KEBEBASAN PERS DALAM TINJAUAN ISLAM
KEBEBASAN PERS DALAM TINJAUAN ISLAM
Oleh : Muhammad Hidayat Oleh : Muhammad Hidayat
A. PENDAHULUAN A. PENDAHULUAN
Pers merupakan bagian dari komunikasi massa. Istilah pers ini digunakan untuk Pers merupakan bagian dari komunikasi massa. Istilah pers ini digunakan untuk menunjukkan media massa tercetak, seperti koran, buletin dan majalah. Tetapi jika menunjukkan media massa tercetak, seperti koran, buletin dan majalah. Tetapi jika dikaitkan istilah pers dengan kegiatan jurnalistik, maka istilah inipun dapat digunakan dikaitkan istilah pers dengan kegiatan jurnalistik, maka istilah inipun dapat digunakan untuk media massa elektronik, seperti televise dan radio. Sebab kini radio dan televise untuk media massa elektronik, seperti televise dan radio. Sebab kini radio dan televise juga melakukan kegiatan
juga melakukan kegiatan jurnalistik.jurnalistik.
Fred S.Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Scramm dalam bukunya berjudul Fred S.Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Scramm dalam bukunya berjudul Four Theoris of the Press menyebutkan empat teori pers, yaitu; Authoritarian press, Four Theoris of the Press menyebutkan empat teori pers, yaitu; Authoritarian press, Lebertarian press, social responsibility press dan Soviet Communist perss. Khusus teori Lebertarian press, social responsibility press dan Soviet Communist perss. Khusus teori yang terakhir, Soviet Communist Press, sebenarnya pengembangan dari Authoritarian yang terakhir, Soviet Communist Press, sebenarnya pengembangan dari Authoritarian Press, sedangan Social Responsibility Press merupakan perkembangan dari Libertarian Press, sedangan Social Responsibility Press merupakan perkembangan dari Libertarian Press.
Press.
Sejak studi komunikasi Islam berkembang muncul juga pertanyaan bagaimana Sejak studi komunikasi Islam berkembang muncul juga pertanyaan bagaimana sebenarnya Islam memandang press. Apakah Islam punya konsep tentang pers. Jika sebenarnya Islam memandang press. Apakah Islam punya konsep tentang pers. Jika kee
keempampat t teoteori ri diadiatas tas digdigunakunakan an untuntuk uk menmenilailai i perpers s IslIslami ami makmaka a perpers s IslIslami ami bisbisaa disetarakkan dengan Social Responsibility Press. Tulisan ini menjelaskan tentang pers disetarakkan dengan Social Responsibility Press. Tulisan ini menjelaskan tentang pers dalam pandangan Islam.
dalam pandangan Islam.
B. PEMBAHASAN B. PEMBAHASAN
1. Pengertian dan Ciri Pers 1. Pengertian dan Ciri Pers
Istilah ”pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti Istilah ”pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press.
tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publications).
tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publications).11 Dengan pengertian ini,Dengan pengertian ini, istilah pers digunakan untuk media massa ce
istilah pers digunakan untuk media massa cetak, seperti koran, buletin dan majalah.tak, seperti koran, buletin dan majalah. Ist
Istililah ah perpers s ini ini sansangat gat berberkaikaitan tan dendengan gan kegkegiatiatan an jurjurnalnalististik. ik. DarDari i berberbagbagaiai definisi,
definisi, jurnalistik jurnalistik adalah adalah pengelolaan pengelolaan laporan laporan harian harian yang yang menarik menarik minat minat khalayak khalayak mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat. Apa saja yang terjadi mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat. Apa saja yang terjadi di dunia, apakah itu peristiwa faktual (fact) atau pendapat seseorang (opinion) jika di dunia, apakah itu peristiwa faktual (fact) atau pendapat seseorang (opinion) jika dip
diperkerkirairakan kan akaakan n menmenariarik k perperhathatian ian khakhalaylayak, ak, akaakan n mermerupaupakan kan bahbahan an dasdasar ar dardarii jurnalistik, akan menjadi bahan berita untuk disebarluaskan kepada masyarakat
jurnalistik, akan menjadi bahan berita untuk disebarluaskan kepada masyarakat..22
Jika dikaitkan dengan kegiatan jurnalistik, yaitu mencari dan menyiarkan berita, Jika dikaitkan dengan kegiatan jurnalistik, yaitu mencari dan menyiarkan berita, maka istila
maka istilah h pers tidak saja pers tidak saja digunakdigunakan an untuk media massa tercetak. Tetapi istiluntuk media massa tercetak. Tetapi istilah ah perspers j
juga uga didipapakakai i untuntuk uk memenynyebebututkan kan memedidia a mamassssa a elelekektrtrononikik. . SeSebab bab memedidia a mamassssaa elektronik, televisi dan radio, juga melakukan
elektronik, televisi dan radio, juga melakukan kegiatan jurnalistik.kegiatan jurnalistik. Sebaga
Sebagaimana dipahami, bahwa imana dipahami, bahwa proseproses s komunikomunikasi massa kasi massa cenderucenderung ng satu arah,satu arah, komuni
komunikatorkatornya nya melemmelembaga, baga, pesannpesannya ya bersibersifat fat umumnyumumnya, a, mediamedianya nya menimmenimbulkanbulkan keserempakan dan komunikannya heterogen. Hal itu dipenuhi oleh media massa cetak keserempakan dan komunikannya heterogen. Hal itu dipenuhi oleh media massa cetak maupun elektronik. Meski begitu masing media massa ini memiliki karakteristik yang maupun elektronik. Meski begitu masing media massa ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam penyajian berita.
berbeda dalam penyajian berita.33 Per
Pers s adaadalah lah lemlembaga baga kemkemasyasyaraarakatkatan an (so(sociacial l insinstittitutiution)on). . SebSebagai agai lemlembagabaga kem
kemasyasyaraarakatakatan, n, perpers s mermerupakupakan an mermerupaupakan kan subsubsissistem tem kemkemasyasyaraarakatkatan an temtempat pat iaia berada bersama-sama dengan subsistem lainnya. Dengan demikian maka pers tidak berada bersama-sama dengan subsistem lainnya. Dengan demikian maka pers tidak hidup secara mandiri, tetapi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga-lembaga hidup secara mandiri, tetapi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.
kemasyarakatan lainnya.
1
1Onong Uchyana Effendy,Onong Uchyana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung, Remaja Rosdakarya: 1984) h.(Bandung, Remaja Rosdakarya: 1984) h. 145. 145. 2 2Ibid, h.151Ibid, h.151 3 3Ibid, h.145Ibid, h.145
2. Empat Teori Pers 2. Empat Teori Pers
Fred S.Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Scramm dalam bukunya berjudul Fred S.Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Scramm dalam bukunya berjudul Four Theoris of the Press menyebutkan empat teori pers, yaitu; Authoritarian press, Four Theoris of the Press menyebutkan empat teori pers, yaitu; Authoritarian press, Lebertarian press, social responsibility press dan Soviet Communist perss. Khusus teori Lebertarian press, social responsibility press dan Soviet Communist perss. Khusus teori yang terakhir, Soviet Communist Press, sebenarnya pengembangan dari Authoritarian yang terakhir, Soviet Communist Press, sebenarnya pengembangan dari Authoritarian Press, sedangan Social Responsibility Press merupakan perkembangan dari Libertarian Press, sedangan Social Responsibility Press merupakan perkembangan dari Libertarian Press.
Press.
2.1. Pers Otoriter 2.1. Pers Otoriter44
Perkembangan otoriterisme pada pertengahan abad ke-15 juga menyebabkan Perkembangan otoriterisme pada pertengahan abad ke-15 juga menyebabkan timbul satu konsep otoriter di kehidupan pers di dunia, berawal di Inggris, Perancis dan timbul satu konsep otoriter di kehidupan pers di dunia, berawal di Inggris, Perancis dan Spanyol dan kemudian menyebar ke Rusia, Jerman, Jepang, dan negara-negara lain di Spanyol dan kemudian menyebar ke Rusia, Jerman, Jepang, dan negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin pada abad ke-16. Dengan prinsip dasar otorisme yang cukup Asia dan Amerika Latin pada abad ke-16. Dengan prinsip dasar otorisme yang cukup sederhana bahwa pers hadir untuk mendukung negara dan pemerintah. Mesin cetak sederhana bahwa pers hadir untuk mendukung negara dan pemerintah. Mesin cetak yang ketika itu baru diciptakan tidak dapat digunakan untuk mengecam dan menentang yang ketika itu baru diciptakan tidak dapat digunakan untuk mengecam dan menentang negara atau penguasa. Pers bertungsi secara vertikal dari atas ke bawah dan penguasa negara atau penguasa. Pers bertungsi secara vertikal dari atas ke bawah dan penguasa berhak menentukan apa yang akan diterbitkan atau disebarluaskan dengan monopoli berhak menentukan apa yang akan diterbitkan atau disebarluaskan dengan monopoli
kebenaran di pihak penguasa. kebenaran di pihak penguasa.
Konsep ini didukung oleh teori Hegel, Plato dan Karl Marx yang pada inti Konsep ini didukung oleh teori Hegel, Plato dan Karl Marx yang pada inti aja
ajaranrannya nya (me(meskiskipun pun cencenderderung ung pada pada konkonsep sep sossosialialismisme) e) menmengagugagungkngkan an neganegarara sedemikian rupa dan berpendapat bahwa negara memiliki hak dan kewajiban untuk sedemikian rupa dan berpendapat bahwa negara memiliki hak dan kewajiban untuk membela dan melindungi dirinya sendiri dengan segala cara yang dipandang perlu. membela dan melindungi dirinya sendiri dengan segala cara yang dipandang perlu. Kekuatan pers yang diakui sebagai kekuatan keempat (fourth estate) menyebabkan Kekuatan pers yang diakui sebagai kekuatan keempat (fourth estate) menyebabkan negara atau penguasa mengalami phobia terhadap pers yang selalu menjadi pihak yang negara atau penguasa mengalami phobia terhadap pers yang selalu menjadi pihak yang pertama tahu dan biang untuk menyebarkan kelemahan dan cela atau hal-hal yang pertama tahu dan biang untuk menyebarkan kelemahan dan cela atau hal-hal yang
merugikan negara atau penguasa. merugikan negara atau penguasa.
4
Ber
Berkaikaitan tan dendengan gan konkonsep sep otootoritriter er yanyang g tidtidak ak terterleplepas as dardari i pempemerierintantah h ataatauu penguasa, di mana selain bahwa media memiliki konsekuensi dan nilai ekonomi dan penguasa, di mana selain bahwa media memiliki konsekuensi dan nilai ekonomi dan
objek persaing
objek persaingan an untuk mempereuntuk memperebutkan kontrol dan butkan kontrol dan akses. Maka akses. Maka dalam hubungannydalam hubungannyaa dengan pemerintah atau penguasa, media massa dipandang sebagai alat kekuasaan yang dengan pemerintah atau penguasa, media massa dipandang sebagai alat kekuasaan yang efektif karena kemampuannya untuk melakukan salah satu (atau lebih) dari beberapa efektif karena kemampuannya untuk melakukan salah satu (atau lebih) dari beberapa hal berikut:
hal berikut:
•
• Menarik dan mengarahkan perhatianMenarik dan mengarahkan perhatian •
• Membujuk pendapat dan anggapanMembujuk pendapat dan anggapan •
• Mempengaruhi pilihan dan sikapMempengaruhi pilihan dan sikap •
• Memberikan status dan legitimasiMemberikan status dan legitimasi •
• Medefinisikan dan membentuk persepsi realitas.Medefinisikan dan membentuk persepsi realitas.
Da
Dalalam m huhubunbungagan n memedidia a mamassssa a dendengagan n mamasysyararakaakat, t, konkonsesep p ototororititer er ininii mengambil dalih bahwa media massa merupakan corong penguasa, pemberi pendapat mengambil dalih bahwa media massa merupakan corong penguasa, pemberi pendapat dan instruksi serta kepuasan jiwani. Media massa bukan saja membentuk hubungan dan instruksi serta kepuasan jiwani. Media massa bukan saja membentuk hubungan ketergantungan masyarakat terhadap media itu sendiri tetapi juga dalam menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap media itu sendiri tetapi juga dalam menciptakan identitas dan kesadaran.
identitas dan kesadaran. Men
Menuruurut t C. C. W. W. MilMills ls potpotensensi i medmedia ia masmassa sa diadiarahrahkan kan untuntuk uk penpengendgendalialianan nondemokratis yang berasal 'dari atas'. Teori Marxis menekankan kenyataan bahwa nondemokratis yang berasal 'dari atas'. Teori Marxis menekankan kenyataan bahwa media massa pada hakikatnya merupakan alat kontrol kelas penguasa kapitalis. Sebagai media massa pada hakikatnya merupakan alat kontrol kelas penguasa kapitalis. Sebagai suatu kelas yang mengatur produksi kelaskelas tersebut juga akhirnya menguasai dan suatu kelas yang mengatur produksi kelaskelas tersebut juga akhirnya menguasai dan menent
menentukan ukan gagasagagasan n pada pada masymasyarakatarakatnya, nya, maka maka gagasagagasan n merekmereka a diidendiidentikkatikkan n dengandengan gagasan penguasa. Orang yang berada dalam kelas ini adalah orang berada yang juga gagasan penguasa. Orang yang berada dalam kelas ini adalah orang berada yang juga terjun dalam dunia politik.
terjun dalam dunia politik.
Teori otoriter mengenai fungsi dan tujuan masyarakat menerima dalil-dalil yang Teori otoriter mengenai fungsi dan tujuan masyarakat menerima dalil-dalil yang menyatakan bahwa pertama-tama seseorang hanya dapat mencapai kemampuan secara menyatakan bahwa pertama-tama seseorang hanya dapat mencapai kemampuan secara pe
benar-benar terbatas, tetapi sebagai anggota masyarakat kemampuannya untk mencapai benar-benar terbatas, tetapi sebagai anggota masyarakat kemampuannya untk mencapai suatu tujuan dapat ditingkatkan tanpa batas. Atas dasar asumsi inilah, kelompol lebih suatu tujuan dapat ditingkatkan tanpa batas. Atas dasar asumsi inilah, kelompol lebih penti
penting ng daripdaripada ada indiviindividu, du, karena hanya karena hanya melalmelalui ui kelomkelompok pok seseorseseorang dapat ang dapat mencapmencapaiai tujuannya. Teori ini telah mengembangkan suatu pemyataan bahwa negara sebagai tujuannya. Teori ini telah mengembangkan suatu pemyataan bahwa negara sebagai organisasi kelompok dalam tingkat paling tinggi telah menggantikan individu dalam organisasi kelompok dalam tingkat paling tinggi telah menggantikan individu dalam hubungannya dengan derajat nilai, karena tanpa negara seseorang tak berdaya untuk hubungannya dengan derajat nilai, karena tanpa negara seseorang tak berdaya untuk mengembangkan dirinya sebagai manusia beradab.
mengembangkan dirinya sebagai manusia beradab.
2.2. Pers Liberal 2.2. Pers Liberal55
Teori pers liberal atau juga dikenal dengan teori pers bebas pertama sekali Teori pers liberal atau juga dikenal dengan teori pers bebas pertama sekali muncul pada abad ke-17 yang merupakan reaksi atas kontrol penguasa terhadap pers. muncul pada abad ke-17 yang merupakan reaksi atas kontrol penguasa terhadap pers. Teori pers liberal adalah merupakan perkembangan dari teori pers sebelumnya, yaitu Teori pers liberal adalah merupakan perkembangan dari teori pers sebelumnya, yaitu teori pers otoriter yang jelas-jelas sangat didominasi oleh kekuasaan dan pengaruh teori pers otoriter yang jelas-jelas sangat didominasi oleh kekuasaan dan pengaruh penguasa melalui berbagai upaya yang sangat mengekang dan menekan keberadaan penguasa melalui berbagai upaya yang sangat mengekang dan menekan keberadaan pers.
pers.
Selama dua ratus tahun pers Amerika dan Inggris menganut teori liberal ini, Selama dua ratus tahun pers Amerika dan Inggris menganut teori liberal ini, be
bebas bas dardari i pengpengaruaruh h pempemerierintantah h dan dan berbertitindak ndak sebsebagaagai i foufourth rth estestate ate (ke(kekuakuasaasaann keempat) dalam proses pemerintahan setelah kekuasaan pertama: lembaga eksekutif, keempat) dalam proses pemerintahan setelah kekuasaan pertama: lembaga eksekutif, kekuasaan kedua: lembaga legislatif, dan kekuasaan ketiga: lembaga yudikatif.
kekuasaan kedua: lembaga legislatif, dan kekuasaan ketiga: lembaga yudikatif.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada abad ini muncul new authoritarianism Dalam perkembangan selanjutnya, pada abad ini muncul new authoritarianism di
di negnegaraara-ne-negargara a komkomuniunis s sedsedangkangkan an di di negnegaraara-ne-negargara a nonnonkomkomuniunis s timtimbul bul newnew liber
libertariatarianism nism yang disebut yang disebut social responsisocial responsibilibility ty theortheory y atau atau teori tanggung teori tanggung jawabjawab sosial.
sosial.
Konsep pers yang diterapkan di Barat merupakan penyimpangan demokratis Konsep pers yang diterapkan di Barat merupakan penyimpangan demokratis dari kontrol otoritarian tradisional. Perjuangan konstitusional yang panjang di Inggris dari kontrol otoritarian tradisional. Perjuangan konstitusional yang panjang di Inggris dan Amerika Serikat lambat-l
dan Amerika Serikat lambat-laun telah aun telah melahimelahirkan sistem pers rkan sistem pers yang relatif bebas dariyang relatif bebas dari 5
kont
kontrol rol pempemerierintantah h yanyang g sewsewenaenang-ng-wenwenang. ang. PadPada a kenkenyatyataanaannyanya, , defdefiniinisi si tententantangg
keb
kebebasebasan an perpers s mermerupakupakan an hak hak dardari i perpers s untuntuk uk melmelapoaporkarkan, n, menmengomgomententariari, , dandan
mengkritik pemerintah. lni disebut "hak berbicara politik". Sejarah mencatat, fitnah mengkritik pemerintah. lni disebut "hak berbicara politik". Sejarah mencatat, fitnah
yang menghasut berarti kritik terhadap pemerintah, hukum, atau pejabat pemerintah. yang menghasut berarti kritik terhadap pemerintah, hukum, atau pejabat pemerintah.
Ketia
Ketiadaan dalam suatdaan dalam suatu negara, fitnu negara, fitnah yang menghasah yang menghasut sebagai ut sebagai kejahakejahatan dianggatan dianggapp
se
sebabagagai i ujujiaian n teterhrhadadap ap kekebebebasbasan an memenynyatatakaakan n pependandapapat t yayang ng sesecacara ra prpragagmamatitiss
dibenarkan sebab berbicara yang relevan secara politik merupakan semua pembicaraan dibenarkan sebab berbicara yang relevan secara politik merupakan semua pembicaraan
yang termasuk dalam kebebasan pers. yang termasuk dalam kebebasan pers.
Per
Pers s yanyang g benbenar-ar-benabenar r bebbebas as daN daN indindepeependenden n hanyhanya a ada ada di di sebsebagiagian an keckecilil
negara-negara Barat yang memiliki karakter sebagai berikut: negara-negara Barat yang memiliki karakter sebagai berikut:
1.
1. SuaSuatu sisttu sistem hukum yang membem hukum yang memberierikan perlkan perlindindungungan yang beratan yang berati i bagi kebbagi kebebasebasanan
sipil perorangan (di sini bangsa yang menerapkan common law, yaitu hukum yang sipil perorangan (di sini bangsa yang menerapkan common law, yaitu hukum yang
men
menjamjamin in kebekebebasbasan an indindiviividu du bagi bagi rakrakyat yat untuntuk uk menmenyatyatakan akan penpendapadapat, t, sepsepertertii
Amerika Serikat dan Inggris) tampaknya menerapkan sistem pers yang lebih baik Amerika Serikat dan Inggris) tampaknya menerapkan sistem pers yang lebih baik
ketimbang Perancis atau Itali yang menerapkan tradisi civil law; ketimbang Perancis atau Itali yang menerapkan tradisi civil law;
2.
2. TinTingkagkat t penpendapadapatan ratatan rata-ra-rata yang tinggta yang tinggi i daldalam : am : incincome per kapitome per kapita, pendida, pendidikaikann
melek-huruf; melek-huruf;
3.
3. PPememereriintntahahan an dedengngan an sisiststem em mumulltitipapartrtaiai, , dedemmokokrrasasi i paparrlelemmenentter er atatauau
sekurangkurangnya dengan oposisi politik yang sah; sekurangkurangnya dengan oposisi politik yang sah;
4.
4. Modal Modal cukup atcukup atau peruau perusahaan ssahaan swasta dwasta diperbiperbolehkaolehkan mendukun mendukung meding media komuna komunikasiikasi
berita; berita;
5.
5. TradiTradisi ysi yang mang mapan apan mengenmengenai kemai kemandirandirian jian jurnaliurnalistik.stik.
2.3. Pers Bertanggung Jawab Sosial 2.3. Pers Bertanggung Jawab Sosial66
6
Pada hakikatny
Pada hakikatnya a fungsi pers dalam teori tanggung jawab fungsi pers dalam teori tanggung jawab sosisosial ini al ini tidak berbeda jauhtidak berbeda jauh dengan yang terdapat pada teori libertarian namun pada teori yang disebut pertama dengan yang terdapat pada teori libertarian namun pada teori yang disebut pertama terefleksi semacam ketidakpuasan terhadap interpretasi fungsifungsi tersebut beserta terefleksi semacam ketidakpuasan terhadap interpretasi fungsifungsi tersebut beserta pelaksanaannya oleh pemilik dan pelaku pers dalam model libertarian yang ada selama pelaksanaannya oleh pemilik dan pelaku pers dalam model libertarian yang ada selama
ini. ini.
Penganut libertarian mempercayai bahwa orang dapat mengetahui kebenaran Penganut libertarian mempercayai bahwa orang dapat mengetahui kebenaran saa
saat t mermereka eka bolboleh eh memmemiliilih h dan dan perpers s sebsebagaagai i penpenyedyedia ia ideide-id-ide/pe/pasaasar r ideide. . MerMerekaeka percaya bahwa media itu beragam dan independen dan orang-orang memiliki akses ke percaya bahwa media itu beragam dan independen dan orang-orang memiliki akses ke
media. media.
Na
Namun mun kenykenyataataan an yanyang g terterjadjadi i adaladalah ah perpers s itu itu menmenjadjadi i berberorioriententasi asi proprofitfit,, dimana lebih mengutamakan penjualan dan iklan di atas kebutuhan untuk menjaga dimana lebih mengutamakan penjualan dan iklan di atas kebutuhan untuk menjaga publik mendapat informasi lengkap dan akurat sehingga membahayakan moral publik, publik mendapat informasi lengkap dan akurat sehingga membahayakan moral publik, melanggar hak-hak pribadi dan dikontrol oleh satu kelas sosioekonomi, yaitu kelas melanggar hak-hak pribadi dan dikontrol oleh satu kelas sosioekonomi, yaitu kelas bisnis yang membahayakan pasar ide yang bebas dan terbuka.
bisnis yang membahayakan pasar ide yang bebas dan terbuka.
Teori tanggung jawab sosial berasal dari Commission on Freedom of the Press Teori tanggung jawab sosial berasal dari Commission on Freedom of the Press sebaga
sebagai i reaksreaksi i atas interpratas interpretasi dan etasi dan pelakspelaksanaan model anaan model liberlibertariatarian n yang ada. yang ada. KomisKomisii tersebut merumuskan beberapa persyaratan pers sebagai berikut:
tersebut merumuskan beberapa persyaratan pers sebagai berikut: 1.
1. MeMembmbererititakakan an pepeririststiwiwa-a-pepeririststiwiwa a seseharhari-i-hahari ri dedengngan an benbenarar, , lelengngkakap p dadann berpekerti dalam konteks yang mengandung makna.
berpekerti dalam konteks yang mengandung makna. 2.
2. MemberMemberikan pelaikan pelayanan sebyanan sebagai foragai forum untuk saum untuk saling tuling tukar komekar komentar dan krntar dan kritikitik.. 3.
3. MemprMemproyeksioyeksikan gamkan gambaran ybaran yang mewang mewakili akili semua semua lapislapisan masan masyarakyarakatat 4.
4. BerBertantanggunggung g jawjawab atas penyaab atas penyajiajian n disdisertertai penjeai penjelaslasan an menmengengenai tujuaai tujuan n dandan nilainilai masyarakat.
nilainilai masyarakat. 5.
5. MengupaMengupayakan yakan akses akses sepenusepenuhnya hnya pada pepada peristristiwa siwa sehariehari-hari-hari
Secara umum suatu berita haruslah mendukung konsep non-bias, informatif dan Secara umum suatu berita haruslah mendukung konsep non-bias, informatif dan institusi pers independen yang akan menghindari penyebab ancaman terhadap kaum institusi pers independen yang akan menghindari penyebab ancaman terhadap kaum
min
minorioritas tas ataatau u yanyang g menmendordorong ong tintindak dak kejkejahaahatantan, , kekekekerasrasan an dan dan kekakekacaucauan an sipsipil.il. Tanggung jawab sosial seyogyanya dicapai melalui self control/kontrol diri (dari pers Tanggung jawab sosial seyogyanya dicapai melalui self control/kontrol diri (dari pers itu), bukan dari pemerintah.
itu), bukan dari pemerintah.
Tanggung jawab sosial jika dikaitkan dengan jurnalis melibatkan pandangan Tanggung jawab sosial jika dikaitkan dengan jurnalis melibatkan pandangan yang dimiliki oleh pemilik media yang serta merta akan dibawa dalam media tersebut yang dimiliki oleh pemilik media yang serta merta akan dibawa dalam media tersebut haruslah memprioritaskan tiga hal yaitu keakuratan, kebebasan dan etika. Tak pelak haruslah memprioritaskan tiga hal yaitu keakuratan, kebebasan dan etika. Tak pelak lag
lagi i proprofesfesionionalialisme sme menmenjadjadi i tuntuntuttutan an utautama ma disdisiniini. . JadJadi i pelpelaku aku perpers s titidak dak hanyhanyaa bertanggung jawab terhadap majikan dan pasar namun juga kepada masyarakat.
bertanggung jawab terhadap majikan dan pasar namun juga kepada masyarakat.
2.4. Pers Soviet Komunis 2.4. Pers Soviet Komunis
Lahir pada
Lahir pada era Uni era Uni SovieSoviet Russia t Russia yang berkembayang berkembang ng di negara-negardi negara-negara a komunikomuniss Eropa Timur dan dikembangkan pula oleh Adolf Hitler di Jerman dengan Nazinya dan Eropa Timur dan dikembangkan pula oleh Adolf Hitler di Jerman dengan Nazinya dan oleh Benito Mussolini di Italia dengan Fasismenya. Teori tersebut berdasar pada ajaran oleh Benito Mussolini di Italia dengan Fasismenya. Teori tersebut berdasar pada ajaran Ma
Marxrxisismeme, , LeLeninininismsme, e, StStalalininisisme me dan dan pepembmbauauraran n pepemimikikiraran n HeHegegel l sesertrta a cacarara erberpikir Russia abad 19.
erberpikir Russia abad 19.
Oleh karena ia merupakan produk dan alat penguasa soviet, maka tujuan media Oleh karena ia merupakan produk dan alat penguasa soviet, maka tujuan media diarahkan untuk membantu dan berlangsungnya sistem Sosialisme Soviet, khususnya diarahkan untuk membantu dan berlangsungnya sistem Sosialisme Soviet, khususnya ke
kelalangngsusungngan an papara ra didiktktatator or papartrtaiai. . SeSehihingngga ga pepengngguguna na memedidia a mamassssa a hahanynyaa diperuntukkan bagi para anggota partai yang setia dan ortodoks. Akibatnya, media diperuntukkan bagi para anggota partai yang setia dan ortodoks. Akibatnya, media massa pun dikontrol dan diawasi dengan ketat seperti dilarang mengkritik tujuan partai massa pun dikontrol dan diawasi dengan ketat seperti dilarang mengkritik tujuan partai dan kebijakan-kebijakannya.
dan kebijakan-kebijakannya.77
Pa
Partrtai ai memengngananggaggap p didiririnynya a sesebagbagai ai susuatatu u ststaf af umumum um babagi gi mamasa sa pepekekerjrja.a. Menjadi doktrin dasar, mata dan telinga bagi massa. Negara Soviet bergerak dengan Menjadi doktrin dasar, mata dan telinga bagi massa. Negara Soviet bergerak dengan
7 7
http://baits.wordpress.com/2010/01/27/hukum-pers-bagian-dari-pra-cetak/
program-program paksaan dan bujukan yang simultan dan terkoordinir. Pembujukan program-program paksaan dan bujukan yang simultan dan terkoordinir. Pembujukan
ada
adalah lah tantanggunggung jag jawabwabnya nya parpara aga agititatoator, pr, propropaganagandis dis dan dan medmedia.ia. KomKomuniunikaskasi i masmassasa digunakan secara instrumental, yaitu sebagai instrumen negara dan partai. Komunikasi digunakan secara instrumental, yaitu sebagai instrumen negara dan partai. Komunikasi massa secara
massa secara erat erat teriterintegrntegrasi asi dengan instrumendengan instrumen-inst-instrumen lainnya rumen lainnya dari dari kekuasakekuasaanan negara dan pengaruh
negara dan pengaruh partai. partai. Komunikasi massa Komunikasi massa digunakan untuk instrdigunakan untuk instrumen persatuanumen persatuan di
di daldalam am negnegara ara dan dan di di daldalam am parpartaitai. . KomKomuniunikaskasi i masmassa sa hamhampir pir secsecara ara eksekskluklusif sif digunakan sebagai instrumen propaganda dan Agitasi. Komunikasi massa ini punya ciri digunakan sebagai instrumen propaganda dan Agitasi. Komunikasi massa ini punya ciri adanya tanggungjawab yang dipaksakan
adanya tanggungjawab yang dipaksakan
Teori Soviet Communist dikatakan bahwa pers Uni Soviet melayani partai yang Teori Soviet Communist dikatakan bahwa pers Uni Soviet melayani partai yang sedang berkuasa dan dimiliki oleh negara. Orang-orang soviet mengatakan bahwa pers sedang berkuasa dan dimiliki oleh negara. Orang-orang soviet mengatakan bahwa pers nya bebas untuk menyatakan kebenaran, sedangkan pers dengan apa yang dinamakan nya bebas untuk menyatakan kebenaran, sedangkan pers dengan apa yang dinamakan sistem liberal dikontrol oleh kepentingan bisnis.
sistem liberal dikontrol oleh kepentingan bisnis.88
3. Sistem Pers Islam 3. Sistem Pers Islam
Ada tiga hal utama yang menjadi perbedaan penting dari keempat model pers Ada tiga hal utama yang menjadi perbedaan penting dari keempat model pers tersebut, yaitu kepemilikan media pers, muatan media pers, dan cara penyampaian tersebut, yaitu kepemilikan media pers, muatan media pers, dan cara penyampaian me
medidia a pepersrs. . TeTeorori i PePers rs LiLibeberaral l dadan n PePers rs TaTanggnggunung g JaJawawab b SoSosisial al memembmbererikikanan kesempatan kepada setiap individu untuk memiliki perusahaan pers. Kedua teori ini kesempatan kepada setiap individu untuk memiliki perusahaan pers. Kedua teori ini juga memberika
juga memberikan n kebebaskebebasan an untuk menyiarkauntuk menyiarkan n beragaberagam m beritberita-beria-berita ta apapun. Padaapapun. Pada pe
pers rs LibLiberaeral l penpenyenyensorsoran an mermerupaupakan kan tintindakadakan n yanyang g tidtidak ak dibdibenarenarkan. kan. HanHanya ya sajsajaa kedua teori mensyaratkan berita harus memenuhi unsur keseimbangan (balance). Pers kedua teori mensyaratkan berita harus memenuhi unsur keseimbangan (balance). Pers ha
harurus s memembmbererikikan an ruruanang g dadan n kekesesempmpatatan an yayang ng sasama ma babagi gi sesemumua a pipihahak k yayangng diberitakan. diberitakan. 8 8 http://zenapinkers08.wordpress.com/toeri-pers-komunis-uni-soviet/ http://zenapinkers08.wordpress.com/toeri-pers-komunis-uni-soviet/
Bagi Pers Otoriter dan Soviet Komunis, pers merupakan alat kepentingan rejim Bagi Pers Otoriter dan Soviet Komunis, pers merupakan alat kepentingan rejim penguasa. Pers merupakan alat yang menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada penguasa. Pers merupakan alat yang menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada
war
warganganya. ya. WarWarga ga neganegara ra titidak dak dibdiberierikan kan ruaruang ng dan dan keskesempempataatan n yanyang g samsama a untuntuk uk mengor
mengoreksi sebuah pembeksi sebuah pemberitaeritaan. an. Pers bukaPers bukanlah sebuah instnlah sebuah institusi masitusi masyarakayarakat yangt yang menjadi penyeimbang di antara institusi masyarakat yang lain. Sebagaimana dipahami, menjadi penyeimbang di antara institusi masyarakat yang lain. Sebagaimana dipahami, di negara yang menganut paham demokrasi, pers dianggap sebagai kekuatan keempat di negara yang menganut paham demokrasi, pers dianggap sebagai kekuatan keempat setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif.
setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Uraian berikut ini akan menerangkan pandangan Islam tentang pers dari tiga hal Uraian berikut ini akan menerangkan pandangan Islam tentang pers dari tiga hal diatas, yaitu kepemilikan pers, isi media pers dan cara penyampaian. Islam adalah diatas, yaitu kepemilikan pers, isi media pers dan cara penyampaian. Islam adalah agama yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk memeliki sesuatu, agama yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk memeliki sesuatu, termasuk memiliki sebuah perusahaan pers. Perusahaan pers tidak harus menjadi milik termasuk memiliki sebuah perusahaan pers. Perusahaan pers tidak harus menjadi milik p
pememererinintatahahan n yayang ng sesedadang ng beberkrkuauasasa. . DaDalalam m IsIslalam m pepers rs didibenbentutuk k bubukan kan untuntuk uk me
mengngababdi di babagi gi kekepepentntiningan gan khkhalalififah, ah, tetetatapi pi pepers rs memerurupapakakan n alalat at dakdakwawah h untuntuk uk mengajak manusia kepada jalan Allah.
mengajak manusia kepada jalan Allah. Dalam Alquran kita
Dalam Alquran kita banyabanyak k menemumenemukan kan ayat-ayat-ayat yang ayat yang memermemerintahintahkan kan untuk untuk be
berdardakwakwah. h. ParPara a ulaulama ma sepsepakat akat bahbahwa wa dakdakwahwah, , menmengajgajak ak kepakepada da jaljalan an AllAllah ah iniini,, menja
menjadi di kewajikewajiban ban bagi siapapun. Dalam bagi siapapun. Dalam TafsiTafsir r Ar-RaAr-Razi zi disebudisebutkan bahwa: tkan bahwa: AllahAllah mewajibkan amar ma’ruf nahi munkar kepada semua umat Islam. Tidak ada mukallaf mewajibkan amar ma’ruf nahi munkar kepada semua umat Islam. Tidak ada mukallaf (ak
(akil il balbalighigh) ) kecukecuali ali diwdiwajiajibkan bkan untuntuk uk berberamaamar r ma’ma’ruf ruf nahi nahi munmunkarkar, , baibaik k dendengangan tangan (kekuasaan), lisan atau hatinya.
tangan (kekuasaan), lisan atau hatinya.99
Berdakwah tidak sebatas dengan lisan atau komunikasi antar personal saja. Berdakwah tidak sebatas dengan lisan atau komunikasi antar personal saja. Untuk menjangkau objek dakwah (
Untuk menjangkau objek dakwah (mad’umad’u), pendakwah harus memikirkan cara yang), pendakwah harus memikirkan cara yang efektif, yaitu m
efektif, yaitu mendirikan sebuah perusahaan pers. endirikan sebuah perusahaan pers. Karena, itu orang-orang IslKarena, itu orang-orang Islam yangam yang memiliki modal harus membangun sebuah perusahaan pers dalam rangka kegiatan memiliki modal harus membangun sebuah perusahaan pers dalam rangka kegiatan dakwah.
dakwah.
9
Berkaitan dengan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar itu, negara mempunyai Berkaitan dengan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar itu, negara mempunyai ke
kewawajijibaban n untuntuk uk memembmbanangun gun peperurusasahahaan an pepersrs. . SeSebabab, b, pepememeririntntah ah mememimililikiki kem
kemampampuan – uan – dardari i segsegi i finfinansansial dan ial dan kekkekuasuasaan – aan – yanyang g leblebih besar dibanih besar dibandindingkagkann warga negara.
warga negara.
Jika perdirian perusahaan pers merupakan kegiatan dakwah, maka berita-berita Jika perdirian perusahaan pers merupakan kegiatan dakwah, maka berita-berita yang dimuat oleh media pers harus berisi ajakan berbuat baik dan mencegah dari yang dimuat oleh media pers harus berisi ajakan berbuat baik dan mencegah dari pe
perburbuataatan n munmunkarkar. . PerPers s harharus us menmenjaljalankaankan n funfungsigsinya nya sebsebagaagai i sarsarana ana pendpendidiidikankan,, fun
fungsi gsi infinformormasiasi, , dan dan sossosial ial konkontrotrol. l. SebSebagaagai i sarsarana ana penpendiddidikaikan, n, perpers s harharus us yanyangg men
mengajgajarkarkan an berberagaagam m ilmilmu u penpengetgetahuahuan, an, dan dan bahbahaya aya kebkebodohodohan. an. SebSebagaagai i sarsaranaana informasi, pers harus memberikan peristiwa-peristiwa yang terjadi tanpa pembohongan. informasi, pers harus memberikan peristiwa-peristiwa yang terjadi tanpa pembohongan. Sebagai sosial kontrol, pers bertugas sebagai sarana pemberi nasehat kepada siapa pun Sebagai sosial kontrol, pers bertugas sebagai sarana pemberi nasehat kepada siapa pun agar menghi
agar menghindarindarikan diri dari kejahkan diri dari kejahatan. Sosiatan. Sosial kontrol al kontrol dalam ajardalam ajaran Islam bukanan Islam bukan sebaga
sebagai i mengonmengontrol kebijakan trol kebijakan pemeripemerintah ntah sematsemata, a, tetaptetapi i semua lapisan semua lapisan masymasyarakatarakat dalam sebuah tatanan negara.
dalam sebuah tatanan negara. Seb
Sebagaagai i medmedia ia komkomuniunikaskasi i daldalam am dakdakwahwah, , perpers s harharus us memmemenuhenuhi i stastandarndartt tertentu yang diatur ol
tertentu yang diatur oleh Islam. eh Islam. Standart yang harus diStandart yang harus dipenuhi pers dalam pemberitaanpenuhi pers dalam pemberitaan adalah; bersifat jujur, keakuratan informasi, bebas dan bertanggung jawab serta kritik adalah; bersifat jujur, keakuratan informasi, bebas dan bertanggung jawab serta kritik yang membangun. Selain hal diatas pers Islami harus pula menghindarkan diri dari yang membangun. Selain hal diatas pers Islami harus pula menghindarkan diri dari pembe
pemberitaaritaan n yang mengutuk orang yang mengutuk orang lain, memandalain, memandang ng remeh orang lain, remeh orang lain, membomembocorkancorkan rahasia orang mengumpat, memuji berlebihan, memuat kata-kata kotor
rahasia orang mengumpat, memuji berlebihan, memuat kata-kata kotor ..1010
C. PENUTUP C. PENUTUP
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
10
1.
1. DalDalam pandaam pandangan Islngan Islam, pers meram, pers merupaupakan sebagkan sebagai alat mengai alat mengajaajak k oraorang berbung berbuatat baik dan mencegah dari berbuat munkar.
baik dan mencegah dari berbuat munkar. 2.
2. IsIslalam m memembmbenaenarkrkan an inindidivividu du dan dan nenegagara ra mememimililiki ki peperurusasahahaan an pepers rs (c(cetetak ak ataupun elekronik) sepanjang pers itu digunakan dalam rangka amar ma’ruf ataupun elekronik) sepanjang pers itu digunakan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar.
nahi munkar. 3.
3. PePers rs haharurus s memememenunuhi hi kakaididahah-k-kaiaidadah h komkomuniunikakasi si IsIslalami mi daldalam am penpenyiyiararanan pemberitaan.
pemberitaan.
Daftar Pustaka Daftar Pustaka Anam, Faris Khairul,
Anam, Faris Khairul, Fiqih Jurnalistik, Fiqih Jurnalistik, Jakarta : Pustaka Alkautsar, 2009.Jakarta : Pustaka Alkautsar, 2009. Ch.Herutomo,
Ch.Herutomo, Perbandingan Sistem Pers, Perbandingan Sistem Pers, Medan, USU Digital Libray, 2003Medan, USU Digital Libray, 2003 Effen
Effendy, dy, Onong Onong UchyaUchyanana , Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: RemajaBandung: Remaja Rosdakarya, 1984.
Rosdakarya, 1984. Kholil, Syukur,
Kholil, Syukur, Komunikasi Islami, Komunikasi Islami,Bandung: Citapustaka Media, 2007.Bandung: Citapustaka Media, 2007. http://baits.wordpress.com/2010/01/27/hukum-pers-bagian-dari-pra-cetak/ http://baits.wordpress.com/2010/01/27/hukum-pers-bagian-dari-pra-cetak/ http://zenapinkers08.wordpress.com/toeri-pers-komunis-uni-soviet/