• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1,2,3 SEVILLA EATLAH.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1,2,3 SEVILLA EATLAH.docx"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 Gambaran Gambaran Umum Umum Objek Objek PenelitianPenelitian 1.1.1

1.1.1 Gambaran Gambaran Umum Umum PerusahaanPerusahaan Eatlah merupakan salah satu pelopor

Eatlah merupakan salah satu pelopor salted egg salted egg yang telah menjadi sasaranyang telah menjadi sasaran  bagi kaum

 bagi kaum remaja remaja saat saat ini. ini. MenuMenu salted  salted eggegg di era sekarang memiliki peminat yangdi era sekarang memiliki peminat yang cukup signifikan. Melihat dengan adanya varian menu makanan dengan olahan cukup signifikan. Melihat dengan adanya varian menu makanan dengan olahan  salted

 salted eggegg yang menggiurkan, tak sedikit masyarakat yang mengkonsumsi makananyang menggiurkan, tak sedikit masyarakat yang mengkonsumsi makanan tersebut. Eatlah merupakan sebuah inovasi dan kreativitas karya anak bangsa.

tersebut. Eatlah merupakan sebuah inovasi dan kreativitas karya anak bangsa.

Rizky Fernandes salah satu dari pendiri eatlah memiliki harapan merk Rizky Fernandes salah satu dari pendiri eatlah memiliki harapan merk makanan yang berasal dari Indonesia tidak hanya diterima di dalam negeri saja, makanan yang berasal dari Indonesia tidak hanya diterima di dalam negeri saja, melainkan juga di kancah internasional. Memulai awal karirnya dengan membuka melainkan juga di kancah internasional. Memulai awal karirnya dengan membuka satu

satu outletoutlet makanan di bulan Juni 2016 dan di daerah Jl. MH Thamrin, Plazamakanan di bulan Juni 2016 dan di daerah Jl. MH Thamrin, Plaza Indonesia,

Indonesia, Lantai Lantai 5, 5, Jakarta PuJakarta Pusat. sat. Dan Dan saat ini,saat ini, Eatlah Eatlah telah memiliki 6telah memiliki 6 outlet outlet  termasuk yang telah ada

termasuk yang telah ada di Bandung.di Bandung.

Eatlah buka setiap hari, pada hari Senin s.d. Jumat & Minggu buka dari pukul Eatlah buka setiap hari, pada hari Senin s.d. Jumat & Minggu buka dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 22.00 sedangkan pada hari Sabtu buka dari pukul 11.00 11.00 sampai dengan pukul 22.00 sedangkan pada hari Sabtu buka dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 23.00. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari harga sampai dengan pukul 23.00. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari harga Rp 35.000 s/d Rp 55.000 untuk makanan, dan dari harga Rp 5.000 s/d Rp 15.000 Rp 35.000 s/d Rp 55.000 untuk makanan, dan dari harga Rp 5.000 s/d Rp 15.000 untuk minuman. Eatlah juga memiliki camilan yang diolah dengan saus

untuk minuman. Eatlah juga memiliki camilan yang diolah dengan saus salted egg salted egg asli olahan dari perusahaan Eatlah yang dibandrol dengan harga Rp 30.000 /

asli olahan dari perusahaan Eatlah yang dibandrol dengan harga Rp 30.000 / pcs pcs-nya.-nya. (sumber: hasil wawancara dengan

(sumber: hasil wawancara dengan  Leader  Leader  Eatlah Bandung, 2018). Eatlah Bandung, 2018).

1.1.2 Profil 1.1.2 Profil Jenis

Jenis Usaha Usaha : : MakananMakanan  Nama Perusahaan

 Nama Perusahaan : Eatlah: Eatlah  Nama Pemilik

 Nama Pemilik : Hendy dan Kiki Supra: Hendy dan Kiki Supra Lokasi

Lokasi : : Jl. Jl. Pasir Pasir Kaliki Kaliki No.175 No.175 Kota Kota Bandung, Bandung, Jawa Jawa Barat.Barat. Telepon

(2)
(3)

1.1.3

1.1.3 Visi Visi dan dan MisiMisi Visi :

Visi : Menjadikan menuMenjadikan menu salted egg salted egg dengandengan brandbrand EatlahEatlah terkenal di dalamterkenal di dalam negeri dan mancanegara.

negeri dan mancanegara. Misi :

Misi :

-- Memperkenalkan menuMemperkenalkan menu salted egg salted egg di kalangan masyarakat.di kalangan masyarakat. --  Branding Branding menumenu salted egg salted egg menjadi terkenal pada masyarakat.menjadi terkenal pada masyarakat.

Sumber: Leader

Sumber: Leader EatlahEatlah BandungBandung (15 Juli, 2018) (15 Juli, 2018) 1.1.4

1.1.4 Logo Logo PerusahaanPerusahaan

Makna dari logo Eatlah dapat dilihat dari gambar dibawah bahwa sebenarnya Makna dari logo Eatlah dapat dilihat dari gambar dibawah bahwa sebenarnya ada 2 kalimat yang tertera sebelum kata eatlah yaitu

ada 2 kalimat yang tertera sebelum kata eatlah yaitu ‘no more diet, no more bullshit,‘no more diet, no more bullshit,  just

 just eatlaheatlah’ ’ . Maksud dari kalimat itu sendiri berarti ‘tidak perlu diet, tidak perlu ribet,. Maksud dari kalimat itu sendiri berarti ‘tidak perlu diet, tidak perlu ribet, langsung makan saja’.

langsung makan saja’.

Gambar 1.1 Gambar 1.1

Logo Perusahaan Eatlah Logo Perusahaan Eatlah Sumber 

(4)

1.1.5

1.1.5 Struktur Struktur Organisasi Organisasi EatlahEatlah

Gambar 1.2 Gambar 1.2

Struktur Organisasi Eatlah Bandung Struktur Organisasi Eatlah Bandung Sumber: Leader

Sumber: Leader Eatlah Bandung (15 Juli 2018)Eatlah Bandung (15 Juli 2018) 1.1.6

1.1.6 Produk Produk EatlahEatlah 1.

1. Salted Egg ChickenSalted Egg Chicken Menu

Menu salted egg  salted egg chickenchicken merupakan salah satu menu yang dijual dimerupakan salah satu menu yang dijual di Eatlah.

Eatlah. Menu yang satu ini adalah menu yang sering dipesan oleh paraMenu yang satu ini adalah menu yang sering dipesan oleh para konsumen pecinta ayam.

konsumen pecinta ayam. 2.

2. Salted Egg Jumbo ChickenSalted Egg Jumbo Chicken

Dalam menu yang satu ini, eatlah menyajikan

Dalam menu yang satu ini, eatlah menyajikan  salted  salted egg egg chickenchicken dalam versi jumbo yang berarti dalam jumlah banyak. Menu ini menjadi dalam versi jumbo yang berarti dalam jumlah banyak. Menu ini menjadi  pilihan

 pilihan utama utama bagi bagi para para konsumen konsumen yang yang mampu mampu memakan memakan makanan makanan dalamdalam  jumlah besar.

 jumlah besar. 3.

3. Salted Egg Dory FishSalted Egg Dory Fish

Salted egg dory fish

Salted egg dory fish adalah menu yang menjadi pilihan utama paraadalah menu yang menjadi pilihan utama para  pecinta

 pecinta ikan. ikan. Pada Pada menu menu ini, ini, para para konsumen konsumen bisa bisa memanjakan memanjakan lidahnyalidahnya dengan

dengandory fishdory fish yang disiram sausyang disiram saus salted egg  salted egg .. 4.

4. Salted Egg Jumbo Dory FishSalted Egg Jumbo Dory Fish

Menu andalan yang satu ini sangat cocok untuk konsumen yang Menu andalan yang satu ini sangat cocok untuk konsumen yang memang pecinta ikan dory yang isinya lebih banyak dibandingkan dengan memang pecinta ikan dory yang isinya lebih banyak dibandingkan dengan

(5)

Dalam variasi menu satu ini, merupakan terobosan inovasi terbaru Dalam variasi menu satu ini, merupakan terobosan inovasi terbaru dari Eatlah. Dimana Eatlah tidak hanya menyediakan menu makanan dengan dari Eatlah. Dimana Eatlah tidak hanya menyediakan menu makanan dengan olahan saus

olahan saus salted  salted egg,egg, tetapi juga memanjakan lidah para konsumen yangtetapi juga memanjakan lidah para konsumen yang suka akan olahan sambal.

suka akan olahan sambal.

1.2

1.2 Latar Latar Belakang Belakang MasalahMasalah

Indonesia kaya akan kuliner nusantara yang memiliki cita rasa tersendiri di Indonesia kaya akan kuliner nusantara yang memiliki cita rasa tersendiri di setiap daerahnya. Ditinjau dari berbagai macam makanan yang telah ada, setiap daerahnya. Ditinjau dari berbagai macam makanan yang telah ada, masyarakat semakin pintar dalam mengkolaborasikan rempah khas indonesia masyarakat semakin pintar dalam mengkolaborasikan rempah khas indonesia dengan masakan barat. Salah satu terobosan resep makanan tersebut adalah

dengan masakan barat. Salah satu terobosan resep makanan tersebut adalah salted salted egg chicken

egg chicken. Dimana bahan utama dari makanan ini adalah telur asin yang. Dimana bahan utama dari makanan ini adalah telur asin yang  bermula

 bermula dari dari kegemaran kegemaran masyarakat masyarakat Singapura Singapura mengonsumsi mengonsumsi kudapan kudapan ini. ini. DanDan sejak 1300 tahun silam, metode dalam mengawetkan telur bebek dengan garam sejak 1300 tahun silam, metode dalam mengawetkan telur bebek dengan garam sering dilakukan oleh masyarakat Tiongkok. Tak perlu menunggu lama, menu sering dilakukan oleh masyarakat Tiongkok. Tak perlu menunggu lama, menu unik yang satu ini langsung melejit di dunia per-kulineran dan mampu menyihir unik yang satu ini langsung melejit di dunia per-kulineran dan mampu menyihir lidah masyarakat Indonesia. Tren menu

lidah masyarakat Indonesia. Tren menu Salted EggSalted Egg  berawal  berawal dari dari negerinegeri Singapura. Dimana masyarakat Singapura menyediakan banyak makanan yang Singapura. Dimana masyarakat Singapura menyediakan banyak makanan yang diolah dengan

diolah dengan Salted Egg Salted Egg . Tidak hanya diolah dengan makanan pokok saja,. Tidak hanya diolah dengan makanan pokok saja, namun juga diolah dengan camilan dan telah terkenal menjadi buah tangan dari namun juga diolah dengan camilan dan telah terkenal menjadi buah tangan dari Singapura. Berbagai macam makanan sangat cocok dicampur dengan olahan Singapura. Berbagai macam makanan sangat cocok dicampur dengan olahan

 salted

 salted eggegg yang lezat. Menu makanan dengan olahanyang lezat. Menu makanan dengan olahan salted  salted eggegg dapat masuk didapat masuk di Indonesia karena dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia.

Indonesia karena dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Salted eggSalted egg

 pada zaman

 pada zaman sekarang, sangat disekarang, sangat digemari oleh gemari oleh kalangan masyarakat, namun kalangan masyarakat, namun saat inisaat ini  pun

 pun telah telah muncul muncul berbagai berbagai kompetitor kompetitor dari dari Eatlah Eatlah seperti seperti mamayumamayu kitchenkitchen  dan  dan sebagainya.

sebagainya.

Dengan adanya kompetitor lain yang memiliki menu hampir mirip dengan Dengan adanya kompetitor lain yang memiliki menu hampir mirip dengan Eatlah, membuat konsumen semakin mempertimbangkan produk makanan mana Eatlah, membuat konsumen semakin mempertimbangkan produk makanan mana yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut hasil wawancara yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut hasil wawancara dengan

dengan Leader Leader Eatlah Bandung, untuk saat iniEatlah Bandung, untuk saat ini  salted  salted eggegg dari Eatlah masihdari Eatlah masih digemari oleh masyarakat Bandung maupun wisatawan yang sedang berlibur di digemari oleh masyarakat Bandung maupun wisatawan yang sedang berlibur di kota Bandung. Segmentasi pasar Eatlah sendiri adalah para pelajar, mahasiswa, kota Bandung. Segmentasi pasar Eatlah sendiri adalah para pelajar, mahasiswa,  pegawai kantoran dan masyarakat di kota Band

(6)

Eatlah mempunyai ciri khas tersendiri dengan menu andalannya yaitu salted egg chicken dan salted egg dory. Dimana sebelum adanya kompetitor lain seperti halnya mamayu kitchen, Eatlah sudah lebih dulu menjadi pelopor dalam memasarkan produk makanan  salted egg   di kota Jakarta hingga membuka cabangnya di Bandung. Berikut merupakan varian menun yang ditawarkan oleh Eatlah.

Gambar 1.3

Menu Eatlah Bandung

(Sumber : https://pergikuliner.com, diakses 15 Juli 2018)

Menurut situs www.pergikuliner.com mengatakan Eatlah Bandung memiliki rating cukup baik. Dimana dalam situs pergikuliner.com memberikan penilaian dari 1 sampai 5 poin, dan Eatlah Bandung mendapat penilaian 3,67 poin (https:www.pergikuliner.com/restaurants/bandung/eatlah-pasir-kaliki, diakses 15 Juli

(7)

Surabaya ( http://republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/16/11/30/ohg652384-ini-dia-keunggulan-situs-dan-aplikasi-pergikuliner, diakses 15 Juli 2018).

Kini Eatlah memiliki cabang di beberapa kota besar, yaitu : 1. Plaza Indonesia lantai 5

2. Jl. Bumi Cipete 3. Grogol

4. Pantai Indah Kapuk 5. Kelapa Gading 6. Bintaro 7. Depok 8. Sunter 9. Bogor 10. Bandung (Sumber: https://www.instagram.com/eatlahjkt/)

Menurut Bennion dan Scheulle (2004:11-18) karakteristik dari makanan adalah faktor penentu yang paling penting saat mencoba menikmati suatu makanan, diantaranya adalah : Penampilan, Harga, Rasa, Tekstur, dan Kemasan.

Peneliti melakukan survey awal terhadap 30 orang yang merupakan konsumen dari Eatlah di Bandung dan didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 1.1

Hasil Survey Pendahuluan Atribut Produk Salted Egg Eatlah

No. Pertanyaan Ya Tidak

1 Apakah menurut anda Salted egg Eatlah memiliki rasa yang enak ?

27 3

2 Apakah menurut anda Salted egg   Eatlah memiliki kemasan yang menarik?

27 3

3 Apakah menurut anda hargaSalted egg  Eatlah adalah terjangkau?

30 0

4 Apakah menurut andaSalted egg  Eatlah memiliki tekstur yang empuk?

30 0

5 Apakah menurut anda Salted egg   Eatlah memiliki penampilan yang menggugah selera?

30 0

(8)

Berdasarkan hasil survey pendahuluan, Peneliti menanyakan kepada 30 orang yang pernah datang ke Eatlah minimal satu kali dalam kurun 1 tahun terakhir. Pertanyaan pertama “Apakah Salted egg eatlah memiliki rasa yang enak?”

 berdasarkan data yang sudah diolah Peneliti , hasil survey mengatakan bahwa 27 dari 30 konsumen (90% konsumen) menyatakan rasa dari salted egg Eatlah adalah enak, sisanya menyatakan rasanya tidak enak karena terlalu banyak saus yang tercampur dengan ayamnya, sehingga menyebabkan rasa mual jika terlalu banyak memakannya.

Pertanyaan kedua “Apakah menurut Anda Salted egg  Eatlah memiliki kemasan yang menarik?” berdasarkan data yang sudah diolah Peneliti, hasil survey mengatakan  bahwa 27 dari 30 konsumen (90% konsumen) menyatakan kemasan Salted egg 

Eatlah adalah menarik, sedangkan sisanya menyatakan kurang menarik karena kemasannya berukuran kecil dan sempit. Sehingga membuat konsumen kesusahan dengan kemasan makanan yang terbatas.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Atribut Produk

 Salted E gg

Eatlah di

Bandung”.

1.3 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka  perumusan masalah yang akan menjadi tolak ukur dalam penelitian ini adalah :

1. Faktor-faktor atribut produk apa saja dari Salted egg Eatlah menurut  pandangan konsumen Eatlah di Bandung ?

2. Faktor-faktor atribut produk apa saja yang dominan dari Salted egg Eatlah menurut pandangan konsumen Eatlah di Bandung ?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui faktor-faktor atribut produk apa saja dari Salted egg Eatlah menurut pandangan konsumen Eatlah di Bandung .

(9)

1.5 Kegunaan Penelitian

Harapan penulis terhadap penelitian ini agar berguna untuk : 1.5.1 Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi khazanah keilmuan di bidang perkulineran khususnya yang berkaitan dengan atribut produk dan dapat menjadi referensi serta masukan terhadap inovasi dalam bidang marketing dan juga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

1.5.2 Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan dan menjadi salah satu bahan masukan serta tolak ukur yang dapat digunakan bagi perusahaan serta individual yang hendak terjun ke dunia wirausaha terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang kuliner serta memperhatikan faktor-faktor atribut produk terhadap hal-hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membuat keputusan  pembelian.

1.6 Waktu dan Periode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu mulai Juli s.d. Desember 2018. Tempat penelitian adalah Eatlah yang berlokasi di Jl. Pasir Kaliki No.175 Kota Bandung, Jawa Barat.

(10)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian

2.1.1 Pengertian Pemasaran

Menurut  American Marketing Association “Pemasaran adalah aktivitas serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran (offerings) yang bernilai bagi  pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum”, (Tjiptono, 2016:3). Menurut Kotler dan Armstrong (2015:27), “Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationship in order to capture value from customer in return”. Pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai untuk pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat guna untuk meningkatkan nilai dari pelanggan di kemudian hari. Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016:51) mengungkapkan bahwa “Marketing is an organizational function and a set of processes for creating, communicating, and delivering value to customers and for managing customer relationships in ways that benefit the organization and its stakeholders”. Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan bagi organisasi dan pemangku kepentingan.

Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi dan pendistribusian barang dan jasa, dan ide sehingga dapat memuaskan pelanggan juga tujuan perusahaan, maka pemasaran merupakan proses menciptakan barang atau menghantarkan jasa dengan nilai yang diberikan, (Alma, 2016:3).

Dengan demikian, menurut Fitriyana (2017:27) dapat disimpulkan bahwa  pemasaran adalah proses kegiatan dari mulai menciptakan produk sampai pada akhirnya produk tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan dan para  pemangku kepentingan. Proses kegiatan tersebut meliputi menciptakan produk, mengkomunikasikan kepada pelanggan, bertukar penawaran yang memiliki nilai

(11)

2.1.2 Pengertian Bauran Pemasaran

(Marketing Mix)

Menurut Tjiptono (2014:41) bauran pemasaran (marketing mix) merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Alat-alat tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang dan juga untuk merancang program taktik jangka  pendek.

Kotler dan Armstrong (2015:76) mendefinisikan bauran pemasaran sebagai  berikut ,“Marketing mix is the set of tactical marketing tools that the firm blends to  produce the response it wants in the target market”. Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diingkan dalam pasar sasaran.

Bauran promosi adalah kombinasi empat komponen promosi yang mencakup iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publikasi, (Efendi et al , 2015:232). Sebuah promosi yang efektif membutuhkan difrensiasi  produk, segmentasi pasar, melakukan jual beli, dan membeli merek.

Menurut Kotler dan Amstrong (2015:76) bauran pemasaran dikelompokan menjadi empat kelompok variabel yaitu,  product   (produk),  price  (harga),  place

(tempat/lokasi), promotion (promosi). Oleh karenanya sejumlah pakar memodifikasi, seperti Zeithaml dan Bitner (2017:64), menambah elemen baru dalam pemasaran jas a yang pada awalnya terdiri dari empat aspek (product, price, place, dan promotion)

dalam pemasaran jasa menjadi tujuh aspek pokok yaitu  product, price, place,  promotion, people, process, dan physical evidence.

Menurut Tjiptono (2014:42) mendefinisikan setiap unsur bauran pemasaran sebagai berikut:

a.  Products(Produk)

Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditunjukan untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemasaran kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dalam konteks ini, produk bisa berupa apa saja (baik yang berbentuk fisik maupun yang tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.

 b.  Pricing  (Harga)

Merupakan keputusan bauran harga yang berkenaan dengan kebijakan strategik dan taktikal, seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran, dan tingkat

(12)

diskriminasi harga di antara berbagai kelompok pelanggan. Pada umumnya, aspek-aspek ini mirip dengan yang biasa dijumpai pemasar barang. Akan tetapi, berbeda dengan pemasar jasa yaitu bahwa karakteristik intangible jasa menyebabkan harga menjadi indikator signifikan akan kualitas. Adanya beberapa tipe jasa memungkinkan diskriminasi harga dalam pasar jasa tersebut, sementara banyak pula  jasa yang dipasarkan oleh sektor publik dengan harga yang disubsidi atau bahkan

gratis. Hal ini menyebabkan kompleksitas dalam penetapan harga jasa. c.  Promotion (Promosi)

Merupakan bauran promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan potensial dan aktual. Metode-metode tersebut terdiri atas periklanan, promosi penjualan, direct marketing,  personal selling , dan public relation. Meskipun secara garis besar bauran promosi untuk barang sama dengan jasa, promosi jasa seringkali membutuhkan penekanan tertentu pada upaya meningkatkan kenampakan tangibilitas jasa. Selain itu, dalam kasus pemasaran jasa, personil produksi juga menjadi bagian penting dalam bauran  promosi.

d.  Place (Tempat)

Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi  para pelanggan potensial. Keputusan ini meliputi keputusan lokasi fisik (misalnya keputusan mengenai di mana sebuah hotel atau restoran akan didirikan), keputusan mengenai penggunaan perantara untuk meningkatka akesibilitas jasa bagi para  pelanggan (misalnya, apakah pelanggan akan menggunakan jasa agen perjalanan ataukah harus memasarkan sendiri secara langsung kepada konsumen), dan keputusan non-lokasi yang ditetapkan demi ketersediaan jasa.

2.1.3 Pengertian Produk

Menurut Kotler dan Amstrong (2015:268) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat,  properti, organisasi, dan gagasan.

(13)

2.1.4 Pengertian Atribut Produk

Atribut produk merupakan unsur-unsur yang dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk. Atribut produk terdiri dari merek, harga, kualitas produk, fitur, dan desain produk. Semua atribut produk ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam meluncurkan suatu produk, karena produk diluncurkan sangat ditentukan oleh oleh atribut-atribut  produk yang mampu memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga akan mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap produk. Atribut produk merupakan karakteristik yang dimiliki produk. Atribut produk adalah suatu komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diterapkan pembeli.

Ferrinadewi & Darmawan dalam Ferrinadewi (2014:130) menyatakan bahwa  produk adalah seperangkat atribut dan manfaat yang dianggap penting hingga kurang  penting oleh pemakainya. Atribut produk dapat berupa sesuatu yang berwujud (tangible) maupun sesuatu yang tidak berujud (intangible). Atribut yang berwujud dapat berupa merek, kualitas produk, desain produk, label produk, kemasan dan sebagainya. Sedangkan yang tidak berwujud seperti kesan atau image konsumen terhadap nama merek yang diberikan kepada produk tersebut. Setiap produk akan memiliki atribut yang berbeda dengan jenis produk yang lain.

Tjiptono (2014:103) menambahkan bahwa atribut produk adalah unsur-unsur  produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.Dari atribut-atribut produk inilah suatu produk dapat dibedakan dengan produk sejenis lainnya, dan setiap perusahaan akan memberikan produk yang terbaik bagi para konsumennya.

Sedangkan menurut Bennion dan Scheulle (2004:11) karakteristik dari makanan adalah faktor penentu yang paling penting saat mencoba menikmati suatu makanan, diantaranya adalah :

a. Penampilan. Penampilan menciptakan kesan terhadap suatu makanan, contohnya warna, porsi, desain. Kesegaran suatu makanan paling sering tampak dari penampilan makanan itu sendiri. Dalam setiap penyajian makanan sudah ditentukan porsi standarnya yang disebut  standard portion  size. Standard portion size didefinisikan sebagai kuantitas item yang harus disajikan setiap kali item tersebut dipesan. Manajemen dianjurkan untuk

(14)

membuat standard portion size secara jelas, misalnya berapa gram daging yang harus disajikan dalam sebuah porsi makanan.

 b. Harga. Harga adalah jumlah uang yang dibayarkan untuk suatu produk atau  jasa. Jumlah ini yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat yang dimiliki dengan menggunakan produk atau jasa. “Harga adalah sejumlah uang sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa atau dapat juga dikatakan  penentuan nilai suatu produk dibenak konsumen”(Saladin,2008:95; dalam Jackson R.S. Weenas, 2013:3). Merupakan aspek yang tampak jelas (visible)  bagi para pembeli, bagi konsumen yang tidak terlalu paham hal-hal teknis  pada pembelian jasa, seringkali harga menjadi satu-satunya faktor yang bisa mereka pahami, tidak jarang pula harga dijadikan semacam indikator untuk kualitas jasa.

c.

Rasa. Rasa adalah sensasi yang diterima saat makanan berada di mulut. Rasa  primer meliputi manis, asin, asam, dan pahit. Titik perasa dari lidah adalah kemampuan mendeteksi dasar yaitu manis, asam, asin, pahit. Dalam makanan tertentu empat rasa ini digabungkan sehingga menjadi satu rasa yang unik dan menarik untuk dinikmati.

d. Tekstur. Tekstur adalah bagian-bagian dari makanan itu sendiri yang menunjukan sebuah struktur, misalnya tekstur dari sebuah roti atau tekstur dari saus krim yang lembut. Ada banyak tekstur makanan antara lain halus atau tidak, empuk atau padat, keras atau lembut, kering atau lembab. Tingkat tipis dan halus serta bentuk makanan dapat dirasakan lewat tekanan dan gerakan dari reseptor di mulut.

e. Kemasan. Kemasan adalah wadah atau pembungkus dari suatu produk. “Daya tarik visual pada penampilan kemasan yang mencakup unsur-unsur grafis untuk menciptakan suatu kesan”  (Wirya, 1999; dalam Listia Natadjaja dan kawan-kawan, 2009:96). Sebuah kemasan yang berhasil merupakan  perpaduan antara pemasaran dan desain, yang harus memenuhi kriteria stand out (menonjol), contents (isi) kemasan harus dapat memberikan informasi tentang isi kemasan dan apa yang terkandung dalam produk, distinctive (unik).

(15)

14 2.2 Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian terdahulu ini terdapat beberapa karya ilmiah serta jurnal nasional dan internasional yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk membedakan fokus penelitian yang sedang dilakukan dan dapat dijadikan sebagai referensi. Berikut penjelasan tentang karya ilmiah, jurnal nasional dan internasional:

Tabel 2.1 Skripsi Terdahulu

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun Pengaruh Media Promosi Instagram Terhadap Minat Beli Konsumen Marita Hijab KhairunnisaK 2017

Minat Beli Kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan  bahwa, media promosi

instagram berpengaruh terhadap minat beli konsumen marita hijab sebesar 78%. Pada objek  penelitiannya, yaitu Dakken Restaurant Bandung.

(16)

15

Tabel 2.1 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Garucci Shoes P. E. Rachmadany Y. 2014 Atribut Produk (X) dan Keputusan Pembelian (Y) Metode kuantitas, dengan jenis  penelitian

 berupa studi deskriptif dan kausal, Sampel diperoleh

menggunakan rumus Rao Purba (1996)

Berdasarkan analisis terhadap keputusan pembelian produk Garucci Shoes, bahwa atribut produk sudah diterapkan dengan baik ini terlihat dari garis kontinum yang menunjukkan  persentase sebesar 85,86%. Berdasarkan hasil pengolahan data secara simultan menunjukkan variabel atribut produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Sedangkan dengan uji parsial dapat diketahui  bahwa variabel kualitas (X1), gaya dan desain (X2), merek (X3), kemasan (X4), harga (X5), dan jaminan (X6) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. Kesimpulan dari penelitian ini, atribut produk Garucci Shoes sudah  berada dalam sangat baik. Namun ada aspek yang mendapatkan kategori baik yaitu warna dari produk yang ditawarkan, sehingga perusahaan harus memperbaiki dalam aspek tersebut seperti dengan penambaharuan warna yang beragam.

Objek penelitian adalah sepatu Garucci

(17)

16 Tabel 2.1 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Sport Yamaha V-Ixion (Studi Pada Pengguna Sepeda Motor Sport Yamaha V-Ixion di Yamaha Flagship Shop Bandung) Adiko Wahdiyanto 2015 Atribut Produk (X) : Kualitas Produk (X1), Fitur Produk (X2), Gaya (X3) dan Desain Produk (X4). Keputusan Pembelian (Y)  pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kausal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan uji F dan uji t untuk mengetahui  pengaruh secara  bersama-sama dan  pengaruh secara  parsial antara variabel

yang diteliti.

Berdasarkan analisis regresi linier  berganda,secara simultan atribut  produk Produk berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan  pembelian yaitu sebesar 40,2% sedangkan sisanya sebesar 59,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model  penelitian ini. Secara parsial kualitas produk berpengaruh secara signifikan yaitu sebesar 47,3%, sedangkan fitur produk, gaya dan desain produk tidak  berpengaruh secara signifikan. Untuk itu, diharapkan perusahaan mampu lebih memperhatikan kualitas produk yang dimiliki oleh motor sport Yamaha Vixion guna terus meningkatkan penjualannya

Objek penelitian adalah sepeda motor Yamaha Vixion

(18)

17

Tabel 2.1 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan Judul Penulis Tahun Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Converse All Star (Study pada Mahasiswa Administrasi Bisnis Angkatan 2013 Telkom University) Rayhan 2015 Atribut produk (X), keputusan  pembelian (Y) Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Atribut Produk memiliki persentase sebesar 75,44% dan Keputusan Pembelian sepatu Converse All Star sebesar 73,32%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa atribut produk dan keputusan  pembelian sepatu Converse All

Star termasuk dalam kategori  baik. Berdasarkan pengujian

hipotesis determinasi

mendapatkan hasil bahwa atribut  produk memiliki pengaruh

sebesar 33,3% terhadap

keputusan pembelian mahasiswa administrasi bisnis angkatan 2013 Telkom University. Sedangkan 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar atribut produk.

Objek Penelitian adalah sepatu Converse

(19)

18 Tabel 2.2

Jurnal Nasional Penelitian Variabel Teknik Analisis

Data Kesimpulan Perbedaan Judul Penulis Tahun Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Suzuki Satria FU (Studi Kasus Pada Dealer Suzuki Sanggar Mas Jaya Karawang) Edi suswardji, SE., MM., Sungkono,SE., MM., Lutfi Alfajri, SE. 2012 Atribut Produk (X), Keputusan Pembelian (Y)

Uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis statistic deskriptif

Hubungan antara atribut produk terhadap keputusan pembelian adalah rendah, ini terlihat dari hasil uji korelasi yang

menunjukan nilai 0.245.

Sedangkan pengaruhnya sebesar 6%, ini berarti bahwa keputusan  pembelian dipengaruhi oleh

atribut produk sebesar 6% sedangkan sisanya 94%

dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar dari atribut produk

Objek Penelitiannya Adalah Sepeda Motor Suzuki Satria FU

(20)

19

Tabel 2.2 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun Analisis Pengaruh Atribut Produk danWord of  Mouthterhadap Keputusan Pembelian Tas Eiger di Kota Palembang  Nina Destari, Yulizar Kasih 2013 Atribut Produk (X1),Word Of  Mouth (X2), Keputusan Pembelian (Y)

Uji validitas, uji reliabilitas, Analisis regresi linier berganda

Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan variabel atribut produk danword of mouthterhadap keputusan  pembelian tas Eiger sebesar

38,3% denganadjusted R  square37%, sisanya dijelaskan

oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji F menunjukkan variabel atribut produk dan word of mouthsecara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan  pembelian tas Eiger di Kota

Palembang dan variabel yang  paling berpengaruh signifikan

adalah variabelword of mouth.

