• Tidak ada hasil yang ditemukan

EMPAT HAL PENTING DALAM PEWARNAAN ALAM (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EMPAT HAL PENTING DALAM PEWARNAAN ALAM (2)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN

DAN PROSES WARNA ALAM

(2)

MENGENAL TEKNIK DAN PENGOLAHAN

WARNA ALAM

 Sebagian besar zat warna dapat diperoleh dari

tumbuhan dengan mengeksplorasi pengambilan zat warna dari tumbuhan menjadi larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil.

 Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik Ekstraksi (pengambilan zat) menggunakan pelarut air.

 Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen–pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik yang terdapat pada

daun, batang, buah, bunga, biji ataupun akar.

(3)

3 HAL PENTING

DALAM PEWARNAAN ALAM

1.

MORDANTING

:

Beberapa zat warna akan

cepat pudar warnanya tanpa proses mordanting

2.

EKSTRAKSI :

Proses Pengambilan ZWA dari

Sumbernya.

3.

FIKSASI :

Proses Penguncian-ikatan antara zat

(4)

PROSES MORDANTING

 Mordant diambil dari bahasa Yunani yang berarti menggigit.

Dalam istilah batik : Bermakna memasukkan unsur aluminium dalam kain dengan teknik merebus dan merendam.

 Resep : 100 gram tawas, 30 gram soda abu, 10 liter air.

Kemudian kain direbus mendidih sambil dibolak-balik dan api dimatikan dan diamkan dalam rendaman selama semalam.

 Atau bisa juga diredam ke dalam larutan TRO terlebih dahulu

(5)

Proses Ekstraksi

 Potong menjadi ukuran kecil -kecil bagian yang akan diekstrak. Masukkan ke dalam panci. Dengan Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna.

 Jika larutan tetap bening berarti tanaman tersebut hampir dipastikan tidak mengandung pigmen warna.

(6)

Proses Pewarnaan

 Basahasi kain/rendam dalam larutan TRO selama 10 menit.

Angkat dan tiriskan

 Isi bak pencelupan dengan larutan Zat Warna Alam secukupnya.  Celupkan kain yang telah direndam ke dalam larutan TRO sambil

diratakan/dibolak-balik. Pastikan seluruh permukaan kain terkena zat warna.

 Tiriskan dan keringkan di tempat yang teduh. Setelah kering

celup kembali ke dalam bak pencelupan seperti semula dan begitu seterusnya hingga diperoleh warna yang diinginkan.

 Setelah diperoleh warna yang maksimal kemudian

diFiksasi/dikunci agar warnanya tidak luntur.

(7)

FIKSASI/PENGUNCIAN WARNA

 Pada akhir proses pewarnaan alam, ikatan antara zat

warna alam yang sudah menempel pada kain masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam seperti tawas, kapur, tunjung. Selain memperkuat ikatan, garam logam juga berfungsi untuk mengubah arah warna.

 Pada kebanyakan warna alam, tawas akan memberikan

arah warna yang sesuai dengan warna aslinya. RESEP:

Tawas 50 gram/liter air

 Kapur akan memberi efek warna lebih tua dan. RESEP:

Kapur 50 gram/liter air

 Tunjung akan memberikan arah warna gelap/tua. RESEP:

Tunjung 5 -10 gram/liter air.

 Pada pewarnaan dengan indigo, fiksasi yang digunakan

(8)

Proses Pelorotan/Ngebyok

Untuk menghilangkan lilin/malam pada kain Batik yang

telah diwarna baik menggunakan pewarna sintetis

maupun pewarna alam adalah direbus yang dalam

istilah perbatikan disebut dengan Nglorot/ngebyok.

Agar lilin/malam yang telah lepas dari bagian motif

batik dan bersenyawa dengan air panas tidak

menempel kembali saat kain diangkat dari tempat

perebusan, maka perlu ditambah zat pembantu seperti

Kanji, Soda abu maupun waterglas. Banyak dan

sedikitnya bisa disesuaikan dengan jumlah air yg

digunakan untuk merebus.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Namun, dalam novel tersebut terdapat fungsi latar sebagai metafora untuk mendukung penokohan yang paling banyak ditemukan dalam isi novel tersebut, dengan jumlah 29 data latar

Untuk memudahkan dalam proses pembuatan benda uji, maka lubang diisi dengan styrofoam diletakkan dibawah garis batas pemisah bagian tarik dan tekan penampang (garis

Pada proses khrom keras ini diperlukan pengaturan rapat arus dan pengaturan waktu proses yang tepat untuk hasil pelapisan permukaan dengan ketebalan yang

[r]

mentah dapat mengalami gejala kekuranga kekurangan protein" 'nzim tripsin ang telah n protein" 'nzim tripsin ang telah berikatan dengan antitripsin akan kehilangan

Asrın Sonuna Kadar Türk Edebi Kültür Haya- tı”, Osmanlı Divan Şiiri Üzerine Metinler, Mehmet Kalpaklı (haz.), İstanbul: Yapı Kredi Yayınları, 1999, s. Dursun Yıldırım

mengoordinasikan kegiatan para Kepala Bagian di lingkungan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku

Android adalah sistem berbasis Linux yang digunakan untuk telepon seluler ( mobile ) seperti telepon pintar ( smartphone ) dan komputer tablet (PDA) Yosef Murya[6]. Berdasarkan latar