ika munul masalah, TFT mekanisme harus seluruhn!a diganti $ika mereka tidak ber(ungsi% Seara umum, DR
penitraan proses hasil dalam tampilan hampir instan dari gambar diagnostik !ang diinginkan pada monitor dan seara substansial dapat mengurangi $umlah 'aktu !ang diperlukan untuk studi penitraan !ang sukses%
Panel*DR sistem baik dapat diirikan sebagai men!ediakan pengambilan gambar langsung atau tidak langsung% Sistem tidak langsung menapai pengambilan gambar melalui proses di mana sebuah sintilator tern!ata sinar 9 men$adi aha!a saat terpapar% Sebuah dioda silikon kemudian mengubah aha!a ini
men$adi muatan listrik analog% The TFT men!elesaikan pen!impanan, ter$emahan digital, dan pembaaan dari muatan listrik% Sistem langsung, sementara itu,
rumah selenium berbasis 9*ra! (otokonduktor !ang mengubah sinar 9 men$adi muatan listrik, !ang kemudian dapat diproses oleh TFT% ?al ini menghilangkan proses photodiode dan langkah mengkon/ersi sinar 9 men$adi aha!a%
Gambar 1enilai Tangkap @fsiensi
Detekti( efsiensi kuantum "D<@# adalah nilai !ang digunakan untuk
menggambarkan efsiensi detektor dalam menangkap gambar% 0ni termasuk sin!al efsiensi pen!erapan, serta efsiensi kon/ersi dalam sistem tidak langsung !ang membutuhkan sintilator untuk mener$emahkan sinar 9 terhadap aha!a% Seperti meningkatkan nilai D<@, paparan radiasi kurang diperlukan untuk
menapai target signal*to*noise ratio% Seara umum, sistem digital modern CR menapai nilai D<@ lebih rendah dari DR panel datar detektor% >amun, D<@
tinggi di CR penitraan dapat diapai dengan sistem !ang menggabungkan dual* side pembaa piring dengan (os(or halida barium esium*terstruktur% Perbaikan lain, seperti tinggi*efsiensi kristal di la!ar (os(or dan laser !ang baik lebih keil atau tipis, $uga dapat digunakan untuk menapai D<@ lebih baik di CR% 1enapai D<@ !ang lebih baik merupakan tu$uan penting sehingga (asilitas dapat
mengurangi dosis radiasi !ang dibutuhkan untuk mendapatkan gambar diagnostik berkualitas, khususn!a di populations%+ pediatrik
ork&o' dan Bia!a
Dibandingkan dengan CR, alur ker$a DR biasan!a lebih epat karena
penghapusan langkah pengolahan kaset% >amun, (asilitas mempertimbangkan transisi dari CR ke DR harus hati*hati menge/aluasi potensi bia!a !ang besar untuk upgrade ke DR% @/aluasi a'al CR /s DR harus mempertimbangkan
keuntungan dan kelemahan dari sistem DR dalam hal bia!a alur ker$a dan relati(, dalam konteks beban pasien saat (asilitas dan pro!eksi untuk pertumbuhan di masa depan%
Fleksibilitas dalam :psi Stang
1unuln!a telemediine dapat me'akili aspek lain perubahan radiologi !ang nikmat DR dan CR% Sebuah lingkungan digital sangat meningkatkan kemampuan (asilitas untuk epat berbagi gambar, baik di dalam departemen !ang berbeda melalui intranet internal atau melalui 0nternet untuk (ailities%. lainn!a
Kemampuan ini seara substansial dapat meningkatkan pela!anan kesehatan, terutama dalam situasi darurat% =uga, aplikasi telemediine sedang
dikembangkan !ang memungkinkan (asilitas untuk meman(aatkan kolam !ang lebih besar dari personil kesehatan !ang berkualitas, terutama di 'ila!ah
geografs terla!ani, melalui e*mail !ang lebih rendah*resolusi gambar digital untuk re/ie'%. 1eskipun kualitas !ang lebih rendah dari gambar digital !ang dapat e*mail mungkin men$adi perhatian, fle teknologi kompresi !ang
meningkatkan dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup ini pilihan untuk memperluas kolam renang sta( (asilitas ini%
keepatan Kendala Film 2ersus Digital
Fasilitas mempertimbangkan update untuk sistem digital imaging harus
menge/aluasi ruang mereka $angka pendek dan $angka pan$ang dan kebutuhan pen!impanan sebagai komponen penting dari proses pengambilan keputusan% Saat ini tersedia DR sistem mengambil ruang kurang dari unit CR, !ang mungkin men$adi (aktor penting dalam (asilitas ditantang oleh ruang terbatas% >amun, sistem CR dapat mena'arkan keuntungan !ang $elas dalam portabilitas dari kaset, terutama $ika (asilitas seara teratur mela!ani pasien !ang tidak mudah
mo/ed%-1eskipun ruang fsik !ang diperlukan untuk men!impan flm dapat ukup besar, pen!impanan elektronik !ang dibutuhkan untuk men!impan gambar digital !ang dihasilkan dengan DR dan CR dapat men$adi sumber penting dari bia!a
tambahan dengan upgrade digital imaging% File gambar digital seringkali sangat besar, dan $umlah gambar !ang diperoleh dalam satu studi telah meningkat seara dramatis dengan munuln!a modalitas digital% Ahli radiologi di
1assahusetts General ?ospital di Boston baru*baru ini memperkirakan bah'a setiap pemeriksaan penitraan digital menghasilkan sekitar + gigab!te "GB# data, !ang semuan!a harus disimpan pada serangkaian hard dri/e% Fasilitas
beker$a dengan PACS, terlepas dari teknik CR atau DR, $uga mengalami
peningkatan tanpa akhir dalam pen!impanan digital needs% )ntungn!a, bia!a hard dri/e besar biasan!a digunakan untuk pen!impanan digital telah menurun seara dramatis sebagai teknologi baru telah seara substansial meningkatkan $umlah Data !ang dapat stored% ;i(e!le perangkat lunak mana$emen $uga
telah diperkenalkan !ang dapat membantu fle (asilitas transisi !ang lebih tua untuk perangkat pen!impanan lebih murah% >amun, implikasi hukum dari mana$emen siklus hidup dalam hal integritas data medis dan laman!a 'aktu bah'a fle gambar harus disimpan masih dalam proses men$adi larifed% Bia!a besar Pertimbangan
Bia!a in/estasi a'al adalah kelemahan utama DR dibandingkan dengan CR% CR dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam struktur ruang !ang ada
sedangkan DR memerlukan peralatan radiograf baru% 1eskipun perbaikan seluruh sistem ke DR mungkin mena'arkan perampingan alur ker$a !ang lebih besar, bia!a upgrade ini masih bisa men$adi penghalang untuk beberapa
(asilitas% Dalam menanggapi tinggin!a bia!a upgrade ruang 9*ra! seluruh atau suite untuk DR, beberapa /endor !ang mena'arkan alat DR !ang dapat
diintegrasikan ke dalam plat(orm CR !ang ada% 1isaln!a, salah satu /endor berenana untuk segera mena'arkan detektor DR !ang ook dengan kaset kon/ensional dan nampan Buk!% Sebuah transmisi nirkabel gambar ke PACS memungkinkan (asilitas untuk mengambil keuntungan dari teknologi DR tanpa upgrade room%6 seluruh
angsung radiografi digital dan #% mungkin &uga menawarkan keuntungan biaya beberapa layar film radiografi dalam hal akuisisi dan penyimpanan fisik. eperti telah disebutkan, penyimpanan digital men&adi lebih ter&angkau dan ruang fisik untuk penyimpanan film yang
akan selalu berada di premi. Dalam &angka pan&ang, fasilitas mungkin menemukan #% atau D% lebih hemat biaya sebagai bagian dari rencana yang lebih besar untuk menciptakan environment.@ digital sepenuhnya iaya X-ray film &uga cukup besar dan mungkin men&adi pertimbangan penting ketika menimbang operasi relatif beban #% dan D%.@ elain itu, biaya
studi ulangi &uga dapat men&adi faktor dalam keputusan untuk transisi ke sistem D%, seperti #%, gambar digital yang diperoleh dengan D% dapat segera dilihat, ditingkatkan, dan
manipulated.!, @ al ini mengurangi ¨ah waktu antara gambar awal dan gambar ulangi untuk meningkatkan alur ker&a. 4isaran eksposur *dynamic range+ yang akan menghasilkan gambar diagnostik &auh lebih besar untuk #% dan D% daripada film. al ini mengurangi kebutuhan untuk studi ulangi karena teknik, namun, peningkatan teknik dan dosis pasien harus diawasi secara ketat. $leh karena itu, fasilitas perlu memahami kebutuhan untuk pelatihan staf ma&u dan terus optimasi sistem untuk membatasi paparan radiasi sementara
mendapatkan gambar yang memadai.
Teknik dan Dosis Pasien
Radiasi Paparan di 1odalitas Digital
Keputusan untuk mena'arkan 9*ra! penitraan berdasarkan CR atau DR $uga dapat memiliki dampak potensial pada $umlah radiasi !ang pasien menerima selama studi penitraan% Beberapa kekha'atiran telah dikemukakan mengenai dosis radiasi meningkat dengan CR atau DR, dibandingkan dengan tradisional la!ar flm radiograf, karena rentang dinamis !ang lebih besar dengan CR dan DR%4 Selan$utn!a, beberapa sistem digital imaging seara otomatis
men!esuaikan paparan radiasi, !ang dapat mengurangi $umlah gambar !ang dibutuhkan, tetapi menegah operator dari akurat menilai dan men!esuaikan paparan radiasi ketika mengulang diperlukan% 1etode untuk memperkirakan
eksposur dalam modalitas digital telah dikembangkan untuk membantu men!elesaikan ini issue%E
1engoptimalkan Teknik Digital untuk 1engurangi @posure
Dalam digital imaging ada trade*o antara kualitas gambar, !ang paling spesifk kebisingan, dan dosis pasien untuk kedua CR dan DR% )pa!a untuk mengurangi dosis radiasi selama studi penitraan seara tradisional dibatasi oleh kualitas gambar !ang lebih rendah, tetapi penggunaan modalitas digital dan strategi optimasi baru mungkin mena'arkan kesempatan untuk mengurangi eksposur dengan gambar kualitas diagnostik !ang memadai% 1isaln!a, iltH et al
melaporkan bah'a mereka mengurangi noise gambar, !ang merupakan hambatan besar untuk pengurangan dosis dalam digital imaging, dengan
mengurangi sinar*9 tegangan tabung .E*-6 pada pasien !ang men$alani urograf intra/ena "02)# dengan CR% 1eskipun penurunan tegangan tabung dan dosis radiasi, para dokter mampu mendapatkan gambar kualitas !ang memadai dengan anggih digital pengolahan tehniIues%7 1eskipun penurunan kilo/oltage punak "k2p# untuk menun$ukkan media kontras iodinasi dalam penelitian ini terbukti menurunkan dosis pasien , ban!ak lembaga telah
mengambil pendekatan !ang berbeda dan digunakan peningkatan k2p dengan penurunan nilai milliampere*detik produk "mAs#% Pen!esuaian teknik
meningkatkan penetrasi berkas untuk memberikan paparan radiasi !ang memadai untuk reseptor gambar sambil mengurangi pen!erapan relati( pada pasien dan oleh karena itu mengurangi dosis pasien%
Sementara itu, analisis retrospekti( dari dosis radiasi permukaan masuk "@SD# pada pasien !ang men$alani posterior*anterior "PA# dada sinar 9 atau lateral
";AT# lumbar tulang belakang 9 ra! pada + rumah sakit Australia berusaha untuk menentukan hubungan antara dosis radiasi disampaikan dan indeks eksposur "@0# dengan CR untuk menilai kemampuan rumah sakit Juntuk melakukan
penitraan dalam rentang @0 !ang direkomendasikan oleh produsen peralatan% Analisis ini menemukan bah'a 65 dari sinar 9 dada PA dan 645 dari sinar 9 tulang belakang lumbal ;AT dapat dilakukan dengan @0 ba'ah tingkat !ang direkomendasikan oleh produsen dengan mengoptimalkan pengoperasian peralatan CR% Sebagai ontoh, operator dapat memperoleh gambar !ang memadai dan mengurangi @SD sebesar -.5 dengan mem/ariasikan 9*ra!
potensial dan mempertahankan @0 7-- dalam serangkaian studi phantom% Para penulis mengingatkan bah'a berdasarkan analisis mereka, sta( radiologi !ang ditemui CR dan DR sistem mungkin memerlukan pelatihan ekstensi( untuk benar mengoptimalkan peralatan dan paparan batas radiasi untuk patients%77
Ada bukti !ang menun$ukkan bah'a protokol penitraan enderung ber/ariasi antar departemen dan lembaga, seperti paparan radiasi% Salah satu analisis retrospekti( dari 3 pemeriksaan CR menemukan bah'a tingkat /ariabilitas luas dalam protokol antar departemen dan beberapa teknik menghasilkan
paparan radiasi !ang berlebihan% Para peneliti men!arankan bah'a para pro(esional penitraan medis $elas harus label fle imaging dengan teknik
penitraan dan kualitas balok !ang digunakan untuk melaak dan memperbaiki praktek lebih time%7+ Sementara itu, analisis !ang lain melaporkan risiko
paparan radiasi !ang berlebihan dengan CR, terutama karena (akta bah'a o/ereposure lebih sulit untuk mengidentifkasi dengan modalitas digital% 0ni adalah hasil dari desain sistem penitraan digital dan pen!esuaian otomatis keerahan dan kontras !ang optimal pada berbagai paparan% Praktek :ptimasi
mampu mengurangi paparan radiasi pada tingkat !ang dapat diterima,
menekankan perlun!a pendidikan sta( ketika melakukan upgrade dari la!ar flm radiograf untuk CR atau DR%76
Digital imaging dengan DR dapat mema$ukan potensi untuk mengurangi paparan radiasi karena kualitas gambar !ang lebih baik dengan paparan radiasi !ang
lebih rendah% Satu studi oleh Gruber et al diberikan serangkaian 6 radiograf dada berurutan pada - pasien, dengan CR 7 dan + dengan DR "7 pada dosis penuh dan 7 pada dosis -5#% Gambar !ang dihasilkan dibaa side*b!*side oleh ahli radiologi !ang buta dengan sumber masing*masing gambar% Ke$elasan
struktur paru !ang paling ukup dalam semua gambar berdasarkan e/aluasi radiologi J, terlepas dari teknik !ang digunakan atau dosis akuisisi% Gambar !ang diperoleh dengan dosis penuh DR menghasilkan nilai !ang lebih rendah untuk noise dan karena itu, lebih unggul dalam kualitas% Peneliti studi ini men!impulkan bah'a dosis pengurangan dengan DR adalah kemungkinan la!ak dalam
radiograf dada tanpa mengorbankan kualitas gambar atau diagnostik >okia%73
Studi lain mengikuti paparan radiasi selama 02) dalam satu (asilitas S'edia selama transisi dari la!ar flm penitraan untuk CR ke DR% Radiasieksposur adalah perhatian penting di 'A; karena fakta bahwa medan radiasi besar diperlukan dan, akibatnya,
organ yang paling sensitif terhadap paparan radiasi yang diiradiasi selama process.1= fasilitas pertama beralih dari layar film untuk pelat #% fosfor, dan kemudian ke detektor D% panel
datar. 0eknik pemeriksaan yang sebaliknya tidak berubah selama proses transisi. )ara peneliti menemukan bahwa setiap transisi didampingi oleh penurunan paparan radiasi, dan paparan berkurang lebih dari 8 kali lipat dari layar-film *B,= mv+ layar datar *2,2 mv+ teknik.
)enurunan terbesar dalam eksposur dicapai dengan D% pada kecepatan !77. )ara penulis mencatat bahwa ¨ah gambar yang dianggap perlu untuk studi 'A; bervariasi antara rumah sakit, dan ¨ah gambar tersebut dapat dioptimalkan dengan D%. 5ereka &uga menekankan bahwa paparan radiasi bisa lebih &auh dikurangi dengan optimasi teknik practices.1=
(asilitas lain telah dilacak paparan radiasi karena mereka beralih dari layar film radiografi ke #% untuk teknik D%. ebuah fasilitas 4anada melaporkan paparan radiasi *yang diukur
dengan dosis permukaan+ dalam prosedur umum, termasuk dada )", dada "0, perut )", dan panggul )" X sinar. )aparan radiasi selama sinar X dada )" bervariasi secara luas oleh teknik
yang digunakan, dengan #% menghasilkan dosis radiasi &auh lebih tinggi dari baik radiografi screen-film *) C.71+ atau D% *) C.71+. Dosis untuk dada )" sinar X dengan #% adalah = kali lebih banyak dibandingkan mereka yang ter&adi selama layar-film teknik, tapi paparan mirip dengan layar film radiografi dan D%. ;ntuk sinar X perut )", D% menghasilkan dosis radiasi &auh lebih rendah dibandingkan layar-film radiografi *) C.7=+ atau #% *) C.71+. )encitraan
dioptimalkan dengan D% untuk mengurangi kebisingan dengan menggandakan dosis radiasi *mengurangi kecepatan setengah+, tetapi penulis mencatat bahwa paparan radiasi dengan D% masih dalam batas dosis yang dian&urkan dikutip oleh penasehat berbagai groups.?
Departemen darurat 0talia $uga melakukan analisis terhadap dosis radiasi masuk permukaan dan dosis e(ekti( dengan la!ar flm radiograf, CR, dan modalitas DR dalam berbagai aplikasi klinis% Dalam studi CR dan DR, operator mengoptimalkan
sistem dengan menggunakan potensi tabung lebih tinggi dan lebih rendah mAs untuk membatasi paparan radiasi% 1eskipun semua modalitas menghasilkan gambar berkualitas diagnostik diterima, penggunaan DR menghasilkan dosis e(ekti( !ang +E5 lebih rendah dari la!ar flm radiograf dan 365 lebih rendah dari CR%7.
1engenali Potensi Kenaikan Dosis
Dalam modalitas digital, pro(esional penitraan medis harus berhati*hati terhadap pen!esuaian sistem rutin !ang dapat mengakibatkan peningkatan dosis radiasi dari 'aktu ke 'aktu% Peningkatan dosis !ang paling sering ter$adi karena para operator berusaha untuk mengurangi noise gambar seara bertahap meningkatkan radiasi dose%7 $aminan kualitas Reguler "<A# dan langkah*
langkah <C dapat menegah masalah ini namun memerlukan ke'aspadaan pada bagian dari sistem pelatihan operators%74 :perator merupakan isu penting saat (asilitas upgrade ke baik CR atau sistem DR dari lingkungan la!ar flm,
karena pengetahuan !ang anggih dan teknik !ang diperlukan untuk
mengoptimalkan pengambilan gambar dan mengelola potensi tingkat !ang lebih tinggi dari paparan radiasi pasien% 1odalitas digital, terutama DR, namun
mungkin merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas gambar sementara membatasi paparan radiasi%
Gambar Relati( Kualitas dengan CR dan DR
Kualitas gambar merupakan masalah penting dalam teknik digital, sebagai sin!al*to*noise ratio bisa lebih tinggi dengan kedua CR dan DR% >amun, strategi optimasi telah digunakan dalam modalitas digital untuk mengurangi noise sin!al dan meningkatkan kualitas gambar sambil men$aga dosis radiasi dalam batas !ang dapat diterima% :leh karena itu, para pro(esional penitraan medis di (asilitas upgrade ke CR atau DR dari la!ar*flm harus menerima pelatihan
lan$utan !ang diperlukan untuk mengenali peluang dengan sistem digital untuk mengurangi paparan radiasi sekaligus mengurangi noise gambar dan
meningkatkan kualitas gambar seara keseluruhan%
Seperti disebutkan sebelumn!a, Gruber et al dibandingkan dengan CR DR, termasuk DR dilakukan dengan pengurangan radiasi -5 dosis, pada pasien !ang men$alani radiograf dada% 1eskipun CR digunakan dalam penelitian ini adalah up*to*date, pembaaan sistem dual, ahli radiologi buta menilai gambar !ang diperoleh dengan DR sebagai setara atau lebih unggul gambar CR% Ketika dosis radiasi !ang setara digunakan, gambar !ang diperoleh dengan DR dihakimi sebagai unggul dalam kualitas dengan !ang diperoleh dengan CR oleh - dari 4 pembaa% Gambar skor noise seara signifkan lebih rendah dengan DR
dibandingkan dengan CR "7,7 /s +,34, P %7#% Skor Kebisingan $uga seara signifkan lebih rendah dengan dosis penuh DR dibandingkan dengan DR dosis -5 "7,7 /s +,-7, P %7#% >amun, kebisingan skor antara -5 DR dan
gambar CR tidak berbeda n!ata "P L ,663# %73
)roses untuk 5en&amin 4ualitas /ambar
%adiografer dapat memimpin pada serangkaian praktek untuk mengoptimalkan kualitas gambar dan membuat sebagian besar dari modalitas digital canggih. )ertama-tama, teknologi harus beker&a sama dengan vendor sistem mereka untuk tetap up-to-date pada upgrade
mungkin dan menerima pedoman tentang strategi optimasi. )enyesuaian dari latihan rutin biasanya dibutuhkan ketika beberapa eksposur yang diambil pada satu reseptor gambar
dengan #% dan ketika proyeksi lateral yang bedah dan lintas-tabel dilakukan dengan baik #% dan D%. eperti disebutkan sebelumnya, <" <# proses &uga harus berada di tempat, tidak hanya untuk memantau peningkatan dosis tetapi &uga memastikan bahwa pengolahan citra optimal. 5eskipun teknologi <" khusus atau pengawas departemen mungkin awalnya bertanggung &awab untuk <" <# pengawasan, radiografer harus mengharapkan bahwa
mereka pada akhirnya akan bertanggung &awab untuk tugas dan akan membutuhkan training.1? khusus
Ditolak gambar lebih mudah untuk melacak dalam lingkungan layar film karena adanya gambar film fisik yang perlu didaur ulang. Eamun, dalam lingkungan digital dengan #% atau D%, fasilitas tersebut masih perlu untuk melacak citra menolak untuk mengevaluasi teknik yang mungkin atau masalah alur ker&a. anyak sistem digital menyediakan upgrade software untuk membantu pemantauan ulangi. eberapa proses dapat digunakan untuk melacak
menolak secara teratur, seperti menyiapkan )"# untuk secara otomatis melacak gambar ditolak. istem pemeliharaan rutin, termasuk pelacakan kualitas monitor, &uga diperlukan untuk memastikan gambar Fuality.1?
5eskipun proses tambahan dan pelatihan yang mungkin diperlukan untuk men&amin kualitas gambar, modalitas digital, terutama D%, merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas gambar dan merampingkan proses tanpa memerlukan peningkatan paparan radiasi.
"kurasi Diagnosis
ingkungan digital dapat menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pilihan pencitraan dan kesempatan untuk mengurangi dosis radiasi dengan D%, tapi profesional pencitraan medis harus memahami bahwa fleksibilitas ini dapat mengakibatkan hasil diagnostik discrepant &ika sistem )"# dan tidak tepat dikalibrasi. eberapa laporan klinis telah
menyoroti kemungkinan ambiguitas diagnostik atau ketidaktepatan dengan peralatan digital buruk dikalibrasi, dan teknologi harus cukup akrab dengan sistem, termasuk komunikasi
dengan )"#, bahwa masalah ini dapat dihindari. :uga, meskipun modalitas digital telah menun&ukkan kemampuan untuk memberikan akurasi diagnostik yang memadai di sebagian besar aplikasi, masih ada ruang untuk meningkatkan #% dan D% dalam kemampuan deteksi
spesifik.
Salah satu analisis retrospekti( pasien !ang telah men$alani radiograf tulang belakang lumbar untuk diagnosis osteoporosis akurasi diagnostik dibandingkan dengan la!ar*flm dibandingkan radiograf digital% Penelitian ini melibatkan 7+4 pasien !ang menerima la!ar flm radiograf dan 7-4 pasien !ang telah menerima CR% Kehilangan mineral dikonfrmasi dengan dual*energi 9*ra! absorptiometr! "D9A#% Tingkat keseluruhan akurasi diagnostik tidak berbeda n!ata antara la!ar flm radiograf dan CR ".45 dan .35, masing*masing#% Rendahn!a tingkat
spesifsitas diagnostik dihasilkan dengan kedua la!ar flm radiograf dan CR "6.5 dan 35, masing*masing#, namun tingkat sensiti/itas !ang lebih tinggi "4.5 dengan la!ar flm radiograf dan +5 dengan CR#% Diagnosa !ang benar sebagai benar positi( meningkat dengan tingkat kehilangan mineral !ang dideteksi oleh D9A% Seara keseluruhan, gambar !ang diperoleh dengan la!ar flm radiograf menghasilkan tingkat lebih tinggi dari positi( benar tetapi tingkat !ang lebih rendah kekhususan dalam mendiagnosis osteoporosis% =uga, per$an$ian antara
para pembaa !ang berpartisipasi $auh lebih rendah dengan CR, dengan han!a 6-5 dari semua 3 pembaa men!etu$ui gambar digital dan 65 dari semua 3 men!etu$ui la!ar*flm gambar% Para penulis menduga bah'a tulang kehilangan mineral bisa lebih mudah terlihat dengan la!ar flm penitraan karena (akta
bah'a kontras gambar tidak dapat disesuaikan dengan modalitas ini, sedangkan CR "dan DR# gambar men$alani digital pasa*pengolahan teknik untuk
memaksimalkan kontras% ?al ini dapat mengakibatkan hasil !ang men!esatkan !ang mengaaukan kekuatan diagnostik di osteoporosis%7E
>ilai diagnostik relati( CR dan la!ar*flm mamograf $uga dinilai dalam studi prospekti(% Para peneliti merekrut 7 pasien !ang diitrakan dengan baik +* tampilan la!ar*flm mamograf dan CR mamograf, !ang diperoleh dengan eksposur ganda !ang tidak memerlukan dekompresi atau reposisi pa!udara antara gambar% Titik akhir primer dari penelitian ini adalah keseluruhan nilai diagnostik, dengan titik akhir sekunder onspiuit! lesi dan kemampuan untuk rinian lesi gambar "dalam massa dan miroalifations#, $aringan /isibilitas di dinding dada dan garis kulit, rinian ketiak, kepadatan dan keta$aman kesan, dan noise gambar seara keseluruhan% Parameter sekunder menetak gol dengan sistem *titik% Tiga ahli radiologi dalam lembaga penelitian dan ahli radiologi independen 6 direkrut untuk menilai gambar% The akurasi diagnostik dari kedua modalitas ukup, dengan pembaa menetak gambar !ang diperoleh dengan CR dan la!ar*flm mamograf sebagai memiliki nilai diagnostik keseluruhan 75% Dalam analisis sekunder, pembaa men!atakan ke!akinann!a seara signifkan lebih besar dalam gambar CR untuk mendeteksi lesi onspiuit! massa "P L ,+7#, detil lesi massa "P %7#, $aringan /isibilitas garis kulit "P %7# , kerapatan kesan keseluruhan "P L %6#, dan komposit dari semua parameter titik akhir sekunder dipela$ari "P %7#% >amun, la!ar*flm gambar menetak seara signifkan lebih baik daripada CR untuk detail lesi kalsifkasi "P %7# dan kesan kebisingan keseluruhan "P %7#% Para penulis men!impulkan bah'a
kedua CR dan la!ar*flm mamograf seara klinis berharga dalam diagnosis
kanker pa!udara, tetapi perbaikan tambahan !ang diperlukan dengan CR untuk seara akurat mendeteksi dan menge/aluasi miroalifations% 1ereka
menekankan bah'a CR ditemukan nonin(erior ke la!ar*flm mamograf dalam pengaturan diagnostik dan bah'a hasil ini tidak dapat diekstrapolasikan ke pengaturan skrining mammograph!%+
Studi lain menilai kemampuan PACS dalam penitraan digital untuk seara akurat menentukan pan$ang benar kuku intramedulla untuk mengatur poros patah
tulang tibia% Para peneliti melaporkan bah'a PACS mengukur $arak dan alat ukur kalibrasi menghasilkan pengukuran seara konsisten lebih besar, dengan PACS memperoleh pengukuran !ang rata*rata + mm lebih pan$ang dari pan$ang diketahui sebenarn!a kuku tibialis% >amun, ketika sebuah benda pan$ang !ang diketahui termasuk dalam gambar sebagai re(erensi kalibrasi, pengukuran diperoleh dengan PACS !ang akurat, dengan nilai*nilai !ang berada dalam , mm dan ,63 mm untuk studi anteroposterior dan ;AT, masing*masing%
Penitraan digital tergantung pada pengukuran !ang akurat sehingga dapat mengambil man(aat dari kalibrasi PACS dengan ob!ek pan$ang diketahui !ang ditangkap di gambar, menurut authors%+7
Tambahan Faktor !ang 1empengaruhi Kualitas Gambar Digital
Karena si(at digital dari kedua CR dan DR penitraan, (aktor tambahan harus diingat !ang dapat mempengaruhi kualitas gambar% Kualitas akhir dari gambar !ang dihasilkan dari modalitas digital dapat dipengaruhi oleh berbagai (aktor, termasuk parameter sistem !ang digunakan dalam menangkap gambar,
komunikasi perangkat keras sistem dengan PACS, protokol alur ker$a diagnostik, dan pengolahan gambar dan /isualisasi teknik %++ Tidak seperti la!ar*flm
penitraan, lingkungan digital men!ediakan dokter dengan peluang berkesinambungan untuk meningkatkan interpretasi itra dan kekuatan diagnostik, terutama dengan modifkasi untuk pengolahan itra% 1isaln!a, peneliti telah melaporkan pen!esuaian terhadap PACS dengan trans(ormasi nonlinier intensitas atau anti*aliasing teknik !ang menegah pembentukan pola moire, dengan perbaikan menghasilkan kontras gambar di dada CR dan studi ekstremitas% Kedua modifkasi !ang mungkin dengan intensitas dan trans(ormasi resiHe !ang tidak memerlukan perubahan ke digital imaging asli dan komunikasi dalam kedokteran data%++
Dokter $uga harus men!adari dampak !ang gambar teknik kompresi dapat memiliki kualitas gambar% Para ahli (otograf bersama kelompok"=P@G# + teknik kompresi telah unggul =P@G tingkat kompresi lebih tinggi rasio, dan satu studi menegaskan bah'a =P@G + $uga unggul pada tingkat kompresi rendah di CR, omputed tomograph! kepala dan tubuh, mamograf digital, dan T7
resonansi magnetik dan T+ gambar% Para peneliti menatat bah'a itra kontras dan tingkat abu*abu rata*rata adalah (aktor penting dalam kualitas gambar dikompresi pada kompresi rendah le/els%+6
kesimpulan
Radiograf digital, termasuk CR dan DR, telah mengubah 'a$ah bidang
penitraan medis dan terus berkembang karena pengolahan gambar baru dan teknik manipulasi !ang mungkin dalam lingkungan digital% 1eskipun ada terus men$adi minat !ang besar di kedua CR dan modalitas DR, DR mungkin
mena'arkan alur ker$a ditingkatkan untuk prosedur rutin karena penghapusan manipulasi kaset dan pengolahan, serta kapasitas !ang lebih besar untuk
membatasi paparan radiasi% CR terus mena'arkan posisi !ang &eksibel dari reseptor gambar untuk prosedur seperti !ang dilakukan untuk trauma, bedah kasus, dan untuk non*rutin posisi, seperti urologi dan tabel silang pro!eksi lateral pinggul dan tulang belakang% DR telah terbukti untuk mena'arkan akurasi
diagnostik sebanding dalam berbagai aplikasi klinis, namun masih ada ruang untuk perbaikan di beberapa daerah, sering disebabkan oleh pen!esuaian otomatis dalam kontras gambar !ang dibuat selama pengolahan itra digital% 1eskipun beberapa (asilitas belum beralih ke modalitas digital, $elas bah'a para pro(esional penitraan medis akan memerlukan keakraban dengan digital
imaging karena sistem ini terus menun$ukkan keuntungan mereka dan pusat semakin memutuskan untuk transisi ke tempat ker$a digital%
Sumber Tambahan
Pro(esional tertarik pada in(ormasi tambahan mengenai CR dan DR didorong untuk mengakses sumber da!a berikut