ANATOMI JANTUNG VERTEBRATA ANATOMI JANTUNG VERTEBRATA
LAPORAN PRAKTIKUM SPH 1 LAPORAN PRAKTIKUM SPH 1
yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SPH 1 yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SPH 1
dibina oleh
dibina oleh Sofia Ery Sofia Ery Rahayu, S.PRahayu, S.Pd, M.d, M.
Oleh : Oleh :
Kelompok 5 Offering H Kelompok 5 Offering H 1.
1. Nenes Nenes Prastita Prastita (170342615510))(170342615510 2.
2. Shania Shania Alifah Alifah Rahma Rahma (170342615(170342615591)591) 3.
3. Siti Siti Bachrotus Bachrotus Recha Recha N.F N.F (170342615509(170342615509))
UNIVERSITAS NEGERI MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI
April 2018 April 2018
1.1 Tujuan
1. Mempelajari anatomi jantung pada lima kelas vertebrata.
2. Membandingkan srtuktur anatomi jantung lima kelas vertebrata. 1.2 Dasar Teori
Jantung adalah organ berotot yang berkontraksi secara ritmis, memompa darah melalui sistem sirkulasi. Ventrikel kanan dan kiri memompa darah, masing-masing ke paru-paru dan bagian tubuh lain; atrium kanan dan kiri menerima darah, masing-masing dari tubuh dan vena pulmonalis. Dinding keempat bilik iantung terdiri atas tiga lapisan utama atau tunika: endokardium di dalam, miokardium di tengah; dan epikardium di 1uar (Mescher, 2009).
Endokardium terdiri atas selapis se1 epitel pipih/ yang berada di atas selapis tipis subendotel jaringan ikat longgar yang mengandung serat elastin dan kolagen selain sel otot polos. Yang menghubungkan miokardium pada lapisan subendotel adalah selapis jaringan ikat (yang sering disebut lapisan subendokardium) yang mengandung vena, saraf, dan cabang sistem penghantar-impuls jantung (Mescher, 2009).
Miokardium adalah tunika yang paling tebal di jantung dan terdiri atas sel-sel otot jantung yang tersusun berlapis-lapis yang mengelilingi bilik-bilik janfung
dalam bentuk pilinan yang rumit. Miokardium jauh lebih tebal di ventrikel ketimbang di atrium. Susunan sel-sel otot ini sangat bervariasi sehingga pada potongan jaringan, sel-sel tampak tersusun dalam berbagai arah (Mescher, 2009).
Bagian luar jantung dilapisi oleh epitel selapis gepeng (mesotel) yang ditopang oleh selapis tipis jaringan ikat yang membentuk epikardium. Lapisan jaringan ikat longgar subepikardium mengandung vena, saraf, dan banyak adiposit. Epikardium dapat disetarakan dengan lapisan viseral perikardium, yaitu membran serosa tempat jantung berada. Di antara lapisan viseral (epikardium) dan lapisan parietal, terdapat sejumlah kecil cairan pelumas yang memudahkan pergerakan jantung (Mescher, 2009).
1.3 Alat dan Bahan Alat:
1. Alat Bedah
2. Torso Jantung Mamalia 3. Torso Jantung Aves 4. Torso Jantung Reptil 5. Torso Jantung Amphibi 6. Torso Jantung Pisces Bahan: 1. Formalin 2. Kadal 3. Burung Dara 4. Ikan 5. Marmut 6. Kodok
1.4 Prosedur
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
Diambil jantung vertebrata yang akan diamati, kemudian dibelah menjadi dua bagian.
