• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Toksikologi: Studi tentang Keracunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prinsip Toksikologi: Studi tentang Keracunan"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Prinsip Toksikologi:

Studi tentang Keracunan

Ref. Elizabeth Casarez

Department of

Pharmacology and Toxicology

University of Arizona

(2)

Mempelajari efek toksin pada

organisme hidup

• Efek

– ada perubahan dari kondisi normal

– tergantung kosentrasi komponen aktif, target,

dan waktu

• Toksin/racun

– agen mampu menghasilkan respons

(3)

Lanjutan slide 2

• Organisme hidup

– lokasi target jaringan berair

– dapat menyimpan bahan kimia, dan

– enzym

(4)

Apa toksin?

• semua bahan kimia adalah racun;

• tidak ada yang bukan racun;

• tingkat keracunan dan penyembuhan

berbeda tergantung dosis.

(5)

Dosis

Jumlah bahan kimia masuk kedalam tubuh

Ukuran mg bahan kimia/kg BB

Berat=

mg/kg

Dosis tergantung

* konsentrasi lingkungan

* karakteristik toksin

* frekuensi ekspose

* lama ekspose

(6)

Apa Respon?

Tingkat respon (reaksi)

tergantung dosis dan organisme

• Perubahan dari kondisi normal menjadi

tidak normal;

• Terjadi pada molekul, sel, organ, dan

memberikan gejala tertentu

(7)

Lanjutan slide 6

• Gejala tidak normal bersifat

– lokal vs. sistemik

– reversible vs. iirreversible

– segera vs. perlahan

– bertingkat vs. sekaligus

– tingkat kerusakan sama vs. semua kerusakan

tidak sama

(8)

Hubungan dosis-respon:

Dosis racun naik, respon naik

.

2

3

4

0

1

DOSIS

RESPON

0-1 NO AEL

2-3 Linear Range

4 Maximum Response

DOSIS MENENTUKAN

(9)

LD

50

• Jumlah respon bertahap bila dilihat dari data

populasi.

• Proporsi kumulatif respon di gambarkan

dengan dosis dan angka bervariasi

• Pada respon kematian disebut dosis letal ,

50% dari populati: LD

50

• Toksin berbeda bisa dibandingkan dosis

letal

(10)

LD

50

bahan kimia

Chemical

LD

50

(mg/kg)

Ethyl Alcohol

10,000

Sodium Chloride

4,000

Ferrous Sulfate

1,500

Morphine Sulfate

900

Strychnine Sulfate

150

Nicotine

1

Black Widow

0.55

Curare

0.50

Rattle Snake

0.24

Dioxin (TCDD)

0.001

Botulinum toxin

0.0001

(11)

Cara masuk toksin dalam tubuh

• Rute dan lokasi

– Ingesgtion : melalui saluran pencernakan

– Inhalasai: melalui pernapasan, paru-paru

– Permukaan kulit (Dermal/Topical )

– Injection melalui suntikan

• intravenous,

• intramuscular,

• intraperitoneal

(12)

Lanjutan slide 11

• Efektifnes cara masuk toksin dalam tubuh

berurutan:

– Intravenous

– Inhalasi

– Ip

– Im

– Ingest

– topical

(13)

Waktu lama paparan

Akut

< 24 jam 1 paparan

Subakut

1 ml

dosis berulang

Subakut

1-3bl dosis berulang

Kronik

> 3bl dosis berulang

Waktu lama, jumlah recun dalam tubuh

terakumulasi, terdistribusi, bahkan dapat

mengalami mekanisme pembuangan

(14)

ADME:

Absorpsi, Distribusi,

Metabolisme, dan Exskresi

• Begitu organisme hidup terpapar toxin,

kemudian masuk ke dalam tubuh dan ke

lokasi target dalam bentuk aktif untuk dapat

(15)

Lanjutan slide 14

• Badan mempunyai daya tahan:

