Penataan
Barang Dagangan
Republik Indonesia
2014
Kontributor
Penyunting Materi : Sri Windiarti, S.Pd, M.Pd Penelaah : Drs. Ratiman, M.M.
TIP MENGATUR TATA LETAK BARANG
TIP MENGATUR TATA LETAK BARANG
Berwirausaha pada bidang perdagangan, terutama membuka sebuah toko kecil atau mini market memang dipandang sangat gampang karena tidak memerlukan keterampilan khusus, termasuk juga pada toko pakaian. Si Pedagang hanya perlu menunggu di tempat usaha, mengawasi barang dagangan dan melayani para pembeli yang datang. Cukup simpel! Namun untuk sukses dalam bisnis ini, ternyata diperlukan usaha dan
keterampilan khusus agar bisa menarik minat pelanggan sebanyak-banyaknya. Salah satu diantaranya adalah kemampuan dalam mendesain tata letak ruang dan barang di dalam toko
Gambar 2 - Pengaturan Tata Letak Barang Pada Mini Market
Tata letak yang bagus akan membuat para pembeli merasa nyaman berbelanja, dan hal tesebut juga dapat menjadi alasan bagi mereka untuk selalu memilih toko anda dalam mencari barang yang mereka perlukan. Maka oleh karena itu, kecermatan dalam mengatur barang-barang yang diperdagangkan menjadi sebuah keharusan. Berikut disajikan tips dalam mendesain dan mengatur tata letak barang pada toko atau mini market yang biasanya menjual kebutuhan sehari-hari.
1. Pencahayaan dan Warna Ruangan
2. Penempatan Rak
Gambar 2 - Layout Penempatan Rak
Penempatan rak (gondola) menjadi bagian penting dalam membuat ruang toko yang nyaman. Secara umum, peletakan rak dengan posisi yang berjejer adalah yang terbaik. Selain terlihat rapi, para pembeli juga mudah berlalu lintas, serta anda sebagai pemilik toko akan mudah mengawasi tingkah laku mereka. Rak-rak yang saling menyilang ataupun saling menutupi satu dengan lainnya hanya akan membuat semuanya tidak baik. Jika anda juga mempunyai rak yang berbentuk bundar, maka lebih baik ditempatkan sejajar dengan rak yang panjang tersebut dengan memberi jarak sekitar 1-1,5 meter untuk keindahan dan keefektifan rak tersebut. Letakkan rak bundar tersebut lebih awal dari pintu masuk agar lebih tampak elegan. Jika toko anda juga terdapat rak-rak yang tinggi, maka sebaiknya posisinya menempel/berhimpitan dengan dinding agar ruangan tetap terkesan lega.
3. Klasifikasi Barang/Produk
kacang, dan sebagainya), maka jauhkan posisinya dengan produk kecantikan (parfum, sabun, shampoo, dan lain-lain) agar tidak kontra.
4. Jalur Lalu Lintas Pelanggan
Aturlah posisi lalu lintas para pelanggan anda. Tambahkan sekat atau berikan ruang antar rak agar para pelanggan mudah mencapai tempat yang mereka tuju. Perhatikan juga lalu lintas pelanggan yang masuk dan keluar di pintu toko. Jika sering terjadi tabrakan saat keluar masuk, maka anda harus mendesain ulang lebar pintu tersebut.
5. Lokasi Meja Kasir
Lokasi tempat pembayaran (kasir), biasanya terletak tidak jauh dari pintu keluar. Tujuannya untuk memberikan ruang lega di dalam ruang toko. Ada baiknya anda menambahkan rak mini di dekat kasir untuk memajang produk-produk assesoris, seperti gantungan kunci, hiasan kalung imitasi, jepet rambut, dan pernak-pernik lainnya. Hal tersebut bertujuan agar menghilangkan rasa jemu ketika pelanggan anda sedang mengantri di meja kasir. Jadi sambil menunggu giliran, mata mereka akan dihibur oleh produk-produk mini tersebut, syukur-syukur mereka akan tertarik untuk membelinya. Nah, jika ruang toko anda masih terkesan sempit, maka anda bisa pajang cermin besar pada dinding-dinding di ruangan toko anda.
Demikian sedikit tips untuk anda yang sedang membangun usaha warung, toko, atau pun mini market. Selamat berjualan, semoga “ laris manis tanjung kimpul, barang habis duit
ngumpul”.
Cara Mengatur Letak Barang pada Usaha Toko Elektronik
Gambar 4 - Penempatan produk elektronik
Selain itu, tata barang yang baik akan mampu meminimalkan potensi pencurian dari tangan-tangan jahil. Bagi para pemilik toko elektronik, desain tata letak produk yang dipajang dengan konsep tertentu dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para calon konsumen.
Nah, bagaimanakah cara penataan barang-barang di toko elektronik agar terlihat baik dan terkesan rapi? Berikut disajikan beberapa kiat yang bisa anda terapkan:
1. Atur Peletakan Produk Elektronik Berdasarkan Jenis dan Mereknya
Jika di toko elektronik anda menjual beraneka macam produk dari berbagai produsen /vendor, maka barang-barang yang anda pajang di toko anda sebaiknya dikelompokkan berdasarkan jenis produk serta mereknya, misal kelompok lemari es, televisi, mesin cuci, sound system, dan sebagainya. Pengaturan ini akan membuat pengunjung toko anda lebih mudah mengetahui inventaris produk elektronik yang anda jual.
2. Perhatikan Kombinasi Warna
warna gelap dan terang), maka akan membuat kesan suasana berantakan atau kurang rapi.
3. Pengaturan Barang secara Vertikal
Untuk menyiasati ruang toko yang sempit, kita biasanya membutuhkan lemari-lemari pajangan atau menyusun produk-produk elektronik secara vertikal. Dalam penyusunan secara vertikal, letakkan barang yang berukuran besar paling bawah, diikuti kelompok produk berukuran medium, dan yang paling atas adalah ukuran terkecil. Kelompok produk elektronik di bawah akan menjadi penopang produk di atasnya. Selain itu, pengaturan ini akan membuat kesan ruangan tetap terasa lega.
4. Meja Kasir untuk Promosi dan Extra Sale
Meja kasir maupun meja tempat melayani konsumen harus dimaksimalkan untuk membantu promosi bisnis anda, misalnya dengan menaruh brosur atau business card anda. Selain itu, di sekitar area meja kasir tersebut sebaiknya anda pajang produk-produk mini maupun produk-produk penunjang bagi barang elektronik utama anda. Misalnya ketika seorang konsumen tengah melakukan pembayaran untuk pembelian produk DVD Player, maka sembari menunggu proses transaksi selesai, ia biasanya akan melihat-lihat di area kasir tersebut. Pada rentang waktu itulah bisa tercipta peluang penjualan ekstra dengan cara memajang produk-produk penunjang lainnya, misal pembersih disc, kaset dvd, sarung dvd, dan sejenisnya.
5. Bagian Depan Jangan Dibiarkan Kosong
Pahami 10 Keinginan Pelanggan
Memiliki jumlah pelanggan yang melimpah adalah tujuan setiap pebisnis. Melalui pelanggan-pelanggan tersebutlah, usaha yang dijalankan akan dapat berputar menghasilkan profit yang diharapkan. Namun untuk membuat calon konsumen atau para pelanggan jatuh hati dan setia dengan produk bisnis yang kita tawarkan merupakan pekerjaan yang besar, apa lagi ditambah dengan strategi para kompetitor yang lebih agresif. Oleh karena itu, mengetahui dan memenuhi apa yang konsumen inginkan adalah langkah awal dalam menggapai kesuksesan tersebut.
Menurut riset yang dilakukan oleh The Rain Group dengan meneliti dan mempelajari lebih dari 700 transaksi B2B (business to business), diperoleh simpulan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan seorang konsumen memilih penjual A daripada penjual B atau C dan seterusnya. Pemilihan tersebut karena konsumen meresa terpenuhi keinginannya. Lalu, apa saja keinginan-keinginan konsumen tersebut? Berdasarkan simpulan yang dikutip dari inc.com, inilah 10 hal yang umumnya diinginkan oleh seorang konsumen kepada sang penjual:
1. Sungguh-sungguh Ingin Didengarkan
2. Ingin Diberikan Ide, Inspirasi dan Perspektif Baru
Beberapa calon konsumen mendatangi usaha anda karena terjebak dalam masalah dan kebutuhan tertentu yang perlu dibantu. Ketika anda mampu memberikan mereka gagasan baru atau perspektif menarik yang terkait dengan produk bisnis yang anda tawarkan, maka mereka pasti lebih memilih anda.
3. Keinginan Berkolaborasi
Secara sederhana, ketika konsumen berencana untuk membeli sesuatu, mereka menginginkan si penjual bukan hanya semata-mata menjual produknya, tetapi berharap juga si penjual terintegrasi dengan dirinya dalam mencapai kesuksesan dari produk yang dibelinya.
4. Mengerti Apa yang Menjadi Kebutuhan Mereka
Pada poin ini, bukan hanya mengenai solusi antara kebutuhan konsumen dengan produk yang cocok. Namun, konsumen lebih menginginkan apakah produk yang akan dibeli tersebut punya pengaruh lain yang positif, misalnya terhadap kesehariannya, orang-orang di sekitarnya, dan sebagainya. Jika anda mampu menjelaskan hal tersebut, maka daya tarik produk bisnis anda lebih besar.
5. Yakin
Jika si penjual masih ragu dengan produk yang ditawarkannya, lalu bagaimana mungkin para konsumen akan mau memilih produk tersebut. Jadi, para konsumen tertarik dengan seller yang memiliki keyakinan diri bahwa produk yang dijualnya tersebut benar-benar bagus.
6. Mampu Membantu Konsumen Menghindari Kesalahan
7. Menyusun dan Memberi Solusi yang Menarik
Para pelanggan mengharapkan penjual memiliki keterampilan dasar dalam penjualan yang mampu menghadirkan solusi terbaik untuk diterapkan, sehingga produk yang dibelinya tidak sia-sia.
8. Berhubungan Secara Personal dengan Penjual
Para pelanggan juga menginginkan jalinan ikatan yang baik dengan sang penjual. Kedua pihak harus terdapat rasa saling percaya dan menjaga kepercayaan tersebut.
9. Komunikasi yang Simple
Para pelanggan tidak menyukai penjual yang berputar-putar atau bertele-tele dalam menjelaskan produk, harga, diskon, dan sebagainya, apa lagi diungkapkan dengan tutur yang rumit. Pelanggan menginginkan hal yang praktis, termasuk dalam komunikasi dua arah yang mudah dipahami.
10. Mendapatkan Nilai Produk yang Terbaik
Poin ke 10 ini terkait dengan prinsip ekonomi. Para pelanggan menginginkan apa yang dibelinya tersebut adalah yang terbaik ketimbang di tempat-tempat lain. Artinya apa yang telah dibelinya memang pantas dengan nilai uang yang harus ia keluarkan.
Hal yang Menyebabkan Produk Anda Kurang Laku
Keuntungan merupakan misi utama dalam menjalankan sebuah bisnis. Untuk memperoleh keuntungan tersebut, maka volume penjualan produk adalah syarat utamanya. Sebagai seorang pengusaha, tentu ada perasaan sumringah jika produk bisnisnya sangat laku di pasaran. Namun, mengupayakan hal tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah.
Ada banyak faktor yang membuat produk yang ditawarkan tersebut menjadi laku atau
tidak di pasaran. Jika volume penjualan produk usaha anda cenderung menunjukkan
kinerja yang tidak memuaskan, mungkin salah satu penyebabnya ada di bawah ini:
1. Terlalu Mahal
Harga menjadi salah satu poin utama yang dipertimbangkan oleh konsumen. Memang dengan mematok harga tinggi, tentu margin keuntungan bisnis anda menjadi lebih besar. Namun dampaknya adalah volume penjualan yang lebih sedikit karena jumlah konsumen yang rendah. Jika produk anda masih kurang laku, maka penurunan harga jual patut anda pertimbangkan.
2. Kurang Promosi
Meskipun produk usaha anda sangat bagus, namun bila hanya sedikit orang yang mengetahuinya, maka omzet penjualan anda takkan menunjukkan peningkatan. Oleh karena itu, kegiatan pengenalan produk (advertising) menjadi bagian penting dalam marketing bisnis anda. Anda bisa memilih berbagai media promosi (periklanan) yang umum dilakukan oleh para pengusaha, seperti televisi, surat kabar, brosur, spanduk, pamflet, atau lewat media online.
