• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. BAB I PENDAHULUAN-REVISI 31 AGUSTUS 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "1. BAB I PENDAHULUAN-REVISI 31 AGUSTUS 2018"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Pelaksanaan pembangunan daerah harus berlandaskan pada rencana pembangunan yang disusun berdasarkan kondisi, potensi dan kemampuan sumber daya yang dimiliki daerah serta cita-cita di masa depan. Karena itu, perencanaan pembangunan merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan. Perencanaan yang baik akan menjadi arah bagi cita-cita pembangunan serta strategi dan cara pencapaiannya. Pasal 260 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah memberikan kewenangan bagi daerah untuk menyusun rencana pembangunan daerah yang merupakan satu kesatuan dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dokumen rencana pembangunan daerah merupakan dokumen yang dibutuhkan daerah untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan dengan implementasi pembangunan di daerah.

Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu yang meliputi: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

(2)

lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

RPJMD merupakan dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang dijadikan rujukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun rencana strategis (renstra) SKPD dan rencana tahunan sebagai penjabaran secara teknis yang dilaksanakan oleh seluruh SKPD. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 pada tanggal 16 Agustus 2016.

Selanjutnya sebagaimana kita maklumi bersama, disahkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membawa konsekwensi adanya peralihan beberapa urusan pemerintahan di daerah menjadi urusan pemerintahan di provinsi, antara lain pengelolaan pendidikan menengah dan urusan kehutanan. Dan merupakan kelanjutan dari momentum tersebut, terjadi pula perubahan kebijakan di tingkat nasional dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan pemerintah tersebut memberikan konsekuensi terhadap harus dilakukannya perubahan kelembagaan perangkat daerah di semua daerah. Sebagai pelaksanaan dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, telah terjadi perubahan nomenklatur perangkat daerah. Demikian pula di Kabupaten Pangadaran telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran.

(3)

Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016, tentang RPJMD Kabupaten Pangandaran 2016-2021 ini harus dilakukan perubahan yang disesuaikan dengan kelembagaan perangkat daerah yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

Hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 342 ayat (1) huruf c Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, yang menyatakan bahwa “perubahan” RPJMD dapat dilakukan apabila terjadi perubahan yang mendasar. Perubahan mendasar dimaksud dalam Permendagri tersebut adalah perubahan kebijakan secara nasional.

Penyusunan Perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran

Tahun 2016-2021 berpedoman pada RPJPD Kabupaten

Pangandaran Tahun 2016-2025 dan, kondisi lingkungan strategis di daerah, serta hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD tahun kesatu dan memperhatikan pelaksanaan tahun kedua, serta disusun berdasarkan beberapa pendekatan berikut :

1. Pendekatan Politik, pendekatan ini memandang bahwa pemilihan Kepala Daerah sebagai proses penyusunan rencana program, karena rakyat pemilih menentukan pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang ditawarkan para calon Kepala Daerah. Dalam hal ini, rencana pembangunan adalah penjabaran agenda-agenda pembangunan yang ditawarkan Kepala Daerah saat kampanye ke dalam RPJMD;

2. Pendekatan Teknokratik, pendekatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga yang secara fungsional bertugas untuk hal tersebut; 3. Pendekatan Partisipatif, pendekatan ini dilaksanakan dengan

(4)

pembangunan. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki;

4. Pendekatan Atas-Bawah (top-down) dan Bawah-Atas (bottom-up), pendekatan ini dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Hasil proses tersebut kemudian diselaraskan melalui

penyusunan secara rinci dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 1.1

Proses Penyusunan Perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran

Persiapan prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan dan arah kebijakan

Analisis

Landasan penyusunan Rencana RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 adalah:

(5)

Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Alam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

10. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan

Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851);

11. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang

Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966);

12. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5025);

13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan

dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

14. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

(6)

15. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 230, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5363);

16. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan

dan Pemberantasan Perusakan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5432);

17. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

18. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014, Nomor 244) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

19. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406);

20. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 146; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4452);

21. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

22. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

23. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4655); 24. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata

Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

25. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan

(7)

26. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4696);

27. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

28. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman

Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

29. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

30. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,

Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

31. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);

32. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);

33. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana

Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

34. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070);

35. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

(8)

Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208);

37. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5112) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5325);

38. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk

dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5160);

39. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana

Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262);

40. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

41. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar

Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);

42. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025;

43. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011

tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025;

44. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015

Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

45. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

(9)

47. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

48. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 49. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 20012

tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah;

50. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

51. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2008

tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan;

52. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2008

tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 11 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 47);

53. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 6 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64);

54. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010

tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 Nomor 22 Seri E);

55. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010

tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang RPJPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2016-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 Nomor 24 Seri E);

56. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2011

tentang Penyelenggaraan Perhubungan (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 Nomor 97);

57. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2012

tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Penataan Hukum Lingkungan (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 Nomor 115);

58. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2012

(10)

59. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Jalan (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 Nomor 21 Seri E );

60. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013

tentang RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 Tanggal 10 Desember 2013 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 Nomor 25 Seri E);

61. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan

Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 167);

62. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2014

tentang Perubahan Peraturan Daerah Tentang Pemeliharaan Kesenian (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 15 seri E);

63. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2014

tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional dan Museum (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 175);

64. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 20 Tahun 2014

tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 20 seri E);

65. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 Tahun 2010 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 Nomor 79 Seri E);

66. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 15 Tahun

2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 Nomor 15)

67. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 16 Tahun

2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 Nomor 16)

68. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 31 Tahun

2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Kabupaten Pangandaran (Lembaran Daerah Kabupaten

Pangandaran Tahun 2016 Nomor 31).

69. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran (Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2018 Nomor 3).

1.3.

Hubungan antar Dokumen

(11)

Provinsi Jawa Barat, sehingga dalam penyusunannya RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 berpedoman pada RPJP Nasional 2005-2025, Program Nawacita melalui RPJM Nasional 2015-2019 sesuai dengan urusan daerah, serta RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018.

Agar RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 selaras dengan kebijakan pembangunan nasional, perlu dilakukan telaahan terhadap pembangunan nasional yang ditetapkan dalam RPJMN yang berhubungan atau mempengaruhi pembangunan daerah. Disamping itu, telaahan juga perlu dilakukan terhadap RPJMD daerah lain.

Telaahan itu dilakukan dengan tujuan untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan dan harus selaras dan sinergi antar daerah, antar waktu, antar ruang, dan antar fungsi pemerintah, serta menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.

Adapun hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah lainnya dapat dilihat dari gambar di bawah ini.

Gambar 1.2

Hubungan RPJMD Dengan Dokumen Perencanaan Nasional/Daerah

(12)

Sebagai subsistem, maka berbagai dokumen perencanaan yang berkaitan dengan RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 juga perlu ditelaah, baik dokumen pada level nasional, Provinsi Jawa Barat, dan kabupaten/kota di sekitar Kabupaten Pangandaran, yaitu:

1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019;

2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018.

3. Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

4. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

5. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat.

6. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran.

7. Rencana Tata Ruang Wilayah dan RPJMD wilayah sekitar Kabupaten Pangandaran seperti Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. 8. Dokumen terkait lainnya.

Skema hubungan antara RPJMD Kabupaten Pangandaran 2016-2021 dengan dokumen lainnya dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

Gambar 1.3

(13)

  dokumen perencanaan lainnya adalah sebagai berikut :

A. RPJMD dengan RPJPD Kabupaten Pangandaran

RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 merupakan rencana pembangunan tahap pertama dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2016-2025. Oleh sebab itu, penyusunan RPJMD ini menjadi tonggak awal dari perencanaan jangka panjang Kabupaten Pangandaran sehingga perlu dilakukan dengan proses yang lebih cermat dalam identifkasi analisisnya.

RPJPD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2025 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi Pembangunan Nasional Tahun 2016-2025 yang diarahkan pada pencapaian tujuan nasional.

Untuk mewujudkan visi daerah pembangunan jangka panjang

“Kabupaten Pangandaran sebagai Tujuan Wisata Termaju di

Pulau Jawa”, ditempuh melalui 6 (enam) misi pembangunan yaitu:

1. Menciptakan Pemerintahan yang akuntabel dan bersih; 2. Membangun SDM yang berkualitas, mandiri dan religius;

3. Mewujudkan perekonomian masyarakat yang berdaya saing;

4. Mewujudkan pemanfaatan ruang, penyediaan infrastruktur dan

fasilitas yang berwawasan lingkungan;

(14)

6. Menciptakan pembiayaan pembangunan daerah yang kolaboratif.

Pada Tahap Pertama RPJPD Kabupaten Pangandaran fokus pembangunan masing-masing misi diarahkan pada:

1. Menciptakan Pemerintahan yang akuntabel dan bersih

 Terwujudnya peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan yang aspiratif, antisipatif, aplikatif, akuntabel dengan dukungan basis data melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi;

 Terwujudnya masyarakat dan aparat yang sadar hukum dan

HAM;

 Tersedianya prasarana dan sarana aparatur pemerintah kota

yang berkualitas;

 Tersedianya aparatur yang profesional;

 Terwujudnya organisasi pemerintah daerah yang dapat meningkatkan kinerja aparatur;

 Terwujudnya kemampuan teknis dan administratif aparatur pengawasan yang profesional;

 Terwujudnya pelayanan publik yang prima.

2. Membangun SDM yang berkualitas, mandiri dan religius

 Terkendalinya jumlah penduduk sesuai dengan daya dukung

dan daya tampung lingkungan;

 Terwujudnya sumber daya manusia yang cerdas, kreatif dan

kompetitif;

 Terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani;

 Terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia;

 Terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender.

3. Mewujudkan perekonomian masyarakat yang berdaya saing

 Terwujudnya perekonomian masyarakat yang tangguh,

berdaya saing, sehat dan berkeadilan;

 Terwujudnya masyarakat ekonomi sektor pariwisata dan sektor-sektor pendukung utamanya yang berdaya saing.

4. Mewujudkan pemanfaatan ruang, penyediaan

infrastruktur dan fasilitas yang berwawasan lingkungan

(15)

 Terjamin dan tersedianya kuantitas dan kualitas air (air permukaan, air tanah dangkal dan air tanah dalam);

 Terwujudnya pengelolaan limbah yang efektif dan bernilai ekonomi;

 Tersedianya ruang perkotaan dan perdesaan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan;

 Tersedianya sistem transportasi yang selamat, efsien, nyaman, terjangkau dan ramah lingkungan;

 Terwujudnya sarana dan prasarana yang memenuhi standar

teknis/ standar pelayanan minimal;

 Terwujudnya mitigasi bencana yang handal.

5. Mewujudkan kehidupan sosial budaya yang bertumpu pada nilai religius dan kearifan lokal

 Terwujudnya pelestarian seni budaya;

 Terwujudnya toleransi dan pembinaan umat beragama.

6. Menciptakan pembiayaan pembangunan daerah yang kolaboratif

 Terwujudnya anggaran pemerintah yang optimal;

 Terwujudnya kemitraan dengan masyarakat dan swasta dalam pembiayaan pembangunan daerah.

B. RPJMD dengan RTRW Kabupaten Pangandaran

Penyusunan Perubahan RPJMD memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai pola dan struktur ruang yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 3 Tahun 2018 tentang Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2036. Arahan-arahan spatial dalam RTRW tersebut dijadikan sebagai acuan untuk mengarahkan lokasi kegiatan dan menyusun program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang.

(16)

fungsional; 2) Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan fungsi budidaya; dan 3) Pemanfaatan ruang melalui program yang disusun dalam rangka mewujudkan rencana tata ruang yang bersifat indikatif, melalui sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan baik di pusat maupun di daerah secara terpadu.

Dalam menyusun RPJMD ini juga selain berpedoman pada RTRW daerah sendiri, juga perlu memperhatikan RTRW daerah lain, guna tercipta sinkronisasi dan sinergi pembangunan jangka menengah daerah antar kabupaten/kota serta keterpaduan struktur dan pola ruang kabupaten/kota lainnya, terutama yang berdekatan atau yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah pembangunan kabupaten/kota, dan atau yang memiliki hubungan keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

C. RPJMD dengan KLHS Kabupaten Pangandaran

Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dalam menyusun RPJMD ini dilakukan agar pembangunan tiap-tiap daerah memiliki konsep yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal tersebut mengacu kepada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 20012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah.

Tujuan dibuatnya KLHS untuk menjaga keberlangsungan sumber daya dan menjamin keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, mutu hidup generasi masa kini serta generasi masa depan, pemerintah daerah menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah dengan memperhatikan prinsip dan tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

(17)

keputusan kebijakan dan program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan Berkelanjutan adalah upaya untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan kualitas hidup manusia yaitu : (a) memanfaatkan sumber daya hayati yang tidak melebihi kemampuan regenerasinya, dan atau memanfaatkan sumber daya non hayati yang tidak melebihi laju inovasi substitusinya; (b) memanfaatkan sumber daya alam saat ini dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang; dan (c) memanfaatkan sumber daya yang belum diketahui dampaknya secara hati-hati dan didukung oleh penelitian ilmiah yang memadai.

Demikian pula dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 telah memperhatikan hasil kajian tersebut yang tercermin dari tujuan, sasaran, kebijakan dan strategi dalam rangka pembangunan di Kabupaten Pangandaran dengan memperhatikan prinsip dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

D. RPJMD dengan Rencana Strategis Satuan Kerja

Perangkat Daerah

RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dalam rentang waktu 5 (lima) tahun. Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan setiap urusan bidang dan/atau fungsi pemerintahan untuk jangka waktu 5 (lima) tahunan, yang disusun oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran.

E. RPJMD dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

(18)

Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja SKPD. RKPD merupakan bahan utama pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten.

1.4.

Maksud dan Tujuan

1.4.1 Maksud

Perubahan Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan terjadinya perubahan kebijakan secara nasional mengenai perangkat daerah dan penyelarasan terhadap Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran. Hal lainnya terkait dengan adanya hasil evaluasi Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

1.4.2 Tujuan

1. Merumuskan kembali gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar perumusan permasalahan dan isu strategis daerah, sebagai dasar prioritas penanganan pembangunan daerah. Sebagai pedoman bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam menyusun Renstra SKPD periode 2016-2021;

2. Merumuskan gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan sebagai dasar penentuan kemampuan kapasitas pendanaan 5 (lima) tahun kedepan;

(19)

4. Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran dan target kinerja yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016-2021;

5. Menetapkan kembali indikator kinerja SKPD dan Indikator kinerja utama Bupati Pangandaran dan Wakil Bupati Pangandaran sebagai dasar penilaian keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pangandaran periode 2016-2021.

1.5.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, terdiri dari 10 (sebelas) bab, sebagai berikut :

BAB

1 PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang latar belakang, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, sistematika penulisan, serta maksud dan tujuan penyusunan RPJMD Kabupaten Pangandaran.

BAB

2 GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Gambaran umum kondisi daerah menjelaskan tentang kondisi Kabupaten Pangandaran secara komprehensif sebagai basis atau pijakan dalam penyusunan perencanaan. Aspek yang dibahas diantaranya (i) geograf dan demograf, dan (ii) daya saing daerah.

BAB

3 GAMBARAN KEUANGAN DAERAH

Bab ini menyajikan gambaran hasil pengolahan data dan analisis terhadap pengelolaan keuangan daerah. Aspek yang dibahas (i) Kinerja Keuangan Masa Lalu : (a) Kinerja Pelaksanaan APBD (b) Neraca Daerah (ii) Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu, terdiri dari : (a) Proporsi Penggunaan Anggaran (b) Analisis Pembiayaan; (iii) Kerangka Pendanaan, terdiri dari (a) Proyeksi Pendapatan dan Belanja (b) Penghitungan Kerangka Pendanaan

(20)

4

Bab ini memuat berbagai permasalahan pembangunan dan isu strategis yang akan menentukan kinerja pembangunan dalam 5 (lima) tahun mendatang.

BAB

5 VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

Bab ini menjelaskan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, yang disertai dengan tujuan dan sasarannya.

BAB

6 STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAMPEMBANGUNAN DAERAH

Dalam bagian ini diuraikan strategi yang dipilih dalam mencapai tujuan dan sasaran serta arah kebijakan dari setiap strategi terpilih. Selain itu diberikan penjelasan hubungan setiap strategi dengan arah dan kebijakan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Program pembangunan daerah dirumuskan dari masing-masing strategi untuk mendapatkan program prioritas. Program pembangunan daerah menggambarkan kepaduan program prioritas terhadap sasaran pembangunan melalui strategi yang dipilih.

BAB

7 KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DANPROGRAM PERANGKAT DAERAH

Bab ini memuat program prioritas dalam pencapaian visi dan misi serta seluruh program yang dirumuskan dalam renstra Perangkat Daerah beserta indikator kinerja, pagu indikatif target, Perangkat Daerah penanggung jawab berdasarkan bidang urusan.

BAB

8 KINERJADAERAH PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah dan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir periode masa jabatan

BAB

9 PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

Bab terakhir ini memuat pedoman transisi implementasi RPJMD dari periode sebelum dan sesudahnya, serta dan kaidah pelaksanaannya.

BAB

Gambar

Gambar 1.1Proses Penyusunan Perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran
Gambar 1.2Hubungan RPJMD Dengan Dokumen Perencanaan Nasional/Daerah

Referensi

Dokumen terkait

Pada halaman ini merupakan tampilan halaman cetak pendaftaran, pada halaman ini orang tua dapat melihat mencetak pendaftaran peserta untuk melakukan daftar ulang

Sistematika Penulisan Rencana Stratejik (Renstra) Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang

Sistematika Penulisan Rencana Stratejik (Renstra) Kecamatan Antapani Kota Bandung disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang

Linear programming atau linear optimization adalah salah satu metode matematika untuk menentukan cara yang dapat digunakan untuk mencari hasil terbaik (seperti

kesejahteraan, dan Membangun dan meningkatkan hubungan kerja yang efektif. 2) Strategi kepala madrasah dalam pendayagunaan tenaga pendidik di Madrasah Diniyah Al-Bazariyyah

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Pernyataan ini didukung juga oleh Sugiyama & Andree (2011) yang mengemukakan bahwa di era internet, dimana informasi dapat dengan mudah diakses menyebabkan

Sistematika Penulisan Rencana Stratejik (Renstra) Kecamatan Batununggal Kota Bandung disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang