Endang L. Achadi
FKM UI
PP PDGMI
Disampaikan dalam acara “Brownbag Seminar”, Diselenggarakan oleh FKM UI, Tanggal 24 Oktober 2016
Seribu Hari Pertama Kehidupan:
“PELUANG EMAS” untuk Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif?
FKM UI
GLOBAL MOVEMENT
Antara lain:
1. SUN Movement (Scaling Up
Nutrition Movement): 2010
2. EWEC (Every Woman Every Child):
2010
•
Masalah gizi global yg tidak membaik,
terutama
Stunting/
pendek dan akibatnya
•
Bukti yg
conclusive
ttg Risiko
malnutrition
pada periode 1000 HPK terhadap
kesehatan (Penyakit Tidak Menular) dan
kualitas SDM
•
Rendahnya perhatian dunia terhadap
masalah gizi
FKM UI Hillary Rodham Clinton, Secretary of State
Remarks at CARE's 2010 National Conference and Celebration, May 11, 2010
•
….Nutrition plays the most critical role in a
person’s life during a narrow window of time –
the 1,000 days ….
•
.. The quality of nutrition during those 1,000
days can help determine whether a mother and
child survive pregnancy and whether a child
will contract a common childhood disease,
experience enough brain development to go to
school and hold a job as an adult…
Sri Mulyani Indrawati,
Managing Director, WB, 06/06/2013
• … Globally, 165 million children under age 5 suffer
from chronic malnutrition – also known as stunting…. Much of this damage happens in pregnancy and the first two years of a child’s life.
It means a child has failed to develop in full and it is essentially irreversible – which means that the child will have little hope of ever achieving her full
potential…
• … Malnutrition diminishes not only the futures of individuals, but also of nations…
FKM UI
SUN Movement
•
Disampaikan pd thn 2010, oleh Sekjen PBB
•
Diikuti oleh 56 negara termasuk Indonesia
•
Fokus pada 1000 HPK, karena akibatnya yg
permanen dan berjangka panjang:
menurunkan kualitas SDM
•
Multi-partners
, termasuk swasta dan
masyarakat madani, tetapi tetap dalam
•
Menggunakan Pendekatan
“Three-Ones”/
Tiga – Satu
–
Satu
Kerangka Kerja
sebagai dasar untuk
koordinasi kerja semua mitra;
–
Satu Otoritas Koordinasi
tingkat Nasional;
–
Satu Sistem Monitoring & Evaluasi
tkt
Nasional
FKM UI
Fokus pada
Stunting
bukan semata pada ukuran fisik pendek, tetapi
lebih pada konsep bahwa
proses terjadinya
stunting
bersamaan dengan proses terjadinya
hambatan pertumbuhan dan perkembangan
organ lainnya, termasuk otak
:
Artinya seorang anak yang menderita
stunting
,
kemungkinan besar juga telah mengalami
hambatan pertumbuhan dan perkembangan
organ lainnya
Sumber: Dr. David Barker, yang memperkenalkan “the Barker Hypothesis” dan DOHAD (Developmental Origin of Health and Disease), dlm bukunya Nutrition in the Womb, 2008
• Di dalam batasan yang luas yang ditentukan oleh gen
yang kita warisi, setiap diri kita mempunyai suatu
rentang pilihan hidup masing-masing. Lingkungan kita,
yaitu di dalam kandungan dan beberapa bulan setelah
lahir, memilihkan jalan khusus untuk pertumbuhan dan
perkembangan yang kita jalani...
