• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat Diposkan oleh Edwin Engelen.

BAB I

HAKIKAT PENGENALAN DIRI.

Assalamu Alaikum Brothers……….

Tema pada saat ini yg saya mau uraikan adalah SANGAT2 RAHASIA, Beruntunglah, Berbahagialah & Bersyukurlah kpd ALLAH SWT, Karena penjelasannya TIDAK ADA DI BUKU2 LAINNYA, Dan ilmu2 AgamaNYA ALLAH SWT tidak gampang ditemukan & tidak sebanding dengan harta & Material yang ada di muka bumi ini, maka tunduk sujud syukurlah KepadaNYA semoga penjelasan ini menjadi HIDAYAH bagi anda,……..AMIN

ini adalah kekuatan cahaya Dzikir yg ada pada diri manusia dgn 4 tingkatan ingatan fokus pada ALLAH SWT Sang Maha Bercahaya.

Makin dalam & fana (hampa) suatu fokus dzikir maka makin terlenalah Sang Hamba oleh fenomena kegaiban alam Nur Ilahiah. karena jika ingin mengenali ALLAH pahamilah tentang Gaib sesungguhnya ALLAH pun sifatNYA GAIB & Perkenalanmu KepadaNYA Takkkan habis sampai seumur hidupmu di dunia ini.

Seorang Hamba terkadang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya masih di dunia sehingga menerawang melintasi alam kegaiban nur Ilahiah yang tak ada batas akhirnya membutuhkan power energi cahaya dzikir yg kuat.

Jika sang Hamba berpikir bijak ia pasti kembali ke dunia ibarat orang yang lagi menyelam melihat cakrawala keindahan bawah laut tidak terlalu lama lalu ia kembali ke permukaaan dasar laut untuk persiapan oksigennya kembali.

Begitulah tehnik berzikir yang bijaksana saudara………

Ketahuilah Brothers secara realita banyak saudara2 kita yang ERROR oleh fenomena alam kegaiban ALLAH SWT ketika mengosongkan pikiran & masuk dalam alam kefanaan (hampa) melalui dzikir 4 tingkatan Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat.

Padahal kalau ditelaah secara hakikat Alam fenomena visual kegaiban ALLAH SWT Takkan Habis oleh masa, batas, ruang & waktu ibaratnya klo menghitung ilmu2NYA ALLAH SWT takkan habis biarpun laut dijadikan tinta untuk menulis ayat2 ilmu ALLAH SWT Yang Maha Luas PengetahuanNYA Di Alam Jagat Raya (Q.s Al Kahfi : 109).

Berikut ini adalah tuntunan2 dzikir:

Dzikir Syariat : “La Ilaha Illallah” diucapkan berulang2 dgn lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan/mulut tak berucap lagi, rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yg sama maknanya dengan Waktu 12 jam, dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT menciptakan setiap makhlukNYA di muka bumi.

Dzikir Tarekat : “ALLAH”ALLAH”ALLAH” diucapkan berulang2 di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran fana (hampa) lalu fokus pada nama tadi sehingga nama ALLAH tadi membuat & menciptakan alam bayangan hidup didepan mata anda sendiri, jangan kaget & takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dgn ayat & doa : audzu billahi minas syathanir rajim……… La ilaha illallah anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin……….lalu lafazkan… ALLAHU SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN ( Allah Yang Maha sejahtera, Maha Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yg beriman).

Dzikir Hakikat : “HU”HU”HU (DIA ALLAH) diucapkan dalam hati saja dengan keadaan fana (hampa) melalui perantaraan tarikan Nafas ke dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun nafas telah keluar, dalam bahasa ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin & yang ini adalah penyembuhan/pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara lahiriah & bathiniah serta secara hakikat dzikir”HU” sebenarnaya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan cahaya nafas yg sangat berharga pada manusia.

Dzikir Ma’rifat : ” HU”AH”-”HU”AH”-HU”AH” atau HU-WAH” (Dia ALLAH Bersamaku”) sebenarnya bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat & ma’rifat, dzikir tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas “HU” masuk kedalam “AH” keluar nafas, pada para sufi (wali Allah) ini adalah dzikir kenikmatan, kecintaan ( Mahabbatullah) yang sangat luas faedah hidayahnya & karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia2 Allah Swt pada gerakan kehidupan ini.

Dzikir rahasia ma’rifat : ” Hu”wallahu Ahad (Allah Maha Tunggal)

Pada penjelasan diatas tentang dzikir sebenarnya kalau bicara tentang tingkatan pemahaman Agama dengan ilmun2NYA ALLAH SWT terdiri 7 fase tingkatan :

(2)

Syariat : mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNYA Tarekat : Jalan spritual menuju kepadaNYA

Hakikat : Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awam KARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT.

Ma’rifat : Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT. seperti yang hadist katakan ” kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau MengenaliNYA maka bersatulah wujudmu BERSAMANYA.

Musyahadah : Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit & di bumi, ia menyaksikanNYA bersama para wali ALLAH & nabi2 ALLAH & Khususnya Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Mukasyaf : Terbukanya Tabir rahasia seluruhnya di langit & di bumi, para mukasyaf saat ini hanya terdiri dari 111 orang saja di seluruh dunia & setiap ada wafat ada yang menggantikan Wali tersebut, jadi berbahagialah hamba yang telah menemukannya.

Mahabbah : Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas & hidupnya ada kasih sayang TuhanNYA Yang Maha Pemberi Nan Maha pemurah, tingkatan ini hanya ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, tapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini & setiap ada yg kembali kehadiratNYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat Berbahagialah di dunia & Akherat orang2 yang telah menjumpainya.

BAB II.

Ini adalah sambungan dari BAB I. yg baru saya jelaskan lagi tentang arti makna Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Makrifat.

ALHAMDULILLAH dengan adanya tulisan2 saya ini sangat banyak sekali peminatx yg mau berkunjung & berkomentar di dalam blog ini. Itu TANDA bahwa masih banyak dr saudara2ku yg MENCINTAI tentang hakikat pemahaman ISLAM. Dalam Uraian Pemahaman dzikir diatas saya telah bercerita panjangggg.. tentang Rahasia2 sesuatu, tapi YAKINLAH itu semua KHUSUS bagi saudara2ku yg berbudi baik nan pekerti luhur & beriman, bertaqwa yg mau memegang TEGUH SYAHADAT & ISLAM (Ingin Selamat Lakukan Ajaran Muhammad)

Memang Pemahaman2 Dzikir diatas KHUSUS bagi org2 BENAR2 YAKIN & SUNGGUH2 ingin “MENGENAL DIRINYA” & “MENGENAL ALLAH SWT” Al Khaliq- Pencipta Alam semesta jagad raya. & pencipta lahir dan batin kita, jasmani-ruhani kita, Nampak dan Tiada Nampak, NYATA & GAIB, Logika dan Non Logika.

Karena org beriman slalu memandang TAJALLI kekuasaan Allah Swt secara NYATA pada AINUL YAKIN (Pandangan keyakinan) yg bergerak pd alam semesta & kekuasaan HAQQUL YAKIN (Pandangan mata hati) yg bernuansa secara GAIB yg bergerak dlm batin dan pd unsur Bayang2 kekuasaan ALLAH.

Diatasnya HAQQUL YAKIN masih ada lagi KAMALUL YAKIN (kesempurnaan keyakinan) dan keyakinan ini bisa dirasakan setelah kita telah BERJUMPA dgn ALLAH di akherat nanti, Namun ada juga bagi org2 khusus Dicintai-NYA yg telah diberi hidayah KAROMAH-NYA & yg telah dibukakan hijab-NYA pada “KAMALUL YAKIN” di dlm dunia.

Dan Dialah orang2 yg mau ber-makrifat kepada ALLAH SWT & Orang2 tersebut selalu memandang pada kefanaan (hampa) bahwa dimuka bumi ini semua Fana “tidak ada” yg ADA cuma “WAJAH ALLAH & GERAK ALLAH SEMATA (LAA ILAHA ILLALLAH) & ini di abadikan dlm surah Ar-Rahman:26-27.

“Kullu Man Alaiha Fanin, Wa Yabqa Wajhu Rabbika Dzal Jalali Wal Ikram”.

Semua pasti binasa (TIADA), yg kekal hanya WAJAH TUHANMU yg Maha memiliki keagungan & kemuliaan. Karena Semua punya akhir & Masanya Masing-masing………..

Adapun Tentang Makrifat:

1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :Awal agama adalah mengenal Allah.

2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.

3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKADE ARAFA RABBAHU Artinya :Barang siapa mengenal dirinya niscaya dia pasti akan mengenal Tuhannya.

4. ALASTUBIRABBIKUM QOLU BALA SYAHIDNA Artinya :Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 172)

(3)

5. AL INSANNU SIRRI WA ANNALLAHU SIRRUHU Artinya :Manusia itu rahasiaKU dan akupun ALLAH rahasia baginya. 6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :Aku ALLAH ada didalam Jiwamu mengapa kamu sendiri tidak dpt melihat (Q.s. Adz-Dzariyat:21)

7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :Aku ALLAH lebih dekat dari urat nadi lehermu.

8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.

9. INNAHU ALIMUN BIZATISH SHUDUR Artinya: Sesungguhnya AKU ALLAH maha mengetahui segala isi hati (Q.s AL MULK:13).

10. WA HUWA MA AKUM AINAMA KUNTUM Artinya: AKU ALLAH berada dimana saja kamu berada. (Q.s AL HADID:4).

BAB III.

HAKIKAT NUR MUHAMMAD.

