• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR DASAR PUBLIC RELATION DAN PUBLIC S

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DASAR DASAR PUBLIC RELATION DAN PUBLIC S"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR-DASAR PUBLIC RELATION DAN PUBLIC SPEAKING ; KONSEP DAN

AKTIVITAS PR DALAM MENGKONSTRUKSI, MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN IMAGE

DAN REPUTASI ORGANISASI DAN PERUSAHAAN

(2)

Definisi Public Relations

The British Institute of Public Relation :

“Public Relations activity is management

of communications between an organization and its publics”.

(Public relations adalah aktivitas

manajemen komunikasi antara organisasi dan publik organisasi tersebut).

Public Relations practice is deliberate, planned and sustain effort to establish and maintain

(3)

Public relations menyangkut aktivitas sebagai berikut yaitu:

Komunikasi persuasif

Menggunakan media massa

Menumbuhkan/mengembangkan kepentingan

publik/khalayak,

Alat management,

Melakukan promosi/mempromosikan

(4)

Lobbying

Fund-rising dan Management krisis,

Yang dilakukan dengan penuh ketulusan,

Proaktif membina hubungan dgn media

massa,

Bekerja untuk meningkatkan image

(5)

Definisis Humas

Humas adalah fungsi manajemen

yang mengevaluasi opini, sikap dan

prilaku publik, mengidentifikasikan

kebijakan-kebijakan dan

prosedur-prosedur individu atau organisasi

dengan kepentingan publik dan

merencanakan serta melaksanakan

program aksi untuk memperoleh

pengertian dan dukungan public

(6)

Berdasarkan definisi di atas :

PR berkaitan dengan berhubungan dengan

rangkaian pengetahuan, keahlian dan metode.

PR merupakan fungsi management.

Aktivitas PR dilaksanakan oleh praktisi atau

para ahli PR.

PR officer mempertimbangkan kepentingan

(7)

Fungsi dan Peranan Public Relation

PR mempunyai tugas sebagai berikut:

• Melakukan sesuatu yang baik dan menjelaskannya

kepada masyarakat/public.

• Melibatkan two-way communications, antara

organisasi dan public.

• Apa yang kami kerjakan, adalah apa yang kami katakan dan menunjukkan apa/siapa kami

(organisasi/perusahaan).

Public relations bermakna performance dan

(8)

Henry Fayol (dalam Ruslan, 2006:18), kegiatan dan sasaran PR adalah:

Membangun identitas dan citra

perusahaan (Building corporate identity and Image)

Menghadapi Krisis (Facing Crisis)

Mempromosikan Aspek Kemasyarakatn

(9)

Tipikal tindakan PR yaitu: Analisis,

research, opini publik dan mendefinisikan masalah.

Dilakukan dengan :

Mempersiapkan program tindakan. Mengimplementasikan program.

Memonitor hasil dan melakukan

(10)

Fungsi Humas/PR menurut Curlip &Centre dan Canfield (1982) :

Menrencanakan dan Menunjang

aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama .

Membina hubungan yang harmonis

antara badan/organisasi dengan publiknya.

Mengabtisipasi masalah-masalah

potensial dan diperlukan.

Perencanaan untuk pengembangan

(11)

Mengidentifikasi segala sesuatu yang

berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat.

Melayani keinginan publik dan

memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen.

Menciptakan komunikasi dua arah

(12)

Model Peran Public Relations

dan, Organisasi dan Public

(13)

Program Public Relations

Empat unsur dalam perencanaan PR:

1. Set objectives : bagaimana memproduksi, siapa sasaran prroduksi (target khalayak), apa yang khalayak pikirkan dan apa yang kita (lembaga inginkan publik pikirkan.

   

2. Plan and budget : Seberapa sering produksi dilakukan, harus berbentuk/dampak seperti apa, berapa biaya yang diperlukan.  

 

3. Implement : siapa yang memproduksi, menyediakan bahan baku dan mendistrusiakan ?

   

(14)
(15)
(16)
(17)

Management dalam Public

Relations

Goerge R Terry (19720) :

Manajemen sebagai “….sebuah proses yg khas dan terdiri dari tindakan-tindakan

seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang

dilakukan untuk menentukan serta

mencapai sasaran-sasaran yang telah

(18)

Artinya management dan public relations adlah:

• Bagian integral dari perusahaan/ unsur managerial perusahaan dan lembaga.

• Keduanya saling mendukung, bersama-sama, dan saling ketergantungan

melakukan program-program managerial

perusahaan/lembaga ; program PR

• tujuan memaksimalkan image building corporate.

kerja managerial tersebut dilakukan oleh

manager/PRO

(19)

Manager/pemimpin harus :

Manajer memiliki kepemimpinan untuk

mengharmonisasikan internal factors dan external factors.

manajer (public relations) memiliki

kemampuan berkomunikasi,

Pemimpin (leader) menentukan dan

mengarahkan arah kebijakan dan proses organisasi.

kemampuan leadership digunakan untuk

memanage organisasi.

kemampuan berkomunikasi dipergunakan

(20)

Sumber daya mendukung Management

dan PR adalah 6-M, :

1. Sumber daya manusia (men)

2. Sumber daya material/barang yang dikuasai (material)

3. Alat atau perkakas mesin produksi yang dimiliki (machine)

4. Kemampuan keuangan (money)

5. Metode yang dipergunakan (method). 6. Perluasan atau pemasaran yang

(21)

Hambatan Komunikasi -Managerial

Bentuk-bentuk hambatan tersebut adalah :

• Hambatan dalam proses penyampaian (proses barriers) • Hambatan secara fisik (physical barriers)

• Hambatan semaniuk (semantic barriers) • Hambatan psiko-sosial (psychosocial barriers)

George R. Terry, 5 fungsi komunikasi manajemen, yaitu: • Komunikasi formal

• Komunikasi non-formal • Komunikasi informal

(22)

Proses Transfer Public

Relation

POSISI NEGATIF transfer POSISI POSITIF

1. Permusuhan (hostility Simpati

(sympathy)

2. Prasangka (prejudice) Penerima

(acceptance)

3. Ketidakpedulian (apathy) Berminat

(interest)

4. Ketidaktahuan (ignorance) Pemahaman

(23)

L.F. Utwick; Tugas manajemen berkaitan public relation/humas :

1. Mendengarkan pendapat umum/masyarakat.

2. Menyampaiukan kebijaksanaan kepada manajer.

3. Menciptakan suasana yang baik dan

harmoni diantara para karyawan dari tingkat teratas sampai ke tingkat yang paling

bawah.

(24)

• Bentuk-bentuk komunikasi manajemen dan komunikasi antar manusia (human relations) :

a. Pemaksaan dan hukuman (coercive and punishment)

b. Penekanan (pressure approach)

c. Penghargaan (reward approach)

d. Legitimasi (legitimate approach)

e. Referensi (referent approach).

(25)

 

Strategi Public Relations

• John E. Marston (Public Realtion, 1988),

menjelaskan strategi PR/humas:

• “Public Relation is Planned, persuasive

communication design to influence significant public”

• “(Public Relation adalah sesuatu yang

direncanakan berupa komunikasi persuasif yg dirancang untuk

(26)

Strategi PR “The Three C’s Options”

Sikap

masyarakat Strategi humas/public relations

Anti Change

Netral Cristallize

(27)

Komunikasi secara efektif dan strategis pada prinsipnya adalah:

1. Bagaimana mengubah sikap (how to change the attitude).

2. Mengubah opini (to change the opinion).

(28)

Tujuan strategi komunikasi dalam PR oleh R. Wayne Pace, Brent D.

Peterson dan M. Dallas Burnet, adalah :

To secure understandingTo establish acceptance

To motive action

The goals which the communicator

(29)

Target Audience Public Relations

Tujuan PR dari fungsi manajemen suatu

organisasi adalah:

a. membentuk goodwill (itikad baik), b. tolerance (toleransi),

c. mutual simbyosis (saling mempercayai, d. mutual confidence (saling

mempercayai),

e. mutual understanding (saling pengertian,

(30)

Target :

1. Memperoleh opini public yang menguntungkan, 2. Citra dan reputasi positif, atas dasar

prinsip-prinsip hubungan harmonis.

Sasaran atau objek (target audience) dalam

kampanye PR diperoleh atas pertimbangan : 1. Pendekatan kependudukan (demographics

approach)

(31)

Empat bentuk image yang

diharapkan dari khalayak (client

)

1.The current Image

2. The Mirror Image

3. The Wish Image

(32)

Sasaran target (target audience) secara umum dikelompokkan :

1. Kelompok yang berkepentingan : pemerintah (government relations)

2. Masyarakat sekitar atau tertentu.

(community relations)

3. Kelompok pemakai produk atau pelanggan (customer and consumen relations)

(33)

5. Kelompok penekan (pressure group)

6. Kelompok pemuka agama dan masyarakat. ( opinion leader)

7. Trade association atau asosiasi perdagangan dan profesi.

8. Kelompok business relations , kelompok relasi bisnis.

9. Yang tidak boleh dilupakan adalah internal group.

(34)
(35)

• Terdapat tiga tipe target audience atau stake holder yaitu:

1. Those who know you and like you (mengenal anda dan menyukai anda).

2. Those who know you and don’t like you (mengenal anda, namun tidak menyukai

anda)

3. Those who neither you nor care you (tidak dikenal dan tidak disukai).

(36)

Public Relation Officers

-  Planning PR berkaitan dengan sumber

daya manusia.

- Perencanaan dilakukan secara rasional. - Tujuannya mengiplemetasikan

fungsi-fungsi managemen, yaitu :

• Planning (perencanaan)

• Organizing (pengorganisasian)

• Actuating (menggerakkan)

(37)

• Praktisi Humas/PR harus memiliki beberapa keterampilan khusus, yaitu:

a. Sebagai Creator b. Conceptor

c. Mediator

d. Problem solver

• Menurut Vivian, 2007: 263, menyatakan tiga fungsi area tanggung jawab PR yaitu:

• External Realtions

• Internal Relations

(38)

• Peranan PR dalam organisasi dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

1. Penasehat ahli (Expert prescriber)

2. Fasilitator komunikasi (communication fasilitator)

3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving solving process)

4. Teknisi Komunikasi

(39)

PRO disyaratkan memiliki pengerahuan 

(knowledge base) yang baik, kemampuan  berkomunikasi dua arah symetris dan 

(40)

• Peran PRO/Humas memiliki peranan sebagai berikut:

• Communicator

• Relationship

• Back up management

(41)

• Public Relations harus melaksanakan operasional teknis sebagai berikut:

1. Public Relations melaksanakan : a. Penelitian (research) b. Perencanaan (planning)

c. Pengorganisasian (coordinating) d. Administration (Administration)

e. Produksi (production)

f. Partisipasi Komunitas (Community participation)

(42)

• Aktivitas Humas (PR Aktivities) :

a. Pencarian fakta/permasalahan (fact finding) b. Perencanan (Planning)

c. Komunikasi (communication) d. Evaluasi (Evaluation)

 

• Upaya PR untuk mencapai:

 a. Efektivitas (berhasil untuk mencapai tujuan, seraya untuk memuaskan semua pihak yang tetrkait.

b. Efisiensi (ketepatan mengelola keuangan/dana

(43)

Komunikasi Persuasi dan Public Relations

• Tujuannya aktivitas PR melalui komunikasi : a. Membangkitkan kesadaran individu.

b. Memanfaatkan kekuatan psikologis dan sosial komunikan . c. Efeknya akan memengaruhi pikiran (kognitif), sikap

(affective)

dan prilaku (behavior).

Tindakan persuasi adalah:

- Komunikasi dalam bentuk yang lembut,

- Tanpa memaksa dan tanpa kekerasan (coercive). - Dilakukan dengan cara terbuka.

(44)

• Komponen utama peranan PR (Ruslan, 2006:12) sebagai berikut :

1. Publication (publikasi dan publisitas) a. Event (penyusunan program acara ; b. Calleder event

c. Momentum event

d. News (menciptakan berita)

2. Community involvement (Kepedulian pada komunitas)

3. Inform or image (memberitahukan atau meraih citra) 4. Lobbiying and negotiation ( Pendekatan dan

bernegosiasi)

(45)

• Empat hal pokok yang harus diingat oleh Public relations professional yaitu:

1. Khalayak atau public adakah manusia yang tidak bebas dgn berbagai pengaruh terlebih ditengah perkembangan media massa.

2. Manusia cenderung suka mencermati, memperhatikan, mengamati, membaca atau mendengarkan komunikasi yang berlangsung.

3. Media akan menyedikan efek atau dampak bervariasi dan beragam terhadap khalayak yang beragam.

(46)

Komunikasi Persuasi dan

Public Relations

Persuasi adalah penggunaan dan pemanfaatan

pengetahuan tentang situasi psikologis dan sosial sasaran komunikasi (komunikan, dan mengkaitkan situasi psikologis dan sosial

komunikasi itu dengan pesan (message) yang

diharapkan akan diterima oleh komunikan.

John E. Marston menyatakan PR sebagai berikut:

“Public relations is planned, persuasive

(47)

Cutlip dan Center dalam buku “Effective Public

Relations (Tymson dan Sherman, 1988:12) delapan (8) hal yang mendukung komunikasi yang dikenal dengan “The Eight C’s of Communication” yaitu:

Credibility

Context

Content

Clarity

Continuity

Consistency

Channels

(48)

Komunikasi dalam aktivitas PR dilakukan atas dasar :

. Sikap terbuka, demokratis atau sikap empathy.

. Aktivitas RP adalah menjembatani kepentingan lembaga/

organisasi dgn komunikan atau public.

. Komunikasi persuasi dilakukan dan diterima dengan tingkat pemikiran, pemahaman, latar belakang,

pendidikan dll dari komunikan.

Aplikasi PR berarti menempatkan kepentingan

(49)

Kepentingan masyarakat/public tidak mungkin

diabaikan terus menerus karena dapat menggagalkan proses persuasi.

Pemerintah seharusnya lebih mengutamakan

kepentingan rakyat atau public sebagai stake holder Negara atau pemerintahan.

Kepentingan public adalah ‘ruh’ atau tujuan utama

sasaran program pemerintah.

Mendengarkan apa yang masyarakat pikirkan, inginkan

(50)

Media Komunikasi Dalam Public Relations

Komunikasi adalah kebutuhan utama dalam program

Public relations.

Melalui komunikasi PRO menrencanakan pesan

komunikasi yg sesuai dengan tujuan perusahaan dan target program public relations.

Kondisi target audience dpt dilihat feedback yg

diterima oleh lembaga/individu.

Efek dalam pengaruh kognitif, affektif maupun

(51)

Proses komunikasi selalu berlangsung dalam aktivitas PR :

a. saluran transformasi informasi,

b. membangun image/citra dan reputasi, c. menghubungkan berbagai pihak ,

d. menyelesaikan konflik atau feedback negatif:

- interupsi (interruption),

(52)
(53)

Efek komunikasi dalam berbagai bentuk perubahan seperti :

• Opini

• Opini pribadi (personal opinion)

• Opini public (public opinion)

• Opini mayoritas (mayoritas opinion)

• Sikap dan tingkah laku (attitudes and behaviors)

• Pandangan, persepsi, dan ide (conception, perception, ide)

• Kepercayaan dan citra (trust and image). (Ruslan, 1987:19)

Bentuk umpan balik (feedback) oleh Ralph Webb Jr. , sebagai berikut :

• Zero feedback

• Neutral feedback

(54)

• Media adalah salah satu instusi integral dalam proses PR.

• Media sebagai sarana transformasi beragam bentuk informasi yang menentukan kesuksesan program PR.

• Media digunakan sebagai sarana kampanye atau berkomunikasi.

Beberapa media kampanye public ralations, yaitu: 1. Media Umum

2. Media massa

3. Media khusus: iklan, logo nama perusahaan atau produk. 4. Media internal :

a. House journal b. Printed materials c. Spoken and visual word

(55)

5. Komunikan :

a. Komunikan antarpersonal (interpersonal communication)

b. Komunikan kelompok (group communication)

c. Komunikasi media massa (mass communication)

d. To motive action.

(56)

PUBLIC SPEAKING,

Bagaimana Mengusai Pembicaaan

• Public speaking adalah proses berbicara kepada group/kelompok orang dalam suatu yang

terstruktur.

• Publik speaking merupakan bentuk komunikasi

public untuk menyampaikan informasi/pesan dalam berbagai bentuk :

a. lisan, tulisan, suara, gambar dan symbol-simbol dengan tujuan tertentu,

b. proses terstruktur, terencana, khalayak/public teridentifikasi.

(57)

• Menurut Shawn Whalen, direktur of S.F.S. U’s Speech and Debate team, lima hal yang

harus dipertimbangkan untuk memulai public speaking (Five Speech Starting Do’s), yaitu:

1. Menggunakan aktivitas fisik untuk

memperoleh perhatian (atensi) khalayak. 2. Membuat/mengkreasikan penyataan

(58)

3. Menceritakan humor yang relevan

4. Menyediakan informasi yang

menjelaskan kredibilitas atas topic.

(59)

• Lima bentuk percakapan yang harus dihindari (Five speaking starting don’ts) karena

menyebabkan kegagalan public speaking .

• Kelima yang harus dihindari tersebut adalah :

1. Memulai percakapan dengan

memperkenalkan nama (hi, nama saya….) 2. Membuat permulaan yang salah/gagal

3. Menggunakan pertanyaan bersifat retorika. 4. Go Overboard.

(60)

Tiga aspek pengalaman yang mendukung

komunikasi publik (Hart dkk, 1975:23-24), yaitu :

Pertama, komunikasi public cenderung terjadi

ditempat-tempat yang biasanya dianggap

sebapat tempat public seperti auditorium, kelas, lapangan dll.

Kedua, komunikasi public lebih merupakan

kesempatan mngemukakan masalah sosial

daripada kesempatan mengemukakan masalah-masalah informasi dan tidak terstruktur.

Ketiga, komunikasi public melibatkan norma

(61)

Kesan pertama (First impression) sangat penting

dan akan menentukan kesuksesan public speaking selanjutnya, dan mendukung image positif .

Kesan pertama dalam proses public speaking :

a. Komunikasi verbal,

b. Komunikasi non-verbal : - pakaian yang digunakan, - gerakan tubuh,

- proximity, - eye contact, - space,

(62)

Hart (dalam Tubbs dan Moss, 122) , sepuluh tuntunan unik komunikasi public, yaitu:

• Pesan harus relevan dengan kelompok keseluruhan, tidak

hanya satu, kepentingan bersama harus selalu diusahakan oleh pembicara.

• Bahasa “publik” lebih terbatas, menggunakan lebih banyak bahasa yg umum dan menghindari bahasa personal.

• Umpan balik lebih terbatas. Umumnya dalam bentuk nonverbal yang terbatas.

• Khalayak yang dihadapi lebih beraneka ragam.

(63)

• Pembicara harus membuat persiapan pidato yg lebih lengkap.

• Persoalan adaptasi agar sebuah pesan semakin sesuai untuk banyak orang yang berbeda-beda.

• Analisis khalayak pendengar lebih sulit dan lebih tidak akurat karena pembicaraan berinteraksi secara serentak dengan jumlah orang yang banyak.

• Kadang-kadang sulit memusatkan perhatian terhadap pesan karena banyak situasi lain yang menarik perhatian public.

(64)

Kredibilitas terdapat dua bentuk

yaitu :

1. Kredibilitas Ekstrinsik, yaitu

kredibilitas yang dianggap memiliki sumber sebelum ia menyampaikan pesannya.

2. Kredibikitas intrinsik, yaitu citra yang diciptakan oleh pembicara sebagai

(65)

 Maloney (2001:xiv) menyatakan

syarat-syarat yang harus dimiliki oleh public speaking practices yaitu :

PersistencePatiencePlanningPreparation

(66)

Refrensi

Candy Tymson dan Bill Sherman, The Australian Public Relation Manual, Millinium, Sidney, 1987.

• John Vivian, The Media of Mass Communication, Pearson, 2008.

Stewart L/ Tubbs dan Sylvia Moss, Human Communication ; Konteks-konteks

Komunikasi, Rosda Karya, Bandung, 2005

Rosady Ruslan, Manajemen Public Relation dan Media Komunikasi, Rosda Karya, 2006.

………., Kiat dan Strategi Kampanye Public Relation, Rosda Karya, 1997.Novel Ali, Hubungan Masyarakat, Modul Universitas Terbuka, 1986.

• Ron Ludlow dan Fergus Panton, The Essense of Effective Communication/

Komunikasi Effektif, 1992.

• Onong Uchjana Effendy, Komunikasi, Teori dan Praktek, 1999. • Peg Pickering, How to Manage Conflict, 2000.

Stephen R. Maloney, Meraih Sukses Dengan Kemahiran Berbicara di Depan

Umum, 1997.

David M. Dozier, Larissa A. Gruning, dan James E. Gruning, Manager’s Guide

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan globalisasi yang telah membawa terintegrasinya perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global maka persaingan perdagangan

Sehingga dengan dilakukan tes kemampuan motorik, dapat diketahui seberapa besar kemampuan motorik siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Sembung Wedi Klaten dan hasil

[r]

Berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kuit kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli disebut sebagai

Tugas seorang tutor tuton adalah membuat rancangan materi tutorial, menulis materi inisiasi beserta pertanyaan untuk diskusi, menyusun tugas yang harus dikerjakan

Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penerima- an orang tua dengan konsep diri sejalan dengan teori yang ada, terlihat dari salah

Pertumbuhan iler pada lokasi dataran rendah dengan aksesi UH memiliki tinggi tanaman serta berat brangkasan segar dan berat brangkasan kering yang tinggi

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (8) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi Satuan