• Orang membicarakan tentang anak yang tumbuh
mengikuti potensi genetiknya, padahal yang
sesungguhnya terjadi adalah anak tumbuh
FKM UI
•
Pernyataan Dr. Barker tersebut dengan tegas
menyatakan bahwa dari gen yang diturunkan
kepada kita, masih terbentang luas peluang
untuk menciptakan jalan kita masing-masing agar
dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
•
Peluang itu adalah “1000 Hari Pertama
Kehidupan”
(yaitu 270 hari di dalam kandungan
dan 730 hari dlm 2 tahun pertama setelah lahir)
•
Fenomena keterkaitan 1000 HPK dg kualitas SDM
berawal dari penelitian Dr. Barker di Inggris thn
1980an: tidak seperti yang dipresumsikan, prevalensi
P’ jantung pd populasi miskin lebih tinggi dibanding
populasi kaya. Penelitian lanjutan di daerah lain di
Inggris mengonfirmasikan fenomena tsb
•
Selanjutnya Dr. Barker menemukan bahwa risiko
penyakit jantung koroner lebih tinggi pd kelompok
yang lahir dengan BBLR dibandingkan dg yang lahir
dengan berat badan di atas 2500 gram
FKM UI
•
Penelitian lain setelahnya juga menunjukkan bahwa
kelompok yang lahir dengan berat badan rendah
mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya
penyakit-penyakit seperti jantung koroner, hipertensi,
stroke, dan diabetes mellitus tipe 2
Fenomena ini kemudian disebut sebagai
'Fetal Origin
Hypothesis'
yang dapat diartikan bahwa
penyakit-penyakit kronis tersebut berasal dari respons tubuh
thd kekurangan gizi pd masa awal kehidupan
(fetal
stage)
DOHAD (Developmental Origin of Health
Hasil pengama
tan lainnya
• Diseluruh AS dan Eropa, masyarakat yg miskin mempunyai prevalensi tertinggi penyakit jantung, kira-kira dua kialinya (Barker 2008)
• Di AS, P’ Jantung lebih tingggi di wilayah negara bagian yang miskin dibandingkan wilayah kaya
• Didalam setiap negara bagian, orang miskin mempunyai risiko lebih tinggi dibanding yg kaya
FKM UI Hasil studi di Hertfor dshire -Inggris
Dari 15.000 laki-laki dan perempuan yang
lahir 50 tahun sebelumnya (sebelum tahun
1930), 3000 diantaranya sudah meninggal
dan hampir separonya meninggal karena
serangan jantung
Proporsi yang meninggal lebih tinggi pada
orang yang lahir dengan berat badan lahir
lebih rendah. Semakin rendah berat badan
lahir, semakin tinggi risiko P’ jantung
Batas BBL < 7 pounds (3.17 kg)
menjadi penting
Studi thd
100.000
perawat
di
Amerika
Serikat
•
Mereka yang lahir dg BB
lebih
rendah
mempunyai risiko P’
Jantung lebih tinggi,
tanpa
terkait dengan pola hidupnya
dan kondisi kehidupannya
FKM UI Barker, DJP – Human Growth and Cardiovascul ar Disease. 2008
Hubungan antara pertumbuhan janin yg
terhambat (yg direpresentasikan oleh BBL) dg risiko terjadinya coronary heart disease (CHD),
stroke, hypertensi dan DM type 2 semakin meyakinkan
Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. Bukti menunjukkan bahwa risiko tsb juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram
Hubungan tsb diasumsikan merupakan
konsekuensi dari “developmental plasticity”
Hasil Studi Longitudinal dari Guatemala:
Menunjukkan
Konsekuensi jangka
panjang dr Kekurangan Gizi pada Usia
Dini, thd Pertumbuhan Fisik dan Fungsi
Kognitif
Presentasi Dr. Reynaldo Martorell, di Jakarta, tahun 2008. Sumber: Maternal and child undernutrition Consequences for adult health and human capital . Victora CG, Adair L, Fall CHD, Hallal PC, Martorell R,
FKM UI
Mereka yg saat umur < 3 tahun menderita
stunting
berat:
– proporsi yg pendek pd usia dewasa, 16 kali lebih
banyak dibandingkan mereka yg pada usia < 3 tahun menderita stunting ringan
– Kemampuan kognitif (berdasarkan skor membaca)
pada laki-laki 19% lebih rendah, pada perempuan 15% lebih rendah dibandingkan yg stunting ringan
– penghasilan pd laki-laki 23 % lebih rendah dan pd
perempuan 43% lebh rendah dibandingkan mereka yg menderita stunting ringan
Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective. Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.
• Bukti dari India: anak yg gizi kurang, cenderung menjadi dewasa pendek, selanjutnya cenderung melahirkan bayi kecil , yg berisiko mempunyai risiko
berprestasi pendidikan yg rendah, dan
pada akhirnya mempunyai status ekonomi yg rendah.
• Stunting pada usia dini dapat
memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner pd
dewasa
Pertum-buhan
dan
Fungsi
Kognitif
FKM UI
Hanson, Mark A. Presentation in: Early Life Meeting Forum. Jakarta 15 May 2011. Danone Baby Nutrition
•
Memperbaikik gizi pd masa dini (0-36
bulan) dapat meningkatkan penghasilan
secara bermakna pd usia dewasa
Fungsi kognitif
(Hoddinott,Lancet 2008)
•
Rates of return to human capital
investment:
terbaik jika
investasi/intervensi tsb dilakukan pada
usia pra-sekolah
(Heckman and Cunha, 2007)Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang Akibat Gangguan Gizi Pada Masa Janin dan Anak Usia Dini
Perkembangan Otak terganggu Pertumbuhan terganggu (IUGR) Metabolic Programing Kemampuan Kognitif & Pendidikan rendah Stunting/ Pendek -Hipertensi -Diabetes -Obesitas -PJK -Stroke BB Ibu Prahamil rendah Gangguan Gizi pada Masa Janin dan Usia Dini Dampak Jangka Pendek Dampak Jangka Panjang
Sumber : Modifikasi dari Rajagopalan, S, Nutrition and challenges in the next decade, Food and Bulletin vol 24 no.3, 2003
Ibu Pendek
Barker, DJP – Human Groth and Cardiovascular Disease. 2008
• Suatu fenomena dimana satu genotipe dapat
meningkatkan status fisiologis dan morfologis dalam rentang yang berbeda, sebagai respons thd kondisi lingkungan yg berbeda selama masa perkembangan.
• Esensi dari Developmental plasticity : suatu periode kritis saat suatu sistem bersifat plastis dan sensitif thd lingkungannya, diikuti dg hilangnya plastisitas dan kapasitas fungsional yg menetap.
Sebagian besar organ &sistem, masa kritisnya terjadi saat periode didlm kandungan
Jendela Kritis Perkembangan Janin Perkembangan penting sebagian organ berlanjut sampai 2 tahun pertama kehidupan Perkembangan penting sebagian organ berlanjut
sampai akhir kehamilan
8 minggu pertama sejak pembuahan terjadi pembentukan semua cikal bakal organ tubuh
Gluckman, Peter D , Mark A Hanson, et al. Lancet 2009; 373: 1654–57
•
Plastisitas tidak hanya untuk keadaan
kekurangan gizi, tetapi mencakup semua
rentang lingkungan, termasuk lingkungan
dengan keadaan gizi yg berlebihan (
excessive
)
yg berhubungan dg obesitas maternal atau
diabetes gestasional
•
Keadaan ini bisa menggiring pada siklus
penyakit yang bersifat multi-generasi
FKM UI
•
Hasil Analysis studi kohor di 5 negara
memperkuat bukti bahwa kecukupan gizi selama
periode dalam kandungan dan 2 tahun pertama
kehidupan sangat kritis terhadap pembangunan
SDM berkualitas
•
Pengaruh kekurangan gizi dalam kandungan
dapat menjangkau ke 3 generasi atau lebih,
seperti diindikasikan oleh oleh hubungan antara
TB nenek dan BBL cucunya
Victora CG, Adair L, Fall CHD, Hallal PC, Martorell R, Richter L, Sachdev HPS From The Lancet’s series on Maternal and Child Undernutrition, 2008
Ibu: •Melepaskan telur; •Menyediakan zat gizi/makanan; •Mempengaruhi plasenta; •Melahirkan bayi; •Memberi makan bayi; •Menstimulasi bayi; Memberi makan anak Bapak: Mendonasikan gen Nenek: •Membuat telur/ovum cucunya •Mendonas ikan gen Placenta: •Mentranspo rtasikan zat gizi; •Memproduk si hormon; •Mengeluark an buangan Janin: •Membuat plasenta; •Mengambil zat gizi; •Membuat organ; •Bertumbuh Bayi/Anak: •Makan makanan; •Bertumbuh Kerentanan thd penyakit khronik, kanker dan infeksi 100 tahun Alur gizi
FKM UI
Masalah Gizi di Indonesia
dan
FKM UI
Indonesia termasuk
didalam 17 negara,
diantara 117 negara,
yg mempunyai
prevalensi tinggi
Stunting, Wasting
, dan
Overweight
pd Balita
Posisi Indonesia:
prevalensi Stunting tinggi, kecepatan penurunan per-tahun rendah
11.9% Overweight 12.1 % Wasting (kurus/sangat kurus)
37.2% Stunting
•
Indonesia merupakan kontributor terbesar ke
4 di dunia dalam
jumlah
Balita
wasting
/kurus
•
Kontributor terbesar ke 5 di dunia dalam
jumlah
Stunting
pada Balita:
Indonesia
mempunyai jumlah kelompok penduduk
berisiko tinggi mempunyai kemampuan
kognitif rendah , risiko PTM dan stunting ke 5
terbesar di dunia
Implikasi untuk Kualitas
SDM kedepan??
FKM UI
1. Stroke
2. Jantung dan Pembuluh Darah
3. DM dan Komplikasinya
4. Tuberkulosis Pernapasan
5. Hipertensi dengan komplikasinya
6. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah 7. Liver
8. Kecelakaan Lalu Lintas 9. Pneumonia
10.Diare disertai Infeksi Pencernaan
4 dari 5
penyebab
kematian
utama
adalah PTM
terkait Gizi
(Nutrition-related
NCDs)
Bila ya, seharusnya Prevalensi pada
Kelompok Terkaya >> Termiskin
Riskesdas 2013:
Penderita PTM (hipertensi, DM, obesitas,
Kanker): 48.6%
Kuintil termiskin: 45.2 versus
Kuintil terkaya: 53.2
Apakah semata-mata karena
Perbedaan Prevalensi Hipertensi pada kelompok
20% termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5)
hanya 2.5% (30,5% vs 33%)
Sumber: Atmarita, PhD Riskesdas 2007
Prevalensi Penyakit Jantung Koroner pada kelompok
20% termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5)
hanya beda 0.5% (6.8% vs 7.3%)
FKM UI
Prevalensi Diabetes di
Indonesia ke 7
tertinggi di dunia:
Pd
kelompok terkaya
1.7% dibandingkan
dg
pd kelompok
termiskin
0.8%
Perbedaan
Prevalensi Stroke
pada kelompok
termiskin (7.7
0/00)
dengan pada
kelompok terkaya
(9.3
0/00
) hanya 2.5
0/00
KEMAMPUAN KOGNITIF
ANAK INDONESIA
FKM UI
Bagaimana Fungsi Kognitif/“Kecerdasan”?
• Asesmen yang dilakukan pada tahun 2012 oleh
OECD PISA (the Organisation for Economic
Co-operation and Development - Programme for
International Student Assessment), suatu organisasi
global bergengsi, terhadap kompetensi 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara, termasuk
Indonesia, dalam bidang membaca, matematika,
dan science :
Indonesia berada di
urutan ke 64 dari 65
negara tersebut
Posisi Singapura, Vietnam,
Thailand, dan Malaysia berturut-turut adalah pada urutan ke 2, 17, 50, dan 52.
Hampir separo (48.6%) Anak umur 7-8 thn mempunyai Kemampuan kogntif kurang Kemampuan kognitif baik
HASIL PENELITIAN DR. Feri Ahmadi; Data IFLS tahun 2000 dan 2007: 13 prov, 492 anak
FKM UI
Bayi umur 0-6 bulan yang
pendek dan
tetap pendek
sampai dengan umur 7-8
tahun
berisiko mempunyai “kemampuan
kognitif kurang” 2,8 kali lebih besar
dibandingkan dengan anak yang
mempunyai panjang/tinggi badan
normal pada umur 0-6 bulan dan tetap
normal sampai dengan umur 7-8 tahun
40
Perbaikan Gizi di INDONESIA:
MENGISI PELUANG EMAS
Intervensi: Kapan dimulai?
Siapa yg harus diprioritaskan??
1. Pertumbuhan Fisik 2. Perkembangan Kognitif & Mental 3. Risiko PTM: PJK, Hiper-tensi, DM, Stroke Ibu Hamil Bayi 0-2 thn Gaya Hidup Pra-konsepsi: Remaja Puteri, Catin, Calon ibu
FKM UI
Arah Kebijakan sesuai Perpres
PERATURAN PRESIDEN TENTANG
KEBIJAKAN STRATEGIS DAN
RENCANA AKSI NASIONAL PANGAN DAN
GIZI (KSRAN-PG) TAHUN 2016-2019
Terbentuknya SDM yang cerdas, sehat, produktif
secara berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi
No Indikator Status awal
(2014)
Target 2019
1. Ketersediaan energi (kap/hr) 4.130 Kkal 2.400 Kkal
2. Konsumsi energi (kap/hr) 1.949 Kkal 2.150 Kkal
3. Ketersediaan protein (kap/h) 87,04 gr 63 gr
4. Konsumsi protein (kap/hr) 56.60 gr 57 gr
5. PPH ketersediaan - 96,32
FKM UI
INDIKATOR OUTCOME PERBAIKAN PANGAN DAN GIZI (2)
Terbentuknya SDM yang cerdas, sehat, produktif
secara berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi
No Indikator Status awal (2013)
Target 2019
7. Prevalensi anemia pada ibu hamil (%) 37,1 28,0 8. Bayi dg berat badan lahir rendah (%) 10,2 8,0 9. Bayi usia <6 bln yg mendapatkan ASI
eksklusif (%)
38,0 50,0 10. Prevalensi underweight anak balita (%) 19,6 17,0 11. Prevalensi wasting anak balita (%) 12,0 9,5
12. Prevalensi stunting anak baduta (%) 32,9 28,0 13. Prevalensi berat badan lebih dan obesitas
penduduk usia >18 thn (%) - 15,4
Fokus pada
Perbaikan
periode
1000 HPK
Status Gizi yg Baik untuk Menjamin
SDM Berkualitas dan Berdaya Saing
Tinggi hanya dapat dicapai bila Sektor
FKM UI
Masalah Gizi di Indonesia menggambarkan
masalah yg dimulai sejak usia dini
kehidupan
AKIBAT dari permasalahan gizi sejak usia
dini terindikasi dari:
-
Tingginya PTM pada kelompok Miskin
FKM UI
Akar Permasalahan
Life in the earliest years
-actually
beginning with
the future mother’s health
before she becomes pregnant-
lays the
groundwork for a lifetime of wellbeing
The Foundations of Lifelong Health Are Built in Early Childhood. Center on the Developing Child, Harvard University. 2010
Bila keadaan pada periode 1000 HPK
tidak segera diperbaiki
Generasi
dan beberapa generasi berikutnya yg
“Hilang”
Menjadi beban keluarga,
masyarakat dan pemerintah di masa
mendatang
FKM UI
Lawrence Haddad & Endang L. Achadi,
The Jakarta Post: Tue, February 10 2015, 9:10 AM
•
Indonesia is becoming an economic powerhouse
in the region and the world. In contrast, the silent
crisis of malnutrition in Indonesia carries on,
corroding and damaging human hardware and
software and acting as a brake on economic
growth that could be as extraordinary as China’s
•
The babies and infants we can prevent from
becoming stunted now will grow up to be even
more productive members of the workforce in 20
years time
• Sekitar 37% balita Indonesia mengalami
stunting…Stunting mengakibatkan otak seorang anak kurang berkembang. Ini berarti 1 dari 3 anak
Indonesia akan kehilangan peluang lebih baik dalam hal pendidikan dan pekerjaan dalam sisa hidup
mereka
• Ini adalah musibah bagi Indonesia. Tingkat stunting
di Indonesia sangat tinggi dibanding negara
tetangga. Misalnya, tingkat stunting di Thailand adalah 16%, dan di Vietnam 23%
http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3261622/ini-pidato-lengkap-sri-mulyani-di-kampus-ui-hari-ini
FKM UI
Upaya perbaikan kesehatan dan
kesejahteraan Remaja Puteri, sebagai
calon ibu, perlu mendapatkan prioritas,
baik dalam bentuk Program spesifik Gizi
(status kesehatan, status gizi, dll)
maupun
Program Sensitif Gizi
(Pendidikan
Perempuan, Usia Melhirkan anak pertama,
Lingkungan sehat, Sumber Air bersih, dll)
Perbaikan Masalah Gizi tidak bisa diselesaikan
oleh Sektor kesehatan dan Pemerintah saja
(Program Spesifik Gizi )
Diperlukan keterlibatan yag optimal dari
Sektor pemerintah non-kesehatan (Pertanian,
Kelautan dan Perikanan, Pendidikan, Agama,
Perdagangan, dll), swasta, masyarakat
madani, dan masyarakat
FKM UI