Dilakukan pengamatan pada kelima jantung tersebut secara bergantian sambil dibandingkan dengan mengamati torso
1.5 Hasil Pengamatan
No Gambar Pengamatan Gambar Literatur
1. Jantung pada Mamalia
Sumber : (Mescher, 2009) Keterangan: 1. Vena 2. Serambi kiri 3. Bilik kiri 4. Bilik kanan 5. Serambi kanan 6. Arteri 7. Septum 1 2 3 5 7 8 9 4 10 11 6
Keterangan: 1. Vena 2. Serambi kiri 3. Bilik kiri 4. Bilik kanan 5. Serambi kanan 6. Arteri 7. Serambi kiri 8. Serambi kanan 9. Bilik kiri 10. Bilik kanan 11. Septum 12. Serambi kanan 13. Serambi kiri 14. Bilik kanan 15. Bilik kiri 16. Septum 14 12 13 15 16
2. Jantung pada Aves Keterangan: 1. Aorta 2. Vena Cava 3. Atrium kiri Sumber: (Kardoong, 2008) Keterangan: 1. Aorta 2. Vena Cava 3. Atrium kiri
4. Ventrikel kiri dan kanan 5. Pectoral Artery and Vein
1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 5 1 2 3 4 5 2 6
4. Ventrikel kiri
5. Pectoral Artery and Vein 6. Septum 7. Ventrikel kanan 8. Atrium kanan 9. Atreri 10. Vena 11. Atrium kiri 12. Atrium kanan 13. Ventrikel kanan 14. Septum 15. Ventrikel kiri 3. Jantung Reptil Sumber: (Kardong, 2008) 1 2 4 5 6 7 2 6 5 3 7 3 1 4
Keterangan: 1. Serambi kanan 2. Serambi kiri 3. Arteri 4. Vena 5. Bilik kiri 6. Bilik kanan 7. Muscular ridge 8. Pembuluh darah 9. Jantung Keterangan : 1. Serambi kanan 2. Serambi kiri 3. Arteri 4. Vena 5. Bilik kiri 6. Bilik kanan 7. Muscular ridge 4. Jantung Amphibi Keterangan: 1. Pembuluh darah 2. Jantung 3. Serambi kanan 4. Serambi kiri 5. Arteri 6. Vena 7. Bilik 8 9 6 3 7 4
Keterangan: 1. Pembuluh darah 2. Jantung 3. Serambi kanan 4. Serambi kiri 5. Arteri 6. Vena 7. Bilik Sumber : Kotpal, 2010 5. Jantung pada Pisces
Sumber : Korpal, 2010. 2 1 1 2 5 6
1.6 Analisis Data dan Pembahasan
Dalam praktikum kali ini kami mengamati lima macam jantung vertebrata. Yakni mamalia, aves, reptil, amphibi, dan pisces. Kami mengamati dari torso jantung mamalia dan juga awetan jantung asli lima kelas vertebrata.
Jantung merupakan organ utama sistem sirkulasi darah, yang memompa darah di seluruh tubuh dan memberi kekuatan yang membuat nutrien
Keterangan : 1. Serambi 2. Bilik 3. Pembuluh darah 4. Jantung 5. Sinus venosus 6. Corpus arterioles Ketrangan : 1. Serambi 2. Bilik 3. Pembuluh darah 4. Jantung 5. Sinus venosus 6. Corpus arterioles 4 3
meninggalkan kapiler dan memasuki jaringan. Arteri elast in besar meninggalkan jantung dan bercabang membentuk arteri muskular. Arteri-arteri tersebut bercabang lebih lanjut dan memasuki organ, tempat arteri ini bercabang lebih lanjut membentuk arteriol. Arteriol ini bercabang lebih lanjut menjadi pembuluh terkecil, kapiler, yaitu tempat pertukaran antara darah dan jaringan sekitar. Kapiler kemudian bertemu membentuk venula, yang lalu bergabung menjadi vena kecil dan vena berukuran sedang. Vena-vena ini meninggalkan organ, membentuk vena yang lebih besaryang akhirnya membawa darah kembali ke jantung (Mescher, 2009).
Pada torso mamalia terihat ada 4 ruang jantung, yaitu atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Lalu juga terdapat sekat yang membatasi ruang jantung yang disebut dengan septum. Terlihat pula berbagai pembuluh darah, seperti aorta (arteri) dan vena. Ruang-ruang jantung memiliki sekat yang sudah sempurna. Dinding jantung bagian bawah terlihat lebih tebal daripada dinding jantung bagian atas. Lalu terlihat pula adanya katup antara atrium dan ventrikel. Dan pada awetan jantung mamalia (marmut), terlihat pula bagian atrium dan ventrikel, namun tidak begitu jelas, hal ini terjadi akibat prosedur peotongan yang kurang baik, sehingga jantung tidak teriris dengan sempurna.
Jantung mamalia terdiri atas empat ruang. Atrium menerima darah yang masuk ke dalam jantung melalui dan hanya memompa darah ke dalm ventrikel. Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh septum interatrial. Ventrikel lebih berotot dibandingkan atrium dan kontraksinya lebih kuat, untuk memompa darah keluar dari jantung. Atrium berhubungan dengan ventrikel melalui katup atrioventrikuler yang terdiri dari katup biskuspidalis (menghubungkan ventrikel kiri dan atrium kiri), dan katp trikuspidalis (menghubungkan atrim kanan dan ventrikel kanan) (Tenzer dkk, 2003).
Pada torso jantung, bagian-bagiannya serupa dengan jantung yang dimilik oleh mamalia. Yakni terdiri dari empat ruang yang terpisah sempurna. Empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Begitu pula juga terlihat septum dan pembuluh darah.
Namun, burung cenderung memiliki hati yang lebih besar daripada mamalia (relatif terhadap ukuran tubuh dan massa). Hati burung yang relatif
besar mungkin diperlukan untuk memenuhi tuntutan metabolisme yang tinggi saat terbang. Di antara burung, burung yang lebih kecil memiliki hati yang relatif lebih besar (relatif lagi terhadap massa tubuh) daripada burung yang lebih besar. Hummingbirds memiliki hati terbesar (relatif terhadap massa tubuh) dari semua burung, mungkin karena melayang-layang membutuhkan banyak energi (Butler
dan Jones, 1977).
Ruang jantung aves dan mamalia terpisah secara sempurna. Adanya sekat pemisah ini tidak memungkinan terjadinya percampuran darah dalam jantung. Pemisahan yang sempurna antara darah yang menuju ke paru-paru dan darah yang menuju ke selurh tubuh sangat penting, karena aves dan mamalia mempunyai aktivitas yang lebih besar dibandingkan vertebrata yang lebih rendah. Hal ini juga memungkinkan letak kepala berada jauh di atas jantung (Tenzer dkk, 2003).
Pada reptil, kami mengamati torso jantung buaya dan torso jantung kura-kura, serta awetan jantung kadal. Pada torso jantung buaya, tampak empat ruang jantung yang terpisah dengan sempurna. Sedangkan pada torso jantung kura-kura memang telihat adaya empat ruang jantung, namun tiak terpisah dengan sempurna. Dan untuk awetan jantung kadal, bagian jantung tidak tampak jelas, karena ukuran jantung kadal yang kecil sehingga sulit untuk diamati.
Jantung reptil menunjukkan bagian yang lebih kompleks daripada amfibi, menjadi lebih kuat berotot. Ini menunjukkan dua antrim dan dua ventrikel. Di sebagian besar reptil, sebagian ventrikel dibagi oleh septum interatrial yang tidak lengkap, yang mengurangi pencampuran oksigen dan darah terdeoksigenasi. Pada buaya, terdapat septum lengkap sehingga menampakkan 4 ruang jantung, memiliki dua atrium dan dua ventrikel. Namun demikian, pemisahan lengkap darah oksigenasi dan terdeoksigenasi tidak tercapai. Aorta
sistemik kanan dan kiri, membawa darah arteri dan vena, masing-masing, bergabung untuk membentuk aorta dorsal di mana keduadarah bercampur
sebelum didistribusikan (Kotpal, 2010).
Reptilia merupakan kelas vertebrata pertama yang hidup di darat (terestrial). Kebanyakan reptilia mempunyai jantung dengan tiga ruang, yaitu dua atrium yang terpisah secara sempurna dan satu ventrikel. Ventrikel
dipisahkan oleh septum interventrikuler yang tidak sempurna mulai dari bagian apeks sampai bagian tengah. Pada buaya dan aligator, ventrikel terbagi secara sempurna menjadi bagian kiri dan kanan, sehingga jantungnya terdiri dari empat ruang (Tenzer dkk, 2003).
Pada pengamatan jantung amphibi, pada torso nampak jantung terdiri dari tiga ruang, dengan sekat yang tidak sempurna. Lalu pada jantung awetan juga nampak adanya tiga ruang jantung. Yang dimana septum hanya terdapat untuk memisahkan atrium. Sehingga jantung pada amphibi terdiri atas dua atrium dan satu ventrikel.
Pada amphibi, atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh septum interatrium, suatu membran tipis yang tersusun dari jaringan ikat dan endotelium. Darah yang miskin O2dari seluruh tubuh dibawa oleh vena cava
memasuki jantung melalui atrium kanan (posisi sinus venosus hanya di bagian anterior atrium kanan) (Tenzer dkk, 2003).
Umumnya, pada amfibi dengan paru-paru fungsional, dimana jantung termasuk sinus venosus, atrium kanan dan kiri dipisahkan oleh anatomis lengkap septum interatrial, ventrikel tidak memiliki subdivisi internal, dan arteriosus konus dengan katup spiral. Kecuali pada salamander dari genus Siren, yang memiliki septum interventrikular parsial, amfibi temasuk unik di antara vertebrata, karena tidak memiliki bagian internal dalam ventrikel (Kardong, 2008).
Pada Pisces, torso jantung terdiri atas dua ruang. Yaitu terdiri atas satu atrium dan satu ventrikel. Namun pada awetan jantung ikan yang telah diiris menjadi dua bagian, struktur jantung kurang terlihat. Hal ini mungkin terjadi akibat ukuran jantung ikan yang memang relatif kecil dan proses pemotongan yang kurang tepat.
Jantung pisces, merupakan jantung yang sederhana, terdiri dari sinus venosus, sebuah atrium dan sebuah ventrikel yang tersusun secara seri. Sinus venosus berdinding tipis, mengandung sedikit otot dan banyak jaringan ikat fibrosa. Atrium berukuran besar, merupakan kantong berotot yang berdinding tipis, sedangkan dinding ventrikel berotot dan dangat tebal. Di antara atrium dan ventrikel terdapat katup yang berfungsi untuk mencegak berbaliknya darah
kedalam atrium. Kontraksi oto atrium menyebabkan darah mengalir ke ventrikel. Selanjutnya, ventrikel akan memompa darah meninggalkan jantung menuju ke arteri yang akan membawa darah ke insang untung mengalami oksigenasi dan pelepasan CO2. Ujung anterior ventrikel memanjang sebagai tabung berotot
dengan diameter kecil yang dikenal sebagai konus arteriosus. Serangkain katup semilunaris terdapat pada konus arteriosus untuk mencegah berbaliknya darah ke dalam jantung. Dipnoi (ikan paru-paru) merupakan vertebrata pertama yang memiliki jantung dengan tiga ruangan. Pada golongan ikan ini atrium menjadi bagian kiri dan kanan tetapi sekat pemisahnya belum sempurna (Tenzer dkk,
2003).
1.7 Kesimpulan
1. Secara umum, jantung kelima kelas vertebrata terdiri atas bagian atrium (serambi) dan ventrikel (bilik). Atrium dan ventrikel dipisahkan oleh katup. Sedangkan untuk memisahkan jantung bagian kanan dengan jantung bagian kiri dibatasi oleh septum.
2. Untuk kelas pisces, jantungnya terdiri atas 2 ruang yang terdiri dari 1 atrium dan 1 ventrikel dan dilengkapi dengan katup semilunaris. Namun pada dipnoi (ikan paru-paru) memiliki jantung tiga ruang. Amphibi memiliki 3 ruang jantung yaitu
2 atrium dan 1 bilik. Bilik tersebut terdapat sekat yang masih belum sempurna sehingga darah bersih dan kotor kemungkinan dapat bercampur. Jantung pada kelas reptil umumnya memiliki 3 ruang (2 atrium dan 1 ventrikel) dikarenkan sekat pada bilik masih belum sempurna. Namun, ada reptil yang sudah memiliki 4 ruang dengan sekat yang sempurna yaitu pada buaya. Pada aves jantungnya terdiri atas 4 ruang ( 2 atrium dan 2 ventrikel). Ukuran jantung aves lebih besar (relatif terhadap ukuran tubuh dan massa) dibanding keempat kelas vertebrata dikarenakan membutuhkan energi yang lebih banyak saat terbang. Sedangkan mamalia memiliki jantung yang sudah terpisah sempurna dengan 2 atrium dan 2 ventrikel.
Daftar Rujukan
Butler, P. J., N. H. West, and D. R. Jones. 1977. Respiratory and cardiovascular responses of the pigeon to sustained, level flight in a wind tunnel. Journal of Experimental Biology, 71:7-26.
Kardong, K.V. 2008. Vertebrates: Comparative Anaomy, Fuction, Evolution. USA : McGraw−Hill Companies, Inc
.
Kotpal, R.L. 2010. Modern Text Book of Zoology. Meerut: Meerut Collage.
Mescher, Anthony L.2009. Junqueira’s Basic Histology: Text & Atlas. USA: McGraw Hill Companies.