BAB II KERANGKA TEORI, HASIL PENELITIAN, DAN ANALISIS

Teks penuh

(1)

13

BAB II

KERANGKA TEORI, HASIL PENELITIAN, DAN ANALISIS

A. Kerangka Teori

1.

Pengertian Perlindungan Hukum

Perlindungan hukum merupakan suatu gambaran dari bekerjanya fungsi hukum untuk mewujudkan tujuan-tujuan hukum, yakni keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Dalam perlindungan hukum merupakan perlindungan yang diberikan kepada subyek hukum sesuai dengan aturan hukum, baik itu yang bersifat preventif maupun dalam bentuk yang bersifat represif, baik yang secara tertulis maupun tidak tertulis dalam rangka menegakkan peraturan hukum.

Menurut Satijipto Raharjo, perlindungan hukum adalah memberikan pengayoman terhadap hak asasi manusia (HAM) yang dirugikan orang lain dan perlindunganitu di berikan kepada masyarakat agar dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum. Hukum difungsikan dalam mewujudkan perlindungan yang sifatnya tidak sekedar adaptif dan fleksibel, melainkan juga prediktif dan antisipatif. Hukum dibutuhkan untuk mereka yang lemah dan belum kuat secara sosial, ekonomi dan politik untuk memperoleh

keadilan sosial.1

Kehadiran hukum dalam masyarakat adalah untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kepentingan biasa bertentangan dengan satu sama lain. Oleh karena itu, hukum harus dapat mengintegrasikan sehingga benturan-benturan kepentingan yang dapat ditekan seminimal mungkin.

1

(2)

14

Bagi setiap warga negara Indonesia mendapat perlindungan hukum sesuai didalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, maka setiap produk yang dihasilkan oleh legislatif dapat memberikan jaminan perlindungan hukum bagi semua orang bahkan harus mampu menangkap aspirasi-aspirasi hukum dan keadilan yang berkembang dimasyarakat, karna hal terseut dapat dilihat dari ketentuan yang mengatur tentang adanya persamaan kedudukan hukum bagi setiap warga negara.

Menurut Fitzgerald menjelaskan teori pelindungan hukum Salmond bahwa hukum bertujuan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai kepentingan dalam masyarakat karena dalam suatu lalu lintas kepentingan, perlindungan terhadap kepentingan tertentu hanya dapat dilakukan dengan cara membatasi berbagai kepentingan di lain pihak. Maka Kepentingan hukum adalah mengurusi hak dan kepentingan manusia, sehingga hukum memiliki otoritas tertinggi untuk menentukan kepentingan manusia yang perlu diatur dan dilindungi. Dalam perlindungan hukum harus melihat tahapan yakni perlindungan hukum lahir dari suatu ketentuan hukum dan segala peraturan hukum yang diberikan oleh masyarakat yang pada dasarnya merupakan kesepakatan masyarakat tersebut untuk mengatur hubungan prilaku antara anggota-anggota masyarakat dan antara

perseorangan dengan pemerintah yang dianggap mewakili kepentingan masyarakat.2

Menurut Philipus M. Hadjon, bahwa sarana perlindungan Hukum ada dua macam, yaitu :

i. Sarana Perlindungan Hukum Preventif

Pada perlindungan hukum preventif ini, subyek hukum diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Tujuannya adalah mencegah terjadinya

2

(3)

15

sengketa. Perlindungan hukum preventif sangat besar artinya bagi tindak pemerintahan yang didasarkan pada kebebasan bertindak karena dengan adanya perlindungan hukum yang preventif pemerintah terdorong untuk bersifat hati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. Di indonesia belum ada pengaturan khusus mengenai perlindungan hukum preventif.

ii. Sarana Perlindungan Hukum Represif

Perlindungan hukum yang represif bertujuan untuk menyelesaikan sengketa. Penanganan perlindungan hukum oleh Pengadilan Umum dan Pengadilan Administrasi di Indonesia termasuk kategori perlindungan hukum ini. Prinsip perlindungan hukum terhadap tindakan pemerintah bertumpu dan bersumber dari konsep tentang pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia karena menurut sejarah dari barat, lahirnya konsep-konsep tentang pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia diarahkan kepada pembatasan pembatasan dan peletakan kewajiban masyarakat dan pemerintah. Prinsip kedua yang mendasari perlindungan hukum terhadap tindak pemerintahan adalah prinsip negara hukum. Dikaitkan dengan pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia

mendapat tempat utama dan dapat dikaitkan dengan tujuan dari negara hukum.3

Dalam aturan hukum baik berupa undang-undang maupun hukum tidak tertulis, dengan demikian, berisi aturan-aturan yang bersifat umum yang menjadi pedoman bagi individu bertingkah laku dalam hidup bermasyarakat, baik dalam hubungan dengan sesama maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. Aturan-aturan itu menjadi batasan bagi

3

Pjillipus M. Hadjon, Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia, Cetakan Bina Ilmu, Surabaya, 1987, Hal 30.

(4)

16

masyarakat dalam membebani atau melakukan tindakan terhadap individu. Adanya aturan semacam itu dan pelaksanaan aturan tersebut menimbulkan kepastian hukum. Dengan demikian, kepastian hukum mengandung dua pengertian, yaitu pertama, adanya aturan yang bersifat umum membuat individu mengetahui perbuatan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan dua, berupa keamanan hukum bagi individu dari kesewenangan pemerintah karena dengan adanya aturan yang bersifat umum itu individu dapat mengetahui apa saja yang boleh dibebankan atau dilakukan oleh Negara terhadap individu. Kepastian hukum bukan hanya berupa pasal dalam undang-undang, melainkan juga adanya konsistensi dalam putusan hakim antara putusan hakim yang satu dengan putusan hakim

yang lainnya untuk kasus serupa yang telah diputuskan.4

Hukum berfungsi melindungi dalam kepentingan manusia, agar kepentingan manusia terlindungi, hukum harus dilaksanakan secara profesional. Dalam pelaksanaannya hukum dapat berlangsung normal, damai, dan tertib. Hukum yang telah dilanggar harus ditegakkan melalui penegakkan hukum, maka penegakkan hukum menghendaki kepastian hukum, kepastian hukum merupakan perlindungan yustisiable terhadap tindakan sewenang-wenang. Hal ini menyebabkan masyarakat berharap supaya adanya kepastian hukum, bahwa adanya kepastian hukum masyarakat akan tertib, aman dan damai. Masyarakat mengharapkan manfaat dalam pelaksanaan penegakkan hukum.

Menurut Daliyo hukum adalah peraturan tingkah laku manusia, yang diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib, yang bersifat memaksa, harus dipatuhi, dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar peraturan tersebut (sanksi itu pasti dan dapat dirasakan nyata

bagi yang bersangkutan).5

4 Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta, Cetakan Kencana, 2008, Hal 157-158. 5

(5)

17

Hukum adalah untuk manusia maka pelaksanaan hukum harus memberi manfaat, kegunaan bagi masyarakat jangan sampai hukum dilaksanakan menimbulkan keresahan di dalam masyarakat. Masyarakat yang mendapatkan perlakuan yang baik dan benar akan mewujudkan keadaan yang tentram. Hukum dapat melindungi hak dan kewajiban setiap individu dalam kenyataan yang senyatanya, dengan perlindungan hukum yang kokoh akan terwujud tujuan hukum secara umum: ketertiban, keamanan, ketentraman, kesejahteraan, kedamaian, kebenaran, dan keadilan.

b.

Perlindungan Hak Korban

Mengenai perlindungan anak perempuan korban tindak kejahatan kekerasan seksual, maka harus memahami perlindungan korban secara umum. Hal ini tercermin dari konsepsi korban tindak pidana kejahatan, korban tindak pidana kejahatan adalah mereka yang menderita jasmaniah dan rohaniah sebagai akibat tindakan orang lain yang mencari pemenuhan kepentingan diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan dan hak asasi manusia. Dimana dalam terjadinya suatu tindak pidana ini tentunya yang sangat dirugikan adalah korban dari tindak pidana tersebut. Ada beberapa pengertian mengenai korban, pengertian ini diambil dari beberapa penjelasan mengeni korban.

Kedudukan korban hanya menjadi sebagai suatu unsur saja dari ketertiban hukum. Maka suatu tindak pidana bukanlah suatu perbuatan yang merugikan orang yang mempunyai darah, daging dan perasaan akan tetapi suatu perbuatan yang melawan hukum, bertentangan dengan suatu yang abstrak yang dinamakan ketertiban hukum (inbreuk op de rechtsorde). Dengan pertumbuhan yang demikian ini maka orang yang dirugikan tidak mempunyai arti ; ia ini diabstrakkan. Dalam proses perkara pidana ia seolah-olah “tidak

(6)

18

dimanusiakan”; ia merupakan saksi (biasanya saksi pertama) yang hanya penting untuk memberi keterangan tentang apa yang dilakukan si pembuat guna dijadikan alat bukti

tentang kesalahan si pembuat ini.6

Perlindungan hukum pada korban kejahatan perlu memperoleh perhatian yang serius. Masalah kejadian dan hak asasi manusia dalam kaitannya dengan penegakan hukum pidana memang bukan merupakan pekerjaan yang sederhana untuk direalisasikan. Banyak peristiwa dalam kehidupan masyarakat menunjukan bahwa kedua hal tersebut kurang memperoleh perhatian dari pemerintah padahal sangat jelas dalam pancasila sebagai falsafah hidup bangsa indonesia, masalah perikemanusiaan dan perikeadilan mendapat tempat sangat penting sebagai perwujudan dari Sila kelima yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Korban adalah perorangan maupun kelompok, korban dapat juga berupa suatu badan hukum. Ketika suatu peristiwa terjadi, aturan hukum seringkali memfokuskan diri untuk menghukum pelaku kejahatan sehingga seringkali korban dari kejahatan tersebut terabaikan. Hal ini disebabkan korban juga patut untuk mendapat perhatian dikarenakan pada dasarnya korban merupakan pihak yang cukup dirugikan dalam suatu tindak pidana. Dampak kejahatan menimbulkan korban dan kerugian. Kerugian yang timbul itu bisa diderita oleh korban sendiri, maupun oleh pihak lain secara tidak langsung.

Sebagai perlindungan kepada korban maka sebagai korban, korban berhak mendapatkan yang dijelaskan dalam pengaturan hak-hak korban dapat ditemukan dalam beberapa undang-undang yaitu KUHP , KUHAP dan UU PSK. Hak korban dalam KUHP ditemukan dalam Pasal 14 C dalam hal hakim akan menjatuhkan pidana bersyarat, ditentukan adanya syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi oleh terpidana

6

(7)

19

selama dalam masa percobaan. Syarat khusus tersebut berupa terpidana dalam waktu tertentu, yang lebih pendek dari masa percobaannya, harus mengganti segala atau sebagian kerugian yang ditimbulkan perbuatannya.

Perlindungan hak-hak korban diberikan terhadap korban tindak pidana melalui keputusan LPSK berdasarkan perjanjian perlindungan antara LPSK dan Korban. LPSK dan korban sama-sama merupakan pihak yang wajib mematuhi isi perjanjian perlindungan korban tersebut. Perlindungan hak-hak korban tersebut diberikan dalam semua tahapan proses peradilan pidana, mulai dari tingkat penyelidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. LPSK akan menentukan jangka waktu dan besaran biaya yang diperlukan khusus untuk pemberian bantuan kepada korban pelanggaran HAM berat.

Pada hakikatnya, perlindungan terhadap korban sebagai janji-janji hukum oleh sistem peradilan pidana berusaha mewujudkan fungsi primer hukum yang sebagaimana diungkapkan oleh I.S. Susanto dalam tiga hal :

1. Perlindungan

Hukum berfungsi untuk melindungi masyarakat dari ancaman bahaya dan tindakan yang merugikan dari sesama dan kelompok masyarakat termasuk yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan (pemerintah dan negara) dan yang datang dari luar, yang ditujukan terhadap fisik, jiwa, kesehatan, nilai-nilai, dan hak asasinya.

2. Keadilan

Hukum menjaga, melindungi dari keadilan bagi seluruh rakyat. Secara negatif, dapat dikatakan bahwa hukum yang tidak adil yaitu apabila hukum yang

(8)

20

bersangkutan dipandang melanggar nilai-nilai dan hak-hak yang dipercayai harus dijaga dan dilindungi bagi semua orang.

3. Pembangunan

Hukum dipakai sebagai kendaraan baik dalam menentukan arah, tujuan, dan pelaksanaan pembangunan secara adil. Artinya, hukum sekaligus digunakan sebagai alat pembangunan namun juga sebagai alat kontrol agar pembangunan dilaksanakan secara adil.7

Bahwa pengertian korban banyak dikemukakan baik oleh para ahli maupun bersumber dari konvensi-konvensi internasional yang membahas mengenai korban, sebagian diantaranya sebagai berikut:

a. Menurut Arif Gosita, korban adalah mereka yang menderita jasmaniah dan rohaniah sebagai akibat tindakan orang lain yang mencari pemenuhan kepentingan diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan hak asasi pihak yang di rugikan.8

b. Romli Atmasasmita, korban adalah orang yang disakiti dan penderitaannya itu diabaikan oleh Negara. Sementara korban telah berusaha untuk menuntut dan

menghukum pelaku kekerasan tersebut.9

c. Muladi, korban (victims) adalah orang-orang yang baik secara individual maupun kolektif telah menderita kerugian, termasuk kerugian fisik atau mental, emosional, ekonomi, atau gangguan substansial terhadap hak-haknya yang fundamental,

7

C. Maya Indah S, Perlindungan Korban Suatu Perspektif Viktimologi Dan Kriminologi, 2010, Salatiga Cetakan I , Widya Sari Press. Hal 78.

8

Arif Gosita , Masalah Korban Kejahatan, Cetakan Akademika Pressindo. Jakarta, 1993, Hal 63.

9

(9)

21

melalui perbuatan atau komisi yang melanggar hukum pidana di masing-masing

negara, termasuk penyalahgunaan kekuasaan.10

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Hak Asasi Manusia serta beberapa aturan lainnya. Dalam beberapa aturan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa macam bentuk perlindungan korban diantaranya restitusi, kompensasi, konseling dan rehabilitasi. Upaya perlindungan korban sebenarnya sangat penting. Karena di samping dapat mengurangi penderitaan korban atas tindak pidana yang dialaminya, juga dapat mencegah terjadinya korban yang berkelanjutan, sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat kriminalitas.

Hak-hak tersebut diantaranya termuat dalam Undang-undang

Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, yang menegaskan bahwa korban berhak untuk :

1) Memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga, dan harta bendanya, serta bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya;

2) Ikut serta dalam proses memilih dan menentukan perlindungan dan dukungan keamanan;

3) Memberikan keterangan tanpa tekanan ; 4) Mendapat penerjemah;

5) Bebas dari pertanyaan yang menjerat;

6) Mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus; 7) Mendapatkan informasi mengenai putusan pengadilan;

10

Muladi, Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang 1997, Hal 108.

(10)

22

8) Mengetahui dalam hal terpidana dibebaskan; 9) Mendapat identitas baru;

10) Mendapatkan tempat kediaman baru;

11) Memperoleh penggantian biaya transportasi sesuai dengan kebutuhan; 12) Mendapat nasihat; dan/atau

13) Memperoleh bantuan biaya hidup sementara sampai batas waktu perlindungan

berakhir11

Menurut Pasal 6: Korban dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat, selain berhak atas hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, juga berhak untuk mendapatkan: a. bantuan medis; dan b. bantuan rehabilitasi psikososial. Pasal 7 ayat (1), Korban melalui LPSK berhak mengajukan ke pengadilan berupa: a. hak atas kompensasi dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat; b. hak atas restitusi atau ganti kerugian yang menjadi tanggung jawab pelaku tindak pidana. Ayat (2): Keputusan mengenai kompensasi dan restitusi diberikan oleh pengadilan.

Sebagai objek dalam kajian viktimologi, maka pengertian dan ruang lingkup korban kejahatan perlu dibahas dalam rangka mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Dalam beberapa literatur telah banyak dibahas mengenai pengertian korban kejahatan adalah: “Seseorang yang telah menderita kerugian sebagai akibat dari suatu kejahatan dan atau keadilannya secara langsung telah terganggu sebagai akibat

pengalamannya sebagai target (sasaran) kejahatan”.12

11

Pasal 5, Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

12

Muladi, Perlindungan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana: Sebagaimana dimuat dalam Kumpulan Karangan Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana, 1997, Semarang, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Hal 78.

(11)

23

Sebagai korban kejahatan korban merasa dirugikan, kerugian tersebut berupa materiil dan inmateril misalnya pada tindak pidana kekerasan seksual umumnya selain korban mengalami gangguan fisik juga gangguan mental dan tidak jarang pula terjadi korban lain seperti gangguan terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya bahkan masyarakat yang ada di sekelilingnya.

c.

Perlindungan Anak

Perlindungan hukum bagi anak dapat diartikan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak (fundamental rights and freedoms of

children) serta berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. Jadi

masalah perlindungan hukum bagi anak mencakup ruang lingkup yang sangat luas.13

Anak adalah manusia yang merupakan pembawa hak, yaitu segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban yang disebut subjek hukum. Pengertian anak diatur dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi sebagai berikut : “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”. Tiap-tiap peraturan perundang-undangan mengatur secara tersendiri mengenai kriteria anak. Kriteria anak berpengaruh pada kedudukan hukum anak sebagai subjek hukum. Dalam hukum indonesia terdapat pluralisme mengenai batasan usia, hal ini yang menyebabkan tiap-tiap peraturan

perundang-undangan mengatur secara tersendiri mengenai kriteria tentang anak.14

Anak adalah seorang yang masih lemah dan butuh perlindungan dari orang disekitarnya, maka peran penting dari suatu perlidungan ialah supaya menciptakan kondisi agar setiap anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya demi perkembangan dan

13

Romli Atmasasmita, Peradilan Anak di Indonesia, Bandung, Cetakan Mandar Maju, 1996. Hal 67.

14

(12)

24

pertumbuhan anak secara wajar baik fisik, mental dan sosial. Perlindungan anak merupakan perwujudan adanya keadilan dalam suatu masyarakat, dengan demikian perlindungan anak diusahakan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Kegiatan perlindungan anak membawa akibat hukum, baik dalam kaitannya dengan hukum tertulis maupun tidak tertulis. Hukum merupakan jaminan bagi kegiatan perlindungan anak. Arif Gosita mengemukakan bahwa kepastian hukum perlindungan anak dan mencegah penyelewengan yang membawa akibat negatif yang tidak diinginkan dalam perlindungan anak.15

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ini dibentuk mempunyai tujuan, yakni untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak indonesia yang berkualitas, berakhalak mulia, dan sejahtera. Seseorang manusia mempunyai hak asasi manusia yang telah diundangkan oleh Negara kepada warga negaranya, berarti seseorang manusia mempunyai hak asasi sedari sejak diahirkan, begitupun dengan anak, anak mempunyai hak yang sedikit berbeda dengan orang yang sudah dewasa menurut undang-undang yang berlaku diindonesia ini.

Bahwa dalam hak-hak asasi mendasar pada anak wajib dilindungi oleh Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua sebagai pengertian dari asas unutk hidup, kelansungan hidup, dan perkembangan. Artinya, pihak-pihak tersebut, wajib mewujudkan

(13)

25

dan tidak meniadakan hak-hak yang dimaksud (hak hidup, hak kelangsungan hidup dan hak

berkembang).16

Pengertian asas penghargaan terhadap pendapat anak adalah adanya penghormatan atas hak untuk mengambil keputusan, terutama terhadap hal yang berkaitan dengan

kehidupannya.17

Perlindungan terhadap anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan partisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,

demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.18

d.

Perlindungan Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Orang yang mendapat perlakuan kekerasan seksual dilingkup masyarakat berhak mendapat perlindungan, maka didalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak-Hak Asasi Manusia (HAM) khususnya Pasal 45 menyebutkan bahwa “Hak-Hak asasi perempuan adalah hak asasi manusia”. Dengan demikian karena hak asasi perempuan adalah hak asasi manusia, maka hak asasi perempuan ini harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun.

Kekerasan seksual adalah setiap penyerangan yang bersifat seksual terhadap perempuan, baik telah terjadi persetubuhan ataupun tidak, dan tanpa mempedulikan hubungan antara pelaku dan korban. Kekerasan seksual dapat sangat bervariasi berupa

16

Wirjono Prodjodikoro, Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia, Cetakan Refika Aditama. Bandung, 2003 Hal 14.

17 Ibid, Hal 15 18

(14)

26

percobaan perkosaan, perkosaan, sadisme dalam hubungan seksual, pemaksaan aktivitasaktivitas seksual lain yang tidak disukai, merendahkan, menyakiti atau melukai korban.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (selanjutnya disebut Undang-Undang Perlindungan Anak) berlaku apabila korban adalah anak, yaitu orang yang belum mencapai usia 18 tahun. Patut diapresiasi bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak memberikan ancaman pidana yang tinggi bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Korban kekerasan seksual juga memerlukan haknya Dengan pengaturan baru berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 2014 tersebut, menegaskan kewajiban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan bantuan medis, rehabilitasi psikososial dan psikologis bagi korban kekerasan seksual, dimana perempuan dan anak rentan menjadi korban tindak pidana ini.

Penjelasan UU Nomor 35 Tahun 2014 membatasi hanya bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang tertuang dalam Penjelasan ini sebenarnya bertentangan dengan semangat mewujudkan jaminan konstitusional bagi warga negara, khususnya perempuan korban kekerasan seksual, atas kesamaan di hadapan hukum dan hak atas rasa aman. Seharusnya penjelasan ini diperbaiki menjadi perempuan dan anak, agar sesuai dengan konstitusi. Perbaikan ini penting karena ada kewajiban LPSK sebagai lembaga penyelenggara Undang-Undang ini agar menjalankan tugas dan kewenangannya dengan menyandarkan pada UUD 1945. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual membangun pembaruan atas ketentuan ini, dengan tidak lagi membedakan pemberian hak bagi korban

(15)

27

kekerasan seksual khusus bagi perempuan atau anak saja, melainkan bagi setiap korban kekerasan seksual yang pada umumnya kebanyakan adalah perempuan dan anak.

Hukum selalu merupakan hukum positif, dan positivisme hukum terletak pada fakta bahwa hukum itu dibuat dan dihapuskan oleh tindakan-tindakan manusia, jadi terlepas dari moralitas dan sistem-sistem norma itu sendiri. Norma dasar dari suatu tata hukum positif tidak lain kecuali peraturan fundamental menurut peraturan mana berbagai norma dari tata hukum positif itu harus dibuat. Norma dasar ini mengkualifikasikan suatu peristiwa tertentu sebagai peristiwa awal sebagai peristiwa awal di dalam pembentukan berbagai norma

hukum.19

B. HASIL PENELITIAN

1.

Kasus Posisi

Pada hari sabtu tanggal 13 mei 2017 sekira jam 18.45 WIB, Salis Akbar Hanifudin (Salis) bersama-sama dengan Muhammad Ghofari alias Ari berjalan-jalan di lapangan Pancasila dengan menggunakan sepeda motor, sesampainya di lapangan Pancasila bertemu dengan Anak I. Heru Darmawan (Heru) dan Anak II. Adrian Aprilianto (Ardian). Selanjutnya Salis berboncengan dengan Ari sedangkan Heru berbocengan dengan Ardian putar-putar lapangan Pancasila dan berhenti di depan patung tugu pahlawan di lapangan Pancasila. Salis dan Adrian menungu di parkiran sedangkan Ari diajak oleh Heru menemui Vicki Di Sandhya (Vicki) dan Nur Febriani alias Ani di depan patung pahlawan.

Sekitar kurang lebih 5 menit kemudian Ari mengajak Heru untuk ke kos di Perengsari dengan cara Salis berboncengan dengan Ardian sedangkan Ari berboncengan

19

Hans Kelsen, 1995,Teori Hukum Murni: Dasar-dasar Ilmu Hukum Normatif Sebagai Ilmu Hukum Empirik-Deskriptif, Rimdi Press, Hal 115.

(16)

28

dengan Heru sedangkan Berboncengan dengan Ani. Sesampainya di belakang Ramayana Salatiga, Salis dan Ardian berhenti untuk membeli minuman keras jenis Double G, sebaganya satu plastic kecil seharga Rp. 10.000, lalu dibawah ke kos.

Setibanya di kos sekitar jam 19.00 WIB, Salis, Ari, Heru dan Ardian dan Vicki langsung masuk ke dalam kamar kos, Adrian mengikuti sepeda motor yang dianiki oleh Vicki dan Ani, Heru bertanya “mau kemana”? Vicki menjawab “tidak tau mau kemana” lalu oleh Heru, Vicki diajak ke Taman Tingkir dan mau, sekitar kurang lebih 30 menit, Heru, Ardian, Vicki dan Ani ngobrol di Taman Tingkir lalu pergi ke arah kebun karet.

Sesampainya di kuburan Cina, bertukar berboncengan, Heru berboncengan dengan Ani. Sedangkan Ardian berboncengan dengan Vicki menuju ke gudang kosong di tengah kebun karet. Sekitar pukul 23.00 WIB, Heru dan Ardian Vicki duduk di tangga gudang kosong di tengah kebun karet, sedangkan Ani berada di tangga paling bawah.

Vicky duduk diantara Heru dan Adrian, lalu Heru dan Ardian secara bergantian menciumi pipi, bibir dan dada Vicki, selain litu jari tangan Heru dan Ardian dimasukkan kedalam celana dalam Vicki dan memegang vagina Vicki, karena lampu senter Hp Ani mengganggu akhirnya Heru, Ardian dan Vicki berpindah ke de'3m gudang, didalam gudang, Heru dan Ardian secara bergantian memegangi vagina Vicki lalu oleh Ardian, Vicki ditidurkan lalu ditindih oleh Ardian lalu celana Vicki mau dipelorotkan Ardian, tapi ditolak oleh Vicki, sehingga Arddian Menciumi pipi dan dada Vicki. sedangkan tangannya meremas-remas payudara Vicki selama 15 menit; "Tiba-tiba Hp Vicki yang dibawa oleh Ani berdering, Ani berteriak memberitahu Vicki bahwa ibunya telepon lalu Vicki takut dan panik sehingga melompat keluar dari gudang tersebut dan akhirnya berempat pulang ke rumah masing-masing.

(17)

29

a. Keterangan Saksi

Dalam persidangan, saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum dalam perkara ini terdapat 9 (sembilan) yang hendak memberikan keterangannya. Berikut di bawah ini penulis uraikan yang pada intinya menyatakan sebagai berikut:

1. Saksi Vicki Di Sandhya Binti Irwan Iskandar dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Kejadiannya berawal Pada hari itu Sabtu tanggal 13 Mei 2017. sekitar pukul 15.30 WIB, saksi meminta izin kepada orang tua untuk main ke Taman Tingkir bersama teman dan berjanji akan pulang sehabis maqrib, kemudian saksi berangkat ke rumah Ani dengan diantar bapak naik Sepeda Motor, setelah tiba dirumah Ani selanjutnya bapak saksi pulang dan sepeda motor ditinggal karena akan saksi pakai.

Saat tiba di rumah Ani saat itu sudah ada Yanti, dan Chika lalu saksi bersama Yanti, Cika dan Ani pergi jalan-jalan ke Taman Tingkir dengan masing-masing mengendarai Sepeda Motor, dimana saksi berboncengan dengan Ani dan Yanti berboncengan dengan Cika, sampai di taman Tingkir saksi dan teman-teman duduk-duduk sambil berfoto-foto lalu sekitar pukul 17.30 wib anak Heru mengirim Pesan melalui DM (direct Message) Instagram saksi yang isinya mengajak saksi bertemu di Lapangan Pancasila

Saksi menerima ajakan dari Heru untuk bertemu di Lapangan Pancasila dan saksi meminta Ani untuk menemani saksi bertemu Heru sedangkan Cika dan Yanti pamit pulang duluan, sesampainya di Lapangan Pancasila, saksi bertemu dengan Heru dan temannya yang saksi tahu namanya Ari, sempat ngobrol lalu Heru mengajak saksi dan Ani untuk ikut ke Kamar Kost teman Heru dimana awalnya saksi sempat menolak ajakan Heru namun saksi akhirnya ikut karena dipaksa oleh Ani untuk ikut.

(18)

30

Kemudian saksi dan Ani menuju ke Kamar Kost dengan mengendarai sepeda motor ayah saksi bersama-sama Heru dan Ari. Setelah tiba di kost saksi bertemu 2 orang teman Heru yang bernama Ardian dan Salis, dimana saksi diajak masuk kekamar kost oleh Heru dan Ardian dengan menarik tangan kanan dan kiri saksi secara paksa agar ikut masuk ke dalam kamar sedangkan Ani tidak ikut masuk karena tidak mau.

Setelah masuk kekamar kost salah seorang dari anak menutup pintu dengan menguncinya, kemudian saksi disuruh duduk diatas kasur dan dipaksa untuk ikut minum minuman keras, dengan cara mulut saksi dipegang oleh Heru dan Ardian yang menuangkan minuman tersebut kemulut saksi dimana hal tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.

Setelah memaksa saksi untuk minum minuman keras oleh Heru dan Ardian, saksi dipaks merokok sebanyak 2 batang. 1 batang saksi hisap karena di pegangi Heru dan 1 batang saksi hisap sendiri karena dipaksa. Saat sedang merokok Heru dan Ardian men-sudut rokok ke lengan dan kaki saksi namun saksi tidak berani melawan.

Setelah itu saksi didorong Heru ke atas kasur sehingga posisi saksi terlentang lalu Heru menaikkan baju saksi secara paksa dan menciumi bibir kemudian menciumi dada Saksi serta meremas-remas dada saksi lebih dari sekali selanjutnya Heru membuka celana saksi sampai turun diatas lutut, lalu celana dalam saksi dibuka sedikit (masih terpakai) kemudian Heru memegang dan menciumi di atas alat kelamin saksi.

Setelah Heru memegang dan menciumi diatas alat kelamin saksi, lalu Heru berhenti dan Salis kemudian melakukan hal seperti yang dilakukan Heru dengan mencium bibir saksi dan meremas remas payudara saksi, setelah Salis Selesai dilanjutkan dengan Ghofari lalu Ardian dimana Ari dan Ardian juga mencium bibir dan dada saksi lalu meremas-remas payudara saksi,

(19)

31

Ardian berhenti mencium saksi dan meremas payudara saksi karena Ani yang mengetuk pintu dan berteriak memanggil manggil saksi dari luar kamar bahkan Ani, sempat melihat kedalam kamar melalui jendela yang terbuka.

Setelah Ani memanggil lalu saksi berdiri dan menjawab panggilan Ani lalu Ani mengatakan meminta saksi menemani ke Lapangan Pancasila menemui pacarnya. Sebelum keluar dan menemani Ani Ke Lapangan Pancasila saksi sempat masuk ke dalam Kamar mandi untuk muntah dan buang air kecil.

Saat buang air kecil saksi merasakan perih pada alat kelamin saksi dan saksi melihat di celana saksi ada noda darah sedikit lalu saksi lap memakai tissue. Saksi kemudian keluar kamar dan pergi menemani Ani ke Lapangan Pancasila dengan ditemani Heru namun setelah di Lapangan Pancasila Ani tidak bertemu dengan pacarnya lalu saksi bersama Ani kembali ke Kost untuk mengambil Handphone saksi yang di pegang Ari.

Setelah sampai di Kost saksi lalu masuk ke dalam Kamar untuk mencari Handphone saksi dan setelah Handphone saksi ketemu selanjutnya saksi dan ani hendak pulang tetapi Heru dan Ardian mengajak saksi untuk jalan-ialan ke taman Tingkir, dan di Taman Tingkir saksi berhenti sekitar 15 menit untuk membeli teh di jajanan angkringan.

Selanjutnya saksi bersama Ani diajak Heru dan Ardian ke Kuburan Ngebong, namun sebelumnya singgah dahulu untuk membeli Bensin motor Heru, dan saat tiba di Kuburan Ngebong saksi. Ani bersama Heru dan Ardian tidak lama karena takut ada suara gongongan Anjing. lalu saksi melanjutkan lagi perjalanan namun ditengah perjalanan saksi dan Heru sempat bertukar boncengan, saksi berboncengan dengan Ardian dan Heru berboncengan dengan Ani dan saat itu Ardian memakaikan Jaket miliknya kepada saksi.

(20)

32

Selanjutnya Ardian mengajak saksi untuk ke Kebun Karet. Sampaianya di kebun karet/karetan, saksi sempat mengobrol dengan Heru. Ardian dan ani sekitar 5 menit ditangga yang di sebuah bangunan dalam hutan Karet, kemudian saksi diajak naik keatas oleh Heru dan Ardian sedangkan Ani tetap dibawah duduk ditangga.

Adapun Heru dan Ardian mengajak saksi untuk naik ke atas namun saksi tidak mau karena diatas gelap namun tangan saksi di tarik oleh heru dan Ardian lalu mengangkat lalu menggendong saksi dengan cara Heru memegangi bagian atas tubuh saksi sedangkan Ardian memegangi kaki saksi lalu menjatuhkan kedalam Bak tempat penampungan air yang kosong.

Setelah berada di dalam bak saksi duduk ditengah bak dengan posisi ngangkang sedangkan Heru dan Ardian duduk di depan saksi lalu Ardian membuka baju saksi dengan paksa dari bawah dinaikkan keatas sampai dada saksi lalu Ardian mencium bibir saksi sambil meremas-remas payudara saksi, lalu Ardian membuka celana panjang dan celana dalam saksi dan diturunkan hingga batas paha saksi selanjutnya Ardian menurunkan celananya dan membuka celana dalamnya kemudian Ardian jongkok dan mau memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan saksi namun saksi menotak dengan menutupi kemaluan saksi dengan tangan namun Ardian tetap terus mencium saksi hingga pada Kemaluan Ardian keluar cairan di paha saksi.

Pada saat Ardian mencium bibir saksi dan meremas payudara saksi, bersamaan juga Heru mencium pipi dan payudara saksi dari samping kemudian memegang kemaluan saksi lalu memasukkan ketiga jarinya ke lubang kemaluan saksi. Saksi merasakan kesakitan saat Heru memasukkan jarinya kedalam kemaluan saksi dan saat itu saksi sempat teriak dan berusaha melepaskan diri.

(21)

33

Heru dan Ardian berhenti mencium saksi karena Ani teriak memanggil saksi dari tangga bawah memberitahukan kalau Ibu saksi telepon di hp saksi yang dipegang Ani dimana Handphone saksi oleh Ani di loudspeaker kemudian Heru dan Ardian yang mendengar suara ibu saksi yang mengatakan akan melapor ke Polisi, ketakutan kemudian meloncat turun dari atas bak dan lari meninggalkan saksi dan Ani.

Saksi tidak bérteriak saat Ardian mencium bibir, payudara serta meremas remas payudara saksi juga saat Heru mencium dan memasukkan jérinya kedalam, kemaluan saksi karena saat itu saksi pusing karena habis minum minuman keras 3 gelas dan bingung.

Saat Heru dan Ardian meloncat turun dari atas bak saksi juga ikut loncat namun saksi terpelest sehingga kaki saksi luka dan keseleo.

Melihat Heru dan Ardian pergi saksi berusaha untuk mengejar mengikuti dengan sepeda motor namun tidak terkejar, akhirnya saksi bersama Ani menuju kerumah Yanti yang mana dirumah Yanti sudah ada orang tua saksi dan kondisi saksi saat itu gemetar dan menangis.

Ibu saksi lalu menanyakan apa yang terjadi kepada saksi lalu saksi menceritakan kejadian yang terjadi kepada ibu saksi sehingga ibu saksi yang tidak terima berusaha mencari Heru, Ardian, Ghofari dan Salis dengan mer datangi Kamar Kost namun tidak ada orang lalu ke Kebun Karet tetapi disana juga sudah tidak ada orang.

Setelah tidak berhasil menemui Heru, Ardian. Salis dan Ghofari di kost dan Hutan Karet lbu saksi bersama saksi dan Ani mémbuat Iaporan ke polisi dan dilakukan pemeriksaan/Visum kepada Saksi di rumah sakit.

Atas keterangan saksi, Heru memberikan pendapat : Saksi korban tidak minum, Tidak dipaksa morokok. Saksi korban tidak pernah disudut rokok. Anak Heru hanya

(22)

34

masukkan 1 jari ke kemaluan saksi korban Tidak menggendong waktu akan ke bak, Tidak menaikkan baju saksi korban. Sedangkan Adrian memberikan pendapat Tidak paksa minum dan merokok. Waktu masuk kamar kost tidak dipaksa, Sakai korban tidak masuk ke kamar mandi. Saksi korban tidak pernah disudut rokok, Ardian tidak pernah menurunkan celananya, Di bak tidak menurunkan celana saksi korban. Anak Ardian tidak mengeluarkan cairan sewaktu di bak, Sakai korban tidak dilempar ke dalam bak, Tidak menaikkan baju saksi korban.

2. Saksi Sri Indah Kusumawari Binti Wibisono dibawah sumpah pada pukoknya menerangkan sebagai berikut:

Saksi tidak melihat pada saat kejadian karena sedang berada di rumah, saksi mengetahui ada kejadian pencabulan terhadap anak saksi dari cerita teman anak saksi yakni Ani. Pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei 2017, sekitar Pukul. 19.00 Wib di rumah kost yang terletak di daerah Taman Tingkir Kec. Tingkir Kota Salatiga dan pukul 23.00 Wib di tengah hutan Karet Sembir Kota Salatiga. Kejadiannya berawal saat anak saksi Vicki pulang sekolah dan meminta izin untuk pergi bermain bersama teman teman sekoIahnya Ani. Yanti dan Chika ke Taman Tingkir dan berianji akan pulang sehabis Maghrib, kemudian sehabis Ashar dengan diantar oleh ayahnya mengendarai Sepeda Motor Vicki menuju ke Rumah Ani dan setelah tiba di rumah Ani motor di tinggal bersama Vicki dan ayahnya pulang kerumah naik anqkutan kota.

Sekira pukul 19.00 WIB ayah Vicki pergi untuk menghadiri rapat RT dan saat itu Vicky belum Pulang Ialu saksi mencoba menghubungi ke Handphone Vicki tetapi tidak dijawab kemudian saksi berusaha kembaii menghubungi namun Handphone Vicki sudah tidak aktif sehingga saksi panik dan menunggu ayah Vicki pulang dari rapat RT.

(23)

35

Sampai pukul 21.30 WIB, Vicki belum pulang dan Handphonenya juga tidak aktif Ialu saksi bersama dengan suami saksi mendatangi rumah Ani namun Ani juga belum pulang, selanjutnya saksi menuju ke Rumah Yanti ternyata Yanti sudah tidur dan saksi ketahui dari orang tua Yanti-kalau ternyata Yanti dan Chika sudah pulang dari pukul 18.30 WIB.

Setelah mengetahui Yanti dan Chika sudah pulang dari Pukul 18.30 VVib, saksi kemudian bersama suami berusaha mencari Vicky dengan terus menghubungi Handphone Vicky dan mendatangi Taman Tingkir namun Vicki dan Ani tidak ada dan sekitar pukul 00.00 WIB, Handphone Vicky tersambung dan yang mengangkat adalah Ani kemudian saksi menanyakan keberadaan Vicky dan Ani namun Ani menjawab tidak tahu persisnya sedang berada dimana namun berada tengah hutan Karat bersama Vicki dan 2 orang anak Iaki-Iaki.

Saksi kemudian meminta untuk berbicara dengan Vicky namun oleh Ani mengatakan Vicky sedang berada diatas bersama Iaki-laki, mendengar hal tersebut saksi lalu meminta ani agar menspeaker Handphone Vicky dan mengancam agar Vicky dan Ani untuk segera pulang ke Rumah Yanti, kalau tidak pulang akan saksi Iaporkan ke polisi.

Kemudian saksi bersama suami kembali ke rumah Yanti dan tidak beberapa lama kemudian Vicki dan Ani juga tiba di rumah Yanti, selanjutnya saksi menanyakan kepada Vicky apa yang terjadi namun Vicky hanya diam dan menangis Ialu saksi benanya kepada Ani dan ani bercerita kalnu sepulang darl taman tlngklr sekira pukul 18.30 WIB Vicki dan Ani pergi menum Lapangan Pancasila dan bertemu dengan Heru, Ardi. dan Ari kemudian diajak kerumah kost “yang Ant den Vicki tidak tahu persls alamatnya dan didalam kamar kost sudah ada orang dan dikunci dari dalam sedangkan Anl disuruh manunggu dl luar den seat Ani akan masuk diludahi oleh salah satu yang ada dl dalam kamar dan sehabls itu

(24)

36

Vicki dan Ani diajak ke gudang di„tengah hutan karet oleh Heru dan Ardian lalu chi bersama Heru dan Ardian naik ke atas bak sedangkan Ani hanya menunggu dibawah dan tidak ikut naik ke atas bak.

Setelah mendengar cerita Ani saksi yang merasa tidak terima. bersama-sama suami, Vicky dan Ani menuiu ke Kamar Kost yang dimaksud namun saat tiba di Kamar Kost sudah tidak ada lagi orang. lalu dari Kamar Kost saksi menuju ke Hutan Karet Tingkir namun juga sudah tidak ada orang, karena tidak berhasil menemui pelaku lalu saksi bersamasama suami, Vicky dan Ani menuju ke Polres Salatiga untuk melaporkan kejadian yang dialami oleh anak saksi tersebut. Kemudian Anggota Polisi memberikan kepada saksi Surat Pengantar agar dilakukan Visum terhadap anak saksi di RSUD Kota Salatiga.

Berdasarkan keterangan saksi, Heru dan Ardian menyatakan benar dan menyatakan tidak keberatan.

3. Saksi Nur Febriani Bintl Slamet Basuki dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Kejadiannya berawal pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekira pukul 17.00 WIB Vicki datang kerumah saksi bersama ayahnya dengan naik sepeda motor untuk bersama-sama ke Taman Tingkir dengan Chika dan Yanti. Setelah Vicki datang selanjutnya saksi bersama dengan Vicki dan Sdri.Yanti juga Chika berangkat ke Taman Tingkir dengan mengendarai sepeda motor dimana saksi berboncengan dengan Yanti dan Vicki dengan Chika dan setelah tioa di taman tingkir saksi dan yang Iain duduk-duduk sambil foto-foto.

Saat sedang duduk-duduk Vicki menerima pesan melalui DM (Direct Mesagge) instagram dari Heru yang isinya mengajak Vicki untuk bertemu. Sekitar Pukul 18.30 Wib

(25)

37

Yanti dan Cika mengajak pulang namun Vicki belum ingin pulang lalu meminta saksi unth meneman: menemui Heru di depan patung pahlawar) di Lapangan Pancasila.

Sekira pukul 19.00 WIB Heru datang bersama temannya Ari di depan Patung Pahlawan di lapangan Pancasila dan menemui Vicki setelah berbincang-bincang lalu Heru mengajak Vicki ke kost temannya mendengar itu saksi bilang ke Vicki ”Ra usah VIK ra usah ke kose wong lanang” gausak VIK gausah ke kos laki-Iaki dan Vicki menjawab "gak papa nanti diluar saja gausah masuk" lalu saksi dibonceng Vicki mengikuti Heru dan Ari menuju kos temannya di daerah Tingkir dan sesampainya kos sudah ada 4 orang Iaki-laki dan Vicki disuruh masuk kedalam kamar laiu Ari menarik tangan Vicki untuk mengajak Vicki masuk sedangkan saksi menunggu diluar kamar sambil mainan HP.

Adapun Vicki berada di dalam kamar kurang lebih 1 jam dan saat berada di dalam kamar saksi tidak mendengar Vicki berteriak meminta tolong yang saksi dengar Vicki tertawa-tawa dikamar.

Sekitar 1 Jam menunggu Vicki di dalam Kamar saksi mengetuk pintu kamar dan memanggil manggil Vicki untuk menemani saksi bertemu dengan teman saksi di Lapangan Pancasila namun Vicki diam saja sehingga saksi dan mencoba melihat kedalam kamar melalui jendela yang terbuka namun saat akan mengintip ada seseorang dalam kamar yang meludahi saksi.

Tidak lama kemudian Vicki keluar kamar bersama dengan Heru selanjutnya saksi bersama Vicki dan Heru menuju ke Lapangan Pancasila dengan posisi Vncki berboncengan dengan saksi sedangkan Heru mengendarai motor sendiri namun saat tiba di Lapangan Pancasila saksi tidak bertemu dengan teman saksi kemudian sekitar pukul 21.00 WIB saksi

(26)

38

bersama Vicki dan Heru kembali ke Kost karena Vicki ingin mengambil Handphone miliknya yang di pegang Ari.

Saat kembaii ke Kost, Vicki masuk di dalam kamar sedangkan saksi menunggu diluar dan saksi tidak tahu apa yang dilakukan Vicki di dalam karena pintu kamar tertutup.

Sekitar pukul 22.00 WIB Vicki keluar kamar tersebut dan Vicki cerita kalau di dalam kamar Vicki melakukan ciuman bibir dan disuruh minum minuman keras tetapi Vicki tidak mau dan kemudian teman-teman Heru pulang tinggal Heru dan Ardian, lalu Vicki mengatakan mau pulang diantar Heru dan Ardian selanjutnya saksi dibonceng Vicki dan Heru berboncengan dengan Ardian muter-muter ke taman tingkir dan berhenti sebentar untuk membeli minuman selanjutnya saksi dan Vicki beserta Heru dan Ardian singgah membeli bensin motor untuk sepeda motor Heru dan satelah mengisi bensin Heru mengajak ke daerah Ngebong dan saat di Ngebong hanya sebentar karena takut mendengar bunyi suara anjing.

Saat meninggalkan Ngebong di tengah jalan Vicki mengeluh pusing sehingga motor Vicki berhenti dan Vicki bertukar posisi dengan Heru dimana saksi berboncengan dengan Heru sedangkan Vicki berboncengan dengan Arcian. menuju ke hutan karet dan saat tiba di Hutan karet Ardian dan Huru mengajak Vicki untuk naik keatas diatas ada sebuah bak besar kosong saat Vicki naik keatas saksi hanya menunggu ditangga sambil mainan HP milik Vicki yang dititipkan kepada saksi.

Saat menunggu Vicki saksi sempat menyalakan Iampu senter pada Handphone dan mengarahkan ke atas untuk melihat Vicki namun saksi tidak dapat melihat karena keadaan saat itu sangat gelap dan tidak ada penerangan.

(27)

39

Saat saksi sedang bermain Handphone milik Vicki, Handphone Vicki berbunyi dan yang menelpon ada ibu Vicki sehingga saksi berteriak memberitahu Vicki kalau ibunya menelpon, lalu Vicki mengatakan agar saksi mematikan Handphone miliknya lalu saksi mematikan Handphone Vicki.

Beberapa saat kemudian saksi menghidupkan kembali Handphone Vicki lalu Handphone Vicki kembali berbunyi dan yang kembali menelpon adalah ibu Vicki lalu saksi yang merasa takut mengangkat dan menerima telepon dari ibu Vicki lalu ibu Vicki menanyakan keberadaan saksi dan Vicki dan meminta agar berbicara dengan Vicki lalu saksi mengatakan kalau saksi dan Vicki bérada di hutan Karet dan Vicki sedang berada di'atas oersama 2 (dua) orang Iaki-laki.

Saksi lalu mendekat ke tempat Vicki bersama Heru dan Ardian sambil dengan mengaktifkan Loudspeaker sehingga suara ibu Vicki terdengar dimana ibu Vicki mengatakan kalau saksi dan Vicki tidak segera pulang maka ibu Vicki akan melaporkan ke Kantor Polisi, mendengar suara Ibu Vicki yang mengatakan akan melapor ke Kantor polisi. Heru dan Ardian dan Vicki keluar dari bak dengan loncat kemudian Heru dan Aroian kabur dengan meninggalkan saksi dan Vicki lalu ibu Vicki meminta saksi dan Vicki segera ke rumah Yanti karena orang tua Vicki menunggu di rumah Yanti.

Setelah melihat Heru dan Ardian Kabur lalu sansi dan Vicki berusaha mengejar Heru dan Ardian namun saksi dan Vicki tidak dapat mengejar dan karena tidak berhasil mengejar Heru dan Ardian, saksi Ialu mengajak Vicki untuk segera ke rumah Yanti dan sesampainya dirumah Yanti saksi dan Vicki ditanya oleh ibu Vicki tapi Vicki hanya diam saja lalu saksi yang menielaskén keiadiannya kepada nibu Vicki.

(28)

40

Mendengar cerita yang saksi sampaikan ibu Vicki Ialu meminta saksi agar mengantar ke Kamar Kost tersebut namun saat tiba di Kamar Kost tersebut. sudah tidak ada orang, dari Kamar kost kemudian saksi diminta untuk mengantarkan saksi ke Hutan Karet di Sembir namun sudah tidak Iagi orang sehingga ibu Vicki bersama ayah Vicki, saksi dan Vicki langsung menuju gedung kosong yang berada di hutan karet sembir dan sudah tidak ada orang dan orang tua Vicki langsung membawa saksi dan Vicki ke Polres Salatiga untuk membuat laporan.

Atas keterangan saksi, Heru memberikan pendapat bahwa waktu di Ngebong (Makam China), Heru tidak mengatakan cari tempat yang sepi Sedangkan Ardian memberikan pendapat tidak meminjamkan jaketnya ke saksi korban namun saksi korban yang meminjam jaket Ardian dan waktu di bak tampung korban tidak tarik paksa.

4. Saksi Siti Mahmudah Binti Suparwi dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekitar pukul 20.40 saksi datang mengecek tempat kost dan saksi melihat ada 4 orang laki-laki berada didalam kamar yang di sewa Sdri. Putri yang saksi tidak kenal lalu saksi menanyakan dimana okta Ialu saksi meminta mereka pulang karena yang sewa kamar kost tidak dan pintu pagar akan saksi gembok lalu saksi kembali ke rumah.

Pada saat saksi masuk kedalam kamar Kost saksi tidak melihai ada perempuan didalam kamar tersebut. Sekitar Pukul 21.00 Wib saksi kembali ke Kamar Kost dan saksi melihat pintu kamar Kost sudah tertutup don tidak ada Iagi orang sehingga saksi langsung menutup gerbang pagar dan menguncinya.

(29)

41

Atas ketenngan saksi, Heru memberikan pendapat sewaktu Heru datang di kost tidak bertemu dengan ibu Kost Sedangkan anak II Ardian memberikan pendapat saksi tidak pernah bertanya, kemudian pintu gerbang kost tidak digembok karena waktu itu Heru dan Ardian bersama teman-temannya keluar kost sekitar pukul 22.00 WIB.

5. Saksi Muhammad Shohib Fatonida Bin Muhamad Haris dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Awalnya saksi tidak mengetahui adanya kejadian pencabulan terhadap korban Vicki Di Sandhya nanti pada hari Minggu 14 Mei 2017 sekitar pukul 21.30 Wib ketika ada Polisi yang datang ke rumah saksi dan membéritahukan kejadian tersebut. Saksi ketahui dari Polisi pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei 2017, sekitar Pk. 19.00 Wib di rumah kost yang terletak di daerah Tamar: Tingkir Kec. Tingkir Kota Salatiga dan Gudang di tengah hutan Karet ikut Sidorejo Kota Salatiga.

Saksi pernah bertemu dengan korban Vicki Di Sandhya pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekitar Pukul 21.00 Wib di Kamar Kost yang terletak di Perengsari Rt 07 Rw 02 Kel. Kutowinangun Kec. Tingkir Kota Salatiga.

Saksi datang ke Kamar Kost tersebut bersama dengan saksi Irfan dengan maksud clan tujuan untuk mengembalikan kamera DSLR milik kakak sepupu Ghiofari yang sebelumnya saksi pinjam.

Saat saksi dan saksi lrfan tiba di Kamar Kost korban Vicki belum ada di dalam kamar Kost tersebut saksi hanya bertemu dengan Ghofari, Salis, dan Ardian.

(30)

42

Saat masuk ke dalam Kamar Kost saksi melihat di dalam Kamar terdapat Gelas plastik putih kosong dan setelah saksi tanyakan menurut pengakuan dari Ghofari, Ardian dan Salis mereka habis minum-minuman keras.

Sekitar 40 menit kemudian, korban Vicki bersama Heru dan teman korban Vicki masuk ke dalam Kamar Kost dimana yang masuk ke dalam kamar hanya Heru dan korban Vicki sedangkan temannya tidak Iikut masuk dan hanya berdiri diluar kamar.

Saat korban Vicki dan Heru masuk kedalam kamar, Korban Vicki langsung mencari handphone miliknya.

Sekitar Pukul 22.00 Wib saksi dan saksi Irfan bermaksud untuk pulang dan saat keluar Kamar korban Vicki juga bermaksud untuk pulang bersama dengan-temannya, dimana saksi lrfan sempat menarik tangan Vicki lalu membantu korban Vicki memutarkan sepeda motor milik korban Vicki.

Seingat yang pertama meninggalkan Kost adalah saksi da saksi In„an, sedangkan korban Vicki dan yang iainnya saksi tidak tahu lagi.

Sebelum kejadian saksi sudah pernah beberapa kali datang ke Kamar kost tersebut untuk main dan menemui Ghofari.

Saksi tidak tahu siapa yang menyewa kamar kost tersebut, namun setiap kali saksi datang ke kamar Kost saksi Ghofari ada di kamar Rost tersebut.

Atas keterangan saksi, anak Heru Darmawan dan Ardian Aprilianto membenarkan Han tidak keberatan.

6. Saksi Irfan Maulana Siswanto Bin Wahyuliyanto dibawah Sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

(31)

43

Saksi kenal dengan anak Heru Darmawan dan Ardian Aprilianto sewaktu saksi menemani saksi Muh. Shohib datang ke Kamar kost yang terietak di Perengsari Rt 07 Rw 02 Kel. Kutowinangun Lor Kec. Tingkir Kota Salatiga.

Pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekitar Pukul 19.00 Wib di Kamar Kost yang terletak di Perengsari Rt 07 Rw 02 Kel. KutoWinangun Lor Kec. Tingkir Kota Salatiga dan di tengah hutan karet Sidorejo Kota Salatiga.

Saksi datang ke Kamar Kost bersama sama dengan saksi Muh. Shohibdengan tujuan menemani saksi Muh. Shohib mengembalikan kamera DSLR milik saudara sepupu Ghofari yang dipinjam saksi Muh. Shohib sebelumnya.

Saat berada di Kamar Kost saksi sempat bertemu dan berkenalan dengan korban Vicki dimana saksi menanyakan nama dan sekolah dari korban Vicki. Pada saat tiba di kamar Kost korban Vicki belum ada yangada di dalam Kama" Kost hanya Ardian, Salis dan Ghofari. yang sedang bermainan hp.

Korban Vicki dan Heru bersama dengan teman korban VICKI datang ke Kamar Kost sekitar 45 (empat puluh lima menit) setelah saksi dan saksi Muh. Shohib datang. Saksi berada di dalam Kamar Kost kurang lebih sekitar 45 (empat puluh lima) menit dan pada pukul 22.00 WIB saksi dan saksi Muh. Shohib pulang namun sebelum pulang saksi sempat memangku korban Vicki.

Setelah saksi pulang bersama saksi Muh. Shohib saksi tidak melihat korban Vicki pulang bersama siapa dan tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan korban Vicki. Sewaktu saksi mengobrol dan memangku korban Vicki, saksi tidak mencium ada bau alkohol dari mulut korban Vicki.

(32)

44

Atas keterangan saksi, anak Heru Darmawan dan anak Ardian prilianto membenarkan dan tidak keberatan.

7. Saksi Salis Akbar Hanifuddin Bin Suwardi dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Kejadiannya berawal sekitar Pukul 16.00 Wib saksi saksi sedang bersama dengan Ari, Shohib dan Irfan foto-foto den selesai pukul 17.30 wib, kemudian saksi bersama Ari main ketampat Irfan dan Shohib lalu saksi bersama Arl menuju Lapangan Pancasula dan bertemu Heru dan Ardian diparkiran Dekat Patung Pahlawan. saat berada di parkiran Heru meminta agar Arl menemani untuk bertemu Korban Vicki yang berada di tidak jauh dari tempat saksi dan yang lain berdiri.

Tidak berapa lama Heru, Ari, Korban Vicki dan Ani datang Ialu Heru mengataKan akan ke Kost Ari, namun sebelum pergi Heru mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000,(lima ribu rupiah) dan menyerahkan kepada Ardian dengan mengatakan agar patungan membeli minuman keras seharga Rp. 10.000,(sepuluh ribu rupiah); selanjutnya saksi dan Ardian dengan berboncengan membeli minuman dahulu di belakang Ramayana namun saat itu yang turun untuk membeli adalah Ardian :sedangkan saksi hanya menunggu di atas motor, setelah Ardian Keluar sambil membawa plastik lalu éaksi dan Ardian menuju ke Kost Ari.

Saat saksi sampai di Kamar Kost saat itu sudah ada Ari, Heru, korban Vicki dan Ani kemudian saksi. Ari, Heru, Ardian dan korban Vicki masuk ke dalam kamar, kecuali Ani yang tidak mau masuk dan menunggu diluar, setelah semua masuk lalu pintu kost saksi kunci, selanjutnya Ardian mengeluarkan minuman dari plastik dan menuangkan minuman dalam gelas plastik kemudian saksi dan yang lainnya minum secara bergiiiran karena saat'

(33)

45

itu posisi saksi dan yang lain duduk melingkar dibawah Iantai namun saat itu korban Vicki tidak ikut minum karena tidak mau saat ditawari.

Setelah minum-minum Ialu korban dirangkul Ari dari 35mping kanan dimana posisi korban masih dalam berdiri kemudian saksi peluk dari samping kiri belakang sehingga korban jatuh dikasur setelah korban Vicki terhatuh di kasur lalu Ari mencium bibir korban Vicki. dan meremasremas payudara dari luar baju korban Vicki sedangkan saksi saat bersamaan menciumi leher korban Vicki dan meremas-remas payudara korban dari dalam baju dan BH nya dengan tangan kiri saksi ke payudara kanan korban yang saksi Iakukan secara bersamaan sekitar 3 menit dan sat itu korban Vicki diam saja; Bahwa saksi dan Ari berhenti menciumi korban Vicki karena Ani berteriak ' memanggil korban Vicki, Ialu korban Vicki yang mendengar teriakan Ani korban Vicki bangun dan hendak keluar dari Kamar namun sebelum korban keluar Heru menarik korban dan meremas-remas payudara korban dari luar baju kemudian korban Vicki keluar kamar.

Setelah keluar korban Vicki masuk ke dalam kamar lagi dan duduk mengobrol diatas kasur dengan posisi Heru duduk di belakang korban Vicki sambil merangkul korban Vicki dimana saat itu Heru sedang merokok den bermain Handphone sehlingga tanpa sengaja rokok Heru terkena tangan korban Ialu korban menepis sehingga bara rokok jatuh di dada korban Vicki.

Tidak beberapa lama Ani kembali teriak dan meminta Vicki untuk pulang kemudian korban bersama Ani dan Heru keluar, sedangkan saksi bersama Ari dan Ardian masih dikost, tidak berapa Ilama saksi Shohib dan saksi lrfan datang Re kost untuk mengembalikan kamera DSLR kepada Ari.

(34)

46

Kurang dari 1 jam Heru, korban Vicki dan Ani datang lagi ke kost dan saat masuk ke dalam Kamar Kost korban Vicki mencari hp miliknya dan tidak lama korban Vicki menemukan Hp miliknya dipojokan diantara celah kasur dan tembok selanjutnya sekitar pukul 22.00 WIB saksi bersama yang Iainnya keluar kamar kost hendak pulang dan saat hendak pulang saksi mehhat korban Vicki dipangku saksi lrfan, kemudian saksi bersama Ari pulang kerumah sedangkan korban dan yang lainnya saksi tidak tahu.

Saat di kamar Kost saksi tidak memperhatikan apakah Adian ada memegang dan menciumkorban Vicki. Korban Vicki saat saksi, Ari dan Heru mencium serta meremas remas payudaranya tidak memberontak ataupun berteriak minta tolong, saat itu korban Vicki diam saja. Niat saksi untuk mencabuli korban timbul seat melihat korban di dalam Kamar Kost karena saat itu korban memakai baju seksi hingga oalahan dadanya kelihatan. 8. Saksi Muhammad Ghofari Yulianto Als Ari Bin Piaji Sutono dibawah sumpah pada

pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Saksi memberikan keterangan sehubungan dengan. adanya perbuatan cabul yang dilakukan oleh saksi, Hieru, Ardian dan Salis terhadap korban Vicki Di Sandhya. Saksi ditangkap oleh anggota Polisi Pada hari Minggu tanggal 14 Mei 2017, sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelum Kejadia, saksi tidak kenal dengan korban Vicki, saksi bertemu dan kenal dengan Vicki. saat menemani Heru menemui korban Vicki di Lapangan Pancasila karena dikenalkan Heru. Kejadiamya berawal pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekitar pukul 16.00 WIB saksi, Salis, Shohib dan Irfan main LIntuk foto-foto, kemudian pukul 17.30 wib selesai foto-foto saksi dan Salis pergi ke rumah lrfan untuk main, selanjutnya main ke rumah Shohib dan setelah 'itu saksi dan Salis main ke Lapangan PancaSIla. Pada saat di

(35)

47

Lapangan Pancasila saksi bertemu dengan Heru dan Ardian, selanjutnya dengan naik sepeda motor saksi berboncengan dengan Salis sedangkan Heru berboncengan dengan Ardian muter-muter di Lapangan Pancasila dan berhenti di depan patung pahlawan. Saat di parkiran Heru bi'lang siapa yang mau ikut unnuk menemui cewek kemudian saksi bersedia untuk menemani Heru menemui korban Vicki di depan patung pahlawan Setélah bertemu saksi, Heru, korban Vicki dan Ani jalan menuju parkiran untuk menemui Salis dan Ardian Selang 5 (lima) menit saksi lalu mengajak Heru untuk ke kost di Perengsari, kemudian Heru mengeluarkan uang sebesar Rp.5.000,(lima ribu rupiah) dan menyerahkan kepada Ardian untuk membeli minuman. Selanjutnya Heru berboncengan dengan saksi, korban Vicki berboncengan denganikut Ani pergi ke kost, sedangkan Salis dan Ardian pergi untuk membeli minuman dan janjian untuk bertemu di Kost.

Sesampainya di belakang Ramayana saksi bertemu dengan Saus dan Ardian. selénjutnya bersama-sama menuju ke kost. Saksi tiba di Kost sekitar pukul 19.00 wib dan setelah tibai di kostkemudian saksi, Heru, Salis, korban Vicki dan Ardian masuk ke kamar kost, sedangkér. Ani tidak mau masuk dan hanya menunggu diluar, setelah masuk pintu kamar d_ikunci oleh Salis dari dalam. Selanjutnya Ardian menuangkan minuman ke dalam gelas kecil dan diminum secara berganfian dengan cara memutar dan pada waktu itu Sans sempat menawar korban Vicki untuk minum tapi tidak mau. Bahwa di dalam Kamar saksi duduk di samping Korban Vicki dan mengajak korban untuk ngobrol. Setelah mengobrol dengan Korban Vicki kemudian Salis ikut duduk disamping korban Vicki lalu merangkul korban sehingga terjatuh di kasur kemudian mencium pipi korban serta memegang dan meremas-remas payudara korban Vicki. Melihat hal itu saksi juga Iangsung mencium pipi

(36)

48

kiri korban serta meremas payudara kiri korban dengan menggunakan tangan kanan, kemudian saksi berhenti dan keluar kamar untuk membeli rokok di warung.

Sekitar 5 (Lima) menit setelah membeli rokok saksi kembali masuk ke kamar dan melihat korban masih duduk diatas kasur dan yang lainnya juga duduk di kasur tetapi agak berjauhan dengan korban. Kemudian Ani teriak memanggil korban untuk mengajak pulang dan dijawab oleh korban sebentar.

Sekitar pukul 20.00 WIB. Heru. korban Vicki dan Ani pergi untuk menemui teman Ani di Lapangan Pancasila. Sedangkan saksi. Salis dan Ardian tinggal di Kamar Kost. Sekitar pukul 20.30 wib, saksi Shohib dan lrfan datang untuk mengerhbalikan kamera milik saksi. Kemudian pukul 21.00 WlB Heru. korban Vicki, dan Ani balik ke kost untuk mencari Hp korban. Vicki dan setelah menemukan Handphone miliknya ketemu, sekitar pukul 22.00 WIB saksi dan yang Iainnya keluar dari Kamar kost untuk pulang. setelah itu saksi dan Salis pulang saksi tidak tahu kejadian yang terjadi selanjutnya.

Atas keterangan saksi tersebut diatas, terdakwa tidak keberatan dan memhenarkannya.

9. Ahli dr. Hj Herwati, SP. OG Binti H. Rustan dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Seingat ahli, pada hari Minggu tanggal 14 Mei 2017 sekitar pukul 11.00 WIB, saat ahli sedang piket dikamar bersalin ada pasien atas nama Vicki yang datang ke UGD dengan dugaan korban pencabulan, dan kemudian oleh UGD dirujuk ke kamar bersalin, dan ahli sendiri yang melakukan pemeriksaan terhadap pasien Vicki atas permintaan dan rujukan dari Polisi untuk Keperluan Visum Et Repertum.

(37)

49

Setelah melakukan pemeriksaan ahli ada menandatangani surat Vssum Et Repertum nomor : 370/1186/402.1 tanggal 14 mei 2017 yang dikeluarkan oleh RSUD Kota salatiga. Hasil pemeriksaan terhadap pasien Vicki terdapat robekan hymen pada jam 09.00 dan jam 04.00, Luka lecet pada labium major diposisi jam 06.00 dan Vulva flour albus (positif).

Maksud dari robekan hymen pada jam 09.00 dan jam 04.00 adalah ada robekan pada selaput darah pasien sebelah kanan dan sebelah kiri bawah, luka lecet pada Labium Major posisi jam 06.00 maksudnya adalah lecet pada bibir vagina bagian bawah) dan Vulva Flour Albus Positif maksudnya ada keputihan.

Ahli menerangkan terhadap robekan pada selaput darah Pasien ahli tidak bisa menjelaskan apakah robekan pada selaput darah pasien tersebut adalah robekan baru atau robekan lama dan pada saat pemeriksaan ahli tidak ada melihat bekas darah.Terhadap luka lecet pada bibir Vagina dapat ahli jelaskan sebagai luka baru karena kalau luka lama pasti sudah hilang.

Dibacakan Hasil Visum Et Repertum RSUD Pemerintah Kota Salatiga Nomor : 370/1186/401.2 tanggal 14 Mei 2017 yang dibuat dan ditandatangani oleh dokter pemeriksa dr. Hj. Hetwati. Sp. OG dengan hasil kesimpulan: Korban seorang perempuan dan masih anak-anak dengan identitas jelas dan dikenal. Pada pemeriksaan didapatkan kesimpulan: terdapat robekan pada selaput darah dimana hasil Visum Et Repertum tersebut adalah benar hasil dari pemeriksaan pasien atas nama Vicki Di Sandhya.

b. Pertimbangan Hakim

Berdasarkan pada dakwan Penuntut Umum bahwa Heru Darmawan Bin Kusno Kuswoyo dan Ardian Aprilianto Pratama Bin Sukamto dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan

(38)

50

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua ates Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlinoungan anak Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

a. Setiap orang;

b. Dengan Sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan membiarkan dilakukan perbuatan cabul;

c. Yang meskipun masing-masmg merupakan kelahatan atau pelanggaran ada hubungannya sedemiklan rupa hams dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.

Berdasarkan hal tersebut, Majells Hakim mempertimbangkan sebagai benkut:

1. Unsur barang siapa yang dimaksud adalah setiap orang tennasuk dalam hal ini anak

sebagai Subjek delik yang dapat dianggap sebagai pelaku delik tindak pidana yang dianggap mampu bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalam persidangan Penuntut umum menghadapkan 2 (dua) orang anak yang bernama Heru Darmawan Bin Kusno Kuswoyo dan Ardian Aprilianto Pratama Bin Sukamto dan menurut pemeriksaan dipersidangan temyata identitas anak tersebut adalah bersesuaian dengan identitas anak sebagaimana dlsebutkan dalam surat dakwaan Penuntut umum sehingga tidak terjadi error in persona. Dari pemeriksaan dipersidangan, temyata a:ak adalah rrampu menjawab setiap pertanyaan dan merespon sega|a sesuatu yang teriadi dipersidangan, dengan baik dan benar sebagaimana layaknya orang pada umumnya dan lagi pula tidak diperoleh fakta yang menunjukkan anak tidak mampu secara fisik dan psikis untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

(39)

51

2. Dengan Sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. memaksa,

melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan membiarkan dilakukan perbuatan cabul;

Majelis Hakim menyimpulkan bahwa telah jelas perbuatan dari Heru, Ardian terhadap korban Vicki yang telah memegang dan meremas payudara korban di dalam Kamar Kost dilakukan oleh Heru den Arman dengan sengaja dan secara paksa karena saat memegang dan meremas dan memegang payudara korban Vicki, bukan atas kemauan atau lehendak korban Vicki dimana saat Heru memegang dan meremas payudara korban Vicki posisi Heru berada di belakang korban Vicky sedangkan saat Ardian memegang dan meremas payudara korban Vicki saat itu korban Vicki hendak keluar kamar untuk pergi dan menemui Ani namun Ardian menarik tangan korban Vicki dan tiba-tiba Iangsung memegang dan meremas payudara korban Vicki.

Perbuatan Ardian dan Heru tersebut sudah dapat dukatakan sebagai perbuatan cabul yaitu perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan yang keji, semuanya itu dalam lingkungan nafsu birahi kelamin, keinginan atau perbuatan yang tidak senonoh menjurus ke arah perbuatan seksual yang dilakukan untuk meraih kepuasan diri diluar ikatan perkawinan.

Dengan demikian ungar kedua Denggn Sengaja, mamaksa anak untuk melakukan membiarkan dilakukan perbuatan cabul 1e1ah terbukti dan terpenuhi.

3. Yang meskipun masing-masmg merupakan kelahatan atau pelanggaran ada

hubungannya sedemiklan rupa harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut. Perbuatan Ardian dan Heru yang dilakukan pada saat di Hutan Karet sama halnya dengan perbuatan yang dilakukan Heru dan Ardian saat berada di Kost di Perengsari yang

(40)

52

melakukan perbuatan tidak senonoh dengan memaksa korban menciumi, meremas payudara dan memasukkan jari 'ke dalam vagina Korban dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan yang sama dan dilakukan dalam waktu yang dekat sehingga dikatakan sebagai perbuatan berlanjut. Dengan demikian unsur yang meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran ada hubungannya sedemikian rupa harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut telah terbukti dan terpenuhi. Karena kesalahannya para Anak telah terbukti secara sah dan meyakinkan serta sepanjang pemeriksaan di persidangan temyata Magelis Hakim berpendapat bahwa para Anak dapat mempenanggungjawabkan atas kesalahannya tersebut, maka para Anak hams dijatuhi hukuman setimpal sesuai kesalahannya.

Berdasarkan pada pertimbanga-pertimbangan tersebut, majelis hakim yang memeriksa perkara ini memutuskan, menyatakan Heru Darmawan Bin Kusno Kuswoyo dan Ardian Aprilianto Pratama Bin Sukamto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja memaksa anak untuk melakukan membiarkan dilakukan perbuatan cabul yang meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran ada hubungannya sedemikian rupa harus dipandang sebagai satu perbuamn berlanjut dan Menjatuhkan pidana ke pada Heru Darmawan Bin Kusno Kuswoyo dan Ardian Aprilianto Pratama Bin Sukamto dengan menempatkan anak dalam perawatan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Wira Adhi Karya di Ungaran selama 3 (tiga) bulan dan denda sebesar Rp. 800.000.000.00 (delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka digantl dengan pelatihan kerja selama 1 (satu) bulan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :