• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA ILMIAH PERTUMBUHAN JAGUNG KATA PEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KARYA ILMIAH PERTUMBUHAN JAGUNG KATA PEN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH PERTUMBUHAN JAGUNG

KATA PENGANTAR

Pertama-tama peneliti mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sang HyangWidhi Wasa Tuhan Yang Maha

Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga karya ilmiah yang berjudul “ PENGARUH

CAHAYA MATAHARI TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAHUNG “ ini dapat diselesaikan.

Peneliti mgucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan

karya ilmiah ini. Peneliti menyadari bahwa peneliti merupakan manusia biasa yang mempunyai keterbatasan

dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengansempurna. Begitu pula dengan

karya ilmiah ini yang telah peneliti selesaikan. Tidaksemua hal yang dapat peneliti deskripsikan dengan sempurna dalam karya ilmiah ini. Peneliti melakukannya dengan kamampuan yang peneliti miliki. Maka dari itu

peneliti seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa peneliti memiliki keterbatasan dan kekurangan, peneliti

bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Peneliti menerima kritik dan saran tersebut

guna memperbaiki karya ilmiah di masa yang akan datang.

Dengan menyelesaikan karya ilmiah ini peneliti mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini.

Amlapura, Agustus 2009

(2)

BAB I

PENDAHULUAN.

1.1 Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan pada tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalam maupun dari luar. Salah satu factor

yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari luar yaitu faktor cahaya yang dapat menghambat proses

pertumbuhan batang tanaman karena cahaya dapat menguraikan auksin yaitu salah satu hormon pertumbuhan.

Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan, sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons

sangat jelas terlihat. Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menanggapi stimulus-stimulus ini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme respons

tumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif, namun ini mengimplikasikan tidka adanya perencanaan

yang disengaja pada bagian dari tumbuhan tersebut (Campbell, 2002).

Perkembangan memerlukan suhu yang cocok, banyaknya ir yang memadai, dan persediaan oksigen yang cukup.

Periode dormansi juga merupakan persyaratan bagi perkecambahan banyak biji sebagai contoh, biji buah apel hanya dapat berkecambah setelah masa dingin yang lama. Ada bukti bahwa perkecambahan kimia terbentuk di

dalam bijinya ketika terbentuk. Pencegahan ini lambat laun akan dipecah pada suhu rendah sampai tidak lagi

memadai untuk menghalangi perkecambahan ketika kondisi lainnya membaik (Latunra, dkk., 2009).

Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah,

udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap

air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang

melunak (Latunra, dkk., 2009).Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan

tanaman dimana pada penelitian kali ini mengambil tanaman jagung.

1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian

Menyimpulkan pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan jagung.

Memenuhi tugas biologi bab I mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Pengembangan tanggung jawab Meningkatkan kedewasaan

1.3 Rumusan Masalah

1. Apakah cahaya matahari mempengaruhi proses pertumbuhan jagung ?

2. Bagaimanakah pertumbuhan jagung di tempat yang terang dan di tempat yang kurang cahaya ?

1.4 Hipotesis

1. Cahaya matahari mempengaruhi proses pertumbuhan jagung.

(3)

jagung di tempat terang

1.5 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Amlapura yaitu di Kelas XII PSIA 3 dan waktunya pada hari Jumat, 21 Agustus 2009 sampai dengan Jumat, 28 Agustus 2009

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Tentang Jagung

?Jagung

Klasifikasi ilmiah Kerajaan:

(4)

(tidak termasuk)

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber

pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara)

juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam

sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji,

dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung

yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Berdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika

Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu

teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung (Zea

mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses

domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari

subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan

semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 varietas

(5)

Jagung merupakan salah satu dari tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150

hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap

pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas

teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada

umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.

Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada

kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum.

Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas.

Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak

mengandung lignin.

Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula.

Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma

pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel

epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada

sel-sel daun.

Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap

kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret

dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa

karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam

tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul

dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung

cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). Bunga betina

jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya

adalah tangkai putik.

Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat

mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran

amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin.

Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai

(6)

Tinjauan Tentang Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara

irreversibel, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapat

dinyatakan dengan suatu bilangan. Pertumbuhan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu factor dari dalam maupun dari luar tumbuhan. Salah satu factor pertumbuhan dari luar yaitu cahaya. Cahaya khusunya cahaya matahari

merupakan sumber energi yang penting untuk melaksanakan fotosintesis pada tanaman. Cahaya berpengaruh

terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung. Tanpa adanya cahaya

tumbuhan hijau tak mungkin dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama. Banyaknya cahaya yang diperlukan

oleh tumbuhan berbeda – beda antara tumbuhan satu dengan tumbuhan lainnya. Dalam eksperimen yang dilakukan oleh Boysen-Jensen (1910) menyimpulkan bahwa bahan kimia yang dihasilkan dari bagian ujung

daerah perpanjangan akan turun apabila terkena cahaya matahari dan berpindah ke sisi yang tidak ada sinar

matahari. Sebagai akibatnya sisi tersebut menimbun banyak bahan kimia. Dengan demikian, pertumbuhan pada

bagian yang tidak kena cahaya akan lebih cepat dari pada bagian yang terkena cahaya. Kesimpulannya ada

bahan yang diproduksi oleh sel pada ujung daerah perpanjangan yang turun dari ujung pada sisi yang tidak kena cahaya dan menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang lebih cepat di derah gelap. Pertumbuhan yang cepat di

daerah gelap disebut etiolasi. Frits Wewl (1928) dalam percobaannya menyimpilkan, bahwa bahan kimia

tersebut dapat mempercepat proses pertumbuhan dan dinamakan auksin. Auksin merupakan hormone

pertumbuhan yang ditemukan di ujung batang dan akar serta di tempat pembentukan bunga, buah dan daun.

Biji-bijian dari banyak spesies tidak akan berkecambah pada keadaan gelap, biji-biji itu memerlukan rangsangan cahaya. Karena itu kelihatannya perkecambahan yang dikendalikan cahaya merupakan satu adaptasi tanaman

yang tidak toleran terhadap penaungan. Beberapa peneliti telah memperlihatkan bahwa biji yang peka terhadap

cahaya tidak akan berkecambah dibawah kanopi daun. Cahaya sendiri memiliki suatu intensitas, kerapatan

pengaliran atau intensitas menunjukkan pengaruh primernya terhadap fotosintesis dan pengaruh sekundernya

pada morfogenetika pada intensitas rendah, tetapi sebagian memerlukan energi yang lebih besar (Mancinelli dan Rabino, 1987). Ekologi tanaman dalam kaitannya dengan intensitas cahaya diatur oleh dua hal :

1. Penempatan daun dalam posisi dimana akan diterima intersepsi cahaya maksimum. Berarti diatas kanopi dan

didalam komunitas yang kompleks sebagian besar daun tesebut tidak dapat mencapainya. Karena itu sebagian besar dari daun akan berada pada intensitas cahaya yang kurang dari yang dibutuhkan

2. Fotosintesis dimaksimumkan untuk energi yang diterima, dengan anggapan keadaan ini menjadi dibawah titik

jenuh cahaya untuk fotosintesis normal, sehingga tetap dalam kesinambungan neto karbon yang positif

(pengikatan CO2 untuk fotosintesis lebih besar daripada jumlah yang dikeluarkan pada respirasi dan hasil

karbohidrat). Sehelai daun yang berada pada keseimbangan C yang negative akan memerlukan gula yang diambil dari sisa tanaman dan akan mengurangi ketegaran secara menyeluruh

(7)

Pembentukan zat warna hijau (chlorophyll)

Pertumbuhan tanaman dan kwalitas daripada produksi. Tanaman yang kurang cahayamatahari pertumbuhannya

lemah, pucat dan memanjang

Setiap jenis sayuran menghendaki syarat-syarat yang sangat berlawanan, ada suatu jenis yang menghendaki

penyinaran panjang, ada pula yang pendek. Yang dimaksud penyinaran panjang ialah lebih dari 12 jam, sedang

penyinaran pendek kurang dari 12 jam.

Ketersediaan cahaya bagi pertumbuhan tanaman sangat bermanfaat, karena beberapa proses dalam

perkembangan tanaman dikendalikan oleh cahaya, yang antara lain adalah Perkecambahan

Perpanjangan batang

Membukanya hypocotyls

Perluasan daun

Sistesis klorofil Gerakan batang

BAB III

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan

a. penggaris

b. 2 buah pot

c. tanah yang sudah ditambah pupuk kotoran sapi 2,29 kg

d. air 150 ml

e. 12 biji jagung

3.2 Cara Kerja

Isilah pot A dan B dengan tanah yang sudah diisi pupuk dalam jumlah yang sama pada kedua pot.

Tanam setiap pot dengan 6 biji jagung

Siramlah kedua pot dengan air

Simpan pot B di tempat yang sama sekali tidak terkena cahaya, tetapi memiliki cukup udara sedangkan pot A

simpan pada tempat yang terkena cahaya.

Periksa pertumbuhan setiap biji jagung di wadah A dan B. Ukurlah tinggi jagung dalam setiap wadah setiap hari

(8)

3.3 Teknik Analisis Data

Analisis data yang akan kami gunakan di dalam melakukan penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu

analisis data dari pengamatan alat indra yaitu seperti tinggi tanaman dan analisis data kuantitatif yaitu analisis data melalui bantuan alat ukur berupa penggaris. Pada penelitian yang akan kami lakukan kami akan

menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tabel, dan diagram batang

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang kami lakukan selama satu minggu tentang pengaruh cahaya matahari terhadap

kecepatan pertumbuhan tanaman jagung dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel pertumbuhan jagung pada pot A yang ditempatkan pada tempat yang cukup cahaya. Pot

Biji

Tinggi kecambah hari ke- ( cm )

Rata-Rata

( cm )

1

2

3 4

5

6

7

A

Tempat Cukup Cahaya

1

0,5

2,5 3,9

(9)
(10)

1,8

3,5

5,3

8,5 12,1

14,8

17

9

6

0

2,2

3,6

6 9

10,2

12,2

6,17

Tabel pertumbuhan tanaman jagung pada pot B yang ditempatkan di tempat gelap atau kurang cahaya.

Pot

Biji

Tinggi kecambah hari ke- ( cm )

Rata-Rata ( cm )

1

2 3

4

5

6

7

(11)
(12)

21,4

26,4

30,5

33 19,81

5

3

7,5 20,2

23,7

28

35,5

38,5 22,34

6

1,3

6,2 12,5

15

18

23

24 14,28

GAMBAR TUMBUHAN JAGUNG DI TEMPAT KURANG CAHAYA

SELAMA TUJUH HARI

(13)

SELAMA TUJUH HARI

DIAGRAM PERTUMBUHAN JAGUNG PADA POT A

( TEMPAT TERANG )

y

12

11

10

- - -

9

8

- - -

7

(14)

5

4

3

2

1

0 x

1 2 3 4 5 6

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Dari tinjauan diatas telah dipaparkan bahwa ketersediaan cahaya sangat dibutuhkan salah satunya dalam proses perpanjangan batang. Dari hasil pengamatan selama 7 hari ( lihat pada tabel ) tanaman-tanaman yang diletakkan

pada area cukup cahaya memiliki daun-daun yang lebar dan kelihatan segar tidak layu, sedangkan tanaman yang

diletakkan pada area gelap daunnya kecil-kecil dan kusam agak kekuningan. Hal ini menunjukkan bahwa teori

tentang pentingnya cahaya bagi pertumbuhan suatu tanaman memang benar, dan juga bahwa cahaya merupakan

factor pembentuk warna hijau daun (chlorophyll) dan mensintesisnya. Kareana hasil pengamatan juga membenarkan hal tersebut, daun pada tanaman yang diletakkan pada area cukup cahaya memiliki daun yang

lebih hijau dan segar dibanding yang diletakkan pada area gelap. Untuk panjang batangnya sendiri, tanaman

yang diletakkan pada area gelap lebih panjang dibanding tanaman cukup cahaya, namun demikian panjangnya

tersebut terlihat kurus tidak sehat, lain halnya tanaman yang cukup cahaya walaupun batang lebih pendek

namun terlihat gemuk sehingga mampu menopang daun-daunnya yang lebar. Panjang batang dari tanaman yang diletakkan pada area gelap sebenarnya karena adanya gerak nasti, yaitu usaha tanaman mencari cahaya untuk

(15)

sedangkan daunnya kecil-kecil, karena hasil metabolisme sementara hanya digunakan untuk keperluan

pemanjangan batang dalam pencarian cahaya tadi untuk dapat melakukan fotosintesis dan pemenuhan

nkebutuhan seluruh organ tanaman selanjutnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulannya adalah memang benar cahaya mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, dimana tanaman

jagung yang ditempatkan di tempat yang gelap batangnya lebih tinggi daripada batang tanaman jagung yang

ditempatkan di tempat yang terang.

5.2 Saran

Kami menyarankan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan agar kami dapat mengembangkan

penelitian yang lebih luas untuk kemajuan ilmu dan pembangunan. Kami juga menyarankan kepada peneliti

Gambar

GAMBAR TUMBUHAN JAGUNG DI TEMPAT KURANG CAHAYA

Referensi

Dokumen terkait

Erään isän kokemuksen mukaan on tärkeää, että perhetilan- teet kartoitettaisiin yhdessä oman sosiaalityöntekijän kanssa, koska hakemukset eivät kerro

Data yang dihasilkan pada proses ini digunakan untuk mengetahui aktivitas- aktivitas akademik pada seluruh kegiatan penyelenggaraan pendidikan mulai dari penerimaan mahasiswa sampai

Pada tahap analisis dipaparkan tentang kebutuhan fungsional aplikasi yang digunakan untuk menganalis spektrum kaca dengan komposisi 55TeO2-2Bi2O3-(43-x)ZnO-xEr2O3 (TZB:Er)

o Setelah kita memilih salah satu bentuk diagram, maka PPT 2007 akan "bekerja sama" dengan EXCEL 2007 untuk memasukkan data yang akan diubah dan ditampilkan menjadi

b) Akta Ikrar Wakaf yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf setempat. c) Surat pengesahan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat, mengenai nadzir

Dengan pengertian bahwa teknologi mencakup bioteknologi, dan bahwa akses dan pengalihan teknologi di antara para Pihak merupakan unsur- unsur penting bagi pencapaian tujuan

Hal revolusioner lainnya adalah bahwa Redhat linux menciptakan format paket program RPM yang menjadi standar baku file binner pada Linux, yang kemudian digunakan oleh