Prosiding Presentasi "miah Daur Bahan Bakar Nuklir V
P2TBDU & P2BGN -BA TAN Jakarta, 22 Februari 2000
ISSN 1410-1998
ANALISIS PENGUJIAN ELEMEN BAKAR DUMMY UJI SILISIDA: ASPEK
KESELAMA T AN RSG-GAS
Endiah Puji Hastuti, M.D. Isnaini, Asnul Sufmawan Pusat Pengembangan Teknologi Reaktor Riset -BATAN ABSTRAK
ANALISIS PENGUJIAN ELEMEN BAKAR DUMMYUJI SILISIOA: ASPEK KESELAMATAN RSG-GAS. PT Batan Teknologi (BANTEK) telah membuat 2 buah dummyelemen bakar uji terbuat dari aluminium (OEBU= Dummy Elemen Bakar Uji), masing-masing berisi 3 buah pelat. Kedua OEBU ini telah disisipkan serta diuji laju alir pendinginnya di teras reaktor RSG-GAS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju pendingin yang melalui OEBU pertama (RI-UXBT1) di posisi 0-9, dan OEBU kedua (RI-UXBT2) di posisi E-4, masing-masing sebesar 5,11 kg/det. dan 5,43 kg/det. Hasil pengukuran laju alir digunakan sebagai salah satu masukan dalam analisis perhitungan menggunakan program COOLOO-N. Oitinjau dari besarnya laju alir melalui OEBU, disarankan agar RI-UXBT1 digunakan untuk pelat silisida dengan tingkat muat 4,8g U/cm3 dan RI-UXBT2 untuk pelat silisida dengan tingkat muat 5,2g U/cm3dengan posisi penyisipan yang sarna. Penutupan kanal masukan dengan pelat berlubang menyebabkan hilang tekan di sepanjang OEBU relatif lebih besar daripada di dalam elemen bakar normal. Hasil analisis menunju~~an bahwa daya maksimum yang diijinkan adalah sebesar 23 MW. Pengoperasian reaktor pacta tingkat daya tersebut tidak melampaui batas keselamatan terhadap instabilitas aliran yang ditetapkan dalam Laporan Analisis Keselamatan RSG-GAS, yang besarnya adalah 3,38 pacta daya nominal.
ABSTRACT
ANAL YSIS OF THE EXPERIMENTAL SILICIDE DUMMY FUEL ELEMENT: THE RSG-GAS SAFETY ASPECTS. The Batan Technology private company (BANTEK) has made two dummies of experimental fuel elements (DEBU), each consisting of 3 plates. These DEBU has been inserted in the RSG-GAS core and the coolant flow rate has been measured. The measurement result shows that the flow rate passed RI-UXBT1 in position 0-9 and RI-UXBT2 in position E-4, respectively are 5.11 kg/sec and 5.43 kg/sec. These results are applied for analysis using COOLOD-N code. From point of the view of flow rate passinp along DEBU, it's suggested that the RI-UXBT1 is used for silicide fuel with loading of 4.8g U/cm and RI-UXBT2 for 5.2g U/cm3, in the position of the measurement, respectively. Channel inlet closing with the perforated plate induces the pressure drop along DEBU relatively higher than that of the normal fuel element. Based on the safety margin against flow instability of 3.38 at the nominal power, the maximum permissible power is found to be 23 MW.
PENDAHULUAN
Mendukung rencana PT Batan Teknologi (BANTEK) dalam mengembangkan elemen bakar (EB=elemen bakar) silisida serta rencana untuk mengiradiasinya di teras RSG-GAS, telah dilakukan analisis perhitungan neutronik dan termohidrolika. Dalam analisis tersebut telah direkomendasikan empat tipe EB silisida, masing masing dengan tingkat muat 4,8 gU/cm dan 5,2 gU/cm3. Dalam simpulan tersebut elemen bakar uji (EBU=elemen bakar uji) tipe A yang berisi 3 pelat elemen bakar uji dan 18 pelat dummy aluminium dipilih sebagai kandidat yang akan diiradiasi di teras reaktor RSG-GAS [1,2J. Pemilihan kandidat EBU tipe A ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu penghematan jumlah bahan bakar silisida yang digunakan, sedangkan dari perhitungan manajemen siklus bahan bakar tidak mengganggu karena
letaknya di posisi iradiasi (IP=irradiation position). Akan tetapi pemilihan kandidat EBU tipe A di posisi IP ini mengakibatkan keterbatasan pengoperasian daya reaktor, sehingga akan mengakibatkan 'ketidak-leluasaan' bagi pengguna reaktor lainnya. Agar reaktor dapat dioperasikan dengan daya yang lebih tinggi, maka dilakukan modifikasi pad a sisi masukan luasan kanal pendingin (channel inlet), sedemikian rupa sehingga pengurangan laju alir (LA=laju alir) di posisi kisi elemen bakar dapat diminimalkan tanpa mengurangi batasan faktor keselamatan, baik di dalam EBU maupun teras RSG-GAS secara keseluruhan.
Hipotesa yang digunakan di sini adalah apabila sebuah posisi iradiasi akan disisipi oleh sebuah target maka aliran pendingin yang melalui posisi tersebut harus mampu mengambil panas yang dibangkitkan oleh target. Kemampuan tersebut dibuktikan
ISSN 1410-1998
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V P2TBDU & P2BGN -BA TAN Jakarta, 22 Febroari 2000perhitungan. Dalam metoda pengukuran LA yang melalui DEBU diukur dengan menggunakan TFM. Untuk memenuhi batas keselamatan baik di dalam EBU yang telah dimodifikasi maupun di seluruh teras maka hasil pengukuran laju alir perlu dianalisis. Metoda perhitungan yang dilakukan untuk menganalisfs daya maksimum reaktor yang diijinkan dilakukan dengan menggunakan program perhitungan termohidrolika
COOLOD-N.
TATA KERJA
Tata kerja terbagi pengukuran dan perhitungan.
dua
yaitu:1. Pengukuran
Pengukuran laju alir (LA)~ melalui OEBU yang disisipkan pada posisi iradiasi 0-9 dan E-4 dilakukan dengan cara mengukur besarnya perubahan laju alir elemen bakar di sekitar posisi penyisipan OEBU, dan di sekitar posisi iradiasi pusat yaitu di posisi 0-8, E-8, 0-5 dan E-5. Posisi pengukuran yang dimaksud dapat dilihat pada Gambar 2. Pengukuran LA di dalam OEBU maupun EB dilakukan dengan cara mengukur banyaknya putaran permenit (RPM=rotation perminute) dari turbine flow meter (TFM) yang masing-masing telah dipasang di bagian bawah OEBU dan EB. Selanjutnya dengan menggunakan tabel konversi akan diperoleh besarnya LA yang melalui OEBU dan EB.
Pengukuran pertama dilakukan dengan mengukur LA beberapa posisi EB tanpa adanya penyisipan OEBU. Pengukuran kedua dilakukan untuk mengukur LA di beberapa posisi EB dengan adanya penyisipan OEBU.
Langkah pengukuran dilakukan dengan cara mengganti EB di posisi yang
akan diukur dengan dummy elemen bakar
yang telah dilengkapi dengan TFM. Kemudian dialirkan pendingin yang dipasok oleh kombinasi dua buah pompa pendingin primer. Pengukuran LA melalui EB dilakukan secara bergantian.
2. Metode Perhitungan
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program perhitungan yang dari nilai batas keselamatan terhadap
instabilitas aliran, baik yang terjadi di dalam target (dalam hal ini target adalah EBU), maupun di seluruh teras reaktor RSG-GAS.
Analisis perhitungan pada EBU tipe A yang telah dimodifikasi telah dilakukan. Oalam modifikasi tersebut LA di dalam EBU diminimalkan dengan cara menutup sebagian luasan kanal pending in dan diberi lubang kecil (Iihat Gambar 1). Pada modifikasi ini kemampuan pendingin untuk pengambilan panas yang dibangkitkan oleh pelat-pelat EBU telah diperhitungkan. Hasil analisis perhitungan menyarankan agar EBU menggunakan diameter dalam nozel (IO=inside diameter) 47 ,8mm, seperti yang digunakan pada elemen bakar normal [3].
Untuk menguji hasi! perhitungan yang telah dilakukan, maka desain modifikasi EBU tipe A ini perlu diuji. BANTEK telah membuat dua buah EBU berbahan aluminium dalam ukuran yang sebenarnya, sehingga disebut dummy elemen oakar uji (OEBU=dummyelemen bakar uji). Tiga buah pelat aluminium yang berada di bagian tengah OEBU dapat diganti dengan pelat silisida. Selanjutnya kedua buah OEBU ini dipasangi turbine flow meter (TFM=turbine flow meter) dan masing-masing disisipkan di teras RSG-GAS pada posisi iradiasi 0-9 dan E-4. Laju alir pendingin yang mengalir melalui OEBU dan beberapa posisi elemen bakar dekat posisi iradiasi pusat (CIP=central irradiation position), diukur pada LA teras dengan mengoperasikan kombinasi dua buah pompa primer.
Adanya rencana iradiasi EBU di teras RSG-GAS akan berpengaruh pada keselamatan teras RSG-GAS. Oi satu sisi, pendingin yang melalui EBU dipersyaratkan mampu mengambil panas yang dibangkitkan oleh silisida dengan tingkat muat yang relatif tinggi (4,8 gU/cm3 dan 5,2 gU/cm3) dibandingkan dengan pembangkitan panas elemen bakar RSG-GAS. Oi sisi lain pendingin yang melalui teras harus mampu mendinginkan pembangkitan panas di dalam elemen bakar. Untuk menjamin pengoperasian reaktor yang aman, maka keduanya dibatasi dengan batas keselamatan yang berlaku di RSG-GAS yaitu batas keselamatan terhadap instabilitas aliran (S).
dilakukan
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V
P27BDU & P2BGN -BA TAN Jakarta, 22 Februari 2000
ISSN 1410-1998
paksa di dalam EBU dengan asumsi kondisi terparah. Dalam asumsi perhitungan digunakan faktor radial dan faktor aksial maksimum di posisi IP yang diperoleh dari hasil perhitungan neutronik teras silisida. Kanal pendingin di bagian masukan di sebelah kiri dan kanan pelat elemen bakar ditutup, sehingga tersisa 4 kanal pendingin di bagian tengah yang digunakan untuk pendinginan 3 buah pelat elemen bakar (Iihat Gambar 1). Diameter nozel di sisi luaran menggunakan ukuran normal 47,8 mm.
pengaruh adanya lubang-lubang kecil pada pelat penutup kanal masukan akan berpengaruh pada hilang tekan di dalam elemen bakar. Perhitungan pressure (total head loss). Laju alir pendingin melalui DEBU yang diperoleh dari hasil pengukuran digunakan sebagai data masukan perhitungan. Selanjutnya daya reaktor maksimum ditentukan dengan cara memilih batas keselamatan terhadap instabilitas aliran yang besarnya = 3,38. Nilai ini merupakan batas keselamatan minimum pada tingkat daya 30 MW (nominal power) yang diijinkan oleh SAR-RSG [4]. Analisis penyisipan kandidat EBU 3-pelat di posisi IP RSG-GAS dilakukan dengan cara "ang sarna untuk tingkat muat 4,8 gU/cm dan 5,2 gU/cm3.
yang dipasok oleh kombinasi dua buah pompa primer.
Seperti yang telah dijelaskan di alas bahwa pengukuran distribusi LA di dalam EB dilakukan mula-mula tanpa adanya penyisipan OEBU dan kemudian dengan adanya OEBU. Posisi elemen bakar yang diukur laju alirnya ada empat buah, posisi pengukuran ini sam a pada langkah kedua dan ditambah dengan pengukuran laju alir pendingin yang masing-masing melalui OEBU-1 dan OEBU-2. Adanya penyisipan OEBU di dalam posisi iradiasi menyebabkan terjadi perubahan LA di dalam elemen bakar pad a posisi 0-8, E-8, E-5 dan 0-5, besarnya perubahan LA masing-masing adalah -0,16, -0,17, -0,05, dan +0,06 kg/del. Perubahan ini terjadi karena sebagian aliran pendingin yang mendinginkan EB, mengalir melalui posisi IP yang berisi OEBU.
Perhitungan modifikasi dilakukan dengaf"! menggunakan harga laju alir pendingin tebakan. Untuk menguji analisis perhitungan modifikasi EBU 3-pelat, maka hasil pengukuran laju alir minimum yang diperoleh dari hasil pengukuran selanjutnya digunakan sebagai data masukan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program perpindahan panas yang sarna
(COOLOO-N).
HASIL DAN BAHASAN
1. Hasil Perhitungan
Hasil perhitungan karakteristik termohidrolika pada EBU menggunakan data hasil pengukuran, dirangkum dalam Tabel 2 dan Tabel 3. Perhitungan karakteristik termohidrolika Rada EBU dengan tingkat muat 4,8 gU/cm3 dan 5,2 9 U/cm3 dilakukan pad a kondisi terparah dengan suhu masukan kanal pendingin 44,5°C dan tekanan masuk ke teras sebesar 2,036 kg/cm2.
Dalam bab hasil dan bahasan ada dua hal yang perlu disampaikan, yang p~rtama yaitu hasil pengukuran laju alir sistem pendingin primer teras RSG-GAS yang melalui DEBU dan yang kedua adalah validasi dari perhitungan modifikasi desain EBU 3-pelat.
Pembangkitan panas di dalam teras reaktor didinginkan oleh aliran air pendingin 2. Hasil Pengukuran [5)
ISSN 1410-1998
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V P27BDU & P2BGN -BA TAN Jakalta, 22 Febroari 2000Faktor nuklir aksial menggunakan data perhitungan distribusi fluks aksial, sedangkan faktor radial sebesar 2,43 [6]. Faktor teknis terdiri dari faktor kenaikan suhu pendingin (Fb) 1,167, faktor kenaikan fluks panas (Fh) 1,200, faktor kenaikan suhu film (Ff) 1,260. Faktor ketidak pastian (Fu) 1,200. pengamatan dilakukan pada kanal terpanas (hot channel) Oari hasil perhitungan pad a modifikasi EBU, laju alir yang terukur pada nozel berdiameter normal dengan pengecilan luas tampang lintang alas adalah sebesar 3,776 kg/detik. Hasil pengukuran LA yang melalui OEBU dengan nomer identifikasi RI-UXBT1 di posisi 0-9 adalah sebesar 5,11 kg/detik dan OEBU dengan nomer identifikasi RI-UXBT2 di posisi E-4 adalah sebesar 5,434 k9/detik. Mengingat laju alir minimum di IP tanpa ad any? penyisipan OEBU adalah sebesar 3,459 kg/detik [7,8], maka jelas LA yang melalui OEBU ini telah mengurangi LA di posisi EB lainnya. Perbedaan antara hasil perhitungan modifikasi dan pengukuran ini terjadi karena pada modifikasi LA diperoleh dari tebakan dengan asumsi ilP sepanjang EBU sarna dengan ilP elemen bakar. Pada kenyataannya ilP sepanjang EBU lebih besar daripada ilP elemen bakar. Hal ini disebabkan karena sisi masukan kanal yang ditutup dan diberi lubang kecil-kecil memberikan tahanan aliran yang besar, sehingga kehilangan tekanan total di dalam EBU lebih besar daripada di dalam elemen bakar normal. Pembuatan kedua betas buah lubang kecil dengan diameter :t 0,5mm, Tabel 2: Hasil perhitungan termohidrolika EBU d,
PARAMETER I PEMBA
rO
~
Karena kecepatan pendlngln yangmeialul EB tidak sarna dengan yang melaluiEBU sehingga llc nya tidak sarna maka bataskeselamatan
teras yang mewakili EB lainnyaperlu diperhitungkan tersendiri. Bataskeselamatan
operasi reaktor diperhitungkandengan memvariasi pembangkitan dayareaktor. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4. Perhitungan dilakukandengan
memvariasi daya dari 22 MW sId 30MW. Dengan batasan keselamatan terhadap instabilitas aliran pad a pembangkitan daya nominal sebesar = 3,38. maka terlihat bahwadengan
laju alir minimum melalui elemenbakar, reaktor dapat dioperasikan hingga30MW.
24
25
26 22 23Pembangkitan daya
Daya reaktor (MW) Suhu, uC Tinlet T outlet T kelongsong Tmeat44,5
72,5
135,7
144,9
44,5
73,8 138,1 147,844,5
75,2
140,4
150,6
44,5
76,5
142,7
153,2
44,5
71,2
133,1
141,8
Kecepatan air pendingin Kecepatan (velocity), m/det Laju alir (flow rate), Kg/det.
7,65
5,11
7,63 5,117,63
5,11 7,645,11
7,655,11
2,036
1,042
1,0801
2,036
1,039
1,0823
2,0361,040
1,0815
2,036 1,041 1,08072,036
1,037
1,0831
Tekanan air pendingin, Kg/cm. P;nlet P outlet /).P Total EBU Batas keselamatan ~minimum
S = ll/llC
90,1
3,19
84,53,0
110,0
102,7
96,1
3,41
bertujuan agar aliran di bawah sisi masukan elemen bakar tidak mengalami stagnasi.
Kecepatan pendingin yang akan mendinginkan EBU-1 dan EBU-2 pada berbagai variasi daya, berkisar antara 7,63 m/detik (Tabel 2), hingga 8,13 m/detik (Tabel 3). Harga parameter pelepasan gelembung (buble detachment parameter = 1]c) kritis pada kecepatan pendingin sebesar ini adalah 28,2 W/cm3 oK [4] (Iihat Gambar 3). Parameter ini digunakan untuk menentukan batas keselamatan terhadap instabilitas aliran, dimana nilai batas keselamatan terhadap instabilitas aliran merupakan perbandingan antara parameter pelepasan gelembung pad a suatu titik dan harga kritisnya.
c J"
]
i
!ngan tingkat muat 4,8 9 U/cm3
IJG~~T~~_DA~~
~~~ (M~~ .::-
, -,--
I
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V
P27BDU & P2BGN -BA TAN Jakalta, 22 Februari 2000
ISSN 1410-1998
yang diijinkan dengan adanya penyisipan elemen bakar uji adalah 23 MW.
SIMPULAN
Analisis perhitungan termohidrolika dan keselamatan teras menggunakan hasil pengukuran distribusi laju alir memberikan simpulan bahwa:
Akibat modifikasi yang dilakukan pad a desain elemen bakar uji pada sisi masukan, memberikan hasil pengukuran laju alir pendingin melalui RI-UXBT1 di posisi 0-9 dan RI-UXBT2 di posisi E-4 teras RSG-GAS masing-masing sebesar 5,11 dan 5,43 kg/detik, hasil ini lebih besar daripada hasil modifikasi. Oisarankan agar RI-UXBT1 digunakan untuk pelat silisida dengan tingkat muat 4,8g U/cm3, sedangkan RI-UXBT2 digunakan untuk pelat silisida dengan tingkat muat 5,2g U/cm3. Posisi penyisipan hendaknya sarna dengan pad a saat pengukuran distribusi laju alir. Kecepatan pendingin di dalam kanal pendingin elemen bakar uji yang lebih tinggi daripada hasil modifikasi memberikan batas pengoperasian daya yang lebih tinggi.. Batas maksimum operasi daya dengan adanya penyisipan EBU adalah sebesar 23 MW.
Ditinjau dari sisi batasan keselamatan sesuai dengan SAR RSG-GAS, rencana penyisiRan EBU dengan tingkat muat 4,8 9 U/cm3 akan menyebabkan daya maksimum yang boleh dioperasikan adalah sebesar 24 MW. Batas pengoperasian daya ini lebih besar dibandingkan dengan hasil perhitungan modifikasi EBU dengan ukuran diameter nozel yang sarna, dimana daya maksimum yang boleh dioperasikan sebesar 23 MW. Hal ini disebabkan karena laju alir pendimngin yang melalui EBU hampir dua kali lipat dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari hasil perhitungan modifikasi.
Modifikasi yang dilakukan dengan menutup sebagian sisi masukan dengan pelat berlubang, terbukti berpengaruh besar pada kecepatan pendingin dan hilang tekan sepanjang kanal pendingin. Hal yang sarna terjadi pula pada penyisipan EBU dengan tingkat muat 5,2 9 U/cm3. Tingkat muat yang lebih tinggi menyebabkan batas pengoperasian daya maksimum hanya mencapai 23 MW.
Perbandingan antara hasil modifikasi dan hasil pengujian ditunjukkan dalam Tabel 5. Dengan batasan keselamatan terhadap instabilitas aliran yang telah ditentukan, hasil pengujian menunjukkan daya maksimum yang lebih tinggi daripada hasil modifikasi. Agar batas keselamatan memenuhi untuk setiap bahan bakar, maka daya maksimum
ISSN 1410-1998
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir V P27BDU & P2BGN -BA TAN Jakarta, 22 Februari 2000Tab~14: Hasil perhitun,qan termohidrolika batas keselamatan teras RSG-GAS PARAMETER PEMBANGKIT AN DAY A REAKTOR (MW)
22 23 24 25 26 27 28 29 30 Suhu, uC TNl/et T outlet T kek>ngsong Tineal 44,S 71,9 128,6 134,5 44,5 73,1 130,6 136,8 44,5 74,4 132,5 139,0 44,S 75,6 134,3 141,0 44,5 76,8 136,1 143,0 44,5 78,1 137,5 144,8 44,5 79,3 139,0 146,5 44,5 80,6 140,4 148,2 44,5 81,8 141,7 149,8
3.85
3,86 3,86 3,86 3,86 3,87 3,87 3,87 3,88 12,786 12,786 12,786 12,786 12.786 12,786 12,786 12,786 12,786 2,036 1,550 0,5658 2,036 1,550 0,5659 2,036 1,550 0,5659 2,036 1,550 0,5661 2,036 1,550 0,5660 2.036 1.550 0.5663 2,036 1,550 0,5663 2,036 1,550 0,5664 2,036 1,549 0,5665 Kecepatan air pendingin Kecepatan (velocity), m/detLaju alir (flow rate), Kg/det.
Tekanan air
pendingin, Kg/cm2
Pinlet
P outlet
~P Total elemen bakar
keselamatan 1] minimum S = 1]/1]C 125,2 5,67 117,9 5,33 111,2 5,03 105,0 4,75 99,3 4,49 94,1 4,26 89,2 4,04 84,6 3,83 80,4 3,64
Tabel 5. Batas keselamatan S dan daya reaktor max. yang diijinkan
I PARAMETER HASIL MODIFIKASI
HASIL PENGUJIAN
NOZEL-6.0UT
NOZEL-11.0UT
DEBU-1.0UT
DEBU-2.0UT
RSG3P OUTNama perhitungan
10 Nozel (mm)47,8
47,8
47,8
47,8
47,8
4,8
5,2
4,8
5,2
2,96
Tk. muat, 9 U/cm3 5,115,43
12,79
Laju alir, kg/det.
3,78
3,77
8,11
3,88
Kecepatan pendingin, m/det.
5,67
5,66
7,63
3,64
3,38
3.57
3,41
3,46
Batas keselamatan minimum
30
23
21
24 23Daya reaktor maksimum, MW
ISSN 1410-1998
-=
,
-i-J": ,-{"-;~ '.','" , , :. :.:;!J ;'i~\ ,~ '._'-;"V-..,~-!ti~;,~;,;!-"", '--:-b-'"" ..c -~~"'-'!,,~f
;':
~
-.
0 I 0 0 .In ~ . m 0 u; i iII
! [ .103~
"" 'M I Ii 0"iF-i;.:'~ _o","C ";j;o::,"~~;' "0,.
1- -II) II) N II--7075 ~ -76.1 ,
I'
---771Gambar 1. Tampang lintang atas elemen bakar uji silisida 3 pelat.
IK
G
B
10 9 8 7 5 3 2
Keteranaan :
B = Berytlium, BS+ = Berytlium Stopper dengan sum bat, AI = Alumminium Stopper tanpa sumbat, RI = Elemen Bakar, NS = Sumber Neutron 1,2,3, dst = Langkah Pemuatan Elemen Bakar
Gambar 2. Konfigurasi teras ke 37 RSG-GAS.
ISSN1410-1998
Prosiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuk/ir V P27BDU & P2BGN -BA TAN Jakarta, 22 Februari 2000~j
48.1'. 0 0 .. 95%.95% Volue 0 /' 0 1--1---"",0 0 I I 0 0 0 I I 0 8 I I , 0 00 ~ 0 0 10 32 / 24 0 0 00 000 .
e 00"
e. "
'"
" "~"
0 0 0 0 0 .I!-i Range ot Interest I I tor Hffi 30
0 eo 160 2..0 320 ..00 480 560 6~0 720 800 880 960 c..
Gambar 3. Parameter stabilitas 11 sebagai fungsi kecepatan pendingin.
UCAPAN TERIMA KASIH Bakar Uji", No. Ident.
TRR.TR.26.06.32.99, Desember 1999. [6]. LlEM PENG HONG et.al, "Fuel
Management Strategy for the New equilibrium Silicide Core Design of RSG GAS (MPR-30)", Nuclear Engineering and Design No. 180 pg 207-219,1998. [7]. M.D. ISNAINI. dkk, Laporan data teras 10
"pengukuran Distribusi Laju Alir Teras X RSG. G.A. Siwabessy" NO.IDENT RSG/EFT/94/03/T10.02/L, 24 Juni 1994. [8]. M.D. ISNAINI, KURNIA P. IMAN K.,
ASNUL S., "Verifikasi Harga Laju Alir Teras RSG-GAS Dengan Program CAUDVAP", Proceeding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar IPTEK Nuklir, PPNY-BATAN, Yogyakarta, 26-28 Mei 1998.
Pada
kesempatan
ini
penulis
mengucapkan terima
kasih kepada Ir.
Supardjo, MT dkk. yang telah bekerja sarna
dalam penyiapan DEBU, supervisor dan
operator RSG-GAS yang telah membantu
pelaksanaan pengujian dan kepada Ir. Iman
Kuntoro yang telah mengoreksi makalah ini.
PUSTAKA
[1]. LlEM PENG HONG, ENDIAH PH., "Analisis Neutronik dan Termohidrolika Elemen Bakar Uji Silisida Bermuatan Tinggi", Laporan Analisis No. Ident : RSG/FR/O1/97., PRSG-BATAN, 1997. [2]. ENDIAH PUJI HASTUTI, "Analisis Disain
Penyisipan Elemen Bakar Silisida Full Size dengan tingkat muat 4,8g U/cm3 dan 5,2g U/cm3 di Teras RSG-GAS: Aspek Termohidrolika", disampaikan pada presentasi IImiah Daur Bahan Bakar Nuklir 1998, Jakarta 1-2 Desember 1998. [3]. ENDIAH PUJI HASTUTI, Laporan Teknis "Analisis Keselamatan Termohidrolika Modifikasi Desain Elemen Bakar Uji Silisida Tipe A", No. Ident 0O1.DE.99.E.FR, Januari 1999.
[4]. Badan Tenaga Atom Nasional, "Safety Analysis Report", rev. 8, Oktober 1999. [5]. M.D. ISNAINI. Dkk., "Laporan Hasil
TANYAJAWAB Supardjo
.Berapa daya minimum dan maksimum uji bahan bakar U3Siz-AI muatan 4,8 & 5,2 gU/cm3 yang dapat dioperasikan ? .Apakah hasil penelitian ini merupakan
rekomendasi untuk dilakukan uji bahan bakar kedua tingkat muat tersebut ? Endiah Pudji Hastuti
.Dari hasil analisis terhadap pengujian laju alir yang melalui dummy elemen
ISSN 1410-1998
Langkah selanjutnya (penyisipan EBU berisi pelat silisida di RSG-GAS) sebaiknya menunggu persetujuan BAPETEN terhadap LAK yang akan diajukan.
adanya penyisipanl iradiasi elemen bakar silisida dengan tingkat muat tinggi adalah
23MW.
Hasil penelitian in; merupakan salah satu data dukung teknis dalam pembuatan LAK silisida dengan tingkat muat tinggi.