– Membrane untuk menghambat: pasif dan

memfasilitasi difusi; aktif tranportasi

– Biotransformasi enzym, antioxidants

– Mekanisme eliminasi

(16)

Absorpsi:

kemampuan bahan kimia masuk

darah dan mencapai keseimbangan

dengan jaringan

(darah berada pada keseimbangan dalam tisu)

• Inhalasi—gas terisap masuk paru alveoli

terus ke darah

. Permukaan alveolar yang besar,

aliran darah lebih banyak, dan lebih mudah

(17)

Lanjutan slide 16

• Masuk melalui saluran pencernakan—

absorpsi melalui makanan dalam lambung (asam),

usus (waktu kontak lama, permukaan luas--villi;

merupakan alat transportasi ke lokasi lain)

– Efek pertama melalui dan dipengaruhi oleh

fungsi liver/hati (bisa modifikasi)

• Penyerapan melalui kulit (dermal-

absorption

stratum corneum), melalui dermis; kondisi dan

lokasi pada kulit.

(18)

Distribution:

proses di mana bahan kimia(racun)

mengalami translokasi dalam tubuh

• Darah membawa racun dari tempat di mana

bereaksi, menyimpan, transformasi organ,

dan kemampuan eliminasi.

• Kecepatan distribusi tergantung:

– Aliran darah

– Karakteristik toksin (afinity pada jaringan, dan

koefisien partisis)

(19)

Lanjutan slide 18

Penyimpanan dan keterikatan (Binding)

• Penyimpanan pada jaringan adipose.

DDT (lipophylic tersimpan dalam lemak).

• Kecepatan mobilisasi lemak, pembakaran

(starvation) mempercepat konsentrasi

(20)

Lanjutan slide 19

• Penyimpanan pada tulang—bahan kimia

seperti Calcium--Fluoride, Lead, Strontium

• Pengikatan pada protein plasma

• Ini dapat diletakan pada komponen jaringan

dalam tubuh.

• Hanya bagian eksresi bebas dari pengaruh

jelek.

(21)

Target Organ:

efek racun tergantung kosentrasi

komponen aktif yang ada pada

target organ dalam waktu cukup

lama

• Tidak semua organ menerima efek sama,

tergantung:

– suceptibilitas pada target organ

– kosentrasi komponen aktif

(22)

Lanjutan slide 21

• GINJAL-aliran darah tinggi, kosentrasi kimia

• PARU-aliran darah tinggi

, lokasi paparan

• SYARAF (Neurons) –tergantung oksigen

kerusakan yang

irreversible

• MYOCARDIUM-tergantung oksigen

• BONE MARROW, mukosa internal dan

(23)

Lokasi Target:

Mekanisme

• Efek racun terjadi pada molekul, sel, organ,

dan organisme

• Molekul, kimia berinteraksi dengan

– proteins

– lemak

– DNA

(24)

Lanjutan slide 23

• Sel, kimia dapat

– mempengaruhi penerimaan dan pengikatan

– mempengaruhi fungsi membrane

– mempengaruhi produksi energi dari sel

– membentuk ikatan biomolekul

(25)

Exskresi

:

Toksin dikeluarkan dari tubuh

melalui beberapa jalan

• Saluran air kencing

– Produk yang larut dalam darah oleh ginjal

disaring kemudian dikeluarkan melalui saluran

air kencing

• Penguapan

(26)

Lanjutan slide 25

• Exskresi melalui fecal

• Komponen dapat di ekskresi oleh hati dan

dikeluarkan melalui bile. Bile menyalurkan

ke usus kecil dan mengeluarkan feces

– lendir (milk)

– keringat

– cairan (saliva)

(27)

Lanjutan slide 26

• Tujuan—membuat racun lebih larut air dan mudah

dikeluarkan

– Mengurangi daya larut lemak

--> mengurangi jumlah pada target

– Meningkatkan ionisasi

--> meningkatkan ekskresi

--> Mengurangi toksisitas

• Bioaktivasi –

Biotransformasi menghasilakn

pembentukan reaksi metabolisme

(28)

Biotransformasi (Metabolisme)

• Dapat mempengaruhi efek dengan cepat

membersihkan dari komponen beracun

• Dapat terjadi di setiap tempat selama perjalanan

komponen dari absorpsi dampai exskresi

(29)

Lanjutan slide 28

Bahan kimia

Tanpa

Metabolisme

Dengan

Metabolisme

Ethanol

4 mgg

10mL/jam

Phenobarbital 5 bulan

8 jam

(30)

Biotransformasi

• Organ tubuh penting dalam biotransformation

– HATI (tinggi)

– PARU, GINJAL, SALURAN PENCERNAKAN

(sedang)

– LAINYA (rendah)

• Cara Biotransformasi

* Fase I—membuat toksin lebih larut air

* Fase II---menyalurkan ke jaringan dalam tubuh

(conjugation)

(31)

Kerentanan Individu

--bisa bervariasi

10-30 tingkatan

respons terhadap toksin pada populasi

• Genetik spesies; Variasi jenis; variasi

individu; ( ekplorasi antara mamal melalui

mekanisme yang sama)

(32)

Lanjutan slide 31

• Gender

(gasoline nephrotox pada tikus laki saja)

• Umur—muda (old too)

– Melalui mekanisme exksresi

– Melalui biotransformasi enzymes

– Melalui hambatan darah pada otak

(33)

Suseptibiliti

• Umur -tua

– Perubahan saluran pencernakan, exskresi ,

fungsi metabolism, gemuk badan

• Status nutrisi

• Kondisi kesehatan

• Ekpose yang lalu/sekarang

– additive

– antagonistic

– synergistic

(34)

Kesimpulan

Toksikologi:

• Exposure + Hazard = Risk

• Semua bahan kimia dapat beracun

• Dosis menentukan response

(35)

Lanjutan slide 34

• ADME

– Absorsi

– Distribusi

– Metabolisme

– Exsskresi

• Efek tergantung dari kosentrasi komponen aktif

bahan kimia, berada di mana, dan lokasi dan

waktu

• Bioactivasi: komponen metabolisme reaktif

• Variasi individu organisme berefek ADME

26/01/2016 Prinsip Dasar Toksikologi Sumengen Sutomo

Referensi

Dokumen terkait

Pengamatan pada percobaan antar lokasi lahan kering di bawah intensitas cahaya matahari penuh dilakukan terhadap karakter morfologi, vegetatif, hasil, komponen hasil dan bahan

Pengamatan pada percobaan antar lokasi lahan kering di bawah intensitas cahaya matahari penuh dilakukan terhadap karakter morfologi, vegetatif, hasil, komponen hasil dan bahan

Rokok mengandung zat kimia seperti nikotin, karbon monoksida, ammonia, formaldehida, tar dan lain-lain. Bahan aktif utama adalah nikotin yang memberi efek akut dan tar memberi

Membahas sifat kimia, biosintesis dan perubahan sifat kimia komponen bioaktif dalam bahan pangan selama proses pengolahan dan penyimpanan, serta bioavailability yang

Bahan baku merupakan komponen penting dari keseluruhan proses operasi perusahaan sehingga penanganannya menjadi signifikan dalam penentuan lokasi usaha. Bahan baku utama yang

❑ Keracunan dapat bersifat akut yaitu efek segera muncul pada saat terpapar atau terkena bahan toksik dalam waktu singkat dan akan hilang setelah paparan bahan kimia beracun

Efektivitas Kerja pegawai, adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai yang telah diharapkan, dimana pelaksanaan suatu tugas ditandai baik atau tidak

Salah satu upaya untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan insektisida kimia adalah dengan menggunakan insektisida biologis dengan bahan aktif