Harmonisasi Mahasiswa dan Birokrasi
Oleh : Muhammad ShalahuddinDewasa ini banyak sekali permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi, salah satunya adalah ketidakharmonisan antara mahasiswa dan birokrat atau pemangku kepentingan kampus. Mahasiswa sering melakukan aksi demo dan perusakan fasilitas kampus karena menganggap pihak birokrat tidak mendengarkan suara mereka, kemudian pihak birokrasi kampus balik menyerang mahasiswa dengan mempersulit kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Sebelum kita melanjutkan pembahasan tentang mahasiswa dan birokrasi, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa itu mahasiswa dan birokrasi.
Mahasiswa adalah suatu kelompok masyarakat yang mendapatkan status karena terikat dengan perguruan tinggi tempatnya untuk menuntut ilmu sehingga ia dianggap sebagai calon intelektual dan calon sarjana. Pada dasarnya, birokrasi merupakan suatu sistem yang menerapkan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai output yang maksimal dan ideal. Berbicara mengenai ideal tentu apa yang kita bayangkan adalah sebuah kesempurnaan ataupun kemaksimalan hasil dalam suatu tujuan maupun cita-cita (dalam berbagai hal tertentu sesuai dengan angan itu sendiri). Dalam konteks birokrasi, keidealan dapat diukur dengan berjalannya fungsi-fungsi dalam sistem tersebut secara normal dan berkesinambungan. Birokrasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu badan instansi atau organisasi, baik itu dari level terendah seperti rukun tetangga hingga ke tatanan yang lebih tinggi yakni pemerintahan negara.
Jika kita beranggapan bahwa mahasiswa itu dituntut menempuh ilmu tidak hanya akademis saja, itu benar. Tetapi pada kenyataannya, banyak mahasiswa yang tidak menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa. Banyak mahasiswa yang masih merasa menjadi seorang murid SMA yang pasif dan seolah-olah menjadi objek untuk diseolah-olah oleh pihak sekseolah-olah. Padahal, seorang yang menyandang status mahasiswa sudah saatnya lepas dari persepsi yang menganggap dirinya sebagai “raja” tersebut. Sudah saatnya kita menjemput bola, kita yang membutuhkan maka kita yang bergerak.
Selain kesalahan persepsi tersebut, ada satu hal yang lebih penting yang diduga menjadi penyebab timbulnya masalah keterhambatan akslerasi mahasiswa yang sudah sadar dan peka terhadap zaman tersebut. Ketidakharmonisan komunikasi antara mahasiswa dengan pihak birokrasi, misalnya. Dalam hal ini, seorang mahasiswa seringkali kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu yang seharusnya diketahui, seperti beasiswa, pengetahuan tentang transparasi dana, polemik-polemik biaya kuliah, kesenjangan sosial dan lain sebagainya yang terjadi di dalam replika kehidupan, yaitu lingkungan kampus ini.
Komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi itulah yang seringkali menjadi permasalahan ataupun alasan ketidakterhubungan untuk menjadikan sistem yang harmonis dalam lingkungan kampus. Hal ini diakibatkan karena sosialisasi sistem birokrasi yang terlalu rumit tersebut kurang merata sehingga kurang dipahami oleh mahasiswa. Akibatnya, terjadilah banjir opini miring, baik itu dari mahasiswa ke birokrasi maupun birokrasi ke mahasiswa yang dianggapnya apatis. Kesalahpahaman inilah yang menyebabkan kesenjangan-kesenjangan yang mengakibatkan ketidakharmonisan terjadi, sehingga sia-sialah apa yang disediakan untuk mahasiswa dan usaha yang dilakukan oleh birokrasi.
Oleh karena itu diperlukan beberapa usaha atau gerakan untuk memperkecil kesenjangan dan menghilangkan kesalahpahaman antara mahasiswa dan birokrasi. Salah satu yang terpenting adalah komunikasi. Komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi sangat dibutuhkan karena dengan adanya komunikasi maka mahasiswa dan birokrasi dapat memahami dan mengetahui tuntutan-tuntutan atau masalah masing-masing. Komunikasi disini juga harus mengutamakan komunikasi yang transparan tanpa ada intervensi dari pihak manapun agar maksud dan tujuan untuk mempertumakan mahasiswa dan birokrasi dapat berjalan dengan baik. Selain itu baik pihak mahasiswa dan birokrasi harus terlebih dahulu membuka hati dan pikiran masing-masing agar terdapat komunikasi yang saling terbuka dan kritis.
Dengan demikian, mahasiswa dituntut untuk kritis dan berani menyampaikan pikirannya secara terbuka. Sehingga keinginan mahasiswa yang sebelumnya tersekat oleh ketidakpahaman sistem yang dianggap terlalu rumit tersebut bisa diatasi di dalam forum ini supaya menjadi bahan evaluasi serta perbaikan sebuah sistem bersama untuk menuju harmonisasi proses menuntut ilmu yang sehat, serta untuk mewujudkan kampus yang benar-benar siap untuk bersaing dengan kampus lainnya demi kemajuan bersama. Serta untuk mewujudkan salah satu misi setiap kampus, yaitu menyelenggarakan perguruan tinggi yang akuntabel, efisien, efektif, transparan, mandiri, dan sesuai dengan perkembangan zaman.