KONSEP PERKEMBANGAN KOGNITIF DARI JEAN PIAGET
A.Perkembangan Dan Kognitif
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI)kata perkembangan berasal dari kata benda dan sifat dasar“kembang”yang berarti “tidak maju,bunga”yang di beri imbuhan “pe-an”di bagian depan dan belakangnya sehingga menjadikan kata tersebut sebagai kata kerja yang bermakna “membentang,mekar terbuka,menjadi besar,menjadi bertambah sempurna,menjadi bertambah banyak.
Sedangkan kata kognitif merupakan jenis kata keterangan(adverbia) yang mempunyai arti “berhubungan atau melibatkan kognisi,berdasarkan kepada pengetahuan faktual yang empiris(nyata)”,merupakan turunan dari kata kognisi yang berjenis kata benda yang mempunyai arti,1.kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan(termasuk,kesadaran,perasaan,dsb)atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri;2.hasil pemerolehan pengetahuan;3.dalam ilmu sosial:proses,pengenalan,dan penafsiran lingkungan oleh seseorang.
Dari dua pengertian etimologis di atas,kami menarik kesimpulan sebagai berikut;perkembangan kognitif adalah kegiatan bertambahnya kemampuan individu dalam memperoleh,memproses,dan menafsirkan keadaan lingkungan sekitarnya dalam rentang persepsi dirinya sendiri.
B.Kajian Tentang “Perkembangan Kognitif”Dalam Perspektif Psikologi
Pada awal mulanya,kajian mengenai perkembangan kognitif oleh para pakar psikologi era pra kontemporer berpijak kepada landasan bahwasanya perkembangan kognitif pada diri individu-yang di mulai pada masa anak-anak- tergantung kepada faktor biologi-maturasi,yang memberikan bobot kepada komponen “alam” dari proses perkembangan,seperti contoh teori yang di ajukan oleh C.G.Jung,Alfred Adler,eriksen,dll.
Selain itu,era ini juga di dominasi oleh pandangan lingkungan-belajar,yang memberikan bobot hampir sepenuhnya kepada komponen “pengasuhan”,seperti contoh teori yang di kemukakan oleh bandura,lewin,dll.
Sesudah psikologi mencapai era kontemporer,pemikiran tentang perkembangan kognitif berfokus kepada interaksi antara kemempuan maturitas alami anak dan interaksinya dengan lingkungan,pandangan ini di pengaruhi oleh salah satu tokoh psikologi kontemporer,yakni jean piaget(1896-1980).
Berdasarkan observasinya,piaget yakin bahwa kemampuan berfikir dan bernalar pada individu berkembang melalui sejumlah stadium yang berbeda secara kualitatif bersamaan dengan kematangan mereka.stadium tersebut bisa di gambarkan dengan bagan sebagai berikut:
Sedangkan karakterisasi dari setiap stadium adalah sebagai berikut:
Stadium
Mengenali self sebagai pelaku suatu tindakan dan mulai bertindak dengan sengaja,misalnya,menarik tali mobil-mobilan
mencapai kepermanenan objek;menyadari bahwa benda-benda terus ada wlaupun tidak lagi terperangkap oleh indra.
Belajar Menggunakan Bahasa dan untuk merepresentasikan objek dengan cita dan kata Egosentrik;mengalami kesulitan dalam memandang dari sudut pandang orang lain
mengklasifikasikan objek dengan ciri tunggal.
Dapat berfikir secara kongkret tentang objek dan peristiwa
mengklasifikasikan objek menurut beberapa ciri dan dapat mengurutkannya secara serial.
Dapat berfikir secara logis tentang massalah abstrak dan menguji hipotesis secara sistematis
Teori piaget merupakan salah satu penemuan penting dalam perkembangan psikologi,ia telah merevolusi cara pikir tentang perkembangan kognitif anak dan telah memberi banyak inspirasi kepada banyak sekali riset tentang perkembangan kognisi.
Meskipun begitu,metoda yang lebih baru dan canggih dalam pengujian fungsi intelektual pada bayi mengungkapkan bahwa piaget masih memandang rendah kemempuan mereka,kritik juga datang dari arah konsep piaget tentang kepermanenan objek,konservasi,dan juga pertimbangan moral.
Referensi :