• Tidak ada hasil yang ditemukan

Edisi : 032. Kamis, 18 Februari 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Edisi : 032. Kamis, 18 Februari 2016"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Palestina

Pekan

E d i s i : 0 3 2

K a m i s , 1 8 Fe b r u a r i 2 0 1 6

(2)

Edisi : 032/ 2016 | Kamis, 18 Februari 2016

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

BERITA UTAmA

Inilah Rencana Israel Bangun Sinagog di Bawah Tanah di Barat al-Aqsha

Al Quds – Entitas penjajah Zionis melanjutnya rencananya yang bertujuan untuk merubah sekitar masjid al-Aqsha, yang dekat dan yang melekat padanya, menjadi kompleks sinagog Yahudi sekaligus menghapus dan melakukan yahudisasi monumen-monumen Islam kuno.

Sumber-sumber Zionis – seperti laporan yang dirilis Pusat Urusan al-Quds dan al-Aqsha – mengungkap rencana penjajah Zionis untuk mendirikan sinagog agung Yahudi di bawah pemandian al-Ain yang berjarak beberapa meter di bawah barat masjid al-Aqsha. Para penyandang dana proyek ini berambisi untuk membuka yang pertama pada bulan-bulan musim lembaran Yahudi pada musim semi mendatang.

Menurut sumber-sumber Zionis, penjajah Zionis telah membuat rencana untuk melaksankan proyek ini dalam waktu dekat untuk membangun sinagog Yahudi di atas tanah wakaf Islam dengan mengorbankan peninggalan-peninggalan kuno Islam, dekat situs wakaf pemandian al-Ain di bawah tanah sangat dekat dengan masjid al-Aqsha di sisi barat.

Penjajah Zionis akan melakukan penggalian tambahan di lokasi tersebut sebelum dimulai pembangunan sinagog Yahudi tersebut.

Proyek bernama “Dana Warisan Tembok Ratapan” diadopsi oleh perusahaan pemerintah yang berada langsung di bawah Kantor Perdana Menteri Israel – yang didanai oleh miliarder Yahudi “Yitzhak Tshuva,” sementara putrinya yang akan membuat desain engineering sinagog tersebut. Loksdi pendirian sinagog Yahudi ini pada dasarnya akan mengorbankan aula bersenjarah Mamluk yang terletak di

bawah wakaf pemandian al-Ain. Di unjung jalan al-Wad di Kota Tua Jerusalem, hanya beberapa meter dari Tembok Ratapan dan dinding barat Masjid Al-Aqsa, yang juga diklaim oleh penjajah Zionis sebagai aula “di balik dinding kita”.

Pada 16 Juli 2015, melalui gambar dan video, ditemukan aula Mamluk dan jejak peninggalan Islam yang membentang dari periode Umayyah sampai Ottoman, yang digali penjajah Zionis dan dirubah menjadi daerah wisata, museum dan galeri sejarah palsu Talmud.

Kemudian ditemukan tiga koridor yang dipasang pada satu set kolom dan lengkungan, di atas area seluas sekitar 400 meter persegi, hampir berbentuk persegi, di dalamnya ada batu-batu berbagai ukuran yang merujuk kepada periode Islam.

Aula tersebut terpisah dari sekitarnya dengan dinding kayu modern. Aula ini pada ujung timur melekat dengan apa yang disebut “Great Hall” di jalur terowongan Barat. Di pinggiran lantai Aula Barat ada sebuah jendela kaca yang nampak dari bawahnya galian sumur dalam, nampaknya ini merupakan bagian dari jaringan air tua yang digali pada periode Kanaan Arab atau periode Islam lainnya.

(3)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

Sejak tahun 2002 penjajah Zionis menggali lokasi tersebut dan mengeluarkan sejumlah besar tanah. Dalam sampai saat penggalian terus berlanjut di lokasi-lokasi dekat aula besar tersebut, sebagai bagian dari rencana untuk merubah sebagian besar bangunan dan area wakaf pemandian menjadi pusat yahudisasi besar di atas dan di bawah tanah.

Infopalestina.com, (11/2/2016)

AL-QUDS

Israel Kembali Serukan Penggerebekan Besar-besaran ke Al-Aqsha

Al-Quds - Lembaga dan organiasi ekstrimis pembela Kuil mitos yahudi yang tergabung dalam “Persatuan Organisasi Kuil” semakin mengintensifkan seruannya kepada warga pemukim Yahudi untuk bersiap-siap menggerebek secara besar-besaran ke masjid Al-Aqsha. Ini sebagai langkah awal memasuki musim hari besar agama Yahudi sebelum musim semia dan puncaknya pada hari raya Paskah Yahudi akhir Maret mendatang.

Seruan ini disampaikan dengan berbagai cara di jejaring sosial dan situs-situs media milik organisasi pembela kuil mitos yahudi ekstrim.

Seruan ini bersamaan dengan statemen elit sejumlah partai kanan ekstrim dan kabinet Netenyahu untuk tidak mempedulikan kesepakatan yang sudah diteken dengan pihak Yordania terkait pembatasan jumlah penggerebek yahudi ke Al-Aqsha.

Sejak Kamis kemarin penggerebekan sudah semakin intens dilakukan warga Yahudi ke Al-Aqsha dalam kelompok-kelompok kecil dan berkelanjutan melalui gerbang Magharibah yang dikawal oleh pasukan Israel. Namun penjaga tetap Al-Aqsha berusaha menghadang mereka.

Infopalestina.com, (12/2/2016)

Israel Keluarkan Surat Penghancuran 20 Rumah Palestina di Al-Quds

Al-Quds - Tim pemerintah kota Zionis di al-Quds, Senin (8/2), membagikan surat perintah penghancuran terhadap rumah-rumah penduduk di desa Isawilyah di timur laut al-Quds.

Anggota Komite Pemantau di Isawiyah Muhammad Abu Himsh mengatakan bahwa pasukan gabungan dari pemerintah kota Zionis dengan dikawal pasukan khusus menyerbu daerah timur laut desa. Mereka menyebar di dalam desa dan merekamnya secara keseluruhan.

Mereka menempel surat-surat perintah penghancuran terhadap 20 rumah yang sebagian besarnya tidak disebutkan pemilik rumahnya dan hanya cukup menempel perintah penghancuran di pintu luar. Sebagian besar rumah yang ditempel surat perintah penghancuran adalah rumah-rumah lama yang sudah berdiri sejak 5 sampai 20 tahun dan mendapatkan izin dari pemerintah kota.

Abu Himsh menegaskan bahwa penjajah Zionis membagikan surat perintah penghancuran secara sporadis di daerah timur laut desa Isawiyah, untuk menciptakan kebingungan di antara penduduk, terutama para pemilik rumah.

(4)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

Penduduk desa Isawiyah secara terus menerus mengalami serangan dari pasukan penjajah Zionis, seperti penyerbuan harian ke rumah-rumah dan toko-toko, pemberlakuan pajak besar dan denda para pemiliknya, ditambah lagi aksi-aksi penangkapan dan pembagian surat-surat perintah penghancuran, dan pendirian pos-pos militer. Semua itu dilakukan sebagai bagian dari kebijakan hukuman kolektif yang diberlakukan otoritas penjajah Zionis terhadap penduduk.

Infopalestina.com, (9/2/2016)

GAZA

Cuma Dua Hari mesir Buka Perbatasan Gaza

Gaza - Ratusan orang telah berkumpul di selatan Gaza. Ini dikarenakan Mesir untuk pertama kalinya setelah dua bulan lalu, membuka kembali perbatasannya dengan Gaza di Rafah selama dua hari.

Ratusan warga ini berharap dapat melewati persimpangan Rafah keluar dari Gaza menuju mesir. Selama dua hari pembukaan perbatasan, Otoritas Palestina pada Sabtu (13/2) mengatakan Mesir hanya menyetujui untuk meloloskan 765 warga Palestina.

Padahal Ma’an News melaporkan, ada lebih dari 25 ribu orang terdaftar untuk menyeberangi Rafah karena kebutuhan mendesak. Termasuk di 3.500 orang di antaranya yang perlu melakukan perjalanan untuk tujuan medis. Pada Sabtu, ratusan warga Palestina telah menunggu di dekat pusat olahraga Abu Yousef an-Najjar. Di sana bus akan mengangkut orang ke perbatasan.

Ali Hamed (23 tahun) satu di antara mereka yang menunggu berjam-jam. Ia mengatakan kepada Aljazirah, telah lama diterima di sebuah universitas di Turki.

“Saya bahkan memiliki visa, tetapi saya telah menunggu selama satu setengah tahun, menghabiskan uang saya

berusaha keluar (dari Gaza),” katanya.

Ada kekacauan di pusat olahraga di mana banyak orang menunggu antrian panjang untuk giliran mereka diangkut ke perbatasan. Banyak yang berbaring, beberapa di antaranya tampak lelah dan tidur di lantai lapangan basket. Sementara anak-anak umumnya menangis karena kelelahan.

Gaza telah dikepung dengan blokade dari Israel dan Mesir sejak Hamas mengambil kontrol wilayah itu pada 2007. Menurut kelompok hak Israel, Gisha Legal Centre for Freedom of Movement, pemerintah Mesir hanya membuka perbatasan Rafah untuk waktu singkat setiap beberapa bulan.

Mesir memang sangat membatasi masuknya warga Gaza dari Rafah sejak Juni 2013, setelah Presiden Abdel Fattah el-Sisi menjadi presiden menggulingkan Muhammad Mursi. Menurut catatn Gisha dari Januari hingga September 2015 perbatasan Rafah hanya dibuka selama 27 hari saja.

Republika.co.id, (14/2/2016)

AL Israel Serang Nelayan Palestina di Gaza

Gaza - Pasukan Angkatan Laut (AL) Zionis pada hari Sabtu (13/2) melancarkan serangan tembakan senjata otomatis mereka ke perahu-perahu nelayan Palestina di lepas pantai utara Jalur Gaza.

(5)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

Kantor berita Arab “Quds Press” mengutip dari sumber-sumber Palestina yang mengatakan, “Sejumlah kapal perang Zionis menghadang perahu-perahu nelayan Palestina yang melaut di lepas pantai utara Jalur Gaza. Pasukan Zionis melepastakan tembakan senjata otomatis mereka ke arah perahu-perahu nelayan Palestina.

Sumber-sumber Palestina menambahkan, serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa di kalangan nelayan dan perahu mereka, hanya memaksa mereka meninggalkan laut dan tidak melanjutkan penangkapan ikan.

Disebutkan bahwa pasukan Angkatan Laut (AL) Zionis secara terus menerus menyerang perahu-perahu nelayan Palestina meski mereka melaut di zona yang diizinkan yaitu sejauh 6 mil. Serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan korban jiwa di kalangan nelayan dan merusak perahu-perahu mereka, juga penangkapan atas mereka.

Serangan ini menambah serangkaian pelanggaran yang dilakukan pasukan penjajah Zionis sejak penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara perlawanan Palestina dan negara penjajah Zionis pada 26 Agustus 2014 yang disponsori Mesir pasca agresi ke Gaza yang berlangsung 51 hari.

Infopalestina.com, (14/2/2016)

TEPI BARAT

Laporan: Pagar Pembatas meningkat 20 % di Tepi Barat

Tepi Barat – Laporan yang bersumber dari hasil pantauan kantor OCHA badan PBB untuk urusan kerja sama kemanusiaan menyebutkan, perlintasan Israel yang dibangun di Tepi Barat meningkat 20 % pada akhir tahun 2015 kemarin.

Demikian juga berdasarkan hasil kajian kantor PBB menyebutkan, bersamaan dengan berakhirnya tahun 2015 pemerintah Zionis telah membangun 91 perlintasan militer

untuk menghalangi pergerakan masyarakat di sejumlah kota di Tepi Barat, disamping 452 perlintasan yang sudah ada sebelumnya. Tentu perlintasan ini sangat mengganggu secara langsung pada peri kehidupan 850 ribu warga Palestina, terutama mereka yang tinggal di kota Hebron, sebelah selatan Tepi Barat.

Sebagian besar perlintasan tersebut tidak dijaga tentara. Pagar pembatas tersebut dibiarkan menghalangi jalan-jalan yang menghubungkan Palestina dengan jalan-jalan utama yang biasa ditempuh warga. 9 dari 42 pagar baru tersebut Israel tempatkan di sebelah timur Al-Quds sepanjang bulan Oktober kemarin dan hingga kini masih berada di sana.

Infopalestina.com, (11/2/2016)

ENTITAS ZIONIS

Terowongan Pejuang Palestina Cemaskan Internal Israel

Al-Quds – Sumber Israel melaporkan akibat banyaknya terowongan pejuang Hamas yang berhasil menembus “Israel”, terjadi silang pendapat di internal para pejabat keamanan Israel. Sebagian mereka mengusulkan agar terowongan-terowongan itu segera dihancurkan, sedangkan yang lain menolak usulan tersebut.

(6)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

Masih menurut sumber tersebut, perseteruan secara terang-terangan terjadi antara PM. Israel Benyamin Netanyahu dengan Menteri Ekonomi, Naftali Bennet yang meminta agar operasi pembasmian terowongan itu segera dilakukan. Netanyahu menolak usulan tersebut dengan pertimbangan, usulan ini hanya akan menarik Israel kepada perang baru. “Sikap politik seperti itu sama saja dengan menyeret Israel ke dalam peperangan,” jelas Netanyahu menolak usulan Bennet.

Tersiar kabar Naftali Bennet melakuan manuver tersebut untuk dapatkan dukungan dalam pemilihan ketua Partai Likud Israel. Disamping itu sikap tersebut sebagai gertakan kepada pejuang Palestina bahwa Israel serius untuk menggelar perang baru dengan Jalur Gaza.

Alresalah.ps, (10/2/2016)

TAWANAN

Setelah 124 Hari, Israel Serahkan Jasad Ahmad Abu Syaban

Al-Quds – Otoritas penjajah Zionis pada Ahad (14/2) malam memutuskan untuk menyerahkan jasad salah seorang syuhada intifadhah al-Quds asal kota al-Quds, Ahmad Abu Syaban.

Pengacara dari Yayasan adh-Dhamir menyebutkan bahwa dinas intelijen penjajah Zionis telah memberitahu pihaknya akan menyerahkan jasad Abu Syaban untuk dimakamkan di pemakaman gerbang al-Asbat di al-Quds, yang hanya boleh dihadiri 50 orang saja.

Abu Syaban (22) berasal dari kampung Rasul Amud di al-Quds. Dia gugur setelah ditembak pasukan penjajah Zionis pada 14 Oktober lalu di dekat terminal pusat di barat al-Quds dengan dalih berusaha melakukan aksi penikaman pada pemukim Yahudi.

Infopalestina.com, (15/2/2016)

Palestina Eropa minta Solidaritas Internasional Dukung Tawanan Al-Qiq

London – Palestina-Eropa menyerukan aksi lebih luas lagi dari kalangan Palestina dan Arab serta dunia internasional dalam rangka solidaritas untuk tawanan Muhammad Al-Qiq, wartawan Palestina yang sudah mogok makan sejak 75 hari lalu, memprotes penangkapan terhadap dirinya oleh pemerintahan Zionis.

Ketua Dewan Hubungan Palestina-Eropa, Mazen Kahel menegaskan, Uni Eropa dan kalangan independent dunia meminta semua pihak mendukung rakyat Palestina secara umum yang sedang mengalami kebiadaban dan kejahatan yang dilakukan Zionis Israel.

Kami meminta parlemen Eropa dan solidaritas kebebasan berpendapat berpihak pada wartawan Al-Qiq yang sedang berjuang dalam pertempuan aksi pembebasan berpenpat dengan mogok massal sejak 75 hari lalu dan kini, kondisinya makin mengkhawatirkan.

Kahel menyebutkan, penangkapan terhadap Al-Qiq menunjukan bagaimana jahatnya Zionis yang ingin menutupi semua kejahatanya dengan membungkam para wartawan dari tugasnya mengungkap arogansi, kebiadaban dan kejahatan Zionis terhadap anak bangsa Palestina. Di sisi lain, komuniras Palestina di Jerman, Dr. Suhail Abu Syamalah kepada Quds Press mengatakan, sangat penting melindungi anak-anak Palestina dalam hal ini oleh UNICEF serrta lembaga-lembaga dunia terkait. Ia mengkhawatirkan kondisi kesehatan yang rill yang menimpa anak-anak Palestina korban penangkapan serdadu Zionis, ungkapnya.

(7)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

PENGUNGSI

3089 Warga Palestina Tewas Sejak Konflik Suriah

Damaskus – Sebuah laporan HAM mendokumentasikan tewasnya 3089 pengungsi Palestina sejak meletusnya konflik di Suriah tahun 2011. Sebagian besarnya dengan jumlah 1200 orang tewas gugur di kamp pengungsi Yarmouk, selatan ibukota Damaskus.

Dengan judul “Pengungsi Palestina Dalam Perjalanan Mempertahankan Hidup”, Kelompok Kerja untuk Palestina Suriah dan lembaga Pusat “Al-Audah” Palestina di London menurunkan laporan dokumentasi HAM setengah tahun kedua 2015 terkait kondisi pengungsi Palestina di Suriah, di dalam dan luar negeri.

Laporan juga berisi data statistik arus pengungsian warga Palestina dari Suriah yang mencapai 200 ribu pengungsi Palestina, 71,2 ribu tiba di Eropa. Selain itu, sebanyak tiga kamp pengungsi Palestina di Suriah masih diblokade ketat oleh rezim Basyar Asad dan tingkat kerusakan akibat serangan itu mencapai 70% dari keseluruhan Suriah. Laporan setebal 148 halaman ini juga berisi secara detail kondisi kamp pengungsi Palestina di dalam Suriah dari sisi kehidupan keseharian, lapangan, kemanusiaan, kesehatan serta peristiwa serangan, penghancuran dan penangkapan.

Infopalestina.com, (12/2/2016)

INTERNASIONAL

Amerika Kucurkan Dana 146 Juta Dolar untuk Keamanan Zionis Israel

Washington - Sebuah laporan menyebutkan Kementerian Pertahanan Amerika (Pentagon) mengajukan anggaran keuangan 2017 sebesar 145,8 juta dolar untuk mendukung keamanan Zionis Israel. Dana ini digunakan demi memenuhi kebutuhan militer Israel termasuk diantaranya sistem Iron Dome.

Sistem Iron Dome digunakan Israel untuk menghadapi serangan roket dan rudal yang dilancarkan pejuang Palestina. Disamping sistem Iron Dome ada pula sistem Arrow pencegah serangan rudal balistik yang pengadaannya akan dibantu oleh Amerika.

Anggaran Badan Pertahanan AS telah mengajukan anggaran tahun 2017 sebesar 103,8 Juta Dolar untuk program kerjasama militer dengan Israel, angka ini menurun dibandingkan tahun 2016 yaitu 267,6 Juta Dolar. Ditambah lagi dengan kebutuhan untuk pengadaan Iron Dome Israel sebesar 42 juta dolar yang turun dari jumlah tahun sebelumnya sebesar 55 juta dolar.

Egyptwindow.net, (10/2/2016)

Indonesia akan Gelar KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Palestina dan Quds Al-Sharif

Jakarta - Atas permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, tanggal 7 Maret 2016. Rangkaian KTT diawali oleh pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) dan tingkat Menteri (KTM) pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam Pemerintah RI atas perkembangan situasi di Palestina dan Al-Quds Al-Syarif yang terus memburuk. Eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina serta pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel

(8)

Palestina

Pekan

Berita Utama Al-Quds Gaza Tepi Barat Zionis Tawanan Pengungsi Internasional

Penanggung Jawab: Dr. H. Saiful Bahri, MA. (Ketua ASPAC for Palestine). Pemimpin Umum: Muhammad Ilham. Pemimpin Redaksi: Muhammad

Syarief. Keuangan: Dewi Muliawati. Redaksi: Ahmad Yani, Salman Alfarisy, Dina Fitria. Bagian Sirkulasi & Distribusi: Iskandar Samaullah, Djoko. Design dan Tata Letak: Ardy. Donasi: Rekening Bank Syariah Mandiri Cab. Saharjo 704 575 2121 atas nama ASPAC FOR PALESTINE.

terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif masih belanjut. Pemerintah RI juga prihatin dengan perkembangan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah yang semakin menggeser isu Palestina dari perhatian masyarakat internasional.

KTT OKI ini bertujuan untuk memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al-Quds Al-Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. KTT diharapkan pula dapat mencari strategi terobosan untuk mengaktifkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah yang selama ini tertunda dan berlarut-larut.

Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite Al-Quds diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Quds Al-Syarif. KTT diharapkan akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI.

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang akan memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina. Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia. Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut kami rencana perseroan untuk fokus pada pengerjaan proyek di industri kelapa sawit sejalan dengan perkiraan dari Dinas Perkebunan Indonesia dan berbagai sumber lain

Dendeng jamur merupakan produk olahan lauk sumber protein nabati berbentuk lempeng dengan ketebalan 3-5 mm, berasa manis dan khas bumbu dendeng. Penelitian ini bertujuan

Proyek yang menyasar segmen kawasan industri di sekitar Karawang ini akan terdiri atas hunian, apartemen, ruko, serta kawasan komersial yang lain.. Untuk membangun proyek

akan membangun sebuah pusat riset untuk padi di Merauke dengan 24 orang profesor dari Amerika tadi, yang saya ingin juga tidak hanya 24, tapi nanti yang 70 itu semuanya

Rencana pembangunan pondok pesantren ini bermula dari adanya beberapa bidang tanah wakaf yang diamanatkan oleh pewakaf kepada kami agar digunakan untuk membangun