Objek Penelitian nya adalah tas Eiger, variabelword of mouth.

(21)

20 Tabel 2.2 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun Analisis Pengaruh Atribut Produk, Bauran Promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Produk  Merchandise Imroatul Khasanah, Novian Yuga Pamujo 2011 Atribut Produk (X1), Bauran Promosi (X2), Kualitas Pelayan (X3), Keputusan Pembelian (Y)

Uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji F, uji determinasi

Dalam jurnal ini pada atribut  produk, bauran promosi dan

kualitas layanan yang lebih baik akan meningkatkan keputusan  pembelian. Kualitas layanan

memiliki pengaruh yang paling  besar terhadap keputusan  pembelian. Kondisi ini

mencerminkan kinerja semua staf yang selalu cepat tanggap dalam memahami keinginan konsumen. Serta Kedai Digital 7 memiliki layout yang menarik, membuat konsumen nyaman untuk melakukan  pembelian

Objek Penelitiannya Adalah produk merchandise, variabel  bauran promosi dan

(22)

21 Tabel 2.2 (Sambungan)

Penelitian Variabel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan Judul Penulis Tahun Pengaruh Persepsi Atribut Produk terhadap Keputusan Pembelian Rokok Merek Gudang Garam Surya Professional Mild (Studi pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Angkatan 2011/2011 Fakultas Ekonomi Universitas  Negeri Malang) Mochammad Ikhwanudin, Gatot Isnani, Djoko Dwi Kusumajanto 2012 Merek (X1), Kemasan (X2), Harga (X3), Kualitas Produk (X4), Keputusan Pembelian (Y) Analisis Regresi Linier Berganda, analisis deskriptif

Dari hasil analisis deskriptif cukup membuktikan bahwa atribut produk mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian. Dari hasil analisis inferensial dapat

disimpulkan bahwa: (1) Atribut  produk yang terdiri dari variabel

merek dan variabel kemasan secara  parsial berpengaruh positif atau

signifikan terhadap keputusan  pembelian, sedangkan variabel

harga dan variabel kualitas produk secara parsial berpengaruh negatif atau signifikan terhadap keputusan  pembelian, (2) Terdapat pengaruh

yang signifikan pada atribut produk yang terdiri dari merek, kemasan, harga, kualitas produk secara simultan terhadap keputusan  pembelian, (3) Pada variabel atribut  produk meliputi merek, kemasan,

harga, kualitas produk, variabel kemasan memiliki pengaruh yang dominan terhadap keputusan  pembelian.

Objek Penelitiannya adalah Rokok Merek Gudang Garam Surya Profesional mild, variable harga

(23)

22 Tabel 2.3

Jurnal Internasional Penelitian Populasi dan

Sampel

Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun The Influence of  Product Atributte on Consumer  Purchase  Decision in The  Nigerian Food and Beveranges  Industry : A Study of Lagos  Metropolis Oghojafor Ben Akpoyomare, Ladipo Patrick Kunle Adeosun and Rahim Ajao Ganiyu 2012 Populasinya adalah 400 responden dan sampelnya adalah sebagian dari populasi Koefisien determinasi, Uji validitas, uji reliabilitas

Metode analisis yang

digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan koefisien korelasi digunakan sebagai metode analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung dan menyebar kuesioner kepada 400 konsumen (responden)  pada dua perusahaan yang

dipilih dalam industri food and baverages.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi  positif antara variabel atribut  produk terhadap variabel

keputusan pembelian konsumen

Objek penelitian adalah  Nigerian Food and

(24)

23

Tabel 2.3 (Sambungan)

Penelitian Populasi dan Sampel

Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun  Influence of  Product Atributte on Mobile Phone  Preference Among University Student : A Case of Undergraduate Student John M. Malasi 2012 Populasinya adalah 500 Responden dan sampelnya sebagian dari  populasi

Uji validitas, uji reliabilitas, koefisien determinasi

Sebagian besar siswa

dipengaruhi oleh atribut produk dalam menentukan keputusan  pembelian ponsel yang mereka  beli. Atribut produk seperti

kualitas, fitur penyimpanan data, gaya, dan desain, merek dan harga sangat menentukan dalam keputusan pembelian konsumen

Objek penelitian nya adalah Mobile Phone

(25)

24 Tabel 2.3 (Sambungan)

Penelitian Populasi dan Sampel

Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan

Judul Penulis Tahun  Factors Affecting Customers  Buyying decisions of Mobile Phone:  A Study on  Khulna City,  Bangladesh Md Reaz Uddin,  Nusrat Zahan Lopa, Md. Ohedduzaman 2014 Populasi sebanyak 200 responden dan sampelnya sebagian dari  populasi

Skala Likert, analisis deskriptif, convinience sampling

method (csm)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari mereka memiliki peran untuk

menentukan merek ketika pelanggan membeli ponsel. Penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa banyak faktor yang dianggap sebagai kriteria dari pembelian ponsel. Belum tentu semua variabel mempengaruhi seseorang dengan cara yang sama dan tingkat yang sama. Dalam kasus memilih merek ponsel, sebagian  besar merupakan faktor yang

dianggap oleh pelanggan termasuk atribut fisik, harga,  pengisian dan operasi fasilitas,

ukuran dan berat,

teman dan kolega rekomendasi, rekomendasi tetangga dan iklan.

Objek Penelitian adalah ponsel, variabel bebas

(26)

25 Tabel 2.3 (Sambungan)

Penelitian Populasi dan Sampel Teknik Analisis Data Kesimpulan Perbedaan Judul Penulis Tahun The Effect Of  Product Quality  Atributte on Thai Consumer Buying  Decisions Pajaree Ackaradejruangsri 2013 Populasinya adalah 500 Responden dan sampelnya sebagian dari  populasi

Uji validitas, uji Reliabilitas

Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dimensi atribut kualitas produk terhadap

keputusan pembelian rata-rata konsumen Thailand. Penelitian tentang dimensi atribut kualitas produk , dan dampaknya terhadap keputusan pembelian rata-rata konsumen Thailand memberikan hasil yang signifikan. Atribut dimensi seperti kehandalan, fungsi, dan daya tahan adalah tiga dimensi atribut yang paling  penting yang memiliki pengaruh terbesar  pada keseluruhan keputusan pembelian

konsumen Thailand dalam tiga kategori  produk. Objek penelitiannya konsumen di Thailand, dan variabel atribut kualitas produk 

(27)

2.3 Kerangka Pemikiran

Ferrinadewi & Darmawan dalam Ferrinadewi (2014:130) menyatakan bahwa  produk adalah seperangkat atribut dan manfaat yang dianggap penting hingga kurang  penting oleh pemakainya. Atribut produk dapat berupa sesuatu yang berwujud (tangible) maupun sesuatu yang tidak berujud (intangible). Atribut yang berwujud dapat berupa merek, kualitas produk, desain produk, label produk, kemasan dan sebagainya. Sedangkan yang tidak berwujud seperti kesan atau image konsumen terhadap nama merek yang diberikan kepada produk tersebut. Setiap produk akan memiliki atribut yang berbeda dengan jenis produk yang lain.

Menurut Bennion dan Scheulle (2004:11) karakteristik dari makanan adalah faktor penentu yang paling penting saat mencoba menikmati suatu makanan, diantaranya adalah :

a. Penampilan. Penampilan menciptakan kesan terhadap suatu makanan, contohnya warna, porsi, desain. Kesegaran suatu makanan paling sering tampak dari penampilan makanan itu sendiri. Dalam setiap penyajian makanan sudah ditentukan porsi standarnya yang disebut  standard portion  size. Standard portion size didefinisikan sebagai kuantitas item yang harus disajikan setiap kali item tersebut dipesan. Manajemen dianjurkan untuk membuat standard portion size secara jelas, misalnya berapa gram daging yang harus disajikan dalam sebuah porsi makanan.

 b. Harga. Harga adalah jumlah uang yang dibayarkan untuk suatu produk atau  jasa. Jumlah ini yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat yang dimiliki dengan menggunakan produk atau jasa. “Harga adalah sejumlah uang sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa atau dapat juga dikatakan  penentuan nilai suatu produk dibenak konsumen”(  Saladin,2008:95; dalam Jackson R.S. Weenas, 2013:3). Merupakan aspek yang tampak jelas (visible)  bagi para pembeli, bagi konsumen yang tidak terlalu paham hal-hal teknis  pada pembelian jasa, seringkali harga menjadi satu-satunya faktor yang bisa mereka pahami, tidak jarang pula harga dijadikan semacam indikator untuk kualitas jasa.

f.

Rasa. Rasa adalah sensasi yang diterima saat makanan berada di mulut. Rasa  primer meliputi manis, asin, asam, dan pahit. Titik perasa dari lidah adalah kemampuan mendeteksi dasar yaitu manis, asam, asin, pahit. Dalam makanan

(28)

Faktor-Faktor Atribut Produk 1. Rasa 2. Kemasan 3. Harga 4. Tekstur 5. Desain

Bennion dan Scheulle (2004:11-18)

Faktor-Faktor Atribut Produk yang Baru

tertentu empat rasa ini digabungkan sehingga menjadi satu rasa yang unik dan menarik untuk dinikmati.

c. Tekstur. Tekstur adalah bagian-bagian dari makanan itu sendiri yang menunjukan sebuah struktur, misalnya tekstur dari sebuah roti atau tekstur dari saus krim yang lembut. Ada banyak tekstur makanan antara lain halus atau tidak, empuk atau padat, keras atau lembut, kering atau lembab. Tingkat tipis dan halus serta bentuk makanan dapat dirasakan lewat tekanan dan gerakan dari reseptor di mulut.

d. Kemasan. Kemasan adalah wadah atau pembungkus dari suatu produk. “Daya tarik visual pada penampilan kemasan yang mencakup unsur-unsur grafis

untuk menciptakan suatu kesan”  (Wirya, 1999; dalam Listia Natadjaja dan kawan-kawan, 2009:96). Sebuah kemasan yang berhasil merupakan  perpaduan antara pemasaran dan desain, yang harus memenuhi kriteria stand out (menonjol), contents (isi) kemasan harus dapat memberikan informasi tentang isi kemasan dan apa yang terkandung dalam produk, distinctive (unik). Analisis Faktor Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran 2.4 Hipotesis

(29)

diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan skema kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang diajukan dan akan dibuktikan kebenarannya adalah “Faktor-Faktor Penampilan, Harga, Rasa, Tekstur dan Kemasan merupakan Faktor-Faktor Atribut Produk

 Salted E gg

Eatlah di Bandung”.

2.5 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian atau batasan dalam penelitian bertujuan untuk menjaga konsistensi tujuan dari penelitian, sehingga hasil dan pembahasan menjadi terarah. Batasan atau ruang lingkup dari penelitian ini adalah faktor-faktor atribut produk salted egg Eatlah di Bandung yang terdiri dari penampilan, harga, rasa, tekstur, dan kemasan. Dalam penelitian ini lokasinya berada di Eatlah Bandung. Waktu dan periode penelitian dimulai pada bulan Juli 2018 sampai dengan Desember 2018.

(30)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan metode kuantitatif. Menurut Sugiyono (2014:22) metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil  penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2014:13).

3.2 Operasional Variabel dan Skala Pengukuran 3.2.1 Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2013:58) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang  berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Untuk memperjelas 29ariable operasional dalam penelitian ini maka dikemukakan 29ariable operasional dalam table 3.1 berikut

Tabel 3.1 Operasional Variabel

Variabel Dimensi Indikator Skala No.

Atribut Produk

Penampilan 1. Salted egg Eatlah memiliki penampilan yang menggugah selera 2. Porsi yang disajikan

Salted egg Eatlah sesuai dengan keinginan konsumen, Ordinal Ordinal 1 2

Harga 3. Harga untuk membeli

Salted egg Eatlah

sesuai dengan perkiraan konsumen.

4. Harga untuk membeli

Ordinal

Ordinal

3

(31)

Variabel Atribut Produk

Dimensi Indikator Skala No.

Rasa 5. Cita rasa Salted egg

Eatlah benar berbahan dasar telur asin.

6. Salted egg Eatlah memiliki rasa yang unik untuk dinikmati.

Ordinal

Ordinal

5

6

Tekstur 7. Tekstur Salted egg

Eatlah lembut. 8. Tekstur Salted egg

Eatlah empuk.

Ordinal

Ordinal

7

8 Kemasan 9. Kemasan Salted egg

Eatlah bentuknya unik. 10. Tampilan kemasan menarik perhatian konsumen. Ordinal Ordinal 9 10

Sumber: Penelitian Terdahulu 3.2.2 Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2014:132).

Skala peneltian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal/rating scale. Skala ordinal adalah data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam model skala ordinal, responden tidak menjawab salah satu jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Oleh karena itu skala ordinal ini lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan, proses kegiatan dan lain-lain (Sugiyono, 2014:98)

Skala yang digunakan dalam desain pengukuran penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Sugiyono (2014:132) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,  pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian, variabel yang akan diukur

(32)

dijabarkan menjadi indikator variabel kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau  pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert

mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.

Dalam penelitian ini, pilihan jawaban untuk kuesioner penelitian ini berupa kalimat positif yaitu 5= Sangat Setuju (SS), 4= Setuju (S), 3= Cukup Setuju (CS), 2= Tidak Setuju (TS), 1= Sangat Tidak Setuju (STS).

3.3 Tahapan Penelitian

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian Sumber : (Sugiono, 2014:82) 3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi juga meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek tersebut. Sugiyono (2014:115). Populasi dalam  penelitian ini adalah konsumen dari Eatlah di Bandung sebanyak 1500 orang yang

(33)

3.4.2 Sampel

Sugiyono (2014:116) menyatakan sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Karena dalam penelitian ini populasi besar dan jumlah populasi tidak diketahui secara pasti maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut sehingga jumlah sampel yang diambil cukup mewakili populasi responden yang diteliti. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling , yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2014:154).

Peneliti menggunakan incidental sampling , diharapkan kriteria sampel yang diperoleh benar-benar sesuai dengan yang dilakukan. Kriteria sampel yang digunakan peneliti adalah konsumen yang mengetahui, mengunjungi dan melakukan  pembelian di Eatlah di Bandung. Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi

konsumen Eatlah di Bandung, maka peneliti menggunakan teknik penghitungan sampel Slovin dengan rumus:

 = 

. 2 + 1

Keterangan : n : Sampel  N: Populasi

d : Error Tolerance (toleransi terjadinya galat 0.1)

Setelah itu dapat dilihat dibawah ini penghitungan untuk menentukan jumlah sampel dibawah ini dengan menggunakan rumus penghitungan sampel Slovin sebagai berikut:  = 1500 1500. (0,1)2 + 1  = 1500 16 = 93,75 n = 93,75 dibulatkan menjadi 94.

Dengan disimpulkan bahwa sampel yang diambil ialah 94 dan dibulatkan menjadi 100 agar lebih mewakili populasi. Berdasarkan hasil pertimbangan peneliti dalam menentukan sampel, peneliti menentukan sampel dalam penelitian ini ialah konsumen dari Eatlah di Bandung.

(34)

3.4.3 Teknik Sampling

Teknik  sampling adalah teknik untuk megambil sampel (Sugiyono, 2014:116). Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling . Menurut Darmawan (2013:152) teknik yang diambil dari nonprobability sampling   adalah teknik  purposive sampling   yaitu responden yang terpilih menjadi anggota sampel atas dasar pertimbangan peneliti sendiri. Pertimbangan yang dimaksud untuk sampel adalah konsumen yang pernah membeli  produk di Eatlah Bandung.

3.5 Jenis Data 3.5.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung meliputi dokumen-dokumen perusahaan berupa sejarah perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian (Sugiyono 2013:137). Sedangkan menurut (Suharsimi Arikunto 2013:127), data primer merupakan data yang dikumpulkan melalui pihak pertama, biasanya dapat melalui wawancara, jejak  pendapat dan lain-lain. Untuk penelitian ini penulis melakukan teknik pengumpulan

data dengan menggunakan kuisioner (angket).

Menurut (Suharsimi Arikunto 2013:127), data primer merupakan data yang dikumpulkan melalui pihak pertama, biasanya dapat melalui wawancara, jejak  pendapat dan lain-lain. Untuk penelitian ini penulis melakukan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner (angket). Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Data primer yang dilakukan peneliti adalah dengan menyebarkan kuisioner (daftar pertanyaan) dan yang dijawab oleh objek penelitian adalah konsumen Eatlah di Bandung.

3.5.2 Data Sekunder

Suharsimi Arikunto (2013:172) menyatakan bahwa Data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, biasanya diperoleh melalui instansi yang bergerak di bidang pengumpulan data seperti Biro Pusat Statistik dan lain-lai n.

(35)

majalah dan lain sebagainya. Data yang diperoleh dari data sekunder tidak perlu untuk diolah lagi. Data sekunder mengacu pada informasi pada informasi yang dikumpulkan oleh seseorang, dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Data yang diperlukan untuk mendukung hasil penelitian berasal dari literature, artikel dan berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian (Sugiyono 2013). Contoh data sekunder adalah data yang diambil dari web, koran, majalah,  jurnal, buku literature dan publikasi lainnya.

3.5.3 Teknik Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan kuesioner yang diuraikan sebagai berikut:

1. Kuesioner

Menurut Sugiyono (2014:199) kuesioner atau angket merupakan teknik  pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan

atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. 2. Studi Kepustakaan

Dalam penelitian ini dilakukan studi kepustakaan melalui teori-teori dari buku- buku teks, referensi, literatur, jurnal maupun dari hasil penelitian orang lain baik

yang sudah dipublikasikan maupun yang belum. 3. Wawancara

Menurut Sugiyono (2014:137) dalam penelitian ini dilakukan wawancara dimana wawancara digunakan sebagi pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil.

3.6 Uji Validitas dan Uji Realibilitas

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan penulis untuk menguji instrument  penelitian. Menurut Sugiyono (2014:146) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati, secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen yang baik akan mampu mengumpulkan data secara valid dan reliabel sehingga benar-benar menggambarkan fenomena yang ada.

(36)

3.6.1 Uji Validitas

Priyatno (2014:51) menyatakan uji validitas item merupakan uji instrument data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuesioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu. Sedangkan menurut Siregar (2014:47), setelah membuat kuesioner (instrument   penelitian) langkah selanjutnya menguji apakah kuesioner yang dibuat tersebut valid atau tidak.

Rumus yang bisa digunakan untuk uji validitas dengan teknik korelasi  product moment(Siregar, 2014:28), yaitu:

Keterangan:

rxy : Koefisien korelasi antara x dan y

 N : Jumlah sampel

∑  : Jumlah perkalian antara skor x dan skor y x : Jumlah total responden

y : Jumlah total pernyataan masing-masing responden

Untuk menafsirkan hasil uji validitas, kriteria yang digunakan adalah:

a) Jika nilai r hitung lebih besar (>) dari nilai r tabel maka item kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan

 b) Jika nilai r hitung lebih kecil (<) dari nilai r tabel maka item kuesioner dinyatakan tidak valid dan tidak dapat dipergunakan.

(37)

Tabel 3.2

Hasil Uji Validitas Faktor-Faktor Atribut Produk No.

Item

Rhitung Rtabel Keterangan

1 .451 0,361 VALID 2 .578 0,361 VALID 3 .720 0,361 VALID 4 .665 0,361 VALID 5 .646 0,361 VALID 6 .741 0,361 VALID 7 .784 0,361 VALID 8 .613 0,361 VALID 9 .621 0,361 VALID 10 .669 0,361 VALID

Sumber : Hasil Olah Data Peneliti, tahun 2018

Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel 3.2 dapat diketahui semua item memiliki r hitung yang lebih besar dari r tabel (0,361), maka semua item dapat dinyatakan valid.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Menurut Priyatno (2014:64) uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang biasanya menggunakan kuesioner. Maksudnya apakah alat ukur tersebut akan mendapatkan pengukuran yang tetap konsisten jika pengukuran diulang kembali. Uji reliabilitas merupakan kelanjutan dari uji validitas, dimana item yang masuk pengujian adalah item yang valid saja. Metode yang sering digunakan dalam penelitian untuk mengukur skala rentangan (seperti skala Likert 1-5) adalah Cronbach Alpha, dengan rumus sebagai berikut (Siregar, 2014:58):

r  Keterangan:

r : Reabilitas instrumen

k : Banyaknya butir pertanyaan Σσ2 b: Jumlah varian butir

σ2t : Varians total

Kategori koefisien reliabilitas menurut (Guilford, 1956: 145) adalah sebagai berikut:

(38)

 0,80 < r11 1,00 reliabilitas sangat tinggi  0,60 < r11 0,80 reliabilitas tinggi

 0,40 < r11 0,60 reliabilitas sedang  0,20 < r11 0,40 reliabilitas rendah.

 -1,00 r11 0,20 reliabilitas sangat rendah (tidak reliable)

Reliabilitas 0,767 maka masuk ke dalam kategori reliabelitas tinggi. Tabel 3.3

Hasil Uji Reliabilitas

No. Variabel Cronbach Alpha Keterangan

1 Atribut Produk 0,767 RELIABEL

Sumber : Hasil Olah Data Peneliti, tahun 2018

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 3.3 diketahui nilai Cronbach’s

Alpha sebesar 0,767. Karena nilai Cronbach’s Alpha lebih dari 0,6 maka instrumen

dinyatakan reliabel.

Dalam lestari (2013:56), untuk menguji ketepatan dari faktor yang terbentuk digunakan uji statistik Barlett test sphericity dengan nilai signifikan ≤ 0,05 dan  Kaiser Mayer Olkin (KMO) untuk mengetahui kelayakan analisis faktor. Apa bila

indeks berkisar antara 0,5 hingga 1, analisis faktor tidak la yak dilakukan. Tabel 3.4

Hasil Uji KMO & Bartlett KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling

Adequacy. ,753 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 53,290 df 10 Sig. ,000

Sumber : Hasil Olah Data Peneliti, tahun 2018 3.7 Analisis Data

Analisis data merupakan proses mencari serta menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil catatan lapangan, wawancara, serta dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, mejabarkan ke dalam

(39)

unit-dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2017:244). Dalam  penelitian ini peneliti menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dalam

melakukan analisis data. PCA adalah salah satu metode analisis faktor yang menggunakan total varian dalam analisisnya. Tahapan melakukan analisis data dengan menggunakan analisis faktor adalah:

a. Menentukan tujuan dari analisis faktor. Tujuan utama dari analisis faktor adalah: 1) Data summarization, adalah mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel

dengan melakukan uji korelasi.

2) Data Reducation, adalah setelah melakukan korelasi dengan proses membuat kumpulan variabel baru yang dinamakan faktor untuk menggantikan sejumlah variabel tertentu.

 b. Membuat desain analisis faktor. Membuat desain analisis faktor melibatkan tiga keputusan dasar, yaitu:

1) Menentukan desain jumlah variabel, teknik pengukuran, dan jenis variabel yang diijinkan. Teknik pengukuran dengan menggunakan skala Likert.

2) Menentukan ukuran sampel.

3) Melakukan perhitungan data yang dimasukkan (correlation matrix), untuk memenuhi tujuan tertentu dari pengelompokan variabel atau responden.

c. Membuat asumsi dalam analisis faktor.

Proses analisis faktor tergantung pada koralasi variabel-variabelnya. Untuk memperolehnya, digunakan matriks korelasi antara variabel yang satu dengan variabel lainnya.

d. Menentukan Jumlah Faktor

Dalam analisis faktor, variabel dikelompokkan berdasarkan korelasinya. Dengan demikian untuk tujuan analisis faktor tersebut perlu diketahui berapa banyak varians dari variabel. Varians dalam variabel dapat diklasifikasikan dalam tiga  jenis varians yaitu:

1) Common variance, adalah varians dari suatu variabel yang juga dimiliki oleh variabel-variabel lain.

2) Specific, adalah varian yang dimiliki hanya oleh sebuah variabel.

3)  Error variance, adalah varians yang salah, disebabkan oleh kesalahan  pengukuran, alat ukur, ataupun kesalahan pemilih sampel.

(40)

Interpretasi faktor dilakukan dalam beberapa tahapan:

1) Menentukan nilai MSA melalui tabel KMO dan Barlett’s Test

2) Menentukan jumlah komponen yang dapat dipertahankan dengan menggunakan nilai eigenvalue melalui tabel total variance atau dengan menggunakan analisis scree plot dari komponen yang didapat.

3) Menentukan atau menilai besarnya penjelasan serta unique variance masing-masing variabel terhadap komponen yang dipertahankan melalui komunitas. 4) Menentukan kriteria signifikan factor loadings, yaitu menentukan faktor

loading yang layak untuk dipertimbangkan dengan menggunakan kriteria signifikansi statistic.

5) Melalui analisis tabel component matrix, dapat dilihat loading dan variance dari setiap variabel, sehingga dapat dilihat hubungan antara variabel dengan faktor-faktornya.

6) Melihat besarnya nilai-nilai komunalitas dari setiap variabel untuk menentukan signifikansi kontribusi masing-masing variabel terhadap setiap faktor yang didapat.

7) Jika penganalisisan varian belum memuaskan atau belum memberikan hasil yang diinginkan, maka penganalisisan akan dilanjutkan menggunakan metode Rotasi Varimax (memaksimalkan nilai varians).

8) Penamaan faktor ( Labelling ). Setelah terbentuk kelompok kelompok yang merupakan faktor faktor dari proses analisis faktor, maka selanjutnya dilakukan proses penanaman faktor.

(41)

Lampiran-1 Pra Survey Kuesioner

 Screening Question:

Apakah Anda merupakan konsumen Salted Egg Eatlah Bandung?

Jika Ya lanjutkan dengan menjawab pertanyaan berikut ini.  Namun, jika tidak cukup sampai di sini.

Analisis Faktor-Faktor Atribut Produk

 Salted E gg

Eatlah di Bandung

Responden yang terhormat, terima kasih atas partisipasi anda dalam megisi kuesioner ini. Berilah tanda checklist   untuk jawaban yang dianggap  paling sesuai dengan pendapat anda.

I. Identitas Responden

(Pilih salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut) 1. Jenis kelamin Anda?

a. Pria  b. Wanita 2. Usia Anda? a. <20 tahun  b. 21 –  30 tahun c. 31 –  40 tahun d. > 40 tahun

3. Frekuensi pembelian dalam satu bulan? a. 1 kali  b. 2 –  3 kali c. 4 –  5 kali d. > 5 kali 4. Pekerjaan Anda? a. Mahasiswa/ Pelajar  b. Pegawai Negeri c. Pegawai Swasta d. Wiraswasta e. Lainnya ______

(42)

II. Petunjuk Pengisian

1. Jawablah setiap pernyataan secara jujur sesuai pendapat

Bapak /Ibu/Saudara/i perlu diketahui bahwa jawaban dari kuesioner ini tidak berkaitan dengan benar atau salah.

2. Beri tanda checklist   untuk setiap pernyataan yang paling sesuai dengan pendapat dan kondisi anda pada kolom jawaban yang telah tersedia.

3. Apabila salah menempatkan tanda checklist   pada jawaban yang tersedia, lingkari jawaban yang salah dan beri tanda checklist  pada kolom yang anda anggap benar.

4. Anda hanya diperkenankan untuk memberikan satu jawaban pada setiap pernyataan yang ada dan mohon jangan sampai satu penyataan  pun yang terlewat.

Keterangan:

SS = Sangat Setuju (diberi nilai 5)

S = Setuju (diberi nilai 4)

CS = Cukup Setuju (diberi nilai 3)

TS = Tidak Setuju (diberi nilai 2)

STS = Sangat Tidak Setuju (diberi nilai 1)

III. Daftar Pernyataan

No. Pernyataan SS S CS TS STS

1. Salted egg Eatlah memiliki  penampilan yang

menggugah selera.

2. Porsi yang disajikan Salted egg Eatlah sesuai dengan keinginan konsumen. 3. Harga untuk membeli

Salted egg Eatlah sesuai dengan perkiraan

(43)

No. Pernyataan SS S CS TS STS

5. Cita rasa Salted eggEatlah  benar berbahan dasar telur

asin.

6. Salted egg Eatlah memiliki rasa yang unik untuk

dinikmati.

7. Tekstur Salted egg Eatlah lembut.

8. Tekstur Salted egg Eatlah empuk.

9. Kemasan Salted egg Eatlah bentuknya unik. 10 Tampilan kemasan

menarik perhatian konsumen.

(44)

DAFTAR PUSTAKA

Adhisatya, Deo. (2017). Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian  Domino’s Pizza Di Kota Bandung. e-Proceeding of Management, Vol. 4, No.

2 Agustus 2017, pp. 17841788.

Alma. (2016). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta ss. Arikunto, Suharsimi. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Kotler and Keller. 2016. Marketing Management. Pearson: Prentice hall.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2014). Principles of Marketing (15th ed.) Harlow:   Pearson.

Lupiyoadi, Rambat. (2013). Manajemen Pemasaran Jasa Bebasis Kompetensi (Edisi   3). Jakarta: Salemba Empat.

Malau, Harman. (2017). Manajemen Pemasaran Teori dan Aplikasi Pemasaran Era Tradisional Sampai Era Modernisasi Global . Yogyakarta: Alfabeta.

Priyatno, Duwi. (2014). SPSS 22: Pengolahan Data Terpraktis. Yogyakarta: CV.

  ANDI

Siregar, Syofian. (2014).  Metode Penelitian Kuantitatif . Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Sugiyono. (2013).  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.  Bandung: Alfabeta. Darmawan. Deni. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2014).  Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R.D. Bandung:   Alfabeta.

Sugiyono. (2015).  Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and  Development/R&D).Bandung: Alfabeta.

Sugiono. 2017. Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bandung : Alfabeta

Sujarweni, Wiratna. 2015. SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Baru Press Tjiptono, Fandy. (2014),  Pemasaran Jasa: Prinsip, Penerapan, Penelitian.

Yogyakarta: Andi Offset.

Zikmund, William G, dan Babin, Barry J. (2013). Essential of Marketing Research   5/E. China, Asia: South-Wester Cengage Learning.

Gambar

Gambar 1.1Gambar 1.1
Gambar 1.2Gambar 1.2
Tabel 2.1 Skripsi Terdahulu
Tabel 3.1 Operasional Variabel
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan interaksi sodium bikarbonat dengan asam sitrat terhadap sifat mutu fisik (organoleptis,

Salah satu pakan alami yang penting dan cocok untuk kebutuhan larva ikan kebutuhan larva ikan maupun ikan hias adalah cacing sutera atau.. maupun ikan hias adalah cacing sutera

1) Apabila signifikasi &gt; 0,10 Tabel maka variabel harga daging sapi, harga barang subtitusi, pendapatan, jumlah anggota keluarga dan selera secara

Halaman ini digunakan untuk mencetak laporan hasil peramalan data pencari kerja dengan model peramalan terbaik berdasarkan nilai error terkecil yang diperoleh, pada halaman

Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya penggunaan pupuk organik cair (POC) fermentasi cairan rumen sapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman, produksi segar,

Dalam metode heijunka , volume produksi yang telah direncanakan besarnya masing-masing periode bulanan diturunkan ke periode harian dengan cara merata- ratakannya (untuk

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R 2 sebesar 0.233 atau 23.3% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas, risiko bisnis,

Pada makalah ini kami menyajikanpenguraian tentang gizi, ilmu gizi, fungsi gizi, zat-zat makanan yang bergizi, gizi klinik, gizi kesehatan, penyakit-penyakit kekurangan