Alimul Fadhil H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari (Guru Sekumpul) pernah menyinggung dan menguraikan pembahasan tentang salah satu tema yang selalu aktual diperbincangkan dalam dunia tasawuf, yakni wacana tentang ‘Nur Muhammad’ dalam salah satu pengajian beliau di Komplek al-Raudah Sekumpul Martapura. Untuk membutiri kembali pandangan tentang Nur Muhammad dimaksud seiring dengan peringatan haul beliau yang ke-5 tahun ini (5 Rajab 1431 H ─ 17 Juni 2010 M) berikut tulisan ini dihadirkan guna pencerahan. Apakah yang dimaksud dengan Nur Muhammad tersebut?

Dalam kitab Hikayat Nur Muhammad diceritakan bahwa tubuh manusia (anak Adam) mengandungi tiga unsur, yakni jasad, hati dan roh. Di dalam roh terdapat hakikat, di dalam hakikat tersimpan rahasia, rahasia itulah yang dinamakan makrifah Allah. Di dalam makrifah pula ada zat yang tidak menyerupai sesuatu pun.

Rahasia atau makrifah Allah ini dinamakan Insan Kamil. Insan Kamil dijadikan dari Nur yang melimpah dari zat Haqq Ta’ala.

Menurut riwayat, sumber cerita tentang kejadian Nur Muhammad ini bermula dari biografi Nabi Muhammad yang ditulis oleh Ibnu Ishaq (sejarawan Islam). Dalam biografi tersebut, Ibnu Ishaq ada mencatat riwayat yang menyatakan bahwa Allah telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad Saw.

Kemudian terdapat sejumlah hadis yang menerangkan tentang Nur tersebut, antaranya, “sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)………”.

Beragam pandangan terhadap hadis ini, ada yang menyatakan maudhu’ (tertolak), dhaif (lemah), bersumber dari falsafah Yunani, tetapi ada pula yang menyatakan bahwa riwayat tersebut boleh diterima karenanya sanadnya bersambung.

Hadis tersebut cukup panjang matannya dan diringkas sebagai berikut: “Dan telah meriwayatkan oleh Abdul Razak dengan sanadnya dari Jabir bin Abdullah ra, beliau berkata: “Ya Rasulullah, demi bapaku, engkau dan ibuku, khabarkanlah daku berkenaan awal-awal sesuatu yang Allah telah ciptakan sebelum sesuatu! Bersabda Nabi Saw: “Ya Jabir, sesungguhnya Allah menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’.

Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki Allah. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.

Dari nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. Allah kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berfirman: “Tulislah La ilaha illallah Muhammad Rasulullah.” Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.”

Ketika Allah telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan Allah dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.

(4)

Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.………dan seterusnya.

Bagaimana penjelasan Guru Sekumpul tentang Nur Muhammad tersebut? Secara ringkas penjelasan beliau sebagaimana konten materi pengajian yang bertemakan tentang ‘Kesempurnaan’ (penjelasan ini bahkan beliau ulang-ulang tidak kurang dari tiga kali) boleh diringkaskan sebagai berikut:

Beliau memulai penjelasannya dengan ungkapan yang sangat dikenal dalam dunia tasawuf, di mana untuk mengenal Tuhan seseorang harus terlebih dahulu mengenal akan dirinya.

Maksudnya, untuk sampai kepada pengenalan terhadap Tuhan, menurut Guru Sekumpul haruslah terlebih dahulu dipahami dua hal. Pertama, ia harus terlebih dahulu mengenal asal mula akan kejadian dirinya sendiri, dari mana, di mana dan bagaimana ia dijadikan? Kedua, ia harus terlebih dahulu mengetahui apa sesuatu yang mula-mula dijadikan oleh Allah Swt. Kedua perkara di atas menjadi prasyarat kesempurnaan bagi para penuntut (salik) dalam mengenal (makrifah) kepada Allah.

Adapun yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah Nur Muhammad Saw yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah Allah jadikan roh dan jasad alam semesta.

Bermula dari Nur Muhammad inilah maka sekalian roh (dan roh manusia) diciptakan Allah sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut kepada dan dari jasad Nabi Adam as. Karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’.

Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah berasal dari tanah (Nur Turab), tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad.

Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35), di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad.

Bertemu dan meleburlah kemudian roh dan jasad yang berisikan Nur Muhammad ke dalam hakikat Nur Muhammad yang sebenarnya. Tersebab bersumber pada satu wujud dan nama yang sama, maka roh dan jasad tersebut haruslah disatukan dengan mesra menuju kepada pengenalan Yang Maha Mutlak, Zat Wajibul Wujud yang memberi cahaya kepada langit dan bumi, dan yang semula menciptakan, sebagaimana mesranya hubungan antara air dan tumbuhan, di mana ada air di situ ada tumbuhan, dan dengan airlah segala makhluk dihidupkan (QS. Al-Anbiya 30).

Pengenalan terhadap hakikat Nur Muhammad inilah maqam atau stasiun yang terakhir dari pencarian akan makrifah kepada Allah, Martabat Nur Muhammad inilah martabat yang paling tinggi, dan pengenalan akan Nur Muhammad inilah yang menjadi ‘kesempurnaan ilmu atau ilmu yang sempurna’.

Menarik untuk mengkaji ulang penjelasan Guru Sekumpul di atas dengan membandingkannya kepada penjelasan tokoh-tokoh tasawuf yang juga membahas dan menyinggung tentang wacana ini.

Al-Hallaj yang mencetuskan teori hulul misalnya menyatakan bahwa Nur Muhammad mempunyai dua bentuk, yakni Nabi Muhammad yang dilahirkan dan menjadi cahaya rahmat bagi alam “tidaklah engkau diutus wahai (Muhammad Rasulullah Saw) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” (martabat al-a’yanu’l Kharijiyyah) dan yang berbentuk Nur (martabat a’yanu’l Thabitah).

Nur Muhammad adalah cahaya semula yang melewati dari Nabi Adam ke nabi yang lain bahkan berlanjut kepada para imam maupun wali; cahaya melindungi mereka dari perbuatan dosa (maksum); dan mengaruniai mereka dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia Illahi.

Allah telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelum diciptakan Adam as. Lalu, Allah menunjukkan kepada para malaikat dan makhluk lainnya, bahwa: “Inilah makhluk Allah yang paling mulia”. Oleh itu, harus dibedakan antara konsep Nur (Muhammad) sebagai manusia biasa (seorang Nabi) dan Nur Muhammad secara dimensi spiritual yang tidak dapat digambarkan dalam dimensi fisik dan realiti.

Menurut sufi, Muhyiddin Ibn Arabi, Nur Muhammad sebagai prinsip aktif di dalam semua pewahyuan dan inspirasi. Melalui Nur ini pengetahuan yang kudus itu diturunkan kepada semua nabi, tetapi hanya kepada Ruh Muhammad saja diberikan jawami al-qalim (firman universal).

Sedangkan menurut pencetus teori ‘insan kamil’, Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili (1365-1428 M) dalam karyanya, al-Insan al-Kamil fî Ma’rifat al-Awakhir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Mengetahui Allah Sejak Awal hingga Akhirnya), menyatakan bahwa Nur Muhammad memiliki banyak nama sebanyak aspek yang dimilikinya. Ia disebut ruh dan malak apabila dikaitkan dengan ketinggiannya.

(5)

Tidak ada kekuasaan makhluk yang melebihinya, semuanya tunduk mengitarinya, karena ia kutub dari segenap malak. Ia disebut al-Haqq al Makhluq bih, (al-Haqq sebagai alat pencipta), hanya Allah yang tahu hakikatnya secara pasti. Dia disebut al-Qalam al-A’la (pena tertinggi) dan al-Aql al-Awal (akal pertama) karena wadah pengetahuan Tuhan terhadap alam maujud, dan Tuhanlah yang menuangkan sebagian pengetahuannya kepada makhluk.

Adapun disebut al-Ruh al-Ilahi (ruh ketuhanan) karena ada kaitannya dengan ruh al-Quds (ruh Tuhan), al-Amin (ruh yang jujur) adalah karena ia adalah perbendaharaan ilmu tuhan dan dapat dipercayai-Nya. Oleh itu, menurut Al-Jili, lokus tajalli al-Haq yang paling sempurna adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini ada, ia bersifat qadim lagi azali. Nur Muhammad itu berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, yakni Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga dalam bentuk nabi penutup (khatamun nabiyyin), Muhammad Saw.

Banyak lagi penjelasan dan pembahasan tentang Nur Muhammad dimaksud. Karena, memang sejak awal kedatangan dan perkembangan Islam di ‘Bumi Nusantara’, wacana Nur Muhammad dalam berbagai konteksnya sehingga sekarang, telah menarik perhatian umat Islam. Hal ini paling tidak didukung oleh tiga faktor.

Pertama, terlihat dari banyaknya salinan yang beredar pada masa itu berkenaan dengan ‘Hikayat Nur Muhammad’ Misalnya, Hikayat Nur Muhammad naskah Betawi yang disalin pada tahun 1668 M oleh Ahmad Syamsuddin Syah. Menurut Ali Ahmad (2005) sehingga sekarang, sekurang-kurangnya terdapat tujuh versi Hikayat Nur Muhammad. Kedua, apresiasi terhadap konsep Nur Muhammad telah mendorong lahirnya karya klasik ulama Nusantara yang secara khusus berisikan pembahasan tentang teori ini. Antaranya adalah kitab Asrar al-Insan fi Makrifah al-Ruh wa al-Rahman karya Nuruddin al-Raniri (Aceh), tiga kitab karangan Hamzah Fansuri (Barus-Aceh); Asrar al-‘Arifin, Syarab al-‘Asyiqin, dan al-Muntahi, serta Nur al-Daqa’iq oleh Syamsuddin al-Sumaterani (Pasai).

Dalam kitab Asrar al-Insan dijelaskan bahwa Allah menjadikan Nur Muhammad dari tajalli (manifestasi) sifat Jamal-Nya dan Jalal-Nya, maka jadilah Nur Muhammad itu khalifah di langit dan di bumi; Nur Muhammad adalah asal segala kejadian di langit dan di bumi. Di dalam kitab Asrar al-’Arifin dibincangkan teori wahdah al-wujud yang semula diperkenalkan oleh Abdullah Arif dalam Bahr al-Lahut dan Ibnu Arabi, kemudian dikembangkan lagi oleh Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri melalui teori Martabat Tujuh dalam kitab Tuhfah al-Mursalah ila Ruh al-Nabi. Kemudian, dalam al-Muntahi, Hamzah menyatakan bahwa wujud itu satu yaitu wujud Allah yang mutlak. Wujud itu bertajalli dalam dua martabat; ahadiyah dan wahidiyah. Dalam kitab Nur al-Daqa’iq juga dibahas tentang wujudiyah dan martabat tujuh. Variasi teori Nur Muhammad dalam bentuk martabat tujuh boleh didapati pembahasannya dalam beberapa kitab yang ditulis oleh ulama Melayu Nusantara, antaranya adalah dibahas dalam kitab Siyarus Salikin yang dikarang oleh Syekh Abdul Shamad al-Palimbani; kitab Manhalus Syafi (Uthman el-Muhammady, 2003) yang dikarang oleh Syekh Daud bin Abdullah al-Fathani; Pengenalan terhadap Ajaran Martabat Tujuh yang dikarang atau dinukilkan kepada Syekh Abdul Muhyi Pamijahan; dan kitab al-Durr al-Nafis yang di karang oleh Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Oleh itu, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari dengan kitabnya Al-Durr al-Nafis ditegaskan oleh Wan Mohd Shagir Abdullah (2000) sebagai salah seorang ulama Banjar penganjur ajaran tasawuf Martabat Tujuh di Nusantara.

Dalam teori martabat tujuh dipahami bahwa dunia manusia merupakan dunia perubahan dan pergantian, tidak ada sesuatu yang tetap di dalamnya. Segalanya akan selalu berubah, memudar, dan setelah itu akan mati. Oleh karena itulah, manusia ingin berusaha mengungkap hakikat dirinya agar dapat hidup kekal seperti Yang Menciptakannya. Untuk mengungkap hakikat dirinya, manusia memerlukan seperangkat pengetahuan batin yang hanya dapat dilihat dengan mata hati yang ada dalam sanubarinya. Seperangkat pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu ma‘rifatullah.

Ilmu ma’rifatullah merupakan suatu pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman bagi manusia untuk mengenal dan mengetahui Allah. Ilmu ma‘rifatullah terbahagi menjadi dua macam, yaitu ilmu ‘makrifat tanzih’ (transeden) dan ‘ilmu makrifat tasybih’ (imanen). Tuhan menyatakan diri-Nya dalam Tujuh Martabat, yaitu martabat pertama disebut martabat tanzih (la ta‘ayyun atau martabat tidak nyata, tak terinderawi) dan martabat kedua sampai dengan martabat ketujuh disebut martabat tasybih (ta‘ayyun atau martabat nyata, terinderawi).

Yakni, martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Wahidiyyah (ke-’ada’-an asma yang meliputi hakikat realitas keesaan); Keempat, martabat Alam Arwah; martabat Alam Mitsal; martabat Alam Ajsam (alam benda); dan martabat Alam Insan.

Ketujuh proses perwujudan di atas, keberadaannya terjadi bukan melalui penciptaan, tetapi melalui emanasi (pancaran). Untuk itulah, antara martabat tanzih (transenden atau la ta‘ayyun atau martabat tidak nyata) dengan martabat tasybih (imanen atau ta‘ayyun atau martabat nyata) secara lahiriah keduanya berbeda, tetapi pada hakikatnya keduanya sama.

Seorang Sâlik yang telah mengetahui kedua ilmu ma‘rifatullah, baik Ma‘rifah Tanzih (ilmu yang tak terinderawi) maupun Ma‘rifah Tasybih (ilmu yang terinderawi), ia akan sampai pada tataran tertinggi, yaitu tataran rasa bersatunya manusia dengan Tuhan atau dikenal dengan sebutan Wahdatul-Wujûd.

(6)

Uraian tersebut dapat dianalogikan dengan air laut dan ombak. Air laut dan ombak secara lahiriah merupakan dua hal yang berbeda, tetapi pada hakikatnya ombak itu berasal dari air laut sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisah.

Ketiga, di Nusantara, Hikayat Nur Muhammad merupakan teks yang populer sekitar abad ke-14 M. Ini dibuktikan dengan tersebar luasnya kitab yang berjudul Tarjamah Maulid al-Mustafa bertahun 1351 M (Ali Ahmad, 2005), dan disinggungnya wacana ini dalam kitab Taj al-Muluk, Qishah al-Anbiya, Bustan al-Salatin, atau Hikayat Ali Hanafiah. Membandingkan apa-apa yang digambarkan oleh Guru Sekumpul berkenaan dengan Nur Muhammad dengan uraian-uraian ulama terdahulu tampaknya tidak jauh berbeda sebagaimana pandangan umum para sufi dalam melihat Nur Muhammad sebagai yang terawal diciptakan dan kemudiannya menjadi sumber dari segala penciptaan.

Di samping itu, menurut Guru Sekumpul maqam Nur Muhammad adalah maqam paling tinggi dari pencarian dan pendakian sufi menuju makrifah kepada Allah, tiada lagi maqam atau stasiun paling tinggi sesudah ini. Kesimpulannya, berbahagialah orang-orang yang dapat menyandingkan penyatuan sumber asal mula penciptaannya dalam satu harmoni, yakni Nur Muhammad, sebab ia berada pada satu kedudukan yang tinggi dan terbukanya segala hijab yang membatasinya.

Penciptaan Ruh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Saat Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan keputusan Ilahiah untuk mewujudkan makhluq, Ia pun menciptakan Haqiqat Muhammadaniyyah (Realitas Muhammad –Nuur Muhammad) dari Cahaya-Nya. Ia Subhanahu wa Ta’ala kemudian menciptakan dari Haqiqat ini keseluruhan alam, baik alam atas maupun bawah. Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memberitahu Muhammad akan Kenabiannya, sementara saat itu Adam masih belum berbentuk apa-apa kecuali berupa ruh dan badan. Kemudian darinya (dari Muhammad) keluar tercipta sumber-sumber dari ruh, yang membuat beliau lebih luhur dibandingkan seluruh makhluq ciptaan lainnya, dan menjadikannya pula ayah dari semua makhluq yang wujud.

Dalam Sahih Muslim, Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menulis Taqdir seluruh makhluq lima puluh ribu tahun (dan tahun di sisi Allah adalah berbeda dari tahun manusia, peny.) sebelum Ia menciptakan Langit dan Bumi, dan `Arasy-Nya berada di atas Air, dan di antara hal-hal yang telah tertulis dalam ad-Dzikir, yang merupakan Umm al-Kitab (induk Kitab), adalah bahwa Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam adalah Penutup para Nabi. Al Irbadh ibn Sariya, berkata bahwa Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Menurut Allah, aku sudah menjadi Penutup Para Nabi, ketika Adam masih dalam bentuk tanah liat.”

Maysara al-Dhabbi (ra) berkata bahwa ia bertanya pada Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.”

Suhail bin Salih Al-Hamadani berkata, “Aku bertanya pada Abu Ja’far Muhammad ibn `Ali radiy-Allahu ‘anhu, `Bagaimanakah Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam bisa mendahului nabi-nabi lain sedangkan beliau akan diutus paling akhir?” Abu Ja’far radiy-Allahu ‘anhu menjawab bahwa ketika Allah menciptakan anak-anak Adam (manusia) dan menyuruh mereka bersaksi tentang Diri-Nya (menjawab pertanyaan-Nya, `Bukankah Aku ini Tuhanmu?’), Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam-lah yang pertama menjawab `Ya!’ Karena itu, beliau mendahului seluruh nabi-nabi, sekalipun beliau diutus paling akhir.”

Al-Syaikh Taqiyu d-Diin Al-Subki mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa karena Allah Ta’ala menciptakan arwah (jamak dari ruh) sebelum tubuh fisik, perkataan Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam “Aku adalah seorang Nabi,” ini mengacu pada ruh suci beliau, mengacu pada hakikat beliau; dan akal pikiran kita tak mampu memahami hakikat-hakikat ini. Tak seorang pun memahaminya kecuali Dia yang menciptakannya, dan mereka yang telah Allah dukung dengan Nur Ilahiah.

Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengaruniakan kenabian pada ruh Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam bahkan sebelum penciptaan Adam; yang Ia telah ciptakan ruh itu, dan Ia limpahkan barakah tak berhingga atas ciptaan ini, dengan menuliskan nama Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam pada `Arasy Ilahiah, dan memberitahu para Malaikat dan lainnya akan penghargaan-Nya yang tinggi bagi beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam). Dus, Haqiqat Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam telah wujud sejak saat itu, meski tubuh ragawinya baru diciptakan kemudian. Al Syi’bi meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau menjawab, “ketika Adam masih di antara ruh dan badannya, ketika janji dibuat atasku.” Karena itulah, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah yang pertama diciptakan di antara para Nabi, dan yang terakhir diutus.

Diriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah satu-satunya yang diciptakan keluar dari sulbi Adam sebelum ruh Adam ditiupkan pada badannya, karena beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah sebab dari diciptakannya manusia, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah junjungan mereka, substansi mereka, ekstraksi mereka, dan mahkota dari kalung mereka.

(7)

`Ali ibn Abi Thalib karram-Allahu wajhahu dan Ibn `Abbas radiy-Allahu ‘anhu keduanya meriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) bersabda, “Allah tak pernah mengutus seorang nabi, dari Adam dan seterusnya, melainkan sang Nabi itu harus melakukan perjanjian dengan-Nya berkenaan dengan Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam): seandainya Muhammad (SAW) diutus di masa hidup sang Nabi itu, maka ia harus beriman pada beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan mendukung beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), dan Nabi itu pun harus mengambil janji yang serupa dari ummatnya.

Diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Nur Nabi kita Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam, Ia Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan padanya untuk memandang pada nur-nur dari Nabi-nabi lainnya. Cahaya beliau melingkupi cahaya mereka semua, dan Allah SWT membuat mereka berbicara, dan mereka pun berkata, “Wahai, Tuhan kami, siapakah yang meliputi diri kami dengan cahayanya?” Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab, “Ini adalah cahaya dari Muhammad ibn `Abdullah; jika kalian beriman padanya akan Kujadikan kalian sebagai nabi-nabi.” Mereka menjawab, “Kami beriman padanya dan pada kenabiannya.” Allah berfirman, “Apakah Aku menjadi saksimu?” Mereka menjawab, “Ya.” Allah berfirman, “Apakah kalian setuju, dan mengambil perjanjian dengan-Ku ini sebagai mengikat dirimu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Maka saksikanlah (hai para Nabi), dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu.”(QS 3:81).

Inilah makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: `Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hukmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’” (QS 3:81).

Syaikh Taqiyyud Diin al-Subki mengatakan, “Dalam ayat mulia ini, tampak jelas penghormatan kepada Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan pujian atas kemuliaannya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa seandainya beliau diutus di zaman Nabi-nabi lain itu, maka risalah da’wah beliau pun harus diikuti oleh mereka. Karena itulah, kenabiannya dan risalahnya adalah universal dan umum bagi seluruh ciptaan dari masa Adam hingga hari Pembalasan, dan seluruh Nabi beserta ummat mereka adalah termasuk pula dalam ummat beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam. Jadi, sabda sayyidina Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), “Aku telah diutus bagi seluruh ummat manusia,” bukan hanya ditujukan bagi orang-orang di zaman beliau hingga Hari Pembalasan, tapi juga meliputi mereka yang hidup sebelumnya. Hal ini menjelaskan lebih jauh perkataan beliau, “Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.” Berpijak dari hal ini, Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah Nabi dari para nabi, sebagaimana telah pula jelas saat malam Isra’ Mi’raj, saat mana para Nabi melakukan salat berjama’ah di belakang beliau (yang bertindak selaku Imam). Keunggulan beliau ini akan menjadi jelas nanti di Akhirat, saat seluruh Nabi akan berkumpul di bawah bendera beliau.

Barokallah.

(8)

TANYA JAWAB

1. tatang eko cahyono on Agustus 2, 2011 at 6:46 am ass bro, saya ingin ngalaf di ente, boleh gak bro? Balas

Posted by edwinengelen on Agustus 3, 2011 at 8:08 am

Wassalam, Alhaamdulillah Bisa saja Brothers,…..kirim pendapat pertanyaan anda di kolom komentar INSHA ALLAH sy bisa menjawab dengan hati yang senang & anda pun Bahagia…AMIN

Posted by Suyono Arifin on Agustus 25, 2011 at 3:39 am

membaca urian anda itu sangat cocok , karena saya sudah melaksanakanya, ketika kita dzikir HU (masuk nafars) ALLOH (keluar nafas) dengan tenang dan dengan nafas yang haluuuuuus apa yang terjadi ada rasa kenikmatan yang luar biasa menyelimuti seluruh jiwaraga , maka hai ………..seluruh saudara ku muslimin muslimah amalkan dzikir tersebut diatas……….anda semua akn tenteraaam………….aaamin. hubungi aku di 0856947397 atu di xlku 087 759 837 517

Balas

2. Posted by Pak Mus on Februari 28, 2013 at 10:25 am

siapa yang mengajarkan dzikir seperti ini> Nabi Muhmmadkah? atau siapa? kayanya gak ada dalam syariatnya nabi Muhammad saw.

Balas

Posted by Edwin Engelen on Maret 22, 2013 at 6:38 pm

Wassalam…ini dzikir khusus bagi org2 yg memahami Tarekat & Tasawuf……….. Apakah anda sdh mengetahui sdr………

3. Posted by Denny on April 13, 2013 at 12:56 am

Saya setuju dengan dzikir yang anda lakukan. Saya pernah memcobanya antara percaya atau tidak tubuh saya terangkat keatas setinggi 1 meter, saat itu saya tidak percaya dengan semua itu, disaat timbul tidak kepercayaan itu tubuh saya yang terangkat 1 meter pada saat itu terhempas kebawah dan tangan saya tertindih tubuh saya. Sakit sekali, Lalu saya meminta ampun kepada Allah atas tidak kepercayaan saya kepada kuasa Ya (Allah) sekejap sakit di tangan saya hilang. Allah Hu Akbar……..

Balas

Posted by Edwin Engelen on April 20, 2013 at 4:07 am

Wassalam Sdr. Denny….Ya. Ketahuilah dzikir tersebut selalu dikumandangkan oleh para Malaikat Angin yg Allah ciptakan dari Unsur Angin.

4. Posted by kecap on Oktober 3, 2011 at 6:39 pm

bagus banget artikelnya… makasih.

saya mau tanya ….. bagaimana dengn yang ini.. :

HU (tarik nafas tahan) dan dilanjut dengan HAQ dan AH, baru hembuskan nafas dengan Allah. zikir ini saya di kasih tau oleh temen saya, cuma saya belum pernah mencobanya.

Balas

Posted by edwin engelen on Oktober 13, 2011 at 5:42 pm

‘HU’ Artinya : DIA ALLAH, HAQ ialah : Maha memiliki sumber kebenaran. Jadi jika anda gabungkan dgn zikir yg anda gunakan berarti DIALAH ALLAH SUMBER KEBENARAN.

5. Posted by endo on Juli 26, 2012 at 6:58 am

saya pernah belajar pukulan jarak jauh dg prinsip bahwa manusia didalam perut sudah bisa bergerak,apalagi setelah diluar kandungan dengan cara belajar tarik napas dan tahan caranya :1.tariknapas melalui hidung besamaan bacaan ALLAH ……… dan tahan dalam perut selama 1 menit /lebih sesuai kemampuan ,keluakan melalui mulut secara

(9)

pelan-pelan dengan besamaan bacaan HU………..lakukan setiap saat Insya Allah betapa besar mamfatnya ,nanti akan tau sendiri.

Balas

Posted by kecap on Oktober 5, 2011 at 6:51 am

bung edwin, saya mau tanya neh.. bung edwin tau asma MALIKUL A’DAM AMA ga?

Posted by edwin engelen on Oktober 13, 2011 at 5:46 pm

MALIKUL ialah Kerajaan & A’DAM sama dgn ADHIM ialah Agung,…. AMA sama dgn AMMA artinya ialah Tiada sekutu bagiNYA,

Jadi kalau disingkat kerajaan Agung yang tiada sekutupun bagiNYA.

6. Posted by erwin on Oktober 13, 2011 at 1:28 am

Asskum…bro mau tanya,utk dzikir nafas”HU”ada yg mgatakan bhw saat nafas masuk”HU”dan dsaat nafas keluar”ALLAH”tp ada jg yg mgatakan terbalik jd ALLAH HU. Sebenarnya hakikat HU dan ALLAH dlm dzikir nafas itu apa? Ada yg mgatakan bhw HU brarti kita memuji NYAWA kita dan ALLAH brarti kita memuji kpd RUH kita…mohon penjelasannya bro biar saya tidak bingung dan salah jalan…sebelumnya Trima kasih.

Balas

Posted by edwin engelen on Oktober 13, 2011 at 5:50 pm

Wassalam, Sudah benar itu Broo….yg anda Maksudkan, maka tekunilah & amalkan, insya Allah ada hidayah………….. Dlm berbagai tarekat biasa memang agak berbeda dlm penyebutan & lafaz nya, tapi semuax benar, Yg Masuk & Yg keluar semua karena kehendakNYA.

7. Posted by erwin on Oktober 29, 2011 at 2:18 am

Asskum…thanks bro atas jwbnya mggu kmrin.mau tnya lg nih bro… Msh ttg dzikir pernafasan HU ALLAH…bro,nafas kita sbnrnya ada brp macam?krn ada yg keluar dan masuk melalui mulut dan hidung serta ada jg yg NAIK dan TURUN yg bs kita rasakan pd daerah SULBI.trz…ada org yg blg kalo pd dzikir nafas,klmat HU itu yg masuk tmpatnya di PUSAR dan klmat ALLAH yg kluar tmptnya di HULUKUM/JAKUN.trz apakah dzikir nafas HU ALLAH ini tdk ada Khodam?klo ada bgmna cara mengatasi agar kita tdk salah jalan gitu bro?yg trakhir…ada jg yg mengajarkan kpd sy ttg dzikir nafas YAA HU…apa ada prbedaan dgn HU ALLAH?thanks bro.

Balas

Posted by edwin engelen on Desember 4, 2011 at 1:23 pm

Wassalam brothers, Dalam ilmu pernapasan ada 4 Tingkatan, biasa jg digunakan dlm ilmu tenaga dalam apalagi jika digabungkan dgn Zikir Nafas, 1) Masuk,& tertahan di perut 2) Keluar, msh tetap tetahan di perut 3)masuk, tdk tertahan di perut( kosong) 4) Keluar, tdk tertahan di perut (kosong). dan semua gerakan trsebut ada ilmunya, disertai Zikir Latifah (Halus laksana angin) & disertai Huruf, sm saja kt menggunakan Ilmu gerakan Angin pd perguruan tenaga dalam, bagi para org berilmu ini dikatakan Ilmu 8 penjuru mata Angin (Tingkat Tinggi), bahkan ada wali2 allah mnggunakan ini dlm kebaikan, bisa mnjdi kesaktian, jati diri sejati muslim, kekayaan lahir(materi) & batiniah. Trims Bro….

8. Posted by sutra on April 23, 2012 at 3:55 am

mas ajar kan saya agar bisa membukakan indra ke6 degan cepat Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:24 pm

Perbaikilah Syariat dulu lalu melangkah Tarekat.

Posted by Joniansyah Lubra on Desember 4, 2011 at 12:49 pm

(10)

Assalamu’alaikum…Bro,Alhamdulillah…stelah mmbca tulisan Anda saya bnyak dpat tambahan Ilmu bru.tpi,saya ada sdkit pertanyaan..BgaImnakh yg di maksd Dua kalimat Syahadat yg artinya Tunggal(Allah dan Hamba tdk brcerai),dan bgaimnakh cra Amaliah/pakaian nya???Trimk,..

Balas

Posted by edwin engelen on Desember 4, 2011 at 1:35 pm

Wassalam, Pada dasarnya Allah & Hambanya tak pernah berpisah dan ini Di akadkan dlm Syahadat, ayat mengatakan : sesungguhnya AKU berada di dlm hatinya Hamba2ku yg beriman, makin kamu yakini DIA mkn berada & akan membukakan Tabir Hijab RahasiaNYA bagi Bathiniahmu sendiri. Makna Rahasia Syahadat ialah Allah SWT adalan penguasa alam semesta, api,angin air, tanah, gunung, laut, bulan, Matahari, bintang dan Muhammad adalah Hamba Insan yang yg sangat mulia nan sempurna dibandingkan makhluk lainnya di segala alam semesta.

amalkanlah : La ilaha Illallah malikul haqqul mubin muhammad rasulullah syahidul wadul Amin.

DIA ALLAH maha memilki kerajaan Maha Benar di dlm kitab nyata (lauhim Mahfudz), & muhammad utusanNYA yg menyaksikan keindahan alam semesta. /setiap shalat fardhu. AMIN. Trims Brothers……….

9. Posted by erwin on Desember 5, 2011 at 4:25 am

Asskum…thanks bro atas jwbannya. Ada yg prlu sy tanyakan lg bro ttg mengenal diri.ada klmat yg mngtakan “kenalilah dirimu mk engkau akan mengenal Tuhanmu”.ada teman sy mengatakan bhw,utk mengenal diri, kita hrz mengenal Adam dan Muhammad.trz trang sy msh bingung ttg mengenal diri.yg sy tahu dan yg kita kenal,Adam adl manusia yg prtama kali diciptakan Allah.sedangkan Muhammad adl penutup para Nabi dan Rasul.itu scra lahir/dzahir tp secara bathin, siapakah sebenarnya Adam dan Muhammad?adakah kaitan antara diri kita dgn Adam dan Muhammad? sehingga dikatakan bhw utk mngenal diri hrz tahu dan kenal dulu Adam dan Muhammad!mohon penjelasannya bro.dan kalau pernyataan sy diatas salah,tolong diluruskan.terima kasih sebelumnya wassalam. Balas

Posted by edwin engelen on Desember 5, 2011 at 6:29 pm

Hadist Qudsi :”Man arafa Nafsahu Fakade Arafa Rambahu” Barangsiapa mengenali dirinya niscaya sudah pasti mengenali TuhanNYA”

Mengenali adam sm jg dengan mengenali muhammad

Adam tercipta dari tanah langsung dgn Cahaya Tanah (Nur Turab) tanah surga & bumi, & tak memilki lubang pusar sedangkan adam pd dirimu ialah jika engkau memakan hasil bumi ( dari tanah ) dan menjadikan fisikmu tumbuh berkembang dgn cahaya tanah Bumi (Nur MinThin)

Muhammad tercipta dari Nutfah/ Manni Hitani (sperma/Mani) sm dengan manusia biasanya dgn cahaya manusia (Nur Insan) dan menciptakan cahaya akhlak, dan manusia yg dapat dipercaya & menjalin silahturahmi ( Al Amin & Al Jama’ah )

Jadi itulah Pengenalan diri antara Adam & Muhammad, & masih banyak yg perlu dikenali lagi. Wassalam,…………

10. Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:38 pm

Wassalam brothers. semua yg kamu utarakan adalah BENAR adanya. Nur MUHAMMAD adalah awal dr semua yg dciptakan oleh ALLAH SWT.

Posted by duahati on Mei 20, 2013 at 8:56 am

alhamdulillah, trims mas. saya akan coba amalkan dzikir ini mas, mohon tuk diberi izin dr mas edwin dan smoga mas edwin slalu diberikan apa yg mas edwin butuhkan dr Allah SWT, aamin..aamiin ya rabb

Posted by Edwin Engelen on Mei 20, 2013 at 12:52 pm

Barokallah Dua Hati…

11. Posted by EKA PUTRA on Mei 23, 2012 at 5:04 am

(11)

Assalamualaikum..

SUBHANNALOH..ALLOHUAKBAR..7 x (tubuh saya bergetar,air mata terurai ketika mengetik tulisan ini… ada tambahan artikal sedikit dibawah ini semoga menambah ketaqwaan kita kepada ALLOH SWT.. : Penciptaan Ruh Kanjeng Nabi Muhammad

Saat Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan keputusan Ilahiah untuk mewujudkan makhluq, Ia pun menciptakan Haqiqat Muhammadaniyyah (Realitas Muhammad –Nuur Muhammad) dari Cahaya-Nya. Ia Subhanahu wa Ta’ala kemudian menciptakan dari Haqiqat ini keseluruhan alam, baik alam atas maupun bawah. Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memberitahu Muhammad akan Kenabiannya, sementara saat itu Adam masih belum berbentuk apa-apa kecuali berupa ruh dan badan. Kemudian darinya (dari Muhammad) keluar tercipta sumber-sumber dari ruh, yang membuat beliau lebih luhur dibandingkan seluruh makhluq ciptaan lainnya, dan menjadikannya pula ayah dari semua makhluq yang wujud. Dalam Sahih Muslim, Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menulis Taqdir seluruh makhluq lima puluh ribu tahun (dan tahun di sisi Allah adalah berbeda dari tahun manusia, peny.) sebelum Ia menciptakan Langit dan Bumi, dan `Arasy-Nya berada di atas Air, dan di antara hal-hal yang telah tertulis dalam ad-Dzikir, yang merupakan Umm al-Kitab (induk Kitab), adalah bahwa Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam adalah Penutup para Nabi. Al Irbadh ibn Sariya, berkata bahwa Nabi sall-sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Menurut Allah, aku sudah menjadi Penutup Para Nabi, ketika Adam masih dalam bentuk tanah liat.”

Maysara al-Dhabbi (ra) berkata bahwa ia bertanya pada Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.”

Suhail bin Salih Al-Hamadani berkata, “Aku bertanya pada Abu Ja’far Muhammad ibn `Ali radiy-Allahu ‘anhu, `Bagaimanakah Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam bisa mendahului nabi-nabi lain sedangkan beliau akan diutus paling akhir?” Abu Ja’far radiy-Allahu ‘anhu menjawab bahwa ketika Allah menciptakan anak-anak Adam (manusia) dan menyuruh mereka bersaksi tentang Diri-Nya (menjawab pertanyaan-Nya, `Bukankah Aku ini Tuhanmu?’), Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam-lah yang pertama menjawab `Ya!’ Karena itu, beliau mendahului seluruh nabi-nabi, sekalipun beliau diutus paling akhir.”

Al-Syaikh Taqiyu d-Diin Al-Subki mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa karena Allah Ta’ala menciptakan arwah (jamak dari ruh) sebelum tubuh fisik, perkataan Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam “Aku adalah seorang Nabi,” ini mengacu pada ruh suci beliau, mengacu pada hakikat beliau; dan akal pikiran kita tak mampu memahami hakikat-hakikat ini. Tak seorang pun memahaminya kecuali Dia yang menciptakannya, dan mereka yang telah Allah dukung dengan Nur Ilahiah.

Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengaruniakan kenabian pada ruh Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam bahkan sebelum penciptaan Adam; yang Ia telah ciptakan ruh itu, dan Ia limpahkan barakah tak berhingga atas ciptaan ini, dengan menuliskan nama Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam pada `Arasy Ilahiah, dan memberitahu para Malaikat dan lainnya akan penghargaan-Nya yang tinggi bagi beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam). Dus, Haqiqat Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam telah wujud sejak saat itu, meski tubuh ragawinya baru diciptakan kemudian. Al Syi’bi meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau menjawab, “ketika Adam masih di antara ruh dan badannya, ketika janji dibuat atasku.” Karena itulah, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah yang pertama diciptakan di antara para Nabi, dan yang terakhir diutus. Diriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah satu-satunya yang diciptakan keluar dari sulbi Adam sebelum ruh Adam ditiupkan pada badannya, karena beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah sebab dari diciptakannya manusia, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah junjungan mereka, substansi mereka, ekstraksi mereka, dan mahkota dari kalung mereka.

`Ali ibn Abi Thalib karram-Allahu wajhahu dan Ibn `Abbas radiy-Allahu ‘anhu keduanya meriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) bersabda, “Allah tak pernah mengutus seorang nabi, dari Adam dan seterusnya, melainkan sang Nabi itu harus melakukan perjanjian dengan-Nya berkenaan dengan Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam): seandainya Muhammad (SAW) diutus di masa hidup sang Nabi itu, maka ia harus beriman pada beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan mendukung beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), dan Nabi itu pun harus mengambil janji yang serupa dari ummatnya.

Diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Nur Nabi kita Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam, Ia Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan padanya untuk memandang pada nur-nur dari Nabi-nabi lainnya. Cahaya beliau melingkupi cahaya mereka semua, dan Allah SWT membuat mereka berbicara, dan mereka pun berkata, “Wahai, Tuhan kami, siapakah yang meliputi diri kami dengan cahayanya?” Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab, “Ini adalah cahaya dari Muhammad ibn `Abdullah; jika kalian beriman padanya akan Kujadikan kalian sebagai

(12)

nabi-nabi.” Mereka menjawab, “Kami beriman padanya dan pada kenabiannya.” Allah berfirman, “Apakah Aku menjadi saksimu?” Mereka menjawab, “Ya.” Allah berfirman, “Apakah kalian setuju, dan mengambil perjanjian dengan-Ku ini sebagai mengikat dirimu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Maka saksikanlah (hai para Nabi), dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu.”(QS 3:81).

Inilah makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: `Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hukmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’” (QS 3:81).

Syaikh Taqiyyud Diin al-Subki mengatakan, “Dalam ayat mulia ini, tampak jelas penghormatan kepada Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan pujian atas kemuliaannya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa seandainya beliau diutus di zaman Nabi-nabi lain itu, maka risalah da’wah beliau pun harus diikuti oleh mereka. Karena itulah, kenabiannya dan risalahnya adalah universal dan umum bagi seluruh ciptaan dari masa Adam hingga hari Pembalasan, dan seluruh Nabi beserta ummat mereka adalah termasuk pula dalam ummat beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam. Jadi, sabda sayyidina Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), “Aku telah diutus bagi seluruh ummat manusia,” bukan hanya ditujukan bagi orang-orang di zaman beliau hingga Hari Pembalasan, tapi juga meliputi mereka yang hidup sebelumnya. Hal ini menjelaskan lebih jauh perkataan beliau, “Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.” Berpijak dari hal ini, Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah Nabi dari para nabi, sebagaimana telah pula jelas saat malam Isra’ Mi’raj, saat mana para Nabi melakukan salat berjama’ah di belakang beliau (yang bertindak selaku Imam). Keunggulan beliau ini akan menjadi jelas nanti di Akhirat, saat seluruh Nabi akan berkumpul di bawah bendera beliau.

Allaahumma salli afdalas salaati ‘ala habiibikal Mushtofa Sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wasahbihi wasallaam WASSALAMUALAIKUM…

12. Posted by Joniansyah Lubra on Desember 5, 2011 at 10:45 am

Trimk…bnyak ats pnjelasan nya Bro…q ada pertanyaan lg.n mint tlong pnjelasan nya???1.ad nya kamu,ada nya Dia.ada nya Dia di adamu..2.pandang satu lhat yg bnyak,pandang bnyak lht yg satu,3.apakh mksud dri ayat.LAISYA QAMASLIHI SAY’UN???Trimk Banyak…mudahan Allah SWT Meridhoi kita smua,Amiiin…

Balas

Posted by edwin engelen on Desember 5, 2011 at 6:41 pm

Wassalam Brothers….1.)Kalimat dlm Kitab Syech Abdul Qadir Al jaelani (Risalah Al-Ghautsiyah) ” Tiada yg nyata dariKU kecuali nyataKU kepada Manusia”

2). AKU adalah (Al Wujud) Tunggal/satu diantara seribu wujud yg ada, AKU adalah Al Wujud (Maha Berwujud) Berada disemua wujud yg ada, AKU tidak bertempat tapi AKUlah yg menciptakan tempat 3.)Laisa kamitslihi syaiun (Tiada yang sebanding, serupa & semisal Dengan-KU). Trims…………..

13. Posted by haikal alief on Mei 10, 2013 at 4:35 pm

assalamiaalaikum begitu indah jika jiwa dan hati yg berbicara dan begitu indah jika tasawwuf yg kta bincangkan,sekedar shering…..tuk menuju tuhan, pd saat azali abadi ROBBY dngan ktunggalanNYA menciptakan dua nur (nur robbi di alam la taayyun)dan lauh KUN (tempat pemyimpanan rahasia dua nur tersebut)dengan wahidatul af’alNYA,dri salah satu nur tersebut terpancar nur yg terang benderang yg setelahnya di beri nama nurulloh/sir(asal muasal insan) dan yg satunya lgi terpancar nur jga dan di beri nama nur muhammad(asal muasal mahluk alam semesta)sederhananya adlah asal muasalnya in materi dan materi SIRRIL HAYATIL WUJUDI WASSABABIL A’DHOMI LIKULLI MAUJUD(ilmu dan hayat) di mulai dri sinilah khidupan mahluknya d mulai,shingga robb menyatakan dirinya dngan nama ALLAH,dn nma ALLAH adlah ismuddzat(bkan ISMUZZAT) artinya dzat tuhan yg menciptakan sgala sesuatu yg blum pernah ada,ISMU ROBBY WUJUDUHU QOBLAL WUJUDIL ASYAK WA ISMULLOH WUJUDUHU BA’DAL WUJUDIL ASYAK…….maaf bersambung..

Posted by Edwin Engelen on Mei 10, 2013 at 5:00 pm

Barokallah Sdr. Haikal….Semua yang anda Uraikan BENAR adanya. 14. Posted by endjee on Januari 16, 2012 at 7:07 am

(13)

mas bro, kmrn ada yg bilang sama aq kalo sudah melafalkan dzikir tersebut sudah tidak perlu melakukan shalat lagi, karena sebenarnya shalat itu adalah ketetapan yang tersurat, yang tersiratnya adalah untuk selalu berbuat baik. nah karena dia merasa sudah menyatu dengan Allah (berpegang kepada hadist seperti di atas) makanya dia ga mau melakukan shalat. gmn tu mas bro ya?mohon pencerahannya, trims

Balas

Posted by edwin engelen on Februari 24, 2012 at 9:13 am

Wassalam Brothers, pemahaman amalan ibarat BUAH, kulit tanpa isi cepat rusak & kotor, isi tanpa kulit tak berarti sm sekali. jd Syariat tanpa hakikat Buta, hakikat tanpa syariat pincang. Trims

15. Posted by Adi Wijaya on Januari 31, 2012 at 6:21 pm

Wali-Allah saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini, lalu berapa yang ada di indonesia ? trimakasih…

Balas

Posted by edwin engelen on Februari 24, 2012 at 9:17 am

Brothers, Insya ALLAH anda dibukakan & diprtemukan hijabNYA di dunia, krn tdk mudah ktmu dgn mereka. karena ada org terkenal didunia & ada org terkenal di langit.

16. Posted by husni on Februari 19, 2012 at 9:28 am

kalau lahu ilahu Balas

Posted by edwin engelen on Februari 24, 2012 at 9:33 am

Artinya : karena DIA ALLAH

17. Posted by satar on Maret 1, 2012 at 12:44 am

kapan saatnya seseorang harus belajar ilmu tarikat hakikat dan ma’rifat apakah kalau sudah mantap dibawahnya atau secara bersamaan

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 3:28 pm

Belajarlah dari SYARIAT dulu, mentaati segala perintahNYA & menjauhi segala laranganNYA. Sempurnakan Lahir & Batin akan terikut.

18. Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:42 pm

Allah lah yg akan mengangkat derajatmu disisiNYA. scra tak sadarmu. & engkau akan mengetahui apa yg tak diketahui oleh org AWAM.

Belajarlah dr Syariat. mentaati segala perintahNYA & menjauhi segala LaranganNYA. Balas

Posted by alifjava on Maret 3, 2012 at 2:53 pm

crnya qta brtemu sdulur papat qta? Dan bagaimana cara mrogo sukmo atas jawabannya trima kasih

(14)

Maaf brothers. bhs mu gak dimengerti. 19. Posted by samut on Maret 6, 2012 at 4:15 am

As.wr.wb smoga ALLOH slalu memberikan rahmat pada kita smua serta mengampuni dosa dosa kita Amin.terima kasih atas rahasia zikir rahasia yang telah dijabarkan.ijn mengamalkan wassalam

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:44 pm

Amin. Insya Allah diridhoi-NYA.

20. Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:44 pm

Amin. Insya Allah diridhoi-NYA.

21. Posted by 71204089 on Maret 10, 2012 at 2:26 am

Assalamu’alaikum. buat sdr2ku klu benar2 ingin ngamalkan ilmu sebaiknya ada gurunya yg waskita. apalagi ilmu bathin. dan menurut saya tdk ada ilmu yg paling tinggi kecuali ilmu SEKARAT PATI.kalau ada kata diatas langit ada langit itu menurut saya itu ilmu syareat / ilmu dhohir/ ilmu yg menyangkut urusan dunia. terima kasih. wassalamu’alaikum Wr.Wb

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 3:25 pm

Wassalam. Ilmu yg paling baik meneladani akhlak Rasulullah SAW & mengikuti Syariat. 22. Posted by rano on Maret 15, 2012 at 3:06 pm

Mohon di ijasahkan kpd kmi yg tak tau dan tak punya ini,thanks Bro Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:47 pm

Ijasahnya adalah SHOLAT, PUASA, SEDEKAH & SILAHTURAHIM. Mentaati segala perintahNYA & menjauhi segala laranganNYA.

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:47 pm

Ijasahnya adalah SHOLAT, PUASA, SEDEKAH & SILAHTURAHIM. Mentaati segala perintahNYA & menjauhi segala laranganNYA.

23. Posted by edi on Maret 17, 2012 at 11:10 am

ass, gimana asalamualaikum pembukaan dan kita tunjukukan sebelum dzikir la ilah haillah…..?

dzikir seperti hu selain yg dimengerti apakah boleh tidak ada gurunya dan di izazah kan mas bro , saya sering dengar orang berdzikir hu hu hu saya rasa ini bkn dzikir orang biasa dan kasih mereka petunjuk sebelum mereka celaka, harus ada pengertianya dulu yg lebih rinci dan lebih dala baru mereka mengamalkanya.

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:53 pm

HUWA (DIA ALLAH BERSAMAKU DIMANAPUN AKU BERADA). Ijasahnya SHOLAT, PUASA, SEDEKAH, & SILAHTURAHIM. serta Allah SWT sbg SaksiNYA.

“Wa huwa maa’kum ainama kuntum wallahu bima ta’maluna Bashir”

DIA Lah ALLAH, berada dimanapun kamu berada, & DIA maha menyaksikan segala tiap2 sesuatu. Q.s (AL-Hadid:4) 24. Posted by Asraf on Maret 25, 2012 at 1:58 pm

(15)

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:55 pm

Barakollahu. Amin

25. Posted by Abdul Putra on Maret 31, 2012 at 4:44 am

kalau dzikir air, api, tanah dan angin? maksudnya gimana? Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:57 pm

Berdzikirlah utk diri dulu (SHOLAT). krn UNSUR pun berdzikir hanya Untuk-NYA. “Yusabbihulahu ma fissamawati wal ardhi” bertasbihlah apa2 yg ada dilangit & dibumi.

26. Posted by hisam nasirudin on April 1, 2012 at 6:05 pm

as.wb.wb.mhn penjelasan sblm dzikir apa yg hrs di baca dan ijin mempelajarinya Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:35 pm

Sholat. insya Allah engkau diberikan izin langsung dr ALLAH SWT. 27. Posted by kahar on Juli 22, 2012 at 5:59 am

mas saya mau tanya disaat baginda rasulullah dilahirkan menurut penjelasan orang pintar yang pernah saya dengar.Beliau tidak menangis seperti bayi lain pada umumnya.Tapi ada kata yang diucapkan, yang orang bilang awal kata baginda Rasulullah.Tolong dijelaskan?

Posted by Edwin Engelen on Juli 25, 2012 at 9:15 am

Maaf SAUDARA. sy tdk bisa menjawab pd BLOG web saya ini. karena BAHASA anda gunakan HAKIKAT. krn saya mencegah respon dari org syariat yg belum paham. akhirx perdebatan. Itulah maknax RASULULLAH hanya DIAM. maknai & pahamilah pertanyaan anda sendiri.

28. Posted by indra on April 6, 2012 at 9:55 am

assalam… disetiap tingkatan pasti ada batasnya, yang mau saya tanyakan gmna caranya supaya qt bisa tau kpan qt bisa naik tingkat dari dzikir syariat naik ke tarikat dan seterusnya… mohon penjelasannya yaa saudaraku..

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:34 pm

Perbaikilah dasar syariatmu. maka secara tak sadarmu. ALLAH akan mengangkat derajatmu disisiNYA dlm posisi lahir & batin, Dunia & akherat.

29. Posted by EKAPUTRA on Februari 18, 2013 at 6:37 am

Assalamualaikum..

Syari’at,Tarikat dan Hakikat —–>Marifatulloh —–>Ihsan Kamil Mohon maaf tambahan sedikit..

(16)

Balas

Posted by Nasrul Haq Mandailing on April 8, 2012 at 8:49 pm

Assalamualaikum wr wb Minta izin Copy atau di sebarkan, mas ya mudah-an di catat jadi ilmu yg bermanfaaat Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:31 pm

Amin.

30. Posted by Aria Junaidi on April 16, 2012 at 9:09 am

yang di maksud dengan benda syahadat itu apa? dan letaknya dimana? mohon penjelasannya dikirim ke email saya Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:31 pm

Syahadat ad/ Kunci Surga. kunci dunia & akherat. letaknya adalah bentuk pasangan yg ada dlm dirimu. 31. Posted by gast on April 19, 2012 at 9:21 am

jauh tak ada antara dan dekat tak tersentuh. pak bos,,,, kenapa kalau kita bilang diri ini allah, maka kita kafir dan kenapa kalau kita bilang kita hamba allah kita kufur.

Balas

Posted by edwin engelen on April 23, 2012 at 4:28 pm

Kita Hanya Hamba Allah (Abdillah). kecuali Pengenalanmu kepadaNYA sangat baik. maka kamu dikatakan Amrullah (Hamba yg Diurus oleh Allah secara Lahir & batin).

32. Posted by Abdul Putra on April 26, 2012 at 3:05 am

saya pernah dengar awlddin marifatllah……. yang artnya awal agma itu ialh mengnal ALLAH…… yang mw sya pertnykan ialah bagaimn cara kita mengnal ALLAH?

Balas

Posted by edwin engelen on Mei 2, 2012 at 4:40 pm

“Man Arafa nafsahu fakade arafa rambahu” Brgsiapa mngenali dirinya niscaya sudah pasti mengenali TuhanNYA. Allah bersifat Awwalu Wal Akhiru (Awal & Terakhir), Zhahir (nampak)dan Bathinu (Tak nampak). Kenalilah sesuatu apa yg ada pd lahir & batinmu.

33. Posted by Al Ikhwan on April 28, 2012 at 11:23 am

jauh tak ada antara dan dekat tak tersentuh, kata kata yang di utarakan oleh saudaraku diatas, sudah lama saya ingin tahu penerapannya, dan bagaiman cara kita untuk memahaminya.

Balas

Posted by edwin engelen on Mei 2, 2012 at 4:37 pm

“Man Arafa nafsahu fakade arafa rambahu” Brgsiapa mngenali dirinya niscaya sudah pasti mengenali TuhanNYA. Allah bersifat Zhahir (nampak)dan Bathinu (Tak nampak).

34. Posted by edwin engelen on Mei 2, 2012 at 5:08 pm

Bahasamu antara Lahir & batin. jawabanx Kenalilah Alllah SWT & Muhammad Rasulullah. Balas

(17)

Posted by Abdul Putra on Mei 11, 2012 at 2:42 am

asslmualikm……

mas sya mw bertnya, sya pernah dengar ALLAH SWT itu ingat kita jika kita ingat pula dengan NYA. yang menjadi pertanyaan saya bagaimana cara kita mengingat NYA baik dalam keadaan sholat, bekerja, berkegiatan yang lain maupun disaat kita tidur.

mohon arahannya mas……. waslamualikm………… Balas

Posted by edwin engelen on Mei 11, 2012 at 7:44 am

Wassalam. Yakinilah dalam setiap ingatan bahwa ada ALLAH SWT bersamamu, yg menggerakkan Jantungmu & tubuhmu. “Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum Wallahu bima ta’maluna bashir” -Sesungguhnya DIA berada dimana saja kamu berada lagi MAHA menyaksikan ats segala sesuatu. (Q.s Al-Hadid:4). “Innahu alimun bizatish shudur” Sesungguhnya DIA MAHA mengetahui segala isi hati manusia. (Q.s. Al Mulk 13).

35. Posted by dhannar on Mei 24, 2012 at 2:08 pm

MOHON PENCERAHAN MAKNA ALFATEHA secara nakrifat, kang ? dan ASMA ke SERATUS nya Kang. Balas

Posted by Edwin Engelen on Juni 10, 2012 at 1:04 pm

Wassalam. Makna pencerahan Al Fatihah & pengenalan Ma’rifat pada diri bahwa al-fatihah terdiri dari 7 ayat : Lihatlah bagaimana Allah menciptakan 7 lapis langit & 7 lapis bumi & perhitungan 7 hari, Senin, selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. semua ada maknanya pada alam.

Untuk pengenalan secara Makrifat. Maaf, saya tak bisa jelasakan disini. saya akan bahas di KITAB HIJAU & KITAB Risalah Al-Ghautssiyah dr (Syech Abdul qadir Al Jaelani). dan itu ad/ Khusus bagi orang2 yang saya tahu jelas. Trims

36. Posted by Abdul Putra on Mei 28, 2012 at 5:37 am

assmualaikm…….. mas saya mau bertanya lagi ne……

saya pernah mendengarkan seseorang berkata ” carilah engkau pahala sebanyak-banyaknya agar engkau mendapatkan surga (jangan mendapat kan neraka)”. dan yang satu lagi berkata “tujuan kita hidup adalah agar kita mendapatkan ridho ALLAH SWT”. yang menjadi pertnyaan saya adalah mana yang lebih penting kita mendapatkan surga(neraka) atau kita mendapatkan Ridho ALLAH SWT?

Balas

Posted by edwin engelen on Juni 6, 2012 at 7:50 pm

Jika anda diridhoi-NYA jelas anda pasti mendapatkan kebaikan-NYA & Rahmat-NYA selama anda hidup & setelah mati. Sesungguhnya Allah adalah AL HAQ (MAHA BENAR janji-NYA) dan selalu membimbing Hamba-NYA dijalan kebenaran utk menggapai kebaikan Dunia & di Akherat kelak (SURGA).

37. Posted by Andi Sisuanto on April 22, 2013 at 1:50 pm

Ridho Allah lah bro…

Bahkan Sang tokoh tasawuf terkenal ” Robi’ah Al-Adawiyah ” berkata dlm do’anya : Ya Allah, jika ada dosa yg engkau takdirkan padaku maka berikanlah pada orang kafir. jika ada pahala yg engkau takdirkan padaku berikanlah pada kaum muslimin. karena aq tidak mengharapkan neraka dan syurga-Mu. yg kuharapkan hanyalah Ridho-Mu. jika Allah Ridho, maka apapun yg engkau pinta dan pantas untukmu akan engkau dapatkan dari Allah.

(18)

Balas

Posted by Edwin Engelen on Mei 3, 2013 at 8:15 am

Wassalam. sdr Andi.

Utk mencapai level Ridho-NYA, sgt susah mas, anda harus mau dgn niat bersungguh2 menjadi org beriman-berilmu-bertaqwa-berakhlak santun-bersilaturahim sm muslim, baru boleh dikategorikan org2 yg akan mendapat barokah-NYA, menjadi org2 tsb diatas tidak gampang Broo… tdk semudah membalikkan telapak tangan.

Lebih baik anda mencari kebaikan hidayah sendiri kepada Allah dgn amalan2 baik, daripada anda selalu membanding-bandingkan seseorang, karena setiap Makhluk yg Allah swt ciptakan di muka bumi memiliki kebaikan hidayah masing2…

Trim’s.

38. Posted by ekaputra on Mei 31, 2012 at 11:58 am

BISMILLAHHIRROHMANNIRRHIM…

Sorga atau neraka adalah reflexi ketika kita berada didunia..sorga yg didapt adalah reflxi dari pada RidhoNya..RidhoNYa adalah segala-galanya..cari lah RidhoNya dgn Zikir..dan kenalilah ALLOH dgn zikir tersebut hingga meresap dalam qolbu kau akan merasakan getaran kenikmatan yg tiada tara..ALLOH HUAKBAR..

Balas

Posted by edwin engelen on Juni 6, 2012 at 7:43 pm

Al hamdu lillahil rabbil alamin anda sdh memahaminya. 39. Posted by Abdul Putra on Juni 7, 2012 at 1:45 am

asslm mu’alikum wr wb. untuk mas bro dan mas ekaputra saya mengucapkan terima kasih, karena saya telah dibimbing. sekarang saya jadi paham untuk apa kita hidup.

wasslam mu’alikm wr wb Balas

Posted by Edwin Engelen on Juni 10, 2012 at 12:51 pm

SaudaraKu jika anda paham bahwa kehidupan sangat bermakna & berarti. Maka berbahagialah itulah suatu kesadaran keimanan anda yg terdalam kepada-NYA. “Sesungguhnya Langit & bumiku hanya kuwariskan kepada Hambaku yg bertaqwa saja” (Al-Anbiya : 105)

40. Posted by dina on Juni 8, 2012 at 4:30 am

alhamdulilah, terimaksih..banyak di bimbing,,,semoga allah meridhoi kita semua..amin Balas

Posted by firman on Juni 8, 2012 at 1:21 pm

assalamualaikum mas bro

terima kasih banyak atas materinya….saya ingin menyakan mengapa pada saat saya mendalami zikir Laillahaillallah saya mendapati penomena yg luar biasa tetapi setelah beralih ke zikir Allah hu belum merasakan apa.apa .jadi apa yg salah……mohon penjelasan

Balas

Posted by Edwin Engelen on Juni 15, 2012 at 6:27 am

(19)

41. Posted by EKA PUTRA on Juni 15, 2012 at 9:47 am

BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM..

Segala puji bagi ALLOH seru sekaliah alam..kenali lah kemudian tasdiq kan dalam qolbu arti dan makna zikir tersebut setiap ada perpindahan zikir…sebagaimana engkau kenali lafaz Tahlil tersebut…Saudara ku hamba ALLOH semua perlu latihan..latihan adalah proses..proses adalah engkau sedang menghampiri ALLOH, jika engkau berlari maka ALLOH lebih cepat menghampiri mu,jika engkau berjalan maka ALLOH berlari menghampirimu dan jika engkau berniat(belum mengerjakan) maka ALLOH akan berjalan menghampirimu..WA BILTAUFIK WAL HIDAYAH WASSALAMUALAIKUM WBR……

Balas

Posted by EKA PUTRA on Juni 15, 2012 at 9:58 am

Maaf revisi sedikit….JIKA ENGKAU BERNIAT(BELUM MENGERJAKAN)MAKA ALLOH AKAN MENYEBUT MEMANGGIL MU…)

Posted by Edwin Engelen on Juni 20, 2012 at 12:59 pm

Yap. Benar Brothers. Makanya saya bahas hanya garis besar (kulit) aja. belum arti makna sesungguhnya (isi). itu ad/ Ikrar janji kt kpd kaum awam. takkan mengatakan (membuka) sebelum ada KENYATAAN dari allah SWT. & saya membalas email anda sesuai pemahaman saya. serta tdk membahas kepada org siapa saja kecuali kpd org yg KHUSUS sy ketahui. Wassalam.

42. Posted by Kasran on Desember 19, 2012 at 2:47 pm

Assalamuallaikum wr wb.

Blog ini sangat bagus pengunjung semuanya sangat sopan_sopan dengan pengelola bagus pengunjung jg bagus,ini yg saya nantikan kedamayan kerukunan. Menurut cerita waliallah yg tnggal ditatakan beliau setiap sholat jum’at dimekah, menurut cerita beliau meninggal saat mau dimandikan diperiksa jasadnya hilang cuma ada sisa air trliat sediki ditempat,semasa hidup beliau pernah ditanya oluh guru sekumpul dimekah saat guru sekumpul banjarmasin lg menuntut ilmu,apa amalan sehingga bs sholat jum’at dengan sekejab dr banjarmasin kemekah dengan sekejap,jwb beliau saya tdk punya amalan tetapi saya hanya menjaga nafas dan atas kekuasaan allah, menurut cerita beliau meninggal jasadnya pun hilang.saya curiga walialah yg bernama datu sanggul itu mengamal kal masuk nas hu keluar allah.. Ingin lebih jelas cerita beliau semasa hidupnya kitik saja datu sanggul tatakan.

Posted by Edwin Engelen on Desember 22, 2012 at 4:18 pm

Barokallah buat anda saudara Kasran. Memang itulah yg dibutuhkan terakhir dr org2 yg beriman…Kedamaian & Kesejahteraan pd akhir hayatx. Logikanya “Dimanakah tempat org2 yg TENANG…?” & “Dimanakah tempat org2 yg TEGANG…?”..Anda sendirilah yg bisa menjawab & melakukanx. Trims

43. Posted by Irawan Bismarck on Februari 6, 2013 at 10:24 pm

Ass.wr.wb

Ada sedikit prtanyaan pa,

1.saya suka membaca dr buku dan internet tentang ISLAM,yang saya pahami saya praktekkn. Tanpa guru,apakan guru saya setan pa?

2.saya tidak bisa membaca tulisan arab pa,dan saya membaca Al Qur’an hanya terjemah bahasa Indonesia saja,apakh boleh pa/sesat?

3.saya suka mengucilkan diri krn buta hurup/aksara arab. Adakh cara cepat agar bisa membaca arab? Krn umur saya sudah 27thn,he,he,he,,,

Bismillah,rahmadNya berserta dalam diri kita sekalian. Wss.wr.wb Posted by Edwin Engelen on Februari 8, 2013 at 6:13 pm

wassalam Sdr. 1. Bukan setan. tapi tergantung pd siapa anda belajar…Jika anda BERGURU pada IBLIS pasti muridx juga SETAN.

2. Bisa. Anda bisa belajar pd guru2 ngaji dekat dari rmh anda. 3. Bisa. “Semua Tergantung dari NIAT & USAHA”…

Referensi

Dokumen terkait

Berbicara mengertai peranan IPB dalam spays mengisi wiiay&~~... M~~d&i-mu~dak Allah SWT senarlti asn rfie~berknhi usaha

Agama yang benar adalah agama yang mengantarkan manusia kearah kemajuan dan keluhuran, serta kemuliaan. Agama sendiri diciptakan oleh Allah Swt yang didalamnya mengandung cahaya

bersama beliau diakhirat kelak, juga memohon kepada Allah SWT agar menyelamatkan baik Iman Islam umat, para keluarga umat, harta benda umat juga Amal-amal umat agar

Ketika itu Hadhrat Masih Mau’ud (as) mengatakan bahwa beliau sebelumnya sudah diberitahukan oleh Allah SWT bahwa akan ada banyak sekali orang dari berbagai latar belakang yang

penuh bahwa sistem pemerintahan Indonesia yang merupakan negara kesatuan berbentuk republik adalah bentuk paling ideal yang diridhoi Allah SWT dan merupakan karunia besar

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah melimpahkan rahmat, berkat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian

Segala puji bagi Allah Swt, Tuhan Semesta Alam yang Maha Pengasih dan Penyayang, dengan taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Maha Segalanya, berkat bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi dengan judul “Autentisitas Subjek Dalam Novel Dilan