• Tidak ada hasil yang ditemukan

097 berpikir kritis dalam menyelesaikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "097 berpikir kritis dalam menyelesaikan"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

Be r fik ir Kr it is da n

Be r fik ir Kr it is da n

Pe m e ca h a n M a sa la h

Pe m e ca h a n M a sa la h

Penyusun:

Bevina D. Handari Kiki A S

(2)

B

ik i K it i

d l

(3)
(4)

Be rfik ir K rit is

wBerfikir kritis adalah sekumpulan keahlian yang kita gunakan sehari hari dan diperlukan untuk

gunakan sehari‐hari dan diperlukan untuk

(5)

Be rfik ir K rit is

wKarakter (ciri‐ciri) dari orang yang berfikir kritis adalah sbb

adalah sbb

ƒ Mempunyai kemampuan analisis yang baik

ƒ Mempunyai kemampuan komunikasi yang efektifMempunyai kemampuan komunikasi yang efektif ƒ Memperoleh informasi yang baik dan memiliki

kemampuan melakukan penelitian

ƒ Mempunyai sifat fleksibel dan toleran terhadap kerancuan dan ketidak pastian

ƒ Mempunyai pemikiran terbuka ƒ Mempunyai pemikiran terbuka

ƒ Pencari solusi masalah yang kreatif

ƒ Mempunyai perhatian dan hasrat ingin tahu yangMempunyai perhatian dan hasrat ingin tahu yang besar

(6)

Slide 5

(7)

Se git iga T ingk a t a n Be rpik ir

An a lisa

hambatan

I n t e r pr e t a si

Pe n ga la m a n

Pe n ga la m a n

(8)

Se git iga T ingk a t a n Be rpik ir

Hambatan dapat timbul disebabkan oleh berbagai hal antara lain: Hambatan dapat timbul disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: • Merasa terlalu nyaman dengan kondisi saat ini

• Keengganan untuk berubah •Pemikiran yang sempitPemikiran yang sempit

(9)

Pe nga la m a n

An a lisa • Merupakan level pertama dalam

tingkatan berpikir

I n t e r pr e t a si

tingkatan berpikir.

• Termasuk pengalaman yang dialami sendiri dan penerimaan informasi serta

f k f k i i di i d i

Pe n ga la m a n fakta-fakta empiris yang diterima dari

sumber lain.

• Merupakan dasar dari pemikiran kritisp p dan argumentasi.

• Menyediakan bahan untuk interpretasi dan analisis

dan analisis.

• Pada level ini, kita cenderung hanya menggambarkan pengalaman kita

d i d b h t k

(10)

Cont oh Pe nga la m a n

w Saya ditolak oleh pekerjaan dimana saya sudah diwawancara.

w Mardi membantu membukakan pintu ketika saya hendak

w Mardi membantu membukakan pintu ketika saya hendak

keluar.

w Kloning manusia merupakan sesuatu yang ilegal di Amerika

Serikat.

w Pada pemilihan presiden Amerika tahun 2004, hanya 58,4 

persen dari seluruh warga Amerika yang memenuhi syarat

persen dari seluruh warga Amerika yang memenuhi syarat

sebagai pemilih yang memberikan suara. Untuk warga usia

antara 18 hingga 25 tahun persentasenya bahkan lebih

rendah, yaitu 41,9 persen.

w Silk Road atau jalur sutra adalah julukan untuk jalur perdagangan antara Asia dan Eropa di zaman dahulu

(11)

I nt e rpre t a si

An a lisa

Merupakan level kedua dalam tingkatan

I n t e r pr e t a si

berpikir.

• Merupakan usaha untuk membuat

pengalaman agar dapat dimengerti Pe n ga la m a n

pengalaman agar dapat dimengerti.

• Meliputi : interpretasi individual

terhadap pengalaman, pandangan

d d k lt l

umum, dan pandangan kultural.

• Sebagian dari interpretasi kita mungkin

berdasarkan informasi yang cukup dan sebagian lainnya mungkin hanya

berdasarkan pendapat, perasaan pribadi, atau praduga

(12)

Ana lisa

An a lisa • Merupakan level ketiga dalam

ti k t b iki

I n t e r pr e t a si

tingkatan berpikir.

• Pada tingkatan ini kita perlu

meningkatkan tingkatan berpikir kita

Pe n ga la m a n dan secara kritis menentukan

interpretasi-interpretasi untuk sebuah pengalaman, juga untuk pengalaman-pengalaman, juga untuk pengalaman pengalaman lainnya, menolak untuk menerima menentukan apakah

interpretasi ak rat ata interpretasi interpretasi akurat atau interpretasi

terlalu umum untuk suatu pengalaman.

(13)

Cont oh 1

Pe n ga la m a n Saya tidak diterima pada pekerjaan dimana saya sudah diwawancara.

I n t e r pr e t a si Saya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut karena saya tidak iliki k k i

An a lisa p

memiliki koneksi yang tepat.

Apakah yang menyebabkan saya tidak mendapatkan

k j d l h k k i k k

(14)

Cont oh 2

Pe n ga la m a n Mar dihendak keluar.m em bant u m em bukakan pint u ket ika saya

I n t e r pr e t a si Mardi adalah seseorang yang berpikir wanita terlalu lemah k b k i k k di i

An a lisa p

untuk membuka pintu untuk mereka sendiri.

(15)

Be rpik ir K rit is

Berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam proses pemecahan masalah

pemecahan masalah.

Untuk lebih dapat berpikir kritis berikut langkah Untuk lebih dapat berpikir kritis berikut langkah‐

langkah yang harus dicermati dalam membaca sebuah masalah:

masalah:

9 Menentukan apakah ada informasi yang hilang,

9 Menentukan apakah ada informasi yang tidak

(16)

Be rpik ir K rit is

Menentukan informasi yang hilang

Hilangn a sat informasi penting dapat menghalangi Hilangnya satu informasi penting dapat menghalangi pemecahan masalah

Contoh:

Setiap hari atmosfir bumi dibombardir oleh 10p 22 joulej  radiasi

solar (1 J = 0,239 kal). Jumlah energi ini cukup untuk

memenuhi kebutuhan energi populasi manusia selama 25  tahun

tahun.

(17)

Be rpik ir K rit is

Menentukan informasi yang tidak relevan/ penting

Pada masalah mungkin terdapat informasi yang keberadaannya Pada masalah mungkin terdapat informasi yang keberadaannya  tidak dibutuhkan dalam pemecahan masalah.

Contoh:

Pada suatu penelitian, peneliti menyebarkan low concentrations of 

dissolved iron di laut seluas 72 km2 kemudian diukur perubahan dissolved iron di laut seluas 72 km2, kemudian diukur perubahan 

kepadatan phytoplankton dalam periode 7 hari. Pengukuran 

dilakukan terus‐menerus dalam periode tersebut. Terjadi 

i k h l k d l j l h b di j kk

peningkatan phytoplankton dalam jumlah besar yang ditunjukkan 

(18)

Be rpik ir K rit is

Perhatikan bahwa kalimat:

“Pengukuran dilakukan terus‐menerus dalam periode tersebut” 

bukan merupakan informasi yang penting. Informasi ini hanya

j l k b i k dil k k

(19)
(20)

Est im a si

Saat ini banyak tersedia alat Saat ini banyak tersedia alat  bantu hitung yang berfungsi  membantu kita dalam kegiatan  yang melibatkan perhitungan, seperti kalkulator, komputer,  dan lain lain

dan lain‐lain. 

Namun,, contoh berikut 

menunjukkan bahwa kita hanya  membutuhkan estimasi dari solusi 

l h b k l b hi

ESTI M ASI

(21)

Est im a si

CONTOH 1 : 

Mengestimasi jumlah kandang burung.

Sebuah kandang burung merpati dapat Sebuah kandang burung merpati dapat  memuat sampai 4 burung. Berapa 

(22)

Est im a si

D k l t b t hit di l h il i

(23)

Est im a si

Jadi, untuk dapat memuat sampai 14 burung  dibutuhkan 4 kandang burung

dibutuhkan 4 kandang burung.

Pada contoh ini harus digunakan pembulatan ke atas  d i bil 3 5 k bil b l t b ik t

(24)

Est im a si

CONTOH 2 : CONTOH 2 : 

Membandingkan proporsi pekerja sesuai rentang usia

Sebuah pabrik elektronik memiliki buruh pabrik dengan  rentang usia 18‐22 tahun sebanyak 85 buruh laki‐laki dari  total  150 buruh di rentang usia tersebut. Dari  275 buruh di  rentang usia 23‐27 tahun terdapat 120 buruh laki‐laki. 

Rentang usia mana yang memiliki proporsi buruh laki‐laki  yang lebih besar?

(25)

Est im a si

Untuk rentang usia 18 22 tahun terdiri dari 85 buruh laki laki Untuk rentang usia 18‐22 tahun, terdiri dari 85 buruh laki‐laki  dan 150‐85=65 buruh perempuan. 

Berarti ppada rentangg usia tersebut,, lebih dari separuhnyap y  adalah  buruh laki‐laki. 

P i b h d t

Pr opor si bu r u h pa da r e n t a n g u sia 1 8 - 2 2 t a h u n

Laki- laki

(26)

Est im a si

Rentang usia 23 27 tahun terdiri dari 120 buruh laki laki dan Rentang usia 23‐27 tahun terdiri dari 120 buruh laki‐laki dan  275‐120 = 155 buruh perempuan. 

Berarti jjumlah buruh laki‐laki kurangg dari separuhp  jumlahj  buruh  di rentang usia tersebut. 

P i b h d t

Pr opor si bu r u h pa da r e n t a n g u sia 2 3 - 2 7 t a h u n

Laki- laki

(27)

Est im a si

(28)

Est im a si

Tujuan

1.Menggunakan teknik‐teknik estimasi untuk

k l i d k

menentukan solusi pendekatan, 

(29)

Est im a si

MENGGUNAKAN TEKNIK‐TEKNIK ESTIMASI UNTUK  MENEMUKAN SOLUSI PENDEKATAN

MENEMUKAN SOLUSI PENDEKATAN

Estimasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk  memperoleh solusi aproksimasi dari suatu masalah.

Estimasi dapat membantu kita menentukan apakah 

t hit k k l t tid k

(30)

Est im a si

BEBERAPA CONTOH ESTIMASI :

9 Sekitar 80% gempa bumi terbesar di dunia terjadi di  kawasan lingkaran api (the Ring of Fire) yaitu daerah kawasan lingkaran api (the Ring of Fire), yaitu daerah  dengan aktivitas geologi yang sangat tinggi.

9 Tsunami di Aceh menelan korban lebih dari 184.000  orang di 14 negara

(31)

Est im a si

9 Rata‐rata ketinggian 7 benua di atas permukaan laut  adalah 840 meter. Mt. Everest adalah permukaan  tertinggi dengan ketinggian 8848 m di atas

tertinggi dengan ketinggian 8848 m di atas 

permukaan laut dan Laut Mati terendah dengan  ketinggian 400 m di bawah permukaan laut.

ketinggian 400 m di bawah permukaan laut.

9 Sekitar 75% gunung‐gunung di dunia berada pada

9 Sekitar 75% gunung gunung di dunia berada pada  daerah lingkaran api, dan sekitar 600 gunung 

(32)

Est im a si

Beberapa teknik estimasi :

ƒPembulatan bilangan asli

Contoh : Contoh : 

123.436 dibulatkan menjadi 123.440, dinotasikan 123.436 ≈ 123.440.

Notasi ≈ berarti “diaproksimasi dengan”

ƒPembulatan desimal sebuah bilangang

Contoh : 

(33)

Est im a si

Pembulatan bilangan asli

Perhatikan digit disebelah kanan dari digit     bilangan  yang akan dibulatkan

yang akan dibulatkan.

C t h b l tk 123 436 k l h t d k t

Contoh: bulatkan 123.436 ke puluhan terdekat.

123.4 3 6 Digit di sebelah kanan 3 adalah 6

(34)

Est im a si

Pembulatan bilangan asli

(35)

Est im a si

Pembulatan bilangan asli

Jika digit di kanan bernilai kurang dari 5, nilai digit yang 

akan dibulatkan tidak berubah dan gganti semua digitg  di 

kanannya dengan nol.

(36)

Est im a si

Pembulatan

 

desimal

 

sebuah

 

bilangan

Dengan menggunakan aturan yang sama dengan 

b l bil li d dil k k b l

pembulatan bilangan asli dapat dilakukan pembulatan  desimal pada sebuah bilangan.

Contoh:

P b l 3 14159 k d k d l h

(37)

Est im a si

Estimasi

 

dengan

 

pembulatan

Misalkan anda berbelanja di pasar membeli beberapa  barang yang berturut‐turut berharga

barang yang berturut turut berharga  Rp 12.550, Rp 13.250, Rp 8.600, 

Rpp 10.500,, p Rp 10.250 dan Rpp 5.450. 

Penjual mengatakan anda harus membayar 

(38)

Est im a si

Estimasi dengan pembulatan ke sepuluh ribu terdekat: Rp 12.550 ≈ Rp 13.000,

Rp 13.250 ≈ Rp 13.000, Rp 8.600 ≈ Rp 9.000, Rp 10.500 ≈ Rp 11.000, R 10 250 R 10 000 Rp 10.250 ≈ Rp 10.000, 

Rp 5.450 ≈ Rp 5.000.

(39)

St

t

i P

h

(40)

PEN DAH U LU AN

Materi yang akan anda dipelajari pada topik ini akan  membantu Anda dalam memecahkan masalah masalah membantu Anda dalam memecahkan masalah‐masalah  anda sehari‐hari, seperti :

¾ apakah Anda akan membeli rumah atau  cukup  menyewa saja,

menyewa saja, 

¾ bagaimana menyelesaikan tugas yang cukup

(41)

PEN DAH U LU AN

Masalah di dunia nyata jauh lebih kompleks dari 

masalah masalah yang ada dalam pembahasan topik masalah‐masalah yang ada dalam pembahasan topik  ini, namun dengan mempelajari topik ini tanpa anda  sadari akan memampukanp  anda menggunakangg  konsepp  matematika dalam kehidupan anda sehari‐hari. 

(42)

PEN DAH U LU AN

Yang perlu dipahami adalah proses pemecahan

masalah membutuhkan kesabaran dan pengalaman masalah membutuhkan kesabaran dan pengalaman.   Dengan bekerja secara cerdik, walau harus melalui

kerja keras,j , akan membantu anda menjadi pemecahj p masalah yang hebat.

Pemecahan masalah membutuhkan:

1.Persiapan

2.Waktu untuk berpikir

3.Ide untuk memecahkan masalah

(43)

Sya ra t Pe m e c a ha n M a sa la h

1.Persiapan

Misalkan anda diberi tugas untuk membuat iklan

promosi produk telekomunikasi baru Maka anda harus promosi produk telekomunikasi baru. Maka anda harus mempelajari fitur‐fitur produk, mencobanya, dan

(44)

Sya ra t Pe m e c a ha n M a sa la h

2.Waktu Untuk Berpikir

Jika solusi masalah yang diperoleh makin tidak 

mendekati solusi yang dicari alihkan perhatian anda ke mendekati solusi yang dicari, alihkan perhatian anda ke  hal lain sejenak. Anda dapat kembali mencoba 

(45)

Sya ra t Pe m e c a ha n M a sa la h

3.Ide Untuk Memecahkan Masalah

Dalam memecahkan masalah, kadang kita 

membutuhkan ide yang dapat membantu kita membutuhkan ide yang dapat membantu kita 

memecahkan masalah. Misalnya anda sudah pernah  menghadapig p  masalah yangy g hampirp  sama 

(46)

Sya ra t Pe m e c a ha n M a sa la h

4.Verifikasi

(47)

Sya ra t Pe m e c a ha n M a sa la h

P h l h l bih k d i d i d i

Pemecahan masalah lebih kepada seni daripada sains sehingga tidak ada suatu aturan yang dapat digunakan untuk memecahkan semua jenis masalah

untuk memecahkan semua jenis masalah. 

Dalam hal ini Anda harus kreatif menggunakan alat

(48)

Pe m e c a ha n M a sa la h (

Proble m Solving

)

Tujuan:

M hk l h k d

Mampu memecahkan masalah menggunakan prosedur  empat langkah pemecahan masalah.

K b iki k iti d hk l h

Kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah  merupakan kemampuan penting yang sangat 

(49)

Pe m e c a ha n M a sa la h

George Polya (1887‐1985) mengusulkan  sebuah model pemecahan masalah yang  dapat digunakan di sebarang bidang ilmu dapat digunakan di sebarang bidang ilmu. 

Model ini dapat digunakan sebagai 

pedoman proses pemecahan masalah, dan  pada masalah‐masalah tertentu dapat 

(50)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Empat langkah Pemecahan Masalah menurut Polya:

Langkah 1: Memahami Masalah

l h b b k l

Baca masalah beberapa kali. 

Bacaan pertama sebagai overview.

(51)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 2: Susun rencana pemecahan masalah

Rencana pemecahan masalah dapat terdiri dari satu atau lebih Rencana pemecahan masalah dapat terdiri dari satu atau lebih langkah dari strategi pemecahan masalah berikut:

9 Gunakan inductive reasoningg untuk menentukan ada tidaknyay

sebuah pola,

9 Buat daftar atau tabel yang sistematis,

9

9 Gunakan estimasi untuk memperoleh tebakan yang cerdik

dari solusi. Cek estimasi terhadap kondisi masalah dan

gunakan langkah mundur hingga diperoleh solusi sebenarnya,

(52)

Pe m e c a ha n M a sa la h

9 Coba nyatakan masalah ke dalam bentuk yang lebih

9 Coba nyatakan masalah ke dalam bentuk yang lebih

sederhana dan gunakan hasil pemecahkan masalah yang lebih

sederhana ke masalah sekarang,

9 Lakukan trial and error,

9 Buat daftar informasi yang tersedia atau diberikan dalam

masalah ke bentuk tabel masalah ke bentuk tabel,

9 Coba buat diagram atau sketsa untuk mengilustrasikan

(53)

Pe m e c a ha n M a sa la h

9 Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah yang

9 Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah yang  hampir sama yang sudah pernah dihadapi 

sebelumnya, gunakan metode pemecahan masalah pada 

l h b k l h d dih d i k

masalah tersebut ke masalah yang sedang dihadapi sekarang,

9 Gunakan informasi yang ada untuk menghapus kemungkinan‐ kemungkinan yang kurang sesuai,

kemungkinan yang kurang sesuai,

(54)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 3: Jalankan rencana pemecahan masalah dan pecahkan masalah

pecahkan masalah

Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi tersebut.

Solusi harus memenuhi semua kondisi masalah,, masuk akal dan

dapat ditelusuri kebenarannya. Jika tidak, cek kembali metode

atau penghitungan yang digunakan. Mungkin ada cara lain untuk menentukan solusi sebenarnya

(55)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Berikut adalah beberapa contoh pemecahan masalah

menggunakan modelgg  pemecahan masalah sebagai pedomanp g p

proses pemecahan masalah.

Contoh 1: Disebuah pesta terdapat 6 tamu yang saling

Contoh 1: Disebuah pesta terdapat 6 tamu yang saling

menyalami satu sama lain. Berapa banyak kemungkinan jabat

tangan yang dapat terjadi?

Langkah 1: Memahami masalah

Informasi yang diperoleh adalah ada 6 tamu yang saling berjabat Informasi yang diperoleh adalah ada 6 tamu yang saling berjabat

tangan satu sama lain. 

Masalah yang harus dipecahkan berapa banyak kemungkinan

j b d j di?

(56)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 2: Susun rencana pemecahan masalah

Buat diagram atau sketsa untuk mengilustrasikan masalah Buat diagram atau sketsa untuk mengilustrasikan masalah.

Tamu 1 Tamu 2

Tamu 3 Tamu 6

keterangan 

(57)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 3: Jalankan rencana pemecahan masalah dan pecahkan masalah

pecahkan masalah

Dengan menghitung jumlah garis yang menghubungkan tiap dua

tamu pada gambar,p g  dapat dihitung bahwa terjadi 15p g j  kali salingg berjabat tangan.

Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi tersebut.

Solusi dapat ditelusuri kebenarannya dengan menggunakan

(58)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Contoh 2: Tentukan jumlah bilangan baris ke enam dari  segitiga Pascal berikut:

segitiga Pascal berikut:

(59)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 1: Memahami Masalah

Ak dit t k j l h bil b i k d i

(60)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 2: Susun rencana pemecahan masalah

C b k li l d i l h dih d i Jik

Coba kenali pola dari masalah yang dihadapi. Jika 

mungkin gunakan pola yang sama dalam memecahkan  masalah

masalah.

(61)

Pe m e c a ha n M a sa la h

1

1 1

10 diperoleh dengan menjumlahkan bilangan dikiri atasnya yaitu 6

dengan bilangan di kanan atasnya yaitu 4

Setiap bilangan pada segitiga Pascal dapat diperoleh dengan  menjumlahkan bilangan yang letaknya di sebelah kiri atas 

d bil l t k di b l h k t d i

dengan bilangan yang letaknya di sebelah kanan atas dari  bilangan tersebut. 

(62)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 3: Jalankan rencana pemecahan masalah dan  pecahkan masalah

pecahkan masalah

Dengan pola tersebut dapat ditentukan semua bilangan  pada baris ke enam segitiga Pascal kemudian hitung

(63)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Pada tabel berikut ditunjukkan jumlah tiap baris segitiga Pascal  1      6     15     20     15     6      1 1+6+15+20+15+6+1 = 64

hingga baris ke delapan.

Baris 

ke 0 1 2 3 4 5 6

(64)

Pe m e c a ha n M a sa la h

L k h 4 Lih t k b li l i d k k b li l i Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi  tersebut.

(65)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Memecahkan masalah yang cukup kompleks tidaklah

mudah, karena itu pada langkah 2 terdapat strategi pemecahan

mudah, karena itu pada langkah 2 terdapat strategi pemecahan

masalah: 

Coba nyatakan masalah ke dalam bentuk yang lebih sederhana

dan gunakan hasil pemecahkan masalah yang lebih sederhana ke

masalah sekarang. masalah sekarang.

Strategi ini mengusulkan : 

Awali langkah pemecahan masalah dengan memecahkan

submasalah yang lebih sederhana kemudian gunakan solusi

(66)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Contoh

 

3:

Misalkan terdapat sepuluh mahasiswa calon penerima  penghargaan mahasiswa berprestasi UI. Panitia ingin  mengatur urutan penerima penghargaan naik ke atas mengatur urutan penerima penghargaan naik ke atas  panggung. Ada berapa urutan yang mungkin dibentuk  panitia?

(67)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Masalah yang lebih sederhana dari masalah di atas  misalnya hanya terdapat 3 mahasiswa Maka terdapat misalnya hanya terdapat 3 mahasiswa. Maka terdapat  6 urutan mahasiswa yang mungkin:

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Kemungkinan 1 Kemungkinan 2 Kemungkinan 3 Kemungkinan 4

3

1 2 1 2 3

(68)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Pada Langkah 2 juga terdapat strategi pemecahan  masalah:

masalah: 

Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah  yang hampir sama yang sudah pernah dihadapi 

sebelumnya. sebelumnya.

(69)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Misalkan sebuah server utama dari sebuah sistim 

komputer akan dihubungkan dengan 6 server lainnya komputer akan dihubungkan dengan 6 server lainnya  sehingga setiap server dapat saling berhubungan satu  sama lainnya.y  

(70)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Masalah server ini hampir sama dengan masalah di  sebuah pesta ketika 6 tamu saling menyalami satu sebuah pesta ketika 6 tamu saling menyalami satu  sama lain. Sehingga solusi masalah 6 tamu dapat  digunakang  untuk menyelesaikany  masalah server ini.

(71)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Konversi masalah 6 server ke 7 server. Total saluran  baru yang dibutuhkan adalah 15 + 6 = 21 saluran

(72)

Cont oh M a sa la h

Grafik berikut menunjukkan biaya yang telah digunakan hingga tahun 2007 dan

rencana biaya mendatang

yang dibutuhkan oleh sebuah yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan periklanan (dalam jutaan rupiah) pada tahun

(73)

Cont oh M a sa la h

Jik di ik b l k k d k b t h

Jika diasumsikan berlaku kecenderungan kebutuhan biaya yang sama hingga tahun 2012 dimulai dari tahun 2006 gunakan grafik di atas untuk mengestimasi

2006, gunakan grafik di atas untuk mengestimasi

berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut ditahun 2012? 

(74)

Cont oh M a sa la h

Langkah 1: Memahami masalah

I f i dib ik d l h bi dik l k

Informasi yang diberikan adalah biaya yang dikeluarkan  pada tahun 2000 hingga tahun 2007, dan prediksi biaya  yang akan dikeluarkan pada tahun 2008

yang akan dikeluarkan pada tahun 2008. 

(75)

Cont oh M a sa la h

Langkah 2: Susun rencana pemecahan masalah

Karena soal memiliki asumsi kecenderungan kebutuhan Karena soal memiliki asumsi kecenderungan kebutuhan biaya yang sama dimulai tahun 2006, berarti kita dapat menggunakan strategi pemecahan masalah:gg g p  

(76)

Cont oh M a sa la h

Langkah 3: Jalankan rencana pemecahan masalah dan  pecahkan masalah

pecahkan masalah

Berdasarkan grafik, pengeluaran tahun 2006 adalah 30  juta rupiah dan pada tahun 2007 berjumlah 34 juta

juta rupiah dan pada tahun 2007 berjumlah 34 juta  rupiah.  Berarti terdapat kenaikan 4 juta rupiah. 

Dengang  asumsi tersebut dapatp  diestimasi pengeluaranp g   tahun 2008 adalah 38 juta rupiah. 

(77)

Cont oh M a sa la h

Menurut asumsi dipenuhi:

2006         2007         2008

4 juta      4 juta 

Maka rencana biaya tiap tahun sejak tahun 2006 dapat

diilustrasikan sebagai:

2006         2007         2008         2009         2010         2011         2012

4 juta      4 juta       4 juta       4 juta       4 juta      4 juta

Sehingga estimasi dari kebutuhan biaya pada tahun 2012 adalah

(78)
(79)

K

i

l

(80)

Be rfik ir K rit is

wKarakter (ciri‐ciri) dari orang yang berfikir kritis adalah sbb

adalah sbb

ƒ Mempunyai kemampuan analisis yang baik

ƒ Mempunyai kemampuan komunikasi yang efektifMempunyai kemampuan komunikasi yang efektif ƒ Memperoleh informasi yang baik dan memiliki

kemampuan melakukan penelitian

ƒ Mempunyai sifat fleksibel dan toleran terhadap kerancuan dan ketidak pastian

ƒ Mempunyai pemikiran terbuka ƒ Mempunyai pemikiran terbuka

ƒ Pencari solusi masalah yang kreatif

(81)

Slide 79

(82)

Se git iga T ingk a t a n Be rpik ir

An a lisa

hambatan

I n t e r pr e t a si

Pe n ga la m a n

Pe n ga la m a n

(83)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Empat langkah Pemecahan Masalah:

Langkah 1: Memahami Masalah

l h b b k l

Baca masalah beberapa kali. 

Bacaan pertama sebagai overview.

(84)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 2: Susun rencana pemecahan masalah

Rencana pemecahan masalah dapat terdiri dari satu atau lebih Rencana pemecahan masalah dapat terdiri dari satu atau lebih langkah dari strategi pemecahan masalah berikut:

9 Gunakan inductive reasoningg untuk menentukan ada tidaknyay

sebuah pola,

9 Buat daftar atau tabel yang sistematis,

9

9 Gunakan estimasi untuk memperoleh tebakan yang cerdik

dari solusi. Cek estimasi terhadap kondisi masalah dan

gunakan langkah mundur hingga diperoleh solusi sebenarnya,

(85)

Pe m e c a ha n M a sa la h

9 Coba nyatakan masalah ke dalam bentuk yang lebih

9 Coba nyatakan masalah ke dalam bentuk yang lebih

sederhana dan gunakan hasil pemecahkan masalah yang lebih

sederhana ke masalah sekarang,

9 Lakukan trial and error,

9 Buat daftar informasi yang tersedia atau diberikan dalam

masalah ke bentuk tabel masalah ke bentuk tabel,

9 Coba buat diagram atau sketsa untuk mengilustrasikan

(86)

Pe m e c a ha n M a sa la h

9 Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah yang

9 Hubungkan masalah yang dihadapi dengan masalah yang  hampir sama yang sudah pernah dihadapi 

sebelumnya, gunakan metode pemecahan masalah pada 

l h b k l h d dih d i k

masalah tersebut ke masalah yang sedang dihadapi sekarang,

9 Gunakan informasi yang ada untuk menghapus kemungkinan‐ kemungkinan yang kurang sesuai,

kemungkinan yang kurang sesuai,

(87)

Pe m e c a ha n M a sa la h

Langkah 3: Jalankan rencana pemecahan masalah dan pecahkan masalah

pecahkan masalah

Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi Langkah 4: Lihat kembali solusi dan cek kembali solusi tersebut.

Solusi harus memenuhi semua kondisi masalah,, masuk akal dan

dapat ditelusuri kebenarannya. Jika tidak, cek kembali metode

atau penghitungan yang digunakan. Mungkin ada cara lain untuk menentukan solusi sebenarnya

(88)

Da ft a r Pust a k a

ƒ Angel, A. R., Abbot, C. D., Runde, D., C., A Survey of Mathematics with  Applications, Pearson Addison Wesley, 8Ed, 2009.

ƒ Blitzer, R., Thinking Mathematically, New Jersey, Pearson Prentice Hall, 4Ed, 2008.

ƒ Botkin, D.B. dan Keller, E.A., Environmental Science, Asia, John Wiley and Sons,  2010

Mill C D H V E H b J S M th ti l Id P 11Ed 2008

ƒ Miller C. D., Heeren V. E., Hornsby J.S., Mathematical Ideas, Pearson, 11Ed, 2008.

ƒ Pirnot, T., Mathematics All Around, Boston, Addison Wesley, 3Ed, 2006.

ƒ Sevilla, A. dan Sommers, K., Quantitative Reasoning, Emeryville, Key College  Publishing 2007

Gambar

Grafik berikut menunjukkan

Referensi

Dokumen terkait

Berarti tingkat kemampuan metakognisi mahasiswa yang memiliki nilai Kimia Dasar I sedang dalam menyelesaikan soal-soal kinetika kimia adalah rendah; (3) Mahasiswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa tunanetra dimulai dari adanya stimulus, stimulus berupa soal masuk ke dalam sensory register siswa

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa subjek yang memiliki kemampuan berpikir komputasi tinggi memenuhi indikator jelas,

Oleh karena itu, apabila reproduksi suara dari sistem audio kita tidak memiliki pitch yang tepat berarti kesalahan terletak pada sistem audio kita.. Perhatikan pitch pada

Berdasarkan aspek penilaian kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal analisis pada matakuliah Geometri Transformasi pada tabel 9 yaitu aspek penilaian

kemampuan rendah hanya mampu mengamati dan menguraikan suatu informasi yang diterimanya melalui pilihan jawaban yang diberikan oleh peneliti; 3) Soal indikator 3

Rekaptulasi presentase dan faktor kesalahan : (1) kesalahan membaca soal sebesar 13%, faktor penyebabnya peserta didik tidak memahami pertanyaan yg diajukan &

Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Perempuan Tahap Interpretasi Pada tahap interpretasi dari hasil pekerjaan GR bahwa GR mampu memahami permasalahan yang ada dalam soal, dimana GR