MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN
DAN PROSES WARNA ALAM
MENGENAL TEKNIK DAN PENGOLAHAN
WARNA ALAM
Sebagian besar zat warna dapat diperoleh dari
tumbuhan dengan mengeksplorasi pengambilan zat warna dari tumbuhan menjadi larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil.
Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik Ekstraksi (pengambilan zat) menggunakan pelarut air.
Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen–pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik yang terdapat pada
daun, batang, buah, bunga, biji ataupun akar.
3 HAL PENTING
DALAM PEWARNAAN ALAM
1.
MORDANTING
:
Beberapa zat warna akan
cepat pudar warnanya tanpa proses mordanting
2.
EKSTRAKSI :
Proses Pengambilan ZWA dari
Sumbernya.
3.
FIKSASI :
Proses Penguncian-ikatan antara zat
PROSES MORDANTING
Mordant diambil dari bahasa Yunani yang berarti menggigit.
Dalam istilah batik : Bermakna memasukkan unsur aluminium dalam kain dengan teknik merebus dan merendam.
Resep : 100 gram tawas, 30 gram soda abu, 10 liter air.
Kemudian kain direbus mendidih sambil dibolak-balik dan api dimatikan dan diamkan dalam rendaman selama semalam.
Atau bisa juga diredam ke dalam larutan TRO terlebih dahulu
Proses Ekstraksi
Potong menjadi ukuran kecil -kecil bagian yang akan diekstrak. Masukkan ke dalam panci. Dengan Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna.
Jika larutan tetap bening berarti tanaman tersebut hampir dipastikan tidak mengandung pigmen warna.
Proses Pewarnaan
Basahasi kain/rendam dalam larutan TRO selama 10 menit.
Angkat dan tiriskan
Isi bak pencelupan dengan larutan Zat Warna Alam secukupnya. Celupkan kain yang telah direndam ke dalam larutan TRO sambil
diratakan/dibolak-balik. Pastikan seluruh permukaan kain terkena zat warna.
Tiriskan dan keringkan di tempat yang teduh. Setelah kering
celup kembali ke dalam bak pencelupan seperti semula dan begitu seterusnya hingga diperoleh warna yang diinginkan.
Setelah diperoleh warna yang maksimal kemudian
diFiksasi/dikunci agar warnanya tidak luntur.
FIKSASI/PENGUNCIAN WARNA
Pada akhir proses pewarnaan alam, ikatan antara zat
warna alam yang sudah menempel pada kain masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam seperti tawas, kapur, tunjung. Selain memperkuat ikatan, garam logam juga berfungsi untuk mengubah arah warna.
Pada kebanyakan warna alam, tawas akan memberikan
arah warna yang sesuai dengan warna aslinya. RESEP:
Tawas 50 gram/liter air
Kapur akan memberi efek warna lebih tua dan. RESEP:
Kapur 50 gram/liter air
Tunjung akan memberikan arah warna gelap/tua. RESEP:
Tunjung 5 -10 gram/liter air.
Pada pewarnaan dengan indigo, fiksasi yang digunakan
Proses Pelorotan/Ngebyok
Untuk menghilangkan lilin/malam pada kain Batik yang
telah diwarna baik menggunakan pewarna sintetis
maupun pewarna alam adalah direbus yang dalam
istilah perbatikan disebut dengan Nglorot/ngebyok.