• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Hasil Penelitian

4.1.1 Profil Perusahaan Hortimart Agro Center Bawen

Hortimart Agro Center merupakan perusahaan perseorangan yang dimiliki oleh Ir. Budi Darmawan yang telah didirikan pada tahun 1979 sebagai kebun produksi buah-buahan. Pada tahun 2007 perusahaan ini mulai terbuka secara umum dan dikembangkan beberapa divisi. Perusahaan ini bergerak dibidang agribisinis dan agrowisata. Berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 55. Bawen. Kabupaten Semarang, Jawa tengah. Ketinggiannya mencapai 480-600 mdpl dengan suhu udara sejuk antara 23° C - 30° C.

Hortimart Agro Center memiliki luas perkebunan lahan 25 hektar yang 90% merupakan perkebunan buah dan 10% perkebunan sayuran organik. ada beberapa divisi di Hortimart Agro Center yaitu Agro Mart divisi yang menangani penjualan buah dan sayuran hasil dari kebun dan juga dari petani binaan sekitar hortimart, Agro Supply divisi yang menangani penjualan saprodi pertanian, Agro Resto divisi yang menangani penjualan makanan olahan sayuran, buah dan lainnya. Agro Estate divisi yang menangani budidaya tanaman buah dan sayurdan Agro Tour divisi yang menangani wisata dan kunjungan instansi hingga kunjungan edukasi dari beberapa instansi pendidikan maupun instansi pemerintahan.

Divisi Agro tour pada Hortimart Agro Center saat ini telah memiliki salah satu program yaitu Happy tour atau wisata keliling kebun buah dan sayur seluas 25 Ha yang memiliki waktu tempuh selama 15-25 menit. Pada saat keliling kebun pengunjung menggunakan fasilitas mobil wisata yang dapat diisi sebanyak 12 orang dewasa dan program ini juga dilengkapi oleh penjelasan jenis tanaman dari tourguide yang bertugas sebagai pemandu wisata pengunjung selama perjalanan.

Wisata rekreasi di dalam masyarakat yang semakin maju saat ini membuat Agro Tour terus mengembangkan kualitas dan juga program-programnya untuk menarik para pengunjung. Salah satu daya tarik pengunjung yaitu mengenai tanaman keras atau buah yang 70% sudah diterapkan secara organik. sehingga

(2)

oleh Hortimart Agro Center pada saat perawatan tanaman. Agro tour sebagai divisi yang bertanggung jawab pada wisata mulai melakukan beberapa program petik buah maupun sayur di kebun secara langsung kepada pengunjung atau pelanggan. Program ini juga dibantu oleh divisi Agro estate yang bertanggung jawab akan tanaman. Hal ini dapat menambah pengetahuan pengunjung terhadap cara panen yang baik dan juga dapat meningkatkan profit untuk divisi yang bersangkutan.

4.1.2 Visi dan Misi Hortimart Agro Center Bawen

Berikut ini merupakan visi dan misi dari perusahaan Hortimart Agro Center Bawen, Kabupaten Semarang. Visi Perusahaan yaitu “Sebagai tempat tujuan wisata bagi semua kalangan masyarakat baik dari institusi pendidikan maupun lembaga pertanian dan menghasilkan produk sayuran organik, bibit dan buah yang terdepan dalam kualitas serta edukasi anak”. Guna mencapai visi tersebut, Hortimart Agro Center menjalankan pern sessuai misinya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi tempat tujuan pariwisata yang memberikan kualitas pelayanan. 2. Menjadikan kunjungan wisata bersama keluarga menjadi lebih berkesan. 3. Menjadi tempat sarana belajar (kegiatan) edukasi bagi anak sekolah untuk

pembelajaran diluar sekolah.

4. Menjadi perusahaan penyedia bibit, benih, obat-obatan dan penghasil pertanian yang unggul dan berkualitas.

4.1.3 Struktur Organisasi Hortimart Agro Center Bawen

Hortimart Agro Center merupakan perusahaan dengan struktur organisasi yangterbagi menjadi beberapa divisi Hortimart Agro Center dipimpin oleh direktur utama selaku pemilik perusahaan, dibantu oleh general manager dan wakil general manager. General manager membantu direktur dalam pembagian tugas pada setiap divisi di Hortimart Agro Center. Wakil General Manajer bertanggung jawab atas urusan kesekretariatan dan sarana prasarana. Setiap divisi dipimpin oleh seorang kepala bagian, jumlah keseluruhan karyawan di Hortimart Agro Center adalah 85 orang.

(3)

Adapun bagan struktur organisasi Hortimart Agro Center bawen, Kabupaten semarang adalah sebagai berikut:

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Hortimart Agro Center Bawen.

4.1.4 Jenis Paket Wisata Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen 1) Paket Happy Tour : Rp. 100.000/mobil (maksimal 12 orang) 2) Paket Edukasi

a. paket sehat : Rp. 25.000/orang b. paket fruity : Rp. 30.000/orang c. paket study banding : Rp. 30.000/orang d. paket pelangi : Rp. 40.000/orang e. paket juicy : Rp. 25.000/orang f. paket kombinasi : Rp. 40.000/orang g. paket pintar : Rp. 55.000/orang

Dari segi harga, pihak Agro Tour menetapkan tarif yang berbeda-beda sesuai dengan paket yang mereka pilih dan layanan apa yang akan pengunjung dapatkan. Pihak perusahaan mendapatkan harga tiap paket agrowisata berdasarkan kesepakatan antar divisi yaitu Agro Estate dan Agro Tour dengan perbandingan 70% untuk pemilik produk dan 30% untuk yang memasarkan produk. Hal ini menunjukkan bahwa divisi Agro Estate sebagai pemiliki dan Agro Tour sebagai pihak pemasar.

(4)

4.2 Distribusi Karakteristik Responden

Pada penelitian ini memiliki jumlah responden sebanyak 60 orang. Dilakukan penyajian data mengenai karakteristik atau identitas responden yaitu untuk mengetahui gambaran tentang diri pada responden. Adapun distribusi karakteristik responden ini berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, dan frekuensi berkunjung.

4.2.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin akan disajikan pada tabel 4.1 berikut ini.

Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis kelamin

Jenis kelamin Frekuensi Persentase (%)

Laki-laki 22 36

Perempuan 38 64

Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.1 diatas menunjukan bahwa sebagian besar resonden pengunjung Agro Tour yang berwisata paling banyak adalah perempuan yakni sebanyak 38 orang atau 64%, sedangkan sisanya adalah laki-laki sebanyak 22 orang atau 36% dari total responden.

4.2.2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur

Distribusi responden berdasarkan umur akan disajikan pada tabel 4.2 berikut ini. Tabel 4.2 Distribusi Responden berdasarkan umur

Umur Frekuensi Persentase (%)

17-25 42 70 26-34 4 6 35-43 1 2 44-51 6 10 52-60 7 12 Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.2 diatas menunjukan bahwa sebagian besar responden yang pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center berumur antara 17-25 tahun, yaitu sebanyak 42 orang atau 70%, sedangkan responden yang terendah adalah responden yang beumur antara 34-42 tahun.

(5)

4.2.3 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan

Distribusi responden berdasarkan pekerjaan akan disajikan pada tebel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3 Distribusi Responden berdasarkan pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Ibu Rumah Tangga 5 8

Petani 1 2

Pelajar/Mahasiswa 38 63

PNS 6 10

wiraswasta 10 17

Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.3 diatas terlihat bahwa sebagian besar responden pengunjung Agrowisata (Agro Tour) adalah Pelajar atau Mahasiswa yaitu sebanyak 38 orang atau 63%, sedangkan responden yang terendah adalah petani yaitu 1 orang atau 2% dari jumlah responden.

4.2.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan

Distribusi responden berdasarkan pendidikan akan disajikan pada tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4 Distribusi Responden berdasarkan pendidikan

Pendidikan Frekuensi Persentase (%)

SD 5 8

SMP 3 5

SMA/SMK 36 60

D3/S1 16 27

Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.4 diatas menunjukan bahwa responden pengunjung Agro Tour yang paling banyak yakni responden yang oendidikan terakhirnya SMA/SMK yaitu sebanyak 36 orang atau 60%, sedangkan yang terendah adalah responden yang pendidikannya SMP sebanyak 3 orang atau 5%.

(6)

4.2.5 Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi Berkunjung

Distribusi responden berdasarkan frekuensi berkunjung selama 1 bulan akan disajikan pada tabel 4.5 berikut ini.

Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi Berkunjung Selama 1 Bulan

Frekuensi Berkunjung Responden dalam 1 bulan terakhir (kali)

Frekuensi Persentase (%) 1 kali 5 8 2 kali 8 13 3 kali 9 15 5 kali 11 18 >5 kali 27 45 Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.5 diatas terlihat bahwa frekuensi berkunjung ke Agro Tour selama 1 bulan terakhir yang paling banyak >5 kali yakni 27 orang atau 45%. Sedangkan responden yang terendah sebanyak 1 kali yakni 5 orang atau 8% dari semua responden.

4.2.6 Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan

Distribusi responden berdasarkan pendapatan akan disajikan pada tabel 4.6 berikut ini.

Tabel 4.6 Distribusi Responden berdasarkan pendapatan

Pendapatan Frekuensi Persentase (%)

< Rp. 2.500.000 49 82

Rp. 2.500.000-Rp. 5000.000 8 13

>Rp. 5000.000 3 5

Jumlah 60 100

Sumber: Data primer yang diolah, 2018

Dari tabel 4.6 diatas terlihat bahwa sebagian besar responden yang berwisata (Agro Tour) di Hortimart Agro Center adalah tingkat pendapatan < Rp. 2.500.00 juta sebanyak 49 orang atau 82%. Sedangkan responden paling sedikit yaitu responden yang pendapatannnya > Rp. 5.000.000 sebanyak 3 orang atau 5%.

(7)

4.3 Deskripsi Variabel Penelitian

Pada penelitian ini eskripsi variabel penelitian dilakukan untuk mendukung hasil analisi data. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah wujud fisik (X1), kehandalan (X2), daya tanggap (X3), empati (X4), jaminan, dan kepuasan pengunjug (Y). Adapun hasil distribusi responden atas jawaban dari masing-masing variabel penelitian (kuesioner) yang dilakukan di Hortimart Agro Center Bawen, Kabupaten Semarang.

4.3.1 Wujud fisik/Tangible (X1)

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Jawaban responden Terhadap Wujud Fisik (X1)

Indikator

Frekuensi Jawaban Responden

Total STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % X1.1 0 0 2 3 9 15 15 25 34 57 60 100 X1.2 0 0 5 8 4 7 17 28 34 57 60 100 X1.3 0 0 2 3 6 10 20 33 32 54 60 100 X1.4 0 0 4 7 7 11 24 40 25 42 60 100 X1.5 0 0 4 7 6 10 23 38 27 45 60 100

Sumber: Data Primer Penelitian 2018

Berdasarkan tabel 4.7 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel wujud fisik, dapat dilihat dibahwa:

1. Pada pertanyaan X1.1 tentang; kondisi fasilitas fisik wisata agro tour yang memadai, dari 60 responden, sebanyak 34 orang atau 57% menyatakan sangat setuju, 15 orang atau 25% setuju, 9 orang atau 15% menyatakan netral, dan 2 orang atau 3% menyatakan tidak setuju.

2. Pada pertanyaan X1.2 tentang; memiliki area parkir yang luas, dari 60 responden, sebanyak 34 orang atau 57% menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 28% menyatakan setuju, 4 orang atau 7% menyatakan netral, 5 orang atau 8% menyatakan tidak setuju.

3. Pada pertanyaan X1.3 tentang; kebersihan lingkungan wisata Agro Tour, dari 60 responden, banyak 32 orang atau 54% menyatakan sangat setuju, 20 orang atau 33% menyatakan setuju, 6 orang atau 10% menyatakan netral, 2 orang atau 3% menyatakan tidak setuju.

4. Pada pertanyaan X1.4 tentang; ruang tunggu bersih dan nyaman, dari 60 responden, sebanyak 25 orang atau 42% menyatakan sangat setuju, 24 orang

(8)

atau 40% menyatakan setuju, 7 orang atau 11% menyatakan netral, 4 orang atau 7% menyatakan tidak setuju.

5. Pada pertanyaan X1.5 tentang; karyawan tour guide berpenampilan menarik, dari 60 responden, sebanyak 27 orang atau 45% menyatakan sangat setuju, 23 orang atau 38% menyatakan setuju, 6 orang atau 10% menyatakan netral, 4 orang atau 7% menyatakan tidak setuju.

4.3.2 Kehandalan/Reliability (X2)

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kehandalan (X2)

Indikator

Frekuensi Jawaban Responden

Total STS (1) TS (2) N (3) SS (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % X2.1 0 0 6 10 9 15 30 50 15 25 60 100 X2.2 0 0 6 10 11 18 28 47 15 25 60 100 X2.3 0 0 8 13 10 17 22 37 20 33 60 100 X2.4 0 0 5 8 10 17 30 50 15 25 60 100 X2.5 0 0 9 15 13 22 26 43 12 20 60 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.8 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel kehandalan, dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan X2.1 tentang; karyawna agro tou memberikan pelayanan sesuai janji, dari 60 responden, sebanyak 15 orang atau 25% sangat setuju, 30 orang atau 50% menyatakan setuju, 9 orang atau 15% menyatakan netral, 6 orang atau 10% menyatan tidak setuju.

2. Pada pertanyaan X2.1 tentang; karyawan melayani pengunjung dengan cepat, dari 60 responden, sebanyak 15 orang atau 25% menyatakan sangat setuju, 28 oranag atau 47% menyatakan setuju, 11 orang atau 18% menyatakan netral, 6 orang atau 10% meyatakan tidak setuju.

3. Pada pertanyaan X2.3 tentang; kemampuan karyawan memberikan pelayanan sudah baik, dari 60 responden sebanyak 20 orang atau 33% menyatakan sangat setuju, 22 orang atau 37% menyatakan sangat setuju, 10 orang atau 17% menyatakan netral, 8 orang atau 13% menyatakan tidak setuju.

4. Pada pertanyaan X2.3 karyawan memberikan informasi dan jelas kepada pengunjung, dari 60 responden, sebanyak 15 orang atau 25% menyatakan

(9)

sangat setuju, 30 orang atau 50% menyatakan setuju, 10 orang atau 17% menyatakan netral, 5 orang atau 8% menyatakan tidak setuju.

5. Pada pertanyaan X2.5 tentang; karyawan siap membantu pengunjung ketika membutuhkan bantuan, dari 60 responden, sebanyak 12 orang atau 20% menyatakan sangat setuju, 26 orang atau 43% menyatakan setuju, 13 orang atau 22% menyatakan netral, 9 orang atau 15% menyatakan tidak setuju.

4.3.3 Daya Tanggap/Responsiveness (X3)

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden terhadap Variabel Daya Tanggap (X3)

Indikator

Frekuensi Jawaban Responden

Total STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % X3.1 0 0 2 3 12 20 18 30 28 47 60 100 X3.2 0 0 2 3 12 20 16 27 30 50 60 100 X3.3 0 0 0 0 10 17 24 40 26 43 60 100 X3.4 0 0 1 2 12 20 19 32 28 46 60 100 X3.5 0 0 2 3 15 25 11 18 32 53 60 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.9 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel daya tanggap, dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan X3.1 tentang; karyawan cepat tanggap untuk menangani respon permintaan pengunjung, dari 60 reponden, sebanyak 28 orang atau 47% menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 30% menyatakan setuju, 12 orang atau 20% menyatakan netral, 2 orang atau 3% menyatakan tidak setuju.

2. Pada pertayaan X3.2 tentang; memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung (wisata agro tour), dari 60 responden, sebanyak 30 oranga atau 50% menyatakan sangat setuju, 16 orang 27% menyatakan setuju, 12 orang atau 20% menyatakan netral, 2 orang atau 3% menyatakan tidak setuju. 3. Pada pertanyaan X3.3 tentang; karyawan cepat tanggap atas kesulitan

pengunjung mencari informasi, dari 60 responden, sebanyak 26 orang atau 43% menyatakan setuju, 10 orang atau 17% menyatakan netral.

4. Pada pertanyaan X3.4 tentang; pembelian tiket masuk pengunjung tidak terlalu menunggu lama, dari 60 responden, sebanyak 28 orang atau 46%

(10)

menyatakan sangat setuju, 19 orang atau 32% menyatakan setuju, 12 orang atau 20% menyatakan netral, 1 orang atau 2% menyatakan tidak setuju. 5. Pada pertanyaan X3.5 tentang; karyawan terampil dalam memberikan

pelayanan, dari 60 responden, sebanyak 32 orang atau 53% menyatakan sangat setuju, 11 orang atau 18% menyatakan setuju, 15 orang atau 25% menyatakan netral, 2 orang atau 3% menyatakan tidak setuju.

4.3.4 Empati/Emphaty (X4)

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden terhadap Variabel Empati (X4 Indikator Jawaban Responden Total STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % X4.1 0 0 7 12 4 6 18 30 31 52 60 100 X4.2 0 0 4 6 1 2 18 30 37 62 60 100 X4.3 0 0 0 0 9 15 19 32 32 53 60 100 X4.4 0 0 0 0 6 10 17 28 37 62 60 100 X4..5 0 0 0 0 5 8 23 38 32 53 60 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.10 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel empati, dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan X4.1 tentang; keramahan dan kesopanan karyawan agro tour dalam melayani pengunjung sudah baik, dari 60 responden, sebanyak 31 orang atau 52% menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 30% menyatakan setuju, 4 orang atau 6% menyatakan netral, 7 orang atau 12% menyatakan tidak setuju.

2. Pada pertanyaan X4.2 tentang; karayawan agro tou memberi perhatian dan pelayanan yang tulus kepada pengunjung, dari 60 responden, sebanyak 37 orang atau 62% menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 30% menyatakan setuju, 1 orang atau 2% menyatakan netral, 4 orang atau 6% menyatakan tidak setuju.

3. Pada pertanyaan X4.3 tentang; kemampuan berkomunikasi karyawan agro tour, dari 60 responden, sebanyak 32 orang atau 53% menyatakan sangat setuju, 19 orang atau 32% menyatakan setuju, 9 orang atau 15% menyatakan netral.

(11)

4. Pada pertanyaan X4.4 tentang; karyawan agro tour telah memahami keinginan dan kebutuhan pengunjung dengan baik, dari 60 responden, sebanyak 37 orang atau 62% menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 28% menyatakan setuju, 6 orang atau 10% menyatakan netral.

5. Pada pertanyaan X4.5 tentang; karyawan bersikap empati dengan pengunjung, dari 60 responden, sebanyak 32 orang atau 53% menyatakan sangat setuju, 23 orang atau 38% menyatakan setuju, 5 orang atau 8% menyatakan netral.

4.3.5 Jaminan/Assurance (X5)

Tabel 4.7 Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden terhadap Variabel Jaminan (X5) Indikator Jawaban Responden Total STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % X5.1 0 0 8 13 3 5 27 45 22 37 60 100 X5.2 0 0 8 s 5 8 29 48 18 30 60 100 X5.3 0 0 6 10 6 10 29 48 19 32 60 100 X5.4 0 0 8 13 5 8 23 38 12 20 60 100 X5..5 0 0 8 5 5 8 24 40 23 38 60 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.11 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel jaminan, dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan X5.1 tentang; pelayanan agro tour memberikan jaminan berupa pengetahuan karyawan kepada pengunjung, dari 60 responden, sebanyak 22 orang atau 37% menyatakan sangat setuju, 27 orang atau 45% menyatakan setuju, 3 orang atau 5% menyatakan netral, 8 orang atau 13% menyatakan tidak setuju.

2. Pada pertanyaan X5.2 tentang; karyawan agro tour memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, dari 60 responden 18 orang atau 30% menyatakan sangat setuju, 29 orang atau 48% menyatakan setuju, 5 orang atau 8% menyatakan netral, 8 orang atau 13% menyatakan tidak setuju. 3. Pada pertanyaan X5.3 tentang; keramahan dan kesopanan karyawan sudah

(12)

sebnayak 19 orang 32% menyatakan sangat setuju, 29 atau 48% menyatakan setuju, 6 orang atau 10% menyatakan netral, dan tidak setuju.

4. Pada pertanyaan X5.4 tentang; pengunjung merasa aman dengan berwisata di agro tour yang mereka lakukan, dari 60 responden, sebanyak 12 orang atau 20% menyatakan sangat setuju, 23 orang atau 38% menyatakan setuju, 5 orang atau 8% menyatakan netral, 8 orang atau 13% menyatakan tidak setuju.

5. Pada pertanyaan X5.5 tentang; harga tiket wisata terjangkau, dari 60 responden, sebanyak 23 orang atau 38% menyatakan sangat setuju, 24 orang atau 40% menyatakan setuju, 5 orang atau 8% menyatakan netral, dan 8 orang atau 5% menyatakan tidak setuju.

4.3.6 Kepuasan Pengunjung(Y)

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden terhadap Variabel Kepuasan Pengunjung (Y) Indikator Jawaban Responden Total STS (1) TS (2) N (3) S (4) SS (5) F % F % F % F % F % F % Y.1 0 0 4 7 7 12 23 38 26 43 60 100 Y.2 0 0 6 10 10 17 15 25 29 48 60 100 Y.3 0 0 5 8 14 23 19 32 22 37 60 100 Y.4 0 0 1 2 13 22 17 28 29 48 60 100 Y..5 0 0 1 2 11 18 18 30 30 50 60 100 Y6 0 0 1 2 13 22 17 28 29 48 60 100 Y7 0 0 3 5 12 20 21 35 24 40 60 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.12 diatas, menunjukkan distribusi jawaban responden mengenai variabel kepuasan pengunjung, dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan Y1 tentang; pengunjung merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh karyawan, dari 60 responden, sebanyak 26 orang atau 43% menyatakan sangat setuju, 23 oraang atau 38% menyatakan setuju, 7 orang atau 12% menyatakan netral, 4 oranag atau 7% menyatakan tidak setuju.

2. Pada pertanyaan Y2 tentang; pengunjung mendapat pelayanan sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, dari 60 responden, sebanyak 29 orang 48% menyatakan sangat setuju, 15 orang atau 25% meyatakan setuju, 10

(13)

orang atau 17% menyatakan netral, 6 orang atau 10% menyatakan tidak setuju.

3. pada pertanyaan Y3 tentang; pengunjung merasa puas dengan harga tiket wisata yang ditawarkan, dari 60 responden, sebanyak 22 orang atau 37% menyatakan sangat setuju, 19 orang atau 32% menyatakan setuju, 14 orang ataua 23% menyatakana netral, 5 orang atau 8% menyatakan tidak setuju. 4. Pada pertanyaan Y4 tentang; pengunjung merasa senang dan puas terhadap

pelayanan yang dirasakan selama berwisata tour, dari 60 responden, sebanyak 29 orang atau 48% menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 28% menyatakan setuju, 13 orang atau 22% menyatakan netral, 1 orang atau 2% menyatakan tidak setuju.

5. Pada pertanyaan Y5 tentang; pelayanan sudah sesuai dengan harapan pengunjung, dari 60 responden, sebanyak 30 orang atau 50% menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 30% menyatakan setuju, 11 orang atau 18% menyatak netral, 1 orang atau 2% menyatak tidak setuju.

6. Pertanayaan Y6 tentang; merasa puas atas perhatian dan pelayanan yang diberikan oleh karyawan, dari 60 responden, sebanyak 29 orang atau 48% menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 28% menyatakan setuju, 13 orang atau 22% menyatak netral, 1 orang atau 2% menyatak tidak setuju.

7. Pada pertanyaan Y7 tentang; saya akan merekomendasikan kepada orang wisata agro tour, dari 60 responden, sebanyak 24 orang atau 40% menyatakan sangat setuju, 21 orang atau 35% menyatakan setuju, 12 orang atau 20% menyatakan netral, dan 3 orang aatau 5% menyatakan tidak setuju.

4.4. Hubungan Antara Dimensi Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen, Kabupaten Semarang

Hubungan antara dimensi kualitas pelayanan (X) dengan kepuasan pengunjung (Y) Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen, Kabupaten Semarang dapat diketahui dengan menggunakan uji Rank Spearman (rs). Dimensi kualitas pelayanan yang diteliti, meliputi: wujud fisik, kehandalan, daya tanggap, empati dan jaminan.

(14)

Hubungan antara dimensi kulailtas pelayanan dengan kepuasan pengunjung disajikan pada tabel 4.13 di bawah ini:

Tabel 4.13 Hubungan antara Dimensi Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pengunjung Agro Tour.

No. Dimensi Kualitas

Pelayanan (X)

Kepuasan Pengunjung Agro Tour (Y)

rs t hitung t tabel

Kategori Hubungan

1. Wujud Fisik(X1) 0,923** 18,27 2,66 Sangat Kuat

2. Kehandalan (X2) 0,640** 6,34 2,66 Kuat

3. Daya Tanggap (X3) 0,818** 10,81 2,66 Sangat Kuat

4. Empati (X4) 0,293* 7,61 2,66 Lemah

5. Jaminan (X5) 0,829** 11,27 2,66 Sangat Kuat

Sumber: Analisis Data Primer, 2018 Keterangan:

rs =Koefisien Korelasi ** Signifikan pada taraf 0,01 * Signifikan pada taraf 0,05

4.4.1 Hubungan Antara Dimensi Wujud Fisik (X1) Dengan Kepuasan

Pengunjung Agro Tour (Y)

Pada tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (rs) antara wujud fisik dengan kepuasan pengunjung yaitu 0,923 dengan t hitung sebesar 18,27 yang lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 2,66 pada taraf signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ 2,66 t tabel, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen. Nilai korelasi menunjukkan berarah positif, artinya dimensi wujud fisik bahwa hubungan yang positif dan signifikan atau searah. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik dimensi wujud fisik atau tangible yang diberikan oleh pihak jasa pelayanan Agro Tour, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung Agro Tour. Begitu juga sebaliknya semakin buruk dimensi wujud fisik maka semakin rendahnya tingkat kepuasan pengunjung atau pengunjung akan merasa tidak puas atas layanan yang diterimanya. Menurut Tjiptono (2008), mengungkapkan salah satu faktor yang menjadikan kualitas suatu jasa menjadi buruk ialah karena cara berpakaian yang tidak sesuai hal mencakup kerapian, kesegaran dan ekspresi wajah petugas.

Pada tabel juga terlihat bahwa dimensi wujud fisik atau tangible terdapat hubungan yang sangat kuat (0,80-1,00) dengan kepuasan pengunjung Agro Tour.

(15)

Hubungan tersebut dikarenakan dimensi wujud fisik yang memberikan gambaran fisik penyedia jasa seperti fasilitas fisik, perlengkapan, ruang tunggu, tempat parkir yang memadai, toilet, serta penampilan karyawan Agro Tour yang rapi dan menarik. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Parasuraman dalam Tjiptono (2005), mengatakan bahwa tangible atau wujud fisik berkenaan dengandaya tarik fasilitas fisik, perlengkapan, dan material yang digunakan oleh perusahaan, serta penampilan karyawan. Selanjutnya disusul dengan pendapat (Parasuraman, Zeithmal, & Berry, 1988), wujud fisik adalah aspek yang memberikan gambaran fisik penyedia jasa seperti fasilitas fisik, perlengkapan, ruangan,dan penampilan karyawan.

4.4.2 Hubungan Antara Dimensi Kehandalan (X2) Dengan Kepuasan

Pengunjung Agro Tour (Y)

Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (rs) dimensi kehandalan atau reliability sebesar 0,640 dengan nilai t hitung sebesar 6,34 pada taraf 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ 2,66 t tabel, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen. Nilai korelasi menunjukkan berarah positif, artinya dimensi kehandalan atau reliability bahwa hubungan yang positif dan signifikan atau searah. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik dimensi kehandalan atau reliability yang diberikan oleh pihak jasa pelayanan Agro Tour, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung Agro Tour. Begitu juga sebaliknya semakin buruk dimensi kehandalan maka semakin rendahnya tingkat kepuasan pengunjung atau pengunjung akan merasa tidak puas atas layanan yang diterimanya.

Pada tabel juga terlihat bahwa dimensi kehandalan atau reliability terdapat hubungan yang kuat (0,60-0,799) dengan kepuasan pengunjung Agro Tour. Hubungan tersebut dikarenakan dimensi kehandalan yang diberikan oleh pihak jasa layanan Agro Tour sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Sehingga pengunjung merasakan cepat tanggapnya karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, pengunjung juga menganggap pelayanan pembelian tiket wisata di tour sudah baik. Hal sesuai dengan teori Lupiyoadi (2001), mengungkapkan bahwa reliability atau kehandalan mencakup dual hal

(16)

pokol yaitu konsistesi kerja (performance) dan kemampuan untuk dipercaya (dependability) faktor penting yang mempengaruhi kehidupan jasa.

4.4.3 Hubungan Antara Dimensi Daya Tanggap (X3) Dengan Kepuasan

Pengunjung Agro Tour (Y)

Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (rs) dimensi daya tanggap sebesar 0,818 dengan nilai t hitung sebesar 10,81 pada taraf signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ 2,66 t tabel, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen. Nilai korelasi menunjukkan berarah positif, artinya dimensi daya tanggap atau responsiveness bahwa hubungan yang positif dan signifikan atau searah. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik dimensi daya tanggap atau responsiveness yang diberikan oleh pihak jasa pelayanan Agro Tour, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung Agro Tour. Begitu juga sebaliknya semakin buruk dimensi daya tanggap maka semakin rendahnya tingkat kepuasan pengunjung atau pengunjung akan merasa tidak puas atas layanan yang diterimanya.

Pada tabel juga terlihat bahwa dimensi daya tanggap atau responsiveness terdapat hubungan yang sangat kuat (0,80-0,100) dengan kepuasan pengunjung Agro Tour. Hubungan tersebut dikarenakan pelayana jasa Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen sudah memiliki kemampuan yang cukup dalam membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pengunjung, dengan penyampaian informasi yang jelas kepada pengunjung, sehingga pengunjung akan merasa puas dengan hal itu. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Koller (2009), menyatakan daya tanggap yang berkenaan dengan kesediaan membantu pelanggan dan memberikan pemberikan pelayanan tepat waktu. Pelayanan yang tanggap juga sangat dipengaruhi oleh sikap front-line. Salah satunya yaitu kesigapan dan ketulusan dalam menjawab pertanyaan dan permintaan pengunjung. Selain itu pengunjung juga memberikan persepsi yang cukup baik pada petugas tour wisata dalam memberikan informasi secara jelas dan mudah untuk dimengerti oleh pengunjung. Oleh karena itu dari dimensi daya tanggap atau responsiveness pengunjung memberikan perspsi cukup baik dalam

(17)

pelayanan jasa yang diberikan oleh Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen, Kabupaten Semarang.

4.4.4 Hubungan Antara Dimensi Empati (X4) Dengan Kepuasan

Pengunjung Agro Tour (Y)

Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (rs) dimensi empati sebesar 0,293 dengan nilai t hitung sebesar 7,61 pada taraf signifikansi 0,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ 2,66 t tabel, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen. Nilai korelasi menunjukkan berarah positif, artinya dimensi empati atau emphaty bahwa hubungan yang positif dan signifikan atau searah. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik dimensi empati atau emphaty yang diberikan oleh pihak jasa pelayanan Agro Tour, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung Agro Tour. Begitu juga sebaliknya semakin buruk empati maka semakin rendahnya tingkat kepuasan pengunjung atau pengunjung akan merasa tidak puas atas layanan yang diterimanya.

Pada tabel juga terlihat bahwa dimensi empati atau emphaty terdapat hubungan yang lemah (0,20-0,399) dengan kepuasan pengunjung Agro Tour. Hal ini diduga karena nilai korelasinya mendekati 0 (nol). Jika dilihat dari tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan meskipun hubungan yang terjadi lemah. Aspek empati yang ditunjukkan cukup sesuai dalam memberikan pelayanan jasa Agro Tour kepada pengunjung dan berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung atas pelayanan yang diterima. Atau dengan kata lain, empati atau emphaty dalam dimensi kualitas, perlu ditingkatkan lagi untuk meningkatkan kepuasan pengunjung atas pelayanan yang diterima. Tjiptono (2002), menyatakan bahwa empati dalam kualitas pelayanan merupakan aspek keseriusan, pembinaan, dan memberikan imej mengenai pengembangan pemasaran jasa yang harus dipenuhi agar memberikan impact kepada kepuasan pengunjung.

(18)

4.4.5 Hubungan Antara Dimensi Jaminan (X5) Dengan Kepuasan

Pengunjung Agro Tour (Y)

Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi (rs) dimensi jaminan sebesar 0,829 dengan nilai t hitung sebesar 11,27 pada taraf signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ 2,66 t tabel, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pengunjung Agro Tour di Hortimart Agro Center Bawen. Nilai korelasi menunjukkan berarah positif, artinya dimensi jaminan atau assurance bahwa hubungan yang positif dan signifikan atau searah. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik dimensi jaminan atau assurance yang diberikan oleh pihak jasa pelayanan Agro Tour, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung Agro Tour. Begitu juga sebaliknya semakin buruk dimensi jaminan maka semakin rendahnya tingkat kepuasan pengunjung atau pengunjung akan merasa tidak puas atas layanan yang diterimanya.

Pada tabel juga terlihat bahwa dimensi jaminan atau assurance terdapat hubungan yang lemah (0,80-1,00) dengan kepuasan pengunjung Agro Tour. Hubungan tersebut karena jaminan sesuai dengan keinginan pengunjung menjadi salah satu faktor penentu kepuasan. Karena itu, terkait dengan keramahan, dan kesopanan karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, serta pengetahuan karyawan atau pekerja mengenai situasi wisata tour. Hasil ini sejalan dengan pendapat Parasuraman (1994), serta hasil penelitian Cronin (2000) yang menyimpulkan bahwa jaminan yang termasuk kedalam dimensi service quality mempunyai hubungan dan pengaruh yang signifikan dengan kepuasan. Menurut Oemi (1995) menyatakan bahwa dasar-dasar dari suatu pelayanan jasa dalam menjalin suatu kemitraan ialah keyakinan yang ditumbuhkan kepada konsumen. sehingga loyalitas yang akan diberikan sangat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen. Artinya konsumen akan meyakini pelayanan yang diberikan apabila aspek kualitas pelayanan keyakinan dipenuhi berupa sikap yang meyakinkan, motivasi yang ditunjukkan, kesesuaian dalam berbagai pelayanan yang diberikan.

Referensi

Dokumen terkait

Nilai hitung lebih dari nilai tabel dan nilai signifikan kurang dari alpha, artinya hipotesis pertama ( ) ditolak atau ada pengaruh yang signifikan antara gaya

Berdasarkan hasil output SPSS diatas menunjukan t hitung 0.914 &lt; t tabel 1.6660 dengan nilai signifikansi 0.364 &gt; 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa Skeptisime

Hipotesis ini memiliki hubungan yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan. Dikatakan positif karena r hitung

Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat signifikansi 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien mediasi tersebut signifikan yang

Hal ini menunjukan bahwa t hitung &lt; t tabel (0,20 &lt; 1,645) maka H3 ditolak karena tidak terdapat pengaruh antara variabel kepemilikan terkonsentrasi terhadap pengungkapan

Untuk variabel LDR bisa dilihat pada tabel 4.3 memiliki signifikansi 0.000 yang berarti bahwa tingkat signifikansi &lt; 0.005, dengan t hitung sebesar -4.338 yang berarti

Selanjutnya untuk mengetahui signifikan tidaknya hasil penelitian ini, perlu menunjukkan perbandingan antara t hitung dengan t tabel, diketahui dari item uji

Dari hasil perhitungan uji-t diatas diperoleh nilai t-hitung untuk variabel motivasi (X) sebesar 2,897 sedangkan nilai t-tabel pada alpa sebesar 0,05 dan df 28