PERDARAHAN ANTEPARTUM

40 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Ina Julia Sari Ina Julia Sari

Pembimbing : Dr. Ronald Latuasan, Sp.OG Pembimbing : Dr. Ronald Latuasan, Sp.OG

(2)

 PerdarPerdarahan antepartum adalah perdarahan yang terahan antepartum adalah perdarahan yang terjadijadi

pada umur k

pada umur kehamilan yang telah melehamilan yang telah melewati trimesewati trimester IIIter III

atau menjelang persalinan.

atau menjelang persalinan.11

 PerdarPerdarahan yang terjahan yang terjadi pada traktus genital wanitaadi pada traktus genital wanita

hamil pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu dan

hamil pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu dan

sebelum kelahiran bayi.

sebelum kelahiran bayi.

 Pendarahan dari tempat Pendarahan dari tempat plasenta mencaplasenta mencakup 2 kondisikup 2 kondisi

 yaitu

 yaitu plasenta plasenta previa previa dan dan solusio solusio plasenta.plasenta.

 Klasifikasi perdarahan antepartum, yaitu: PlasentaKlasifikasi perdarahan antepartum, yaitu: Plasenta

Previa, Solusio Plasenta, dan yang belum jelas

Previa, Solusio Plasenta, dan yang belum jelas

sumbernya (idiopatik) seperti ruptur sinus marginalis,

sumbernya (idiopatik) seperti ruptur sinus marginalis,

dan vasa previa.

(3)

 PerdarPerdarahan antepartum adalah perdarahan yang terahan antepartum adalah perdarahan yang terjadijadi

pada umur k

pada umur kehamilan yang telah melehamilan yang telah melewati trimesewati trimester IIIter III

atau menjelang persalinan.

atau menjelang persalinan.11

 PerdarPerdarahan yang terjahan yang terjadi pada traktus genital wanitaadi pada traktus genital wanita

hamil pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu dan

hamil pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu dan

sebelum kelahiran bayi.

sebelum kelahiran bayi.

 Pendarahan dari tempat Pendarahan dari tempat plasenta mencaplasenta mencakup 2 kondisikup 2 kondisi

 yaitu

 yaitu plasenta plasenta previa previa dan dan solusio solusio plasenta.plasenta.

 Klasifikasi perdarahan antepartum, yaitu: PlasentaKlasifikasi perdarahan antepartum, yaitu: Plasenta

Previa, Solusio Plasenta, dan yang belum jelas

Previa, Solusio Plasenta, dan yang belum jelas

sumbernya (idiopatik) seperti ruptur sinus marginalis,

sumbernya (idiopatik) seperti ruptur sinus marginalis,

dan vasa previa.

(4)

PLASENTA 

PLASENTA 

PREVIA 

PREVIA 

(5)

 PlasenPlasenta ta previa adalah plasenta previa adalah plasenta yang beriyang berimplantasimplantasi

pada segmen bawah rahim

pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingdemikian rupa sehinggaga

menutupi seluruh atau sebagian ostium uteri

menutupi seluruh atau sebagian ostium uteri

internum

(6)

 Plasenta previa totalis atau komplit adalah plasenta

 yang menutupi seluruh ostium uteri internum

 Plasenta previa parsialis adalah plasenta yang

menutupi sebagian ostium uteri internum

 Plasenta previa marginalis adalah plasenta yang

tepinya berada pada pinggir ostium uteri internum.

 Plasenta letak rendah adalah plasenta yang

berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak

kurang lebih 2 cm dari ostium uteri internum

(7)
(8)

 Pada beberapa Rumah Sakit Umum Pemerintah

dilaporkan insidennya berkisar 1,7%-2,9%.

 Di Negara maju insidennya lebih rendah yaitu kurang

dari 1% mungkin disebabkan berkurangnya wanita hamil paritas tinggi.

(9)

 Belum diketahui dengan pasti

 Teori mengemukakan sebagai salah satu penyebabnya

adalah vaskularisasi desidua yang tidak memadai mungkin sebagai akibat dari proses radang atau atrofi.

 Paritas tinggi, usia lanjut, cacat rahim berperan dalam proses peradangan dan kejadian atrofi di endometrium , perempuan yang merokok juga dianggap sebagai faktor resiko terjadinya plasenta previa.

 Plasenta yang terlalu besar menyebabkan pertumbuhan plasenta melebar ke segmen bawah rahim sehingga

(10)

 Pada usia kehamilan yang lanjut, umumnya pada trimester ketiga  mulai terbentuk segmen bawah rahim , pendataran, dan dilatasi serviks  tapak plasenta akan mengalami

pelepasan  terjadi perdarahan yang berasal dari sirkulasi maternal yaitu dari ruangan intervillus dari plasenta  darah merah segar tanpa rasa nyeri yang mengalir ke luar rahim

tanpa membentuk hematom retroplasenta

 Perdarahan dipermudah dan diperbanyak oleh karena segmen bawah rahim dan serviks tidak mampu berkontraksi dengan kuat karena elemen otot yang dimilikinya sangat minimal dengan akibat pembuluh darah pada tempat itu tidak akan tertutup dengan sempurna.

(11)

 Dinding segmen bawah rahim yang tipis mudah

diinvasi oleh pertumbuhan villi dari trofoblas 

plasenta melekat lebih kuat pada dinding uterus  plasenta akreta dan plasenta inkreta, bahkan plasenta perkreta

 Segmen bawah rahim dan serviks yang rapuh mudah

robek oleh sebab kurangnya elemen otot yang terdapat disana  meningkatkan kemungkinan terjadinya

(12)

 Ciri yang menonjol adalah perdarahan yang keluar

melalui vagina tanpa rasa nyeri.

 Perdarahan pertama biasanya tidak banyak dan berhenti

sendiri kemudian perdarahan kembali terjadi.

 Pada tahap pengulangan terjadi perdarahan yang lebih

banyak bahkan seperti mengalir.

 Perdarahan diperhebat berhubung segmen bawah rahim

tidak mampu berkontraksi sekuat segmen atas rahim.

 Pada palpasi abdomen sering ditemui bagian terbawah

 janin masih tinggi di atas simfisis dengan letak janin tidak dalam letak memanjang.

 Palpasi abdomen tidak membuat ibu merasa nyeri dan

(13)

 Perempuan hamil yang mengalami perdarahan pada

kehamilan lanjut biasanya menderita plasenta previa atau solutio plasenta.

 Gambaran klinik yang klasik sangat menolong dalam

membedakan keduanya. Pemeriksaan dalam tidak boleh dilakukan.

 Transabdominal USG dalam keadaan kandung kemih yang dikosongkan akan member kepastian diagnosis plasenta previa dengan ketepatan tinggi sampai 96-98%.

 Magnetic Resonance Imaging (MRI) juga dapat

dipergunakan untuk mendeteksi kelainan pada plasenta termasuk plasenta previa.

(14)

 Anemia bahkan syok Retensio plasenta

Serviks dan segmen bawah rahim yang rapuh dan kaya

pembuluh darah sangat potensial untuk robek dan

disertai perdarahan yang banyak.

Kelainan letak anak Kelahiran premature dan gawat janin

(15)

 Setiap perempuan hamil yang mengalami perdarahan

dalam trimester kedua atau trimester ketiga harus dirawat di rumah sakit.

 Pada kehamilan 24-34 minggu diberikan steroid dalam

perawatan antenatal untuk pematangan paru janin.

 Hubungan suami istri dan kerjaan rumah tangga

dihindari kecuali jika setelah pemeriksaan USG ulangan, dianjurkan minimal setelah 4 minggu,

memperlihatkan adanya migrasi plasenta menjauhi ostium uteri internum.

(16)

 Selama rawat inap mungkin perlu diberikan transfuse darah dan terhadap pasien dilakukan pemantauan

kesehatan janin dan obseervasi kesehatan maternal yang ketat

 Dalam keadaan janin masih premature dipertimbangkan memberikan sulfas magnesikus untuk menekan his untuk sementara waktu sambil memberi steroid untuk

mempercepat pematangan paru janin.

 Tokolitik lain seperti beta mimetics, calcium channel

blocker tidak dipilih berhubung efek samping bradikardi dan hipotensi pada ibu. Demikian juga indometasin tidak diberikan berhubung mempercepat penutupan duktus arteriosus pada janin.

(17)

 Penanganan plasenta previa saat ini adalah selalu

operasi caesar kecuali pada plasenta letak rendah ketika membran pecah dan tidak ada perdarahan maka dapat dilakukan persalinan spontan.

(18)

 Prognosis ibu dan anak pada plasenta previa dewasa

ini lebih baik jika dibandingkan dengan masa lalu.

 Namum nasib janin masih belum terlepas dari

komplikasi kelahiran premature baik yang lahir spontan maupun karena intervensi seksio sesaria.

(19)
(20)

 Vasa previa adalah keadaan dimana pembuluh darah

 janin berada di dalam selaput ketuban dan melewati ostium uteri internum untuk kemudian sampai tempat insersinya di tali pusat.

 Perdarahan terjadi bila selaput ketuban yang melewati

pembukaan serviks robek atau pecah dan vascular janin itupun ikut terputus.

 Secara teknis keadaan ini dimungkinkan pada dua

situasi yaitu pada insersio vilamentosa dan plasenta suksenturiata.

 Keadaan ini sangat jarang kira-kira 1 dalam 1000 sampai

(21)
(22)

Succenturiate placenta:

(23)

SOLUSIO

(24)

 Solusio plasenta yaitu terlepasnya sebagian atau

seluruh permukaan maternal plasenta dari lokasi implantasinya yang normal pada lapisan desidua

endometrium sebelum waktunya atau sebelum bayi lahir.

 Disebut juga abruptio placentae, ablatio placentae, dan

accidental hemorrhage.

 Nama lain yang lebih deskriptif adalah premature

separation of the normally implanted placenta

(25)

Plasenta terlepas hanya pada pinggirnya saja Solusio plasenta marginalis Plasenta yang terlepas lebih luas Solusio plasenta parsialis Seluruh permukaan maternal terlepas Solusio plasenta totalis

(26)
(27)

Solusio plasenta ringan

• Luas plasenta yang terlepas tidak sampai 25 % atau kurang dari 1/6 bagian • jumlah darah yang keluar kurang 250 ml.

• Darah yang keluar seperti pada haid sedikit sampai seperti menstruasi yang banyak.

• Gejala perdarahan sukar dibedakan dari plasenta previa, kecuali warna darah yang kehitaman. • Komplikasi (-)

Solusio plasenta

sedang

• Luas plasenta yang terlepas telah sampai 25 %, tetapi belum mencapai separuhnya (50 %) • Jumlah darah yang keluar lebih banyak dari 250 ml tetapi belum mencapai 1000 ml.

• Rasa nyeri pada perut yang terus menerus, denyut jantung janin menjadi cepat • Hipotensi dan takikardi

Solusio plasenta berat

• Luas plasenta yang terlepas melebihi 50 %

• Jumlah darah yang keluar mencapai 1000 ml atau lebih • Keadaan umum buruk bahkan bisa terjadi syok

• Janin biasanya telah meninggal.

(28)

 Kasus solusio plasenta terjadi pada 1 dari 155 kelahiran

sampai 1 dari 225 kelahiran (yang berarti <0,5%) di

negara-negara Eropa untuk solusio plasenta yang tidak sampai mematikan janin.

 Untuk solusio yang lebih berat sampai mematikan

 janin insidensinya lebih rendah 1 dalam 830 persalinan (1974-1989) dan turun menjadi 1 dalam 1550 persalinan (1988-1999)

(29)

 Penyebab primer dari solusio plasenta belum

diketahui, tetapi terdapat beberapa keadaan patologik  yang sering menyertai solusio plasenta dan dianggap

sebagai faktor risiko.

(30)

 Kategori Sosioekonomi termasuk keadaan yang tidak

kondusif seperti usia muda, single parent, primiparitas, pendidikan rendah, dan solusio plasenta rekuren.

 Kategori fisik termasuk trauma tumpul pada abdomen  Kategori kelainan pada rahim seperti mioma terutama

mioma submukosum di belakang plasenta atau uterus berseptum.

 Kategori penyakit ibu sendiri memegang peranan penting

seperti penyakit tekanan darah tinggi dan kelainan system pembekuan darah seperti trombofilia.

(31)

 Tergantung etiologi

 Pada trauma abdomen etiologinya jelas karena robeknya

pembuluh darah di desidua.

 Semua penyakit ibu yang dapat menyebabkan pembentukan

thrombosis dalam pembuluh darah desidua atau dalam

 vascular villi  iskemia dan hipoksia setempat  kematian sel  perdarahan  desidua basalis terlepas kecuali lapisan tipis yang tetap melekat pada miometrium  pembentukan hematom retroplasenta  melepaskan plasenta lebih

luas/banyak sampai ke pinggirnya sehingga darah yang keluar merembes antara selaput ketuban dan miometrium  keluar melalui serviks ke vagina, pada tipe revealed hemorrhage.

(32)

(1) Pasien dengan korioamnionitis

(2) kelainan genetic berupa defisiensi protein C dan S (3) pasien dengan penyakit trombofilia

(4) keadaan hyperhomosisteinemia (5) nikotin dan kokain

(33)

 Nyeri abdomen, kontraksi uterus yang sering mirip his

partus prematurus,dan keluarnya darah berwarna tua dari vagina.

(34)

Rasa nyeri pada perut masih ringan

Darah yang keluar masih sedikit sehingga belum keluar melalui vagina

Tanda vital dan keadaan umum ibu dan janin masih baik.

Palpasi sedikit terasa nyeri local pada tempat

terbentuk hematom dan perut sedikit tegang tapi bagian-bagian janin masih dapat dikenal.

Kadar fibrinogen darah masih dalam batas normal  yaitu 350 mg%

(35)

 Rasa nyeri pada perut yang terus menerus

 DJJ menunjukkan gawat janin

 Perdarahan tampak keluar lebih banyak

 Mulai timbul tanda-tanda syok

 kadar fibrinogen berkurang antara 150-250 mg/100 ml

serta mungkin dijumpai kelainan pembekuan darah dan

gangguan fungsi ginjal.5

 Palpasi bagian-bagian janin sukar.

 Pada keadaan ini bisa saja telah timbul his dan

persalinan sudah dimulai.

 Pada kardiotokografi bisa jadi telah ada deselerasi

(36)

 Perut terasa sangat nyeri dan tegang seperti papan (defance

musculare)  palpasi bagian janin tidak dapat dilakukan.

 Fundus uteri menjadi lebih tinggi karena terjadi penumpukan

darah di dalam rahim pada tipe concealed hemorrhage.

 Pada inspeksi rahim kelihatan membulat dan kulit di atasnya

kencang dan berkilat.

 Pada auskultasi DJJ tidak terdengar lagi akibat gangguan

anatomi dan fungsi dari plasenta.

 Keadaan umum menjadi lebih buruk disertai syok.

(37)

 Bisa ditegakkan berdasarkan gejala dan tanda klinik

 yaitu perdarahan melalui vagina berwarna hitam, nyeri pada uterus, kontraksi tetanik pada uterus

 Diagnosis definitif hanya dapat ditegakkan secara

retrospektif, yaitu setelah partus dengan melihat adanya hematoma retroplasenta.

 USG, Color doppler, MRI  Pemeriksaan MSAFP

(38)

 Anemia, syok hipovolemik, insufisiensi fungsi

plasenta, gangguan pembekuan darah, gagal ginjal mendadak, dan uterus Couvelaire

 Kematian janin, kelahiran premature, dan kematian

perinatal merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada solusio plasenta.

(39)

 Rawat inap di RS

 Persalinan mungkin pervaginam atau perabdominam bergantung pada banyaknya perdarahan, telah ada tanda-tanda persalinan spontan atau belum, dan tanda-tanda gawat janin.

 Penanganan terhadap solusio plasenta bisa bervariasi sesuai dengan kasus masing-masing tergantung berat ringannya penyakit, usia

kehamilan, serta keadaan ibu dan janinnya.

 Bilamana janin masih hidup dan cukup bulan, dan bilamana

persalinan pervaginam belum ada tanda-tandanya, umumnya dipilih persalina bedah sesar darurat.

 Umumnya kehamilan diakhiri dengan induksi atau langsung dengan bedah sesar pada kasus yang berat atau telah terjadi gawat janin.

 Pemberian oksitosin dan amniotomi adalah dua hal yang sering dilakukan pada persalinan pervaginam.

(40)

 Solusio plasenta mempunyai prognosis yang buruk

baik bagi ibu hamil dan lebih buruk lagi bagi janin jika dibandingkan dengan plasenta previa.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :