TUGAS 8
RESUME PENGANTAR BISNIS
MENCIPTAKAN PRODUK DAN MENENTUKAN
HARGA
KELOMPOK 2
Nikmatusholikah ( C 301 13 047 ) Ayudya Arumsari ( C 301 13 048 ) Isti E. Humairah( C 301 13 049 ) Wayan Artanayasa ( C 301 13 050 )
I.
RESUME
1. MENCIPTAKAN PRODUK DAN MENENTUKAN HARGA I.1. Pengembangan Produk dan Penawaran Produk Total
Salah satu cara untuk mencegah kerugian adalah dengan merancang dan mempromosikan produk yang lebih baik, berarti produk dianggap memiliki arti (value), terbaik-kualitas bagus pada harga yang wajar. Dimana saat konsumen menghitung nilai dari satu produk, mereka melihat manfaat-manfaatnya lalu menguranginya dengn biaya-biaya, untuk melihat apakah manfaatnya melebihi biayanya atau malah sebaliknya. Untuk memuaskan konsumen, para pemasar harus belajar untuk mendengarkan lebih baik dari yang mereka lakukan sekarang dan beradaptasi terus-menerus terhadap tuntutan pasar yang berubah-ubah.
Sebuah organisasi tidak dapat melakukan survei satu waku (one-time) terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen, merancang sekelompok produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Perusahaan harus terus-menerus memonitor kebutuhan dan keinginan yangberubah-ubah dari konsumennya, dan mengadaptasikan produk-produk, kebijakan-kebijakan, dan layanan-layanan terhadap perubahan tersebut.
Pengembangan produk, dengan demikian, merupakan aktivitas kunci bagi bisnis modern apa pun, di mana saja di dunia. Walaupun demikian, pengembangan produk baru, lebih dari sekadar memperkenalkan produk dan jasa. Apa yang dilakukan para pemasar untuk menciptakan kegairahan terhadap produk-produk tersebut sama pentingnya dengan produk itu sendiri.
I.1.1. Mengembangkan Penawaran Produk Total
penambah-penambah nilai(value enhancers)yaiu, harga (nama merek, kenyamanan, dan kemasan), lingkungan toko (layanan, akses internet, dan pengalaman lampau pembeli) serta jaminan (kecepatan pengantaran, citra yang diciptakan iklan, dan reputasi produsen).
Saat orang-orang membeli satu produk, mereka mungkin mengevaluasi dan membandingkan penawaran produk total pada dimensi-dimensi ini. Perhatikan bahwa beberapa atribut ini berwujud (produk itu sendiri dan kemasannya), sedangkan atribut-atribut lainnya tidak berwujud (reputasi produsen dan citra yang dibentuk iklan). Seorang pemasar yang berhasil harus mulai berpikir seperti konsumen dan mengevalusi penawaran produk total sebagai sekumpulan kesan yang diciptakan oleh seluruh faktor penambah nilai tadi. Bijak untuk bicara dengan pelanggan untuk melihat fitur dan manfaat mana yang paling penting bagi mereka, yaitu penambah nilai yang mana saja yang mereka inginkan dalam penawaran final.
Terkadang sebuah organisasidapat menggunakan harga murah untuk menciptakan penawaran produk total yang menarik. Walaupun demikian, para pembelanja harus berhati-hati karena toko-toko outlet juga menyediakan produk-produk berkualitas lebih rendah dengan fitur-fitur yang mirip, tetapi tidak sama persis dengan yang ada ditoko-toko biasa. Konsumen tetap saja lebih suka berbelanja ditoko-toko outlet karena mereka percaya bahwa mereka mandapat barang berkualitas dengan harga lebih rendah. Konsumen yang berbeda mungkin menginginkan penawaran produk total yang berbeda, jadi sebuah perusahaan dapat membuat berbagai jenis penawaran.
I.1.2. Lini Produk dan Bauran Produk
Seluruh lini produk membentuk bauran produk (product mix), yaitu kombinasi dari seluruh lini produk yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan manufaktur. Penyedia layanan juga memiliki lini produk dan bauran produk.
I.2. Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk adalah penciptaan perbedaan-perbedaan produk, yang nyata maupun yang dipersepsikan.Perbedaan-perbedaan produk yang sebenarnyaterkadang cukup kecil, sehingga para pemasar harus menggunakan satu bauran kreatif dari harga, iklan, dan kemasan (penambah nilai) untuk menciptakan satu citra yang unik dan menarik.
Bisnis kecil sering kali memenangkan pangsa pasar dengan diferensiasi produk yang kreatif. Bisnis kecil dapat memiliki keuntungan dengan menjadi lebih fleksibel dibanding perusahaan besar dalam beradaptasi pada keinginan dan kebutuhan pelanggan dan memberi mereka perbedaan produk yang menarik.
I.2.1. Memasarkan Kelas-kelas Barang Konsumsi dan Jasa yang Berbeda
Klasifikasi berdasarkan perilaku pembelian konsumen, memiliki empat lategori umum-sehari-hari (convenience), perbelanjaan (shopping), khusus (specialty), dan tidak terduga (unsought).
1. Barang dan jasa sehari-hari merupakan produk-produk yang sering ingin dibeli konsumen dan dengan usaha yang minimal. Lokasi, kesadaran merek, dan citra merupakan hal-hal penting bagi pemasar barang dan jasa sehari-hari. Internet telah menaikkan tingkatan barang sehari-hari sampai pada tingkatan baru, terutama untuk perbankan dan perusahaan jasa lainnya. Perusahaan yang tidak menawarkan layanan melalui internet lebih mungkin kehilangan pangsa pasar dibanding perusahaan yang menawarkannya kecuali jika mereka menawarkan layanan yang luar biasa pada pelanggan yang langsungdatang. 2. Barang dan jasa perbelanjaan merupakan produk-produk yang dibeli
berbagai penjual. Barang dan jasa perbelanjaan terutama dijual dipusat-pusat perbelanjaan tempat pelanggan dapat melakukan perbandingan. Karena banyak pelanggan yang dengan hati-hati membandingkan produk-produk seperti ini, para pemasar dapat menekankan perbedaan harga, perbedaan kualitas, ataukombinasi keduanya.
3. Barang dan jasa khusus merupakan produk konsumen dengan karakteristik dan identitas merek unik. Karena produk-produk ini dianggap tidak memiliki barang pengganti yang sesuai, konsumen melakukan usaha-usaha khusus untuk membelinya. Produk-produk ini sering dipasarkan melalui majalah-majalah khusus. Dengan mengembangkan situs interaktif yang dapat digunakan pelanggan untuk memesan, perusahaan yang menjual barang dan jasa khusus dapat menjadikan pembelian produk mereka sama mudahnya atau bahkan lebih mudah dari berbelanja di mal setempat.
4. Barang dan jasa tidak terduga merupakan produk-produk yang tidak disadari keberadaannya oleh konsumen, tidak terpikir untuk membelinya, atau yang tiba-tiba diperlukan untuk memecahkan satu masalah tidak terduga.
Tugas pemasaran bermacam-macam sesuai dengan kategori produk, yaitu barang sehari-hari dipasarkan berbeda daribarang khusus, dan seterusnya. Cara terbaik untuk mempromosikan barang sehari-hari adalah dengan membuatnya tersedia dimana saja dan menciptakan citra yang sesuai. Kombinasi harga, kualitas, dan layanan merupakan cara terbaik untuk barang perbelanjaan.
Suatu barang atau jasa termasuk dalam kelas tertentu tergantung pada setiapa konsumen. Barang perbelanjaan untuk satu konsumen mungkin menjadi barang perbelanjan untuk konsumen lainnya. Beberapa kosumen berkeliling untuk membandingkan suatu jasa, sehingga jasa tersebut merupakan jasa perbelanjaan bagi mereka. Dengan demikian, para pemasar harus berhati-hati dalam memonitor basis pelanggan mereka untuk menentukan bagaimana konsumen memandang produk mereka.
Barang industri (kadang disebut barang bisnis atau barang B2B) adalah produk-produk yang digunakan untuk memproduksi produk lainnya. Barang-barang tersebut dijual dalam pasar business-to-business (B2B). Beberapa produk dapat digolongkan baik sebagai barang konsumsi maupun barang industri. Klasifikasi barang berdasarkan kategori pengguna membantu untuk menentukan strategi bauran pemasaran yang sesuai.
I.3. Kemasan Mengubah Produk
Produk baik berupa barang atau jasa merupakan sumber penghasilan dari suatu perusahaan. Produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh phak produsen kepada konsumen. Karna itu produk tidak dapat anda tawarkan begitu saja dengan konsumen tanpa membatnya menjadi lebih menrik dibandingkan dengan prduk pesaing anda. Harus ada nilai lebih yang bisa menjadi alasan kenapa konsumen harus memilih produk anda. Karena itu saya menyusun daftar atau check list atau standar manajemen bisnis yang sebiknya dipenuhi agar produk anda mmpu bersaing dan mdah-mudahan dapat membuat konsumen memilih produk anda.
1. Kualitas Terbaik
Dalam manajemen bisnis Kualitas merpakan standar pertama yang harus dipenuhi oleh suatu produk dan layanan. Dalam manajemen bisnis tidak mengenal kompromi untuk standar kualitas suatu produk kecali anda mau mengubah kemasan produk dan nama perusahaan dan manajemen bisnis anda. Kenapa karena tanpa kualitas anda hanya dapat menipu konsumen sekali saja, begtu konsumen membeli produk anda dan tidak menemukan kualitas yang diharapkan maka konsumen tersebut kemungkinan besar akan meninggalkan anda. Kecuali memang tidak ada pilihan lain selain produk anda.
2. Harga Pantas
suatu produk haruslah dalam jangkauan yang wajar, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Karena bila harga terlalu mahal maka konsumen akan berpikir beberapa kali sebelum membeli produk anda.
Berikut cara menentukan harga yang wajar dan pantas untk produk anda: Tentukan harga modal per item dari produk anda.
Lakukan survei produk sejenis dan tentukan range produk untuk kategori murahan dan kemahalan.
Anda tinggal memilih dari jangkauan harga wajar dari harga tertinggi dan terendah produk tersebut.
3. Kemasan Menarik
Kemasan dalam manajemen bisnis merupakan kunci pemikat pertama dari suatu produk. Kemasan menjadi daya tarik visual untuk produk anda. Berikut tips dan trik tanda kemasan Menarik:
Menarik, desain produk yang menarik dan unik akan menjadi nilai lebih yang membedakan produk anda dengan produk sejenis Bentuk yang ergonomis, bentuk yang disesuaikan dengan keadaan
fisik manusia membuat pengguna produk lebih nyaman dalam menggunakan produk tersebut.
Sentuhan berkualitas, setelah melihat konsumen akan tertarik untuk menyentuhnya.
Aroma yang menggugah, aroma secara tidak sadar mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Informasi baik, jangan lupa sertakan informasi penting dengan produk anda. Baik itu cara penggunaan, efek samping, dll.
4. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Menurut manajemen bisnis, Anda harus jeli melihat kebutuhan konsumen, apa yang sedang mereka perlukan atau yang akan mereka butuhkan
Anda senang tren, atau model yang sedang laku di pasaran. Tidak ada salahnya kita selalu terbuka dan menerima perubahan pasar. Karena perubahan tren pasar merupakan perubahan kebutuhan para konsumen.
I.4. Merek dan Ekuitas Merek
Merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.
I.4.1. Jenis-Jenis Merek Merek Dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
Merek Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
Merek Kolektif
Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.
Merek merupakan kekayaan industri yang termasuk kekayaan intelektual.Secara konvensional, merek dapat berupa nama, kata, frasa, logo, lambang, desain, gambar, atau kombinasi dua atau lebih unsur tersebut.
Di Indonesia, hak merek dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Jangka waktu perlindungan untuk merek adalah sepuluh tahun dan berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan merek bersangkutan dan dapat diperpanjang, selama merek tetap digunakan dalam perdagangan.
I.4.2. Fungsi Merek
Tanda Pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya.
Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya.
Sebagai jaminan atas mutu barangnya.
Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan.
I.4.3. Ekuitas Merek
Ekuitas Merek (bahasa Inggris: brand equity) adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan.
memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.
I.4.4. Empat Dimensi Ekuitas Merek
Keempat dimensi ekuitas merek dipercaya dapat memengaruhi alasan pembelian konsumen. Ketiga dimensi pertama yaitu pengetahuan akan merek, kualitas yang dipercaya, dan asosiasi-asosiasi dianggap penting dalam proses pemilihan merek, ketiganya dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba-coba merek lain (kesetiaan merek). Adapun empat dimensi ekuitas merek ialah:
Pengetahuan akan merek (brand awareness)
Kualitas yang dipercaya dikandung sebuah merek
Asosiasi-asosiasi
Kesetiaan merek (brand loyalty)
I.5. Proses Pengembangan Produk Baru
Kemungkinan produk baru akan gagal sangatlah tinggi sekitar 86 persen. Pengembangan produk baru bagi para produsen terdiri atas beberapa tahapan :
1. Pengumpulan ide, berdasarkan keinginan dan kebutuhan komsumen
2. Seleksi produk
3. Analisis produk
4. Pengembangan ( termasuk membuat prototipe)
5. Pengujian
I.5.1. Pengumpulan Ide-ide Produk Baru
Pengumpulan ide-ide berasal dari karyawan, pemasok, penelitian dan pengembangan.
I.5.2. Seleksi Produk
Seleksi produk (product scjreening ) dirancng untuk mengurangi jumlah ide produk baru yang dikerjakan pada saat yang sama. Kriteria yang dibutuhkan untuk seleksi termasuk apakah produk cocok dengan produk yang ada saat ini,potensi laba,dapat dipasarkan atau tidak, dan jumlah personel yang dibutuhkan.
I.5.3. Analisis Produk
Analisis produk(product analysis)dilakukan setelah seleksi produk. Tahap ini terutama merupakan pembuatan pemikiran biaya dan ramalan penjualan untuk memperoleh pemikiran tingkat profitabilitas dari ide-ide produk baru. Produk-produk yang yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan ditarik dari pertimbangan.
I.5.4. Pengembangan dan Pengujian Produk
Pengujian komsep (concept testing) berarti membawa sebuah ide produk kepada komsumen untuk menguji reaksi mereka. Apakah mereka melihat manfaat dari produk baru ini? Seberapa sering mereka akan membelinya? Pada harga berapa? Fitur-fitur apa yang mereka sukai?
I.5.5. Komersialisasi
Mempromosikan sebuah produk kepada para distributor dan paritel untk memperoleh distribusi luas, dan mengembangkan iklan dan kampanye penjualan yang kuat untuk menimbulkan dan mempertahankan minat pada produk diantara distributor dan komsumen.
Daur hidup produk adalah perjalanan penjualan dari suatu produk dalam masa hidupnya. Siklus hidup produk merupakan suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk.
Daur kehidupan produk dapat dibagi ke dalam empat tahap utama, yaitu : 1. Pengenalan
2. Pertumbuhan 3. Kedewasaan 4. Tahap penurunan
Kombinasi bauran pemasaran biasanya juga akan berubah sejalan dengan pergeseran tahapan dalam siklus kehidupan produknya. Beberapa alas an yang mendasari tentang hal ini adalah bahwa sikap dan kebutuhan konsumen akan mengalami perubahan selama siklus berjalan. Kebijakan produk mungkin saja diarahkan para target pasar yang berbeda karena perbedaan tahap yang dilalui juga berbeda, ini berakibat bentuk persaingan juga akan mulai bergeser dari yang bersifat monopoli menuju pada situasi pasar yang mengarah pada oligopoly.
Dalam kaitannya dengan penjualan produk, perbedaan dalam siklus juga berarti ada perbedaan dalam orientasi pencapaian target penjualan produk perusahaan. Pada umumnya target penjualan rendah pada tahap perkenalan, kemudian meningkat pada tahap kedewasaan , dan pada akhirnya menurun.
I.6.1. Karakteristik Tahap-Tahap Dalam Siklus Hidup Produk
Pada tiap tahap tersebut terdapat peluang dan masalah yang berbeda-beda dalam kaitannya dengan strategi pemasaran dan potensi laba. Dengan mengenali tahap di mana suatu produk sedang berada, atau yang akan dituju, pihak manajemen dapat merumuskan rencana dan strategi pemasaran yang tepat.
1. Tidak setiap produk melalui semua tahapan. Beberapa produk bahkan ada yang tidak pernah melewati tahap perkenalan. Umumnya produk yang gagal memasuki semua tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan mode (fad).
2. Panjang suatu tahap Daur Hidup Produk untuk tiap produk sangat bervariasi. Product category memiliki Daur Hidup Produk yang paling lama, product form cenderung mengikuti pola Daur Hidup Produk standar (bentuk S), sedangkan merek memiliki Daur Hidup Produk yang paling pendek. Kenyataan membuktikan tidak semua produk memiliki Daur Hidup Produk yang berbentuk S, seperti yang disajikan di kebanyakan buku teks. Sementara itu, style life cycle mempunyai daur hidup yang panjang, sedangkan fad life cycle hanya berlangsung singkat.
3. Daur Hidup Produk dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning. Banyak contoh perusahaan-perusahaan yang berhasil memperpanjang Daur Hidup Produk produknya sehingga penjualannya tidak menurun tetapi malahan terus meningkat.
1. Tahap Perkenalan / Introduction
Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.
Strategi yang umum pada tahap ini adalah mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. Strategi ini ada empat bentuk, yaitu :
Rapid Skimming Strategy
Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju penerobosan pasar. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum mengetahui keberadaan produk, konsumen bersedia membayar pada harga berapa pun, dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin membangun preferensi pada mereknya. Slow Skimming Strategy
Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas, sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen mau membeli dengan harga tinggi, dan pesaing potensial belum muncul.
Rapid Penetration Strategy
Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, konsumen belum mengetahui keberadaan produk, konsumen sangat peka terhadap harga, dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar.
Slow Penetration Strategy
rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas, konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen peka terhadap harga, dan persaingan potensial sangat rendah.
2. Tahap Pertumbuhan / Growth
Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan buat dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Akan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil keuntungan dari besarnya animo permintaan pasar. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.
Rapid Growth
Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru.
Slow Growth
cenderung menyebabkan penurunan harga. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri.
3. Tahap Kedewasaan / Maturity
Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC.
Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini, karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini. Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk disebut innovative maturity.
Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Pasar semakin tersegmentasi, sehingga untuk masing masing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut growth maturity, yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. Dalam tingkat kedua, stable maturity, penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. Pada tingkat ketiga, decaying maturity, penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk substitusi.
Strategi yang kedua adalah offensive strategy, yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar, yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user), mengintensifkan penawaran produk kepada non-user, dan merebut konsumen pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching).
4. Tahap Penurunan / Decline
Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan.
I.6.3. Peranan Daur Hidup dalam Strategi Pemasaran
Atas dasar kondisi pada masing-masing tahap tersebut perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai. Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya.
I.7. Harga Bersaing
I.7.1. Tujuan Penentuan Harga
Sebuah perusahaan mungkin memiliki beberapa tujuan dalam benaknya saat menetapkan satu strategi harga. Saat menentukan harga sebuah penawaran vegetarian baru, kita mungkin ingin mempromosikan citra produksi. Jika kita memberi harga tinggi dan menggunakan promosi yang tepat, mungkin kita dapat menjadikan penawaran tersebut Evian-nya hidangan vegetarian. Kita juga dapat memberikan harga tinggi untuk mencapai tujuan laba atau pengembalian atas investasi (return on investment) tertentu. Kita juga dapat memberikan harga produk tersebutr lebih rendah dari pesaing karena kita ingin supaya orang-orang miskin dan yang sudah tua untuk dapat membeli hidangan sehat ini. Ini berarti, kita mempunyai tujuna sosial atau etis dalam pikiran kita. Harga rendah mungkin dapat menghalau persaingan karena dalam hal ini potensi laba berkurang. Harga rendah juga dapat membantu kita menangkap pangsa pasar yang lebih besar. Intinya adalah sebuah perusahaan mungkin memiliki beberapa tujuan penentuan harga dengan berjalannya waktu, dan perusahaan harus memformulasikan tujuan-tujuan ini dengan jelas sebelum mengembangkan strategi harga keseluruhan. Tujuan-tujuan yang populer adalah sebagai berikut.
1. Mencapai sasaran pengembalian atas investasi (return on investment) 2. Membangun arus lalu lintas produk
3. Mendapatkan pangsa pasar lebih besar 4. Menciptakan suatu citra
I.7.2. Harga Berdasarkan Biaya
Produsen sering menggunakan biaya sebagai dasar utama penetapan harga. Mereka mengembangkan sistem akuntansi biaya yang rumit untuk mengukur biaya-biaya produksi (termasuk bahan, tenaga kerja, dan overhead), menambahkan margin laba, dan menghasilkan suatu harga. Pertanyaannya adalahg apakah harga ini memuaskan juga untuk pasar. Dalam jangka panjang, pasar –bukan produsen- yang menentukan berapa harga produk tersebut. Penentuan harga harus mempertimbangkan biaya, tetapi juga harus menyertakan ekspektasi biaya untuk pembaruan produk, tujuan dari setiap produk, dan harga-harga saing.
I.7.3. Harga Berdasarkan Permintaan
Strategi yang berlawanan dari harga berdasarkan biaya (cost-based pricing) disebut juga biaya sasaran, Biaya sasaran (target costing) adalah biaya berdasarkan permintaan (Demand based). Hal ini berarti merancang satu produk, sehingga hasilnya memuaskan pelanggan dan memenuhi margin laba yang diinginkan perusahaan. Biaya sasaran menjadikan harga final sebagai satu masukan pada proses pengembangan produk. Bukan hasilnya.
I.7.4. Harga Berdasarkan Persaingan
Harga berdasarkan persaingan (competition-based pricing) adalah satu strategi berdasarkan atas apa yang dilakukan pesaing-pesaing lainnya. Harga dapat berada pada, di atas, atau di bawah harga pesaing. Kepemimpinan harga (price leadership) adalah prosedur melalui satu atau lebih perusahaan dominan menetapkan praktik penentuan harga yang diikuti semua pesaingnya.
I.7.5. Analisis Titik Impas
Analisis titik impas (break-even analysis) adalah proses yang digunakan untuk menentukan profitabilitas pada berbagai tingkatkan penjualan. Titik impas (break-even point) adalah titik di mana pendapatan dari penjualan sama dengan seluruh biaya-biaya. Rumus untuk menghitung titik impas adalah:
Titik Impas(BEP)= Biayatetap total
Harga jual per unit−biaya variabel per unit
memiliki atau menyewa sebuah pabrik aau gudang dan jumlah yang dibayarkan untuk asuransi bisnis. Biaya variabel (variabel costs – VC) berubah sesuai jumlah produksi.
I.7.6. Strategi Harga Lainnya
Strategi harga skimming (skimming price strategy) adalah strategi harga yang memberi harga tinggi pada produk baru untuk menghasilkan laba optimal saat hanya ada sedikit persaingan. Tentu saja, laba besar ini akan menarik pesaing. Strategi penetrasi (penetration strategy) adalah strategi harga yang memberi harga rendah pada produk untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menghalau pesaing.
Bunding berarti mengelompokkan dua atau lebih barang bersama-sama dan memberi harga barang-barang tersebut sebagai satu unit. Contohnya, sebuah toko dapat memberi harga mesin cuci dan mesin pengering sebagai satu unit.
I.7.7. Bagaimana Kekuatan Pasar Mempengaruhi Harga
Mengenai kenyataan bahwa konsumen yang berbeda ingin membayar harga yang berbeda, para pemasar terkadang menentukan harga atas dasar permintaan konsumen dan bukannya atas dasar biaya atau penghitungan lain. Hal ini disebut harga berorientasi permintaan (demand-oriented pricing) dan tercermin pada bioskop-bioskop dengan tarif rendah untuk anak-anak dan pada toko-toko obat untuk penduduk senior. Washington Opera Company di Washington, D.C., misalnya, menaikkan harga untuk tempat-tempat duduk terbaing dan menurunkan harga untuk tempat-tempat duduk lainnya; strategi ini meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 9 persen.
I.8. Persaingan Non-Harga
Penetapan harga merupakan salah satu fungsi yang penting dalam pemasaran. Harga merupakan variebel dalam pertukaran. Pada saat perusahaan menyusun program pemasaran, perusahaan dapat bersaing atas dasar harga ataupun bukan harga. Penetapan harga merupakan faktor penentu terhadap permintaan produk. Tetapi harga bukan merupakan satu-satunya faktor penentu sukses perusahaan. Produsen harus mengetahui nilai yang diperoleh konsumen darisebuah produk, dan menggunakan hal itu sebagai dasar penetapan harga.
Sering kali merupakan satu-satunya elemen yang dapat diubah dengan cepat karena perubahan permintaan.
Berhubungan langsung dengan pendapatan total (TR) TR = Price x Quantity Profits = TR - TC profit dipengaruhi secara langsung oleh harga, serta tidak langsung oleh kuantitas yang terjual.
Dapat sebagai simbul kualitas ataupun kekuatan tawar. Sebagai penekan inflasi, karena konsumen sadar harga.
Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi.
1. Peranan alokasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya.
2. Peranan informasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam mendidik konsumen mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas.
Hampir seluruh perusahaan menggunakan lebih dari satu strategi bersaing. Strategi bersaing ini meliputi strategi bersaing dengan harga dan non harga. Setiap strategi yang digunakan oleh perusahaan memiliki keunggulan dan kelemahannya.
Kompetisi non harga (non price competition) yaitu usaha penjual untuk mempengaruhi pembeli tanpa potongan harga (diskon), tetapi dengan cara lain, misalnya perbaikan pelayanan dan peningkatan mutu atau kualitas (Kamus Bank Indonesia)
Harga yang berbeda (dengan kompetitornya) dianggap sebagai pengganti manfaat yang akan diperoleh konsumen. Pada kurva permintaan, perusahan harus dapat menggeser kurva itu kekanan bukan atas dasaar harga tetepi atas dasar deferensiasi produk (konsumen harus bisa menerima dan menginginkan deferensiasi tadi).
Diskriminasi harga adalah Adalah kebijakan menjual output yang sama dengan harga berbeda-beda. Tujuannya adalah menambah laba perusahaan melalaui eksploitasi surplus konsumen.
Ada beberapa syarat agar diskriminasi harga (berdasarkan elastisistas permintaan), dapat berhasil :
a. Perusahaan harus memiliki daya monopoli
b. Pasar dapat dibagi beberapa (minimal dua kelompok) yang elastisitas permintaannya berbeda.
c. Pembagian pasar harus efektif.
d. MR di tiap pasar adalah sama agar diskriminasi harga menghasilkan laba maksimum.
Diskriminasi harga terbagi menjadi :
1. Diskriminasi harga derajat ketiga: monopolis menetapkan 2 harga yang berbeda pada 2 segmen pasar yang berbeda
2. Diskriminasi harga derajat kedua : monopolis menetapkan lebih dari 2 macam harga untuk lebih dari 2 segmen pasarnya
3. Diskriminasi harga derajat pertama : monopolis berhasil menetapkan harga yang berbeda untuk setiap pembelinya.
Diskriminasi harga di dalam ekonomi tidak dipandang negative karena :
1. Menguntungkan, dengan melakukan diskriminasi harga akan diperoleh laba maksimum.
DAFTAR PUSTAKA
Nickls. Mc hugh pengantar bisnis 2010 jakarta selemba empat
http://danausaha.net/tips-mengganti-kemasan-tanpa-menurunkan-omset-produk.html
http://ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com/artikel/merek/ekuitas-merek/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuitas_merek