• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran dan Fungsi Kurikulum Mata Kuliah P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peran dan Fungsi Kurikulum Mata Kuliah P"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Pengembangan Kurikulum Biologi SM

Peran dan Fungsi Kurikulum

DISUSUN OLEH:

Kelompok 2

Dedi Iskandar 140207144

Desi Sartika Putri 140207193

Cut Putri Nahrisah 150207119

Nisfu Dilla 150207113

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Shalawat beserta salam kami sanjung sajikan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan kealam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Syukur kepada Allah SWT yang memberikan kami kesehatan untuk dapat menyusun makalah ini.

Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih Dosen pengasuh mata kuliah pengembangan kurikulum biologi telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-kekurangan maupun kesalahan yang tidak disengaja. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Banda Aceh, 04 April 2016

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

PENDAHULUAN... 1

A. LATAR BELAKANG... 1

B. RUMUSAN MASALAH... 2

C. TUJUAN PEMBAHASAN... 2

PEMBAHASAN... 3

A. PERAN KURIKULUM... 3

B. FUNGSI KURIKULUM... ...5

PENUTUP ... 15

(4)

A. KESIMPULAN... ...15

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembentukan suatu organisasi yaitu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Begitu pula dengan salah satu organisasi yang sangat besar seperti dunia persekolahan dalam tingkat nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan maka harus dibuat rancangan untuk mencapai tujuan tersebut agar dalam pelaksanaannya terorganisir dan terarah. Oleh karena itulah kita mengenal yang namanya kurikulum.

Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea, suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real, yang tidak dapat diwujudkan ternyata tetap menjadi idea.

Pentingnya peran dan fungsi kurikulum memang sudah ada dalam sistem pendidikan nasional. Ini dikarenakan kurikulum merupakan alat yang krusial dalam merealisasikan program pendidikan, baik formal maupun non formal, sehingga gambaran sistem pendidikan dapat terlihat jelas dalam kurikulum tersebut.

(6)

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Apa saja peranan kurikulum ?

2. Apa saja fungsi – fungsi kurikulum ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Adapun tujuan dari pembahasan dalam makalah ini adalah:

1. Untuk dapat menjelaskan peranan kurikulum.

(7)

BAB II PEMBAHASAN

A. PERAN KURIKULUM

Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan siswa. Kalau kita analisis sifat dari masyarakat dan kebudayaan dimana sekolah sebagai institusi sosial melaksanakan operasinya, maka kita akan menentukan paling tidak 3 jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting, yakni: peranan konservartif, peranan kritis dan evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peranan ini sama pentingnya dan antara ketiganya perlu dilaksanakan secara berkeseimbangan.1

a. Peranan Konservatif

Salah satu tugas dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan adalah mewariskan nilai-nilai dan budaya masyarakat kepada generasi muda yakni siswa. Siswa perlu memahami dan menyadari norma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya, sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat menjunjung tinggi dan berprilaku sesuai dengan norma-norma tersebut. Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu.dikaitkan dengan era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi, yang memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing mengerototi budaya lokal, maka peran konsevatif dalam kurikulum memiliki arti yang sangat penting. Melalui peran konservatif nya, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai luhur masyarakat,sehingga keajekan dan identitas masyarakat akan tetap terpelihara.2

b. Peranan kreatif

1Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung, Remaja

Rosdakarya; 2008), hal. 95

2 Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan

(8)

Peranan kreatif, yaitu peranan kurikulum untuk menciptakan dan menyusun kegiatan-kegiatan yang kreatif dan konstruktif sesuai dengan perkembangan peserta didik dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum harus dapat mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik melalui berbagai kegiatan dan pengalaman belajar yang kreatif, efektif, dan kondusif. Kurikulum harus dapat merangsang pola berpikir dan pola bertindak peserta didik untuk menciptakan sesuatu yang baru sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarga, bangsa dan negara.3

c. Peranan Kritis dan Evaluatif

Kebudayaan senantiasa berubah dan bertambah. Sekolah tidak hanya mewariskan kebudayaan yang ada, melainkan menilai, memilih unsur-unsur kebudayaan yang akan diwariskan. Dalam hal ini, kurikulum turut aktif berpatisipasi dan kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis. Nila-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan masa mendatang dihilangkan dan dan diadakan modifikasi serta dilakukan perbaikan. Dengan demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.4

Dalam proses pengembangan kurikulum ketiga peran pada halaman berikutnya harus berjalan secara seimbang. Kurikulum yang terlalu menonjolkan peran konservatifnya cenderung akan membuat pendidikan ketinggalan oleh kemajuan zaman, sebaliknya kurikulum yang terlalu menonjolkan peran kreatif nya dapat memuat hilangnya nilai-nilai budaya masyarakat.5

B. FUNGSI KURIKULUM

3 Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung, Remaja

Rosdakarya; 2013), hal.17

4 Oemar Hamalik, Pengembangan Kurikulum (Dasar-Dasar dan Perkembangan),

(Bandung, Mandar Maju; 1990), hal. 9

(9)

Pendidikan merupakan persoalan penting bagi semua insan, yang selalu menjadi tumpuan dan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat. Pendidikan juga sebagai alat untuk memajukan peradaban, mengembangkan masyarakat, dan mencetak generasi yang mampu melangkah sesuai dengan apa yang menjadi harapan bangsa.6 Maka di dalam pendidikan diterapkan kurikulum yang berfungsi untuk mencapai tujuan tujuan yang diharapkan. Sebelum kita bicara mengenai fungsi kurikulum, terlebih dahulu akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi. Kata fungsi berasal dari bahasa inggris “function” yang mempunyai banyak arti, diantaranya yang berarti jabatan, kedudukan, kegiatan dan sebagainya.7 Kurikulum merupakan salah satu asas penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, apabila asas ini baik dan kuat, maka dapat dipastikan proses belajar mengajar pun akan semakin lancar sehingga tujuan pendidikan pun akan tercapai.8 Dalam aktifitas belajar mengajar, kedudukan kurikulum sangat krusial karena dengan kurikulum anak didik akan memperoleh manfaat (benefit). Dilihat dari cakupan dan tujuannya menurut McNeil (1990) isi kurikulum memiliki empat fungsi, yaitu: fungsi pendidikan umum (Common and General Education), Suplementasi (Supplementation), Eksplorasi (Esploration) dan, Keahlian (Specialization).

1. Fungsi Pendidikan Umum (Common and General Education)

6 Basuki As’adie, Desain Pembelajaran Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas ),

cetakan pertama, STAIN Ponorogo Press, 2009, hal 115

7 H. Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta, Rineka Cipta; 2010),

hal 12.

8 At Ta`dib Jurnal Kependidikan Islam, volume 4, nomor 2, Fakultas Tarbiyah ISID

(10)

Fungsi pendidikan umum (Common and General Education) yaitu fungsi kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik agar mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Kurikulum harus memberikan pengalaman belajar kepada setiap peserta didik agar mampu menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan, memahami setiap hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dan makhluk sosial. Dengan demikian, fungsi kurikulum ini harus diikuti oleh setiap siswa pada jenjang dan level atau jenis pendidikan manapun.

2. Suplementasi (Supplementation)

Setiap peserta didik memiliki perbedaan baik dilihat dari perbedaan kemampuan, perbedaan minat maupun perbedaan bakat. Kurikulum sebagai alat pendidikan seharusnya dapat memberikan pelayanan kepada setiap siswa sesuai dengan perbedaan tersebut. Dengan demikian setiap anak memiliki kesempatan untuk menambah kemampuan dan wawasan yang lebih baik sesuai dengan minat dan bakatnya. Artinya, peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata harus terlayani untuk mengembangkan kemampuannya secara optimal; sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata juga harus terlayani sesuai dengan kemampuannya.

3. Eksplorasi (Eksploration)

(11)

4. Keahlian (Spesialization)

Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa. Dengan demikian kurikulum harus memberikan pilihan berbagai bidang keahlian misalnya, perdagangan, pertanian, industri atau disiplin akademik. Bidang-bidang semacam itu yang diberikan sebagai pilihan, yang pada akhirnya setiap peserta didik memiliki keterampilan-keterampilan sesuai dengan bidang spesialisasinya. Untuk itu pengembangan kurikulum harus melibatkan para spesialis untuk menentukan kemampuan apa yang harus dimiliki setiap siswa sesuai dengan bidang keahliannya.9

Namun demikian, disamping itu kurikulum bermanfaat bagi anak didik, ia juga mempunyai fungsi fungsi lain yakni:10

1. Fungsi Kurikulum dalam Rangka Pencapaian Tujuan Pendidikan

Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan krusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan sekolah yang bersangkutan. Maksudnya, bila tujuan tujuan yang diinginkan belum tercapai, orang akan cenderung meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu, misalnya dengan meninjau kurikulumnya. Pendidikan tertinggi sampai pendidikan terendah mempunyai tujuan, yaitu tujuan yang akan dicapai setelah berakhirnya aktifitas belajar.

Di Indonesia ada 4 tujuan pendidikan utama yang secara hirarkis dapat ditemukan, yaitu:

 Tujuan Nasional

9 Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran...hal.

10 Abdulah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, cetakan pertama, Yogyakarta:

(12)

Tujuan pendidikan nasional yaitu tujuan dari keseluruhan satuan, jenis dan kegiatan pendidikan, baik pada jalur pendidikan formal, informal dan nonformal dalam konteks pembangunan nasional.

 Tujuan Institusional

Tujuan instruksional adalah tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan instruksional atau pembelajaran.

Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicita citakan, tujuan tujuan tersebut meski dicapai secara bertingkat yang saling mendukung, sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan (pendidikan )11

2. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah

Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah merupakan pedoman untuk mengatur dan membimbing kegiatan sehari sehari di sekolah, baik kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler. Pengaturan kegiatan ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih, seperti jenis program pendidikan apa yang sedang dan akan dilaksanakan, bagaimana prosedur pelaksanaan program pendidikan, kapan dan dimana program pendidikan dilaksanakan. Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut menguasai program adminitrasi kurikulum dan mengontrol kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan agar sesuai kurikulum yang berlaku.

(13)

Disinilah pentingnya pemerintah melibatkan kepala sekolah dalam merancang kurikulum, termasuk sosialisasi kurikulum baru.

3. Fungsi Kurikulum Bagi Setiap Jenjang Pendidikan.

Sering kita mendengar, bahwa perguruan tinggi mengeluh tentang mutu lulusan SLTA yang kurang memadai. Para guru di SLTA memberikan alasan, karena terdapat kelemahan pada lulusan SMP. Guru SMP tidak mau menerimanya begitu saja, akhirnya melemparkan kelemahan itu kepada SD. Guru-guru di SD inilah yang menjadi tumpuan masalah. Tindakan saling melemparkan kekurangan atau kesalahan bukan merupakan solusi yang terbaik, karena dapat menimbulkan persoalan yang semakin meruncing. Salah satu jalan keluarnya ialah setiap jenjang pendidikan harus sama-sama saling menyesuaikan dan mempelajari kurikulum pada sekolah-sekolah yang ada di bawah atau di atasnya. Jadikanlah kurikulum SD sebagai dasar pertimbangan untuk mengembangkan kurikulum SMP, dan kurikulum SMP sebagai bahan pertimbangan pengembangan kurikulum di SMA. Begitulah seterusnya sampai di perguruan tinggi. Melalui cara seperti itu, maka kesinambungan kurikulum pada semua jenjang pendidikan akan semakin jelas. Bagi sekolah yang berada diatasnya, kurikulum merupakan pengembangan atau lanjutan dari pendidikan sebelumnya.

Dengan demikian, fungsi kurikulum bagi setiap jenjang pendidikan ialah:

 Fungsi kesinambungan, yaitu sekolah pada tingkat yang lebih atas harus

mengetahui dan memahami kurikulum sekolah yang dibawahnya, sehingga dapat dilakukan penyesuaian kurikulum,

(14)

4. Fungsi Kurikulum Bagi Guru

Dalam praktik, guru merupakan ujung tombak pengembangan kurikulum sekaligus sebagai pelaksana kurikulum di lapangan. Guru juga sebagai faktor kunci (key factor) dalam keberhasilan suatu kurikulum. Bagaimanapun baiknya suatu kurikulum disusun, pada akhirnya akan sangat bergantung dengan kemampuan guru di lapangan. Efektifitas suatu kurikulum tidak akan tercapai, jika guru tidak dapat memahami dan melaksanakan kurikulum dengan baik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran. Artinya, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengembang kurikulum, tetapi juga sebagai pelaksana kurikulum.

Guru betul-betul dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan kurikulum itu sendiri, perkembangan IPTEK, perkembangan masyarakat, perkembangan psikologi belajar, dan perkembangan ilmu pendidikan. Guru harus memiliki kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi personal, dan kemampuan sosial secara seimbang dan terpadu. Bagi guru, memahami kurikulum merupakan suatu hal yang mutlak dan harga mati. Segala sesuatu yang dikerjakan oleh guru dan disampaikan kepada peserta didik harus sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Guru dengan kurikulum tidak bisa dipisahkan, tetapi harus merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga menjadi satu raga.12

5. Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas

Bagi pengawas, kurikulum akan berfungsi sebagai panduan dalam melaksanakan supervisi. Dengan demikian, dalam proses pengawasan para pengawas akan dapat menentukan apakah program sekolah termasuk pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan tuntunan kurikulum atau belum, sehingga berdasarkan kurikulum itu juga pengawas dapat memberikan saran perbaikan.

(15)

6. Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedangkan masyarakat adalah konsumennya. Sudah tentu antara konsumen dan produsen harus sinkron. Kurikulum sekolah outputnya harus dapat link and match dengan kebutuhan masyarakat.13 Dengan mengetahui suatu kurikulum sekolah, masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangka memperlancar program pendidikan, serta dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah. Sehingga sekolah dapat melahirkan generasi-generasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Presepsi yang salah jika menganggap manfaat kurikulum hanya dapat diambil oleh pihak-pihak yang terkait dalam dunia sekolah saja. Memang pada dasarnya yang mengembangkan sebuah kurikulum adalah sekolah, namun seperti yang telah dibahas, manfaat dari sebuah kurikulum sangatlah luas. Semua pihak dapat mengambil manfaat dari sebuah kurikulum, dan kurikulum memberikan manfaat tersendiri dari tiap dimensinya.14

7. Fungsi Kurikulum Bagi Orang Tua

Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan baik bagi penyelenggaraan program sekolah, maupun membantu putra/putri mereka belajar dirumah sesuai dengann program sekolah. Melalui kurikulum orang tua akan mengetahui tujuan yang harus dicapai serta ruang lingkup materi pelajaran.

8. Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan

Instansi atau perusahaan manapun yang mempergunakan tenaga kerja lulusan suatu lembaga pendidikan tentu menginginkan tenaga kerja yang

13 H. Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum...hal 18.

(16)

bermutu tinggi dan mampu berkompetisi agar dapat meningkatkan produktifitasnya. Biasanya, para pemakai lulusan selalu melakukan seleksi yang ketat dalam penerimaan calon tenaga kerja. Seleksi dalam bentuk apa pun tidak akan membawa arti apa-apa jika instansi tersebut tidak mempelajari terlebih dahulu kurikulum yang telah ditempuh oleh para calon tenaga kerja tersebut. Bagaimanapun, kadar pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dimiliki calon tenaga kerja, merupakan produk dari kurikulum yang ditempuhnya. Para pemakai lulusan harus mengenal kurikulum yang telah ditempuh calon tenaga kerja. Studi kurikulum akan banyak membantu pemakai lulusan dalam menyeleksi calon tenaga kerja yang handal, enerjik, disiplin, bertanggung jawab, jujur, ulet, tepat dan berkualitas.15

9. Fungsi Pendidikan Bagi Siswa

Bagi siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai pedoman belajar. Melalui kurikulum siswa akan memahami apa yang harus dicapai, isi atau bahan pelajaran apa yang harus dikuasai, dan pengalaman belajar apa yang harus di lakukan untuk mencapai tujuan.

Berkaitan dengan fungsi kurikulum, alexander Inglis ( dalam Hamalik, 1990) mengemukakan enam fungsi kurikulum untuk siswa, yaitu :

a. Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)

Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well ad-justed yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkun-gan fisik maupun lingkunlingkun-gan sosial. Lingkunlingkun-gan itu sendiri senantiasa men-galami perubahan dan bersifat dinamis. Oleh karena, siswa pun harus memi-liki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.

(17)

b. Fungsi Integrasi (the integrating function)

Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan yang harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakatnya.

c. Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)

Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa setiap siswa memiliki perbedaan baik dari aspek fisik maupun psikis yang harus dihargai dan dilayani dengan baik.

d. Fungsi persiapan (the propaedeutic function)

Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kurikulum juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat hidup dalam masyarakat seandainya karena sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya

e. Fungsi Pemilihan (the selective function)

(18)

f. Fungsi Diagnostik (the diagnostic function)

Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan(potensi) dan kelemahan yang dimilikinya. Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri potensi kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.16

BAB II PENUTUP

A. KESIMPULAN

16 Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pengembangan,

(19)

1. Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni mempersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup dimasyarakat.

2. Kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran konservatif, peranan kreatif, serta peran kritis dan evaluatif.

3. Dalam proses pengembangan kurikulum ketiga peran tersebut harus berjalan secara seimbang. Kurikulum yang terlalu menonjolkan peran konservatifnya cenderung akan membuat pendidikan ketinggalan oleh kemajuan zaman, sebaliknya kurikulum yang terlalu menonjolkan peran kreatif nya dapat memuat hilangnya nilai-nilai budaya masyarakat

4. Kurikulum merupakan salah satu asas penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, apabila asas ini baik dan kuat, maka dapat dipastikan proses belajar mengajar pun akan semakin lancar sehingga tujuan pendidikan pun akan tercapai.

5. Dalam aktifitas belajar mengajar, kedudukan kurikulum sangat krusial karena dengan kurikulum anak didik akan memperoleh manfaat (benefit), isi kurikulum memiliki empat fungsi, yaitu: fungsi pendidikan umum (Common and General Education), Suplementasi (Supplementation), Eksplorasi (Esploration) dan, Keahlian (Specialization).

6. Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan krusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan sekolah yang bersangkutan

7. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah merupakan pedoman untuk mengatur dan membimbing kegiatan sehari sehari di sekolah, baik kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.

(20)

9. Fungsi kurikulum bagi guru yaitu sebagai pengembang kurikulum, tetapi dan sebagai pelaksana kurikulum.

10. Bagi pengawas, kurikulum akan berfungsi sebagai panduan dalam melaksanakan supervisi.

11. Bagi masyarakat, kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedangkan masyarakat adalah konsumennya. Sudah tentu antara konsumen dan produsen harus sinkron.

12. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan baik bagi penyelenggaraan program sekolah, maupun membantu putra/putri mereka belajar dirumah sesuai dengann program sekolah.

13. Bagi siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai pedoman belajar, yang terdiri atas fungsi penyesuaian, fungsi integrasi, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik.

(21)

Arifin, Zainal, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, Bandung, Remaja Rosdakarya; 2013

As’adie, Basuki Desain Pembelajaran Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas ), cetakan pertama, STAIN Ponorogo Press, 2009

Dakir,H., Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta, Rineka Cipta; 2010

Fitria, Risca, Fungsi Kurikulum, https://chav3a.wordpress.com/2009/10/21/fungsi-kurikulum.html

Hamalik, Oemar, Manajemen Pengembangan Kurikulum, Bandung, Remaja Rosdakarya; 2008.

Idi, Abdullah, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, cetakan pertama, Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007

Sanjaya, Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta, Kencana; 2008

Ta`dib, Jurnal Kependidikan Islam, volume 4, nomor 2, Fakultas Tarbiyah ISID Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, 1429 H

Referensi

Dokumen terkait

Aspek morfologi keong mas: bentuk cangkang keong mas hampir mirip dengan siput sawah yang disebut gondang, bedanya cangkang keong mas berwarna kuning keemasan hingga

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA.. MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN SISWA KELAS XI TO A

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER.. UNIVERSITAS

Mengajukan PERUBAHAN DATA RINCI saya sebagi PTK sesuai dengan kondisi terbaru dan berdasarkan dokumen legal yang benar. Dan saya juga bersedia menyediakan dokumen pendukung

banyak digunakan untuk pemecahan masalah, ciri khas pada tipe TAI ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah. dipersiapkan oleh

Setelah melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di SMP Negeri 04 Semarang, banyak nilai tambah yang praktikan peroleh antara lain mengetahui peran dan

Berdasarkan hasil penelitian di atas yang menjadi faktor utama sehingga tidak ada pembagian harta waris di Desa Paduran Mulya adalah lemahnya Ilmu

Kedua, TRB yang dalam kedudukannya sebagai cerita normatif atau biasa juga disebut sastra berguna jelas memiliki kandungan yang sarat dengan gambaran sikap serta pola tingkah