3. Kalah Bersaing
Hal lain yang menjadi penyebab kurang gregetnya penjualan produk usaha anda adalah karena tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dari para kompetitor. Mungkin kualitas produk anda sangat rendah, mungkin produk anda tidak memiliki sesuatu yang istimewa, atau mungkin juga strategi penjualan anda tidak sehebat para pesaing anda. Jadi coba cermati bagaimana cara para kompetitor mengungguli bisnis anda.
4. Produk Kurang Jelas
yang menyangkut fungsi produk, cara pakai, manfaat yang didapat, harga jual dan sebagainya. Informasi tersebut bisa disampaikan saat melakukan promosi, advertising, atau dicantumkan pada kemasannya.
5. Proses Transaksi yang Rumit
Sesuatu yang rumit biasanya akan selalu ditinggalkan orang. Misalnya transaksi online cenderung masih rendah karena prosesnya yang sulit terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, upayakan agar proses transaksi (jual-beli) yang dilakukan konsumen lebih simpel.
6. Jalur Penjualan yang Minim
Bagaimana cara anda menjual produk bisnis anda? Lewat toko, jemput bola, menggunakan bantuan agen, atau juga melalui media internet? Semakin banyak cara yang anda tempuh, tentu akan membuat peluang penjualan produk menjadi lebih besar. Jika hanya mengandalkan satu cara, bahkan caranya masih kurang efektif, maka dipastikan produk tersebut kurang laku di pasaran.
7. Belum Memiliki Pangsa Pasar
Walaupun produk yang anda tawarkan sangat menarik dan istimewa, namun jika pangsa pasarnya belum ada, maka dijamin tidak akan laku. Misalnya anda membuka usaha laundry di suatu wilayah pedesaan, dan ternyata masyarakat di sana lebih senang mencuci di sungai, maka produk jasa anda tidak akan laku. Oleh karena itu, mencermati pangsa pasar dan segmennya pada suatu wilayah adalah hal yang wajib dilakukan sebelum memutuskan memulai usaha.
8. Citra Usaha yang Buruk
9. Services yang Tidak Memuaskan
Sebagai ujung tombak bagi bisnis anda, maka penempatan personalia pada bagian pemasaran dan pelayanan konsumen (customer service) harus dilakukan dengan cermat. Bila konsumen merasa kurang puas dengan service yang diberikan oleh perusahaan anda, maka lambat laun produk usaha anda akan menghadapi masa paceklik.
10. Salah Sasaran
Hal terakhir yang menyebabkan lesunya penjualan produk usaha anda adalah karena salah sasaran, misalnya segmen yang diincar tidak sesuai dengan fungsi produk atau target wilayah pemasaran tidak membutuhkan produk yang anda tawarkan. Jika anda menjual pakaian seksi (misal rok mini), manakah sasaran yang lebih prospektif: remaja gaul atau remaja pesantren? Tentu anda dapat menjawabnya. Oleh karena itu, sebelum meluncurkan produk, maka hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan riset pasar dan menentukan target konsumen. Hal tersebut berguna dalam memastikan bisnis anda tidak salah dalam melangkah.
Melakukan Administrasi Pergudangan
(mengelompokan berdasarkan departemennya) 1. Prosedur penyimpanan barang:
Mengelompokan golongan barang(food)
Mengelompokan sub golongan barang(minuman)
Mengelompokan jenis barang/bentuk(susu)
Mengelompokan merk/cap dagang(bendera)
Mengelompokan article(komposisi,cara penyajian)
2. Hal yang harus di perhatikan dalam rangka memelihara persediaan barang dagang:
Sifat barang
Memeberi penerangan yanag cukup di dalam gudang
Mengatur suhu
Menjaga kebersihan barang
Membuat laporan
3. Perlunya administrasi gudang: sebagai pengendali masuk keluarnya barang dan keadaan barang,dapat mengetahui produk mana yang paling lakudengan melihat catatan volume produk keluar masuk
4. Dasar dalam melakukan administrasi pergudangan: a. Barang dari bagian receiving/ekspedisi
b. Purchase order
c. Faktur :barang yang di terima suplier di terima oleh petugas receiving kemudian di cek silang berdasarkan po yang di keluarkan devisi buyer. Pengecekan di lakukan dengan cara memeberikan tanda check list pada po di bagian :tanggal permintaan barang,kuantitas barang dan keadaan fisik barang
5. Sistem administrasi prosedur pengeluaran barang yang dapat di gunakan dalam mencatata persediaan barang dagangan:
a. Sistim pencatatn secara terus menerus
Perpetual system atau sistem baku, merupakan sistem pencatatan persediaan barang yang di lakukan secara terus menerus
b. Sistem pencatatan secara periodik
Dalam sistem pencatatan barkala,setiap terjadi transaksi penjualan pencatatanya addalah sebesar penjualan tersebut sehingga ada penerimaan uang / piutang
6. Persediaan barang dagangan dapat di lakukan dengan menggunakan beberapa metode:
Metode FIFO (First In First Out)
Barang dagangan yang pertama masuk ke gudang adalah barang dagangan yang pertama akan keluar dari gudang
Metode LIFO(Last In Last Out)
Barang dagangan yang terakhir masuk ke gudang berati yang pertama di keluarkian dari gudang
Metode ratarata/WAC(Weight Average Cost) yang barati barang dagangan yang akan di keluarkan dari gudang berdasarkan garga ratarata
7. Administrasi Barang
Untuk mengontrol keluar masuk barang cara mengadministrasikan data barang dagangan memasukan data kedalam elmen sbb:
a. Nama barang b. Saldo awal c. Barang masuk d. Barang keluar
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, “Manajemen Bisnis Ritel, Kedai dan Konsultan Ritel Anda”, Jakarta, 2000.
Atep Adya Barata, 2001, Paket Keahlian Penjualan, Penerbit : ARMICO, Bandung.
Buchari Alma, 2004, Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa, cetakan kelima, edisi revisi , Penerbit : Alfabeta, Bandung.
Basu Swastha, dan T. Hani Handoko, 2008, Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku konsumen, edisi pertama, cetakan keempat, Penerbit : BPFE, Yogyakarta.
Bustiner Irving, , Irwin-Homewood, Illinois, “Basic Retailing” : 1986.
Devi Puspitasri Buku BSE Penjualan DEPDIKNAS 2008
Fandy,tjiptono.(1997), Total Quality service.Yogyakarta:penerbit Andi.
Golden, Lawrence, W. Zimmerman, Donald A., “Effective Retailing”, Second Edition, Houghton Miflin
Company, Boston, 1986.
Heizer Render, 2004, “Principles of Operations Management”, 5e, Prentice Hall, Inc., NJ.Kotler, Philip 2008, Manajemen Pemasaran. Jilid 2, Penerbit : PT Macanan Cemerlang, Jakarta.
Reid , R & Sanders, N.R., 2002,”Operations Management an Integrated Approach” 4th Ed., John
Wiley & Sons, Inc., NJ.
Kotler, Philip, 2007. Manajemen Pemasaran Jilid 1 : Edisi 12 Bahasa Indonesia dari Printice-Hall. Jakarta: Prenhallindo.
Kotler, Philip, 2007. Manajemen Pemasaran Jilid 2 : Edisi 12 Bahasa Indonesia dari Printice-Hall. Jakarta: Prenhallindo.
Swastha BDH Basu, Drs. MBA. Manajemen Pemasaran Modern Edisi kedua, 1990, Liberty, Jogjakarta
W.J. STANTON, yang dialihbahasakan oleh Almadalam bukunya “manajemen Pemasaran dan
Pustaka Web
alfanvkri.blogspot.com
www.google.com/search?q=contoh+barang+solutary+produc
http://www.slideshare.net/yyudhanto/teori-display-komunikasi-pemasaran http://nurulita-15211414.blogspot.com
http://nadya-nandy.blogspot.com
https://www.google.com/#q=penataan+horizontal
http://riofernandeslpm4.wordpress.com/2013/02/27/istilah-istilah-dalam-menata-produk http://suryaafrilian.blogspot.com/2010/11/memonitoring-penataan-atau-dispay.html
https://pemasaransmkn1udanawu.wordpress.com/2014/08/12/materi-kd-1-menata-barang-dagangan-c3-pemasaran-smk-kurikulum-2013
dapatkan jurnal penelitian Falah Yu, bahan ajar dan artikel
klik saya di: