• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Hidup Individu Keluarga dan Masyara (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Gaya Hidup Individu Keluarga dan Masyara (1)"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

“LIFE STYLE”

Gaya Hidup Individu,

Keluarga, dan Masyarakat

(2)

Pengertian

Gaya hidup menurut Kottler (2004)

adalah pola hidup seseorang di dunia yang

diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya.

Gaya hidup menggambarkan

keseluruhan diri

seseorang

dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Gaya hidup juga menunjukkan :

-bagaimana orang hidup

-bagaimana membelanjakan uangnya,

-bagaimana mengalokasikan waktu dalam kehidupannya,

-

juga dapat dilihat dari aktivitas sehari-harinya

(3)

Lanjutan..

Gaya hidup menurut Assael (1998)

A mode of living that is identified by :

-how people spend their time (activities),

-what they consider important in their environment (interest),

-and what they think of themselves and the world around them

(opinions).

Menurut Minor dan Mowen (2002) gaya hidup adalah

menunjukkan :

-bagaimana orang hidup,

(4)

Adler (Hall & Lindzey, 1985)

Gaya hidup

adalah hal yang paling berpengaruh pada

sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya

dengan 3 hal utama dalam kehidupan.

3 istilah Adler :

1. Inferiority vs Superiority

2. Social Interest

(5)

Inferiority vs superiority

 Manusia dimotivasi oleh adanya dorongan utama, yaitu mengatasi perasaan inferior dan menjadi superior.

 Perilaku kita dijelaskan berdasarkan tujuan dan ekspentasi akan masa depan. Inferioritas berarti merasa lemah dan tidak memiliki keterampilan untuk menghadapi tugas atau keadaan yang harus diselesaikan.

Hal itu tidak berarti rendah diri terhadap orang lain dalam pengertian yang umum, meskipun ada unsur membandingkan kemampuan diri dengan kemampuan orang lain yang lebih matang dan berpengalaman.

(6)

Beberapa keadaan khusus seperti dimanja dan

ditolak (pola asuh keluarga), mungkin dapat

membuat seseorang mengembangkan inferiority

complex atau superiority complex.

Dua kompleks tersebut berhubungan erat.

Superiority complex selalu menyembunyikan atau

bentuk kompensasi dari inferior. Sedangkan

inferiority complex menyembunyikan perasaan

superior.

(7)

Social Interest

Gaya hidup merupakan cara unik dari setiap

orang dalam mencapai tujuan khusus yang

telah ditentukan dalam lingkungan hidup

tertentu, di tempat orang tersebut berada.

Gaya hidup berdasarkan atas makna yang

seseorang berikan mengenai kehidupannya

atau interpretasi unik seseorang mengenai

inferioritasnya,

setiap orang akan mengatur kehidupannya

masing-masing unuk mencapai tujuan akhirnya

dan mereka berjuang untuk mencapai hal

(8)

Gaya hidup terbentuk pada usia 4-5 tahun

dan tidak hanya ditentukan oleh

kemampuan intrinsik (hereditas) dan

lingkungan objektif, melainkan dibentuk

oleh persepsi dan interpretasinya

mengenai kedua hal tersebut.

Seorang anak tidak memandang suatu

situasi sebagaimana adanya, melainkan

(9)

4 tipe kepribadian berdasarkan gaya

hidup menurut Adler

1. The Rulling-dominant Type

asertif, agresif dan aktif.

Ia memanipulasi dan menghadapi situasi kehidupan

dan orang-orang didalamnya, tingkat aktivitasnya

tinggi tetapi dikombinasikan denan minat sosial

yang minimal.

(10)

2. The Getting-Leaning Type

Mengharapkan orang lain memenuhi

kebutuhannya dan mendukung minatnya,

bergantung pada orang lain. Merupakan

kombinasi antara minat sosial yang rendah dan

tingkat aktivitas yang rendah.

3. The Avoidant Type

(11)

4. The Society Useful Type

Merupakan tipe yang paling sehat.

Memiliki penilaian yang realistik atas masalah yang

dihadapi.

(12)
(13)

Beberapa kesimpulan

Gaya hidup adalah :

pola-pola tindakan yang membedakan antara satu

orang dengan orang lainnya

Pola-pola kehidupan sosial yang khusus

seringkali disederhanakan dengan istilah

budaya

.

Sementara itu, gaya hidup tergantung pada :

-

bentuk-bentuk kultural

-

tata krama

-

cara menggunakan barang-barang, tempat dan

(14)

Gaya hidup Individu

= belajar kepribadian

Gordon .W. Allport

Kepribadian sebagai suatu organisasi yang

merupakan

struktur

sekaligus

proses

.

(15)

Kembali mengingat id-ego-superego

untuk memahami perilaku individu

ID :

Yang mengendalikan kebutuhan dan kepentingan

individu yang paling dasar

Bekerja hanya pada 1 prinsip. Mengarahkan perilaku

untuk

mencapai

kesenangan

dan

menghindari

penderitaan

(16)

EGO

Sumber rasa sadar/aware

Mewakili logika

Ego mengembangkan kepentingan dari ID dengan

menghubungkan ke dunia luar untuk mendapatkan

pemuasan-pemuasan keinginan

(17)

SUPER EGO

Tali kekang ID

Tidak mengatur ID tetapi sebagai pengekang

dengan memberikan hukuman pada perilaku yang

tidak dapat diterima dengan menciptakan rasa

bersalah

(18)

Gaya Hidup Keluarga dan

Komunitas/Masyarakat

Teori Sosial : setiap orang berperilaku

sesuai tuntutan sosial/lingkungannya

Teori Konsep Diri : manusia memiliki

pandangan, persepsi atas diri dan

(19)

Beberapa hasil riset

 Bahwa yang menentukan kepribadian : - Sekitar 25% : Genetis

- Sekitar 75% : Lingkungan

 Individu belajar dari lingkungannya, dan gaya hidup lingkungan sosial (keluarga dan masyarakat: situasi ekonomi, keamanan, politik, dll) menentukan bagaimana gaya hidup individu

tersebut pada akhirnya

 Di Masa Golden Age pertama, respon emosi dan sikap ibu

paling dominan berperan pada diri anak. Di masa Golden Age kedua, giliran bapka lebih berperan, dicontoh anak.

(20)

konsep gaya hidup masyarakat :

dibangun berdasarkan integrasi dari berbagai aspek

pengetahuan : antropologi, sosiologi, pendidikan, psikologi,

agama, kedokteran,

Sosiologi & antropologi

Pendidikan

Genetika

Cabang ilmu

psikologi lain

Agama

Kedokteran

(21)

“Kesuksesan (termasuk kebahagiaan, kesehatan

mental) seseorang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup yang dijalaninya”.

Berikut adalah beberapa aspek gaya hidup yang dapat menghasilkan mentalitas diri yang positif :

1. Aktivitas & minat : Jalani aktivitas yang bermanfaat,

seperti: bekerja, olahraga, mengikuti lomba/kompetisi sehat, seminar-pelatihan, jalan-jalan berwisata mengisi waktu sambil edukasi positif (Yogya: Museum, Desa Wisata dan Kerajinan, Pameran Budaya, Pekan Kuliner/Wisata, Wisata budaya)

(22)

Lanjutan

2. Konsep keuangan pribadi

:

Mengetahui

dengan

jelas

sumber

pendapatan

dan

dibelanjakan untuk apa, mempunyai rekening investasi atau

dana cadangan, tidak berlebihan/boros.

(23)
(24)

Daftar bacaan

Assael, H. (1998). Consumer Behavior and Marketing Action. 6 Th. edition. New York : International Thomson Publishing.

Hall, Calvin S., dan Gadner Lindzey. 1993. Teori-teori Sifat dan Behavioristik, jilid 3, Terj. Yustinus, judul asli, Theories of Personality, Yogyakarta: Kanisius.

Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, implementasi dan Kontrol. Edisi Sebelas. Alih Bahasa, Hendra Teguh. Jakarta: Penerbit PT. Prenhallindo.

Referensi

Dokumen terkait

Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah, merasa setara dengan orang lain, menerima pujian tanpa rasa

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengertian kepemimpinan profetik adalah kemampuan mengendalikan diri dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan

Gaya hidup merupakan pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lain, yang berfungsi dalam interaksi dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat dipahami

tergantung pada karakteristik atau faktor-faktor lain dari orang yang bersangkutan.. Hal ini berarti meskipun stimulusnya sama bagi beberapa orang, namun

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengertian kepemimpinan profetik adalah kemampuan mengendalikan diri dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan

Meskipun tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan namun hal tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain selain tujuan tersebut, masih banyak

berhubunagn karena kelakuan, penolakan dan harga diri rendah, Pasien menjadi kejam, merendahkan diri atau mengekspresikan orang lain, perilaku ini adalah menarik diri atau

o Kecerdasan emosional / kompetensi emosi EQ merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola