• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEKERABATAN BAHASA KABOLA, BAHASA HAMAP, DAN BAHASA KLON DI PULAU ALOR NUSA TENGGARA TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEKERABATAN BAHASA KABOLA, BAHASA HAMAP, DAN BAHASA KLON DI PULAU ALOR NUSA TENGGARA TIMUR"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Namun, berbagai tulisan yang membahas pemertahanan dan revitali­ sasi bahasa etnik di Indonesia sangat jarang yang membahas atau memperhati­ kan dengan rinci aspek sumber daya

Pertambangan Sekala Kecil ” ini mencakup pada dua daerah yaitu; Daerah Halerman dan Daerah Wakapsir, kedua daerah ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten

Selain itu dari hasil pengelompokan tersebut memiliki variasi kelompok yang lebih yakni 6 kelompok dibandingkan dengan hasil pengelompokan seluruh kabupaten/kota di

Komposisi jenis tertinggi terdapat dilokasi Irawuri sebanyak 20 jenis, 16 marga dari 13 suku; di lokasi Tutiadigae sebanyak 15 jenis, 13 marga dari 12 suku; di lokasi

Kelompok penutur bahasa Kui dapat dianggap sebagai komunitas bahasa karena memenuhi persyaratan, yakni terdiri atas kelompok manusia pemakai bahasa Kui; mereka

Pandangan Spolsky (1998:57) yang menyatakan bahwa kelompok etnis menggunakan bahasa sebagai salah satu ciri yang paling maknawi, memperlihatkan pentingnya bahasa (bahasa etnis)

dikarenakan sumber panas berasal dari aktifitas vulkanik yang masih aktif, sehingga panas yang tertransfer masih terjaga, kemudian suplai fluida cukup besar

Setelah mengadakan penelitian dan data – data yang didapat, diolah dan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : bahwa dalam penggunaan atau pemanfaatan Sarana