PROSES PENELITIAN, MASALAH, VARIABEL DAN PARADIGMA PENELITIAN
Metodologi Penelitian
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SIDOARJOFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
http://www.unusida.ac.id
Dosen pengampu: Agung Purnomo, MBA
Oleh:
Fatmatul Izzah (D24150027) Siti Asiyah (D24150072) Siti Nur Aini (D24150075)
Siti Uswatun Khasanah (D24150077) Tri Wulidah Rohmaniyah (D24150081)
Senin, 26 Februari 2018
PROSES PENELITIAN KUANTITATIF
• Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah, namun masalah
yang dibawa peneliti kuantitatif dan kualitatif berbeda. Setelah masalah diidentifikasikan, dan dibatasi maka selanjutnya masalah tersebut dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya.
• Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka peneliti
MASALAH
• Setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat
dari masalah. Bila dalam penelitian telah dapat menemukan
masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya
RUMUSAN MASALAH
• Rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
• Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian :
– Rumusan Masalah Deskriptif => suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).
lebih (variabel yang berdiri sendiri).
– Rumusan Masalah Komparatif => rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
VARIABEL PENELITIAN
• Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbenatuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
• Macam-macam variabel :
– Variabel Independen =>dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas
bebas
– Variabel dependen => dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.
– Variabel Moderator => biasa disebut dengan variabel independen ke dua.
– Variabel intervening => variabel ini merupakan variabel penyela antara variabel independen dan dependen.
PARADIGMA PENELITIAN
• Paradigma penelitian merupakan pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut.
• Bentuk-bentuk paradigma penelitian :
– Paradigma sederhana : terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
– Paradigma sederhana berurutan : terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana.
– Paradigma ganda dengan dua varibel independen : terdapat dua variabel independen
– Paradigma ganda dengan dua varibel independen : terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen.
– Paradigma ganda dengan tiga variabel independen : terdapat tiga variabel independen dan satu dependen.
– Paradigma ganda dengan dua variabel dependen : satu variabel independen dan dua dependen.
– Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen : terdapat dua variabel independen dan dua variabel dependen.
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
Dosen pengampu: Agung Purnomo, MBA
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
http://www.unusida.ac.id
Metodologi Penelitian
Dosen pengampu: Agung Purnomo, MBA
Oleh:
Fatmatul Izzah (D24150027) Siti Asiyah (D24150072) Siti Nur Aini (D24150075)
Siti Uswatun Khasanah (D24150077) Tri Wulidah Rohmaniyah (D24150081)
Senin, 26 Februari 2018
PENGERTIAN TEORI
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian
yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk
pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian.
TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
• Fokus teori dibagi menjadi 3 : 1. Teori Subtansif
2. Teori Formal
3. teori Midle Range
3. teori Midle Range
KEGUNAAN TEORI DALAM PENELITIAN
Semua penelitian ini bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Dan teori yang digunakan harus jelas, karena teori disini berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai refrensi untuk menyusun instrumen penelitian.
DESKRIPSI TEORI
Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan
mendalam dari berbagai refrensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang
KERANGKA BERFIKIR
Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara variabelar teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Bila dalam penelitihan ada variabel moderator dan intervening , maka juga
perlu dijelaskan mengapa variabel ikut dilibatkan dalam
penelitian, selanjutnya dirumuskan kedalam bentuk paradigma penelitian, selanjutnya dirumuskan kedalam bentuk paradigma
HIPOTESIS
Perumusan hipotesis penelitian merupakan langka ketiga dalam penelitian, setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka berfikir. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak setiap penelitian harus merumuskan hipotesis.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
http://www.unusida.ac.id
Metodologi Penelitian
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Oleh:
Fatmatul Izzah (D24150027) Siti Asiyah (D24150072) Siti Nur Aini (D24150075)
Siti Uswatun Khasanah (D24150077) Tri Wulidah Rohmaniyah (D24150081)
Senin, 26 Februari 2018
INSTRUMEN PENELITIAN
Seperti telah dikemukakan pada bab sebelumnya bahwa, terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas pengumpulan data.
Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data,
maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Pengumpulan data dapat standar data yang ditetapkan. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan