24
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di Kelas 2 SD Negeri Papringan 03. Letak SD Negeri Papringan 03 berada di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Suasana SD Negeri Papringan 03 masih asri dengan suasana pedesaan. Sekolah tersebut cukup strategis karena dekat dengan jalan raya. Selain itu, letak sekolah dekat dengan pemukiman penduduk desa Papringan.
3.1.2 Subjek Penelitian
Sebjek dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 2 SD Negeri Papringan 03 yang berjumlah 13 siswa. Jumlah siswa laki-laki 6 siswa dan siswa perempuan 7 siswa. Karakteristik subjek penelitian memiliki tingkat kecrdasan yang berbeda-beda. Orang tua siswa dari tingkat menengah ke bawah. Rata-rata pekerjaan orang tua adalah wiraswasta. Beberapa orang tua dari siswa memiliki tingkat pendidikan yang rendah sehingga siswa kurang mendapat perhatian dari orant tua khususnya dalam bidang pendidikan
3.2 Jenis Penenelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Menurut Rubino Rubiyanto, ( dalam Kristiawan 2009: 16) “PTK adalah sautu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran, berupa tidakan yang yang disengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas, tindakan tersebut diberikan oleh seorang guru atau diarahkan oleh guru yang dilakukan oleh siswa. Jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berkolaborasi dengan guru kelas. Penelitian ini menggunakan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti tidak berperan sebagai pengajar tetapi berperan sebagai peneliti dalam perencanaan dan observasi, sedangkan pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru kelas. Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dilakukan oleh guru untuk memperbaiki keadaan yang kurang memuaskan dan untuk meningkatkan hasil belajar di kelas. Untuk lebih jelasnya desain rancangan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini tergambar dalam model spiral yang dikemukakan oleh C.Kemmis dan Mc.Taggart, R berikut ini.
Gambar 2 Model Spriral C.KemmisdanMc.Taggart, R
3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu:
1. Variabel Bebas (Independent)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (dependen). Varibel bebas (X) dari penelitian ini adalah metode pembelajaran bermain dengan media puzzle.
2. Variabel Terikat (Dependent)
Variabel ini sering disebut dengan variabel output, kriteria, konsekuen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat (Y) adalah hasil belajar siswa.
3.3.1 Devinisi Operasional
1. Metode bermain dengan media puzzle
Metode bermain dengan media puzzle merupakan metode pembelajaran dengan cara melakukan permainan dengan menggunkan media potongan-potongan gambar yang disusun kembali menjadi gambar yang utuh. Siswa bermain dengan dibagi kelompok. Setiap kelompok harus bekerjasama untuk memenangkan permainan.
2. Hasil Belajar IPA
Hasil belajar IPA adalah tingkatan hasil perubahan tingkah laku siswa berupa kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, mengetahui hal-hal disekitarnya sehingga dapat menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang diterapkan dalam kehidupan sehari. Hasil belajar IPA didapat dari nilai hasil tes setelah pembelajaran selesai.
3.4Rencana Tindakan
Rancangan penelitian tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral, yang dikemukakan oleh C.Kemmis dan Mc.Taggart, R. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus tahap rencana tindakan, setiap siklus meliputi: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting).
3.4.1 Rencana Siklus I 1. Tahap Perencanaan
a. Membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran bermain.
b. Menyusun RPP dengan menggunakan materi tentang sumber energi dan alat-alat penghasil energi.
c. Mempersiapkan sumber belajar dan media pembelajaran yang akan digunakan saat pembelajaran berlangsung yaitu puzzle bergambar alat-alat penghasil energi.
d. Menyiapkan lembar observasiuntuk mengetahui aktivitas siswa dan guru selama mendapat tindakan.
e. Menyusun tes akhir siklus I untuk mengetahui hasil belajar yang telah dilaksanakan.
2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi a) Pelaksanaan Tindakan
Guru menyiapkan bahan ajar sesuai dengan materi yang telah disusun pada RPP siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran bermain dengan media puzzle bergambar. Siklus 1 dibagi menjadi 2 pertemuan.
Kegiatan Pertemuan pertama
a. Guru memberikan materi kegunaan alat-alat penghasil energi dengan cara bertanya jawab.
b. Guru mengajak siswa untuk bermain tentang sumber energi dari alat-alat rumah tangga.
c. Guru dibantu peneliti menyiapkan alat-alat yang digunakan dalam bermain. d. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok dalam satu kelompok berisi 4-5
anak dan setiap kelompok memilih ketua kelompok.
e. Guru memimpin permainan dan menjelaskan tata cara dan peraturan dalam permainan.
f. Guru memberikan potongan puzzle yang sama kepada setiap kelompok. g. Kelompok yang menyelesaikan ketua kelompok segera lari menuju sumber
energi yang sesuai dengan gambar alat yang telah disusun. Kelompok yang terlebih dahulu menjadi pemenang dan mendapatkan 3 bintang, kelompok yang urutan kedua mendapat 2 bintang dan yang terakhir mendapat 1 bintang. (kegiatan dilakukan secara berulang).
h. Setelah permainan selesai guru meminta ketua kelompok masing-masing untuk menyimpan bintang yang telah dikumpulkan.
Pertemuan keduaa
a. Guru mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya.
b. Guru mengajak siswa untuk bermain tentang contoh alat-alat penghasil energi c. Guru dibantu peneliti menyiapkan alat-alat yang digunakan dalam bermain. d. Guru membagi siswa menjadi kelompok dan anggota kelompok sesuai
dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya.
e. Guru memimpin permainan dan menjelaskan tata cara dan peraturan dalam permainan.
f. Guru memberikan potongan puzzle yang sama kepada setiap kelompok. g. Kelompok yang sudah menyelesaikan ketua kelompok segera lari menuju ke
papan sumber energi apa yang dihasilkan yang sesuai dengan gambar alat yang telah disusun. Kelompok yang terlebih dahulu menjadi pemenang dan mendapatkan 3 bintang, kelompok yang urutan kedua mendapat 2 bintang dan yang terakhir mendapat 1 bintang. (kegiatan dilakukan secara berulang). h. Setelah permainan selesai bintang yang dikumpulkan dihitung yang menjadi
pemenang mendapatkan hadiah/ penghargaan. i. Guru memberikan evaluasi
b) Tahap Observasi
a. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas untuk melakukan observasi.
b. Peneliti mengamati jalannya pembelajaran untuk menilai kemampuan guru dalam mengelola kelas serta aktivitas siswa dalam pembelajaran.
c. Peneliti mengisi lembar observasi siswa dan guru berdasarkan hasil pengamatan.
3. Tahap Refleksi
a. Menganalisis keaktifan pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. b. Menelaah hasil penilaian proses dan hasil pembelajaran siklus I.
c. Menemukan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPA pada siklus I. d. Membuat perencanaan tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan yang
Dengan tahap refleksi peneliti akan dapat mengetahui efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan
3.4.2 Rencana Siklus 2
Berdasarkan refleksi dari siklus I, maka peneliti perlu menyusun kembali rencana perbaikan pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II juga terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan siklus.
1. Tahap Perencanaan
a. Setelah melakukan refleksi proses pembelajaran siklus I, peneliti bersama guru mencari pemecahan masalah yang ada.
b. Membuat rencana perbaikan pembelajaran yang terfokus pada metode pembelajaran bermain dengan media puzzle.
c. Menyusun RPP dengan materi kegunaan alat-alat penghasil energi yang serig digunakakan dan cara penghematan sumber energi.
d. Membuat lembar observasi siswa siklus II. e. Membuat tes evaluasi siklus II.
2. Tahap Pelaksanaan dan Observasi a) Tahap Pelaksanaan
Guru menyiapkan bahan ajar sesuai dengan materi yang telah disusun pada RPP siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran bermain dengan media puzzle bergambar. Siklus 2 dibagi menjadi 2 pertemuan:
Kegiatan Pertemuan pertama
a. Guru memberikan materi kegunaan alat-alat penghasil energi dengan cara bertanya jawab
b. Guru mengajak siswa ke luar kelas untuk melakukan kegiatan bermain tentang kegunaan alat yang sering digunakam.
c. Guru bersama peneliti mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk bermain.
d. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok secara heterogen, dalam satu kelompok berisi 4-5 anak.
e. Guru memimpin permainan dan menjelaskan tata cara dan peraturan dalam permainan.
f. Dalam kegiatan permainan ini melakukan 3 langkah:
Langkah 1: siswa bersama dengan teman kelompoknya menyusun potongan puzzle menjadi gambar yang utuh. Dalam permainan ini setiap kelompok mendapat gambar yang berbeda dengan didahului mengambil nomor kartu undian.
Langkah 2: setelah tersusun gambar yang utuh ketua kelompok menuju guru untuk mengambil kartu pertanyaan dan selanjutnya kembali ke teman kelompoknya untuk berdiskusi menjawab.
Langkah 3: setelah selesai berdiskusi ketua kelompok ke depan untuk mewakili menjawab pertanyaan di depan teman-temannya. Kelompok yang lebih dahulu ke depan dan jika benar mendapat bintang warna kuning dengan poin 3. Kelompok yang datangnya kedua dan ketiga juga menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat mendapat bintang. Kelompok yang datangnya kedua jika benar mendapat bintang biru dengan poin 2 dan yang terakhir mendapat bintang merah.
g. 3 langkah bermain itu dilaksanakan secara berulang dan masing-masing kelompok mengumpulkan poin.
h. Setelah permainan selesai guru mengajak siswa menyanyi untuk membangkitkan semangat.
Kegiatan Pertemuan kedua:
a. Guru memberikan materi cara-cara penghematan sumber dengan cara bertanya jawab.
b. Guru bersama peneliti mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk bermain.
c. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok guru memilih ketua kelompoknya secara heterogen, dalam satu kelompok berisi 4-5 anak.
d. Guru memimpin permainan dan menjelaskan tata cara dan peraturan dalam permainan.
Langkah 1: siswa bersama dengan teman kelompoknya menyusun potongan puzzle menjadi gambar yang utuh. Dalam permainan ini setiap kelompok mendapat gambar yang berbeda dengan didahului mengambil nomor kartu undian.
Langkah 2: setelah tersusun gambar yang utuh ketua kelompok menuju guru untuk mengambil kartu pertanyaan yang berkaitan dengan penghematan energi dan selanjutnya kembali ke teman kelompoknya untuk berdiskusi menjawab pertanyaan.
Langkah 3: setelah selesai berdiskusi ketua kelompok ke depan untuk mewakili menjawab pertanyaan di depan teman-temannya. Kelompok yang lebih dahulu ke depan dan jika benar mendapat bintang warna kuning dengan poin 3. Kelompok yang datangnya kedua dan ketiga juga menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat mendapat bintang. Kelompok yang datangnya kedua jika benar mendapat bintang biru dengan poin 2 dan yang terakhir mendapat bintang merah.
f. 3 langkah bermain itu dilaksanakan secara berulang dan masing-masing kelompok mengumpulkan poin.
g. Guru memberikan pertanyaan secara lisan siswa menjawab secara rebutan. Yang dapat menjawab lebih cepat mendapat bintang biru dengan poin 2.Poin pada pertemuan pertama digabung pada pertemuan kedua yang banyak mendapat pemenang dan mendapat hadiah.
h. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II secara mandiri.
b) Observasi
a. Peneliti mengamati proses pembelajaran dan pengamatan difokuskan pada siswa saat kegiatan menyusun puzzlebersama pasangannya dan saat siswa menjawab pertanyaan dari gambar yang disusun temannya.
b. Peneliti mengamati jalannya pembelajaran untuk menilai kemampuan guru dalam mengelola kelas serta aktivitas siswa dalam pembelajaran.
c. Peneliti mengisi lembar observasi siswa dan guru berdasarkan hasil pengamatan.
d. Peneliti mencatat semua temuan pada saat proses pembelajaran sampai hasil perolehan siswa.
3. Refleksi
Data-data yang telah dicatat dalam lembar pengamatan baik siswa ataupun guru serta penilaian dalam menyelesaikan tes formatif dianalisis untuk mendapat kesimpulan. Hasil analisis dicatat apakah pada setiap tahapan sudah menunjukkan peningkatan atau belum. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas serta hasil pembelajaran pada mata pelajaran IPA, dengan demikian pembelajaran dapat lebih optimal.
3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengamatan dan tes.
3.5.1 Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Tes
Data yang diperlukan dalam penelitian ini berisi nilai yang diperoleh dari tes hasil belajar IPA pokok bahasan alat-alat penghasil energi dan penggunaanya serta penghematan sumber energi dan lembar observasi siswa. Tes diadakan setiap akhir siklus. Pelaksanaan tes siklus pertama dilaksanakan pada akhir siklus I dan tes kedua dilaksanakan pada akhir siklus 2.
Tes adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur ketrampilan, kemampuan dan pengetahuan yang berupa soal-soal atau pertanyaan, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Kegiatan tes dilakukan untuk mengetahui seberapa keberhasilan guru dalam memberikan pembelajaran terhadap siswa.
2. Tekni Non tes (Observasi)
Untuk mengetahui perkembangan aktivitas belajar siswa dilakukan teknik observasi. Peneliti bertugas untuk melakukan pengamatan dan penilaian melalui pengisian lembar aktivitas siswa dan kegiatan mengajar guru pada setiap pertemuan. Observasi dilakukan di kelas 2 SDN Papringan 03 oleh guru kelas. Pengamatan yaitu suatu cara pengumpulan data yang menggambarkan data
tentang sikap siswa dalam belajarnya, sikap guru serta interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan juga untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperbaiki, dipertahankan atau ditingkatkan pada pembelajaran.
3.5.2 Instrumen Penelitian
Tabel 2
Kisi-kisi instrumen soal Kompetensi
Dasar Indikator soal
Nomor soal Ket.
a) Mengidenti fikasikan sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bumi) yang ada di lingkungan sekitar
a. Siswa dapat menunjukkan sumber energi yang digunakan pada alat rumah tangga yang menghasilkan energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi gerak.
b. Siswa dapat
mengidentifikasi alat-alat dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menghasilkan energi panas, energi cahaya, energi bunyi. 1, 2, 4,5,6. 3, 7, 8, 9 10 Siklus 1 c. Siswa dapat mengemukakan kegunaan alat-alat yang sering digunakan di lingkungan sekitar yang menghasilkan energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi gerak.
d. Siswa dapat
mengemukakan cara penghematan sumber energi (panas, energi listrik, energi cahaya dan energi bumi) melalui alat-alat di lingkungan sekitar.
1, 2, 3, 4, 6, 8, 9
5, 7, 10
Siklus 2
Cara penilaian tes yang digunakan yaitu :
Tabel 3
Kisi-Kisi Observasi Terhadap Guru Penerapan Metode Bermain Dengan Media Puzzle
Variabel Tahap Indikator No
Metode Bermain
Persiapan 1. Mempersiapakan kondisi kelas dan siswa sebelum pembelajaran
1 Kegiatan
Awal
2. Melakukan kegiatan apersepsi 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2 3 Kegiatan
Inti
4. Menyampaikan materi pembelajaran dengan mengaitkan pengalaman dan pengetahuan siswa.
5. Penggunaan media.
6. Pengorganisasian kelas dalam membagi kelompok.
7. Meyampaikan aturan bermain.
8. Melibatkan siswa aktif bermain dengan puzzle.
9. Membimbing siswa dalam bemain menyusun puzzle.
10.Memberikan motivasi untuk menumbuhkan semangat siswa saat bermain
11.Memberikan kesempatan siswa mengungkapkan pendapatnya.
12.Memimpin jalannya pembelajaran secara konsisten.
13.Memberikan penghargaan kepada siswa. 14.Memberikan kesempatan pada siswa untuk
bertanya hal – hal yang belum dimengerti 15.Memberikan umpan balik dan penguatan.
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kegiatan
Akhir 16.Memberikan kesimpulan dari pembelajaran yang dilakukan.
17.Melakukan tindak lanjut berupa Evaluasi pembelajaran.
16 17
Cara penskoran:
Skor 2 : Jika pernyataan “Iya” maka sudah muncul tindakan dengan baik. Skor 0 : Jika pernyataan “Tidak” maka belum muncul tindakan dengan baik.
Untuk menentukan kategori dari hasil observasi, digunakan perhitungan sebagai berikut:
persentase melakukan pembelajaran =
Kategori Penilaian:
Rata-Rata Keseluruhan Indikator Kegiatan Siswa: Sangat Baik : skor antara 27 – 34
Baik : skor antara 19 – 26 Cukup : skor antara 10 – 18 Kurang Baik : skor < 10
Tabel 4
Kisi-kisi obeservasi terhadap siswa saat pembelajaran
No Indikator aspek yang diamati Nomor
butir soal
Jumlah Butir
Soal
1. Pemahaman materi pembelajaran 1,2 2
2. Pelaksanaan permainan 3, 4 2
4. Penggunaan media 5,6,7 3
Cara penskoran:
Skor 2 : Jika pernyataan “Iya” maka sudah muncul tindakan dengan baik. Skor 0 : Jika pernyataan “Tidak” maka belum muncul tindakan dengan baik.
Untuk menentukan kategori dari hasil observasi, digunakan perhitungan sebagai berikut:
persentase kemunculan = Kategori Penilaian:
Rata-Rata Keseluruhan Indikator Kegiatan Siswa: Sangat Baik : skor antara 11-14
Baik : skor antara 7–10 Cukup : skor antara 3–6 Kurang Baik : skor < 2
3.6 Indikator Kinerja 1. Indikator Proses
Indikator proses dalam penelitian ini merupakan indikator ketercapaian dalam proses pembelajaran kegiatan guru dan keaktifan siswa terhadap penerapan
metode bermain dengan media puzzle. Pembelajaran dengan penerapan
metode bermain dengan media puzzle ini dapat tercapai jika berada pada kategori baik. Kategori baik dinyatakan apabila guru melaksanakan semua langkah-langkah dilakukan dan tidak ada catatan berupa masukan atau perbaikan dari obsever.
2. Indikator Hasil
Untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini, tolak ukurnya adalah sistem belajar tuntas yaitu pencapain nilai KKM 70. Keberhasilan belajar diukur apabila ketuntasan secara klasikal sebanyak 100% dari jumlah siswa telah mencapai nilai 70.
3.7 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Instrumen 3.7.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2010: 173) bahwa instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengambilan keputusan uji validitas yaitu batas validnya adalah 0,3.
Instrument dikatakan valid jika telah dibuktikan dan telah diuji coba. Pada penelitian ini validitas instrument soal menggunakan bantuan softwerw SPSS 19 dengan cara Analyze – Scale – Reliability Analysis kemudian melihat hasilnya apakah item soal valid atau tidak valid.
Pada 13 Maret 2013 dilakukan uji coba instrumen tes pada siswa kelas 3 di SD Negeri Mukiran 01. Setelah selesai uji coba instrumen tes dan didapatkan hasil dari pekerjaan siswa, dapat dilakukan penghitungan uji validitas. Berikut ini merupakan tabel hasil validitas instrumen tes.
Tabel 5
Hasil Validitas Instrumen Tes siklus 1 dan Siklus 2
Bentuk Instrunen Item soal Valid Tidak valid Isian (siklus 1) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11 dan 13 3, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Isian (siklus 2) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20 1, 2, 4, 5, 8, 10, 11, 13, 14, 16, dan 20 3, 6, 7, 9, 12, 15, 17, 18, dan 19
3.7.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Metode pengambilan keputusan pada uji reliabilitas yaitu jika kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, di atas 0,8 adalah baik dan 0,9 adalah validitas sempurna. Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila nilai alpha > 0,6. Reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan Softwere SPSS 19 yaitu dengan cara Analyze – Scale – Reliability Analysis. Setelah uji reliabilitas pada instrumen soal, maka soal dapat digunkan untuk mengukur hasil belajar. Penulis menggunakan hasil pekerjaan siswa yang diperoleh pada kelas uji coba yaitu di SD Negeri Mukiran 01 pada tanggal 13 Maret 2012. Untuk hasil perhitungan akhir adalah sebagai berikut:
Tabel 6
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Formatif Bentuk Instrumen Kriteria reliabilitas Katagori
Isian (siklus 1) .971 Reliabilitas sempurna
Isian (siklus 2) .887 Reliabilitas Baik
3.7.3 Tingkat Kesukaran Soal
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. . Instrumen perlu diuji tingkat kesukaran dengan menggunakan rumus:
I = Keterangan:
I : angka indeks kesukaran item;
B : banyaknya peserta tes yang menjawab dengan benar terhadap butir item yang bersangkutan;
JS : jumlah peserta tes yang mengikuti tes.
Sudjana (2012: 137) menyatakan bahwa kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh maka semakin sulit soal tersebut, sebaliknya jika semakin besar indeks yang diperoleh maka semakin mudah soal tersebut. Kriteria indeks tersebut menurut Sudjana (2012:137) adalah sebagai berikut:
0 - 0,30 : soal kategori sukar 0,31 – 0,70 : soal kategori sedang 0,71 – 1.00 : soal kategori mudah
Setelah diuji reabilitas dan validitas, maka pada soal-soal yang valid diperhitungkan tingkat kesukarannya. Pada hasil perhitungan tingkat kesukaran pada 10 soal siklus pertama, dihasilkan sebagai berikut:
10 soal tes : indeks kesukaran soal 0,31 – 0,70 (sedang)
Sedangkan pada hasil perhitungan tingkat kesukaran pada 10 soal siklus kedua, dihasilkan sebagai berikut:
6 soal tes : indeks kesukaran soal ≥ 0,71 (mudah) 4 soal tes : indeks kesukaran soal 0,31 – 0,70 (sedang)
3.8 Teknik Analisis Data 1. Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang bisa diselidiki secara langsung dan bisa dihitung menggunakan alat ukur sederhana. Data kuantitatif dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisa deskriptif. Analisa deskriptif digunakan untuk menganalisa data yang dikumpulkan dalam penelitian sehingga
memperoleh gambaran mengenai keadaan suatu subjek yang telah diteliti. Analisis deskriptif dengan menentukan nilai (skor) yang dicapai siswa saat melakukan evaluasi, menentukan presentasi ketuntasan belajar, dan menentukan mean (rata-rata kelas).
Nilai akhir = jumlah nenar X 10
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditunjukkan dalam tabel kriteria ketuntasa sebagai berikut:
Tabel 7
Kriteria Ketuntasan Minimal
Nilai Kualifikasi
≥ 70 Tuntas
<70 Tidak Tuntas
Rata-rata kelas dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Keterangan:
x: Mean (rata-rata)
∑x : jumlah semua nilai siswa ∑n : jumlah siswa
Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:
p 2. Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak diteliti secara langsung. Data kualitatif pada penelitian ini berupa data hasil observasi aktifitas siswa dan aktifitas guru dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode bermain dengan media puzzle.